Anda di halaman 1dari 3

TEACHING FACTORY; SOLUSI PENGANGGURAN SMK

TEACHING FACTORY; SOLUSI PENGANGGURAN SMK

Jumlah pengangguran lulusan SMK disbanding dengan sekolah dan perguruan tinggi paling besar
yaitu 9,84%. Sedangkan level SD, SLTP, SLTA, Diploma dan Perguruan tinggi masing-masing masing-
masing sebesar SD 3,44%, SMP sebanyak 5,76%, SMK sebesar 9,84%, lulusan diploma 7,22%,
sarjana 6,22% (Sumber BPS 2016). Mengapa SMK yang nota bene mengajarkan keterampilan untuk
siap kerja di dunia usaha dan industri mempunyai data kelulusan yang paling banyak belum terserap
oleh dunia kerja ?

Prosentasi Jumlah Lulusan Yang Belum Bekerja

(BPS 2016 yang dikutip oleh media on line tempo.com )

Hal ini diasumsikan karena perkembangan jumlah SMK bukan didasarkan pada kebutuhan Dunia
Usaha/Dunia Industri (DU/DI) yang sedang berkembang tetapi lebih kepada eforia masyarakat
menanggapi rencana pemerintah yang akan memperbanyak SMK hingga perbandingan dengan SMA
70:30. Karena itu dipermudah penerbitan izin operasional oleh pemerintah daerah setempat tanpa
memperhitungkan studi analisis tentang perkembangan ekonomi daerah setempat, kelayakan
sarana, tenaga pengajar, alat praktek dan institusi pasangan yang mendukung sekolah tersebut.

Rasio peningkatan jumlah SMK yang sangat signifikan tersebut akan berakibat pada bertambahnya
jumlah angkatan kerja. Tetapi jika jumlah angkatan kerja lulusan SMK tersebut tidak dibarengi
dengan kompetensi yang memadai yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, maka pertumbuhan
pengangguran lulusan SMK akan lebih besar lagi dibandingkan dengan lulusan SMA, SMP dan
perguruan tinggi. Padahal jika suatu lembaga pendidikan kejuruan menghasilkan lulusan yang
banyak pengangguranya maka suatu satuan, jenjang atau jenis pendidikan dapat dikatakan kurang
relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional. Dengan banyaknya penganggur
terdidik, pendidikan dapat juga dikatakan kurang mampu mendorong tumbuhnya pertumbuhan
perekonomian nasional bahkan mungkin dapat menjadi kendala pertumbuhan.

Solusinya addalah model pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas kompetensi siswa
sehingga dapat diterima bekerja di industri yaitu TEFA

TEFA ADALAH

Kepres tentang TEFA

Tefa: Bentuk pembelajaran berbasis produksi/ layanan jasa yang mengacu pada standar dan
prosedur kerja baku yang dilaksanakan dalam suasana dan budaya industri.

PP 41 tahun 2015
TeFa SMK di definisikan sebagai suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang
mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana
seperti yang terjadi di industri

Teaching factory merupakan sebuah model pembelajaran, maka strategi implementasi


berdasarkan pada analisis dan rancangan produk yang terkait dengan Kompetensi Dasar (KD) pada
kurikulum, yang selanjutnya dilaksanakan dalam proses kegiatan pembelajaran dan melibatkan
seluruh elemen sekolah.

Prinsip dasar tearning factory adalah pengintegrasian pengalaman dunia kerja ke dalam kurikulum
sekolah.

Semua peralatan dan bahan serta pelaku pendidikan disusun dan dirancang untuk melakukan
proses produksi dengan tujuan untuk menghasilkan produk (barang ataupun jasa).

Teaching factory merupakan perpaduan dari pembelajaran berbasis produksi dan pembelajaran
kompetensi.

Dalam pembelajaran berbasis produksi, siswa terlibat langsung dalam proses produksi, sehingga
kompetensinya dibangun berdasar kebutuhan produksi. Kapasitas produksi dan jenis produk
menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.

Dalam teaching factory, sekolah melaksanakan kegiatan produksi atau layanan jasa yang
merupakan bagian dari PBM. Dengan demikian sekolah diharuskan memiliki sebuah pabrik,
workshop atau unit usaha lain untuk kegiatan pembelajaran.

mempersiapkan individu menjadi pekerja;

mempersiapkan individu untuk terus belajar ke level yang lebih tinggi;

membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai kemampuannya;

menunjukkan bahwa learning by doing sangat penting bagi efektivitas pendidikan dan
menumbuhkan kreatifitas;

mendefinisikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja;

memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi siswa;

memberi kesempatan kepada guru memperluas wawasan instruksional;

membantu siswa dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, bagaimana menjalin kerjasama
dalam dunia kerja yang aktual, dll;

Memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya sehingga dapat mebuat
keputusan tentang karir yang akan dipilihnya;

memberi kesempatan kepada guru untuk membangun jembatan instruksional antara kelas
dengan dunia kerja;

membuat pembelajaran lebih menarik dan memotivasi siswa belajar.

Menyadarkan siswa bahwa dalam penguasaan keterampilan siswa tidak hanya mempraktikkan soft
skill dalam pembelajaran,(bekerja dalam tim, melatih kemampuan komunikasi interpersonal dari
buku), tetapi juga merealisasikan pengetahuan secara langsung dan latihan bekerja untuk memasuki
dunia kerja secara nyata. (Hadlock, Wells, Hall, Clifford, Winowich, dan Burns 2008: 14)
Sarana pelatihan dan praktik berbasis produksi secara langsung bagi siswa yang berorientasi pada
pasar;

Membantu pendanaan untuk pemeliharaan, penambahan fasilitas dan biaya-biaya operasional


pendidikan dan peningkatan kesejahteraan.

Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa entrepreneurship guru dan siswa;

Mengembangkan sikap mandiri dan percaya diri siswa melalui kegiatan produksi;

Menjalin hubungan yang lebih baik dengan dunia usaha dan industri serta masyarakat lain atas
terbukanya fasilitas untuk umum dan hasil-hasil produksinya;.

Bagaimana caranya meng-implementasikan TEFA?

- DIcari dulu produknya apa yang sesuai dengan kompetensi keahlian ?

- Siapa mitra industrinya?

- Lakukan sinkronisasi kurikulum dengan DU DI

- Kerjasama dengan DUDI adalam hal kurikulum , konsultasi, alat dan standar kompetensi yang
dibutuhkan serta kpompetensi guru

- Magang guru

- Set- up benghkel

- Lakukan jadwal blok

- Buatlah RPP kjhusus yang TEFA yang disertai prosedur,lembar kerja dan lembar penilaiani

- BUatlah aturan kerja dibengkel dan flowachart kerja

- Buatlah aturan manajemnen bengkel mengenai dminittrasikeuangan, peralatan, pegawai dll