Anda di halaman 1dari 3

RUMAH SAKIT Tk.

IV
02.07.05dr.Noesmir

PANDUAN ASUHAN KEPERAWATAN (PAK)


BERAT BADAN LAHIR RENDAH

Jl. dr. Moh. Hatta No.64Baturaja

Ditetapkan di Baturaja, Oktober 2017


KepalaRumahSakit Tk. IV 02.07.05
dr. NoesmirBaturaja,

dr. Ely Sakti P. Sihotang, Sp.B


Mayor Ckm NRP 11030008060777

PENGERTIAN Berat badan lahir rendah adalah bayi dengan berat


badan kurang dari 2500 gram pada waktu lahir

1. Sebelum bayi lahir


a. Pada anamnesa sering dijumpai adanya
riwayat abortus, partus prematurus dan
lahir mati.
b. Pembesaran uterus tidak sesuai tuanya
kehamilan.
c. Pergerakan janin yang pertama
(Queckening) terjadi lebih lambat, gerakan
janin lebih lambat walaupun kehamilannya
sudah agak lanjut.
d. Pertambahan berat badan ibu lambat dan
tidak sesuai menurut seharusnya .
ASESMEN KEPERAWATAN e. Sering dijumpai kehamilan dengan
oligohidramnion atau bisa pula dengan
hidramnion, hiperemesis gravidarum dan
pada hamil lanjut dengan toksemia
gravidarum atau perdarahan ante partum.
2. Setelah bayi lahir
a. Berat lahir < 2500 gram
b. Panjang badan < 45 cm
c. Lingkaran dada < 30 cm
d. Lingkaran kepala < 33 cm
e. Umur kehamilan < 37 minggu
f. Kepala relatif lebih besar dari badannya
g. Kulit tipis, transparan, lanugonya banyak
h. Lemak subkutan kurang, sering tampak
peristaltik usus
i. Tangisnya lemah dan jarang
j. Pernapasan tidak teratur dan sering terjadi
apnea
k. Otot-otot masih hipotonik, paha selalu dalam
keadaan abduksi
l. Sendi lutut dan pergelangan kaki dalam
keadaan flexi atau lurus dan kepala
mengarah ke satu sisi
m. Refleks tonik leher lemah dan refleks moro
positif
n. Gerakan otot jarang akan tetapi lebih baik
dari bayi cukup bulan
o. Daya isap lemah terutama dalam hari-hari
pertama
p. Kulit mengkilat, licin, pitting edema
q. Frekuensi nadi berkisar 100-140 / menit

1. Ketidakefektifan Pola nafas berhubungan


dengan Pertukaran udara inspirasi dan/atau
ekspirasi tidak adekuat
2. Ketidakefektifan Bersihan jalan nafas
berhubungan dengan Ketidakmampuan untuk
membersihkan sekresi atau obstruksi dari
saluran pernafasan untuk mempertahankan
kebersihan jalan nafas.
3. Ketidak seimbangan temperatur tubuh
DIAGNOSA KEPERAWATAN berhubungan dengan kegagalan
mempertahankan suhu tubuh dalam batas
normal.
4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan Intake
nutrisi tidak cukup untuk keperluan metabolisme
tubuh
5. Resiko infeksi berhubungan dengan
peningkatan resiko masuknya organisme
patogen

1. Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien


tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi
pernafasan dalam rentang normal, tidak ada
suara nafas abnormal).
KRITERIA EVALUASI / 2. Mampu mengidentifikasikan dan
NURSING OUTCOME (NOC) mencegah factor yang dapat menghambat
jalan nafas
3. Hydration
4. Tidak ada tanda tanda malnutrisi
5. Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi

1. Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift


atau jaw thrust bila perlu
2. Berikan O2 dengan menggunakan nasal
untuk memfasilitasi suksion nasotrakeal
3. Monitor tanda-tanda hipertermi dan hipotermi
INTERVENSI (NIC) 4. Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
5. Berikan makanan yang terpilih (
sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)
6. Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci
tangan saat berkunjung dan setelah
berkunjung

INFORMASI / EDUKASI Penjelasan mengenai komplikasi jangka panjang dan


jangka pendek dari BBLR dan perawatan metode
kangguru

PENELAAH KRITIS Kainstawatnap : KaptenCkmDarsun, S.Kep


Sub KomiteMutuKeperawatan : SupriAstuti, AMK

KEPUSTAKAAN DiagnosaKeperawatan NANDA