Anda di halaman 1dari 12
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN ANGGARAN KEUANGAN PADA PT. GAPURA ANGKASA Nama : Putri Ratmawati Npm : 41209914

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN

ANGGARAN KEUANGAN

PADA PT. GAPURA ANGKASA

Nama

: Putri Ratmawati

Npm

: 41209914

Pembimbing : Dr. Izzati Amperaningrum, SE., MM.

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN ANGGARAN KEUANGAN PADA PT. GAPURA ANGKASA Nama : Putri Ratmawati Npm : 41209914

BAB I

PENDAHULUAN

Anggaran keuangan adalah suatu gambaran kuantitatif dari tujuan- tujuan manajemen dan sebagai alat untuk memantau kemajuan dalam

mencapai tujuan tersebut. Perencanaan dan pengendalian yang baik

diharapkan mampu membantu dan mempermudah perusahaan dalam mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, setiap perusahaan tentunya menyusun anggaran keuangan, karena

penganggaran itu penting untuk membuat dan untuk mengendalikan

kegiatan.

BAB I PENDAHULUAN Anggaran keuangan adalah suatu gambaran kuantitatif dari tujuan- tujuan manajemen dan sebagai alat

Dengan demikian anggaran keuangan berfungsi sebagai perencanaan dan

pengendalian kegiatan perusahaan haruslah disusun dengan teliti, penuh pertimbangan dan disesuaikan dengan kondisi perkembangan yang terjadi saat ini serta tujuan perusahaan akan tetap dapat dicapai.

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan

Tujuan

  • 1. Mengetahui

perencanaan

anggaran

keuangan

pada

PT.

GAPURA

ANGKASA,

  • 2. Mengetahui

pengendalian

anggaran

keuangan

pada

PT.

GAPURA

ANGKASA.

Manfaat

Manfaat

  • 1. Dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai perencanaan dan pengendalian anggaran keuangan,

  • 2. Dapat menjadi sumbangan pikiran dan pandangan yang bermanfaat bagi perbaikan dan pengembangan pelaksanaan aktivitas pada program kerjasama,

TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan Tujuan 1. Mengetahui perencanaan anggaran keuangan pada PT. GAPURA ANGKASA, 2. Mengetahui
  • 3. Dengan mempelajari perencanaan dan pengendalian anggaran keuangan, pembaca dapat mengetahui bagaimana dan untuk apa perusahaan menggunakan perencanaan dan pengendalian anggaran keuangan tersebut.

BAB II

TEMPAT KERJA PRAKTEK

PT. Gapura Angkasa adalah perusahaan yang didirikan oleh tiga BUMN, yaitu PT. Garuda Indonesia, PT. Angkasa Pura 1, dan PT. Angkasa Pura 2. Didirikan pada tahun 1998 sebagai penyedia pelayanan lapangan yang independen, Gapura

Angkasa menawarkan kompetisi yang lebih besar dalam adegan ground handling

lokal, menyediakan maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia dengan sebuah pilihan alternatif dalam kualitas pelayanan, pelayanan mencakup, kargo dan pergudangan, penumpang dan penanganan bagasi, operasi penerbangan dan

servis pesawat.

1.

Visi

 

Menjadi perusahaan ground handling yang disegani di Asia.

2.

Misi

  • a. Memberi kontribusi positif dalam intregasi bisnis jasa penerbangan nasional,

  • b. Berperan serta dalam membentuk sinergi bisnis perusahaan pemegang saham,

  • c. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan stakeholders,

  • d. Meraih laba dan pertumbuhan.

BAB III

METODE KERJA PRAKTEK

Beberapa metode yang digunakan dalam rangka mengumpulkan data yang dibutukan untuk menyusun laporan kerja praktek ini,

antara lain :

  • 1. Studi Pustaka pengumpulan data yang berdasarkan pada pencarian referensi buku-buku untuk mendapatkan teori yang diperlukan dan sesuai dengan materi Laporan Kerja Praktek

  • 2. Studi Lapangan melakukan kerja praktek langsung untuk mendapatkan data

primer atau pengambilan data secara langsung

  • a) Observasi
    b) Wawancara

  • c) Kerja Praktek

BAB IV

HASIL & PEMBAHASAN

PERENCANAAN

PERENCANAAN

Pada proses perencanaan anggaran keuangan, PT. GAPURA

ANGKASA membentuk sebuah tim anggaran yang dibawahi rapat

umum pemegang saham. Laporan anggaran keuangan PT. GAPURA

ANGKASA menggunakan data dan informasi yang bersumber dari

pengalaman dan juga data aktual pada tahun-tahun sebelumnya

seperti Realisasi Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Pada PT.

GAPURA ANGKASA memakai jenis perencanaan berdasarkan

keluasan dan waktu pencapaian yaitu Perencanaan Strategis Dan

Perencanaan Operasional

Hasil dari perencanaan anggaran keuangan pada PT. GAPURA ANGKASA cukup detail mulai dari pengumpulan anggaran-anggaran yang ada disetiap cabang-

cabang PT. GAPURA ANGKASA kemudian di buatnya laporan anggaran

keuangan kepada Direktur Keuangan sampai persetujuan dibuatnya anggaran untuk periode berikutnya dan terdapat 2 (dua) perencanaan yaitu perencanaan strategis dan perencanaan operasional yang dipakai oleh perusahaan ini yang dimaksudkan

untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam setiap anggaran keuangan yang

dibuatnya. karena dalam perencanaan strategis ini menetapkan suatu tujuan dan memilih langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, menetapkan suatu penyusunan tujuan yang dapat dicapai setelah memperhatikan

faktor-faktor pembatas dalam tujuan langkah-langkah untuk mencapai tujuan dan

sarana. Sedangkan dalam perencanaan operasional beberapa target dapat tercapai dan investasi modal maupun biaya tahunan dapat diketahui lebih awal.

PENGENDALIAN

PENGENDALIAN

Anggaran merupakan salah satu alat pengendalian dalam suatu perusahaan.

Dengan adanya pengendalian anggaran keuangan yang disusun oleh PT.

GAPURA ANGKASA dilakukan untuk mengetahui penyimpangan- penyimpangan yang terjadi dalam suatu kegiatan kerja. Penyimpangan ini diukur dari realisasi kegiatan dengan anggaran keuangan yang telah ditetapkan. Adapun penyimpangan yang mungkin terjadi seperti : Penyimpangan kelebihan dana dan

Penyimpangan kekurangan dana, Adapun cara pengendalian yang harus dilakukan yaitu :

  • 1. Jika suatu realisasi kegiatan ternyata membutuhkan dana lebih sedikit dari anggaran keuangan yang telah ditetapkan, maka dana tersebut dikembalikan kepada bagian anggaran.

  • 2. jika suatu realisasi kegiatan ternyata membutuhkan dana yang lebih besar dari anggaran keuangan yang telah ditetapkan, maka diharuskan untuk mengajukan perubahan anggaran keuangan kegiatan tersebut dan

selanjutnya diserahkan ke bagian anggaran untuk ditelaah dan disetujui.

Hasil dari pengendalian anggaran keuangan pada PT. GAPURA ANGKASA dalam setiap penyimpangan di ukur dari realisasi anggaran keuangan dengan melihat anggaran-anggaran yang telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Karena dalam

setiap penyimpangan realisasi anggaran keuangan mempunyai selisih yang tidak

cukup jauh dari anggaran keuangan yang sebenarnya. Dalam rangka meningkatkan

alokasi sumber daya, serta meningkatan transparansi dan akuntabilitas dilakukan upaya pengendalian terhadap pelaksanaan rencana anggaran keuangan sebagai

tahap pengendalian. Beberapa tatacara pengendalian yang diatur antara lain:

Pengendalian dilakukan dengan maksud untuk dapat menjamin bahwa pelaksanaan rencana perusahaan tersebut sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Hasilnya ditindaklanjuti untuk kegiatan yang ditempuh. Berdasarkan hasilnya

pelaksanaan kegiatan untuk menjamin agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan

acuan dan rencana kegiatan yang telah ditetapkan, maka dilakukan koreksi atas penyimpangan kegiatan, akselerasi keterlambatan pelaksanaan atau pun klarifikasi atas ketidakjelasan pelaksanaan rencana. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat sebagai bahan pengambil keputusan sesuai

dengan kondisi yang terjadi dan menentukan kebijakan yang relevan.

BAB V

PENUTUP

KESIMPULAN

KESIMPULAN

Pelaksanaan perencanaan dan Pengendalian anggaran keuangan

yang dilakukan PT.GAPURA ANGKASA sebagai salah satu

perusahaan jasa sudah terlaksana dengan baik dan berjalan sesuai

dengan aturan yang berlaku serta sesuai dengan bagiannya mulai

dari menetapkan suatu tujuan, memilih langkah-langkah,

menetapkan penyusunan suatu tujuan dan mendapatkan

persetujuan serta untuk mengontrol seluruh kegiatan yang

dilakukan perusahaan sudah ditargetkan dapat tercapai dengan

melihat dari Realisasi Kerja dan Anggaran Perusahaan.

SARAN

SARAN

Sebaiknya dalam perencanaan dan Pengendalian anggaran

keuangan pada PT. GAPURA ANGKASA tentunya

mempertahankan atau lebih memaksimalkan apa saja yang

seharusnya sudah terjadi dari perencanaan-perencanaan

sebelumnya, agar tidak terjadi kesalahan dalam anggaran

keuangan untuk perencanaan tahun berikutnya serta lebih

terperinci agar saat terjadinya kelebihan atau kekurangan pada

anggaran keuangan dapat teratasi dan tidak terjadinya

penyimpangan dengan melihat anggaran tahun sebelumnya

seperti Realisasi Kerja dan Anggaran Perusahaan.