Anda di halaman 1dari 3

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

PENGGUNAAN PSIKOTROPIK DAN


NARKOTIK
440/SOP.GZ/../416-
No. Dok :
102.5/2017
PEMERINTAH No. Revisi :
SOP
KAB. MOJOKERTO Tanggal
: 1 Maret 2017
Terbit
Halaman : 1/2
drg. Wilis Puspitadewi. A,
UPT PUSKESMAS
M.Si
GAYAMAN
NIP.19670122 199403 2 001
1. Pengertian Pengawasan dan pengendalian penggunaan psikotropik dan narkotika adalah usaha
untuk mengawasi dan mengendalikan penggunaan psikotropik dan narkotika agar
tidak terjadi penggunaan yang tidak bertanggung jawab
2. Tujuan Sebagai ajuan dalam penerapan langkah-langkah untuk menerapkan pengawasan
dan pengendalian penggunaan psikotropik dan narkotika
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Gayaman Pengawasan dan Pengendalian
Penggunaan Psikotropik dan Narkotika harus sesuai prosedur a (B No. 21)
4. Referensi Permenkes No. 3 tahu 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan
Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
5. Prosedur Prosedur :
Alat dan Bahan : Bolpoin, Resep Psikotropik dan Narkotika, Kartu Stok, Register dan
Narkotika
Langkah-langkah :
1. Petugas Ruangan Farmasi memeriksa keabsahan dan kelengkapan resep
psikotropik dan narkotika
2. Petugas Farmasi farmasi memberikan tanda garis bawah merah pada resep
psikotropik dan narkotik
3. Petugas Ruangan Farmasi mencatat setiap setiap mutasi psikotropik dan
narkotika pada kartu stok
4. Petugas Ruangan farmasi memisahkan resep psikotropik dan narkotik dari resep
lain
5. Petugas Ruangan Farmasi mencatat mutasi dalam buku register psikotropik dan
narkotika
6. Petugas ruangan farmasi membuat laporan penggunaan obat psikotropik dan
narkotik setiap bulan yang di kirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

1
6. Diagram alir
Petugas farmasi membuat perencanaan obat
psikotropika dan narkotika.

Petugas Farmasi mengajukan permintaan obat psikotropika dan


narkotika ke Gudang Farmasi Kabupaten berdasarkan LPLPO.

Petugas Farmasi menerima obat psikotropika dan narkotika dari


gudang farmasi.

Petugas Farmasi meneliti keadaan obat ( ED, rusak, atau tidak ).

Petugas Farmasi mencatat sumber anggaran, nomor bacth,


tanggal kadaluarsa dan jumlah obat yang di terimah di kartu
Stelling.

Petugas Farmasi menyimpan obat psikotropika ke dalam lemari


yang di kunci ganda.

Petugas Farmasi mencatat identitas pasien setiap mengeluarkan


obat psikotropika narkotika.

Petugas Farmasi membuat laporan pengeluaran obat psikotropika


dan narkotika rangkap 2 ( dua ).

Petugas Farmasi mengirim laporan Psikotropika dan Narkotika ke


Dinas Kabupaten Mojokerto.

Petugas farmasi mendokumentasikan obat


psikotropika dan narkotika ke dalam buku
psikotropika ke Dinas KabupatenMojokerto

7. Unit terkait 1. Ruang Farmasi


2. Ruang Gawat Darurat
3. Ruang Rawat Inap

2
8. Rekaman Histori
Perubahan

NO yang Di ubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diperlakukan