Anda di halaman 1dari 1

BAB 6 : PENGENDALIAN INTERNAL Nadya Natalia R/ 3203015135/ kelas B

Setiap perusahaan memiliki dan menerapkan pengendalian internal yang berguna untuk
mencapai keefektifitas dan keefisiensian operasional perusahaan, keandalan laporan keuangan,
dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. Pengendalian internal sendiri memiliki definisi
menurut COSO adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan direksi, manajemen dan staff
untuk membuat reasonable assurance mengenai efektifitas dan efisiensi operasional, reliabilitas
pelaporan keuangan, dan kepatuhan atas hukum dan peraturan yang berlaku. Pengendalian
internal memiliki tujuan, komponen, prinsip serta peran dan tanggung jawab pihak yang terlibat
Tujuan dari pengendalian internal terdiri dari 3 kategori yaitu tujuan operasi, tujuan
pelaporan dan tujuan kepatuhan. Tujuan operasi yaitu efektivitas dan efesiensi operasi entitas,
termasuk tujuan kinerja operasi dan keuangan, dan pengamanan aset dari terjadinya kehilangan.
Tujuan pelaporan yakni pelaporan keuangan internal dan eksternal dan non-keuangan, dan
keandalan, ketepatan waktu, transparansi, atau persyaratan lain yang ditetapkan oleh regulator,
pembuat standar, atau kebijakan entitas. Tujuan kepatuhan adalah memastikan kepatuhan
terhadap hukum dan peraturan. Pengendalian internal memiliki 5 komponen yang saling terkait
dimana seperti yang dituangkan dalam kerangka COSO yaitu lingkungan pengendalian,
penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.
Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern dan
menetapkan corak suatu organisasi yang dapat mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-
orang. Penaksiran risiko yaitu identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk
mencapai tujuan dan membentuk dasar yang menentukan bagaimana risiko harus dikelola.
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan
manajemen dilaksanakan. Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan
dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang
melaksanakan tanggung jawabnya. Pemantauan yaitu proses yang menentukan kualitas kinerja
pengendalian internal sepanjang waktu. Terdapat beberapa prinsip pengendalian internal untuk
mencapai keefektifan dimana dilaksanakan dengan menerapkan peran dan tanggung jawab
kepada pihak-pihak yang terlibat diantaranya manajemen, dewan direksi, auditor internal dan
pihak lainnya. Pengendalian internal juga memiliki keterbatasan seperti potensi kesalahan
pengoperasian sistem pengendalian internal misalnya dalam membuat keputusan baik sengaja
maupun tidak sengaja yang dapat mengakibatkan kesesuaian tujuan didirikan sebagai prasyarat
untuk pengendalian internal, realitas bahwa penilaian manusia dalam pengembilan keputusan
dapat bias dan rusak, kerusakan dapat terjadi karena kesalahan manusia, kemampuan
manajemen, personal lainnya dan pihak ketiga untuk menghindari pengendalian melalui kolusi
dan peristiwa eksternal yang di luar kendali organisasi. Risiko dikategorikan dalam beberapa tipe
yaitu inherent risk (risiko bawaan) adalah risiko yang disebabkan oleh faktor eksternal organisasi
yang berada diluar kemampuan manajemen, risk appetite yaitu tingkat risiko yang ditempuh
organisasi untuk mencapai misi atau vsinya, controllable risk yaitu risiko yang dapat
dikendalikan langsung oleh manajemen yang secara umum berhubungan dengan faktor internal
organisasi, residual risk adalah bagian dari risiko bawaan yang tidak dapat ditangani dengan
sitem pengendalian internal yang ada. Konsekuensi pengambilan risiko yang besar yaitu potensi
rugi yang lebih besar, potensi keputusan bisnis yang lemah lebih besar, potensi pelangaran
hokum dan peraturan, potensi kecurangan yang lebih besar, sedangkan ada pula konsekuensi
penerapan sitem pengendalian internal yang terlampau ketat yaitu meningkatkan kerumitan
prosedur, meningkatkan kos produksi, meningkatkan pengendalian yang tidak penting,
meningkatkan siklus operasional, dan meningkatkan aktivitias yang tidak memberi nilai tambah.
Pengendalian internal sangat diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mengevalusi
apakah sistem pengendalian internalnya telah efektif dan efisien untuk mencapai tujuan,
keandalan laporan keuangan, meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, dan
kepatuhan terhadap hukum dan peraturan dapat terpenuhi.