Anda di halaman 1dari 14

1.

Pendahuluan

Pengasutan motor atau lebih dikenal dengan istilah motor starting , ketika motor
dijalankan, pada saat mula gerak (starting) arus asutnya sangat tinggi . Nilainya hingga
600% atau bahkan lebih terhadap arus beban penuh (nominal). Arus asut yang sedemikian
besar ini merupakan penyebab beberapa gangguan, antara lain sebagai berikut.

A. Tegangan pada sisi penyulang akan susut (drop) tiba-tiba , walau sesaat selama
periode starting, hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja mesin-meain atau peralatan
listrik lainnya . Jika susut tegangan ini relatif besar dapat menggagalkan starting motor
. Karena itu, kapasitas catu daya minimum harus cukup untuk menanggung arus asut.
B. Nilai arus asut yang tinggi ini, juga akan terbangkitkan torka asut yang tinggi pula ,
sehingga pada mesin-mesin tertentu, misal mesin kompresor torak , akan berpengaruh
jelek, terutama pada kopling atau bantalan.

Gangguan-gangguan diatas akan berpengaruh sangat jelek sekali terhadap mesin,


termasuk penyediaan catu daya , penyediaan suku cadang, dan sebagainya. Karena hal
tersebut, maka dibuat metode atau cara pengasutan motor induksi 3 fasa , terutama utuk
motor rotor sangkar (squirel cage rotor). Metode-metode pengasutan yang banyak
digunakan antara lain sebagai berikut.

A. Metode pengasutan langsung pada jala-jala (DOL-starting methode), pengasutan ini


digunakan untuk motor dengan daya poros sampai dengan 4kW.

B. Metode pengasutan bintang-segitiga (star-delta starting methode), pengasutan ini


digunakan untuk motor dengan daya poros 5,5 kW atau leBih (sesuai kebutuhan).

C. Metode pengasutan ototransformator (autotransformator starting methode), pengasutan


ini digunakan untuk motor dengan daya poros yang besar, atau mesin-mesin yang
tidak dapat diasut dengan metode bintang-segitiga.
D. Metode pengasutan tegangan terkontrol (soft starting methode), pengasutan ini
digunakannuntik motor dengan daya poros yang besar , atau mesin-mesin yang tidak
dapat diasut dengan metode bintang-segitiga, dengan pertimbangab ukuran panel
konteol dan ruang atau tempat yang diperlukan.

Masih ada lagi metode pengasutan motor induksi rotor sangkar, seperti pengasutan
dengan tahanan , dengan reaktor, dan sebagainya, tetapi metode-metode ini jarang
digunakan, karena switchingnya tidak sederhana , dan komponen yang digunakan hampir
tidak dapat diperoleh di pasar bebas .
2. Metode Pengasutan Langsung Pada Jaringan

2.1 Metode Pengasutan DOL untuk Satu Arah Putaran


Metode pengasutan langsung pada jaringan (Direct on line-DOL startinh
method) ataFullFull disebut Full Load Starting, pengertiannya ialah , saat motor
mulai starting belitan motor mendapat tegangan penuh , yaitu sebesar dengan
tegangan nominal belitannya. Diagram rangkaian daya pengasutan DOL dengan
satu arah putaran ditunjukan pada
Gambar 2.1 berikut.

Metode pengasutan DOL ini banyak digunakan , karena rangkaian


switching-nya sangat sederhana, jarang terjadi kesalahan falam pengoperasian ,
dan efisiensinya tinggi . Hanya saja , pada saat starting, gangguan-gangguan
seperti yang disebutkan di atas dapat terjadi . Karena itu, metode ini hanya
diprioritaskan untuk pengasutan moyor-motor dengan kapasitas daya kecil, yaitu
sampai dengan daya poros 4,0kW . Tetapi untuk daya yang lebih besar tidak
tertutup kemungkinan diasut dengan metode ini , bila kapasitas catu daya yang
tersedia cukup

2.2 Metode Pengasutan DOL untuk Dua Arah Putaran


Untuk membalik arah putaran motor fasa tiga sangat sederhana , yaitu
dengan cara menukar dua pada hubungan tiga fasa pada papan hubung motor
(connection board), hal ini dapat dilihat pada
Gambar 2.2 berikut.

Gambar 2.2 (a) putaran searah jarum jam, (b) putaran berlawanan dengan arah
jarum jam

Mesin-mesin dengan dua arah putaran (misal untuk arah gerakan ke kanan atau ke
kiri, arah gerakan ke atas atau ke bawah ) pengasut yang digunakan adalah dengan metode
pengasutan putar balik (reversible starter). Rangkaian daya untuk pengasut ini ditunjukkan
pada
Gambar 2.2berikut.

Catatan :
Kedua kontaktor (K1M dan K2M) harus memiliki jeda waktu tidak kurang dari 50 ms ,
hal ini untuk mengamankan rangkaian bila terjadi (sengaja dioperasikan) arah putaran
yang tiba-tiba
2.3 Metode Pengasutan DOL untuk Dua Kecepatan
Motor induksi yang dirancang untuk penggerak mesin dengan dua
kecepatan adalah :
- motor dengan dua belitan terpisah
- motor dengan belitan Dahlander
a. Pengasut dua kecepatan jenis dua belitan terpisah
Motor induksi ini pada belitan statornya terdiri atas dua belitan yang
terpisah secara listrik dengan jumlah kutub untuk setiap belitam sesuai dengan
rancangan. Pada belitan pertama dirancang untuk kecepatan rendah (low
speed), sedangkan belitan kedua dirancang untuk kecepatan tinggi (high
speed). Diagram skematik rangkaian daya untuk pengasut motor dua kecepatan
dengan dua belitan terpisah ini ditunjukkan pada
Gambar 2.3 berikut.

b. Pengasut dua kecepatan jenis belitan Dahlander


Motor induksi belitan Dahlander ini, pada belitan statornya dapat dibentuk
kedalam dua konfigurasi hubungan, yaitu yang pertama hubungan delta dengan
susunan belitan per fasa terbentuk 4 kutub yang dirancang kecepatan rendah ,
dan yang kedua hubungan pararel bintang (double star) dengan susunan belitan
per fasa terbentuk 2 kutub yang dirancang untuk kecepatan tinggi. Tap-tap
hubungan belitan stator ini terdiri atas 6 kawat yang terpasang pada papan
hubungan (connection boqrd) motor.
Perbandingan tegangan penyulang peda kelompok belitan fasa ini hanya
eksak pada hubungan 4-kutub saja. Pada hubungan 4-kutub, kelompok-
kelompok belitan setiap fasanya terhubung dalam seri, sehingga tegangan
sistem penyulang (misal VL = 380 volt) siter8ma langsung oleh belitan fasa.
Karena itu , nilai tegangan yang diterima setiap kelompok lilitan adalah 380
volt / 2 = 190 volt.
Sedangkan pada hubungan 2-kutub kelompok -kelompok lilitan terhubung
pararel sehingga dilihat dari sisi penyulang llilitan tersebut dalam hubungan
bintang. Karena itu , nilai tegangan yang diterima setiap kelompok lilitan
adalah 380 volt / akar3 = 220 volt.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa perbandingan daya pada dua kecepatan
perputaran adalah kurang lebih 1 : 1,5 bukan 1 : 2 . Perbandingan yang
terdapat pada data motor , dapat dilihat di (Laboratorium Mesin) adalah :
- pada hubungan 4-kutub , putaran 1470 rpm , daya poros adalah = ..kw
- pada hubungan 2-kutub , putaran 2940 rpm, daya poros adalah = ..kw
Diagram skematik rangkaian daya untuk pengasut motor dua kecepatan
dengan belitan dahlander ini ditunjukan pada
Gambar 2.4 berikut.
Catatan :
- Ukuran kontaktor sesuai dengan arus nom8nal setiap belitan motor , dan begitu pula
setelan rele pengaman beban lebih.
- Ukuran rangkaian daya motor dua kecepatan selalu mengacu pada hubungan
kecepatan tinggi (untuk daya yang terbesar)
- Motor belitan Dahlander disebut juga dwngan PAM (Pole Amplitude Modulation)
3. Metode Pengasutan Bintang Segitiga
Pada sub bab hubungan belitan, daya dan arus nominal motor tiga fasa , sebagai
contoh pada data motor 3 fasa sbb :
Daya P. = 3,7 kW

Hubungan = Y / 220 / 380 volt : 14,5 / 8,5 A

Berdasar analisis rangkaian listrik, bahwa arus nominal IN motor adalah arus jala-
1
jala IL. Arus jala-jala pada hubungan bintang ILY adalah 3 dari arus jala jala pada

hubungan delta/segitiga, atau dapat ditulis :


1
ILY = 3 . I L ... (1)

Pada kasus pengasutan bintang-segitiga, sebuah motor akan diasut dengan


tegangan penyulang utama. Contoh :
- Tegangan penyulang 3 x 380/220 volt
- Tegangan nominal belitan motor adalah 380 volt (Y/ 380/660) V)
Analisis berdasarkan rangkaian lisrik
Starting : belitan motor dalam hubungan bintang (Y)

3803 380
IF = = .3

380
IL = IF = .3
380
Dapat ditulis : ILY = .3 (2)

Running : belitan motor dalam hubungan delta/segitiga ()


380
IF =

3.380
IL = 3 . IF =
3.380
Dapat ditulis : I L = (3)

Jika persamaan (2) dibanding dengan persamaan (3), maka diperoleh :


1
ILY = 3 . I L

seperti telah diketahui, bahwa motor listrik termasuk beban induktif, sehingga
ketika starting akan menyerap arus jala jala yang sangat besar. arus asut kisaran antara 6
s/d 7 kali arus kerja motor jalan, sehingga luas penampang penghantar dan penyediaan
kapasitas catu daya sangat besar. Karena itu, metode pengasutan bintang-segitiga ini salah
satu cara untuk memperkecil besarnya arus asut.
4. Pengasutan dengan Ototransformator
Arus starting motor tuga fasa dapat dibatasi atau diperkecil dengan pengurangan
tegangan penyulang yang diberikan pada belitan motor, seperti juga pada metode
pengasutan bintang-segitiga (ingat ! Pada saat starting, belitan tidak menerima tegangan
penuh hanya 1 per akar 3 terhadap tegangan nominalnya).
Pengasutan dengan transformator hampir tidak ada kerugian, tetapi pwngurangan
setengah tegangan yang diberikan pada belitan motor dari transformator memberikan
pengurangan torka starting. Torka starting bervariasi sebagai fungsi kuadrat pengurangan
tegangan. Sementara arus starting proporsional terhadap pengurangan tegangan . Sebagai
contoh, ketika tegangan starting diperkecil 0,7 x UN . Nilai arus penyulang dan torka
diperkecil kurang lebih 50 % .
Jenis transformator yang cocok untuk metode ini adalah jenis stray transformer
yaitu ototransformator. Total sistem pengasutan ini juga mempunyai faktor daya rendah.
Detil untuk motor-motor berdaya poros yang sangat besar dengan pengasutan
transformator hanya dapat diperoleh dari pabrik transformator.
Berikut ini terapan-terapan transformator asut untuk rating motor , pendekatannya
adalah dengan formula berikut :
PM
PS PSreq = 10

PM = rating daya motor (KW)


PS = rating transformator yang dipilih (KVA)
PSreq = rating transformator yang dibutuhkan (KVA)
Waktu starting maksimum = 10 detik
Frekuensi starting = 5 kali per jam
Penerapan pengasutan dengan transformator ialah :

- untuk pengasutan motor dengan daya poros yang besar,


- untuk pengasutan motor ketika starting dalam kondisi tanpa beban atau untuk pembebanan
yang dapat diatur,
- untuk motor yang tidak dapat diasut debgan metode pengasutan bintang-segitiga,
- keterbatasan kapasitas catu daya yang tersedia , yang mana tidak memungkinkan untuk
metode pengasutan DOL,
- pada kondisi tertentu lebih ekonomis daripada pengasutan-bintang segitiga.
5. Pengasutan Lembut
Pengasutan lembut ( soft starting ) adalah pengasutan yang identic dengan
pengasutan transformator. Hanya saja tegangan yang diberikan pada belitan motor
dikendalikan sedemikian rupa secara otomatis sehingga diperoleh perubahan tegangan
yang lembut
Gambar 2.7 diagram blok skematik soft starting

Berikut adalah kombinasi 3 set SCR yang setiap fasanya terhubung anti parallel
Gambar 2.8 a
Untuk menghasilkan tegangan rating pada belitan motor, masing-masing thyristor
dinyalakan dengan sudut penyalaan , yaitu sama dengan sudut beda fasa ketertinggalan
arus dan tegangan pada setiap motor dihubungkan langsung pada setiap jala-jala.
Untuk memperkecil tegangan ke belitan motor yaitu dengan penundaan sudut
penyalaan . Sebagai contoh untuk mendapatkan 50% tegangan rating seluruh pulsa
ditunda 100% listrik.

Perubahan tegangan ini menyebabkan arus amat tertinggal terhadap tegangan,


karena itu factor daya nya sangat rendah sebab sudut fasa tertinggal amat besar.

Gambar 2.9 kurva torka/moment


Gambar kurva tersebut menunjukkan soft starting sebuah MABB, berawal dengan
tegangan starting 40% rating tegangan belitan . Tegangan belitanya bertambah 100% dari
tegangan ratingnya selama setelan waktu starting oleh sudut fasa thyristor.
Kecepatan motor bertambah hingga mendekati beban ML, maka terhindar
hentakan akibat torka beban, perubhan kecepatan motor hamper linier dari keadaan diam.
Pada beberapa perangkat soft starting waktu starting motor dapat disetel antara 0,5 detik
s.d 60 detik, (missal arus starting yang di ijinkan 450% maka waktu starting maksimum
adalah 5 detik, sehingga arus starting motor dapat dibatasi antara 100% hingga 450%
terhadap arus rating motor.