Anda di halaman 1dari 3

MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)

Ada 3 komponen dalam penerapan strategi MTBS yaitu:


1. Komponen I : meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam tatalaksana
kasus balita sakit (dokter, perawat, bidan, petugas kesehatan)
2. Komponen II : memperbaiki sistem kesehatan agar penanganan penyakit pada
balita lebih efektif
3. Komponen III : Memperbaiki praktek keluarga dan masyarakat dalam perawatan
di rumah dan upaya pencarian pertolongan kasus balita sakit (meningkatkan
pemberdayaan keluarga dan masyarakat, yang dikenal sebagai Manajemen
Terpadu Balita Sakit berbasis masyarakat). Untuk keberhasilan penerapan
MTBS, proporsi penekanan pada ketiga komponen harus sama besar.

Tujuan MTBS adalah :


- Menurunkan secara bermakna angka kematian dan kesakitan yang terkait penyakit
tersering pada balita.
- Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak.

Dalam panduan MTBS ( manajemen terpadu balita sakit ) ini terdapat


penilaian dan klasifikasi yang pertama anak sakit dengan umur 2 bulan sampai 5
tahun, dimana penilaian, klasifikasi dan menentukan tindakan ini terdapat :
Memeriksa Tanda Bahaya Umum , apakah anak menderita batuk atau sukar
bernapas?, apakah anak menderita diare? ,apakah anak demam?, klasifikasikan
Malaria, klasifikasikan Campak, klasifikasikan Demam Berdarah, apakah anak
mempunyai masalah telinga, memeriksa Status Gizi, memeriksa Anemia, memeriksa
Imunisasi dan Vitamin A, menilai Masalah/Keluhan Lain
Kemudian dalam hal pengobatan dengan cara mengajari ibu cara
pemberian obat oral di rumah seperti obat antibiotik oral, antimalaria oral,
parasetamol, vitamin A dan zat Besi/tablet tambah darah , dalam beberapa obat itu
didalam buku panduan MTBS sudah menjelaskan berapa dosis yang harus diberikan
sesuai usia anak dan cara pemberian semua telah dijelaskan di panduan tersebut
Mengajari ibu cara mengobati infeksi lokal di rumah seperti mengobati infeksi
mata dengan tetes/Salep mata, mengeringkan Telinga dengan Kain/kertas penyerap,
mengobati luka di mulut dengan Gentian Violet, meredakan batuk dan melegakan
tenggorokan dengan bahan yang aman, didalam panduan tersebut telah dijelaskan
cara melakukan pengobatan serta hal yang harus dihindari pada saat pengobatan.
Kemudian terdapat konseling bagi ibu terdapat anaknya yaitu berupa
makanan dan cairan , dimana dalam konseling makanan dengan menilai cara
pemberian makan anak, anjuran makan untuk anak sehat maupun sakit menasihati ibu
tentang masalah pemberian makan. Sedangkan untuk cairan dimana mengajarkan
cara meningkatkan pemberian cairan selama anak sakit, kemudian mengajarkan
kapan harus kembali dan kapan kembali segera.
Setelah itu terdapat pelayanan tindak lanjut seperti Pneumonia, Diare
Persisten, Disenteri, Malaria (Daerah Risiko Tinggi atau Risiko Rendah, Demam-
Mungkin bukan Malaria (Daerah Risiko Rendah dan Tanpa Risiko Malaria), Campak
dengan komplikasi pada mata atau mulut, mungkin DBD / Demam : mungkin bukan
DBD, Infeksi telinga, masalah pemberian makan, anak kurus, dan anemia. Tindakan
dan pengobatan tersebut telah dijelaskan dalam buku panduan MTBS tersebut
sehingga petugas kesehatan dapat melihat dan membaca saat melakukan tindakan dan
tidak lupa untuk dilakukan pendokumentasian serta mencatat hal-hal yang dilakukan
dan didapatkan ke grafik atau lembar penilaian untuk kesehatan anak tersebut dan
dapat melakukan perencanaan tindakan selanjutnya terhadap anak.

Yang kedua pada bayi muda umur kurang dari 2 bulan, dimana penilaian,
klasifikasi dan pengobatan bayi muda umur kurang dari 2 bulan ini terdapat penilaian
dan klasifikasinya dengan memeriksa kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi
bakteri, apakah bayi diare, memeriksa ikterus, memeriksa kemungkinan berat badan
rendah dan/ atau masalah, pemberian ASI.
Kemudian untuk tindakan atau pengobatanya terdiri dari bayi muda yang
memerlukan rujukan segera, tindakan/pengobatan untuk bayi muda yang tidak
memerlukan rujukan, asuhan dasar bayi muda, menengani diare Dehidrasi Berat
sesuai Rencana Terapi C.
Serta dalam pelayanan tindak lanjut terdiri dari Infeksi Bakteri Lokal,
Ikterus , Diare Dehidrasi ringan/sedang, diare tanpa dehidrasi, berat badan rendah
menurut umur, masalah pemberian ASI, luka atau bercak putih (thrush) di mulut.
Untuk penanganan dan tindakan dari penyakit-penyakit tersebut apabila anak
mengalaminya dapat melihat panduan tersebut karena di panduan tersebut teah
dijelaskan cara tindakan dan pencegahan yang dapat dilakukan.
Dan bagian akhir yang terdapat dalam MTBS tersebut adalah lampiran-
lampiran dimana terdapat formulir pencatatan atau pendokumetasian seperti anak
sakit umur 2 bulan samapi 5 tahun, bayi muda umur kurang dari 2 bulan, grafik berat
badan menurut panjang atau tinggi badan, grafik berat badan menurut umur dan
daftar resiko malaria.
Bagi tenaga kesehatan seperti perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya
diharapkan untuk dapat memahami dan melaksanaan tindakan sesuai dengan apa
yang telah ada di panduan MTBS tersebut untuk mengetahui tindakan apa yang akan
dilakukan pada balita sakit, serta catatan yang didapat dari pemeriksaan dapat
menetukan perkembangan balita tersebut . MTBS ini diperlukan untuk menambah
pengetahuan orang tua dengan balita sakit untuk cara penangannya dan dapat
membatu orang tua dalam mengobati dan merawat balita yang sedang sakit sehingga
orang tua tidak cemas dan dapat merawat anaknya dengan baik dirumah.