Anda di halaman 1dari 5

HTTP://WWW.ZONANESIA.

NET/2014/12/MACAM-MACAM-BENTUK-
INVESTASI.HTML

MACAM-MACAM BENTUK INVESTASI


by Zonanesia | Friday, February 10, 2017

Zonanesia - Di era modern seperti saat ini, Investasi telah menjadi lahan bisnis baru yang menjanjikan. Di dunia
yang semakin hari segala sesuatunya semakin berkembang ini, investasi sudah menjadi hal yang dicari dan
dijalankan oleh banyak orang. Tak hanya uang yang bisa diinvestasikan, saat ini emas, properti, apartemen, bahkan
obligasi bisa dijadikan bahan atau modal untuk investasi. Itu yang menyebabkan cakupan investasi semakin hari
semakin meluas.

Sebenarnya ada beberapa jenis atau macam investasi. Dan sebagian orang hanya tahu tentang investasi dan belum
mengerti tentang investasi yang sebenarnya. Dalam berinvestasi, secara umum ada dua macam jenis aset, yaitu aset
riil dan aset finansial. Aset Riil merupakan aset yang memiliki wujud. Misalnya yaitu tanah, emas, rumah, dan
logam mulia yang lain. Berinvestasi di aset riil merupakan hal yang umum dilakukan sedangkan Aset finansial yaitu
aset yang wujudnya tidak terlihat, tetapi tetap memiliki nilai yang cukup tinggi. Pada umumnya aset finansial ini
terdapat di dunia perbankan dan juga di pasar modal. Di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia. Beberapa
contoh dari aset finansial misalnya instrumen pasar uang, saham, reksa dana dan obligasi. Kedua aset ini sama-sama
bisa dipertimbangkan sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan yang Anda inginkan. Dalam
berinvestasi, ada beberapa yang harus diingat bahwa selalu ada risiko akan kehilangan modal. Oleh karena itu,
sangat perlu mengetahui dengan benar aset-aset yang cocok Anda pilih untuk berinvestasi sesuai keinginan dan
kebutuhan Anda. Baca juga Jenis Bank dan Fungsinya

Nah berikut ini adalah Jenis-Jenis dan Macam-Macam Bentuk investasi yang perlu Anda ketahui :
1. Reksa dana yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh badan
hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya
disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi bagi orang yang
ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang
dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen
pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi.

Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan
informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak mempunyai cukup waktu untuk
mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi.

2. Mata uang asing


Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih
beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut
sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di
Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.

3. Properti
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah. Keuntungan yang bisa didapat dari
properti yaitu, menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa atau menjual properti
tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

4. Barang-barang koleksi
Biasanya barang-barang koleksi berupa perangko, lukisan, barang antik, cincin, keris, dan lain-lain. Keuntungan
yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain
yang suka kepada barang koleksi tersebut. Jika orang yang kita tawari barang tersebut suka pada barang itu biasanya
bisa membeli dengan harga yang cukup tinggi.

5. Saham
Saham ialah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang
yang memiliki saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut
mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian keuntungan yang disebut
deviden. Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya
disebut dengan capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital
loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari saham ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden.

6. Emas
Emas merupakan barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara
G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris,
Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7.
Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas
biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan
harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.

7. Tabungan di bank
Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti
kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang
diinginkan.

8. Obligasi
Obligasi atau sertifikat obligasi ialah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk
menambah modal perusahaan ataupun membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama
dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku
bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi bisa juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga
yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.

9. Deposito di bank
Deposito di bank merupakan suatu produk deposito yang hampir sama dengan produk tabungan, yang
membedakannya di sini adalah dalam melakukan deposito tidak bisa diambil dalam waktu kapan saja sesuai
keinginan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan
antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito
biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga tabungan. Selama deposito itu belum jatuh tempo, uang pada
deposito tersebut tidak akan terpengaruh oleh naik turunnya suku bunga di bank.

Dalam berinvestasi, selain juga dapat menambah penghasilan seseorang juga membawa risiko keuangan bilamana
investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, di antaranya adalah faktor keamanan (baik
dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), ketertiban hukum, dan lain-lain. Baca juga jenis-jenis
perusahaan
http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-dan-jenis-investasi-menurut-
pakar.html

Pengertian dan Jenis Investasi Menurut Pakar


Pengertian Pakar

Pengertian Investasi menurut Fitzgeral, Investasi adalah suatu aktivitas yang berhubungan dengan
usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang dipakai untuk mengadakan barang modal pada saat
sekarang dan dengan barang modal akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Dari
definisi ini investasi dikonstruksikan sebagai sebuah kegiatan untuk :

1. Penarikan sumber dana yang digunakan untuk pembelian barang modal.

2. Barang modal itu akan dihasilkan produk baru.

Menurut Kamaruddin Ahmad, Pengertian Investasi adalah menempatkan uang atau dana dengan
harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut.
Pengertian investasi ini menekankan pada penempatan uang atau dana. Tujuan investasi ini adalah
untuk memperoleh keuntungan. Hal ini erat kaitannya dengan penanaman investasi di bidang pasar
modal.

Salim HS dan Budi Sutrisno mengemukakan pengertian investasi, Investasi ialah penanaman modal
yang dilakukan oleh investor, baik investor asing maupun domestik dalam berbagai bidang usaha yang
terbuka untuk investasi, yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan.

Pengertian Investasi dalam Ensiklopedia Indonesia, Investasi yaitu penanaman modal atau
penanaman uang dalam proses produksi dengan membeli gedung-gedung, mesin-mesin, bahan-bahan
cadangan, penyelenggaraan uang kas serta perkembangannya. Dalam hal ini cadangan modal barang
diperbesar selama tidak ada modal barang yang harus diganti.

Hakikat investasi dalam definisi ini adalah penanaman modal yang dipergunakan untuk proses produksi.
Dalam hal ini investasi yang ditanamkan hanya digunakan untuk proses produksi saja. kegiatan investasi
dalam realitanya tidak hanya dipergunakan untuk proses produksi, tetapi juga pada kegiatan untuk
membangun berbagai sarana dan prasarana yang dapat menunjung kegiatan investasi.

Selanjutnya Kamarauddin memberikan pengertian investasi dalam tiga artian, yaitu :

(1) Investasi yaitu suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau suarat penyertaan lainnya.

(2) Investasi merupaan suatu tindakan untuk membeli barang-barang modal.


(3) Investasi adalah pemanfaatan dana yang tersedian untuk dipergunakan dalam produksi dengan
pendapatan di masa yang akan datang.

Dalam definisi ini, investasi dikonstruksikan sebagai tindakan membeli saham, obligasi dan barang-
barang modal. Hal ini erat kaitannya dengan pembelian saham pada pasal modal, padahal penanaman
investasi tidak hanya dipasar modal saja, tetapi juga diberbagai bidang lainnya seperti di bidang
pariwisata, pertambangan minyak dan gas bumi, pertanian, kehutanan dan lain sebagainya.

Isilah Investasi sendiri berasal dari kata investire yang berarti memakai atau menggunakan. Investasi
adalah memberikan sesuatu kepada orang lain untuk dikembangkan dan hasil dari sesuatu yang
dikembangkan tersebut akan dibagi sesuai dengan yang diperjanjikan.

Berbicara mengenai macam macam investasi, Investasi sendiri dapat dibagi menjadi dua macam yaitu
investasi asing dan investasi domestik. Investasi Asing adalah investasi yang bersumber dari
pembiayaan luar negeri, sedangkan Investasi Domestik ialah investasi yang bersumber dari pembiayaan
dalam negeri. Investasi pada umumnya digunakan untuk pengembangan usaha yang terbuka dan tujuan
investasi tersebut untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.

| Jenis-jenis Investasi |
Jenis-jenis investasi dapat digolongkan berdasarkan aset, pengaruh, ekonomi, menurut sumbernya dan
cara penanamannya.

1. Jenis Investasi berdasarkan Asetnya

Jenis investasi berdasarkan asetnya merupakan penggolongan investasi dari aspek modal atau
kekayaan. Investasi berdasarkan asetnya terbagi atas dua jenis, yaitu real asset dan financial asset.

Real Asset adalah investasi yang berwujud seperti gedung-gedung, kendaraan dan lain sebagainya,
sedangkan Financial Asset merupakan dokumen (surat-surat) klaim tidak langsung dari pemegangnya
terhadap aktivitas riil pihak yang menerbitkan sekuritas tersebut.

2. Jenis Investasi berdasarkan Pengaruhnya

Jenis investasi menurut pengaruhnya merupakan investasi yang didasarkan pada faktor-faktor yang
memengaruhi atau tidak berpengaruh dari kegiatan investasi. Jenis investasi berdasarkan pengaruhnya
dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu investasi autonomus (berdiri sendiri) dan
Investasi Induces (memengaruhi atau menyebabkan).

Investasi Autonomus adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, bersifat
spekulatif. Contoh investasi ini : pembelian surat-surat berharga.
Investasi Induced ialah investasi yang dipengaruhi kenaikan permintaan akan barang dan jasa serta
tingkat pendapatan. Contoh investasi ini : penghasilan transitori, yaitu penghasilan yang diperoleh selain
dari bekerja, seperti bungan dan sebagainya.

3. Jenis Investasi berdasarkan Sumber Pembiayaannya

Jenis investasi berdasarkan sumber pembiayaannya merupakan investasi yang didasarkan pada asal-
usul investasi yang diperoleh. Jenis investasi ini dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu investasi
yang besumber dari modal asing dan investasi yang bersumber dari modal dalam negeri.

4. Jenis Investasi berdasarkan bentuknya.

Jenis investasi berdasarkan bentuknya merupakan investasi yang didasarkan pada cara menanamkan
investasinya. Jenis investasi ini dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu investasi portofolio dan investasi
langsung.

Investasi Portopolio dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga, contohnya seperti
saham dan obligasi. Investasi langsung merupakan bentuk investasi yang dilakukan dengan
membangun, membeli total, atau mengakuisi suatu perusahaan.

Sekian pembahasan mengenai pengertian investasi dan jenis jenis investasi, semoga tulisan saya
mengenai pengertian investasi dan jenis jenis investasi dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Investasi dan Jenis Jenis Investasi :
Salim HS dan Budi Sutrisno, 2008. Hukum Investasi di Indonesia. Penerbit PT Raja Grafinfo Persada :
Jakarta.