Anda di halaman 1dari 10

ACADEMY WEEK

Moral Versus Teknologi

Disusun Oleh :
Yunib Hadi Prakoso, 101316070
Ketut Vera Budi Lesmana, 101316074

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN


TAHUN 2016/2017



Pendahuluan

Menurut Omar Mohammad Al-Toumi Al-syaibany manusia merupakan


makhluk yang dapat berpikir dan manusia merupakan makhluk 3 dimensi (yang
terdiri dari badan, roh, dan kemampuan berpikir/akal). Kehidupan manusia di
zaman dahulu sungguh sangat berbeda dengan kehidupan di zaman sekarang.
Sebuah akal yang di miliki manusia yang dapat menciptakan sesuatu hal yang
akhirnya mengubah kehidupan manusia itu sendiri menjadi lebih modern. Di zaman
dahulu manusia belum mengenal televisi, handphone, laptop, dan internet tapi
sekarang manusia sudah mengenal itu semua dan bahkan sekarang itu bisa
dikatakan sebagai kebutuhan manusia. Dengan ini manusia merupakan makhluk
yang terbukti berteknologi tinggi.
Sains merupakan suatu deretan konsep serta skema konseptual yang
berhubungan satu sama lain, dan tumbuh sebagai hasil eksperimentasi dan
observasi, serta berguna untuk diamati dan dieksperimentasikan lebih lanjut
(Conant dalam Usman : 2006). Sains lahir dari eksperimen yang di lakukan manusia
yang bertujuan menciptakan suatu hal baru yang dapat membantu manusia. Salah
satunya teknologi yang terus berkembang yang terus diciptakan manusia untuk
memudahkan manusia dalam kehidupannya. Televisi, handphone, laptop, dan
internet merupakan hasil pemikiran manusia yang di kembangkan dan di
aplikasikan ke dalam kehidupan nyata sehingga dapat memudahkan pekerjaan
manusia. Dulu manusia berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan surat,
membutuhkan waktu yang lama hingga surat bisa sampai ke penerima. Sekarang
manusia sudah mengenal handphone, sehingga dalam hitungan detik manusia dapat
langsung berkomunikasi walaupun itu jaraknya sangat jauh. Dulu manusia tidak
mengenal internet sehingga informasi sulit di temukan kecuali jika manusia mau
membaca buku dan surat kabar itupun mereka harus pergi ke perpustakaan dulu
agar bisa menemukan bacaan yang mereka inginkan. Tapi sekarang manusia sudah
mengenal internet sehingga dalam keadaan apapun atau di manapun manusia bisa
membaca informasi yang mereka inginkan, hanya membuka handphone lalu
mengaktifkan internet dan membuka google manusia bisa membaca apapun hanya
dengan mengetik kata kunci dari informasi yang ingin mereka ketahui. Dari
penjelasan ini perkembangan sains dan teknologi sangat bermanfaat bagi kehidupan


manusia, akan tetapi di balik manfaat pasti tersimpan dampak negatif dari
penggunaan yang tidak sesuai. Itulah yang akan dibahas dalam tulisan ini,
bagaimana dampak negatif dari kemajuan sains dan teknologi tanpa melihat batasan
nilai, norma, moral dan hukum yang mendasarinya.

Pembahasan

Manusia dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani,


kebudayaan, atau secara campuran. Manusia dalam kehidupannya tidak bisa
terlepas dari nilai, norma, dan moral. Norma dan moral di dalam diri manusia dapat
menentukan jalan hidupnya, apakah dia menjadi manusia yang berguna atau
sebaliknya. Maka dari itu nilai, norma, dan moral sangat berpengaruh dalam
kehidupan manusia.
Teknologi semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Tak bisa
dipungkiri lagi bahwa manusia sudah ketergantungan dengan yang namanya
teknologi. Teknologi sudah menjadi pendamping hidup manusia untuk
menyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu teknologi sangat berguna bagi manusia.
Tapi di lain sisi penggunaan teknologi tanpa batasan umur dalam penggunaannya
dan aturan yang mengatur dapat menimbulkan dampak negatif. Nilai moral dan
norma manusia dapat terkikis dari dampak negatifnya teknologi.

Gambar 1 Anak SD merokok dan minum bir.


Gambar di atas merupakan salah satu contoh dari dampak teknologi. Di
zaman sekarang anak SD sudah dapat menggunakan handphone dan sosial media,
bahkan ketika mereka pulang sekolahpun sudah bisa memesan Gojek menggunakan
handphone, dan gambar di atas merupakan berita yang di laporkan melalui surat
kabar, bayangkan saja sekelompok anak SD yang masih ingusan sudah pandai
merokok dan bahkan sudah berani mengkonsumsi minuman keras, mereka
melakukan hal tersebut di kuburan yang sangat miris adalah foto tersebut diunggah
di media sosial instagram. Sungguh miris melihat hal tersebut seolah kejadian
tersebut diijinkan dengan mengunggahnya di dunia maya.
Ilmu psikologi selalu mengatakan bahwa hakikatnya manusia selalu
memiliki sifat meniru. dengan kemampuan ini manusia bisa dapat menjadi rusak
ataupun baik, maka dari itu sebuah aturan yang mengatur dalam penggunaan
teknologi sangat berperan untuk mengawasi para pengguna, dan bukan hanya
aturan saja pastinya harus benar-benar di tegakkan.

Gambar 2 Anak SD lakukan hal tidak senonoh.


Siapa yang patut disalahkan atas peristiwa di berita ini, yang menanamnya
atau??? Kata-kata itulah yang di tulis di surat kabar, yang menanyakan siapa yang
pantas di salahkan atas peristiwa yang terjadi ini. Mau jadi apa negara ini jika
generasi mudanya sudah rusak. Kapan majunya negara ini jika semua generasinya
seperti ini? Anak SD saja sudah bisa melakukan hal seperti ini apalagi anak SMP,
SMA, bahkan kuliah mungkin lebih ganas lagi.


Gambar 3 Sonya Depari di-bully.
Dan media sosial juga berperan sangat besar terhadap apa yang terjadi pada
Sonya Depari yang beberapa waktu lalu diberitakan mengaku sebagai anak dari
Irjen Arman Depari saat berusaha ditertibkan karena berkonvoi usai Ujian
Nasional. Lihat saja, Sonya kini mengalami trauma karena pemberitaan yang
berulang dengan cacian yang dia terima di sosial medianya. Walaupun Sonya
bersalah, namun tidak seharusnya diberikan cacian yang berujung bully yang
berakibat buruk pada psikologisnya.

Gambar 4 Pamer alat vital di sosmed.


Ditambah lagi dengan begitu mudahnya tren yang tidak sehat menyebar di
media sosial seperti pada gambar di atas. Bayangkan saja kemaluan yang


seharusnya menjadi bagian dari harga diri yang harus dijaga untuk diri sendiri
begitu mudahnya untuk diekspos di media sosial. Betapa merosotnya moral
manusia jaman sekarang, hanya karena demi memenuhi tren yang sesungguhnya
tidak berguna, rela memamerkan alat vitalnya.

Simpulan

Teknologi tanpa pengawasan dan aturan yang di tegakkan sangat


berdampak pada manusia, bahkan generasi muda bangsa yang merupakan kunci
dari kemajuan suatu bangsa. Bagaimana jadinya negara ini jika generasi muda
sebuah bangsa sudah rusak karena penyalahgunaan teknologi. Maka dari itu orang
tua dan pemerintah sangat berperan dalam pengawasan teknologi khususnya
generasi muda bangsa. Dengan adanya pengawasan dan aturan yang dibuat dan di
terapkan, dapat membantu dalam mencegah perusakan nilai norma dan moral pada
para generasi muda yang menggunakan teknologi tanpa pengawan dan aturan yang
mengatur.


Daftar Pustaka

Say. 2016. Heboh Tantangan Terbaru di Sosmed, Pamer Alat Vital Justru Jadi
Bahan Guyonan Kocak. http://jogja.tribunnews.com/2016/11/28/heboh-
tantangan-terbaru-di-sosmed-pamer-alat-vital-justru-jadi-bahan-
guyonan-kocak Diakses 22 Agustus 2017

Siregar, Wahyudi Aulia. 2016. Di-Bully di Sosmed, Sonya Depari Trauma.


https://news.okezone.com/read/2016/04/07/340/1356896/di-bully-
di-sosmed-sonya-depari-trauma Diakses 22 Agustus 2017

Devi, Archieva Nuzulia Prisyta. 2017. Miris Banget! Sekelompok Anak SD Pamer
Merokok dan Minum Bir di Kuburan!.
http://style.tribunnews.com/2017/01/06/miris-banget-sekelompok-anak-
sd-pamer-merokok-dan-minum-bir-di-kuburan?page=all Diakses 23
Agustus 2017

________. 2017. Miris! Beredar Foto Remaja Dan Anak SD Lakukan Hal tak
Senonoh. http://jambi.tribunnews.com/2017/05/23/miris-beredar-foto-
remaja-dan-anak-sd-lakukan-hal-tak-senonoh Diakses 22 Agustus 2017



BIODATA
Ketua Tim
Nama : Yunib Hadi Prakoso
Tempat, Tanggal Lahir : Bengkulu, 25 Oktober 1996
Jenis Kelamin : Laki-laki
Golongan Darah :O
Alamat
RT/RW : 21/02
Kel/Desa : Pematang Gubernur
Kecamatan : Muara Bangkahulu
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa
Kewarganegaraan : WNI
Riwayat Pendidikan
SD : SDN 3 Bengkulu
SMP : SMPN 2 Bengkulu
SMA : SMAN 2 Bengkulu
Perguruan Tinggi : Universitas Pertamina
Anggota
Nama : Ketut Vera Budi Lesmana
Tempat, Tanggal Lahir : Penuktukan, 12 Pebruari 1997
Jenis Kelamin : Laki-laki
Golongan Darah :B
Alamat
RT/RW :-
Kel/Desa : Penuktukan
Kecamatan : Tejakula
Agama : Hindu
Pekerjaan : Mahasiswa
Kewarganegaraan : Indonesia
Riwayat Pendidikan
SD : SDN 4 Penuktukan
SMP : SMPN 1 Singaraja
SMA : SMAN 1 Singaraja
Perguruan Tinggi : Universitas Pertamina