Anda di halaman 1dari 9

MODUL PENGADAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA

INDUSTRI TAHU

A. Dasar Teori
a) Tinjauan Tentang Air Limbah
1. Pengertian Air Limbah

Menurut Udin Djabu (1991) yang disebut air limbah adalah air yang
bercampur zat- zat padat ( dissolved dan suspended ) yang berasal dari
buangan kegiatan rumah tangga, pertanian, perdagangan dan industri.
Sedangkan menurut Azrul Azwar (1983) mendefinisikan air limbah adalah air
yang tidak bersih dan mengandung berbagai zat yang bersifat membahayakan
kehidupan manusia dan atau hewan dan lazimnya muncul karena hasil
perbuatan manusia.

2. Sumber Air Limbah


Beberapa sumber air limbah yang sering dijumpai adalah, sebagai berikut :
a. Air buangan rumah tangga.
Air buangan ini biasanya dihasilkan dari aktifitas manusia yang terdiri
dari ekskreta,air cucian,air mandi/ wc,air buangan dapur dan lainnya.
b. Air buangan perdagangan
Air buangan yang dihasilkan dari aktifitas hotel, pasar, tempat
ibadah,restoran dan lainnya.
c. Air buangan industry
Air buangan industri biasanya memiliki kandungan zat yang komplek
karena hasil buangan dari proses industri. Biasanya mengandung zat organik,
logam berat,minyak,zat pewarna, sulfida ammonia yang bersifat racun
sehingga memerlukan penanganan yang khusus. . (haryanto Kusnoputranto,
1983)

3. Komposisi Air Limbah


Komposisi air limbah sebagian besar terdiri dari air (99,9%) dan sisanya
terdiri dari partikel-partikel padat terlaraut (dissolved solid) dan tidak terlarut
(suspended solid) sebesar 0,1%. Partikel-partikel padat dari zat organik (
70%) dan zat anorganik (( 30%). Zat-zat organik terdiri dari protein (
65%), karbohidrat ( 25%),lemak ( 25%). (Udin Djabu, 1991).

4. Dampak Air Limbah


Beberapa dampak air limbah yang dapat menyebabkan pengaruh adalah,
sebagai berikut :
1) Pengaruh terhadap kesehatan
Air limbah yang mengandung organisme dapat menimbulkan gangguan
kesehatan. Beberapa penyakit yang ditimbulkan adalah:Penyakit usus,
cholera, leptospirosis,typoid lever, shigellosis dan lain-lain.
Disamping air limbah yang mengandung mikroorganisme juga dapat
mengandung zat- zat kimia berbahaya. antara lain :
a. Cadmium
Cadmium dapat berakumulasi pada ginjal dan hati manusia melalui makanan,
air dan udara yang pemaparannya bersifat kronis. Perkiraan dapat
menyebabkan kerusakan ginjal pada konsentrasi 200 gram/berat badan.
b. Timah hitam
Timah hitam dapat menimbulkan bermacam-macam keracunan termasuk
mengganggu susunan darah, merusak sistem syaraf dan merusak fungsi
ginjal. Timah hitam dapat masuk ketubuh melalui udara, makanan dan air.
c. Arsen
Keracunan arsen dapat bersifat akut maupun kronis . Salah satu penyebab
kanker pada manusia. Beberapa organ yang diserang arsen adalah sistem
pencernaan, pernapasan,syarat,kulit,hati dan darah.
d. Cianida
Dapat berasal dari limbah industri tapioka,batik dan pabrik yang membuat
gas cyanida untuk racun tikus. Dapat mengganggu jaringan tubuh sehingga
tidak mampu mengubah oksigen.
2) Pengaruh terhadap lingkungan
a) Air limbah dan kehidupan vector
Air limbah yang dibuang ke lingkungan banyak menimbulkan masalah
vektor. Genangan air limbah dapat digunakan untuk sarang dan
perkembangbiakan nyamuk, kecoa, dan lalat juga beberapa hewan parasit.
b) Pencermaran air dan tanah oleh air limbah.
Air limbah yang dibuang ke badan air akan mencemari badan air tersebut .
Bahan pencemar yang ada di dalamnya akan mengalami penyebaran
(disporsi) dan pengenceran (dilution) dan bersifat reactif dengan
adsorbsi,reaksi atau penghancuran biologis. Karena peristiwa inilah maka
pencemaran akan cepat terjadi dan akan menurunkan kualitas air lingkungan.
Air limbah yang mencemari dalam perjalanannya akan mengalami
peristiwa fisik mekanik, kimia dan biologis. Peristiwa fisika mekanik terjadi
karena adanya distribusi lautan yang mengalir melalui pori-pori tanah yang
tidak seragam, sehingga terjadi efek penahanan oleh zat-zat padat dan
pengendapan partikel padat karena gaya berat.Peristiwa biologis terjadi pada
bahan pencemar organis yang diuraikan oleh bakteri pembusuk.
3) Pengaruh air limbah terhadap ekosistem
Badan air merupakan ekosistem yang terdiri atas ikan,tumbuhan,air,dan
plankton yang terapung dan melayang dalam air sebagai komponen makluk
hidup serta pasir, air mineral dan oksigen. Apabila tercemar oleh limbah
pencemar maka akan mempengaruhi sistem dalalm ekologi. Air badan air
yang tercemar akan mengalami penurunan kualitas kadar oksigen yang
terlarut. Hal ini akan mempengaruhi populasi ikan-ikan sehingga akan
mengganggu mata pencaharian para nelayan karena ikan banyak yang
mati.Disamping itu pencemaran juga akan mengganggu keseimbangan
aquatic food chain.(Udin Djabu,1991)
b) Tinjauan Tentang Buangan Industri Tahu
1. Jenis Buangan Industri Tahu

Industri tahu pada umumnya banyak menggunakan air dalam proses


maupun untuk pencucian alat dan biji kedelai. Sebagian besar air yang telah
digunakan langsung dibuang ke lingkungan. Beberapa jenis buangan dari
industri tahu.

a. Buangan padat

Pabrik tahu menghasilkan buangan padat pada saat pencucian yaitu berupa
biji yang jelek dan sisa kulit kedelai juga batu kerikil yang ikut dalam biji.
Pada saat kedelai diproses menjadi susu kedelai dan disaring mengeluarkan
ampas. Pemanfaatan limbah padat sampai pada saat sekarang adalah untuk
makanan ternak.

b. Buangan cair

Sebagian besar dari buangan industri tahu adalah limbah cair yang
mengandung sisa dari susu tahu yang tidak tergumpal menjadi tahu. Biasanya
air limbah tahu mengandung zat organik misalnya protein, karbohidrat dan
lemak. Disamping zat tersebut juga mengandung padatan zat tersuspensi atau
padatan terendap misalnya potongan tahu yang hancur pada saat pemrosesan
yang kurang sempurna. Padatan tersuspensi maupun terlarut tersebut akan
mengalami perubahan fisik, kimia dan hayati yang menghasilkan zat toksin
atau zat cemar lingkungan. Juga apabila dibiarkan di lingkungan akan
menjadi busuk dan sangat mengganggu estetika. Dan juga akan
mempengaruhi lingkungan.(Nurhasan,1991).

Salah satu contoh penggunaan bahan llimbah lokal adalah menggunakan


limbah cair tahu. Limbah tahu dapat dipakai sebagai pupuk dan pestisida
bahkan fungisida organik dengan bantuan tambahan dari bahan yang lain,
diantaranya adalah menggunakan bahan empon-empon atau tanaman herba
melalui proses fermentasi. Sedangkan limbah cair tahu banyak mengandung
sisa protein dan asam cuka sehingga mampu mendukung efektifitas
fermentasi.(Lasantha,2001)

2. Karakteristik Air Limbah Tahu


a. Temperatur
Temperatur air limbah pabrik tahu biasanya lebih tinggi dari temperatur
normal dibadan air. Hal ini dikarenakan dalam proses pembuatan tahu selalu
pada temperatur panas baik pada saat penggumpalan atau pada saat
menyaring yaitu pada suhu 60 80oC.
Pencucian yang mempergunakan air dingin selama proses berjalan tidak
mampu menurunkan suhu limbah tahu. Limbah panas yang dikeluarkan
adalah sisa air susu tahu yang tidak menggumpal menjadi tahu, biasanya
berwarna kuning muda dan apabila diperam dalam satu hari akan berasa
asam.
b. Warna
Warna air buangan transparan sampai kuning muda dan disertai adanya
suspensi warna putih. Zat terlarut dan tersuspensi yang mengalami
penguraian hayati dan kimia akan berubah warna. Hal ini merupakan proses
yang merugikan, karena adanya proses dimana kadar oksigen didalam air
buangan menjadi nol maka air buangan berubah menjadi warna hitam dan
busuk.
c. Bau
Bau air buangan industri tahu dikarenakan proses pemecahan protein oleh
mikroba alam. Bau sungai atau saluran menyengat apabila disaluran tersebut
sudah berubah anaerob. Bau tersebut adalah terpecahnya penyusun dari
protein dan karbohidrat sehingga timbul bau busuk dari gas H2S.
d. Kekeruhan
Padatan yang terlarut dan tersuspensi dalam air limbah pabrik tahu
menyebabkan air keruh. Zat yang menyebabkan air keruh adalah zat organik
atau zat-zat yang tersuspensi dari tahu atau kedelai yang tercecer atau zat
organik terlarut yang sudah terpecah sehingga air limbah berubah seperti
emulsi keruh.
e. BOD
Padatan yang terdapat dalam air buangan terdiri dari zat organik dan zat
anorganik . Zat organik tersebut misalkan protein, karbohidrat,lemak dan
minyak. Protein dan karbohidrat biasanya lebih mudah terpecah secara proses
hayati menjadi amoniak, sulfida dan asam- asam lainnya. Sedangkan lemak
lebih stabil terhadap pengrusakan hayati, namun apabila ada asam mineral
dapat menguraikan asam lemak menjadi glicerol. Pada limbah tahu adanya
lemak ditandai banyak zat-zat terapung berbentuk skum.
Untuk mengetahui berapa besarnya jumlah zat organik yang terlarut dalam
air limbah tahu dapat diketahui dengan melihat besarnya angka BOD ( bio
Chemical Oxygen Demand) atau kebutuhan oksigen biokimia ( KOB ).
Angka BOD ini menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk
keperluan aktifitas mikroba dalam memecah zat organik bio degradasi
didalam air buangan, angka BOD dalam satuan mg per liter atau ppm ( part
per million ) dan biasanya dinyatakan dalam beban yaitu gram atau kg per
satuan waktu.
f. COD
Para meter ini dalam air buangan menunjukkan juga zat organik, terutama
zat organik non biodegradasi selain itu zat dapat di oksidasi oleh bahan kimia
K2Cr2O7 dalam asam, misalnya SO3 ( sulfit ), NO2 ( nitrit ) kadar tinggi dan
zat-zat reduktor lainnya. Besarnya angka COD biasanya lebih besar dari
BOD, biasanya 2 sampai 3 kali besarnya BOD.
g. Ph
pH dalam air limbah sangat dipengaruhi oleh kegiatan mikroorganisme
dalam memecah bahan organik. Air limbah tahu cenderung asam, dan pada
keadaan asam ini terlepas zat- zat yang mudah menjadi gas. (Nurhasan,1991).
3. Proses Pembuatan Tahu dan Hasil Limbah
Proses pembuatan tahu dimulai dengan proses sortasi yaitu proses
pemilihan kedelai yang baik. Dalam proses ini dihasilkan limbah padat
kedelai hasil sortiran. Lalu dilakukan pengupasan kulit kedelai. Kemudian
dilakukan pencucian keselai, setelah itu dilakukan perendaman kedelai
selama kurang lebih 6 jam. Kemudian kedelai ditiriskan dan di cuci kembali.
Dalam proses ini dihasilkan limbah cair sisa cucian kedelai. Kemudian
kedelai digiling sambil dialiori air mengalir.Bubur kedelai hasil penggilingan
tersebut kemudian di encerkan dengan air kemudian di didihkan. Dalam
keadaan panas bubur tahu disaring dengan kain blaco sambil dibilas air
hangat sehingga susu kedelai dapat terekstrak keluar semua.Proses ini
menghasilkan ampas yang kemudian akan digunakan sebagai makanan ternak
sapi. Sari atau filtrat hasil penyaringan tadi ditampung dalam bak kemudian
diberi air asam agar dapat menggumpal. Gumpalan tersebut ditampung dalam
wadah atau cetakan tahu kemudian gumpalan tadi di press hingga terbentuk
dari cetakan tahu tadi. Setelah dingin kemudian tahu dipotong potong. Dalam
proses ini dihasilkan air limbah tahu yang bersifat asam.

4. Penanganan Limbah Tahu


Air limbah tahu adalah buangan yang mengandung unsur nabati yang
mudah membusuk. Secara fisik dan kimia apabila dibiarkan dilingkungan
akan mencemari lingkungan sekitarnya. Secara umum penanganan air
buangan yang banyak mengandung zat organik dilakukan dengan cara:
a) Cara fisika
Biasanya dilakukan pada awal penanganan yaitu pada saat pemilihan
bahan kedelai pada proses penyaringan untuk memisahkan dari kotoran-
kotoran yang tercampur.
b) Cara kimia
Penanganan ini dengan menggunakan bahan kimia untuk :
Netralisasi air limbah.(larutant asam sulfat, asam klorida, asam phosphat,
dan batu kapur)
Pengendapan yaitu penambahan zat kimia dapat menetralkan logam berat
dijadikan ikatan garam yang mudah mengendap sehingga mudah dipisahkan
antara endapan logam berat larutan jernih yang bebas logam berat.
Penggumpalan yaitu proses terjadinya penggumpalan pada zat tersuspensi
yang diubah menjadi gumpalan- gumpalan sehingga mudah
mengendap.Proses ini biasanya dilakukan pada pengadukan cepat kemudian
dilanjutkan dengan pengadukan lambat sehingga terbentuk flokulasi atau
butiran gumpalan dari kecil bergabung menjadi besar. Zat penggumpal antara
lain:alumunium sulfat,besi sulfat, poly alumunium klorida.
c) Cara biologi
Dalam proses biologis terjadi penghancuran zat organik dari air limbah
tahu oleh jasad renik. Mikroba tersebut dapat berupa bakteri, jamur atau
ganggang. Zat tersebut mengubah bahan koloid menjadi sel, sedang sel yang
terjadi karena berat dapat mengendap bersama lumpur dalam kondisi aerob
dan anaerob. Beberapa cara biologi adalah:proses lumpur aktif,lapisan
tritis,lagoon.bak kedap udara (anaerobik).(Nurhasan,1991)

B. Tujuan
1. Untuk Menghindari Pencemaran Lingkungan dari Limbah Industri Tahu
2. Untuk Mengoptimalkan Potensi Industri Tahu yang Belum Dimanfaatkan
Menjadi Produk yang Berkualitas.

C. Alat dan Bahan


1. Air limbah tahu 70 liter
2. Air kelapa 30 liter
3. Alkohol 70% 1 liter
4. Temu lawak 4 kg
5. Sereh 1 kg
6. Dekomposer (EM) 2 liter.
7. Drum plastik
8. Pisau
9. Pengaduk
10. Blender

D. Prosedur Kerja
1. Cuci bersih semua tanaman herbal lalu lakukan penghancuran dengan
pemblenderan atau penggilingan
2. Masukkan dalam air limbah tahu yang sudah dimasukkan dalam drum
plastik ukuran 100 liter
3. Kemudian tambahkan alkohol dan dekompuser (EM)
4. Kemudian ditutup dan disimpan selama 10 hari.
5. Bila larutan berbau menyengat pertanda bahwa pupuk dan pestisida
organik jadi dan bila belum menyengat ada kemungkinan reaksi
fermentasi belum sempurna atau tidak jadi.
6. Sebagai catatan bahan tersebut di atas tidak menggunakan asam cuka
karena limbah tahu sudah mengandung asam cuka (kecutan) dan untuk
meningkatkan efektifitas pestisida dan fungisida organik bisa ditambahkan
berbagai macam tanaman herba misal kunir, daun mindi, dll.