Anda di halaman 1dari 31

Gak sedikit yang bertanya gimana caranya agar iklan facebook kita bagus dan

menghasilkan.

Mungkin sebagian kawan-kawan ada yang sudah praktek bikin iklan, tapi masih tak
kunjung ada penjualan. Sementara udah keluar uang cukup banyak buat saldo iklan.
Terus jadi agak ragu buat jalanin iklan lagi

Di dalam ebook ini, Saya akan kasih tau gimana caranya bisa sukses beriklan di
facebook.

Saat Anda baca sampai habis, maka Anda akan temukan apa aja kunci sukses itu...

Yuk, kita bahas satu per satu ^_^

1. Cara Membuat Fanspage yang Menarik

Yup, kita butuh Fanspage untuk menjalankan iklan.

Bagi sebagian orang, masih ada aja yang bingung loh gimana caranya bikin
Fanspage

Untungnya saat Anda baca ini, nantinya gak cuma bisa buat aja, tapi diajarin
caranya membuat Fanspage yang menarik

Asik? ^_^

Namun sebelumnya perlu diketahui sedikit penjelasan tentang Fanspage.

A. Pengertian Fanspage

Fanspage atau Halaman Fans (dalam bahasa Indonesia) maksudnya Halaman


facebook yang dibuat untuk mengumpulkan fans/audiens dan dengan fanspage,
jangkauan/reach postingan Anda akan dilihat lebih banyak orang, mulai dari ribuan,
puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan orang tertarget!
Yup, di fanspage Anda bisa menentukan sendiri postingannya mau dilihat sama
siapa saja?

Bisa disetting mulai dari usia, jenis kelamin, lokasi/tempat tinggal, bahkan bisa
disetting hanya muncul di jam-jam tertentu misalkan cuma muncul pas tengah
malam.

Bisa dimulai dengan budget Rp.10.000 (kalo menggunakan pembayaran rupiah)


sampai tak terbatas dan bisa Anda atur sendiri mau sampe kapan iklan tersebut
jalan.

B. Fungsi Fanspage

Menjangkau Lebih Banyak Audiens.


Semakin besar budget (biaya) yang kita keluarkan untuk iklan, maka
semakin banyak pula orang yang akan lihat iklan kita.
Efeknya, semakin banyak juga jumlah peluang closingnya.

Media Branding.
Beberapa orang memang tidak berniat secara langsung jualan di
fanspagenya. Umumnya, hal ini dilakukan oleh brand-brand besar yang
memanfaatkan facebook untuk membangun citranya, misalkan Brand
AQUA.

Mereka membuat fanspage untuk kampanye dengan tema #AdaAQUA. Di sana


Anda tidak akan menemukan kata-kata untuk beli AQUA. Namun, dengan
kampanye yang mereka buat, secara tidak langsung membuat Anda ingin beli
AQUA.
Media Selling yang Ampuh.
Melalui fanspage, kita bisa menjual produk dalam jumlah lebih banyak,
tergantung dari budget iklan yang kita punya. Semakin banyak budget
(uang) semakin besar peluang closingnya.

Jangan heran, ada online shop yang omsetnya ratusan juta bahkan milyaran rupiah.
Mereka berani menganggarkan biaya iklan mulai puluhan hingga ratusan juta
rupiah.

Tentu, biaya iklan bukan satu-satunya penentu kesuksesan iklan. Masih ada
targeting, judul, copywriting, gambar, dll.

C. Cara Membuat Fanspage.

1) Log In Dulu ke Facebook.


Pastikan Anda sudah memiliki akun facebook personal. Klik beranda/timeline
lalu cari Buat Halaman.
Setelah itu, akan muncul dashboard pilihan tipe-tipe fanspage.
Silahkan pilih saja sesuai dengan produk/bisnis Anda.
Silakan Anda pilih yang tipe Tempat/Bisnis Lokal.

Kenapa Saya rekomendasikan tipe tersebut?

Hal ini dikerenakan pada tipe ini, ada fitur ulasan audiens. Semakin banyak yang
memberikan *5 (bintang 5) maka peringkat produk/bisnis Anda akan bagus.

Kalau sudah tinggal Anda klik dan isi Nama Bisnis, Alamat, Kota, Kode Pos dan
Telepon.
Setelah Anda selesai isi data diri maka klik Memulai maka akan muncul dasboard
seperti ini, tinggal isi saja ikuti step by step.
Jika sudah selesai mengikuti step by step maka akan muncul seperti ini, nah selamat
Anda sudah memiliki Fanspage.

Selesai sudah, informasi singkat tentang Fanspage. Setelah membuat fanspage


Anda bisa mulai membuat posting/update status sesuai dengan niche produk/bisnis
Anda.

2. Mengenal Jenis-Jenis Iklan di Facebook

Anda juga harus tahu, jenis-jenis iklan yang dipakai di Facebook. Apa saja? Yuk
kita bahas ...
Dua gambar di atas adalah tampilan dari Ads Manager facebook Anda. Gambar
pertama adalah tampilan Ads Manager yang belum update (lama), sedangkan
gambar kedua adalah tampilan Ads Manager yang update (baru).

Lanjut ...

A. Page Post Engagement (PPE)


Iklan jenis ini cocok untuk Anda yang ingin meningkatkan jumlah engagement pada
iklan yang Anda miliki, biasa disebut Bost Your Post atau Promosikan
Kiriman.

Ada beberapa kelebihan menggunakan iklan ini, yaitu :


Mengiklankan konten yang sudah atau berpotensi viral. Semakin viral, semakin
tinggi jumlah like, komen dan share-nya dan bisa akan membuat iklan Anda
semakin murah.
Cocok untuk Anda yang jualan dengan menyertakan nomor kontak Whatsapp,
BBM atau LINE.
Branding Bisnis. Yup, iklan jenis ini cocok sekali untuk mengenalkan produk
Anda kepada audiens yang tertarget.

Ada banyak variasi bentuk iklan PPE misal menggunakan gambar, video,
carosel (khusus untuk iklan mobile karena gambarnya bisa digeser ke kiri atau ke
kanan), tayangan slide yakni gabungan banyak gambar yang bergerak mirip video
dan canvas yakni perpaduan antara gambar dan video.

Ketika Anda menggunakan iklan jenis PPE maka semakin banyak jumlah like,
komen dan share, maka iklan Anda semakin banyak dilihat oleh orang. Artinya,
makin besar juga, peluang terjadinya closing.
B. Clik to Website (CTW)

Untuk Anda pemilik onlineshop yang memiliki website, Saya sarankan memilih
jenis iklan ini karena target yang Anda bidik melalui Facebook Ads akan
mengunjungi website Anda.

Jenis iklan ini memang lebih mahal dari PPE namun tingkat akurasi closingnya
cukup tinggi, karena yang klik iklan Anda bisa dipastikan

90% tertarik membeli produk Anda bukan sekedar PHP nanya-nanya doang di
kolom komen. Hehe ...
C. Website Conversion (WC)

Iklan jenis ini mirip dengan CTW namun pembedanya di sini adalah Anda bisa
nyelipin pixel. Iklan Anda akan tayang pada audiens (orang) yang sudah pernah
mengunjungi website Anda, bahasa kerennya retargeting.

Bisa Anda bayangkan ketika orang sudah pernah berkunjung ke website Anda dan
iklan Anda akan selalu nongol menghantui timeline mereka.
Ini adalah iklan favorit Saya, karena dengan menggunakan WC jumlah closing
lebih bagus. Hanya orang-orang yang tertarik saja yang akan langsung membeli
produk Anda, mereka langsung bisa closing. Jenis iklan ini cocok untuk Anda yang
tidak ingin mendapat calon konsumen CLBK, Chat Lama Beli Kagak. Xixixi ... ^_^

Biasanya akan muncul pertanyaan,

Mana jenis iklan yang paling efektif untuk bisnis Saya?

Jawabannya, Saya Tidak Tahu.

Anda akan tahu iklan Anda berhasil (menguntungkan) atau gagal (rugi) setelah
mencoba menjalankannya. Setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.
Kuncinya adalah Tes Ukur, Tes Ukur dan Tes Ukur.

3. Trik Auto Message

Pernah ngalamin banyak yang chat inbox tapi kelewat dibalesin?

Orderan banyak tapi terkendala balesin komen konsumen di Fanspage?

Salah satu service yang diinginkan konsumen adalah Fast Responses.


Sayangnya, tidak setiap waktu kita pantengin inbox fanspage kita, apalagi kalau
sudah malam.

Harapannya, setiap ada yang tanya bisa langsung direspon. Hal ini dikarenakan
orang cenderung beli kalau CS-nya fast respons, berbeda kalau slow respon, keburu
konsumen kabur. Hiks ... hiks ....

Nah, supaya setiap inbox yang masuk dijawab dengan cepat, coba setting
Fanspagesnya supaya bisa membalas inbox secara otomatis. Fitur auto message
(pesan balas otomatis) ini memang sudah disediakan facebook untuk memanjakan
pengiklannya.

Berikut langkah-langkah melakukannya.


1) Masuk ke Fanspage yang akan disetting pesan balasan otomatis.
2) Klik Pengaturan lalu pilih Pengiriman Pesan.
3) Setelah masuk ke pengiriman pesan maka akan muncul beberapa kolom
pengaturan, pilih Asisten Pemberi Tanggapan.

4) Pilih Kiriman Balasan instan kepada siapa saja yang mengirim pesan ke
Halaman Anda klik Ya. Selanjutnya Anda tinggal edit kalimat jawaban yang
akan dipakai untuk setiap membalas inbox/pesan yang masuk. Saya sarankan
balas secara singkat saja karena pesan otomatis ini hanya memiliki 250
karakter/huruf, jangan lupa simpan setelah diedit.

Beberapa contoh pesan otomatis yang bisa diterapkan.

Trik Memblokir Kalimat Spam/Kotor Di Kolom Komentar


Sudah capek-capek bikin iklan dan ngeluarin budget iklan eh ada yang nyepam
jualan di komen, ada juga yang komen bandingbandingin harga dengan lapak
sebelah, dan parahnya lagi nyepam link porno/hack ... Iiih ... Sebel banget kan yaaa
....

Tenaaaaang ... Sekarang sudah ada solusinya.

Mungkin, karena banyaknya masukan/keluhan dari para pengiklan jadi facebook


mengeluarkan fitur baru untuk memblok kalimat/kata-kata kotor.

Dengan fitur ini, Anda tidak perlu repot-repot mantengin layar laptop atau gadget
untuk ngawasin kalau ada yang rusuh di komen. Hehe ...

Caranya mudah banget, kok.


1. Masuk ke Fanspage lalu klik Pengaturan
2. Pilih pada bagian yang bertuliskan saringan kata kotor dan klik sunting. Akan
tampil 3 opsi pilihan yaitu mati, sedang dan kuat.

Pilihlah sesuai dengan kemauan Anda. Keterangan : sedang berarti fitur tersebut
masih menampilkan sebagian kalimat yang tidak terlalu kotor, sedangkan fitur kuat
memblokir semua kalimat kotor termasuk sedikit saja yang mengandung kata-kata
kotor. Kemudian simpan perubahan.

3. Lalu pilih Moderasi Halaman.


4. Setelah Anda klik, lalu masukan kata-kata yang akan Anda blokir, misalnya ijin
promo, numpang nglapak, kemahalan, penipuan, Cari tahu siapa yang mengintip
Facebook kamu, om telolet om, dan masih banyak lagi. Saat iklan jalan, Anda akan
menemukan macam-macam kata-kata spam di komentar yang bisa ditambahkan
untuk diblokir.

4. Iklan Tak Tertolak

Kok Iklan Saya Ditolak?

Sama seperti media iklan online lainnya di facebook juga ada jenis iklan yang
dilarang tampil. Jika Anda tetap ngebandel biasanya akun iklan akan kena AME
atau lebih parahnya lagi Fanspage Anda akan unpublish (tidak bisa digunakan dan
hilang).

Ada 26 Konten yang dilarang diiklankan di facebook. Pastikan iklan Anda tidak
mengandung konten di bawah ini agar iklan Anda disetujui oleh Facebook.

1) Standar Komunitas.
Iklan tidak boleh melanggar Standar Komunitas kami. Iklan di Instagram tidak
boleh melanggar Pedoman Komunitas Instagram.

2) Produk atau Layanan Ilegal.


Iklan tidak boleh berupa, memfasilitasi, atau mempromosikan produk, layanan, atau
aktivitas ilegal. Iklan yang ditargetkan kepada anak di bawah umur tidak boleh
mempromosikan produk, layanan, atau konten yang tidak pantas, melanggar
hukum, tidak aman, atau mengeksploitasi, menyesatkan, memaksa dengan tekanan
yang tidak semestinya kepada grup usia yang ditargetkan.

3) Praktik Diskriminasi.
Iklan harus tidak mendiskriminasi maupun mendorong tindakan diskriminatif
terhadap orang berdasarkan ciri seperti ras, etnis, warna kulit, kewarganegaraan,
agama, usia, jenis kelamin, orientasi seksual, identitas gender, status keluarga,
keterbatasan jasmani, kondisi medis, atau kondisi genetik.

4) Produk Tembakau.
Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan produk tembakau
dan terkait dengan paraphernalia.

5) Obat-obatan & Produk Terkait Obat-obatan.


Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan obat ilegal, obat
resep, atau narkotika.

6) Suplemen yang Tidak Aman.


Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan suplemen yang tidak
aman, sebagaimana ditentukan oleh Facebook dalam kebijaksanaannya sendiri.

7) Senjata, Amunisi, atau Bahan Peledak.


Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan senjata, amunisi,
atau bahan peledak.

8) Produk atau Layanan Orang Dewasa


Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan atau penggunaan produk atau layanan
orang dewasa, kecuali iklan untuk keluarga berencana dan kontrasepsi. Iklan untuk
kontrasepsi harus berfokus pada fitur kontrasepsi produk tersebut dan bukan pada
kenikmatan seksual atau peningkatan kemampuan seksual, dan harus ditargetkan
ke orang yang berusia 18 tahun ke atas.

9) Konten Dewasa
Iklan tidak boleh berisi konten dewasa. Ini mencakup ketelanjangan, penggambaran
orang dalam posisi atau aktivitas yang mengundang pikiran tidak senonoh atau
seksual, atau gambar-gambar yang bersifat provokatif secara seksual.
10) Pelanggaran Pihak Ketiga.
Iklan tidak boleh berisi konten yang melanggar atau menyalahi hak-hak pihak
ketiga, termasuk hak cipta, merek dagang, privasi, publisitas atau hak pribadi
maupun hak kepemilikan lainnya.

Untuk melaporkan konten yang menurut Anda melanggar atau menyalahi hak-hak
Anda, silakan periksa perincian berikut.

11) Konten Sensasional.


Iklan tidak boleh berisi konten yang mengejutkan, sensasional, menghina, atau
kekerasan berlebihan.

12) Atribut Pribadi.


Iklan tidak boleh berisi konten yang menyatakan atau menyiratkan atribut pribadi.
Ini meliputi pernyataan atau implikasi langsung atau tidak langsung tentang ras,
etnis, agama, kepercayaan, usia, orientasi seksual, identitas gender, disabilitas,
kondisi medis (termasuk kesehatan fisik atau mental), status keuangan,
keanggotaan serikat dagang, catatan kriminal, atau nama.

13) Konten yang Menyesatkan atau Palsu.


Iklan tidak boleh berisi konten yang menipu, palsu, atau menyesatkan, termasuk
klaim, promo, atau praktik bisnis yang menipu.

14) Konten Kontroversial.


Iklan tidak boleh berisi konten yang mengeksploitasi masalah politik atau sosial
yang kontroversial untuk tujuan komersial.

15) Halaman Landas Non-Fungsional.


Iklan tidak boleh mengarahkan orang ke halaman landas yang tidak berfungsi. Ini
mencakup konten halaman landas yang mengganggu kemampuan seseorang untuk
keluar dari halaman tersebut.

16) Peralatan Pengintaian.


Iklan tidak boleh mempromosikan penjualan kamera matamata, pelacak ponsel,
atau peralatan pengintaian tersembunyi lainnya.

17) Tata Bahasa & Kata-Kata Tidak Senonoh.


Iklan tidak boleh berisi kata-kata yang tidak senonoh atau tata bahasa dan tanda
baca yang buruk. Simbol, angka, atau huruf harus digunakan dengan tepat.

18) Fungsi yang Tidak Ada.


Iklan tidak boleh berisi gambar yang menampilkan fungsi yang tidak ada.

19) Kesehatan Pribadi.


Iklan tidak boleh berisi gambar sebelum dan sesudah atau gambar yang berisi
hasil yang tidak terduga atau yang belum pasti. Konten iklan tidak boleh
menyiratkan atau berusaha menghasilkan persepsi diri sendiri yang bersifat negatif
dalam rangka mempromosikan diet, penurunan berat badan, atau produk terkait
kesehatan lainnya. Iklan untuk produk kesehatan, kebugaran, atau penurunan berat
badan harus ditargetkan ke orang berusia 18 tahun ke atas.

20) Pinjaman Gaji atau Pembayaran Dimuka.


Iklan tidak boleh mempromosikan pinjaman gaji, gaji di muka, atau pinjaman
jangka pendek lainnya untuk menutupi pengeluaran seseorang hingga gaji
selanjutnya.

21) Multilevel Marketing.


Iklan yang mempromosikan kesempatan memperoleh pendapatan harus
sepenuhnya mendeskripsikan produk atau model bisnis yang terkait, dan tidak
boleh mempromosikan model bisnis yang menawarkan kompensasi cepat untuk
investasi dalam jumlah sedikit, termasuk peluang multilevel marketing.

22) Lelang Uang Receh.


Iklan tidak boleh mempromosikan lelang uang, lelang biaya penawaran, atau model
bisnis serupa lainnya.

23) Dokumen Palsu.


Iklan tidak boleh mempromosikan dokumen palsu, seperti ijazah palsu, paspor, atau
surat-surat imigrasi.

24) Konten yang Berkualitas Rendah atau Mengganggu.


Iklan tidak boleh berisi konten yang mengarahkan ke halaman landas eksternal yang
memberikan pengalaman yang tidak diharapkan atau yang mengganggu. Ini dapat
meliputi penempatan iklan yang menyesatkan, seperti judul yang terlalu
sensasional, dan mengarahkan orang ke halaman tujuan yang berisi konten asli
minimal dan mayoritas konten yang tidak berhubungan atau berkualitas rendah.
25) Spyware atau Malware.
Iklan tidak boleh berisi spyware, malware, atau perangkat lunak yang menimbulkan
pengalaman yang tak diharapkan atau menipu. Ini mencakup tautan ke situs yang
berisi produk.

26) Animasi Otomatis.


Iklan tidak boleh menyertakan audio atau animasi flash yang diputar secara
otomatis tanpa interaksi seseorang atau membentang di dalam Facebook setelah
seseorang mengeklik iklan itu.

Selengkapnya bisa klik https://www.facebook.com/policies/ads/

Sebelum Beriklan, Lakukan Persiapan.


Bukan Sekedar Iklannya Jalan, tapi
Pastikan Bisa Menghasilkan.

5. Jangan Lupakan 5 Hal Ini

Nah, Apa saja faktor-faktor penentu keberhasilan iklan Anda yang seringkali
lupa diperhatikan, padahal menentukan hasil penjualan?

Yuk kita bahas satu-satu ...

A. GAMBAR
Ini adalah faktor yang membuat orang berhenti scroll/lihat-lihat timeline
facebook dan membaca iklan kita.
Tidak dipungkiri gambar yang menarik akan membuat konsumen tertarik
untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Jenis iklan PPE menonjolkan
gambar sebagai point yang vital jadi Anda harus mengetahui komposisi gambar
yang pas saat membuat iklan.

RUMUS GAMBAR IKLAN PPE ADALAH 1, 6 DAN 8

Maksudnya begini, ada 3 pilihan dalam membuat gambar iklan PPE yakni
1 gambar, 6 gambar atau 8 gambar.

Ketika Anda membuat iklan dengan 1 gambar, pilihlah gambar yang


menunjukan wajah, aktivitas orang, desain yang eye catching atau foto produk yang
menarik. Tujuannya membuat orang ingin berhenti scroll timeline facebook gara-
gara lihat gambar iklan Anda.

Ukuran gambar iklan terbaik menurut facebook ada di ukuran 1200x628


piksel, kalaupun bukan ukuran itu untuk lebar menimal facebook menyarankan di
ukuran 600 piksel. Jika Anda mengunggah file PNG, maka Anda ukuran file
maksimal adalah 1 MB. File PNG yang lebih besar dari 1 MB akan terlihat kotak-
kotak.

Selain itu, sebelum posting pastikan cek terlebih dahulu apakah gambar
Anda memenuhi aturan facebook atau tidak. Anda bisa cek melalui link di bawah
ini:
https://www.facebook.com/ads/tools/text_overlay
Bagi Anda yang ingin memiliki desain yang eye catching namun belum bisa
menggunakan photoshop, Anda bisa gunakan software web based Canva. Banyak
pilihan template desain yang bisa Anda gunakan untuk mengoptimasi desain sosial
media Anda terutama facebook. Anda bisa gunakan software tersebut secara gratis.

Silakan Anda kunjungi web-nya di :


https://www.canva.com/id_id/membuat/

Canva juga sudah menyediakan banyak tutorial bagaimana cara


menggunakan software ini untuk berbagai media. Keren banget!
Untuk membuat iklan dengan 6 gambar, biasanya Saya memakai komposisi
3 gambar produk dan 3 gambar testimoni. Testimoni di sini bukan gambar
screenshot percakapan, nanti nggak disetujui sama facebook untuk ditayangkan.
Testimoni di sini adalah gambar konsumen bersama produk kita.
Jika Anda ingin membuat iklan dengan gambar lebih banyak, maka pilihlah
8 gambar dengan komposisi sebagai berikut, yaitu 3 gambar produk bisa memakai
model atau foto produk, 3 gambar testimoni produk dan sisanya foto bukti
pengiriman misalkan foto waktu packing produk atau saat dikirim ke ekspedisi.
Jangan lupa jika Anda membuat 6 atau 8 gambar di setiap gambar berikan kalimat
CTA (Call To Action), misalkan seperti ini ....

Promo Spesial jadi reseller Chocohut hanya 336Ribu, hanya untuk minggu ini! Info
selengkapnya hubungi admin WA 0877-3096-5000

Jangan terlalu panjang kalimatnya cukup tuliskan CTA, fungsinya hanya pengingat
saja bahwa ada promo dan info kontaknya saja.

Inilah tiga pilihan jumlah gambar iklan yang menurut Saya terbaik.
Jika Anda ingin membuat gambar lebih dari 8, Saya sarankan buatlah album
produk, lalu Anda iklankan.

B. COPYWRITING
Inilah faktor yang membuat calon pembeli Anda membaca lebih detail
penawaran yang Anda tulis dalam iklan.

Saya akan bahas konsep copywriting yang biasa Saya pakai untuk iklan.
Jika Anda ingin mendalami masalah ilmu copywriting, Anda bisa beli buku Easy
Copywriting atau Ikut pelatihan MahirCopywriting.com Kang Dewa Eka Prayoga.

Untuk membuat iklan memiliki performa yang baik, selain setting interest
atau audiens, faktor lain yang cukup besar berpengaruh adalah copywriting iklan
yang dibuat. Jika copywriting iklan yang dibuat asal-asalan, iklan kita akan jeblok
scorenya dan bakal mahal biaya perkliknya atau biaya perinteraksinya.

Ini adalah Rumus yang Saya gunakan untuk membuat sebagian besar iklan
produk Saya. Semoga juga bisa cocok untuk produk Anda.

HEADLINE + CTA + DESKRIPSI PRODUK + CTA

C. CLOSING
Inilah faktor yang membuat semua prospek yang masuk, Pin BBM, WA
atau LINE, berubah menjadi pembeli. Inilah faktor yang membuat iklan Anda
menghasilkan. Gagal closing, bakal membuat iklan Anda sia-sia. Jadi, pastikan
Anda mempunyai puluhan teknik closing yang sudah Anda ajarkan ke Admin atau
CS Anda untuk mengatasi segala keberatan konsumen. Siyapp?

Banyak orang, mungkin juga Anda, sudah mengeluarkan banyak budget


untuk beriklan namun masih rendah salesnya. Beberapa kasusnya yakni para
penjual, mengalami down atau putus asa ketika dihadapkan dengan kenyataan
bahwa dirinya ditolak oleh calon pembeli.

Pertanyaannya, apa yang harus kita lakukan saat mendapatkan jawaban


tidak dari calon pembeli kita?

Secara detail, berbagai teknik closing penjualan, sudah dibahas di Buku 30


Hari Jago Jualan karya Kang Dewa Eka Prayoga. Anda juga bisa belajar secara
gratis melalui ebook 17 Teknik Closing dengan download di
http://bit.ly/belajarteknikclosing.

Saya coba jelaskan beberapa kasus yang sering Saya hadapi di lapangan.
Jawaban tidak dari calon pembeli bukan berarti mereka benar-benar tidak
ingin membeli produk kita. Mungkin saja ada hal yang masih membuatnya ragu.
Nah tugas Anda adalah mencari tahu apa tepatnya yang membuat mereka ragu, lalu
menghilangkan keraguannya.

Pembeli ragu biasanya karena 2 hal, yaitu:

1. HARGANYA MAHAL
Calon pembeli merasa keberatan dengan harga yang kita tawarkan, biasanya
mereka membandingkan harga dengan toko sebelah atau produk kompetitor. Jika
ini terjadi, jangan sungkan untuk menjelaskan tentang kualitas produk Anda
dibandingkan pesaing.

Pada dasarnya orang tidak membeli produk Anda. Sebenarnya yang mereka
beli adalah value/nilai/fungsi yang ada dalam produk Anda. Orang membeli
shampoo karena khasiatnya menghilangkan ketombe, tidak mudah rontok, dll.
Anda harus betul-betul paham produk knowledge barang/jasa yang anda tawarkan.
Tonjolkan secara detil manfaat produk Anda.

Tidak Ada Harga yang Mahal, yang Ada


hanya Market yang Belum Teredukasi
dengan Benefit yang Diberikan.

Apa pun produk Anda, pasti memiliki pasar tersendiri. Hanya saja, banyak
yang belum mengenalkan produknya ke pasar yang tepat. Banyak yang berpikir
yang penting laku. Akhirnya, mereka terjebak di perang harga.

2. MENUNDA DAN BANYAK ALASAN

Beberapa jawaban yang sering muncul adalah seperti .

Tanya suami dulu ya

Nanti aja deh

Saya pikir-pikir dulu yaa

Teknik yang Saya gunakan biasanya adalah teknik now or never.


Teknik ini cocok untuk mengunci calon pembeli agar beli hari itu juga. Misalkan
Anda memberikan diskon 60% dengan batas waktu pembelian sampai besok.
Yakinkan bahwa mereka harus belanja saat itu juga. Bisa juga dengan penawaran
seperti :

Mohon maaf, Bu. Stok hijab untuk tipe ini sangat terbatas. Jika tidak
diambil sekarang, Saya takut Ibu akan kehabisan.

Voucher Diskon ini hanya berlaku sampai malam ini. Besok vouchernya
sudah hangus!

Agen Chocohut wilayah Bandung sudah ada yang menawarnya. Saya


khawatir malam ini sudah diambil orangnya. Saran Saya, lebih baik ambil
sekarang, Pak.

4. FOLLOW UP
Facebook Ads memang luar biasa, tetapi ia hanya media yang digunakan
untuk mendapatkan traffic/kunjungan ke website atau Toko Anda. Selain itu
Facebook Ads bisa membanjiri chat BBM, WA, atau LINE Anda sehingga banyak
orang yang bertanya tentang produk/jasa yang Anda jual. Hal terakhir dalam
penjualan yang akan saya bahas adalah Follow Up atau Menindak lanjuti. Yup,
sehebat apa pun campaign yang Anda buat, kalau follow upnya amburadul juga
tidak akan menghasilkan sales. Mentok-mentok ya tadi, banyak chat ke HP tapi
nggak ada sales. Hiks ... hiks ....

Ada satu pepatah yang sangat penting, yaitu:

Uang Costumer Itu, Adanya Di Follow Up.

Artinya jika tidak Anda follow up, maka Anda akan kehilangan uang yang
seharusnya Anda dapatkan.

Follow up yang biasa digunakan adalah melalui SMS, Whattsapp, Line, BBM,
Telepon maupun Email. Bagi Anda yang sudah memiliki data prospek lebih dari
1.000 kontak, baik HP atau email, Anda bisa gunakan data itu untuk dijadikan
custom audience untuk Anda jadikan target iklan Facebook Ads Anda. Misalkan isi
iklannya :

Sudah Order, Kok, Belum Transfer. Sakit lho di-PHP-in.


Yakin tidak mau order sekarang? Besok Harganya Sudah Naik.
Belum transfer ya? Yuk Transfer sekarang juga.

Saya pernah dapat follow up seperti ini, rasanya dalam hati pas baca iklannya, Kok
dia tahu, ya, kalau Saya belum transfer. Keren juga nih orang. Akhirnya, Saya pun
beli produknya gara-gara ini, Saya kira dia bisa meramal. Hehe ... ternyata Saya
dibidik pakai custom audience. Mantep, dah!

Tapi, teknik follow up pakai custom audience tidak cocok untuk Anda yang datanya
kurang dari 1.000 kontak karena harga iklannya bakal mahal. Sebaiknya Anda
gunakan follow up langsung melalui media chat (SMS, WA, BBM, LINE atau
Telepon).

Sebelum melakukan follow up, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh
para marketer yakni mengetahui secara spesifik mengenai apa yang dibutuhkan
oleh pelanggan dan poin apa yang akan digunakan untuk ditawarkan pada mereka.

Saya biasanya melakukan follow up berlapis.

H+1 Follow Up melalui SMS/WA/BBM/LINE/Email.


Untuk Follow Up melalui SMS dan email biasanya dilakukan oleh sistem web
(jika web-nya sudah memiliki sistem ini). Jarang sekali Saya follow up dengan
SMS atau email secara manual.

Follow up manual Saya lakukan melalui media chat seperti WA,BBM atau
LINE tergantung calon pembeli tanya melalui media mana.

H+2 Follow Up Melalui Telepon.


Ini dilakukan jika follow up melalui chat belum ada respon sama sekali. Ini
adalah follow up terakhir. Jika mereka tidak beli, maka sudah tidak di-follow
up lagi, untuk produk yang dia mau order.
Data mereka dimasukkan ke folder khusus untuk kita edukasi kembali, jangan
ditinggalkan.

Follow Up Maksimal dilakukan dalam 2x24 jam.

Contoh kalimat-kalimat follow up yang bisa Anda gunakan seperti:


Selamat pagi, Pak. Pesanan kemarin sudah mulai dipacking untuk dikirim,
rencana mau transfer siang atau sore ini? Supaya masuk kiriman hari ini, Pak.

Assalamualaikum, Bu. Saya cek di web keterangannya masih order, apakah


ada kendala dalam hal transfer? Saya bisa bantu jika ada kesulitan.

Permisi, Mbak. Pesanan hijabnya sudah masuk direkapan admin kami,


rencananya sore ini mau dikirim dengan pesanan lain hari kemarin. Rencana
mau transfer pagi atau siang ini, Mbak?
Selamat malam, Mas. Untuk pesanan jaketnya sudah kami simpan agar tidak
diambil yang lain karena stoknya terbatas. Kalau sudah transfer tinggal Mas
kirim bukti transfernya supaya bisa kami proses packing dan kirim. Mas mau
kirim bukti transfernya malam ini atau besok pagi? Terima kasih, Mas.

Silakan Anda sesuaikan kalimat di atas dengan media yang Anda gunakan.
Intinya ada tiga tahapan saat follow up, yaitu perkenalan, kalau orang/nomor HP-
nya berbeda antara CS pesan dan CS follow up, lalu mengingatkan apa produk atau
jasa yang ia pesan, dan terakhir adalah closing penjualan.

Untuk tahap closing, tinggal Anda gunakan teknik yang dibahas pada poin
closing di atas atau kalau mau lebih lengkap download saja ebook 17 teknik closing
kang Dewa Eka Prayoga (link-nya sudah ada di atas).

5. DOA
Inilah faktor penentu iklan Anda yang tidak ada hubungan secara langsung
dengan teknik Facebook Ads atau teknik-teknik penjualan, namun penting sekali.

Yup, selama beriklan, kita akan berhadapan dengan kondisi-kondisi yang tidak
terduga. Mulai iklan kita ditolak facebook, sudah ikutin semua petunjuk mentor tapi
tak kunjung menghasilkan, iklan sudah jalan dan menghasilkan tapi tiba kena AME
dan paling parahnya fanspage yang sudah lama dirawat unpublish.

Saya sudah pernah mengalaminya semua. Rasanya jengkel banget. Namun,


Saya introspeksi diri.

Mungkin Saya belum berdoa ketika awal beriklan.


Mungkin niat Saya beriklan hanya untuk kepentingan pribadi saja.
Mungkin Saya masih banyak dosa dan ini salah satu ujiannya.
Mungkin Saya beriklan dengan cara-cara yang salah sehingga tidak mendapat
Ridho-Nya.

InsyaAllah, dengan kita mengawali iklan dengan berdoa, meluruskan niat,


minta ampun atas kesalahan-kesalahan kita dan beriklan dengan cara-cara yang
benar, Iklan yang kita jalankan bisa menghasilkan dan juga berkah. Aamiin ... ^_^

INGIN MENDAPATKAN EDUKASI BISNIS LEBIH


LENGKAP?

Join disini :
Grup Facebook Jago Bisnis Online Bersama Billionaire Store"
Link Join : bit.ly/jagobisnisonlineBS

ATAU MAU DAPATKAN PRODUK-PRODUK BILLIONAIRE STORE?


CEK DISINI :

Website : www.BillionaireStore.co.id

Fanpage Billionaire Store : fb.com/BillionaireStore.co.id

Channel Telegram : t.me/billionairestorecoid

Instagram : instagram.com/BillionaireStorecoid/