Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

HUBUNGAN PANCASILA DENGAN PROKLAMASI


Untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

Dosen Pembimbing : Dr. I Ketut Astawa ,S.KOM .,M.M

Disusun Oleh :

1. Nabila Ramadhani
2. Idma Al Khusnullia
3. Rachmatika Nurfaridza
4. Mochamad Nuryahya
5. Charles Darwin
6. Robby Pradana
7. Olovanny Christin Pasaribu
8. Sandi Kurnia
9. Rachmad Riyan Wandana
10.Wahyu Rizaldi
11.Satria Wahyu Wibawa

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PULP & PAPER


INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG
TAHUN AJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan karena makalah ini dapat terselesaikan .
Dalam makalah ini membahas mengenai Pancasila dan hubungannya dengan
Proklamasi .Pancasila sebagai dasar negara NKRI memiki hubungan yang
mendasar dengan proklamasi NKRI tersebut. Proklamasi yang dimana adalah
sesuatu yang menyatakan kalau Indonesia itu sudah merdeka . Penulis
mengucapkan terimakasih kepada pihak pihak yang telah membantu
penyelesaian makalah ini .Semoga makalah ini bisa berguna bagi kemajuan ilmu
pengetahuan . Jika ada kesalahan dalam makalah ini , penulis meminta maaf
sebesar besar nya . Demikian kata pengantar ini , semoga makalah ini dapat
berguna bagi dunia pendidikan dan semoga rasa cinta kita pada NKRI semakin
tinggi .

Deltamas ,12 Oktober 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................i

DAFTAR ISI.........................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................1

Latar Belakang.........................................................................1

Rumusan Masalah...................................................................1

Tujuan..................................................................................... 1

BAB 2 PEMBAHASAN.........................................................................2

Pengertian Pancasila dan Proklamasi.............................................2


Terbentuknya Pancasila dan Proklamasi........................................2
Hubungan Antara Pancasila dan Proklamasi..................................6
Penerapan Pancasila Dalam Kehidupan ........................................ 6
Sehari hari dan Apakah Indonesia
setelah Proklamasi

BAB 3 PENUTUP................................................................................9

Kesimpulan.............................................................................9

Saran...................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................10

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri
dari dua kata dari Sanskerta: paca berarti lima dan la berarti prinsip
atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan
berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sedangkan Proklamasi berasal dari bahasa Latin (Proclamare)
pengumuman atau pemberitahuan ke publik. Proklamasi adalah
semangat dengan rela berjuang, berjuang dengan hakiki, tulus dan penuh
idealisme dengan mengesampingkan segala kepentingan diri sendiri.
Diantara keduanya itu memiliki hubungan yang mendasar , Proklamasi
yang menjadi tanda awal NKRI ini merdeka dan Pancasila yang menjadi
dasar ideologi NKRI .

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Pancasila dan Proklamasi ?
2. Bagaimana Pancasila dan Proklamasi bisa terbentuk ?
3. Bagaimana hubungan antara keduanya ?
4. Apakah pada saat sekarang Pancasila ini benar benar di terapkan
sebagai ideologi bangsa dan apakah Indonesia sekarang sudah benar
benar merdeka ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pancasila dan proklamasi
2. Untuk mengetahui Bagaimana Pancasila dan Proklamasi bisa
terbentuk
3. Untuk mengetahui hubungan antara keduanya
4. Untuk mengetahui apakah pada saat sekarang Pancasila ini benar
benar di terapkan sebagai ideologi bangsa dan apakah Indonesia
sekarang sudah benar benar merdeka karena adanya proklamasi

1
BAB 2

PEMBAHASAN

1. Pengertian Pancasila dan Proklamasi


Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri
dari dua kata dari Sanskerta: paca berarti lima dan la berarti prinsip
atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan
berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule
(Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Proklamasi berasal dari bahasa Latin (Proclamare) pengumuman atau
pemberitahuan ke publik. Proklamasi adalah semangat dengan rela
berjuang, berjuang dengan hakiki, tulus dan penuh idealisme dengan
mengesampingkan segala kepentingan diri sendiri.
Semangat Proklamasi adalah adalah semangat persatuan, kesatuan yang
bulat mutlak dengan tiada mengecualikan setiap golongan dan lapisan
masyarakat Republik Indonesia.

2. Terbentuknya Pancasila dan Proklamasi


a. Terbentuknya Pancasila
Pada bulan 1 Maret 1945 dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden
Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat. Dalam pidato
pembukaannya dr. Radjiman antara lain mengajukan pertanyaan kepada
anggota-anggota Sidang, "Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita
bentuk ini?"
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi,
terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu:

-Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29


Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri
Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan
Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang
dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup

2
ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad
Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.

-Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1


Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul
"Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai
berikut: Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan;
Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan;
Kesejahteraan Sosial; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh
Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat,
kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca
Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita
ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan
di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan
abadi.
Sebelum sidang pertama itu berakhir, dibentuk suatu Panitia Kecil untuk:

Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar Negara berdasarkan pidato


yang diucapkan Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.
Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan
Indonesia Merdeka.

Dari Panitia Kecil itu dipilih 9 orang yang dikenal dengan Panitia Sembilan,
untuk menyelenggarakan tugas itu. Rencana mereka itu disetujui pada
tanggal 22 Juni 1945 yang kemudian diberi nama Piagam Jakarta.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi
beberapa dokumen penetapannya ialah:

Rumusan Pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945


Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 - tanggal 18
Agustus 1945

Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat -


tanggal 27 Desember 1949

Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara -


tanggal 15 Agustus 1950

Rumusan Kelima: Rumusan Pertama menjiwai Rumusan Kedua dan


merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi

3
b. Terbentuknya Proklamasi

Jepang secara beruntun mengalami kekalahan dari tentara Sekutu yang


dipimpin oleh Amerika. Maka Jepang mulai mengobral janji kepada Indonesia
untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia apabila Indonesia mau
membantu Jepang menghadapi sekutu. Maka dari itu, untuk memenuhi janji
tersebut, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI)dengan diketuai oleh Dr.Radjiman Widoyoningrat pada
tanggal 7 Agustus 1945, dan selanjutnya berubah menjadi Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dipimpin oleh Soekarno dan
Mohd.Hatta.

Namun, akibat kekalahan yang tidak dapat dihindari lagi oleh Jepang, maka
pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
Hal ini mendapat perhatian dari para pejuang kemerdekaan Indonesia untuk
memproklamirkan kemerdekaan.
Di lain waktu, di Indonesia pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah
mendengar dari radi bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu. Hal ini
membuat para pemuda langsung membuat pergerakan untuk segera
memproklamirkan kemerdekaan dan menolak kemerdekaan yang diberikan
oleh Jepang.
Para pemuda yang merasa bahwa kemerdekaan perlu dilakukan secepatnya,
maka mereka membuat rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di
Pengangsaan Timur, Jakarta pada tanggal 15 Agustus 1945. Rapat yang
dipimpin oleh Chaerul Saleh itu melahirkan beberapa keputusan, antara lain :
1. Kemerdekaan Indonesia adalah hak rakyat Indonesia
2. Segala ikatan, hubungan, dan janji dengan Jepang harus dibatalkan
3. Golongan muda harus diikutsertakan dalam menyatakan proklamasi.

Atas dasar tersebut, para tokoh golongan muda mengutus Wikana dan
Darwis untuk menemui Soekarno dan menyampaikan perihal percepatan
kemerdekaan Indonesia. Mereka pun menyampaikannya kepada Soekarno di
kediamannya di jalan Pengangsaan timur no.56, Jakarta. Namun, Soekarno
tetap pada pendiriannya untuk tidak melakukan proklamasi kemerdekaan
tanpa adanya persetujuan dari anggota PPKI.

Dengan ditolaknya keputusan para golongan muda oleh Soekarno, maka


mereka kembali melakukan pertemuan. Keputusan pun tetap pada rencana
awal bahwa yang berhak memproklamirkan kemerdekaan Indonesia adalah
Soekarno-Hatta. Oleh karena itu, mereka sepakat untuk menjemput
Soekarno-Hatta dan membawa mereka ke Rengasdengklok, sekitar 15 km
dari jalan raya Jakarta-Cirebon. Mereka berpendapat apabila Soekarno-Hatta

4
masih berada di Jakarta, mereka akan terus dipengaruhi oleh Jepang dan
menghalanginya untuk memproklamirkan kemerdekaan.

Di Rengasdengklok, Soekarno-Hatta masih tetap pada pendiriannya untuk


tidak memproklamirkan kemerdekaan sesuai dengan tuntutan para golongan
muda. Mereka masih belum memperoleh informasi tentang menyerahnya
Jepang kepada sekutu.

Di Jakarta, golongan muda yang diwakili oleh Wikana dan golongan tua yang
diwakili oleh Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Hasil perundingan
menyatakan bahwa Ahmad Soebardjo menyetujui untuk segera
dilaksanakannya proklamasi. Oleh Karena itu, diutuslah Yusuf Kunto ke
rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Hatta agar dibawa kembali
ke Jakarta.

Malam harinya, Soekarno dan Mohd.Hatta pergi ke rumah Nishimura untuk


membicarakan lebih lanjut perihal persiapan kemerdekaan. Namun,
Nishimura ingkar janji dan mengatakan bahwa mereka tidak dapat
mengambil keputusan apapun perihal pemberian kemerdekaan bagi
Indonesia, hal ini berdasarkan perintah dari Tokyo yang mengatakan bahwa
Jepang harus menjaga status quo nya. Soekarno dan Hatta merasa kecewa
dengan jawaban Nishimura. Menanggapi hal ini, Soekarno dan Hatta berpikir
memang tidak ada gunanya lagi berdialog dengan Jepang.

Setelah dari rumah Nishimura, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah


Laksamana Maeda guna menyiapkan rapat untuk menyusun teks proklamasi.
Tempat yang dipilih bertujuan untuk menghindari konfrontasi dari tentara
Jepang mengingat Laksamana Maeda adalah Kepala Kantor Penghubung
angkatan Laut di Daerah kekuasaan Angkatan Darat, dikarenakan Laksamana
Maeda bersedia untuk menjamin keselamatan mereka sambil menyusun
naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Penyusunan teks proklamasi dilakukan di rumah kediaman Laksamana


Maeda di jalan Imam Bojol No.1, Jakarta. Penyusunan teks proklamasi
dilaksanakan oleh Soekarno, Mohd.Hatta, Achmad Soebardjo, dan disaksikan
oleh Soekarni, B.M.Diah, Sudiro, dan Sayuti Melik. Pada kalimat pertama,
kami rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan kami
kemudian berubah menjadi kami bangsa Indonesia dnegan ini menyatakan
kemerdekaan Indonesia, kalimat ini disampaikan oleh Achmad Soebardjo.
Kemudian kalimat kedua dari Soekarno yang berbunyi Hal-hal yang
mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan
cara secermat-cermatnya sereta dalam tempo yang sesingkat-singkatnya
kemudian diperbaiki oleh Mohd.Hatta menjadi Hal-Hal yang mengenai
pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggrakan dnegan cara seksama

5
dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berikut adalah naskah
proklamasi yang ditulis oleh Soekarno setelah melalui perbaikan-perbaikan :
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

3. Hubungan Antara Pancasila dan Proklamasi


Proklamasi merupakan titik kluminasi (jenuh)/tinggi) perjuangan bangsa
indonesia melawan penjajah. Perjuangan bangsa indonesia ini kemudian
di jiwai,disemangati,didasari oleh nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila. Sehingga bisa dikatakan bahwa nilai-nilai dalam pancasila yang
mendasari perjuangan bangsa indonesia untuk merebut kemerdekaan
yang puncaknya ditandai dengan proklamasi.
Nilai-nilai pancasila pada saat penjajah (kolonial) sebelum terjadinya
proklamasi selalu direndahkan, dilecehkan,dan diinjak-injak. Kemudian
dengan dilakukannya proklamasi nilai pancasila ditegakkan, diselamatkan,
di tinggikan, dijunjung tinggi. Sehingga dengan melakukan proklamasi
yang pada awalnya pada masa penjajahan pancasila tidak dianggap
bahkan di lecehkan maka dengan perjuangan rakyat bangsa indonesia
kedudukan pancasila sebagai dasar negara kembali di tegakkan.

4. Penerapan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari hari dan Apakah


Indonesia benar benar sudah merdeka setelah Proklamasi
Pancasila sebagai dasar negara atau bisa dimaknai sebagai ideologi negara
terlahir dan telah membudaya di dalam sejarah perjalanan bangsa
Indonesia. Nilai-nilai Pancasila seyogyanya sudahlah dapat tertanam
dalam hati, tercermin dalam sikap dan perilaku masyarakat Indonesia.
Pada kenyataannya, nilai-nilai Pancasila masih belum dapat dipahami dan
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Masih lemahnya keteladanan
terhadap nilai-nilai Pancasila menimbulkan tumbuhnya gerakan-gerakan
sparatisme dan primordialisme. Hal ini tentu akan mengakibatkan
disintegrasi bangsa. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Kita baru bisa
menjustifikasi apa yang dilakukan orang lain. Namun, kita belum melihat
diri kita sendiri apakah sudah mengimplementasikan Pancasila dalam diri
kita ataukah hanya konsepnya saja yang baru dikuasai? Dan seharusnya,
bukan kita menyalahkan orang lain karena tidak bisa

6
mengimplementasikan Pancasila dengan baik. Namun, mulai dari kita
sendiri yang melakukan dan menjalankan kehidupan sesuai dengan
Pancasila sebagai ideologi negara. Sehingga dapat memberi contoh
kepada orang lain bagaimana mengimplementasi Pancasila dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta tujuan negara dapat
terwujud
Mungkin, sekarang kita tak merasakan lagi penjajahan fisik seperti yang
pernah dilakukan oleh Belanda, Portugis, serta Jepang kepada rakyat di
negeri ini. Tapi, meskipun tak ada lagi penjajah fisik yang dilakukan oleh
penjajah asing, negeri kita ini sebenarnya masih tetap dijajah oleh asing.
Ya, walaupun bukan penjajahan fisik seperti zaman pra kemerdekaran.
Sekarang, penjajahan yang dilakukan oleh negara-negara asing di negeri
ini berupa penjajahan sumber daya alam.

Menurut laporan BIN (badan Intelejen Negara) tahun 2006, setidaknya


ada 76 undang-undang dan puluhan rancangan undang-undang yang
mengakomodir kepentingan asing. Dan hal tersebut menjadikan hampir
semua sektor sumber daya alam dan energi dikuasai oleh asing. Hal
tersebut dipertegas oleh temuan dari BPK (Bandan Pemeriksa Keuangan)
yang menyatakan bahwa perusahaan asing menguasai 70%
pertambangan migas, 75% tambang batu bara, bauksit, nikel, dan timah.
Asing juga menguasai 85 % tambang tembaga dan emas serta 50 %
perkebunan sawit.

Pertamina, BUMN Migas kita hanya menguasai 17% produksi dan


cadangan migas nasional. Sementara itu, 13% sisanya adalah share
perusahaan-perusahaan swasta nasional. Jelas anggota BPK, Ali Masykur
Musa.
Negeri kita telah dikuasai asing, blok cepu yang mengandung minyak
potensial hingga 2,6 miliar barel, dan gas 14 triliyun kaki kubik,
seharusnya bisa dikelola oleh Pertamina, akan tetapi pemerintah malah
memberikannya kepada ExxonMobile untuk mengelola kekayaan alam
tersebut. Belum lagi, kerakusan PT. Freeport yang mengeruk gunung emas
Grasberg di Mimika, Papua, sehingga membuat lembah seluas 212.343
hektar dan sedalam 230km2. Keuntungan bersih Freeport Rp. 121 triliun
dalam kurun waktu 2004-2008, sedangkan penerimaan negara hanya 40
triliun dari laba kotor Rp. 161 Triliun. Sebagai bentuk sedekah, PT.
Freeport Indonesia keluarkan 1% utk rakyat Papua. Jadi, Selama kurun
waktu 2004-2008 rakyat Papua dapat 1% atau Rp. 1.61 Triliun. Itukah yang
disebut merdeka ?
Lihat juga disekitar kita, jangan lupakan rakyat miskin yang hidupnya
terlantar. Menurut data Bank Dunia, ada sekitar 13,3% rakyat Indonesia
hidup di bawah garis kemiskinan kata Anne Booth, Guru besar Ekonomi
Asia dari School of Oriental and African Studies. Selain itu, menurut Bank
Dunia, 18,1% rakyat Indonesia juga memiliki pendapatan dibawah 1,25

7
dollar perhari. Dengan asumsi Rp 11.800,- per dollar AS, pendapatan
masyarakat dalam kelompok tersebut kurang dari Rp 14.750,- per hari.
Dimana letak kemerdekaan itu ? Bila, untuk hidup sehari-hari pun masih
banyak yang serba kekurangan. Data yang di rilis BPS (Badan Pusat
Statistika) per September 2013, setidaknya ada sekitar 28,55 juta orang
miskin di Indonesia. Sebanyak 10,63 juta orang berada di perkotaan dan
17,92 juta orang di pedesaan. Jumlah ini diprediksi bisa terus bertambah,
kerena sampai saat ini, belum ada rumus dan definisi kriteria yang tepat
tentang standar kesejahteraan ekonomi. Naiknya harga sembako yang
dimulai dengan kenaikan harga BBM, menjadi beban tersendiri bagi
rakyat yang hidupnya dibawah garis kemiskinan. Belum lagi UMR (Upah
Minimun Regional) dirasa tak sepadan dengan tenaga yang harus
dikeluarkan oleh para buruh.

Kekayaan alam yang dikeruk habis oleh asing, dan kemiskinan yang
semakin hari semakin bertambah, juga ditambah kesenjangan sosial yang
terjadi dimasyarakat, mengambarkan betapa negeri ini belumlah merdeka
seutuhnya. Itulah mengapa tak sedikit penduduk negeri ini, rela
berkorban mengadu nasib di negeri orang, hanya demi mendapatkan
sesuap nasi guna menghidupi anak dan sanak family. Kalau lah negeri ini
memang sudah merdeka, kenapa masih saja ada TKI ? itu bukti bahwa
ternyata negeri ini belumlah merdeka.

8
BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari bab pembahasan , telah kita ketahui apa itu proklamasi dan pancasila
. Proklamasi sebagai suatu tanda bahwa Indonesia itu sudah merdeka dan
pancasila sebagai ideologi negara .
Sudah kita ketahui juga untuk memproklamasikan Indonesia merdeka
adalah dengan suatu proses yang panjang dan membutuhkan lebih dari sekedar
niat . Bahkan pahlawan pahlawan kita harus sembunyi sembunyi untuk
merancang teks proklamasi tersebut. Sempat terjadi perdebatan juga antara
golongan muda dan tua dalam hal proklamasi ini .
Lalu , apa hubungan antara pancasila dengan proklamasi ? Di pancasila
terdapat 5 sila yang mengandung nilai nilai luhur bangsa Indonesia ini . Dimana
saat Indonesia belum merdeka(masih terjajah) nilai luhur ini bagai dipijak pijak
oleh para penjajah . Baik itu Portugis , Spanyol , Inggris , Belanda ,dan Jepang .
Oleh karena itu , para pahlawan kita berusaha untuk memperjuangkan
nilai nilai luhur ini . Dan pada akhirnya didapat lah Sebuah kemerdekaan melalui
Proklamasi .
Lalu apakah sampai saat ini Indonesia sudah benar benar merdeka ?
Jawabannya belum . Meskipun tidak dijajah secara fisik , akan tetapi Indonesia
masih dijajah dari segi Sumber Daya Alam nya . Seperti yang sudah dijelaskan di
bab pembahasan . Begitupun Pancasila , apakah semua masyarakat Indonesia
sekarang sudah benar benar menjadikan pancasila sebagai ideologi ? jawabannya
belum . Terlihat dari kehidupan sehari hari dimana masih sering terjadi
kriminalitas , ketidakadilan , maupun perpecahan .

B. Saran
1. Sebagai generasi penerus bangsa , kita harus bisa menghargai
pengorbanan pahlawan pahlawan kita dalam memperjuangkan
kemerdekaan . Memperbaharui dan meningkatkan kualitas diri setiap saat
.
2. Sebagai generasi penerus bangsa , kita jangan mau dijajah . Meski itu
bukan secara fisik . Belajar lah yang giat , Tingkatkan kualitas diri agar
kedepannya , SDA Indonesia orang Indonesia lah yang mengolahnya dan
hal ini akan mengurang jumlah pengangguran di Indonesia.
3. Jadikan Pancasila benar benar sebagai ideologi kita . Ideologi yang
mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia . Jangan membuat nilai nilai
luhur tersebut semakin luntur .

DAFTAR PUSTAKA

9
https://www.kompasiana.com/anasafitriel-zam/sudahkah-pancasila-
diimplementasikan-dengan-baik_55290e206ea834411e8b45be

http://www.ilmudasar.com/2016/07/Peristiwa-Proklamasi-Kemerdekaan-dan-
Pembentukan-NKRI-adalah.html

http://noerpaiton.blogspot.co.id/2013/11/hubungan-antara-proklamasi-
pancasila.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila

http://indradarmajun.blogspot.co.id/2015/09/hubungan-pembukaan-dengan-
pancasila.html

10
i