Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

RUMAH SAKIT Tk. IV ILEUS OBSTRUKTIF


02.07.05 dr. Noesmir
Ditetapkan di Baturaja, Oktober 2017
Kepala Rumah Sakit Tk. IV 02.07.05
dr. Noesmir Baturaja,

Jl. dr. Moh. Hatta No.64 dr. Ely Sakti P. Sihotang, Sp.B
Baturaja Mayor Ckm NRP 11030008060777

Ileus obstruksi adalah gangguan pasase usus atau


PENGERTIAN peristaltic usus akibat adanya sumbatan bagi jalan distal
isi usus.
1. Nyeri tekan pada abdomen.
2. Muntah.
3. Konstipasi (sulit BAB).
ANAMNESIS 4. Distensi abdomen.
5. BAB darah dan lendir tapi tidak ada feces dan flatus

1. Inspeksi
Dapat ditemukan tanda-tanda generalisata
dehidrasi, yang mencakup kehilangan turgor kulit
PEMERIKSAAN FISIK maupun mulut dan lidah kering.
2. Palpasi dan perkusi
Pada palpasi didapatkan distensi abdomen dan
perkusi tympani yang menandakan adanya
obstruksi.
3. Auskultasi
Terdengar kehadiran episodik gemerincing logam
bernada tinggi dan gelora (rush) diantara masa
tenang.
4. Rectal Toucher
Isi rektum menyemprot: Hirschprung disease
Adanya darah dapat menyokong adanya
strangulasi, neoplasma Feses yang mengeras:
skibala Feses negatif: obstruksi usus letak tinggi.

Adhesi,
hernia inkarserata
KRITERIA DIAGNOSIS keganasan usus besar
massa cacing
tumor primer maupun metastase
peradangan, divertikulum Meckel, invaginasi, volvulus,
atau obstruksi makanan

DIAGNOSIS KERJA 1. Obstruksi Sederhana


2. Obstruksi dengan Strangulasi
3. Obstruksi jenis gelung tertutup

DIAGNOSIS BANDING Ileus paralitik

1. Laboratorium( darah lengkap,elektrolit)


PEMERIKSAAN 2. Radiologi (foto polos abdomen 3 posisi)
PENUNJANG 3. Radiogram.

1. Vital sign
2. Pemasangan nasogastric tube bertujuan untuk
mengosongkan lambung, mengurangi resiko
TATA LAKSANA terjadinya aspirasi pulmonal karena muntah dan
meminimalkan terjadinya distensi abdomen.
3. Pasien dengan obstruksi intestinal biasanya
mengalami dehidrasi dan kekurangan Natrium,
Khlorida dan Kalium yang membutuhkan
penggantian cairan intravena dengan cairan salin
isotonic seperti Ringer Laktat.
4. Urin harus di monitor dengan pemasangan Foley
Kateter.
Operatif
1. Koreksi sederhana (simple correction).
Tindakan bedah sederhana untuk
membebaskan usus dari jepitan, misalnya
pada hernia incarcerata non-strangulasi,
jepitan oleh streng/adhesi atau pada volvulus
ringan.
2. Tindakan operatif by-pass. Membuat saluran
usus baru yang "melewati" bagian usus yang
tersumbat, misalnya pada tumor intralurninal,
Crohn disease, dan sebagainya.
3. Membuat fistula entero-cutaneus pada
bagian proximal dari tempat obstruksi,
misalnya pada Ca stadium lanjut.
4. Melakukan reseksi usus yang tersumbat dan
membuat anastomosis ujung-ujung usus
untuk mempertahankan kontinuitas lumen
usus, misalnya pada carcinomacolon,
invaginasi strangulata, dan sebagainya.

INFORMASI / EDUKASI

PROGNOSIS Nonstrangulasi obstruksi mempunyai suatu angka


kematian sekitar 2 %, banyak terjadi pada orang
tua. Obstruksi strangulata mempunyai tingkat
kematian kira-kira 8 % jika operasi dilakukan dalam
36 jam setelah gejala timbul dan 2 % jika operasi
ditunda lebih dari 36 jam.

dr Ely Sakti P sihotang, Sp.B


PENELAAH KRITIS dr Remson Sihombing, Sp.B
dr Doddy N, Sp.B

pasien sepsis teratasi dengan atau tanpa komplikasi


INDIKATOR (OUTCOME) dalam waktu 1 hari perawatan target :
75% pasien sepsis teratasi dengan atau tanpa komplikasi
dalam waktu 10 hari perawatan

Doengoes, Marilynn E. 2000. Rencana Asuhan


KEPUSTAKAAN Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan pasien. Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran, EGC.
Muttaqin, Arif. 2009. Asuhan Keperawatan Klien
Dengan Gangguan System Kardiovaskular dan
Hematologi. Jakarta : Salemba Medika.
Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar : Keperawatan
Medikal Bedah. Jakarta : EGC

Anda mungkin juga menyukai