Anda di halaman 1dari 26

TATALAKSANA terbaru

STATUS EPILEPTIKUS pada


anak

Setyo handryastuti
UKK Neurologi IDAI
Mengapa ada up-date ?

Secara prinsip tidak banyak berubah


Melihat permasalahan yang ada di lapangan
Ketersediaan obat, harga, formularium nasional
Kemudahan pemberian
Tujuan :
Meningkatkan kompetensi dokter
Meningkatkan pelayanan kesehatn
Masalah yang sering dihadapi

Pemilihan obat
Urutan pemakaian obat
Dosis dan cara pemberian

Loading...
Kecepatan pemberian
Sifat obat anti konvulsan belum dipahami
Masalah di lapangan

Terus menerus hanya memberikan golongan


benzodiazepin (short acting) secara bolus
Obat long acting ( fenitoin/fenobarbital) langsung
dalam bentuk rumatan
Loading dose fenitoin : Terlalu banyak
pengenceran atau pemberian terlalu lama
Ketakutan akan ES lebih besar daripada
pertimbangan manfaat
Fenitoin/fenobarbital di vena perifer jika
ekstravasasi nyeri, flebitis dsb
Yang harus dicegah : kejang berubah menjadi status
epileptikus peran dokter IGD, dokter jaga bangsal dan
paramedis
Status epileptikus :

Loading...
Kejang yang berlangsung terus menerus selama 30
menit atau lebih
Kejang berulang dalam waktu 30 menit atau lebih
dimana diantara episode kejang anak tidak sadar.
Praktis : kejang lebih dari 5 menit diperlakukan sebagai
status epileptikus

Sirven JI. Am Fam Physician 2003


Behera CMK. MJAFI 2005
Karakteristik obat antikonvulsan
Pertimbangan dalam pemilihan obat

Sifat obat anti konvulsan


Onset, lama kerja, waktu paruh
Efek samping obat
Harga
Ketersediaan obat
Diazepam
GABA reseptor agonis
Waktu paruh 20-40 jam
Onset terapi 3-5 menit
Efek terapi 15-20 menit
Efek samping: sedasi, pada pemberian cepat depresi
napas,hipotensi
Sediaan: IV 10 mg/2 ml ; rektal 5 mg dan 10 mg
Midazolam
GABA reseptor agonis
Onset terapi 2-5 menit
Efek terapi 30-60 menit
Waktu paruh 1,8-6,4 jam
Efek samping: depresi pernapasan
Sediaan: IV 5 mg/1 ml, 15 mg/3 ml
Fenitoin
Memblok pintu kanal natrium
Waktu paruh 24 jam
Onset terapi 10-30 menit
Efek terapi 12-24 jam
Efek samping: hipotensi, aritmia pada pemberian
cepat
Sediaan : IV 100 mg/2 ml
Fenobarbital
Bekerja pada reseptor GABA
Waktu paruh 3-7 hari
Onset terapi 10-20 menit

Loading...
Efek terapi 1-3 hari
Efek samping: depresi pernapasan,hipotensi
Sediaan: IV 200 mg/2 ml
Tatalaksana
status epileptikus
Prinsip tatalaksana status epileptikus pada bayi
dan anak

1. Resusitasi
2.Penghentian kejang
3.Mencegah kejang berulang : terapi rumatan
4.Investigasi etiologi

Rosenow F. Epileptic Disord 2002


Sirven JI. Am Fam Physician 2003
1. Resusitasi
Keterangan :

Diazepam IV:
Dosis 0,5 mg/kg IV (maksimum 10 mg) dalam spuit,
diberikan perlahan dengan kecepatan 2 mg/menit.
Bila kejang berhenti selama pemberian, obat tidak perlu
dihabiskan.
Jarak antara diazepam ke fenitoin/fenobarbital 5 menit

Kesepakatan UKK Neurologi


2015
Keterangan :

Fenobarbital/fenitoin :
Jarak dari fenitoin ke fenobarbital atau sebaliknya : 10
menit
Fenitoin dosis inisial 20 mg/kg diencerkan dalam 50 ml
NaCl 0,9% , diberikan dengan kecepatan 1 mg/kg/menit
atau dalam 20 menit
Fenobarbital 20 mg/kg diencerkan dalam 50 ml NaCl
0,9% diberikan dengan kecepatan 2 mg/kg/menit atau
dalam 10 menit

Kesepakatan UKK Neurologi


2015
Keterangan :

Midazolam buccal :
Midazolam sediaan IV/IM, ambil sesuai dosis yang
diperlukan memakai spuit 1 cc, teteskan di buccal kanan
selama 1 menit
Dosis 2,5 mg (usia 6-12 bln)
Dosis 5 mg (usia 1-5 thn)
Dosis 7,5 mg (usia 5-9 thn)
Dosis 10 mg (usia > 10 thn)

Kesepakatan UKK Neurologi


2015
Refrakter Status Epileptikus

Midazolam bolus 100-200 mcg/kg IV (max 10 mg), dilanjutkan dengan


infus kontinyu 100 mcg/kg/jam, dapat dinaikkan
50 mcg/kg setiap 15 menit (max 2 mg/kg/jam)

Intubasi dan ventilasi


Rumatan fenobarbital/fenitoin tetap diberikan
Dosis midazolam diturunkan jika terdapat gangguan
kardiovaskuler
Infus tappering jika 24 jam tidak terlihat kejang
Monitoring dengan EEG (jika ada)
Pemberian midazolam drip kontinyu harus di ICU, akan tetapi
disesuaikan dengan kondisi RS dan ketersediaan fasilitas.

0
Kesepakatan UKK Neurologi
2015
Urutan pemakaian obat
Lini pertama
Benzodiazepin (diazepam,midazolam,lorazepam)
Rapid onset, short acting
Rektal, IV, IO, IM, buccal

Lini kedua dan ketiga


Fenitoin atau fenobarbital, urutan bisa dibalik
Slow onset, long acting
IV
Lini keempat
Benzodiazepin , fenobarbital, propofol, tiopental
Fenitoin vs fenobarbital

Obat Keuntungan Kerugian

Fenitoin
Efek sedasi minimal Mahal
Perlu pengenceran
Monitor EKG
ES : aritmia, hipotensi
Fenobarbital Murah Efek sedasi lama
Tidak perlu pengenceran ES : hipotensi, gagal
ginjal,depresi miokardium

The status epilepticus working party .Arch Dis


Child 2000
Tatalaksana setelah kejang berhenti
Tergantung etiologi
Kelainan metabolik (elektrolit dan glukosa),
hipoksemia jika penyebab sudah dapat dikoreksi
tidak diperlukan terapi rumat
Infeksi SSP akut , perdarahan otak pertimbangkan
terapi rumat selama perawatan

SOL, terapi rumat diberikan selama masih ada


SOL
Epilepsi, berikan obat anti epilepsi
Kejang demam : sesuai indikasi terapi rumatan
pada kejang demam
Terapi rumatan
Jika kejang akut berhenti dengan diazepam, terapi rumatan dengan
fenobarbital/fenitoin.
Loading dose diikuti dosis rumatan 12 jam setelah inisial
Jika kejang akut berhenti dengan fenitoin, terapi rumatan dengan
fenitoin,dimulai 12 jam setelah dosis inisial
Dosis 5-10 mg/kgBB/hari dibagi 2.
Jika kejang akut berhenti dengan fenobarbital, terapi rumatan dengan
fenobarbital, dimulai 12 jam setelah dosis inisial
Dosis 3-5 mg/kgBB/hari dibagi 2 Intra vena
Jika kejang akut berhenti dengan midazolam lini keempat , terapi
rumatan fenitoin dan fenobarbital tetap diberikan.
Kesimpulan

Perubahan konsensus disesuaikan dengan literatur


terbaru.
Disesuaikan dengan permasalahan yang ada di
lapangan
Pemberantasan kejang akut di IGD dengan baik
dan benar sangat menentukan.
Penting untuk mencegah kejang menjadi status
epileptikus