Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN Tn. SA dengan HIPERTENSI DAN ASMA


di KOMUNITAS

IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. SA
Umur : 80 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pendidikan : Sekolah Rakyat (SD)
Pekerjaan : Tidak Bekerja (Pensiunan)
Status Pernikahan (marital) : Menikah
Alamat : Perumahan Patra Sriwijaya rt 25 Kelurahan Gandus
Agama : Islam
Suku Bangsa : Sumatera
Tanggal pengkajian : 16 September 2017

STATUS KESEHATAN SAAT INI


Tn. Sa mengatakan sudah menderita asma dan hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Sejak itu,
Tn. Sa sering bolak balik ke rumah sakit baik untuk di rawat ataupun kontrol tentang
penyakitnya. Saat ini, Tn. Sa selalu mengkonsumsi obat-obatan yang sudah diresepkan oleh
dokter. Saat pengkajian, Tn. Sa mengatakan sering merasa pusing namun setelah minum obat
pusing tersebut hilang, TD 120/60 mmHg. Tn. Sa mengatakan dirinya sering terkena demam,
flu dan juga batuk.

RIWAYAT KESEHATAN DAHULU


Tn. Sa mengatakan pernah dirawat di rumah sakit karena asma dan hipertensi yang sudah
dideritanya sejak 5 tahun yang lalu. Saat di rawat Tn. Sa juga mengetahui bahwa dirinya juga
memiliki penyakit jantung. Setelah itu, Tn. Sa selalu teratur mengkonsumsi obat-obatan dari
dokter dan kontrol ke rumah sakit setiap 1 bulan sekali.

RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


Tn. Sa mengatakan tidak mengetahui apakah orang tuanya memiliki penyakit yang sama
dengannya atau tidak.

GENOGRAM

Keterangan :
: meninggal

: laki-laki

: perempuan

: menikah
: tinggal serumah

TINJAUAN SISTEM
Keadaan umum
Kesadaran : Compos Mentis
TTV
TD : 120/60 mmHg
Nadi : 80 x/m
RR : 28 x/m
TB : 166 cm
BB : 70 kg
Integument
Warna kulit coklat, integritas kulit baik, turgor kurang elastis, tidak ada memar,
pembengkakan dan kemerahan.
System hemopoietik
Tidak ada perdarahan, tidak memiliki anemia
Kepala
Kepala berbentuk simetris, rambut lurus warna putih, rambut cukup bersih, tidak ada
pembesaran maupun benjolan
Keluhan : Tn. Sa sering merasa pusing kepala, jika pusing menyerang kepala Tn. Sa
akan terasa berat
Mata
Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, sudah mengalami rabun jauh, ukuran
pupil simetris, tidak terdapat oedema palpebral, reflek cahaya ada, kelopak mata
cekung, kornea berwarna hitam.
Tn. Sa pernah melakukan operasi katarak pada mata sebelah kanan tanggal 10 April
2016.
Telinga
Fungsi pendengaran baik, bersih, daun telinga simetris, secret tidak ada, saat di
palpasi tidak ada nyeri, tidak pernah mengalami infeksi.
Mulut
Membrane mukosa agak kering, keadaan gigi tidak lengkap, tidak ada radang,
kesulitan menelan tidak ada, bibir tidak sianosis, tidak ada stomatitis.
Leher
Kaku leher tidak ada, nyeri tidak ada, tidak terdapat distensi vena jugularis
System pernapasan
Bentuk dada simetris. Tidak terdapat suara ronkhi, RR : 28 x/m. Saat ini Tn. Sa
sedang menderita batuk berdahak yang kadang-kadang disertai nyeri dada. Tn. Sa
memiliki penyakit asma yang sudah diderita sejak 5 tahun yang lalu. Sejak itu, Tn Sa
tidak pernah lepas dari obat-obatan dokter. Jika asma kambuh akan terasa sesak yang
disertai batuk, sering dirasakan saat cuaca dingin.
System kardiovaskuler
TD :120/60 mmHg, nadi 80 x/m, bentuk dada simetris, tidak ada murmur, terdapat
nyeri tekan di bagian kiri skala 2, tidak terdapat edema.
System gastrointestinal
Perut simetris, nafsu makan baik, kemampuan mengunyah baik, kemampuan menelan
baik, bising usus normal, tidak ada pembesaran hepar atau limfa, tidak ada mual
muntah, tidak ada konstipasi, tidak ada diare, dan tidak terdapat hemoroid.
System perkemihan
Tidak ada gangguan, warna urine kuning jernih, frekuensi BAK 3 x/hari.
System musculoskeletal
5 5
4 4
Rentang gerak terbatas, Tn. Sa masih bisa berjalan dalam jarak dekat tanpa bantuan,
kemampuan memenuhi aktivitas : mandiri, genggaman tangan masih kuat kanan dan
kiri, akral hangat, fraktur tidak ada. Postur tubuh stabil.
System saraf pusat
Kesadaran compos mentis, GCS 15, E (membuka mata) : 4, V (mengikuti perintah) :
5, M (melokalisir nyeri) : 6, tidak terjadi kelainan reflex.
System endokrin
Toleransi alergi :tidak memiliki alergi makanan ataupun minuman, kelainan
endokrin : klien tidak memiliki riwayat asam urat, intoleransi terhadap panas dan
dingin : baik.

POLA AKTIVITAS SEHARI-HARI


Tn. Sa melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, namun jika tidak mampu Tn. Sa akan
meminta bantuan istri ataupun anaknya. Saat ini Tn. Sa tidak memiliki pekerjaan apapun,
setiap hari Tn. Sa akan menghabiskan waktunya duduk di teras depan rumah ataupun
mengobrol dengan keluarga dan tetangga dekat rumah. Jika ingin bepergian, Tn Sa akan
meminta diantarkan oleh anaknya menggunakan motor.

PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL


Psikososial
Tn. Sa dapat berinteraksi baik dengan siapa saja, hubungan dengan keluarga ataupun
masyarakat sekitar juga baik. Tn. Sa mengatakan tidak memiliki pemikiran apapun
yang mengganggunya.
Identifikasi masalah emosional
Tn. Sa mengatakan dirinya sering kali terbawa emosi dan ingin marah apabila
terdapat masalah yang mengganggu pikirannya. Tn. Sa mengatakan dirinya sedikit
susah tidur namun hal tersebut tidak terlalu mengganggunya.
Spiritual
Tn. Sa beragama Islam. Tn. Sa mengatakan dirinya selalu shalat 5 waktu namun untuk
mengaji, Tn. Sa sudah jarang melakukannya.

PENGKAJIAN FUNGSIONAL KLIEN


1. KATZ Index
A Mandiri dalam makan, kontinensia (BAK, BAB), menggunakan pakaian,
pergi ke toilet, berpindah ke kamar mandi.
B Mandiri semuanya kecuali salah satu dari fungsi di atas
C Mandiri kecuali mandi dan salah satu dari fungsi di atas
D Mandiri kecuali mandi, berpakaian dan salah satu dari fungsi di atas
E Mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, dan salah satu dari fungsi di
atas
F Mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah dan salah satu dari
fungsi diatas
G Ketergantungan untuk semua fungsi di atas
H Lain-lain

Kesimpulan :
Tn. Sa termasuk dalam kategori A yaitu mandiri dalam makan, kontinensia (BAK,
BAB), menggunakan pakaian, pergi ke toilet, berpindah ke kamar mandi.

2. Modifikasi dari Barthel Index


Dengan
No Kriteria Mandiri Keterangan
bantuan
1 Makan 5 10 Frekuensi : 3 x/hari
Jumlah : 1 porsi
Jenis : nasi
2 Minum 5 10 Frekuensi : >5 x/hari
Jumlah : 1 cangkir
Jenis : air putih
3 Berpindah 5-10 15
dari kursi
roda ke
tempat tidur
dan
sebaliknya
4 Personal 5 10
toilet (cuci
muka,
menyisir
rambut,
gosok gigi)
5 Keluar 0 5
masuk toilet
(mencuci
pakaian,
menyeka
tubuh,
menyiram)
6 Mandi 5 15 Frekuensi : 2 x/hari
7 Jalan di 0 5
permukaan
datar
8 Naik turun 5 10
tangga
9 Mengenakan 5 10
pakaian
10 Control 5 10 Frekuensi : 1 x/hari
bowel (BAB) Konsistensi : padat
11 Control 5 10 Frekuensi : 3 x/hari
bladder Warna : kuning jernih
(BAK)
12 Olahraga/ 5 8 Frekuensi : 1 x/minggu
latihan Jenis : jalan
13 Rekreasi/ 5 9 Frekuensi : setiap hari
pemanfaatan Jenis : mengobrol dengan tetangga
waktu luang
Keterangan :
a. 130 : Mandiri
b. 65-125 : Ketergantungan sebagian
c. 60 : Ketergantungan total
Interpretasi hasil : skor yang di dapat Tn. Sa adalah 122 yang artinya dapat
disimpulkan bahwa Tn. Sa Mandiri.

PENGKAJIAN STATUS MENTAL GERONTIK


1. Identifikasi Tingkat Kerusakan dengan SPSMQ
Benar Salah No Pertanyaan
1 Tanggal berapa hari ini?
2 Hari apa sekarang ini?
3 Apa nama tempat ini?
4 Dimana alamat anda?
5 Berapa umur anda?
6 Kapan anda lahir?
7 Siapa presiden Indonesia sekarang?
8 Siapa presiden Indonesia sebelumnya?
9 Siapa nama Ibu anda?
10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap
angka baru, semua secara menurun

a. Salah 0-3 : fungsi intelektual utuh


b. Salah 4-5 : kerusakan intelektual ringan
c. Salah 6-8 : kerusakan intelektual sedang
d. Salah 9-10 : kerusakan intelektual berat
Skor total : 9 benar
Kesimpulan : dari 10 pertanyaan Tn. Sa menjawab 9 pertanyaan dengan benar yang artinya
dapat disimpulkan Tn. Sa tidak mengalami kerusakan intelektual.

2. Identifikasi Aspek Kognitif Dari Fungsi Mental dengan Mmse


Aspek Nilai Nilai
No Kriteria
Kognitif Maksimal Klien
1 Orientasi 5 4 Menyebutkan dengan benar
Tahun
Musim
Tanggal
Hari
Bulan
Orientasi 5 5 Dimana kita berada sekarang :
Negara Indonesia
Provinsi Sumsel
Kelurahan Gandus
Kecamatan Gandus
Perumahan Patra Sriwijaya
2 Registrasi 3 3 Sebutkan :
Pena
Kertas
Botol minum
3 Perhatian 5 5 100 dikurangi 7 sampai 5
dan kalkulasi kali/tingkat :
93
86
79
72
65
4 Mengingat 3 3 Meminta klien mengulangi objek
pada aspek no 2.
5 Bahasa 9 9 Tunjukkan pada klien benda dan
tanyakan namsanya.
Jam tangan
Handphone
Minta klien mengulang kata taka
da, jika, dan, atau, tetapi, bila
benar, nilai 1 poin.
Pernyataan benar 2 buah :
taka da, tetapi
Minta klien mengikuti perintah
berikut yang terdiri dari 3 langkah:
Ambil kertas ditangan anda
Lipat dua
Taruh di lantai
Perintahkan pada klien untuk hal
berikut (bila aktivitas sesuai
perintah nilai 1 poin)
Tutup mata anda
Perintahkan pada klien untuk
menulis satu kalimat dan menyalin
gambar
Tulis 1 kalimat
Menyalin gambar
Total 30

Skor
Nilai 24-30 : Normal
Nilai 17-23 : Kemungkinan gangguan kognitif
Nilai 0-16 : Definitive gangguan kognitif
Interpretasi hasil : Tn Sa mendapatkan skor 29 dari 30 skor total. Jadi dapat
disimpulkan bahwa Tn Sa tidak memiliki gangguan kognitif.

PENGKAJIAN KESEIMBANGAN UNTUK KLIEN LANJUT USIA


Kriteria Nilai
a. Perubahan posisi atau gerak
keseimbangan
Bangun dari duduk dengan 1
satu kali gerakan, tetapi
mendorong badan ke atas
dengan tangan atau bergeser
bagian depan kursi terlebih
dahulu dan atau tidak stabil
saat pertama kali duduk
Duduk dengan menjatuhkan 0
diri ke kursi atau duduk di
tengah kursi
Keterangan : gunakan kursi yang keras dan
tanpa lengan.
Menahan dorongan sternum 0
(pemeriksa mendorong
sternum perlahan-lahan
sebanyak 3 kali)
Mata tertutup : lakukan 0
pemeriksaan sama seperti di
atas tapi klien diminta
menutup mata (periksa
kepercayaan pasien tentang
input penglihatan untuk
keseimbangannya)
Perputaran leher 0

Gerakan menggapai sesuatu 0


0
Membungkuk

b. Komponen gaya berjalan atau


bergerak
0
Minta klien berjalan ke tempat
yang ditentukan
0
Ketinggian langkah kaki
(mengangkat kaki saat
melangkah)
0
Kontinuitas langkah kaki
(lebih baik di observasi dari
samping klien)
1
Kesimetrisan langkah (lebih
baik diobservasi dari samping
klien) 1
Penyimpangan jalur pada saat
berjalan (lebih baik
diobservasi dari samping
klien) 0
Berbalik

Interpretasi hasil :
0-5 : resiko jatuh rendah
6-10 : resiko jatuh sedang
11-15 : resiko jatuh tinggi
Berdasarkan hasil penilaian, dapat disimpulkan Tn. Sa termasuk dalam kategori resiko jatuh
rendah.

ANALISA DATA

Nama Pasien : Tn. Sa


Jenis Kelamin : laki-laki
Hari/Tanggal : Sabtu, 16 September 2017

Masalah
No Data Etiologi Paraf
Keperawatan
1 DS : Faktor pencetus (Asma) Bersihan jalan
Tn. Sa mengatakan nafas tak efektif
sering sesak nafas saat Reaksi antigen dan
melakukan aktivitas antibodi
berat dan saat terjadi
perubahan cuaca. Pelepasan vasoactive
Tn Sa mengatakan substance (histamine,
sering mengalami bradikinin, anafilatoxin)
batuk, pilek dan
demam. Kontriksi otot polos
Saat ini Tn. Sa sedang
menderita batuk Bronchospasme
berdahak yang
Bersihan jalan nafas tak
kadang-kadang
efektif
disertai nyeri dada.
Tn. Sa mengatakan
akan menggunakan
obat semprot
(bronchodilator jenis
inhaler) resep dokter
jika sesaknya kambuh.
Tn. Sa mengatakan
akan control ke dokter
setiap 1 bulan sekali
atau saat obat-
obatannya habis.
Tn. Sa mengatakan
tidak mengetahui
apakah keluarganya
ada riwayat memiliki
asma atau tidak.
DO :
Tn. Sa memiliki
penyakit asma.
Tn. Sa menunjukkan
obat-obatan resep
dokter yang sering di
konsumsinya.
Tn. Sa terlihat sedikit
terengah-engah saat
berbicara
TD :120/60 mmHg
RR : 28 x/m
Nadi : 80 x/m
2 DS : Usia tua/lansia Risiko tinggi
Tn. Sa mengatakan terhadap infeksi
dirinya sering terkena Penurunan fungsi dan
flu, demam, dan system tubuh
batuk.
Tn. Sa mengaku System imun menurun
banyak berkeringat
Risiko tinggi terhadap
DO :
infeksi
Tn. Sa berusia 80
tahun, system imun
berkurang
TD : 120/60 mmHg
Nadi : 80 x/m
RR : 28 x/m
3 DS : Peningkatan tekanan Gangguan rasa
Tn. Sa mengatakan vascular cerebral nyaman nyeri
sering merasa pusing
di bagian kepala Pelebaran pembuluh darah
Jika pusing
menyerang Tn. Sa Merangsang reseptor nyeri
mengatakan
kepalanya akan terasa Gangguan rasa nyaman
berat. nyeri
DO :
Tn. Sa
memperlihatkan obat
hipertensi yang sering
diminum

Diagnosa Keperawatan
1. Bersihan jalan nafas tak efektif b.d bronkhospasme, peningkatan produksi
sekret
2. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d peningkatan tekanan serebral
3. Risiko tinggi terhadap infeksi b.d tidak adekuatnya imunitas, pertahanan
utama.
INTERVENSI KEPERAWATAN

Nama Pasien : Tn. Sa


Jenis Kelamin : laki-laki
Hari/Tanggal : Sabtu, 16 September 2017

Diagnosa
No Tujuan Rencana Keperawatan Rasional Paraf
Keperawatan
1 Bersihan jalan Setelah dilakukan - Kaji vital sign klien - Mengetahui
nafas tak efektif b.d intervensi selama perkembangan klien
bronkhospasme, 3x pertemuan - Auskultasi bunyi nafas, catat - Beberapa derajat spasme
peningkatan diharapkan kondisi adanya bunyi nafas missal : bronkus terjadi dengan
produksi sekret klien membaik mengi, krekels dan ronkhi obstruksi jalan dan tak
dengan kriteria dapat dimanifestasikan
hasil : adanya bunyi nafas
- Pola nafas adventisius, missal :
membaik penyebaran krekels basah
ditandai (bronchitis), bunyi nafas
dengan RR redup dengan ekspirasi
menurun mengi (emfisema) atau
- Batuk tidak adanya bunyi nafas
berkurang - Takipnea, pernafasan
- Kaji /pantau frekuensi dangkal, dan gerakan
pernafasan dan gerakan dada dada tidak simetris,
sering terjadi karena
ketidaknyamanan
gerakan dada dan/atau
cairan paru.
- Nafas dalam
- Ajarkan pasien latihan nafas memudahkan ekspansi
dalam dan batuk efektif maksimum paru-paru
atau jalan nafas lebih
kecil. Batuk adalah
mekanisme pembersihan
jalan nafas alami,
membentu silia untuk
mempertahankan jalan
nafas klien.
- Air hangat dapat
- Anjurkan banyak minum air memobilisasi dan
hangat mengeluarkan secret
- Memungkinkan upaya
- Ajarkan pasien posisi yang nafas lebih dalam dan
nyaman (semi fowler/fowler) lebih kuat serta
menurunkan
ketidaknyamanan dada
- Bronkodilator untuk
- Delegatif dalam pemberian
menurunkan spasme
bronkodilator, kortikosteroid,
bronkus/melebarkan
ekspektoran dan antibiotic
bronkus dengan
memobilisasi secret.
Kortikosteroid yaitu
antiinflamasi mencegah
reaksi alergi,
menghambat pengeluaran
histamine. Ekpektoran
memudahkan
pengenceran dahak,
antibiotic diindikasikan
untuk mengontrol infeksi
pernafasan.
- Untuk menambah
- Ajarkan klien tentang asma
pengetahuan klien
2 Gangguan rasa Dalam 3 hari - Kaji keadaan klien setiap hari - Dengan mengkaji keadaan
nyaman nyeri gangguan rasa klien untuk mengetahui
berhubungan nyaman nyeri permasalahan yang
dengan peningkatan berkurang dirasakan dirasakan oleh klien.

tekanan serebral. dengan kriteria hasil : - Observasi TTV tiap hari - Untuk mengetahui keadaan /
- klien tidak merasa keluhan klien
pusing - Untuk meningkatkan
- Anjurkan tirah baring jika klien
- TD klien dalam relaksasi dan menurunkan
merasa pusing
batas normal rasa nyeri
- Untuk mencegah adanya
- Anjurkan klien untuk tidak
injury
beraktifitas berat dan banyak
istirahat
- Anjurkan klien untuk tidak
- Untuk menghindari
banyak pikiran
peningkatan tekanan
tekanan serebral
- Anjurkan klien untuk teratur
- Untuk menurunkan rasa
minum obat yang diberikan
nyeri
dokter
- Ajarkan pasien tentang
- Untuk menambah
hipertensi
pengetahuan pasien

3 Risiko tinggi Setelah dilakukan - Kaji suhu tubuh klien - Demam dapat terjadi karena
terhadap infeksi b.d intervensi dehidrasi/infeksi
tidak adekuatnya keperawatan selama - Kaji pentingnya latihan nafas, - Aktivitas meningkatkan
imunitas, 1x pertemuan batuk efektif, posisi klien dan mobilisasi dan pengeluaran

pertahanan utama diharapkan Tn. Sa masukan cairan adekuat secret untuk menurunkan
memahami tentang risiko terjadinya infeksi
risiko infeksi paru.
- Observasi warna, karakter, bau - Secret berbau, kuning atau
sputum kehijauan menunjukkan
adanya infeksi paru
- Dorong klien untuk - Menurunkan
menyeimbangkan antara konsumsi/kebutuhan

aktivitas dan istirahat keseimbangan oksigen dan


memperbaiki pertahanan
klien terhadap infeksi,
meningkatkan
penyembuhan.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Nama Pasien : Tn. Sa


Jenis Kelamin : laki-laki

Diagnosa
No Tgl/Jam Tindakan Keperawatan Respon Paraf
Keperawatan
1 Bersihan jalan 17-9-17/ - Mengkaji vital sign Tn. Sa S:
nafas tak efektif 11.00 - Tn. Sa biasanya minum air biasa yang dimasak
b.d WIB sendiri. Setelah ini Tn. Sa akan berusaha untuk
bronkhospasme, banyak minum air hangat
peningkatan 11.05 - Menganjurkan Tn. Sa banyak - Klien mengatakan akan membaca leaflet yang
produksi sekret WIB minum air hangat diberikan agar mengetahui lebih banyak tentang
penyakitnya.
11.15 - Mengajari klien tentang asma O :
Wib melalui leaflet TTV
TD : 130/90 mmHg
Nadi : 80 x/m
RR : 28 x/m
- Tn. Sa dapat menjawab semua pertanyaan
tentang asma yang diajukan
A : Bersihan jalan nafas tak efektif pada Tn. Sa
P : lanjutkan intervensi
- Mengkaji vital sign klien
- Mengevaluasi pengetahuan klien tentang
asma
- Mengajarkan klien posisi yang nyaman
- Menganjurkan klien untuk teratur
mengkonsumsi obat dari dokter

18-9-17/ S:
- Mengevaluasi pengetahuan - Klien mengatakan membaca leaflet yang
16.00
klien tentang asma diberikan ketika waktu luang
WIB
- Klien mengatakan sudah meminum air hangat
16.15
- Mengkaji vital sign Tn Sa - Klien mengatakan batuknya berkurang
WIB
O:
- TTV
16.20
WIB - Mengajarkan Tn. Sa posisi TD : 130/80 mmHg
yang nyaman apabila asma Nadi : 76 x/m
dan batuk menyerang dengan RR : 26 x/m
mencontohkan posisi semi - Tn. Sa dapat melakukan posisi yang diajarkan
fowler/fowler dengan baik
- Menganjurkan Tn Sa untuk - Tn. Sa memiliki obat semprot (bronchodilator
teratur mengkonsumsi obat jenis inhaler) yang selalu dibawa kemana-mana.
yang diresepkan dokter Tn Sa selalu menggunakan obat itu saat
asmanya kambuh.
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan
2 Gangguan rasa 17-9-17/ - Mengkaji vital sign Tn. Sa S:
nyaman nyeri 11.00 - Tn. Sa mengatakan msih sering merasa
berhubungan WIB pusing.
dengan - Tn. Sa mengatakan sudah melakukan tirah
peningkatan baring ketika pusing dirasakan
tekanan serebral 11.30 - Menganjurkan pada Tn. Sa O :
WIB untuk tirah baring jika pusing TTV
dirasakan TD : 130/90 mmHg
Nadi : 80 x/m
RR : 28 x/m
A : Gangguan rasa nyaman nyeri
P : lanjutkan intervensi
- Memberikan Tn. Sa pengetahuan tentang
hipertensi.
- Menganjurkan Tn. Sa tidak beraktifitas
berat dan banyak istirahat
18-9-17/ - Mengkaji vital sign Tn. Sa S:
16.15 - Tn. Sa mengatakan masih sering merasa
WIB pusing.
16.25 - Memberikan pengetahuan - Tn. Sa mengatakan akan sering membaca
WIB pada Tn. Sa tentang hipertensi leaflet yang diberikan
melalui leaflet. - Tn. Sa mengatakan tidak pernah lagi
melakukan aktifitas berat karena kondisi
16.40 - Menganjurkan Tn. Sa untuk tubuhnya
WIB tidak beraktifitas berat dan - Tn. Sa mengatakan sudah banyak
banyak istirahat. beristirahat.
O:
- TTV
TD : 130/80 mmHg
Nadi : 76 x/m
RR : 26 x/m
A : Gangguan rasa nyaman nyeri
P : lanjutkan intervensi
- Evaluasi mengenai pengetahuan yang telah
diberikan
- Anjurkan Tn. Sa untuk teratur minum obat
dari dokter
19-9-17/ S:
- Mengkaji vital sign Tn. Sa
11.00 - Tn. Sa mengatakan masih sering merasa
WIB pusing
11.05
- Mengevaluasi pengetahuan - Tn. Sa mengatakan sudah melakukan apa
WIB
mengenai hipertensi yang yang telah disarankan. Tn. Sa tidak pernah
telah diberikan lagi beraktifitas yang berat, dan sudah
11.15 banyak beristirahat.
WIB - Menganjurkan pada Tn. Sa - Tn. Sa mengatakan sudah teratur minum
untuk teratur minum obat dari obat yang diberikan dokter.
dokter - Tn. Sa mengatakan jika sudah jadwalnya
kontrol Tn. Sa akan control ke rumah sakit.
Dan jika obat yang dikonsumsi habis, Tn.
Sa akan menebus obat yang sama.
O:
TTV
TD : 130/90 mmHg
RR : 26 x/m
Nadi : 86 x/m
Suhu : 37 C
- Tn. Sa dapat menjawab semua pertanyaan
yang diajukan dengan benar
- Tn. Sa memperlihatkan obat dari dokter
yang dikonsumsinya.
A:
masalah belum teratasi yaitu gangguan rasa
nyaman nyeri pada Tn. Sa.
P : hentikan intervensi

3 Risiko tinggi 19-9-17/ - Memeriksa suhu tubuh Tn. Sa S:


terhadap infeksi 11.00 - Tn. Sa mengatakan minum >5 cangkir air
b.d tidak WIB putih/hari
adekuatnya - Tn. Sa mengatakan sering terkena flu,
imunitas, 11.05 - Kaji berapa banyak masukkan demam, dan batuk
pertahanan WIB cairan Tn. Sa - Tn. Sa mengatakan sudah
utama menyeimbangkan tidur dan aktifitasnya.
11.10 - Anjurkan Tn Sa untuk - Tn. Sa mengatakan tidak mengalami
WIB menyeimbangkan antara gangguan tidur
istirahat dan aktivitas O:
Suhu : 37 C
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan