Anda di halaman 1dari 31

DISKUSI FASKES PRIMER

Resume Diskusi dan Tanya-Jawab Online Group Diabetes II


oleh Dokter Wahyudi SpPD

Tambahan: Bahasan yang berkaitan dengan tanya-jawab sebelumnya

Fandi Imran P
1. Bagaimana menentukan memulai terapi insulin dan dosis insulin basal-bolus?
2. Bagaimana perhitungan carbohydrate counting dalam diet diabetes?

Jawab

Mulai dengan insulin basal. Bisa 0.2 x BB. Tapi, dosis ini sangat individual. Saat memulai insulin,
saran saya, dihentikan sulfonilurea. Metfornin atau Pioglitazon bileh dilanjuntukan.

-- -- -- --

Saya pernah dapat pasien yang rutin berobat ke KL. Nah dokter disana menganjurkan rutin cek
gula darah jam 2 malam. Itu tujuannya apa ya dok?
Apakah boleh untuk menilai efek somogyi dok? Misalnya pada pasien2 DM dengan GDP yang
selalu tinggi walaupun dengan insulin basal tinggi?

Jawab

Berarti pasien itu masalah utamanya resistensi. Pilihannya obat untuk perbaiki resistensi.
Metformin atau Pioglitazon. Untuk mencegah efek ini, kita jangan terlalu agresif menurunkan
GD. Titrasi perlahan. Untuk cek GD jam 2 atau jam 3 pagi..
Tidak usahlah.. kasihan pasiennya..Cukup nilai gejala hipoglikemi atau cek GDP saat bangun
pagi.

www.DokterPost.com Page 1
DISKUSI FASKES PRIMER

-- -- -- --

Dr Donita
Apakah serum kreatinin pasien Nefropati Diabetes dapat turun dengan kontrol Gula Darah yang
baik? Karena saya pernah mengalaminya

Jawab

Banyak yang mempengaruhi nilai kreatinin. Misalnya, pada pasien gangguan ginjal akut karena
banyak hal. Setelah kondisi akut diperbaiki, nilai kreatinin bisa kembali normal. Tapi, nilai
kreatinin tidak menggambarkan secara utuh fungsi ginjal pasien. Nilai kreatinin normal, bisa
saja sudah ada kerusakan glomerolus..Karena itu, untuk deteksi dini nefropati DM, yang
dianjurkan adalh mikroalbumiburia

Tambahan
TS:
Dok maaf.. Bagaimana dengan proteinuri? Apa bsa jadi patokan atau menggantikan
microalbuminuria?

Dokter Wahyudi:
Proteinuria.. bisa "false positive"..
Coba cek cara pemeriksaan proteinuria bagaimana? Adakah dilakukam sentrifuge? Karena bisa
positif karena adanya eritrosit.. leukosit.. epitel.. atau bakteri

-- -- -- --

Dr Marcus
Apakah ada batas maximal dosis insulin harian? Saya pernah mendapat pasien dengan jumlah
insulin harian 110 oleh SpPD

www.DokterPost.com Page 2
DISKUSI FASKES PRIMER

Jawab

Tidak ada.
Saya pernah memberikan lebih dari 120 unit.. Biasanya pada pasien yang masih resistensi
insulinnya tinggi. Saya anjurkan untuk kombinasi dengan obat2 yang memperbaiki resistensi
insulin

Tambahan
TS:
Kalau jenis obat ini untuk pasien yang tidak dianjurkan metformin apa ya dok? Misalnya pasien
intoleransi metformin atau ND

Dokter Wahyudi:
Pioglitazon.. > hindari pada asien yang overload.. CHF.. CKD dengan udem dll. nefropati DM,
bukan kontraindikasi mutlak metformin.. Lihat nilai kreatinin-nya..

-- -- -- --

dr Samuel Sebastian
1. Pasien DM dengan Gula darah tidak terkontrol, sudah diberikan kombinasi Metformin 3x1 +
Glibenclamid 1x1, namun tetap tidak terkontrol, apakah lebih baik naikkan dosis hingga
maksimum atau kombinasi 3 obat atau langsung diberikan insulin?
2. Pada pasien CHF+AF dengan pernah punya riwayat gangguan hati. Dan sekarang ditegakjan
diagnosis DM, obat hiperglikemia oral yang dianjurkan apa?

Dokter Wahyudi:
1. Berapa GDnya? Berapa dosis Gliben?
2. Diagnosisnya gangguan fungsi hatinya apa? Karena tidak bisa digeneralisir.

www.DokterPost.com Page 3
DISKUSI FASKES PRIMER

dr Samuel Sebastian:
dok,
1. GDS 342, dosis glibenklamid 1x5mg
2. gangguan fungsi hatinya karena hepatitis drug induced

Dokter Wahyudi:
Obatnya apa? Bisa dinaikkan.
Tapi, pastikan dulu oasien dengan gaya hidup sehat.. obat dimakan rutin..Hati2 hipoglikemia.
Karena itu nilai GDS. Jangan2 pasien baru makan. Pemeriksaan GDS, banyak perancunya.. Jadi,
nilai lagi faktor2 lainnya.. Kalau tahu obatnya.. Hindari.
Nilai ulang status fungsi hati saat ini. Kalau normal, bisa gunakan obat apapun.. Tetap minta
pasien untuk kembali, bila ada keluhan apapun..

-- -- -- --

dr Dedy
Assalamualaikum wr wb
Dok, untuk kasus hiperglikemia untuk saat ini kan banyak kasusnya, biasanya klo di IGD yang
saya lakukan loading 1 liter dan biasanya langsung saya kasih insulin 20 iu per iv bila gula darah
sewaktunya lbh dari 350, apakah terapi tersebut benar?
Lalu untuk sleeding scale sekarang sudah tidak boleh di lakukan, untuk langkah menormalkan
gula darah bagaimana ya dok?
Terimakasih

Jawab

Diagnosisnya apa?

www.DokterPost.com Page 4
DISKUSI FASKES PRIMER

Kalau pasien hanya hiperglikemia.. Tidak perlu loading cairan. Kalau KAD atau HONK.. Bisa
loading.. Tapi, nilai dulu kondisi lainnya. Apakah pasien ada gagal jantung kiri? Apakah pasien
CKD yang sudah anuria (HD rutin atau indikasi HD)?
Sliding scale insulin, masih bisa dilakukan bila tidak ada fasilitas untuk pemberian insulin scr drip
(pasien menolak rujuk)

-- -- -- --

Dr Tyas
1.apakah diet ketogenik yang br trend saat ini aman dijalankan oleh pasien dm maupun yang
tanpa dm?
2.pasien dm type 2 dengan pengobatan = glimepirid dan metformin lbh dr 3th,hba1c nya tetep
di atas 9....apakah perlu diganti terapinya doktr?
3.pasien laki2,60th, dm type 2,hypertensi,sdh psg ring jantung dengan fungsi seksual yang tdk
berfungsi,kpn sebaiknya sy merujuk,di poli apa njih? Ato adakah obat yang bs sy resepkan
dahulu?
4.tuk pasien2 prolanis DM,kpn sebaiknya sy merujuk berkaitan dengan bbrp kmgkinan
komplikasi (mikro dan makro) tuk meminimalkan tjadinya komplikasi2 tersebut doktr?

Jawab

1. Tidak dianjurkan. Karena semua orang berbeda. Harus disesuaikan dengan kondisi individu.
Penelitiannya tdk ada kan?
2. Bileh minta data lengkap? nilai GD? Dosis obat?
3. Sudah indikasi rujuk dok. Karena sudah komplikasi. Pemberian antiplatelet.. anti hipertensi..
obat anti hiperglikemia..

Tambahan
TS:

www.DokterPost.com Page 5
DISKUSI FASKES PRIMER

1. Pada pasien dengan insulin basal 16 unit pagi, gula puasa baik rata2 dibawah 130 tanpa obat
oral, tapi dengan gula makan seringkali pada pemeriksan didapati lebih rendah dari gula puasa
sekitar 100-120
Apakah itu aman?
2. Pasien lain dengan obat oral glimepiride 2mg dan metformin 3x 500 sering mengalami gejala
seperti hipoglikemi, tapi saat di test glucose hasil diatas 200. Kira2 kenapa dok?

Dokter Wahyudi:
1. Cek GD 2PP makan malam. Kalau bisa GD2PP siang juga.
Sementara, bila tdk ada keluhan, aman.
2. Kapan gejala hipo-nya? Kapan cek GD-nya?

TS:
Biasanya hipo saat sore sekitar 2 jam stlh makan siang, saat terasa gemetar, Keringet dingin,
sama Suaminya lgs di cek (alat sendiri) dan hasil diatas 200

Dokter Wahyudi:
Bisa karena pseudohipoglikemia akibat pasien GDnya sangat tinggi sebelum ini. Mungkin
Glimepiride bisa jadi 1 mg.. Kalau tdk ada keluhan dlm 1 minggu, dan GD masih tinggi.. Kembali
ke 2 mg.. Turunkan GD secara perlahan hingga capai tarhet
Tapi.. Cari lagi kemungkinan lain..

TS:
Ganti insulin gak papa?

Dokter Wahyudi:
Dengan glimepiride saja, pasien sudah terkontrol, untuk apa pakai insulin?
High cost..Lebih cepat hipo

www.DokterPost.com Page 6
DISKUSI FASKES PRIMER

-- -- -- --

dr. Hendro Gunawan


1. Tolong di jelaskan lagi dok beda GDP dengan GD2PP
2. Gejala DM tidak khas tp GDS 230, apa perlu terapi DM?
3. Berapa angka yang dikatakan meningkat dok untuk GDS? Dibilang klu GDS lebih 200 itu
trmsuk gula darah tinggi. maksudnya klu di dpt GDS 205, 208 atau 215 itu udah bisa diterapi
DM? gejala tidak khas.
4. Pasien GDS 400 dan gejala sesuai diterapi dengann DM. setelah diterapi GDS kembali normal.
Pertanyaan nya apakah obat DM tetap dikasih? atau dosis diturunkan?
5. Bagaimana terapi pasien dengann GDS di dapati High. Sementara pasien dalam kondisi
sehat2 saja tanpa keluhan. apa perlu Rawat inap?
6. Dalam jangka berapa lama dok pengobatan terapi DM diberikan agar gula terkendali? setting
an klinik. kadang pasien tidak mampu bayar dan biasanya kasih seminggu.
7. Berapa Kali pengukuran seorang pasien dengann GDS sudah stabil disarankan kontrol
kembali dok? Pernah dpt pasien udah 3 Kali kontrol dengann GDS normal. Apakah sebulan
sekali?
8. Orang DM apakah Ada masanya bebas minum obat DM dok? saat kontrol GDS sudah normal.
9. Untuk terapi non farmakologi sendiri bagaimana Cara pengukuran seberapa banyak
kandungan gula yang dimakan spt nasi. Patokannya pakai apa dok biar? Misalnya sekian kalori.
10. Bagaimana terapi Ulkus Diabeticum dan DM neuropathy?

-- -- -- --

dr. Yudi Pohan


Assalamu'alaikum dok, izin bertanya..
1. Kapan kita memutuskan penghentian terapi dengan menggunakan Insulin dan menggantinya
dengan terapi oral?
2. Apa advise terbaik untuk pasien DM yang menjalani terapi oral dengan dua jenis obat
(misalnya Metformin dan Glibenklamid)?

www.DokterPost.com Page 7
DISKUSI FASKES PRIMER

3. Bagaimana jika dijumpai pasien DM dengan keluhan neuropati...selain kontrol gula darah,
terapi terbaik untuk neuropatinya apa dok yang dapat kami berikan di layanan primer?

Terima kasih banyak dokter

-- -- -- --

dr. Gery Soemara

Malam dokter,
Pertanyaannya sy seputar dm gestasional dok, yang perna sy baca, penggunaan OHO tidak
direkomendasikan untuk dm gestasional dan terapi insulin menggunakan insulin human.
Pertanyaan sy :
1. Apabila pemberian OHO ttap diberikan efeknya apa? Obat OHO apa yang direkmendasikan
untuk dm gestasional?
2. Insulin human boleh diganti dengann insulin analog? Efek pemberian insulin analog?
3. Insulin human contohnya apa aja ya dan pemberiannya Bagaimanan?
Sekian pertanyaan sy dok,
Terimakasih

-- -- -- --

dr. isnalisa
Apa antibiotik pilihan untuk terapi gangren diabetikum.selain antibiotik apa ada terapi lain?
Bagaimana dengann perawatan lukanya?

Jawab

www.DokterPost.com Page 8
DISKUSI FASKES PRIMER

Gangren? Amputasi.
Nilai arterinya.. sering terdapat PAD (peny arteri perifer). Kadang butuh pemasangan stent
atau vasodilator (cilostazol) atau antikoagulan. Debridemant. Jaga bersih. Jaga kering.
Kalau masih tahap ulkus diabetikum antibiotik pilihan. Yang terbaik apa dok

-- -- -- --

dr. Adwin
1. Pada pasien KAD dengan riwayat CHF/cardiomegali, bagaimana untuk penanganan resusitasi
cairannya di faskes yang belum bisa pasang cvc?
2. Lanjut pd kasus KAD diatas, apabila faskes tidak tersedia pemeriksaan elektrolit dan AGD, apa
kalium dan biknat boleh langsung diberikan atau ditunda dulu sampai ada bukti hasil lab? jika
boleh berapa dosis awal yang aman untuk diberikan?
3. Lanjut pd kasus KAD diatas, seberapa cepat target gula darah diturunkan <250? Lalu apakah
antibiotik selalu harus diberikan walaupun tdk ada tanda2 infeksi baik klinis atau lab?jika iya,
apa pilihan antibiotik yang direkomendasikan?
4. Apakah pada pasien diabetic foot yang non critically ill (tdk sepsis, tdk KAD) terapi yang harus
diberikan adalah insulin? apakah obat anti diabetik oral masih ada tempatnya?

Jawab

1. Bagaimana mendiagnosis pasien KAD di perifer? Jangan hanya dari GD.


Nilai pengisian nadi. Kalau kuat, bisa muali insulin. Baiknya rujuk. Apakah bisa insulin diberikan
drip? KAD tidak dianjurkan insulin bolus berkala (sliding scale). Kalau tidak kuat angkat. Nilai
suara nafas (baseline). Kalu bersih, mulai guyur cairan, nilai suara nafas berkala sesering
mungkin. Kalau sudah ada perubahan, kemungkinan sudah impending ALO, stop guyur.. mulai
insulin.
2. Bagaimana bisa kita diagnosis KAD? Bagaimana klinis pasien? Bicnat tidak dianjurkan rutin.
Karena kalau gangguan ringan, dengan perbaikan GD, asidosis teratasi. Kalium juga demikian,
kadang pasien bisa hiperkalemi karena gangguan ginjal akut-nya.
3. Rujuk saja. Target GD 150 - 180. Boleh cepat, tapi hati hipoglikemi.. Komplikasi karena
hipoglikemi lebih berat.. lebih cepat..

www.DokterPost.com Page 9
DISKUSI FASKES PRIMER

4. Yang penting GD kembali normal. Pakai insulin bagus, tapi, kalau GD tidak capai target >
useles.. Nilai arteri yang mendarahi luka.

-- -- -- --

dr. Lina Kristanti Wibowo

1. Bagaimana tata laksana gastropati pada pasien DM?


2. Terapi apa yang harus diberikan pada pasien dengan efek samping mual muntah akibat
metformin? Mengganti obat atau memberikan ppi/antasida dsb? Padahal pasien sudah
konsumsi metformin setelah makan
3. Antibiotik yang sebaiknya digunakan untuk terapi ulkus DM? Lebih baik oral atau topikal
(tablet yang dijadikan powder)?
4. Adakah pencegahan neuropati DM selain menjaga stabilitas kadar gula darah? Jika
menggunakan vitamin B1/B6/B12, berapa kah dosisnya?

Jawab

1. Bagaiman bisa yakin itu gastropati DM? Bukan gastritis atau ulkus atau dispepsia? Keluha.
apa yang menonjol? Temuan apa pada pemeriksaan fisik?
2. Bisa kurangi dosis metformin atau ganti dengan pioglitazon. Kalau karena obat, tdk perlu
tambah obat lain..
3. Kalalu tablet dijafikan bubuk.. Farmakologi obat akan berbeda.. Apakah ada tanda inflamasi
akut? pus? bagaimana arteri yang mendarahinya? kuat angkat? Antibiotik pada ulkus sgt
bervariasi tgt epidemiologi. Berikan antibiotik bila memang ada tanda infeksi akut. Pada ulus
kronis, debridemant, jaga bersih, jaga kering
4. Tidak ada. Bervariasi tergantung individu

-- -- -- --

www.DokterPost.com Page 10
DISKUSI FASKES PRIMER

TS:
Assalamu'alaikum dok. izin bertanya
Pada pasien DM kronik dengan gula darah terkontrol dengan glimepirid 2 mg 1x1, untuk
neuropati diabetikumnya sebaiknya terapi apa yang diberikan dok? Pasien biasa konsumsi rutin
neurobion dan mecobalamin?

Dokter Wahyudi:
responnya Bagaimanan?

TS:
Pasien tetap merasakan baal pada ujung ujung jari dok. Bahkan air panas saja, pasien tidak
mrasakan panas dok. Hingga kaki nya melepuh.

-- -- -- --

Selamat siang dokter Wahyudi, ijin bertanya dokter, tentang algoritma pengelolahan DM,
apabila kriteria target DM (GD, HbA1c, lipid) sudah terpenuhi, apakah terapi bisa ditappering
off? Atau dipertahankan dosisnya? Soalnya di algoritma hanya dijelaskan apabila target belum
tercapai saja, yang sudah tercapai tdk disebuntukan. Mohon pencerahannya dokter. Terima
kasih banyak

Jawab

Pertahankan 1 - 3 bulan.. Kalau cenderung turun, coba kurangi dosis perlahan.. sedikit.. Nilai
kembali. Kalau GD kembali naik, kembali ke pada terapi sebelumnya.Kalau tetap, terus
turunkan perlahan.. Jangan lupa, pastikan pasien menjaga pola hidup sehat. Kalau bisa sampai
GD normal tanpa obat.. anjurkan pasien untuk tetap cek GD rutin / berkala. Karena masih ada
kemungkinan GD kembalo naik.

-- -- -- --

www.DokterPost.com Page 11
DISKUSI FASKES PRIMER

Sandi dr.

1. Bagaimana menentukan terapi oral antidiabetes dengan pemeriksaan terbatas, apakah perlu
terapi tunggal atau kombinasi dengan hanya pemeriksaan penunjang GDP (Glukosa Darah
Puasa) dan GPP (Glukosa Darah 2 jam Post Prandial)? tidak ada pemeriksaan Hba1c.
2. Bagaimana terapi yang tepat untuk pasien yang mempunyai riwayat dispilidemia, hipertensi,
hiperurisemia, alergi terhadap metformin dengan eGFR 30 mL/min, GDP 144 mg/dL dan GPP
155 mg/dL

Jawab

Target GD yang dokter buat untuk pasien ini berapa? Bukankah sudah cukup ? Ada datanya?
lipid? asam urat? Pasien hiperurisemia.. belum tentu Gout.Gout belum tentu hiperurisemia.
Evaluasi dulu.. Kenapa hiperurisemia? simtomatis? Yang bisa menyebabkan hiperurisemia :
dehidrasi.. aspirin dosis rendah.. ACEi / ARB.. gangguan ginjal..Pada pasien yang hiperurisemia <
9.. yang asimtomatis.. tidak perlu terapi farmakologi.

-- -- -- --

dr. Alivia putri masyitha

1. Pasien 52 th, laki-laki. rutin minum obat dari SpPD metformin 1x750mg. Setiap pagi selalu cek
gdp stik hasilnya sekitar 140-166-170-152-143. Apakah perlu perubahan terapi/dual oho dok?
2. Bagaimana jika hasil pemeriksaan gdp lebih tinggi daripada hasil gds (gds: 143, gdp: 166), hal
ini terjadi 2 hari berturut, apakah yang sedang terjadi?
3. Bagaimana cara mengedukasi pasiennya? Dan apa yang harus kita lakukan dok?

Jawab

www.DokterPost.com Page 12
DISKUSI FASKES PRIMER

1. Target dokter untuk GD pasien ini berapa? GD2PP?


2. Kapan cek GDSnya? Berapa jam setelah makan terakhir?
3. Edukasi apa? Bahan edukasi ada di consensus

-- -- -- --

Dr. Yeyen devyanti handoko


Apakah ada pantangan buah tertentu untuk pasien dengann DM dok ?
Jika pasien pernah periksa gds 500, lalu rutin mnm obat, skrg sudah bbrp bln tdk mnm obat dan
hanya dengann mnjaga diet saja gds <200 apakah OAD tetap d berikan / di lanjuntukan, atau
ckp dengann tetapi diet saja dok ? Lalu kapan keputusan kita menggunakan oad kembali dok ?
Terima kasih

Jawab

Baca dan beli buku panduan diet pada DM. Seperti leci.. lengkeng..Tapi, jangan di haram kan..
Boleh coba 1 buah.. 2 buah. Cek GDP dan GD2PP. Hitung kebutuhan kalori harian..Hindari yang
Indeks Glikemik tinggi. Makin tinggi Indeks Glikemik, makin cepat makanan tersebut
meningkatkan GD, dibandingakn makanan dengan kalori yang sama.Sekali lagi.. Pantangan itu
tidak berarti makanan tersebut "haram" untuk pasien. Ajak pasien berfikir.

-- -- -- --

dr. Embrinita Okta

1. Di puskesmas kami hanya tersedia glibenclamid, kadang ada metformin tetapi dalam jumlah
terbatas. Mohon advice bagaimana kami menatalaksana pasien yang menggunakan insulin Dok
? (selama ini selalu kami rujuk).

www.DokterPost.com Page 13
DISKUSI FASKES PRIMER

2. Di puskesmas kami untuk penanganan pasien dislipidemia, pemeriksaan laboratorium yang


tersedia hanya pemeriksaan cholesterol total dan pemeriksaan trigliserida (selama ini pasien
kami cek laboratorium 1 bulan sekali), obat yang tersedia untuk dislipidemia hanya simvastatin
& gemfibrozil. Mohon petunjuk Dok, bagaimana kami bisa memaksimalkan manfaat
laboratorium & obat yang ada ini untuk penatalaksanaan pasien dislipidemia ?
3. Di puskesmas kami tidak tersedia pemeriksaan fungsi ginjal, yang ada hanya pemeriksaan
urin rutin & protein uri serta pemeriksaan asam urat. Mohon petunjuk Dok, bagaimana kami
memanfaatkan pemeriksaan yang ada untuk tatalaksana pasien DM tipe 2 + komplikasi
nefropati diabetik ? (selama ini jika protein uri positif (+), pasien kami rujuk.
4. Mohon advice Dok, tatalaksana pada pasien DM tipe 2 yang mengalami anemia tapi pasien
cenderung tanpa keluhan, apakah pasien tersebut bisa kami tatalaksana sebagai anemia karena
penyakit kronis ? apakah pada pasien tersebut cukup dengan pemberian suplemen besi ?

Jawab

1. Data GD pasien? Untuk terapi insulin secara umum, sudah ada panduannya saya share..
2. Statin untuk pasien yang LDL dominan tinggi. Gemfibrozil untuk pasien yang trigliserida
dominan tinggi. Kalau pasien PJK atau PAD, seandainya trigliserida dan LDL tidak jauh beda..
Pilihan nya statin
3. Cek protein urin busa dilakukan.. tapi, senteifuge dulu urinnya.. buang endapannya.. baru
lakukan pemeriksaan pada yrin yang endapannya sudah dibuang.. bila positif : nefropati
4. Tidak bisa. Untuk anemia, banyak oemeriksaannya.. Bisa periksa gambaran darah tepi?

-- -- -- --

dr. Happy Fauza


Dalam memulai n evaluasi terapi pasien DM menggunakan hba1c sbgai patokannya...
bagaimana trik terapi jika hasil pmeriksaan trsebut tidak tersedia?

Jawab

www.DokterPost.com Page 14
DISKUSI FASKES PRIMER

GDP dan GD2PP.. makin sering, makin bagus..

-- -- -- --

Dr. Hendro Suryadi


1. Salah satu patofisiologi hiperglikemia dari konsensus terbaru adalah kerusakan sel2 usus, dan
tatalaksanany adalah dengan pemberiam probiotik....pertanyaannya adalah bagaimana cara
membedakan hiperglikemi dengan target organ usus?? Adakah pemeriksaan fisik atau
penunjang untuk membedakannya?? Pemberian probiotik apakah seumur hidup??
2. Untuk kasus2 prediabetes merupakan indikasi pemberian insulin sensitizer seperti
metformin...pertanyaan saya dosis metformi ini diberikan berapa lama dengan dosis berapa??
Apakah perlu Metformin XR??
3. Bila ada riwayat keluarga DM, kapan kita perku screening?? Pemeriksaan ap saja yang perlu
dilakukan??

Jawab

1. Belum tahu
2. Tidak wajib diberikan farmakoterali. Yang wajib pola hidup sehat
3. Ada klinis.. Usia > 40 tahun. Ada di panduan..

-- -- -- --

dr. Fauzan Illavi


1. Seingat saya dulu waktu koas ada modalitas baru untuk melihat kontrol gula darah baru pada
orang anemia menggunakan glycated albumin ya dok? Apakah cara tersebut sudah cukup rutin
digunakan di Indonesia? Keuntungannya dibandingkan HbA1C selain bisa untuk orang anemia
apakah ada lagi dok?
2. Sampai sekarang setahu saya terapi DMT2 akan diberikan seumur hidup, apakah ada
perkembangan ilmu terbaru yang berpendapat kalau terapi DMT2 bisa dihentikan asalkan
kontrol glikemik sudah tercapi? Misal seperti anak kejang demam yang awalnya diberikan asam

www.DokterPost.com Page 15
DISKUSI FASKES PRIMER

valproat sebagai terapi lalu dihentikan karena sudah bebas kejang dalam kurun waktu tertentu.
Apakah DMT2 bisa mengarah ke sana juga dok, untuk pemberhentian terapi dan tidak perlu
cangkok pankreas?
3. Seingat saya dulu ada pentalogi terapi DM yang menyebuntukan cangkok pankreas
merupakan salah satu dari terapinya (Perkeni, 2011), namun mengapa pada konsenus terbaru
dari Perkeni tahun 2015 cangkok pankreas dihilangkan ya dok? Apakah memang sudah tidak
menjadi pilihan terapi lagi atau bagaimana ya dok?

Jawab

1. Belum rutin. Mahal.


2. Farmakologi bisa dihentikan bila GD normal tanpa obat. Tapi, tetap cek rutin GD
3. DM itu penyakit degeneratif.

-- -- -- --

Dr Viqa Faiqah:
Salam dok...saya ingin bertanya kebetulan Ayah saya 59 thn seorang penderita DM type 2 oleh
sebagian temannya disarankan diet ketofastosis yang mana banyak dr mereka (sesama sejawat
juga) menjalankan diet ini dan hampir semua merasa enakan dan GDS dalam batas normal tdk
cuma GDS asam urat yang tadinya tinggi bisa jadi dlm batas normal, padahal diet ini mengganti
asupan makananya sebagian besar lemak dan protein(daging), selama ini saya masih kurang
setuju dengann diet di luar Gizi Seimbang, mohon pencerahan dok benarkah diet ini? soalnya
saya bingung juga menjelaskan ke Ayah saya karena kenyataannya dengann diet ini pada
berhasil menurukan GDS dan asam urat..

Dokter Wahyudi:
Saya perlu tahu kondisi rinci kondisi ayah dokter. dan diet yang seperti apa itu.. maaf

Dr Viqa Faiqah:

www.DokterPost.com Page 16
DISKUSI FASKES PRIMER

Ijin dok... Diet yang di maksud itu mengganti peran glucosa sebagai sumber energi dengan fat.
Jadi proporsi lemak dalam diet lebih dominan dari pada carb.

Dokter Wahyudi:
Sebenarnya diet tersebut lebih cocok di terapkan pada pasien dengan kondisi seizure atau
epilepsi karena keton bodiea yang dihasilkan bisa digunakan sebagai GABA untuk menekan
kejang. Cuma saya bingung dengan trend jaman now yang menerapkan diet tersebut untuk
ajang menurunkan BB. Tidak baik. Badan kita butuh glukosa murni, hasil dari metabolisme
karbo. Apalagi lita orang Indonesia yang sebagian besar kalori dari karbo. Kalau ada yang
berhasil, mungkin hanya untuk sementara. Kalau untuk jangka panjang akan bermasalah.
Karena akan memicu glukoneogenesis besar-besaran.

-- -- -- --

dr.Andrio Raymos
Saya bertugas di pulau terluar, dengan segala keterbatasan, RSUD Kabupaten masih Tipe D dan
dengan segala keterbatasan. Saya mempunyai anggota yang menjadi pasien saya, Laki2, usia 27
tahun,lebih kurang sejak 3 tahun kadar gula darah rata2 diatas 300 g/dl,
1. Apakah sudah bisa ditegakkan sbg DM tipe I?
2.Bagaimana Tata laksana untuk penderita DM Tipe I di daerah yang tidak mempunyai insulin?
Pernah kami konsulkan ke spesialis terkait PS mendapat glibenklamide, namun tidak
menurunkan kadar gula darah ps.
3.Apakah pada DM Tipe I juga mempengaruhi fertilitas? Ps sudah lebih 2 Tahun menikah, ingin
memiliki keturunan, apakah ada terapi spesifik?

Jawab

1. Tidak tahu. Masih perlu pemeriksaan lain. Respon insulin baik?


2. Rujuk. Hanya bisa dengan insulin.
3. Komolikasi DM tipe 1'sama seperti DM tipe 2. Tapi, karena dapatnya lebih muda.. GD sulit
terkontrol, biasanya komplikasi lebih ceoat dan lebih berat

www.DokterPost.com Page 17
DISKUSI FASKES PRIMER

-- -- -- --

Dr Juny Sarumaha
1. Apakah ada perbedaan hasilnya pemeriksaan KGD (sewaktu&puasa) menggunakan alat cek
stik dengan pemeriksaan laboratorium? Dan apakah hasil dengan pemeriksaan kedua-duanya
tersebut bisa dijadikan untuk menegakkan diagnosa DM..?
2. Dalam penatalaksanaan DM, kapan pemakaian obat oral saja dan kapan seharusnya memakai
insulin? (di puskesmas pemeriksaan hba1c tidak ada)
3. Saya pernah jumpa kasus 2 bulan yang lalu, pasien memiliki gejala khas DM dan riw HT (+),
setelah KGD (sewaktu) diperiksa (menggunakan alat cek stik) hasilnya 265, saya memberi terapi
glibenklamid 1x5mg (dipuskes saya metformin tidak ada), seminggu saya suruh kontrol dan
periksa KGD (pasien puasa) 98, kemudian saya menghentikan pemberian gliben dan suruh
pasien datang kontrol 3 hari ke depan. Setelah 3 hari tanpa mengkonsumsi gliben, saya periksa
KGD (pasien puasa) 110, kemudian saya menghentikan pemberian gliben sampai sekarang.
Apakah benar tindakan yang saya lakukan dok?
4. Kasus ke 2 yang saya jumpai dok,
Pasien memiliki gejala khas DM kgd puasa 165 (dengan pemeriksaan Lab). Oleh dokter X diberi
terapi glimepirid 1x1 dan metformin 3x1. 5 bulan kemudian pasien berobat ke dokter Y dan
disuruh cek KGD sewaktu (dengan pemriksaan lab)156, oleh dokter Y disuruh menghentikan
glimepirid, dan metformin diturunkan dosis menjadi 2x1. Kemarin pasien datang ke puskes saya
dengan keluhan ada luka di jempol kiri awalnya hanya gatal", karena digaruk terus"an akhirnya
kulit sekitar jempol kering terkelupas, sedikit ada penebalan dan luka, saya cek KGD sewaktu
(dengan alat stik) 158. Yang menjadi pertanyaan saya dok, bagaimana dengan terapi dm nya,
apakah tetap dilanjuntukan seperti yang sekarang mengkonsumsi metformin 2x1..? Dan
bagaimana menangani luka di jempolnya? (dipuskes adanya gentamisin salep)
5. Kasus berikutnya dok, pasien dengan riw dm dan menggunakan insulin novorapid 2x16 unit,
bulan lalu kontrol ke dr sp.pd dan di cek kgd sewaktu 233 (dengan alat stik), oleh dr sp.pd
dinaikkan dosis insulin 2x20 unit. minggu lalu datang ke puskes periksa KGD sewaktu 168
(dengan alat stik). Kemudian pasien juga memiliki keluhan nyeri di persendian, ujung" jari
tangan dan kaki, periksa as.urat 4,5. Cholestrol 255. Pertanyaannya dok, bagaimana terapi
insulinnya apakah tetap di lanjuntukan dengan dosis 2x20 unit? Untuk cholestrolnya saya
memberi terapi simvastatin 1x20mg.

Jawab

www.DokterPost.com Page 18
DISKUSI FASKES PRIMER

1. Ada. Untuk diagnostik DM : harus darah vena. Untuk evaluasi GD, bisa dengan GD perifer.
2. Baca consensus
3. Kenapa dihentikan? Pasien terkontrol dengan obat..Kalau bisa.. turunkan dosis dulu. cek GDP
dan GD2PP..Atau alat yang error? ada makan steorid saat GD tinggi? cari faktor penyebabnya
4. Evaluasi GDP dan GD2PP.. Sulit untuk menilai GDS.. banyak faktor yang berpengaruh.. beraoa
jam makan terakhir sebelumnya?
5. Tetap. Kolesteorl itu LDL? HDL? Total?

Tambahan
Dr Juny Sarumaha:
Terimakasih dok untuk jawabannya.
3. Saya berhentikan karna KGD puasanya (diperiksa dengan alat cek stik) sudah tidak naik lagi
dok setelah saya coba berhentikan penggunaan gliben selama 3 hari. RPO piroxicam dok karena
pasien mengeluh kedua lututnya sering nyeri dan ada nyeri punggung juga,itu di dapat tiap x
berobat ke bidan sebelumnya.
4. Untuk GDS nya saya periksa sekitar 3 jam sebelum dtg ke puskes OS sudah sarapan dok.Saya
sudah anjurkan dok untuk diperiksakan GDP dan GD2PP, semoga minggu ini ada hasilnya. Jadi
apa boleh tetap sementara menunggu hasil GDP dan GD2PP menggunakan metforminnya
2x500mg dok? Dan bagaimana dengan glimepiridnya apa dihentikan dok?
5. Kolestrol total dok. (dipuskes adanya alat periksa stik, tidak bisa membedakan LDL atau HDL)

Dokter Wahyudi:
3. GDP normal belum tentu GD2PP normal. Mohon jangam berikan Piroxicam pada pasien kita.
Karena sering menyebabkan perdarahan saluran cerna bagian atas.
4. Untuk evaluasi obat yang sudah kita berikan, sebaiknya obat tersebut tetap dimakan. Kalua
diganti yang lain, tentu hasil GDnya adalah karena obat pengganti. Tetap berikan obat yang
paling optimal menjaga GD. Untuk lukanya saya tidak bisa beri saran. Tapi, tolong evaluasi,
gatalnya kenapa? neuropati DM? gambaran lukanya Bagaimanan? kalau hanya kulit terkelupas,
tidak perlu antibiotik. Jaga bersih...Jaga kering..
5. Kalau nilai kolesterol total, saya tidak bisa memilih apakah statin atau gemfibrozil. Pemberian
simvastatin baik untuk pasien DM. Sebagian besar pasien DM mengalami hiper LDL.

www.DokterPost.com Page 19
DISKUSI FASKES PRIMER

-- -- -- --

dr. Trina
Bagaimana pengaturan insulin dan obat DM pada saat dibulan puasa?

Jawab

Tergantung pasien. Biasanya insulin dan SU kerja panjang dipindah ke setelah buka puasa.

-- -- -- --

dr.Tien Muliawati Abadi


Assalamualaikum dok, mau nanya.. apakah masih perlu minum obat diabetes oral jika selama
ini sdh menggunakan obat inlacin 1x1 dan hasil hba1c < 7, GDP 86,GDS 135.apakah inlacin
memang dapat menurunkan gula darah? Mohon penjelasannya dok

Jawab

Coba cek rutin. Buat catatan harian. Kalau hasilnya mirip. Coba stop. Cek GD rutin. Kalau tetap
normal, stop farmakoterapi. Cek GD berkala

Tanggapan:

TS:
Kebetulan waktu itu diagnosis dari kondisi pasien yang sesak cenderung kussmaull + somnolen,
dengann GDS 400 + ketonuria..saya agak bingung jadinya karena mau resusitasi cairan, baru
masuk skitar 150cc sudah ada ronki, pasien riwayat CHF dengann EKG LVH..apakah cairannya
distop total bila sudah ada ronki (takut tambah edem paru) lalu main insulin saja untuk

www.DokterPost.com Page 20
DISKUSI FASKES PRIMER

penanganan KAD nya? Maap dokter untuk antibiotik berarti bila tdk ada bukti secara klinis
(sepsis atau minimal demam, ada sumber infeksi) atau lab (wbc meningkat) tidak perlu
diberikan walaupun KAD ya dokter?

Dokter Wahyudi:
Alhamdulillah..
TS sudah bisa mendapatkan klinis yang mengarah pada KAD. Resusitasi cairan itu individual.
Apalagi kita tidak ada fasilitas. Sehingga untuk menilai overload atau tidak, terpaksa dari klinis.
Untuk memulai insulin, cukup pastikan nadi pasien sudah kuat angkat (diperkirakan vaskular
sudah terisi baik). Karena bila pasien masih dehidrasi, insulin yang diberikan tidak dapat
berfungsi dengan baik.. Membawa glukosa ke intra sel Pasien KAD, sebagian besar,
pencetusnya adalah infeksi. Sehingga pasien dengan D/ KAD, antibiotik intravena selalu masuk.
Kalau bisa, cairan tetap masuk. Padang kateter urin. Tapi, kalau sudah rhonki (+) di kedua basal
bilateral.. tunda dulu..

-- -- -- --

Selamat malam dr wahyudi mohon maaf dok hendak bertanya. Beberapa hari ini saya
menemukan pasien lansia ada yang hanya dengan komorbid HT stg I - II dan ada yang hanya
dengan komorbid dislipidemia. Mereka sudah cek gula darah puasa menunjukkan hasil 96 dan
100 dok. Kemudian saya PF ditemukan ictus cordis bergeser caudolateral. Kemudian saya cek
gula darah sewaktu menunjukkan 178 dan 180. Kemudian saat itu langsung saya beri
metformin 1 x 1. Yang jadi pertanyaan dok, untuk kasus seperti ini penanganan yang sebaiknya
dilakukan seperti apa dok?

Jawab

Maaf, penanganan yang mana? Hipertensi? Hiperglikemi? Dislipidemia?


Bisa minta data2-nya?
Metformin kerjanya hanya 8-10 jam. D baiknya metformin diberikan 2'-3x. Kecuali bila yang
digunakan adalah meftformin kerja panjang. Atau dokter punya alasan pemberian metformin
1x1, boleh saya tahu?

www.DokterPost.com Page 21
DISKUSI FASKES PRIMER

DM, bersahabat baik dengan hipertensi dan dislipidemia.. Keberadaan salah satu, perlahan
akan mengajak keduanya selalu bersama.

Tambahan
Dokter Wahyudi:
GD sewaktu, jam berapa? berapa jam setelah pasien makan terakhir? Data ini perlu untuk
perkiraan respon insulin alami pasien terhadap asupan glukosa, pertimbangan obat yang akan
diberikan.. evaluasi ovat yang telah diberikan. Pasien DM, sebaiknya dijaga TD < 140. Pilihan
antihipertensi pada DM : ACEi / ARB. Sudah ada karsiomegali? Kira2 apa diagnoaisnya?
Hypertensive Heart Disease (compensates stage)? Edukasi pasien untuk membuat pola TD
harian : bangun tidur, siang (kalau bisa, terutama setelah bekerja), sore (istirahat), menjelang
tidur.

TS :
Waktu itu pasien katanya sarapan sekitar jam 6 / 7 dok, karena baru dipanggil masuk poli
sekitar jam 10 / 11 an. Kalau dengan pasein seperti ini dokter ada HT, cardiomegali, kemudian
sudah pernah cek Gula puasa sehari sebelumnya hasil 96 - 100 an dan gd sewaktu 170 - 190
begitu apakah sudah boleh diberi metformin dok? Kemarim saya beri metformin 1 x 1 karena
masih bingung dok, kok gd puasa 96 - 100 an tapi pas saya cek gd sewaktunya 170 - 190
an...begitu dok

Dokter Wahyudi:
Berarti GDP sudah capai target. GDS naik karena ada pengaruh asupan makanan. Tatalaksana
hipertensi dengan optimal. Pastikan diagnosis hiperglikeminya.. DM atau pre diabetes..
Kalau ada Glukosa 75 gram.. Lakukan TTGO.

-- -- -- --

Salam dr. Wahyudi Sp.PD, izin bertanya dok. Untuk evaluasi tatalaksana, pemeriksaan yang
digunakan hba1c stlh 3 bulan, namun apabila tempat kami tidak ada hba1c apakah
pemeriksaan GDP& post prandial dilakukan jg tiap 3 bln dok? mohon maaf dan terima kasih
sebelumnya dok

www.DokterPost.com Page 22
DISKUSI FASKES PRIMER

Jawab

Pada pasien DM dengan hiperglikemia, usahakan tidak segera turunkan.. walau dengan
menaikkan dosis ovat perlahan.. Kalau bisa, pasien kontrol 1x seminggu.. Cek GDP, dan atau
GD2PP. Masih tinggi.. evaluasi diet & terapi.. tambah atau naikkan dosis.. Kontrol 1 minggu..
masih tinggi.. evaluasi diet, tambah atau naikkan dosis.. begitu terus..Jangan tunggu 1 bulan..
#saran pribadi
Kalau sudah sesuai target, baru kontrol 1x sebulan
GDP dan GD2PP.. Kalau pasien bisa buat pemeriksaan GD mandiri harian.. bisa kita perkirakan
HbA1c nya..Kalau tidak bisa harian.. per 3 hari.. 5 hari.. 7 hari..

-- -- -- --

Selamat malam dr. Wahyudi, izin bertanya,


1. Jika pasien sudah rutin mendapat terapi dr SpPD metformin 1x750, namun hasil GDP lebih
tinggi daripada GDSnya (GDP 160-200, GDS 150-180) itu bagaimana ya dok? Apakah perlu
tambahan dosis atau kombinasi obat atau insulin?
Nilai HbA1c juga masih 8,5 dok
2. Jika albuminuria nya sudah meningkat, apakah sudah bisa dikatakam nefropati dm? Adakah
obat yang diganti?
Terimakasih sebelumnya dok

Jawab

1. Metformin kerja panjang? Tergantung pasiennya.. Kalau kira2 bisa sampai target GD normal..
silahkan tambah atau naikkan obat.. Kalau usia lanjut.. pendidikan rendah.. multipatologi.. GD
itu sudah cukup.. Bisa berikan ACEi / ARB dosis rendah.
2. Albuminuria saja sudah cukup untuk dikatakan nefropati. Tapi, di konsensus.. proteinuria
pada 2 kali pemeriksaan..

www.DokterPost.com Page 23
DISKUSI FASKES PRIMER

-- -- -- --

Selamat malam dr wahyudi, izin nambah pertanyaan lagi. Beberapa minggu ini juga saya
menemukan pasien komorbid hipertensi berkisar sistolik 140 / 150 namun dengan ictus cordia
bergeser ka caudo lateral. Kemudian karena saya penasaran akhirnya saya cek gula darah
sewaktu menunjukkan ada yang 170 ada yang 180 / 190 bahkan ada juga yang 300. Untuk
pasien dengann gds 300 langsung saya diagnosis dengann dm dan saya beri metformin.
Kemudian untuk yang pasien dengann gds 170 - 190 tersebut saya juga beri metformin 1 x 1.
Kemudian untuk pasien hipertensi + PF ictus cordis melebar + pre dm seperti ini tatalaksana
sebaiknya seperti apa dokter? Terima kasih banyak

Jawab

Cek GDP dan GD2PP.. Tidak bisa dikatakan pre diabetes hanya dari GDS. Di konsensus..
Diagnosis pre diabetes dengan GDP dan tes toleransi glukosa. Turunkan TD. Target sistolik <
140. Pilihan ACei / ARB

-- -- -- --

Dokter Wahyudi, ijin menambahkan pertanyaan. Untuk penggunaan ACE-i/ARB pada kasus DM
tanpa hipertensi, TD minimal yang boleh diberikan berapa njih dok? Apakah ada kriterianya?
Ataukah hanya selama normotensi? Ataukah hipotensi diperbolehkan dengan hati2? Misal
diberikan captopril 2x6.25mg untuk proteksi ginjalnya. Mohon pencerahannya dokter. Terima
kasih banyak

TS A:
Kalau begitu gd sewaktu naik berapa jam setelah makan dok yang bisa dikatakan itu dm? Atau
berapa jam setelah makan baru di cek gd sewaktu yang sebaiknya dok agar tidak rancu karena
kenaikan akibat setelah makan?

TS B:

www.DokterPost.com Page 24
DISKUSI FASKES PRIMER

Darah kapiler atau vena dok?

TS A:
Dua2nya dok...

Dokter Wahyudi:
Untuk diagnostik DM, sebaiknya GD vena.. Kalau GDs kapiler 201 atau GDS 190.. Mana yang di
diagnosis DM?

TS B:
Kalo dr konsensus kapiler ato vena lbh dari 200 dok bs dblang DM

Dokter Wahyudi:
=> 200 untuk darah vena. Bukan kapiler. Bahkan, ditekankan... "pemeriksaan enzimatis pada lab
yang terstandarisasi" Karena.. sekali pasien kita diagnosis DM.. Diagnosis ini berlaku seumur
hidup.
Mungkin selama ini, banyak pasien yang tidak diabetes.. atau hiperglikemi sekunder.. Namun,
karena kita pemeriksaannya tidak terstandar.. banyak yang over diagnosis.. Penyebab
hiperglikemi tidak teratasi..
Bisa kita tegakkan DM, bila GDS 300an.. 400an.. dengan pemeriksaan kapiler.. Dengan catatan,
kita yakin alatnya akurat.. tidak rusak. Ingat.. kita mendiagnosis DM pada pasien.. dan berlaku
seumur hidup. Kalau pemeriksaan GDS kapiler 201 dan GDS vena 201.. mana yang lebih yakin?

TS A:
Gds > 200 dok...

Dokter Wahyudi:
akurasi atau standar deviasi glukometer berbeda beda..Kalau untuk evaluasi GD.. silahkan pakai
glukometer..

www.DokterPost.com Page 25
DISKUSI FASKES PRIMER

Tambahan
Dokter Wahyudi:
Untuk diagnostik DM, sebaiknya GD vena..
Kalau GDs kapiler 201 atau GDS 190.. Mana yang di diagnosis DM?

TS C
Brati ini blum ada yang di dx DM ya dok..?

Dokter Wahyudi:
Untuk diagnostik pertama kali, sebaiknya pastikan dengan darah vena.. Kalau untuk evaluasi..
pasien yang sdh didiagnosis DM.. tetap DM.. Pemeriksaan GD menjadi evaluasi kita

-- -- -- --

Ada patokan tidak dok harus berapa jam setelah makan untuk mengecek gula darah sewaktu?

Jawab

Tidak ada patokan.


Kalau cek GDS 2 jam setelah makan : GD2PP.. tapi, kalau makannya makan siang atau malam,
pasti ada pengaruh kadar GD sebelum makan. Pemeriksaan GDS, harus kita perhitungkan, jam
berapa pasien makan terakhir.. Apakah GDS sekarang mendekati GD2PP (berapa nilai
targetnya? ).. atau GDP..karena pasien sengaja tidak makan sebelum bertemu kita..

-- -- -- --

Maaf dok,mau tanya,gimana dengan pasien yang disertai keluhan kaki ato atangan ny terasa
kebas dan panas seperti terkena cabe, sedangkan pd pemeriksaan GDS nya <200

www.DokterPost.com Page 26
DISKUSI FASKES PRIMER

Jawab

Pasien sudah di diagnosis DM? Kalau sudah, berarti neuropati..


Jangan berikan harapan pada pasien DM dengan neuropati.. bahwa gejalanya akan hilang..
Karena yang sudah "rusak".. sarafnya.. Penyembuhan sel saraf sangat lama..Kita hanya bisa
mngurangi gejalanya.. Biasanya setelah ibat neuropati dihentikan, gejala neurpati akan muncul
kembali

Tambahan

TS
Sudah dok,dan di terapi dengan glimepirid 1x3mg,tp keluhan spt itu masih dirasakan,dan
kebanyakan pasien yang saya dpt spt itu dok,dan mereka kadengan hampir frustasi,
Apa boleh ditambahkan terapi lain dok? Spt gabapentin ato mecobalamin?

Dokter Wahyudi
Boleh.. Apakah bilateral? mulai dari oangkal paha? atau hanya ujung jari? Pikirkan juga DD yang
lain.. Spondilosis lumbal? fraktur kompresi (e.c osteoporosis atau trauma)? atau
spondilolistesis? Atau HNP?

TS
Seringany sih ditelapak kaki ato ujung2 jari

-- -- -- --

dr. Alivia putri masyitha


1. Pasien 52 th, laki-laki. rutin minum obat dari SpPD metformin 1x750mg. Setiap pagi selalu cek
gdp stik hasilnya sekitar 140-166-170-152-143. Apakah perlu perubahan terapi/dual oho dok?

www.DokterPost.com Page 27
DISKUSI FASKES PRIMER

2. Bagaimana jika hasil pemeriksaan gdp lebih tinggi daripada hasil gds (gds: 143, gdp: 166), hal
ini terjadi 2 hari berturut, apakah yang sedang terjadi?
3. Bagaimana cara mengedukasi pasiennya? Dan apa yang harus kita lakukan dok?

Dokter Wahyudi:
1. Target dokter untuk GD pasien ini berapa? GD2PP?
2. Kapan cek GDSnya? Berapa jam setelah makan terakhir?

dr. Alivia putri masyitha:


1. Rencana target saya untuk GDP sesuai konsensus <126 dok, karena pasien sudah 7thn
didiagnosis dm tapi GDP dominan >140, apakah itu masih aman dok?
2. GDS rata2 6 jam setelah makan terakhir dok, apakah karna terlalu jauh jarknya dari makan
terakhir? Tapi untuk GDP yang puasa 8 jam nilainya masih lebih tinggi

Dokter Wahyudi:
1. Hati2 hipoglikemi. Apakah ada komplikasi atau penyakit penyerta? High educated? Bisa cek
GD mandiri?
2. Tidak masalah. Selama dalam rentang target.

dr. Alivia putri masyitha:


Kebetulan ini juga ayah saya sendiri dok, rutin cek gds/gdp dengann stik. Ada riwayat
dislipidemia juga dok minum livalo 1x2mg dan asam urat tinggi.
Ijin bertnya lagi dok, apakah dengann kgd yang sering >150 cukup dengann metformin 1x750
dok? Seminggu yang lalu cek Hba1c: 8,5 dokter. Karna saya kahawatir juga dengann gdp yang
masih tinggi dan hba1c segitu komplikasinya nanti apakah semakin cepat

-- -- -- --

TS:

www.DokterPost.com Page 28
DISKUSI FASKES PRIMER

Bbrp waktu lalu saya pernah mendapat pasien rujukan dengann penurunan kesadaran... Dari
ceriita keluarga, pd saat datang ke RS pertama, pasien mengeluh nyeri perut, tidak ada nyeri
dada ataupun sesak nafas, pasien pun jg masih CM,GDS 450an..pasien sempat mendapat bbrp
terapi di sana antara lain: insulin syringe pump dan lasix 2 amp dan tx simptomatik lainnya..
Dari rs tersebut hanya ada dx DM (bukan KAD ataupun HHS)

Singkat cerita akhirnya pasien dirujuk ke RS saya, pasien kesadaran sopor, TDS: 140 an, HR:
100an.. RR: 30 an..tidak ada ronkhi,turgor baik, akral dingin.. GDS: 260an EKG:sinus takikardi,HR
110an..sewaktu msh di igd pasien sempat gasping, akhirnya saya ambil keputusan trial loading
cairan RL 1 flabot, ternyata nafas membaik, tidak gasping lg..sehingga saya sempat berpikir ke
arah KAD (tp nafas tdk kussmaull).. .singkat cerita saat dipindah ICU tensi tiba2 drop dan tak
lama kemudian pasien meninggal.... Yang ingin saya tanyakan : apakah ada kemungkinan ke
arah HHS y dok? Tp tensi selama di igd baik,turgor baik, tp memang akral dingin.... Mohon
pencerahan saat longgar mawon dokter..
Trima kasih...

Dokter Wahyudi:
Bisa minta foto EKG?
Kemungkinan bisa. Sudden cardiac death, besar kemungkinan karena komplikasi hiperglikemi
atau peny penyerta. Apakah ada rekaman EKG saat diperjalanan menuju ICU atau saat di ICU
sebelum meninggal?

TS:
Pagi dok, ini kbtulan mama sy sndiri,dm gula darah tak terkontrol,gdp 260.. hba1c 9..kolestrol
250mg/dl..menggunakan lantus 22iu 1x1 sc sitagliptin 50mg 1x1 metformin 1000mg
1x1...mohon saran dok apakah perlu di ganti obat oral atau dinaikkan dosis insulinnya? Mksi
sblmny

Dokter Wahyudi:
Apakah yang digunakan Metformin kerja panjang? Apakah ada gangguan gungsi ginjal?
Kapan metformin dikonsumsi? Sitagliptin kapan? Apakah ada udem perifer?

www.DokterPost.com Page 29
DISKUSI FASKES PRIMER

TS:
Yang diminum bukan metformin kerja panjang metformin biasa dokter...
Obat oralnya janumet dok 1x1 isinya sitagiliptin 50mg/metformin
Fungsi ginjal fungsi hati normal semua dok..

Dokter Wahyudi:
Metformin 1000 kapan dimakan? Janumet kapan dimakan? Pola makan harian bagaimana?
Sudah cek protein urin?

TS:
Maksudnya cuma janumet aja dok 1x1 siang hari dtmbh insulin 22ui sc, protein urin normal
dokter

Dokter Wahyudi:
Kenapa metformin bisa 1000 mg? sarapan pagi rutin? apa yang dimakan?
Bukannya kalau kombinasi cuma 500 mg? Pindahkan sitagliptin ke pagi

TS:
Maaf dok janumet ad yang isinya metformin 1000dan sitagliptin 50mg dok

Dokter Wahyudi:
Sitagliptin bisa dinaikkan jadi 100 mg. Kalau begitu.. Pisah pemberian. Alternatif lain, jadikan
Sita + Metformin 2 x 1. pagi - sore.

TS:
Jadi pagi insulin 1x22iu sc sama janumet 1x1..sore janumet 1x1 ya dok

Dokter Wahyudi:

www.DokterPost.com Page 30
DISKUSI FASKES PRIMER

Lantus, bukannya malam? Sebelum tidur.. Jam 22

TS:
Lebih efektif diberikan malam ya dokter?

Dokter Wahyudi:
Lantus isinya Glargine.. kerja panjang. Diberikan untuk menurunkan GDP dan menurunkan
baseline GD prandial. Risiko hipo lada pagi hari (puncak kerja) bila diberikan malam.
Kalau diberikan siang, GDP kurnag terkontrol. Pemilihan terapi lainnya agak sulit, karena bisa
over dengan puncak kerja insulinnya..
Jadi.. Bukan masalah efektif atau tidak.. Tapi, pertimbangan untuk pasien.. apa yang terbaik?

www.DokterPost.com Page 31