Anda di halaman 1dari 35

3.

PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

PEMERIKSAAN SEBELUM MENGHIDUPKAN ENGINE

PEMERIKSAAN KELILING

PERINGATAN
Kebocoran oli atau bahan bakar, atau terkumpulnya material yang mudah terbakar
sekitar bagian-bagian yang bersuhu tinggi, seperti muffler engine atau turbocharge,
bisa menyebabkan kebakaran. Periksa dengan teliti, dan jika ada kelainan
ditemukan, perbaiki atau hubungi distributor Komatsu anda.

Selalu laksanakan jenis-jenis dari bagian ini sebelum menghidupkan engine


setiap hari.
1. PERIKSA DUMP BODY, FRAME, TIRES, CYLINDERS, LINKAGE, KERUSAKAN HOSE,
KEAUSAN DAN PLAY.
Periksa dump body, frame , tires, cylinders, linkage dan hose untuk keretakan,atau
keausanatau play dan laksanakan perbaikan jika ada kelainan ditemukan.

2. BUANG KOTORAN DARI SEPUTAR ENGINE, SEPUTAR BATTERY, RADIATOR


Periksa bahwa disana tidak ada kotoran atau debu yang terkumpul seputar engine dan radiator.
Periksa juga bahwa disana tidakada material yang mudah terbakar (daun kering, ranting dsb)
terkumpul seputar battery, engine, muffler, turbocharge atau bagian - bagian lain engine yang
bersuhu tinggi.
Buang kotoran atau material yang mudah terbakar yang ditemukan.

3. PERIKSA KEBOCORAN OLI DAN AIR DARI SEPUTAR ENGINE.


Periksa bahwa disana tidak ada kebocoran oli dari engine, dan air pendingin dari sistim
pendingin, jika ada kelainan ditemukan, perbakilah.

4. PERIKSA KEBOCORAN OLI DARI KOTAK TRANSMISSI, KOTAK DIFFERENTIAL,


KOTAK FINAL DRIVE, FRONT DRIVE TANK, HYDRAULIC TANK,HOSE-HOSE DAN
JOINT
Periksa kebocoran oli, dan kelainan yang ditemukan, perbaiki lokasi kebocoran.
Ketika memeriksa kebocoran oli, periksa tanda-tanda kebocoran dari undercover atau tanda-
tanda oli yang menetes diatas tanah.

5. PERIKSA BAUT-BAUT MOUNTING AIR CLEANER YANG LEPAS.


Periksa bahwa disana tidak ada baut-baut mounting yang lepas dari air cleaner. Jika ada yang
lepas ditemukan, kencangkan.

3-1
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

6. PERIKSA RUBBER MOUNT DUMP BODY


Periksa keretakan, benda asing yang melekat, atau baut yang lepas.

7. PERIKSA KERUSAKAN TANGGA,BAUT-BAUT YANG LEPAS


Jika kerusakan ditemui, perbaikilah. Kencangkan baut yang lepas.

8. PERIKSA KERUSAKAN GAUGE, LAMPU-LAMPU,BAUT-BAUT YANG LEPAS


Periksa bahwa disana tidak ada kerusakan panel, gauge, lampu-lampu, dan jika ada kelainan
ditemui, gantilah part. Bersihkan kotoran dari permukaannya.

9. PERIKSA SPION BELAKANG, SPION DEPAN


Periksa kerusakan spion spion, jika ada kerusakan ditemui, gantilah.
Bersihkan semua kotoran dari permukaan spion dan setel sudutnya supaya bayangan
dibelakang ataupun dibawah unit dapat dilihat dari tempat duduk operator.

10. PERIKSA SEAT BELT DAN CLAMP-CLAMP


Periksa bahwa disana tidak ada kelainan pada seat belt atau pengikatnya. Jika ada kerusakan
ditemukan, gantilah dengan part yang baru.
Periksa baut-baut yang lepas dari peralata muonting clamp unit. Kencangkan baut-baut
yang lepas.
Apabila seat belt telah terpakai lama sekali,jika ada kerusakan sisi luarnya atau jumbaian
nya terlihat atau jika clampnya patah atau cacat bentuknya, gantilah seat belt.

11. PEMERKSAAN BAN-BAN

PERINGATAN
Jika ban yang aus atau yang rusak digunakan,
bisa meledak dan mengakibatkan kecelakaan
yang serius atau kematian.

Ban aus:
Ban yang mempunyai tread groove kurang
dari 15% dari ban baru.
Ban yang keausannya sangat extrem tidak
rata.

3-2
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

Ban rusak:
Ban yang mempunyai satu bagan alir
sampai manembus cord atau retak bagian
dalam karetnya.
Ban yang cordnya pecah atau koyak.
Ban yang permukaanya sobek-sobek
Ban tubeless yang bocor atau yang tidak
bisa diperbaiki.
Ban yang tua, tidak berbentuk atau rusak tidak
normal dan terlihat tidak bisa digunakan lagi.

12. PEMERIKSAAN RIM

PERINGATAN

Periksa Rim (roda-roda) dan Ring dari belah, karat dan retak. Khususnya periksa
side rings, lock rings dam rim flanges

PEMERIKSAAN SEBELUM MENGHIDUPKAN


Selalu laksanakan pemeriksaan dalam bagian ini sebelum menghidupkan engine.

PEMERIKSAAN LEVEL AIR PENDINGIN, TAMBAH AIR

PERINGATAN
Jangan membuka tutup ketika air radiator panas. Jika memeriksa air pendingin
selalu pada keadaan Engine dingin dan periksa dari sub tank.

1. Periksa bahwa batas air pendingin berada antara


tanda FULL dan LOW pada subtank (1)
2. Jika level air kurang, tambah air melalui
penambah air (2) pada tangki cadangan sampai
tanda FULL.
3. Jika air tidak nampak pada subtank, tambah air
melalui pengisian radiator (3) pada bagian atas
radiator,lalu tambahkan air pada subtank.
4. Periksa air tidak bercampur dengan oli atau
ketidak normalan yang lain.
5. Setelah menambah air, kencangkan tutup dengan
aman.
6. Jika isi air yang ditambah lebih dari biasanya,
periksa kemungkinan kebocoran air.
3-3
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

PERIKSA DUST INDICATOR


1. Periksa bahwa display kuning (1) tidak
menandakan 7.5 kPa (0,076 kgf/cm2, 1.1 PSI)
2. Jika garis merah menandakan 7.5 kPa (0.076
kgf/cm2, 1.1 PSI) bersihkan atau ganti elemen
dengan segera.
3. Setelah pemeriksaan, pembersihan atau
penggantian, tekan dust indicator (1) untuk
mengembalikan piston kuning ke posisi semula.

PERIKSA LEVEL OLI ENGINE , TAMBAH OLI


1. Periksa level oli dengan dipstick G.
2. Ambil dipstick G, dan hapus oli dengan kain lap.
3. Masukkan dipstick G pada pipa oli, kemudian
tarik kembali.
4. Level oli harus ada antara tanda H dan L pada
tulisan ENGINE STOP pada dipstick. Jika oli
dibawah tanda L, tambah oli melalui lubang
penambah oli F.
5. Jika oli ada diatas tanda H, buka plug untuk drain,
dan lepaskan valve drain (2) untuk membuang
kelebihan oli engine, kemudian periksa kembali
level oli.
6. Jika level oli betul, kencangkan tutup penambah
dengan aman.

KETERANGAN
Apabila memeriksa oli engine setelah unti beroperasi, tunggu kurang lebih 15 menitsetelah
engine dimatikan.
Jika unit parkir ditempat yang agak turun, tempatkan ditempat yang rata sebelum
pemeriksaan oli engine.
Dipstick level oli telah ditandai pada kedua sisi : ENGINE STOPED untukpengukuran ketika
engine mati, dan ENGINE IDLING untuk pengukuran saat engine hidup.
Apabila memeriksa level oli, matikan engine dan periksa dengan sisi ENGINE STOPED
dipstick.
3-4
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

Hal ini juga memungkinkan untuk memeriksa ketika engine hidup, tapi mengikuti prosedur
harus digunakan.
Periksa bahwa suhu air engine ada didaerah hiaju.
Gunakan sisi ENGINE IDLING dipstick.
Buka tutup pengisian oli

PERIKSA LEVEL OLI TRANSMISSI, TAMBAH OLI


1. Setelah menghidupkan engine, putaran engine
pada low idling dan periksa level dengan sight
gauge. (G2).
2. Jika level oli kurang, tambah oli melalui fillernya
(F)

CATATAN
Level oli berubah sesuai suhu oli, jadi lakukan pemeriksaan setelah operasi
pemanasan selesai.
Selama operasi, atau ketika engine hidup pada idling setelah operasi, level
oli berada diatas (G2).
Apabila pemeriksaan level oli dengan engine mati, periksa dengan sight
gauge (G1) sebagai garis panduan dan membuat pemeriksaan terakhir
dengan (G2).
Apabila pemeriksaan level oli dengan engine mati,tunggu setelah engine
dimatikan 20 menit dan periksa dengan sight gauge (G1)

PERIKSA LEVEL OLI STEERING DAN TANGKI OLI


HOIST, TAMBAH OLI

PERINGATAN
Apabila tutup penambah oli dibuka, oli bisa menyemprot, jadi bukalah dengan
pelan-pelan untuk melepaskan tekanan dari dalam, kemudian bukalah dengan hati-
hati.

1. Periksa dengan sight gauge (G).


2. Jika level oli tidak naik pada window sght gauge
(G), tambah oli melalui filler oli (F).

3-5
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

ALIRKAN AIR, ENDAPAN DARI TANGKI BAHAN


BAKAR
Putar keran (1) dibawah tangki bahan bakar, dan
alirkan air dan endapan yang terkumpul di tangki
bahan bakar.bersamaan dengan bahan bakar.

PERIKSA DAN ISI BAHAN BAKAR

PERINGATAN
Apabila menambah bahan bakar, jangan sampai tumpah. Ini bisa menyebabkan
kebakaran. Jika minyak tertumpah, bersihkanlah.

1. Periksa level minyak melalui fuel gauge G yang


dipasang pada pada fuel tank.
2. Setelah selesai operasi, tambah bahan bakar
melalui lubang bahan bakar F pada fuel tank.
Kapasitas fuel tank 750 liter (206.1 US gal)
3. Setelah menambah bahan bakar, kencangkan
tutup dengan baik.

KETERANGAN
Jika breather buntu (1), tekanan dalam tangki
turun dan kemungkinan bahan bakar tidak
mengalir, jadi bersihkan lubang breather dari
waktu ke waktu.
Untuk mencegah udara masuk ke Engine, jangan
biarkan jumlah bahan bakar habis

3-6
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

PERIKSA MUR DAN TEKANAN RODA/BAN


Periksa kekendoran mur roda (1), jika ada yang
lepas/kendor, kencang.
Torque Kekencangan: 1519 to 1617 N.m
(155 to 165 kgf.m, 1121 to 1193 lbft)

Mengukur tekanan roda dengan gauge tire pressure ketika roda dingin sebelum memulai
bekerja.
Pada saat yang sama pemeriksaan tekanan roda, periksa dengan hati-hati untuk sayatan kecil
atau kerusakan lain, dan periksa juga bahwa tidak ada paku atau logam pada ban yang mana
bisa menyebabkan suatu kebocoran.
Standar kekencangan tekanan roda (roda depan dan belakang)

PERIKSA WARNING LAMP PUSAT, ALARM BUZZER, MONITOR LAMPS DAN METER

Sebelum menghidupkan Engine putar switch starter


keposisi ON. Tekan switch monitor machine (1) dan
periksa bahwa monitor tidak terdapat kerusakan.

Jika terdapat instrument panel tidak berfungsi,


kemungkinan kerusakan untuk itu hubungi PT United
Tractors Tbk untuk perbaikan.

3-7
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

PERIKSA BEKERJANYA BRAKE


Periksa Parking Brake, Foot Brake dan Retarder brake bekerja dengan baik.
Jika terjadi ketidaknormalan segera hubungi PT United Tractors Tbk untuk perbaikan

PEMERIKSAAN KAPASITAS PENGEREMAN


EMERGENCY BRAKE
Pemeriksaan kapasitas pengereman emergency brake sbb:
1. Hentikan unit pada daerah datar, naikkan tekanan
oli pada maximum, Set parking brake ke posisi
TRAVEL, kemudian injak pedal Emergency brake.
2. Set shift lever (2) ke posisi D, naikan putaran
engine secara bertahap dan periksa bahwa unit
tidak bergerak ketika mencapai kecepatan penuh.
Jika unit tidak bergerak berarti unit normal.
3. Turunkan putaran Engine dan set shift lever pada
posisi N dan set Parking brake pada posisi
PARK

PEMERIKSAAN STEERING EMERGENCY


Pemeriksaan emergency secara manual
1. Putar kunci switch starter keposisi ON.
2. Putar switch steering emergency (1) keposisi ON,
dan periksa bahwa roda kemudi dapat
dioperasikan. Jika roda kemudi tidak dapat
dioperasikan, mohon hubungi PT United Tractors
Tbk.

Pemeriksaan auto emergency steering


(Unit yang dilengkapi dengan auto emergency
steering)
1. Putar switch starter ke posisi START dan hidupkan
engine.
2. Periksa bahwa lampu peringatan tekanan oli mati,
lalu tarik retarder control lever (2) sepenuhnya
dan matikan Engine.
3-8
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
3. Putar switch starter keposisi ON
4. Periksa bahwa monitor emergency steering bekerja dan steering dapat bekerja 1 detik
setelah switch parking brake (3) di set ke posisi TRAVEL
PERIKSA BACKUP ALARM
1. Putar switch starter ke posisi ON
2. Tarik shift lever keposisi R dan perikasa bahwa backup alarm bekerja.

PERIKSA KABEL LISTRIK

PERINGATAN
Jika fuse sering putus atau jika ada bekas konslet pada kabel listrik, segera lakukan
perbaikan.
Kumpulan material yang mudah terbakar (daun kering, ranting, rumput dsb.) seputar
battery dapat menyebabkan kebakaran, jadi selalu periksa dan buang semua material.
Jagalah kebersihan permukaan atas battery dan periksa lubang pernafasan pada tutup
battery. Jika tersumbat dengan debu atau kotoran, cuci tutup battery supaya lubang
pernafasan bersih.

Periksa untuk kerusakan dan kapasitas yang salah dari fuse dan tanda-tanda terlepasnya
atau konslet dalam kabel listrik. Periksa juga untuk terminal yang lepas dan kencangkan
bagian-bagian yang lepas.
Periksa kabel battery, starting motor dan alternator dengan teliti.

Ketika melakukan pemeriksaan sambil mengelilingi unit atau pemeriksaan sebelum


menghidupkan engine, selalu periksa jika ada kumpulan material yang mudah terbakar seputar
battery dan buang material tsb.

3-9
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

PENYETELAN SEBELUM OPERASI


PENYETELAN OPERATOR SEAT

PERINGATAN
Parkir unit ditempat yang aman dan matikan engine ketika melakukan penyetelan operator
seat.

Setel tempat duduk sebelum mulai operasi atau ketika berganti operator

Setel tempat duduk sehingga anda mampu menekan pedal brake secara penuh dengan
punggung anda melawan sandaran.

PENGATUARAN SEAT BELT

PERINGATAN

Sebelum mengencangkan seat belt, periksa bahwa seat belt tersebut tidak mengalami
kerusakan pada pengikat atau beltnya.
Dimana tidak mengalami kerusakan ganti seat belt tersebut setiap 3 tahun. Tanggal
perbuatan terdapat di balik seat belt.
Atur dan pasangkan seat belt sebelum mulai jalan.
Selalu gunakan seat belt selama operasi.
Jangan gunakan seat belt dengan salah satu atau seat belt melipat.

Mengatur kemiringan steering wheel

PERINGATAN
Selalu hentikan unit sebelum mengatur kemiringan steering wheel.

Kemiringan steering wheel dapat di atur kedepan dan


kebelakang, keatas dan kebawah. Tarik lever keatas
dan atur kemiringan steering wheel sesuai dengan
yang dikehendaki, lalu tekan lever kebawah untuk
mengunci steering wheel.
Rentang penyetelan : Depan/belakng : 80 cm/80mm (3.2 in/3.2 in)
(Dari tengah pada steering wheel)

3 - 10
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
Keatas : 33 mm (1.3 in)
Kebawah : 17 mm (0.7 in)

PEMERIKSAAN SEBELUM MENGHIDUPKAN ENGINE

PERINGATAN
Ketika menghidupkan Engine, periksa bahwa
shift lever pada posisi N (netral) dan parking
brake switch pada posisi PARKING
Sebelum berdiri dari tempat duduk , yakinkan
bahwa lever trasmisi N (netral) dan lever parkir
brake posisi PARKING

1. Periksa lever parking brake 1 pada posisi


PARKING

2. Periksa lever tranmisi posisi N


Kaeterangan:
Jika lever trasmisi tidak posisi netral N engine tidak
bisa Start. Jika switch starter diputar keposisi ON
pada saat lever transmisi tidak posisi netral maka
lampu pilot dan lampu perigatan utama akan berkedin
serta buzzer alarm akan bunyi.
3. Periksa lever Dump (3) pada posisi FLOAT.

4. Periksa lever Retarder (4) pada posisi RELEASE

3 - 11
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

5. Periksa ketidak normalan pada monitor unit atau


monitor maintenance ketika switch starter (5)
diputar keposisi ON.

MENGHIDUPKAN ENGINE
Menghidupkan Engine Normal

PERINGATAN

Periksa dan yakinkan tidak ada orang disekitar


unit. Lalu bunyikan kelaksaon satu kali (1 X )
tunggu beberapa detik lalu hidupkan Engine.
Ketika menghidupkan Engine ditepat sempit hati-
hati dengan partikel gas buang karena
mengandung racun untuk itu yakinkan bahwa
ventilasi keadaan baik.

CATATAN
Jangan menaikkan putaran Engine dengan tiba-tiba sebelum proses pemanasan
sepenuhnya.
Jangan menghidupkan Starting Motor terus menerus lebih dari 20 detik
Jika engine tidak mau hidup, tungggu 2 menit sebelum mencoba untuk menghidupkan
kembali engine.

1. Putar switch starter (1) ke START posisi untuk


menghidupkan Engine

3 - 12
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
2. Ketika engine hidup, lepas switch starter (1) kunci
akan kemabali secara otomatis keposisi ON.

PROSEDUR SETELAH ENGINE HIDUP

Penanganan pada unit

PERINGATAN
Unit KOMATSU anda telah melalui penyetelan dan pengetesan sebelum pengapalan, akan tetapi
pengoperasian unit di bawah kondisi awal dapat mengurangi kinerja dan memperpendek umur
unit.
Yakinkan untuk breaking pada unit sampai 100 jam operasi pertama

Biarkan Engine pada putaran Idle selam 5 menit setelah hidup


Hindari operasi dengan beban penuh dan kecepatan tinggi
Segera setelah menghidupkan Engine, menaikkan gas secara tiba-tiba, matikan engine
dengna tiba-tiba pada kondisi norma dan merubah arah gerak dengan tiba-tiba.

Setelah engine hidup , jangan langsung mengoperasikan unit. Pertama, periksa bagian luar.

1. Setelah Engine hidup, biarkan putaran Engine pada putaran rendah selam 5 menit untuk
proses pemanasan.
2. Setelah prosedur pemanasan, periksa monitor panel normal.
Jika terjadi ketidaknormalan, segera perbaiki.
Ketika switch AISS LOW pada posisi AUTO dan temperatur air engine dibawah normal
secara otomatis putaran engine akan naik.
3. Periksa ketidaknormalan dari warna dari gas buang, suara suara atau getaran. Jika terjadi
ketidaknormalan segera perbaiki.

3 - 13
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

MEMATIKAN ENGINE
CATATAN
Jika Engine tiba-tiba dimatikan tanpa adanya
pendinginan, hal ini sangat membahayakan dan
mengurangi umur Engine parts. Oleh karena itu
jangan sekali-kali mematikan engine mendadak
kecuali keadaan darurat.
Ikuti tahap-tahap pendingin sebelum mematikan
Engine dibawah ini.

1. Set shift lever keposisi N (netral), lalu set switch


parking brake keposisi PARKING.
2. Turunkan dump body dan set dump lever keposisi
HOLD.
3. Biarkan Engine pada putaran rendah selama 5
menit untuk pendinginan.
4. Putar switch starter (1) ke posisi OFF untuk
mematikan Engine
5. Tarik kunci dari starter switch

PEMERIKSAAN SETELAH ENGINE MATI


1. Lakukan pemeriksaan keliling dan dump body, body work
dan undercarriage dan periksa juga kebocoran oli dan air.
2. Isi bahan bakar.
3. Periksa sekitar Engine dari kertas dan debu. Bersihkan
kertas dan debu untuk mencegah terjadinya kebakaran.
4. Bersihkan undercarriage dari lumpur.

3 - 14
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

MENJALANKAN UNIT (KEDEPAN ,KEBELAKANG) BERHENTI

MENJALANKAN UNIT KEDEPAN

PERINGATAN
Ketika menghidupkan Engine, periksa bahwa area
sekitar unit aman, lalu bunyikan klakson sebelum
menghidupkan Engine.
Jangan biarkan seseorang berada di sekitar unit.
Bersihkan jalan dari rintangan.
Berikan perhatian khusus bagian belakang unit
saat bergerak mundur.

1. Periksa lampu peringatan tidak ada yang menyala.

2. Pasangkan sabuk pengaman anda


3. Periksa lever Dump (1) pada posisi FLOAT dan
lampu petunjuknya mati.
Jika lampu petunjuk dump body menyala,
gerakkan lever dump keposisi HOLD kemudian
gerakkan lever dump ke posisi FLOAT untuk
membatalakan dump body keadaan HOLD.
4. Injak pedal rem penuh. atur switch parking brake
(2) ke posisi TRAVEL untuk melepas rem parkir.

Keterangan

3 - 15
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
Jika Engine mati dengan switch parking brake pada TRAVEL,
Parking brake akan bekerja secara otomatis walaupun switch parking brake posisi TRAVEL.
Ketika menghidupkan Engine lagi, gerakkan switch parking brake keposisi PARKING dan
kemudian gerakkan switch kembali ke TRAVEL untuk membatalkan parking brake.

5. Periksa lampu monitor retarder (3) telah padam,


lalu atur lever transmisi (4) pada posisi maju.
CATATAN
Ketika menggerakkan shift lever, yakinkan
posisinya tepat.
Jiks shift lever tidak pada posisi yang benar,
lampu posisi shift display pada panel akan
mati dan lampu peringatan trasmisi akan
menyala.
Selalu melepas pedal gas sebelum
memindahkan dari R (Revers/mundur) ke F
(Forward/maju)
Ketika memindahkan shift lever, turunkan
putaran engine pada putaran rendah.
6. Injak pedal gas secara bertahap untuk
menggerakkan unit.

CATATAN :

Jika leper rem parkir belum dilepas, sementara


lever transmisi sudah dipindahkan keposisi
selain netral (N) lampu peringatan utam akan
menyala dan alarm akan berbunyi.
Jika leper Dump tidak pada posisi FLOAT, sementara lever transmisi sudah dipindahkan
keposisi selain netral (N) lampu peringatan utam akan menyala dan alarm akan berbunyi.
Jangan memindahkan lever transmisi sementara pedal gas diinjak. Karena hal ini akan
menimbulkan hentakan yang sangat besar dan akan memperccepat kerusakan unit.

3 - 16
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

BERJALAN MUNDUR

PERINGATAN

Ketika merubah antara MAJU dan MUNDUR,


periksa bahwa arah yang akan dilalui aman
Ada bagian belakang unit yang tidak dapat
dilihat dari depan maka harus extra hati-
hati saat mundur.
Selalu berhenti unity secara penuh sebelum
merubah antara MAJU dan MUNDUR.

Letakkan lever transmisi (1) pada posisi R, dan injak


pedal gas (2) secara bertahap untuk menggerakkan
unit.
CATATAN
Jika lever Dump selain posisi FLOAT, unit tidak
dapat bergerak mundur. Letak lever Dump pada
posisi FLOAT sebelum lever trasmisi pada posisi
R.
Bila memindahkan antara MAJU dan MUNDUR,
selalu hentikan unit dengan lengkap sebelum
memindahkan lever transmisi.
Ketika memindahkan dari MAJU ke MUNDUR hentikan unit dengan lengkap dan biarkan
Engine pada putaran rendah ketika memindahkan shift lever. Setelah memindahkan shift
lever jangan menginjak pedal gas sampai anda mengetahui bahwa clutch transmisi
terhubung.
Jangan memindahkan lever transmisi pada saat pedal gas di injak.Tindakan ini kan
menyebabkan guncangan yang keras, dan juga akan memperpendek umur dari unit
tersebut.
3 - 17
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

MENGHENTIKAN UNIT

PERINGATAN

Hindari berhenti secara mendadak, Buat seaman


mungkin di dalalm ruangan cabin ketika berhenti.
Jika pedal rem di gunakan berulang-ulang atu di
injak dalam waktu lama, rem depan dapat panas
dan hal ini dapat memperpendek umur rem
depan.
Jika rem parkir digunakan untuk menghentikan unit, rem akan rusak. Jangan gunakan rem
parkir kecuali ketika penghentian darurat atau ketika parkir unit setelah berhenti penuh .

BERHENTI NORMAL
Lepas pedal gas (1) dan injak pedal rem (2) untuk
menghentikan unit.

BERHENTI DARURAT

PERINGATAN

Ketika unit berhenti, letakkan balok pengganjal


dibawah ban dengan segera.
Dengan segera setelah melakukan penghentian
darurat, Disc parkir rem dalak keadaan panas,

3 - 18
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
tunggu untuk pendinginan sebelum
menggerakkan unit untuk perbaiakan.

1. Tarik kontrol lever retarder (1) penuh untuk


memasang retarder.

2. Jika pengoperasian retarder tidak memberikan


dampak pengereman, Atur lever emergency rem
(2) pada posisi Applied (berkerja). Ketika
emergency rem terpasang secara otomatis parkir
rem terpasang.

3. Set parking brake keposisi PARKING ketika unit


berhenti.
4. Ketika unit berhenti, letakkan balok pengganjal
dibawah ban dengan segera, lalu cari
kerusakannya dan segera perbaiki.

Catatan
Jika Unit dilakukan dengan emergency brake, lampu peringatan utama akan berkedip dan alarm
buzzer akan berkedip. Jika hal ini terjadi kembalikan lever transmisi ke posisi N (netral) untuk
membatalkan lampu peringatan dan alarm buzzer.

LEVER TRANSMISI

Unit sudah dilengkapi dengan Transmisi otomatis,


diatur oleh lever (1) transmisi secara otomatis akan
pindah sesuai dengan kecepatan unit.

Ketika Dump body diatas, kecepatan terkunci pada kecepatan kedua saat lever transmisi
posisi D. dan kecepatan pertama pada saat lever posisi L 6. Waktu jalan turunkan Dump
body.

3 - 19
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

CATATAN
Ketika merubah arah dari MAJU ke MUNDUR,
hentikan unit secara penuh biarakn engine pada
putaran rendah ketika pemindahan lever trasmisi.
Setelah lever transmisi dipindah jangan langsung
menginjak pedal gas hingga merasakan bahwa
clutch transmisi bener-benar terhubung.
Jangan memindah lever transmisi ketika pedal gas masih diinjak. Karena hal ini akan
menimbulkan hentakan yang sangat besar dan akan memperccepat kerusakan unit.

Menaikkan kecepatan
1. Ketika pedal gas (1) diinjak untuk menambah
kecepatan unit, lockup clutch terhubung untuk
merubah trasmisi menjadi direct drive
2. Jika diinjak lebih dalam secara otomatis akan
terjadi penambahan tingkat kecepatan.

Menurunkan Kecepatan.
Jika pedal gas(2) dilepas kecepatan unit akan
berkurang dan secera otomatis transmisi akan
menurunkan tingkat kecepatan.

Down shift Inhibit


Down shift inhibit untuk mencegah terjadinya overruning pada engine ketika pengoperasian
lever transmisi tidak tepat.

Menurunkan kecepatan ketika menggunakan footbrake


Pedal brake digunakan untuk mengurangi kecepatan unit, jika unit berjalan dengan kecepatan
transmisi di rentang kedua (2 nd) ~ keempat (4th), Transmisi tidak akan turun ke yang lebih
rendah hingga kecepatannya turun hingga mencapai rentang 2 nd atau brake di lepas.
Mempertahankan range kecepatan, menurunkan kecepatan saat perpindahan agar mengurangi
goncangan.
.

3 - 20
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

Skip Shift
Untuk gearshift normal transmisi berpindah 1X setiap satu range.
Saat mendaki dan kecepatan turun tiba-tiba, trasmisi melewati 1 gear range turun untuk
mengurangi kejutan transmisi (misal dari 5 ke 3, dari 4 ke 2 )

Overrun Prevention device


Jika tachometer Engine masuk daerah merah selam operasi , alarm buzzer akan bunyi dan
lampu peringatan utama akan menyala pada waktu bersamaan. Lalu turunkan kecepatan
Engine Jika kecepatan unit ketika berjalan menurun melebihi maximum speed dari rentang
kecepatan, Overrun prevention device akan mengaktifkan Retarder dan mengurangi
kecepatan.
BERJALAN MENURUN
Ketika berjalan menurun, jalankan unit pada kecepatan yang aman sesuai dengan lebar dari
jalan, kondisi dari permukaan jalan dan kondisi lain dari job Site misalnya peraturan kecepatan
jalan di tambang.

PERINGATAN
Jika unit berhenti, jika diperlukan letakkan balok ganjal di bawah roda.
Untuk mempertahankan kecepatan maximum pada saat turunan gunakan Retarder, lihat
grapik kemampuan brake pada saat turunan jarak dan sudut tertentu.
Berjalan pada turunan secara terus menerus dengan ke
cepatan melibihi yang diizinkan akan berbahaya dan dapat merusak rem .
Jika lampu monitor temperatur oli retarder berkedip ketika menggunakan retarder,
turunkan kecepatan untuk berjalan menurun.
(Ketika ini terjadi, lampu peringatan pusat berkedip dan buzzer alarm akan bunyi)
Jika lampu monitor tidak mau mati setelah kecepatan transmisi diturunkan, Hentikan unit
saat itu juga, atur lever transmisi pada posisi N, putaran engine pada 2000 rpm, dan
tunggu hingga lampu monitor mati.
Jika retarder tidak berfungsi pada saat di gunakan pada jalan turunan, ikuti langkah-
langkah berikut ini:
1. Lepas retarder brake secara penuh, lalu tarik kembali lever barake retarder.
2. Jia tida ada reaksi setelah lever retarder di tarik kembali, kembalikan kembali lever
retarder pada posisi releas(tidak rem) secara penuh, lalu injak pedal brake untuk
menghentikan unit dan anda kontak PT. United Tractors Tbk. terdekat.
Gunakan retarder perlahan-lahan, jika rem diaktifkan secara mendadak, hal ini sangat
berbahaya karena ban unit and akan slip.

3 - 21
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

CATATAN
Jika lever retarder di operasikan ketika berjalan menurun, Transmisi dapat turun lebih
cepat daripada mengurangi gas.
Ketika berjalan menurun jangan gunakan pedal brake kecuali darurat. Menggunakan pedal
brake akan menyebabkan panas pada rem depan dan mengurangi umur dari rem tersebut.
Jangan menginjak gas atau menaikkan kecepatan ketika sedang menggunakan retarder.
Kecepatan Engine akan naik san hal ini dapat menyebabkan alarm buzzer bunyi dan lampu
peringatan berkedip

1. Sebelum mulai berjalan menurun, lepas pedal gas


(1) dan operasikan retarder lever (2) untuk
mengurangi unit menurun.

2. Gerakkan lever transmisi pada posisi (6, 5, 4, 3,


2) lalu atur kecepatan sesuai dengan kecepatan
maksimum yang diizinkan dan sesuai dengan
kemampuan rem.

3 - 22
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

ARSC ( AUTOMATIC RETARD SPEED CONTROL )


Switch perlambatan kecepatan otomatis.

Ketika dump truck sedang berjalan diturunan, jika switch ditekan maka kecepatan truck dapat
dikendalikan. Retarder secara otomatis aktif untuk mencegah kecepatan truck melebihi
kecepatan yang telah diatur, jadi hal ini membuat pengoprasian retarder menjadi mudah.

NAMA-NAMA KOMPONEN

1. Auto retarder (ARSC) switch 6. Accelerator pedal


3 - 23
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

2. Auto retarder (ARSC) set lever 7. Brake pedal


3. Auto retarder set speed indicator 8. Auto retarder READY pilot lamp
4. Central warning lamp 9. Retarder pilot lamp
5. Retarder control lever

a. Set c. Decrease speed


b. Increase speed d. Cancle

1. AUTO RETARDER (ARSC) SWITCH


Switch ini digunakan untuk mematikan dan menghidupkan ARSC

2. AUTO RETARDER (ARSC) SET LEVER


Switch ini digunakan untuk dibawah ini :
setting kecepatan jalan, penyetelan kecepatan naik atau turun dan membatalkan setting
kecepatan.

3. AUTO RETARDER SET SPEED INDICATOR


Display (3) ini untuk menunjukkan kecepatan ( km / jam ) yang telah diset.
Display akan mati ketika Switch auto retarder (1) dimatikan.
Display menunjukkan angka O ketika ada pembatalan.
Ketika Switch starter posisi ON atau Switch auto retarder ON, angka kecepatan yang telah
diset sebelumnya akan muncul

4. CENTRAL WARNING LAMP


Lampu (4) ini menyala jika ada ketidak normalan pada sistim ARSC ketika Switch sistim
ON.

5. RETARDER CONTROL LEVER


Meskipun ARSC sedang aktif, retarder dapat dikendalikan oleh lever ini (5).
Selama ARSC aktif, lever akan terasa lebih berat saat ditarik. Dan jika ditari tiba-tiba atau
terlalu kencang unit akan langsung berhenti.
3 - 24
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

6. ACCELERATOR PEDAL
ARSC hanya bekerja ketika pedal accelerator (6) tidak di injak

7. BRAKE PEDAL
Meskipun ARSC sedang aktif, wheel brake dapat dikendalikan oleh pedal ini (7).

8. AUTO RETARDER READY PILOT LAMP


Ketika lampu menyala, ini menunjukan ARSC boleh digunakan pada kecepatan laju unit
yang sudah diset. ketika lampu padam, ARSC tidak bekerja.
Lampu menyala 3 detik ketika staring Switch diputar ke ON.

9. RETARDER PILOT LAMP


Lampu ini (9) menyala saat reterder dioperasikan, meskipun ARSC sedang aktif.

METODE PENGOPERASIAN ARSC

1. MENGAKTIFKAN SISTIM ARSC.


Sistim ARSC aktif bila Switch sistim posisi ON. Jika Switch diset pada Lever ARSC ditekan,
kecepatan berjalan sesaat diset sebagai. Kecepatan jalan menurun. Jika kecepatan berjalan
melebihi dari kecepatan menurun yang telah diset, Retarder akan bekerja secara otomatis.
Pengaturan kecepatan jalan menyala dan tersimpan didalam memori, jika pedal gas ditekan
saat ARSC telah sedang dioprasikan, ARSC dibatalkan dan kecepatan akan naik. Jika pedal
brake atau laver Retarder dioprasikan saat ARSC telah sedang dioprasikan, ini
memungkinkan untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan unit.

2. SET SPEED ( PENGATURAN KECEPATAN ).

PERINGATAN

Jika kecepatan yang diset melebihi kecepatan maksimum yang diizinkan, akan timbul
bahaya over heating dan retarder brake akan rusak. Jaga selalu kecepatan di bawah
kecepatan maksimum yang diizinkan.

Jika kecepatan jalan ternyata lebih rendah dari 10 Km/Jam ( 6,2 MPH ) saat pengoperasian
setting, maka hal itu telah diset 10 Km/Jam. Jika lebih dari 55 km/h (34.2 MPH), maka diset
untuk 55 km/h (34.2 MPH)
Set Range untuk kecepatan jalan tergantung pada pemilihan lever pemindahan transmisi.

3 - 25
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
Jika lever pemindahan ( Shift Lever ) pada posisi D,6,5,4,3,2 atau L Seet Speed Range
antara 10-55 Km/Jam ( 6,2 34.2 mph ).
kecepatan jalan tidak dapat diset saat shift liver posisi N atau R.

3. METODE PENYETELAN TRAVEL SPEED


Untuk menaikkan set travel speed 1 Km / Jam ( 0,6 mph ), tekan lever ARSC ke atas sekali.
Untuk menurunkan set travel speed 1 Km / Jam ( 0,6 mph ) tarik lever ARSC kebawah
sekali.

Keterangan :
Bebaskan lever set ARSC setelah merubah set travel speed.
Jika set switch dan cencel dioperasikan secara bersamaan, maka cancel pengoperasian
yang diprioritaskan.
Jika Switch set dan Switch penambah kecepatan (top up) dioprasikan dalam waktu
bersamaan, maka pengoprasian dari top up (penambah kecepatan) yang
diprioritaskan.
Jika Switch set dan Switch penurun ( top down ) dioperasikan secara bersamaan,
maka pengoperasian tap down yang diprioritaskan
Top Up dan Top Down (penambah dan penurun kecepatan ) digunakan untuk
membuat penyetelan yang baik dari set Travel Speed. Dalam hal ini memungkinkan
untuk penyetelan set travel speed + 5 Km/Jam (3,1 MPH) ketika berjalan dengan sistim
ARSC ( ketika pedal gas dibataskan ). Saat pedal gas telah sedang dioprasikan, ARSC
dibatalkan, jika hal ini memungkinkan untuk mengoprasikan dengan bebas antara 10
sampai 55 Km/Jam (dari 6,2 sampai 34,2 MPH)

4. Methode Menaikan Set Speed.


Jika ingin menaikkan set speed, tekan pedal gas untuk menaikan kecepatan, dan saat set
Travel Speed yang diinginkan dicapai, Tekan Switch set ON pada set Lever ARSC set Travel
akan dirubah kecepatan baru.

5. Methode Penurunan Set Speed.


Jika ingin menurunkan Set Speed, Operasikan lever Retarder untuk menurunkan kecepatan,
dan saat set travel speed yang diinginkan dicapai, tekan Switch set ON pada lever set
ARSC. Set travel Speed akan dirubah kecepatan baru.

Keterangan :
Setelah menggunakan Lever Reterder untuk menurunkan kecepatan, kembalikan keposisi
semula. Jika lever ditarik dengan tiba-tiba brake akan bekerja dengan mendadak.

3 - 26
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

6. Berjalan Lagi Saat Set Speed.


Jika unit berjalan mengulangi pada Slope yang sama, kecepatan jalan telah diset sekali hal
ini memungkinkan untuk. Mengoprasikan ARSC tanpa harus melakukan setting tiap waktu.
Sebelum memasuki jalan yang menurun, Jika kecepatan jalan telah disetel kecepatan yang
lebih rendah dari set speed yang ditampilkan pada layar kecepatan jalan, Lampu READY
(hijau) menyala dan ARSC diaktifkan saat pedal gas dibebaskan.
Keterangan :
Saat berjalan pada kecepatan yang lebih tinggi dari set speed yang ditampilkan pada
layar/display kecepatan jalan, ARSC tidak aktif bahkan saat pedal gas dibebaskan.
Ketika hal ini terjadi, Lampu READY (hijau) juga tidak menyala. Selalu melakukan
penyetelan kecepatan jalan kecepatan yang lebih rendah dari set speed yang ditampilkan
pada layar/display kecepatan jalan, dan check bawah lampu READY menyala.

7. Methode Pembatalan Set Travel.


Methode 1 : Jika Switch pembatalan dioperasikan lebih dari 1 detik, kontrol berhenti,
saat hal ini terjadi, layar/display kecepatan jalan menunjukkan O.
Methode 2 : Jika Switch sistim diputar ke OFF, kontrol dibatalkan. Ketika hal ini terjadi
layar/display kecepatan jalan akan padam.
Keterangan :
Switch harus dioperasikan lebih dari 1 (satu) detik ( berbeda dengan Switch yang lain )
untuk membatalkan kontrol. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada kontrol saat sedang
dibatalkan jika Switch ditekan dengan kesalahan/tidak benar.

8. Rekomendasi Set Speed.


Aturlah kecepatan jalan pada putaran engine 1800 rpm, dan berjalan dengan kondisi suhu
oli pada range hijau. Jika ada bahaya, oli retarder mungkin Overheat, lampu perhatian ARSC
menyala dan set travel speed secara otomatis akan turun.

GRAFIK KEMAMPUAN REM


Cara membaca grapik
Contoh: Unit dilengkapi dengan exhaust brake
Jarak menurun : 1500 m (4921 ft) Grade resistance : -13 %
Travel resistance : -11 % Rolling Resistance :2%
Load : 91 Tons

3 - 27
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

Gunakan grafik untuk mendapatkan kecepatan maksimum yang dijinkan dan rentang kecepatan
bila melakukan perjalanan menurun dengan kondisi diatas.
1. Gunakan grafik kehandalan rem untuk suatu jalan menurun 1500 m (4921 ft).
2. Tunjukkan berat kotor mesin A pada grafik dan tarik sebuah garis lurus kebawah dari
titikA.
3. Dapatkan titik B dimana garis vertikal memotong garis travel resistance minus 11 %, dan
tarik sebuah garis horizoltal dari titik B.
4. Dapatkan titik C dimana garis horizontal memotong kurva kehandalan. Tarik sebuah garis
lurus dari titik C kebawah dan dapatkan titik D dimana garis vertikal memotong garis skala
kecepatan mesin.
5. Melaluai proses diata, dapat diperoleh nilai-nilai berikut:

Dari titik (D) : Kecepatan yang dijinkan adalah 31.5 Km/jam atau (19.6 MPH)
Dari titik (C) : Gigi kecepatan pada F4

Nilai untuk kecepatan maksimum yang diijinkan ini hanya sebuah nilai sasaran kasar
berdasarkan pada kehandalan rem retarder. Tetapi pada job site sesungguhnya, kecepatan
mengemudi yang aman hampir selalu lebih kecil dari pada kecepatan maksimum yang dijinkan
karena kondisi jalan dan faktor lainnya. Oleh karena itu, pilih suatu kecepatan dimana
pengukur temperatur oli retarder akan bertahan pada daerah hijau.

HD 785 -7
Kehandalan rem
3 - 28
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
Panjang slope : 450 m (1476 ft)
Ukuran Ban : 27.00-49**

Kehandalan rem
Panjang slope : 450 m (1476 ft) with exhaust brake
Ukuran Ban : 27.00-49**

MENGEMUDIKAN UNIT
3 - 29
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

PERINGATAN
Jika unit berbelok pada kecepatan tinggi atau pada
darah miring, hal ini sangat berbahaya unit dapat
terbalik, jangan mengoperasikan steering pada
kondisi ini.

PERHATIAN

Jangan terus memutarkan steering ketika roda sudah penuh belok kekan atau kekiri. Hal ini
akan menyebabkab teperatur oli di dalam system naik dan akan terjadi overheat .

Ketika sedang berjalan, atur roda kemudi dengan memutar langsung steering kemudi (1).

Ketika berjalan di daerah sebuah kurva, lepas pedal gas sebelum masuk daerah kurva,
turunkan kecepatan pada kecepatan rendah, lalu injak pedal gas secara bertahap unTuk
melewati daerah kurva. Jangan melewati daerah berpasir dengan kecepatan tinggi.

MENGOPERASIKAN DUMP BODY

PERINGATAN

Ketika sedang malakukan dumping, selalu ikuti


petunjuk dumping sesuai dengan tanda dari
flagman.
Ketika membuang batuan besar operasikan dump
body perlahan-lahan.
Ketika melakukan pemeriksaan dengan posisi dump lever terangkat , selalu gunakan safety
pins, set dump lever ke posisi HOLD dan kunci dengan safety lock knob.

Operasikan Dump Body sebagai berikut


1. Tempatkan shift lever (1) ke posisi N (netral) dan
set switch parking brake (2) ke posisi PARKING.

2. Letakkan lever dump (3) pada posisi RAISE, injak


pedal gas untuk menaikkan dump body.

3 - 30
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
Jika dump lever dilepas pada posisi RAISE . Lever
akan tertahan pada posisi RAISE dan Dump body
akan terus bergerak naik
Kecepatan naik sebanding dengan kecepatan
engine.

3. Bila dump body naik pada posisi yang ditetapkan


(posisi pengukur body yang disetel), lever dump
(3) kembali keposisi HOLD. Selanjutnya dump
body tersebut akan tertahan pada posisi ini.
Jika diperlukan dump body naik lebih lanjut,
operasikan dump lever (3) ke posisi RIASE dan
dump body akan naik. Jika dump lever (3)
dilepas, dump lever (3) akan kembali ke posisi
HOLD dan dump body akan berhenti pada
posisinya.

4. Pindahkan lever dump body (3) ke posisi LOWER


dan Body dump akan mulai turun.

5. Setelah menurunkan dump body hingga pada


suatu posisi, pindahkan lever dump body (3) ke
posisi FLOAT. (Lepaskan lever tersebut dan lever
akan kembali secara otomatis ke posisi FLOAT).
Dump Body akan turun karena gaya beratnya.

CATATAN
Bila lever transmisi dipindahkan keposisi selain N (netral) saat lever dump body tidak pada
posisi tidak pada posisi FLOAT, lampu peringatan pusat akan menyala dan Alarm akan
berbunyi.
Bila menaikkan dump body kurangi tekanan pada pedal gas saat dump body mendekati sudut
maksimum untuk mengurangi beban kejut pada rangkaian hidrolik dan silinder pengangkat

3 - 31
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
Ketika dump body masih diatas, kecepatan akan terkunci pada kecepatan 2 saat posisi lever
transmisi di D dan kecepatan 1 pada saat lever transmisi pada posisi 5-L. Sambil berjalan
turunkan dump body.

Dump di kontrol oleh electric, jika terjadi kerusakan pada sensor atau valve, pada display akan
muncul code krusakan dan dump body akan tertahan pada posisinya. Jangan dipaksakan
mengerakkan dump body jika hendak melakukan pemeriksaan atau perbaiakan , segera
hubungi PT. United Tractors Tbk. Untuk perbaikan.

TINDAKAN PENCEGAHAN PENGOPERASIAN


Ketika travel pada keadaan hujan, bersalju, berlumpur atau tanah lembek pertimbangkan
kondisi beban dari unit dan hati-hati jangan sampai roda slip atau unit berputar dan
tertanam ketanah.
Jika Engine mati ketika unit travel, hentikan unit dengan segera kemudian gerakkan shift
lever ke posisi N (netral) dan hidupkan kembali Engine.
Jika sedang operasi lampu peringatan utama dan lampu petunjuk dari EMERGENCY
machine monitor berkedip dan buzzer alarm bunyi, hentikan unit dengan segera dan cari
penyebab kerusakan.
Ketika sedang loading behati-hati agar beban merata keseluruhan dump body dan lebih
khusus lagi jangan terlalu banyak beban bagian depan.
Pada permukaan jalan yang licin gunakan control retarder pelan-pelan kemudian turunkan
trasmisi untuk mencegah roda belakang terhenti
Ketika melewati genangan air, air dapat masuk ke front brake dan menyebabkan
penerunan kemampuan brake jadi hati-hatilah mengemudikan di temat seperti itu,
andaikan air masuk ke brake injak pedal brake beberapa kali agar menghasilkan panas
akibat gesekan antara pad dan disc.

3 - 32
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

PARKIR UNIT

PERINGATAN

Hindari menghentikan unit secara tiba-tiba.


Parkir unit pada tanah yang keras dan datar.
Jangan parkir unit pada daerah miring. Jika tidak
dapat dihindari parkir di daerah miring ganjal roda
menggunakan balok untuk menghindari unit
bergerak dengan tiba-tiba.
Jika lever trasnmisi tersentuh tanpa sengaja, unit
dapt bergerak secar tiba-tiba dan hal ini dapat
menyebakan kecelakaan yang serius. Sebelum
meninggalkan kabin operator selalu posisikan
lever parking brake pada posisi PARKIR.
Jangn menggunakan retarder brake gunakanlah
parking brake
Tanpa memeperhatkan putaran Engine Jangan gunakan retarder untuk parking dalam
waktu yang lama

PERHATIAN

Untuk mencegah terjadinya kerusakan pada rem parkir, pasang rem parkir hanya ketika unit
benar-benar sudah berhenti .

1. Lepas pedal gas (1) lalu injak pedal rem (2) untuk
menghentikan unit.

2. Pindahkan lever transmisi (3) pada posisi N,


kemudian pasang rem parkir (4) untuk
mengaktifkan rem parkir posisikan switch rem
parkir ke posisi PARKING.

3 - 33
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7

3. Dimana operator masih berada di dalam cabin,


tarik lever retarder (5) untuk mengaktifkan rem
retarder.

PEMERIKSAAN SETELAH BEKERJA


Gunakan monitor panel untuk memeriksa suhu air engine, tekanan oil engine, dan jumlah
bahan bakar. Jika engine terjadi panas yang berlebihan jangan matikan engine dulu, sebelum
dimatikan biarkan engine berputar dengan putaran sedang hingga temperaturnya turun.

MEMATIKAN ENGINE
Jika engine dimatikan secara mendadak tanpa ada
pendinginan, hal akan mempercepat umur dari
komponen engine. Jadi jangan sekali-kali mematikan
engine dengan tiba-tiba kecualai keadaan darurat.
Ikuti prosedur menurunkan temperatur engine
dibawah ini sebelum mematikannya :
1. Biarkan engine pada putaran rendah sekitar 5
menit supaya engine dingin secara bertahap.
2. Putar switch starter (1) ke posisi OFF untuk
mematikan engine.
3. Tarik switch starter dari tempatnya.

PROSEDUR SETELAH ENGINE DIMATIKAN

1. Periksa perlengkapan kerja bagian bawah, body, komponen bawah terhadap kebocoran oli
dan air.
2. Isi tangki bahan bakar.
3. Bersihkan ruangan sekitar engine dari kertah atau material lainnya yang mudah terbakar.
4. Bersihkan tanah-tanah yang menempel pada komponen bagian bawah.

MENGUNCI

3 - 34
3. PENGOPERASIAN & PERAWATAN HARIAN HD 785 -7
Selalu kunci dibawah ini :
1. Tutup pengisian bahan bakar.
2. Pintu kabin (kiri dan kanan)
Kunci pintu sisi kanan secara langsung dari sisi
dalam (tempat duduk operator).

Keterangan
Switch starter dapat digunakan untuk mengunci
(1) dan (2) tersebut diatas.

3 - 35