Anda di halaman 1dari 40

EFAS adalah External Factors Analysis Summary, yaitu kesimpulan analisis dari berbagai

faktor eksternal yang mempengaruhi keberlangsungan perusahaan. IFAS adalah Internal


Factors Analysis Summary, yaitu kesimpulan analisis dari berbagai faktor internal yang
mempengaruhi keberlangsungan perusahaan.

https://elearning.unsri.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=8382

Teknik Analisis SWOT


Analisis SWOT adalah instrumen yang digunakan untuk melakukan analisis
strategis. Menurut Drs. Robert Simbolon, MPA (1999), analisis SWOT merupakan suatu alat
yang efektif dalam membantu menstrukturkan masalah, terutama dengan melakukan analisis
atas lingkungan strategis, yang lazim disebut sebagai lingkungan internal dan lingkungan
eksternal. Dalam lingkungan internal dan eksternal ini pada dasarnya terdapat empat unsur
yang selalu dimiliki dan dihadapi, yaitu secara internal memiliki sejumlah kekuatan-kekuatan
(strengths) dan kelemahan-kelemahan (weaknesses), dan secara eksternal akan berhadapan
dengan berbagai peluang-peluang (oppotunities) dan ancaman-ancaman (threats).
Dekade ini rasanya menjadi sebuah momen bersejarah bagi peradaban manusia. John Naisbitt
menyebutnya sebagai the most exiting dekade sedangkan Ravi Batra menyebutnya sebagai the
dekade of great depression. Yang jelas apa pun kata mereka dekade ini telah menyadarkan
kita bahwa sesungguhnya kita sedang berada dalam sebuah dekade yang penuh dengan
dinamika (Setiawan Hari Purnomo dan Zulkieflimansyah, 1999: 5).
Dalam situasi lingkungan yang penuh dengan dinamika ini, manajemen usaha harus
dapat menciptakan pelayanan yang dapat memuaskan kepada konsumen dan dalam saat
bersamaan dapat pula bersaing secara efektif dalam kontek lokal, regional bahkan kontek
global. Dengan kata lain industri pariwisata dituntut untuk dapat mengembangkan strategi
terhadap kecenderungan-kecenderungan baru guna mencapai dan mempertahankan kedudukan
bersaingnya (Setiawan Hari Purnomo dan Zulkieflimansyah, 1999: 6).
Strategi berasal dari bahasa Yunani Strategos, yang berasal dari kata Stratos yang
berarti militer dan ag yang berarti memimpin. Strategi dalam kontek awalnya ini diartikan
sebagai generalship atau sesuatu yang dikerjakan oleh para jenderal dalam membuat rencana
untuk menaklukan musuh dan memenangkan perang. Tidaklah mengherankan jika pada
awalnya strategi ini memang popular dan digunakan secara luas dalam dunia militer. Sedang
jika kita merunutnya sebagai sebuah bidang penilitian maka perkembangan dalam dekade 50-
an dapat digunakan sebagai pijakan.
Dekade 50-an adalah dekade yang memperlihatkan masa damai dan merupakan periode
kemunculan perusahaan-perusahaan baru. Pada waktu itu golongan baru manajer professional
mulai gagasan-gagasan tentang bagaimana menjalankan usaha besar. Karena baru saja usai
perang dunia ke dua, maka tidaklah dapat dihindarkan kemudian bahwa banyak gagasan
strategi yang diterapkan memang diadaptasi dari strategi militer. Manajer-manajer masih
membicarakan tentang bagaimana menyerang pasar-pasar dan menaklukan pesaing-pesaing
(Setiawan Hari Purnomo dan Zulkieflimansyah, 1999: 8-9).
Revolusi dalam perencanaan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai akibat
dari persaingan yang sengit maka terjadi kecenderungan penyusunan rencana strategis sebagai
alat untuk mencapai tujuan.
Strategi yang tepat didasarkan pada kemampuan menemukenali diri dan lingkungannya,
sehingga strategi benar-benar dapat terwujud dari kekuatan yang dimilikinya dan peluang yang
dihadapinya. Analisis yang tepat untuk menyusun strategi adalah analisis SWOT.
Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis SWOT adalah memahami seluruh
informasi dalam suatu kasus, menganalisis situasi untuk mengetahui isu apa yang sedang
terjadi dan memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan utuk memecahkan masalah
(Freddy Rangkuti, 2001:14).
SWOT merupakan singkatan dari strengths (kekuatan-kekuatan), weaknesses
(kelemahan-kelemahan), opportunities (peluang-peluang) dan threats (ancaman-ancaman).
Pengertian-pengertian kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam analsis SWOTadalah
sebagai berikut :

- Kekuatan (strengths)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan atau keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan
kebutuhan dari pasar suatu perusahaan (Amin W.T, 1994:75).
Kekuatan kawasan pariwisata adalah sumber daya alam, pengelolaan dan keunggulan relatif
industri pariwisata dari pasar dan pesaing sejenis.

- Kelemahan (weaknesses)
Kelemahan adalah keterbatasan/kekurangan dalam sumber daya alam, keterampilan
dankemampuan yang secara serius menghalangi kinerja efektif suatu perusahaan (Amin W.T,
1994:75).
Kelemahan kawasan pariwisata adalah keterbatasan/kekurangan dalam sumber daya alam,
keterampilan dan kemampuan pengelolaan industri pariwisata.

- Peluang (opportunities)
Peluang adalah situasi/kecenderungan utama yang menguntungkan dalam lingkungan
perusahaan (Amin W.T, 1994:74)
Peluang kawasan pariwisata adalah situasi/kecenderungan utama yang menguntungkan
industri pariwisata dalam lingkungan suatu kawasan pariwisata.

- Ancaman (threats)
Ancaman adalah situasi/kecenderungan utama yang tidak menguntungkan dalam lingkungan
perusahaan (Amin W.T, 1994:74)
Ancaman kawasan pariwisata adalah situasi/kecenderungan utama yang tidak menguntungkan
industri pariwisata dalam lingkungan suatu kawasan pariwisata.

Menurut Freddy Rangkuti (200), analisis SWOT adalah suatu identifikasi faktor
strategis secara sistematis untuk merumuskan strategi. Strategi adalah alat yang sangat penting
untuk mencapai tujuan (Porter : 1985). Sedangkan menurut Freddy Rangkuty (200:183)
strategi adalah perencanaan induk yang komprehensive yang menjelaskan bagaimana
mencapai semua tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan kamus popular
(Masud, 2000) strategi adalah siasat. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa strategi adalah siasat atau perencanaan induk yang komprehensive dan
sebagai alat penting yang menjelaskan bagaimana mencapai semua tujuan.
Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang,
namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Proses pengambilan
keputusan harus menganalsis faktor-faktor strategis dalam kondisi saat ini. Hal ini disebut
dengan analisis situasi, model yang paling popular disebut analisis SWOT.

1.2. Langkah Menyusun Analisis SWOT


1. Pengumpulan data
Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data
yang diperlukan (Nazir, 1988 : 211). Data yang berhubungan erat dengan studi dan objek
penelitian. Data yang dikumpulkan dapat berupa data primer maupun sekunder.
Data primer didapat melalui beberapa metode. Menurut Moh. Nazir Ph.d (1988),
metode pengumpulan data primer antara lain :
a. Metode Pengamatan Langsung
Metode ini cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan
alat standar lain untuk keperluan tersebut. Cara mencatat pengamatan tidak
mempunyai standar tertentu yang terpenting adalah fenomena dapat dicatat dan prilaku
dapat diketahui dengan jelas.
b. Metode dengan menggunakan Pertanyaan
- Kuesioner
Kuesioner adalah sebuah set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan
masalah penelitian dimana yang menulis isiannya adalah responden.
- Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara
tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya dengan penjawab dengan
menggunkan alat yang dinamakan paduan wawancara (interview guide)

2. Analisis
Analisis merupakan suatu proses yang dapat memberi makna pada data dalam memecahkan
permasalahan penelitian dengan memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena yang
kemudian dibuat penafsiran-penafsiran terhadap hubungan antara fenomena yang terjadi
(Nazir, 1988 :405).
Tahapan analsis dalam SWOT adalah memanfaatkan semua data dan informasi dalam
model-model kuantitatif perumusan strategi (Freddy Rangkuti, 2001:30). Analisis SWOT
terlebih dahulu dilakukan pencermatan (scanning) yang pada hakekatnya merupakan
pendataan dan pengidentifikasian sebagai pra analisis (Diklat Spamen, 2000 : 3). Model-model
yang digunakan dalam analisis SWOT antara lain sebagai berikut :
- IFAS EFAS (internal - eksternal strategic factor analysis summary)
- Matrik Space
- Matrik SWOT

Penggunaan beberapa analisis akan lebih baik sehingga menghasilkan rumusan strategi
yang dapat menyelesaikan permasalahan dan strategi yang terbentuk sesuai dengan tujuan dan
lingkungan yang dihadapinya.

1.3. Analisis Faktor-faktor Strategis Internal dan Eksternal (IFAS EFAS)


Analisis faktor strategi internal dan eksternal adalah pengolahan faktor-faktor strategis
pada lingkungan internal dan eksternal dengan memberikan pembobotan dan rating pada setiap
faktor srtategis.
Faktor strategis adalah faktor dominan dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman
yang memberikan pengaruh terhadap kondisi dan situasi yang ada dan memberikan keuntungan
bila dilakukan tindakan posistif. (Robert G. Dyson, 1990: 8-12).
Menganalisis lingkungan internal (IFAS) untuk mengetahui berbagai kemungkinan
kekuatan dan kelemahan. Masalah strategis yang akan dimonitor harus ditentukan karena
masalah ini mungkin dapat mempengaruhi pariwisata dimasa yang akan datang. Menganalisis
lingkungan eksternal (EFAS) untuk mengetahui berbagai kemungkinan peluang dan
ancaman. Masalah strategis yang akan dimonitor harus ditentukan karena masalah ini mungkin
dapat mempengaruhi pariwisata dimasa yang akan datang.
Penggunaan metode-metode kuantitatif sangat dianjurkan untuk membuat peramalan
(forcasting) dan asumsi-asumsi secara internal. Adapun langkah-langkah penyusunannya
dapat dilihat pada sub bab berikut ini.

2.3.2.1. Langkah Penyusunan Tabel IFAS


a. Masukan faktor-faktor kekuatan dan kelemahan pada Tabel IFAS kolom 1. Susun 5 sampai
dengan 10 faktor dari kekuatan, kelemahan (Freddy Rangkuti, 2001 : 22)
b. Berikan bobot masing-masing faktor strategis pada kolom 2, dengan skala 1,0 (sangat
penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Semua bobot tersebut jumlahnya tidak melebihi
dari skor total = 1,00 (Diklat Spama, 2000 : 13). Faktor-faktor itu diberi bobot didasarkan
pengaruh posisi strategis (Freddy Rangkuti, 2001 : 22)
c. Berikan rating pada kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan skala mulai dari 4 (sangat
kuat) sampai dengan 1 (lemah), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kodisi
kawasan pariwisata bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk
kategori kekuatan) diberi nilai dari 1 sampai dengan 4 dengan membandingkan terhadap rata-
rata pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifat negatif kebalikannya jika kelemahan
besar sekali (dibanding dengan rata-rata pesaing sejenis) nilainya adalah 1, sedangkan jika
nilai kelemahan rendah/di bawah rata-rata pesaing-pesaingnya nilainya 4.
d. Kalikan bobot dengan nilai (rating) untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom
4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi
mulai dari 4,0 (menonjol) sampai dengan 1,0 (lemah).
e. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi
kawasan pariwisata yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukan bagaimana kawasan
pariwisata bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya. Skor total ini dapat
digunakan untuk membandingkan kawasan pariwisata ini dengan objek wisata lainnya dalam
kelompok wisata yang sama.

Tabel Model Analisis Faktor Strategi Internal (IFAS) dapat dilihat pada Tabel 2.
1 berikut :

Tabel 2.1
Model Analisis Faktor Strategis Internal
(IFAS)
No Faktor-Faktor Strategis Bobot Nilai Bobot x Nilai
Kekuatan :
(Jumlah perkalian
(faktor-faktor yang (Professional (Professional bobot dengan nilai
menjadi kekuatan) Judgement) Judgement) pada setiap faktor
dari kekuatan)

(Jumlah
(Jumlah nilai (Jumlah bobot X
Jumlah bobot
kekuatan) nilai kekuatan)
kekuatan)
Kelemahan :
(Jumlah perkalian
(faktor-faktor yang (Professional (Professional bobot dengan nilai
menjadi kelemahan) Judgement) Judgement) pada setiap faktor
dari kelemahan)

(Jumlah
(Jumlah nilai (Jumlah bobot X
Jumlah bobot
kelemahan) nilai kelemahan)
kelemahan)
Sumber : Diklat Spama, 2000

2.3.2.2.Langkah Penyusunan Tabel EFAS


a. Masukan faktor-faktor peluang dan ancaman pada Tabel EFAS, kolom 1. Susun 5 sampai
dengan 10 faktor dari peluang dan ancaman (Freddy Rangkuti, 2001 : 22)
b. Berikan bobot masing-masing faktor strategis pada kolom 2, dengan skala 1,0 (sangat
penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Semua bobot tersebut jumlahnya tidak melebihi
dari skor total = 1,00 (Diklat Spama, 2000 : 13). Faktor-faktor itu diberi bobot didasarkan
pada dapat memberikan dampak pada faktor strategis.
c. Berikan rating dalam kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan skala mulai dari 4 (sangat
kuat) sampai dengan 1 (lemah), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kodisi
bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori peluang)
diberi nilai dari 1 sampai dengan 4 dengan membandingkan dengan rata-rata pesaing
utama. Sedangkan variabel yang bersifat negatif kebalikannya, jika ancaman besar sekali
(dibanding dengan rata-rata pesaing sejenis) nilainya adalah 1, sedangkan jika nilai ancaman
kecil/di bawah rata-rata pesaing-pesaingnya nilainya 4
d. Kalikan bobot dengan nilai (rating) untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom
4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi
mulai dari 4,0 (menonjol) sampai dengan 1,0 (lemah).
e. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi
kawasan pariwisata yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukan bagaimana kawasan
pariwisata bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Skor total ini dapat
digunakan untuk membandingkan kawasan pariwisata ini dengan objek wisata lainnya dalam
kelompok wisata yang sama.
Tabel Model Analisis Faktor Strategi
Eksternal (EFAS) dapat dilihat pada Tabel 2.
2 berikut :
Tabel 2.2
Model Analisis Faktor Strategis Eksternal (EFAS)
No Faktor-Faktor Strategis Bobot Nilai Bobot x Nilai
Peluang :
(Jumlah
(faktor-faktor yang perkalian
menjadi peluang) (Professional (Professional bobot dengan
Judgement) Judgement) nilai pada
setiap faktor
dari peluang)

(Jumlah bobot
(Jumlah bobot (Jumlah nilai
Jumlah X nilai
peluang) peluang)
peluang)
Ancaman :
(Jumlah
(faktor-faktor yang perkalian
menjadi ancaman) (Professional (Professional bobot dengan
Judgement) Judgement) nilai pada
setiap faktor
dari ancaman)

(Jumlah bobot
(Jumlah bobot (Jumlah nilai
Jumlah X nilai
ancaman) ancaman)
ancaman)
Sumber : Diklat Spama, 2000

2.3.2.3.Pembobotan (scoring) dan penilaian (rating)


Faktor-faktor strategis internal dan eksternal diberikan bobot dan nilai
(rating) berdasarkan pertimbangan profesional (Professional Judgment). Pertimbangan
professional adalah pemberian pertimbangan berdasarkan keahliannya, kompeten dengan
sesuatu yang dipertimbangkannya (Drs. Robert Simbolon, MPA, 1999). Dalam melakukan
pertimbangan professional pada analisis faktor strategis internal eksternal memiliki
pembatasan sebagai berikut :

Pembobotan (scoring)
Pebobotan pada lingkungan internal tingkat kepentingannya didasarkan pada besarnya
pengaruh faktor strategis terhadap posisi strategisnya, sedangkan pada lingkungan eksternal
didasarkan pada kemungkunan memberikan dampak terhadap faktor strategisnya (Freddy
Rangkuti, 2001 : 22-24)
Jumlah bobot pada masing-masing lingkungan internal dan eksternal harus berjumlah = 1
(satu) :
Skor Total Internal Total Bobot Kekuatan + Total Bobot Kelemahan = 1
Skor Total Eksternal Total Bobot Peluang + Total Bobot Ancaman = 1
Sedangakan nilai bobot menurut Freddy Rangkuti (2001 : 22-24) dan Diklat Spama (2000 :
13-14) berdasarkan ketentuan sebagai berikut :

Skala 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting).

Besarnya rata-rata nilai bobot bergantung pada jumlah faktor-faktor strategisnya (5-10
faktor strategis) yang dipakai.

Penilaian (rating)
Nilai rating berdasarkan besarnya pengaruh faktor strategis terhadap kondisi dirinya (Freddy
Rangkuti, 2001 : 22-24) dengan kententuan sebagai berikut :

Skala mulai dari 4 (sangat kuat) sampai dengan 1 (lemah).

Sangat Kuat Kuat Rata-rata Lemah


4 3 2 1

Variabel yang bersifat positif (variabel kekuatan atau peluang ) diberi nilai dari 1
sampai dengan 4 dengan membandingkan dengan rata-rata pesaing utama. Sedangkan
variabel yang bersifat negatif kebalikannya, jika kelemahan atau ancaman besar sekali
(dibanding dengan rata-rata pesaing sejenis) nilainya adalah 1, sedangkan jika nilai ancaman
kecil/di bawah rata-rata pesaing-pesaingnya nilainya 4.

Analisis Matrik Space dan Pemetaan Posisi Pariwisata


Matrik Space
Matrik space adalah suatu dasar untuk mengetahui posisi pariwisata.yang didapat dari nilai
rating yang dimiliki oleh faktor-faktor strateginya. Matrik Space digunakan untuk melihat
garis vektor positif dan negatif untuk internal dan eksternal.
Garis vektor internal sebagai garis horisontal dan garis vektor eksternal sebagai garis vertikal
dalam diagram posisi perkembangan pariwisata.
Model yang digunakan sebagai Matrik Space dapat dilihat pada Tabel 2. 3 berikut ini :

Tabel 2.3

Model Analisis Matrik Space


Faktor Strategis Faktor Strategis
Rating Rating
Internal Eksternal
Kekuatan Peluang
(rating dari tabel (rating dari tabel
(faktor-faktor yang IFAS dengan nilai (faktor-faktor yang EFAS dengan nilai
menjadi peluang) positif) menjadi peluang) positif)
Jumlah rating Jumlah rating
Jumlah Jumlah
positif positif
Kelemahan Ancaman
(rating dari tabel (rating dari tabel
(faktor-faktor yang IFAS dengan nilai (faktor-faktor yang EFAS dengan nilai
menjadi negatif) menjadi ancaman) negatif)
kelemahan)

Jumlah rating Jumlah rating


Jumlah negatif Jumlah negatif
Sumber : Freddy Rangkuti, 2001

2.3.3. Analisis Matrik SWOT


Matrik Analisis SWOT
Matrik SWOT adalah matrik yang menginteraksikan faktor strategis internal dan
eksternal. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman
(eksternal) yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan (internal) yang
dimiliki (Freddy Rangkuti, 2001:31).
Hasil dari interaksi faktor strategis internal dengan eksternal menghasilkan alternatif-alternatif
strategi. Matrik SWOT menggambarkan berbagai alternatif strategi yang dapat dilakukan
didasarkan hasil analisis SWOT (Purnomo, Zulkieflimansyah, 1996:87). Strategi SO adalah
strategi yang digunakan dengan memanfaatkan/mengoptimalkan kekuatan yang dimilikinya
untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Sedang strategi WO adalah strategi yang
digunakan seoptimal mungkin untuk meminimalisir kelemahan. Strategi ST adalah strategi
yang digunakan dengan memanfatkan/mengoptimalkan kekuatan untuk mengurangi berbagai
ancaman. Strategi WT adalah Strategi yang digunakan untuk mengurangi kelemahan dalam
rangka meminimalisir/menghidari ancaman.
Model Matrik Analisis SWOT dapat dilihat pada Gambar 2. 2 sebagai beriut :
Gambar 2.2
Model Matrik Analisis SWOT
IFAS
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
EFAS

Peluang (O) Strategi SO Strategi WO


(Strategi yang (Strategi yang
menggunakan kekuatan meminimalkan kelemahan
dan memanfaatkan dan memanfaatkan
peluang) peluang)

Ancaman (T) Strategi ST Strategi WT


(Strategi yang (Strategi yang
menggunakan kekuatan meminimalkan kelemahan
dan mengatasi ancaman) dan menghindari
ancaman)
Sumber : Freddy Rangkuti, 2001

Alternatif Strategi
Alternatif strategi adalah hasil dari matrik analisis SWOT yang menghasilkan berupa Srtategi
SO, WO, ST, WT. Alternatif strategi yang dihasilkan minimal 4 buah strategi sebagai hasil
dari analisis matrik SWOT. Menurut Freddy Rangkuti (2001:31-32) strategi yang dihasilkan
adalah sebagai berikut :
- Strategi SO :
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut
dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
- Strategi ST
Strategi ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi
ancaman.
- Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan
kelemahan yang ada.
- Strategi WT
Strategi ini didasarakan pada kegiatan usaha meminimalkan kelemahan yang ada serta
menghindari ancaman.

Formulasi Strategi
Formulasi strategi mencakup bebagai aktivitas analisis, perencanaan, dan pemilihan
strategi yang dapat meningkatkan kesempatan bagi perusahaan di dalam berupaya mencapai
tujuan perusahaan (Kusnadi, Agustina Hanafi, 1999:174).
Formulasi strategi dalam pengembangan kawasan pariwisata adalah aktivitas pemilihan
strategi yang didasarkan pada analisis posisi kawasan pariwisata dan pemilihan strategi dari
analisis SWOT. Berdasarkan Kusnadi dan Agustina (1999:204) kriteria pemilihan strategi
antara lain sebagai berikut :
1. Strategi sebaiknya tanggap dengan lingkungan eksternal
2. Strategi melibatkan keunggulan kompetitif
3. Strategi sejalan dengan strategi lainnya yang terdapat dalam organisasi

Formulasi strategi pengembangan kawasan pariwisata berdasarkan strategi unggulan yang


dihasilkan dari analisis-analisis posisi kawasan pariwisata dan strategi alternatif analisis
SWOT.
Formulasi strategi yang biasanya disebut dengan perencanaan strategis merupakan
proses penyusunan perencanaan jangka panjang, oleh Karena itu prosesnya lebih banyak
menggunakan proses analitis (Freddy Rangkuti, 2001:8). Strategi pengembangan pariwisata
tujuannya adalah untuk menyusun strategi sehingga sesuai dengan tujuan, sasaran dan
kebijaksanaan dalam pariwisata.
Formulasi strategi berdasarkan bingkai waktu dan spesiifikasinya menurut Kusnadi dan
Agustina (1999:259) adalah sebagai berikut :
1. Bingkai Waktu.
Fakus utama tujuan jangka panjang adalah lima tahun atau lebih untuk masa yang akan datang
sedangkan tujuan tahunan (jangka pendek) bersifat segera. Tujuan dengan masa waktu kurang
dari lima tahun sering dikategorikan ke dalam tujuan tahunan.
2. Spesifikasi.
Tujuan jangka panjang sering kali dinyatakan secara luas dan dalam garis besar sedangkan
tujuan tahunan (jangka pendek) seringkali berisi rincian yang harus dicapai serta sangat
spesifik dan disamping itu secara langsung terkait dengan aktivitas operasi dan aktivitas
fungsional.

TEORI SWOT

- Kekuatan (strengths)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan atau keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan
kebutuhan dari pasar suatu perusahaan (Amin W.T, 1994:75).
Kekuatan kawasan pariwisata adalah sumber daya alam, pengelolaan dan keunggulan relatif
industri pariwisata dari pasar dan pesaing sejenis.

- Kelemahan (weaknesses)
Kelemahan adalah keterbatasan/kekurangan dalam sumber daya alam, keterampilan
dankemampuan yang secara serius menghalangi kinerja efektif suatu perusahaan (Amin W.T,
1994:75).
Kelemahan kawasan pariwisata adalah keterbatasan/kekurangan dalam sumber daya alam,
keterampilan dan kemampuan pengelolaan industri pariwisata.

- Peluang (opportunities)
Peluang adalah situasi/kecenderungan utama yang menguntungkan dalam lingkungan
perusahaan (Amin W.T, 1994:74)
Peluang kawasan pariwisata adalah situasi/kecenderungan utama yang menguntungkan
industri pariwisata dalam lingkungan suatu kawasan pariwisata.
- Ancaman (threats)
Ancaman adalah situasi/kecenderungan utama yang tidak menguntungkan dalam lingkungan
perusahaan (Amin W.T, 1994:74)
Ancaman kawasan pariwisata adalah situasi/kecenderungan utama yang tidak menguntungkan
industri pariwisata dalam lingkungan suatu kawasan pariwisata.

- Strategi SO :
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut
dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
- Strategi ST
Strategi ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi
ancaman.
- Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan
kelemahan yang ada.
- Strategi WT
Strategi ini didasarakan pada kegiatan usaha meminimalkan kelemahan yang ada serta
menghindari ancaman.

INTERNAL (INFAS)

Kekuatan :
menampung minat serta bakat mahasiswa dalam bidang seni dan olah raga
tipologi mahasiswa terhadap kegiatan entertiner
keinginginan yang besar untuk mengapresiasikan akan bakat melalui sebuahn wadah

kelemahan :

loyalitas terhadap lembaga yang minim


fondasi yang lemah dalam hal juklak/juknis (aplikasi)
manajemen kelembagaan yang tidak terkoordinir
strukturisasi lembaga yang tidak jelas

EKSTERNAL (EFAS)

peluang :
mengaspirasikan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang seni dan olah raga
memberdayakan tiupologi yang lebih condong pada hal-hal entertainer
mengapresiasiakn hobi melalui ivent-ivent yang ada

ancaman :
hilangnya wanara pada peredarannya
tidak terarahnya lembaga pada konstitusi yangb telah disepakati
pengelolaan kelembagaan yang tidak terkoordinir
tumpang tindih terhadap job discription
Gambar 2.2
Model Matrik Analisis SWOT
INTERNAL (IFAS)
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
EKSTERNAL (EFAS)

Peluang (O) Strategi SO Strategi WO


(Strategi yang (Strategi yang
menggunakan kekuatan meminimalkan kelemahan
dan memanfaatkan dan memanfaatkan
peluang) peluang)

Ancaman (T) Strategi ST Strategi WT


(Strategi yang (Strategi yang
menggunakan kekuatan meminimalkan kelemahan
dan mengatasi ancaman) dan menghindari
ancaman)

http://media-amran.blogspot.co.id/2010/08/analisis-swot.html
Analisis IFAS, EFAS dan SFAS

CONTOH KASUS TOSERBA SEJAHTERA

Analisis IFAS ( Internal Strategic Factors Summary )

Faktor Strategi Internal Bobot Rating BxR Keterangan


(1) (2) (3) (4) (5)

STRENGHT (kekuatan)
:
0,25 4 1 Tempat perusahaan yang
1. Letak perusahaan yang strategis karena mudah
strategis dijangkau
0,20 4 0,80
2. Produk yang Memiliki produk yang
berkualitas berkualitas dapat menarik
minat konsumen untuk
0,20 4 0,80 membeli

3. Brand image yang Brand image yang baik


baik menjadi suatu nilai tambah
0,25 4 1 bagi produk perusahaan

Mudah memasarkan produk


4 . Pengalaman 0,10 3 0,30 yang akan dijual
manajemen pemasaran
yang lama Perusahaan akan mudah
mempertahankan konsumen
5.Loyalitas konsumen
yang tinggi

Total kekuatan 1,00 3,90

WEAKNESS
(kelemahan) :

1. Kurang agresif dalam 0,25 1 0,25 Kurangnya mempromosikan


promosi dan periklanan barang/produk kepada para
konsumen

2. Terlalu berpuas diri Para manajer yang terlalu


terhadap apa yang telah 0,25 2 0,50 berpuas diri dengan apa yang
dicapai sudah dicapai

3. Efisiensi keuntungan Kurang efisien dalam


rendah 0,25 3 0,75 mengelola keuntungan
4. Kurang efisien dalam Membeli sesuatu yang
pengelolaan dana 0,25 2 0,50 kurang dibutuhkan

Total kelemahan 1,00 2


Analisis EFAS (Eksternal Strategic Factors Summary)

Faktor Strategi Internal Bobot Rating B x R Keterangan


(1) (2) (3) (4) (5)

OPPORTUNITIES
(peluang)
0,25 4 1 Melihat kebutuhan
1. Dapat melihat konsumen sesuai dengan
kebutuhan konsumen perubahan gaya hidup
sesuai dengan perubahan masyarakat atau perubahan
gaya hidup masyarakat. zaman
0,20 3 0,60
2. Banyaknya orang- Banyaknya imigran dikota
orang yang berimigrasi bumi dan tingkat pendapatan
ke kota bumi penduduk menjadi
meningkat maka kebutuhan
konsumen akan barang pun
meningkat dan memilih
untuk berbelanja di
0,30 3 0,90 TOSERBA di bandingkan
3. Banyaknya pemasok pasar tradisional
barang-barang rumah
tangga Perusahaan memiliki posisi
tawar yang kuat sehingga
0,25 3 0,75 bisa mendapatkan barang
yang murah dengan kualitas
4. Perusahaan dapat yang tinggi
melakukan perluasan
pasar Membuka akses pelanggan
baru untuk meningkatkan
profit dan pertumbuhan
jangka panjang

Total peluang 1,00 3,25

THREAT (ancaman) :

1. Pendatang baru yang 0,25 0,25 Pesaing dari kota lain


lebih besar dan efisien 1

2. TOSERBA lain yang 0,25 0,25 Toko kecil yang terus


semakin berkembang 1 berkembang pesat karena
pesat gencar melakukan strategi-
strategi
0,20 0,40
3. Peningkatan biaya 2 Biaya listrik, pemeliharaan
operasional toko, biaya angkutan, gaji
0,30 0,30 karyawan
4. Peraturan pemerintah 1
untuk perizinan membuka Pemerintah mengajukan
usaha persyaratan yang cukup berat
untuk membuka usaha
Total ancaman 1,00 1,20

Strategi umum dan penjelasan arah strategi

Total skor kekuatan : 3,90


Total skor kelemahan : -2
Total skor peluang : 3,25
Total skor ancaman :-1,20

Berdasarkan total skor diatas, maka penentuan posisi perusahaan dapat digambar sebagai
matriks SWOT berikut :

Selain itu, penentuan koordinat dari gambar tsb adalah sebagai berikut :
Koordinat Analisis Internal : (Skor total kekuatan Skor total kelemahan ) / 2 = ( 3,90 2
) / 2 = 0,95
Koordinat Analisis External : (Skor total peluang Skor total ancaman ) / 2 = ( 3,25 1,20 )
/ 2 = 1,025
Titik koordinat terletak pada (0,95;1,025)
Hasil perhitungan dari masing-masing kaudran dapat digambarkan pada table berikut :
Kuadran Posisi Matrik Luas Matrik Ranking Prioritas
Strategi
I (3,90 ; 3,25) 12,7 1 Growth
II (-2 ; 3,25) -6,5 3 Stabilitas
III (-2;-1,20) 2,4 2 Kombinasi
1V (3,90;-1,20) -4,68 4 Penciutan
Posisi TOSERBA Sejahtera terletak pada kuadran 1 (PERSAINGAN KUAT) dan
menggunakan strategi umum sebagai berikut :
1. Pengembangan pasar :
- Membuka pasar geografis baru seperti ekspansi regional, nasional internasional
2. Penetrasi pasar :
- Menguatkan promosi dan periklanan yang efektif dan variatif sesuai target pasar
3. Pengembangan produk :
- Mengembangan versi produk
- Meningkatkan promosi
4. Integrasi kedepan
- Meningkatkan pelayanan dengan memberikan kenyamanan bagi pelanggan
5. Diversifikasi konsentrik

- Menciptakan sinergi dengan produk atau pasar yang sudah ada

Membuat SFAS

SFAS ( Strategi Factors Analysis Summary )

Factor strategis Bobot Ratin Skor Durasi Keterangan


(1) (2) g (4) (5) (6)
(3) S M L

1. Pengalaman 0,25 4 1 X X Mudah memasarkan produk


manajemen pemasaran yang akan dijual
yang lama (S)

2. Kurang agresif dalam 0,25 1 0,25 X Kurangnya mempromosikan


promosi dan periklanan barang/produk kepada para
(W) konsumen

0,25 4 1 X
3. Dapat melihat Melihat kebutuhan konsumen
kebutuhan konsumen sesuai dengan perubahan
sesuai dengan gaya hidup masyarakat atau
perubahan gaya hidup perubahan zaman
masyarakat. (O)
0,25 1 0,25 X
4. TOSERBA lain yang Toko kecil yang terus
semakin berkembang berkembang pesat karena
pesat (T) gencar melakukan strategi-
strategi

Total SFAS 1,00 2,50

http://kumpulan-tugas-dewiyuliyani.blogspot.co.id/2016/06/analisis-ifas-efas-dan-
sfas.html
Analisis Swot : Pengertian, Kuadrant, dan Matriks SWOT - Pengertian Analisis SWOT
adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan
(strengths) dan kelemahan (weaknesses) internal organisasi, serta peluang
(opportunities) dan ancaman atau tantangan (threats) eksternal suatu organisasi atau
proyek atau suatu spekulasi bisnis. Kekuatan didefinisikan sebagai sumberdaya,
keterampilan, atau keunggulan-keunggulan lain relative terhadap pesaing dan
kebutuhan pasar yang harus dilayani perusahaan. Kelemahan didefinisikan sebagai
keterbatasan dalam sumberdaya, keterampilan, dan kapabilitas yang menghambat
kinerja perusahaan. Peluang didefinisikan sebagai situasi penting yang
menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman didefinisikan sebagai
situasi penting yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Keempat
faktor itulah yang membentuk sebuah akronim SWOT. Analisis SWOT dilakukan
dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan
fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam analisis SWOT. Analisis SWOT harus
dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik faktor internal
maupun eksternal. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang
dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan. Bentuk kuadran
analisis SWOT digambarkan pada gambar dibawah ini.
Kuadran Analisis SWOT
Kuadran 1 : merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi
memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.
Strategi yang dapat diterapkan adalah dengan mendukung kebijakan pertumbuhan
yang agresif

Kuadran 2 : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan masih


memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah
menggunakan peluang jangka panjang.

Kuadran 3 : perusahaan menghadapi peluang pasar yag sangat besar,


tetapi di lain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus
strateginya adalah dengan meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan,
sehingga dapat merubah peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran 4 : merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan,


perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

Analisis SWOT terdiri dari analisis faktor internal (Internal Factor Analysis
Summary/IFAS) dan analisis faktor eksternal (Eksternal Factor Analysis
Summary/EFAS). Pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan skor yang
diperoleh dari faktor IFAS dan EFAS. Bentuk matrik posisi strategi usaha adalah
sebagai berikut.

Matrik Analisis SWOT


Kriteria Pengambilan Keputusan
Kriteria dalam melakukan pengambilan keputusan ialah sebagai berikut :

Kriteria 1. Apabila usahatani terletak di daerah White Area (Bidang Kuat-


Berpeluang), maka usaha tersebut memiliki peluang pasar yang prospekif dan
memiliki kompetensi untuk mengerjakannya.

Kriteria 2. Apabila usahatani terletak di daerah Grey Area (Bidang Lemah-


Berpeluang), maka usaha tersebut memiliki peluang pasar yang prospekif namun
memiliki kompetensi untuk mengerjakannya.

Kriteria 3. Apabila usahatani terletak di daerah Grey Area (Bidang Kuat-


Terancam), maka usaha tersebut cukup kuat dan memiliki kompetensi untuk
mengerjakannya, namun peluang pasar sangat mengancam.

Kriteria 4. Apabila usahatani terletak di daerah Black Area (Bidang Lemah-


Terancam), maka usaha tersebut tidak memiliki kompetensi untuk mengerjakannya
dan tidak memiliki peluang pasar.

http://www.feedsia.com/2015/07/analisis-swot-pengertian-kuadrant-dan.html
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR INTERNAL (IFAS) DAN
EKSTERNAL (EFAS) PADA SAMSUNG

Strategi perusahaan mencerminkan penilaian manajemen terhadap situasi dan


pilihannya tentang bagaimana mengejar tujuan perusahaan. Strategi bisa diuraikan dalam
beberapa cara. Sebagai contoh, strategi bisa dijelaskan sebagai lima faktor situasi ekonomi
perusahaan (Porter, 1985), yaitu: penyuplai, pembeli, pengganti, pelanggan potensial, dan
persaingan di kalangan pesaing yang ada. Dalam pemasaran, strategi bisa dijelaskan sebagai
pilihan dari 4P: Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), dan Place (tempat),
yakni produk mana yang harus dihasilkan perusahaan; dan bagaimana harus didistribusikan
(Kottler, 2000). Sedangkan dari segi input perusahaan, strategi operasi adalah pilihan rantai
suplai perusahaan termasuk manajemen rantai terhadap sumber-daya dan kapabilitas-
kapabilitas. Pilihan strategi untuk perusahaan anda selalunya adalah sebuah pertanyaan tentang
apa yang harus dilakukan perusahaan pada situasinya untuk memenuhi tujuan efisiensi dan
efektifitasnya.

SEJARAH PERUSAHAAN

The Samsung Group adalah konglomerat terbesar didunia. Merupakan bisnis internasional
yang terletak di Korea Selatan, semua kesatuan merk Samsung, termasuk Samsung Electronics
(perusahaan elektronik terbesar di dunia), Samsung Heavy Industries (salah satu shipbuilders
terbesar di dunia), dan Samsung Engineering & Construction (perusahaan kontraktor global
utama). Dimanapun Anda berada, di tengah keramaian jalan raya atau dalam kenyamanan
rumah Anda, Samsung adalah bagian dari kehidupan Anda. Sebagai pemimpin global,
Samsung ada di garis terdepan perubahan, mengantisipasi apa yang diinginkan oleh pelanggan
di seluruh dunia pada hari esok. Dengan penjualan bersih yang terus meningkat, pada tahun
2007 mencapai angka $ 174,2 milyar dengan aset dan kewajiban total pada tahun 2007 sebesar
$ 302,9 milyar dan $ 192,7 milyar. Memperkerjakan 263.000 karyawan yang tersebar diseluruh
dunia, memanfaatkan kekuatan revolusi digital untuk menciptakan terobosan produk dan
layanan yang akan membawa konsumen dan bisnis di luar imajinasi mereka.

Di Samsung, prinsip bisnis Samsung menjadi dasar dari setiap keputusan yang dibuat,
diantaranya: Prinsip memenuhi hukum dan standar etika, prinsip menghargai konsumen,
pemegang saham dan karyawan, prinsip tanggung jawab secara sosial sebagai warga korporat,
prinsip menjaga budaya organisasi yan bersih, prinsip peduli akan lingkungan, kesehatan, dan
keamanan.

Berawal dari bisnis ekspor kecil di Taegu, Korea, Samsung telah tumbuh menjadi salah
satu perusahaan elektronik terkemuka di dunia, dengan spesialisasi pada media dan peralatan
digital, semikonduktor, memori, dan integrasi sistem. Kini proses dan produk inovatif dan
berkualitas Samsung telah diakui di dunia. Itu semua menjadi tonggak utama dalam sejarah
Samsung, menunjukkan bagaimana perusahaan ini telah mengembangkan jajaran dan
pencapaian produknya, meningkatkan pendapatan dan saham pasarnya, dan mengikuti misinya
untuk memberikan hidup yang lebih baik bagi pelanggan di seluruh dunia.
Pada tanggal 1 Maret 1938, pendiri dan sekaligus chairman Byung-Chull Lee memulai
bisnis di Taegu, Korea dengan modal 30,000 won. Pada awalnya, bisnis kecil-kecilan Tuan
Lee terutama bergerak di bidang ekspor barang dagangan, menjual ikan, sayur, dan buahbuahan
kering dari Korea ke Manchuria dan Beijing. Namun hanya dalam waktu satu dekade,
Samsung yang secara harfiah berarti tiga bintang dalam Bahasa Korea telah memiliki
pabrik tepung dan pabrik gula sendiri, berikut mesin dan operasional penjualannya sendiri, dan
akhirnya menjadi cikal-bakal sebuah perusahaan global modern yang saat ini masih tetap
mengemban nama yang sama. Pada tahun 1970 pada awalnya Samsung memproduksi TV
hitam putih (model: P3202) yang dimulai oleh Samsung-Sanyo. Bisnis teknologi inti Samsung
mengalami diversifikasi dan dikembangkan secara global pada akhir 1970an dan awal 1980an.
Fokus Samsung yang semakin meningkat pada teknologi menghasilkan didirikannya dua
institut penelitian dan pengembangan perusahaan (R&D) yang membantu mengembangkan
jangkauannya lebih jauh ke dalam elektronika, semikonduktor, chemical high polymer, genetic
engineering, telekomunikasi optik, aerospace, dan bidang teknologi baru dari nanoteknologi
untuk mengembangkan arsitektur jaringan.

Pada 19 November 1987, Pendiri Samsung Byung-Chull Lee meninggal dunia setelah
hampir lima puluh tahun memimpin perusahaan. Anak laki-lakinya, Kun-Hee Lee
menggantikannya sebagai Chairman baru. Selama periode ini, Samsung memiliki tantangan
untuk me-restrukturisasi bisnis lama dan memasuki bisnis baru dengan tujuan untuk menjadi
salah satu dari lima perusahaan elektronik teratas dunia.

Tahun 1990an menghadirkan tantangan besar untuk bisnis teknologi tinggi. Merger,
koalisi dan pembelian adalah hal biasa ketika persaingan dan konsolidasi semakin berkembang.
Perusahaan ditekan untuk memikirkan kembali teknologi dan penawaran layanannya. Bisnis
mulai melintasi perbatasan antarnegara dan perusahaan. Samsung membuka sebagian besar
peluang ini dengan memfokuskan kembali strategis bisnisnya untuk merespon keinginan pasar
dengan lebih baik.

Pada pertengahan 1990an, Samsung merevolusi usahanya melalui dedikasi untuk membuat
produk berkelas dunia, dengan memberikan kepuasan pelanggan sepenuhnya, dan menjadi
perusahaan yang bersih semua di bawah visi kualitas adalah yang utama. Meskipun pada
tahun 1997 terjadi krisis keuangan yang mempengaruhi hampir semua bisnis di Korea,
Samsung menjadi salah satu perusahaan yang dapat terus tumbuh, berkat kepemimpinannya di
bidang teknologi digital dan jaringan, dan konsentrasinya pada bidang elektronik, keuangan
dan layanan terkait.

Samsung merespons krisis dengan mengurangi jumlah perusahaan afiliasi menjadi 45 (jumlah
yang sesuai dengan aturan pada Peraturan Monopoli dan Hukum Perdagangan Bebas),
mengurangi hampir 50.000 orang karyawan, menjual 10 unit bisnis, dan meningkatkan struktur
keuangan, menurunkan rasio utang pada tahun 1997 sebesar 365% menjadi 148% pada akhir
tahun 1999.

Pada awal tahun 2000-an Era digital telah membawa perubahan dan kesempatan
yang revolusioner bagi bisnis secara global, dan Samsung telah menjawabnya dengan teknologi
yang canggih, produk yang kompetitif, dan inovasi yang konstan.

Komitmen Samsung untuk menjadi yang terbaik di dunia telah membuat Samsung sebagai
pemegang pangsa pasar global terbesar untuk tiga belas item di antara produknya, termasuk
semikonduktor, TFT-LCD, monitor dan ponsel CDMA. Dengan pandangan ke depan,
Samsung telah membuat kemajuan bersejarah di bidang riset dan pengembangan lini
semikonduktor, termasuk flash memori dan non-memori, semikonduktor khusus pesanan,
DRAM dan SRAM, dan juga memproduksi LCD yang terbaik di kelasnya, telepon seluler,
peralatan digital, dan lebih banyak lagi.

Visi, misi dan tujuan SAMSUNG adalah sebagai berikut :

1. VISI

Visi dari SAMSUNG adalah Memimpin pergerakan konvergensi digital..

Samsung meyakini bahwa melalui inovasi teknologi saat ini, samsung akan menemukan solusi
yang diperlukan untuk menghadapi tantangan hari esok. Teknologi membuka kesempatan
bagi bisnis untuk tumbuh, bagi warga negara di pasar yang sedang berkembang untuk hidup
sejahtera dengan memasuki tahap ekonomi digital, dan agar masyarakat dapat menemukan
peluang baru. Tujuan Samsung adalah mengembangkan teknologi yang inovatif dan proses
efisien yang menciptakan pasar baru, memperkaya hidup semua orang, dan terus menjadikan
Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya

2. MISI

Misi dari SAMSUNG adalah Menjadi d igital -e Company yang terbaik

3. TUJUAN

1. Market leader number one in sales, volume, and market share. Yakni menjadi pemimpin

pasar dalam bisnis elektronik dengan volume penjualan nomor satu.

2.Best distribution network, yakni memiliki jaringan distribusi yang luas

3.Mengembangkan teknologi yang inovatif dan proses efisien yang menciptakan pasar baru

4.Terus menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpecaya

A. MARKETING MIX PERUSAHAAN

1. Produk

Samsung lebih memilih untuk memciptakan produk-produk high-end yang tentu saja
menawarkan stylish best-practice products. Produk-produk tersebut antara lain :

DRAM, SRAM, Flash memory, CDMA mobile phones, TFT-LCDs, Computer monitors, Big-
screen TVs, VCRs, DVD players, MP3 players, Microwave ovens, dan lain-lain

2. Price
Samsung lebih menekankan pada kualitas produk, sehingga penentuan harga ditetapkan
berdasarkan pada tingkat kualitas masing-masing produk tersebut.

3. Place

Berhubungan dengan pendistribusian produk kepada konsumen, Samsung tidak lagi


menggunakan outlet-outlet distribusi yang murah seperti Wal-Mart dan Target, melainkan
mempercayakannya pada level yang lebih tinggi Samsung upmarket seperti Best Buy dan
Circuit City.

4. Promotion

Dalam rangka rebranding, Samsung telah mengurangi 55 agency periklanan dan hanya
memusatkannya pada satu perusahaan. Samsung menandatangani kontrak $ 400 juta dengan
Madison Avenue firm, Foote, Cone & Belding Worldwide. Perusahaan tersebut bertugas untuk
menciptakan sebuah global brand image untuk Samsung yaitu sebagai pembuat stylish best-
practice products.

B. ANALISIS INTERNAL PERUSAHAAN

Perusahaan berfokus pada lima aspek utama, yaitu:

1. Hardware

Samsung lebih menekankan untuk memproduksi Hardware dan


memilih untuk tidak mengembangkan kepemilikan software dan konten seperti musik, film
dan video games. Meskipun software dinilai mempunyai profit margin yang lebih besar dan
siklus hidup yang lebih lama. Namun, strategi Samsung adalah focus pada hardware dan
perangkatnya dan berkolaborasi dengan provider konten ketika sudah tepat.

2. Integrasi vertical

Samsung melakukan outsource ke external supplier dan lebih serius pada kegiatan
manufaktur yang mandiri. Samsung berpikir bahwa dengan menguasai manufaktur yang
mandiri, maka akan dapat menghasilkan advanced products. Oleh karena itu
Samsung pun berani menginvestasikan dananya untuk pabrik chip.

Samsung juga sangat perhatian untuk menekan biaya serendah


mungkin. Salah satunya terwujud dalam pemilihan lokasi, Samsung
mengoperasikan 12 pabrik/manufakturdi China pada tahun 2003 dan juga
India dengan tujuan mengambil keuntungan yang berlimpah
dengan tarif upah kerja SDM yang murah terutama pada sektor teknologi.

Samsung sangat cerdik mencegah komoditas supaya tidak terjebak, yaitu dengan
mengkostumisasi/mengkombinasikan produksi sebanyak mungkin. Sebagai contoh
sebagian dari memori chip yang diproduksi adalah special order untuk Dell, Microsoft
bahkan Nokia. Sebagai hasilnya, harga rata-rata Samsung adalah 17% diatas level industri.
Begitu pula pada pasar telepon seluler. Sementara rata-rata bisnis elektronik lainnya
melakukan outsource pada manufaktur dan focus
pada core competencies nya, Samsung lebih fokus pada manufaktur sebagai kompeten
utamanya.

3. Digital Product Innovation

Samsung sangat gemar melakukan inovasi, salah satu inovasinya yaitu dengan melakukan
perubahan teknologi analog ke digital. Dengan fokus berinvestasi di produk teknologi digital,
Samsung dapat memposisikan produk-produknya sebagai produk premium. Samsung juga
menerapkan Sashimi Theory yaitu menjual dengan harga tinggi pada hari pertama disaat
masih fresh, namun menurunkan harganya secara dramatis setelahnya karena produk sudah
tidak lagi fresh.

4. Diversifikasi produk,

Samsung bertujuan untuk menaikkan harga dan profit margin dengan menjual produk-produk
yang berkualitas tinggi, tidak hanya ditekankan pada teknologi baru, tapi juga desain. Ini
membutuhkan strategi inovasi yang dapat menghasilkan produk-produk yang baru dan
menarik. CEO Yun memutuskan bahwa Samsung hanya akan menjual produk-produk high-
end, sehingga membutuhkan investasi dengan jumlah besar untuk penelitian. Penerapan
inovasi desain tersebut tidak hanya untuk produk-produk final consumer, tapi pada input-input
yang penting.

Oleh karena itu, diversifikasi produk membuat Samsung menjadi berbeda dari kompetitornya
sehingga Samsung dapat masuk dalam setiap kategori elektronik. Diversivikasi
memungkinkan Samsung ikut bermain di siklus chip yang juga dipakai oleh beberapa
produsen elektronik lainnya.
Dengan strategi memposisikan produk yang terperinci, maka Samsung akan semakin
mudah untuk memasarkan kepada segmen yang tepat.

5. Digital-Convergence Strategy

Samsung memusatkan perusahaannya untuk bermain di produk teknologi digital. Ia pun


berhasil berdiri sebagai leader dalam era digital.

Samsungs Digital Convergence mengacu pada dua trend,


yaitu menggabungkan beberapa teknologi ke dalam satu
produk utama (major product) dan beberapa teknologi yang terhubung dalam satu jaringan.
Sebagai contoh Palm OS yang digabungkan dengan Cell phone dan Cell phone yang
digabungkan dengan kamera menjadi tipe SPH-i700. Dengan pemusatan pada teknologi
digital, maka akan membawa kepada jaringan dimana-mana.

C. ANALISIS EKSTERNAL PERUSAHAAN

Samsung vs Sony

Sejak 2003 penjualan Sony cukup stagnan atau cenderung turun. Selain itu profitabilitas
merosot sejak tahun 1997. Penyebabnya adalah Sony tidak pernah lagi meluncurkan produk-
produk inovasi baru. Perusahaan tersebut gagal berinvestasi secara dini dan agresif dalam
mengembangkan produk-produknya yang menyebabkan kalahnya persaingan dengan
perusahaan-perusahaan lain.
Lain halnya dengan Samsung, Samsung merupakan sebuah perusahaan yang tidak sebesar
Sony namun menawarkan produk-produk unggulan dan berkinerja hebat. TV dan produk
electronics Samsung juga dikenal karena kualitasnya yang bagus. Samsung menduduki
peringkat pertama untuk semikonduktor dan cukup tinggi peringkatnya untuk monitor LCD
dan TV LCD. Samsung berhasil menemukan tren utama dalam industri elektronik dan
berinvestasi secara agresif. Oleh karena itu kondisi keuangan Samsung dapat dikatakan lebih
baik daripada Samsung

Sony memiliki sejarah meluas ke luar negeri yang lebih banyak daripada Samsung. Sony
memiliki banyak pabrik produksi di luar negeri di seluruh dunia, Samsung memang kalah dari
Sony dalam segala aspek globalisasi. Namun Samsung lebih sigap memanfaatkan peluang-
peluang dan merancang strateginya, sebagai contoh strategi dalam menciptakan brand-
marketing, dalam bidang sponsorship, R n D, dan desain produknya.

Industry Analysis

1. Economic& Demographic

Dalam samsung menurut pengamatan kami produk smartphone samsung membidik pangsa
remaja lanjut hingga separuh baya , sedangkan dalam hal ekonomi samsung membidik
pangsa pasar menengah keatas.

2. Social& Culture

Meskipun merupakan perusahaan yang berbasis di Korea Selatan, Samsung telah berhasil
meng-integrasikan dirinya dengan baik di pasar negara berkembang di mana ia melakukan
bisnis. Hal ini telah menghasilkan pola pikir, dan berperilaku lokal yang sangat efektif dalam
menjembatani kesenjangan budaya dan sosial antara lanskap bisnis di Negara asalnya dan pasar
di mana ia beroperasi. Satu aspek yang sangat mengganggu dan menjadi budaya perusahaan
terhadap pejabat setempat dalam hal yang menyangkut suap-menyuap untuk memperlancar
bisnisnya. Perusahaan mencoba untuk mencapai keseimbangan antara nilai-nilai aspirasi dari
segi kelas konsumen dan tingkat pendapatan yang mereka miliki.

3. Technology& Natural Resources

Persaingan smartphone dan tablet di era sekarang menuntut banyaknya inovasi dan tekhnologi
yang baru baik dari sisi Hardware maupun Softwarenya. Seperti banyaknya bermunculan OS
baru yang mana OS merupakan software sebuah smartphone. Smartphone atau pun table juga
memiliki sistem operasi yang powerfull untuk mendukung beragam aplikasi dan kebutuhan
penggunanya. OS yang sekarang sedang marak di perbincangkan antara lain adalah :

Android. Sekarang ini segala penjuru dunia pengguna gadget sudah mengenal Android.
Android di kembangkan berdasarkan sistem kernel linux sehingga di kategorikan dalam sistem
operasi yang bersifat terbuka. Semua vendor ponsel ternama untuk sekarang sudah
menggunakan Android sebagai OS nya tidak terkecuali Samsung

Bada. Bada adalah sebuah mobile operating System yang telah dikembangkan oleh Samsung
Elektronics. OS ini di desain untuk high-end smartphones dan lower-end feature phones.
Samsung menklaim bahwa Bada akan menggantikan tempat di dunia property feature phone
platform, menggantikan feature phones menjadi smartphone.
Blackberry OS. Blackberry OS mempunyai keunggulan pada fiturnya yang bernama
Blackberry Messenger yaitu pesan instant sesama pengguna perangkat Blackberry.

iOS. Tentunya kita sudah tak asing lagi dengan device yang bernama iPhone. iOS adalah
sistem operasi yang hanya bisa di temui pada perangkat pabrikan Apple Inc. iOS merupakan
sistem operasi yang di kembangkan dari Mac OS X. iOS juga merupakan sistem operasi yang
open source di bawah naungan Apple Public Source License (APSL). Di iOS terdapat
abstraction layers, Core OS layers, Core Service layers, Media layers, Cocoua Touch Layers.
iOS juga terkenal akan SIRI yaitu sejenis voice command yang terkenal akan ke akuratan nya.
iOS juga memiliki interface yang sangat elegan. Pada versi terbaru, terdapat perubahan baru
dan penambalan atas bug, terdapat juga iMessage yang merupakan instant messenger bagi
sesama pengguna IOS.

MeeGO. MeeGo adalah sebuah sistem operasi mobile yang berbasis linux dan sebuah proyek
open source alias gratis. MeeGo dikembangkan untuk berbagai perangkat keras seperti
netbook, komputer tablet, nettops (dekstop komputer yang berbentuk lebih kecil), in-vehicle
infotaiment devices (perangkat infotaiment dalam kendaraan), smartTV, smartphone dan lain
sebagainya. MeeGo OS merupakan OS yang terhitung baru dan diperkenalkan pada Mobile
World Congress tahun 2010 dan yang memperkenalkan adalah Intel dan Nokia.

Palm OS. Palm OS merupakan sistem operasi smartphone dan PDA yang dikembangkan
oleh Palm Inc. pada tahun 1996. Palm OS diciptakan untuk memberikan kemudahan kepada
penggunanya ketika digunakan dengan user interface yang berbasis touchscreen. Saat ini, versi
berlisensi dari merek dagang Palm OS berubah menjadi OS Garnet dengan versi terbarunya
Palm OS Garnet 5.4.9. Palm OS awalnya dikembangkan di bawah komando Jeff Hawkins dari
palmComputing, Inc. lalu kemudian diakuisisi oleh US Robotic Corp dan akhirnya dibeli oleh
3Com. Pada bulan Januari 2002 silam, Palm mendirikan anak perusahaan yang sepenuhnya
dimiliki untuk dikembangkan dengan lisensi Palm OS yang dinamakan dengan PalmSource.
Tahun 2007 tepatnya pada tanggal 25 Januari, ACCESS mengumumkan perubahan nama
sistem Palm dari Palm OS menjadi OS Garnet hingga sekarang ini.

Symbian. Nokia adalah salah satu merk lawas yang hampir semua orang sudah
mengetahuinya. Symbian juga bukanlah sistem operasi yang open source, tetapi karna
diperlukan API sehingga banyak pihak developer yang salah meng-artikan bahwa source code
nya tidak di distribusikan secara bebas.

Windows Phone. Tidak hanya membuat sistem operasi untuk kebutuhan dekstop, Microsoft
juga ikut bersaing dalam sistem operasi mobile. Versi terbaru OS buatan Microsoft ini adalah
Windows Phone 8 yang akan berjalan di atas kernel Windows NT, yang biasa digunakan untuk
segmen entreprise. Nokia dan HTC adalah dua dari sekian vendor gadget yang menggunakan
OS ini. Jajaran ponsel Nokia yang menggunakan OS Windows Phone adalah seri Lumia.
Sedangkan beberapa seri smartphone HTC yang memakai OS ini adalah HTC Zenith, HTC
Accord dan HTC Rio.

Paparan di atas menjelaskan perkembangan OS atau software untuk smartphone di era


sekarang. Sedangkan dari hardware nya sendiri banyak tekhnologi baru yang bermunculan
seperti Layar 1080 full HD , Prosesor Quad-Core (chip empat inti dan chip provider seluler
yang bisa terhubung dengan jaringan LTE) , Waterproof , Eye tracking , dll.
Untuk Sumber Daya Samsung sendiri, perusahaan Samsung ini menyaring tenaga kerja yang
terbaik di tiap daerahnya dilengkapi dengan banyak program training untuk meningkatkan
kompetensi SDM nya. Selain itu, Samsung juga mulai menerapkan green program yang
bertujuan untuk meminimumkan penggunaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui
seperti penggunaaan panel surya di smartphone nya dan penggunaan bahan daur ulang untuk
membuat unit smartphone nya.

D.Analisis SWOT pada SAMSUNG

Identifikasi Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), dan


Threat (Ancaman) :

Strength :

Samsung memiliki brand image yang melekat dikalangan masyarakat


Samsung telah memprakarasai Era Digital
Teknologi yang diciptakan mengikuti perkembangan jaman
Samsung senantiasa melakukan inovasi-inovasi pada perkembangan produknya
Samsung menawarkan produk-produk yang berkualitas
Desain produk-produk Samsung sangat baik dan di unggulkan
Adanya diversifikasi produk
Harga produk-produk Samsung bervariasi dan rata-rata terjangkau
Samsung merupakan supplier high end mobile headset
Samsung merupakan pemegang pangsa pasar gobal terbesar untuk tiga belas item diantara
produk Samsung, termasuk semikonduktor, TFT-LCD, monitor dan ponsel CDMA
Samsung telah membuat kemajuan bersejarah di bidang R&D lini semikonduktor, termasuk
flash memori dan non memori, semikonduktor pesanan, DRAM dan SRAM, dan juga
memproduksi LCD terbaik di kelasnya, telpon seluler, peralatan digital dll
Samsung mengadakan partnership dengan Amerika dan perusahaan ternama.

Weakness :

Samsung harus terus menerus memaintain semua biaya untuk tetap sukses
Investasi tinggi pada kativitas R&D (menginvestasikan paling sedikit 9% dari pendapatan
penjualan pada aktivitas R&D)
Budaya korporasi yang tidak fleksibel
Pengalaman dalam mengelolah perusahaan global masih terbatas
Adanya tekanan yang ketat pada karyawan untuk mancapai sasaran
Samsung tidak memiliki strategi marketing, masalah penyebaran produk akan meningkat
Samsung belum memiliki banyak pengalaman pada televisi berteknologi tinggi pada segmen
tsb
Samsung belum memiliki jaringan penjualan dan pelayanan yang sebanding dengan
pesaingnya

Opportunity :

Produk-produk yang ditawrarkan Samsung merupakan produk keperluan rumah tangga yang
dicari
Era digital yang terus berkembang di jaman yang semakin modern
Adanya peningkatan permintaan masyarakat akan barang-barang elektronik yang sudah
merupaka suatu kebutuhan
Tingkat gengsi pada masyarakat yang selalu ingin memiliki produk elektronik terbaru dan
tercanggih
Pengaruh globalisasi yang mendorong pemasaran barang elektronik yang tiada batas
Permintaan masyarakat pada produk-produk yang gaya, best practice, simple dan respon
yang cepat pada perubahan pasar
Samsung memiliki program yang memperkuat pikiran dan mendorong kreativitas generasi
muda

Threat :

Adanya ketergantungan produk-produk lokal pada negara tertentu sehingga pasar sulit
ditembus
Kekuatan merk lain yang lebih dahulu menguasai pasar
Munculnya produk-produk baru dari perusahaan lain yang lebih inovatif
Adanya produk-produk dari perusahaan lain yang menawarkan harga yang lebih mudah
dengan kualitas yang tidak kalah bagus
Ketidakstabilan perekonomian tiap-tiap negara
Era globalisasi yang mendorong perusahaan Eropa masuk dan melakukan penetrasi pasar
Asia
Konsumen memiliki banyak pilihan terhadap merk lain
Lingkungan bisnis yang sangat tidak pasti dan pasar yang semakin kompetitif
Terjadinya krisis financial yang menyebabkan turunya daya belia masyarakat
Kompetisi intens pada produk televisi berwarna
Budaya Korea yang lebih menekankan hirerki yang dapat menghambat ide-ide kreatif atau
pendapat yang berbeda

Berdasarkan analisa internal dan eksternal, diperoleh butir-butir kekuatan, kelemahan,


peluang, ancaman. Maka dapat ditentukan pembobotan dari masing masing butir tersebut.
bobot setiap factor dari Strength, Weakness, Opportunity, Threats diberi nilai = 1,00.
sedangkan untuk masing masing rating factor akan diberi criteria sebagai berikut :

Untuk rating faktor Strength diberi kriteria :

Rating 1 : Sedikit Kuat


Rating 2 : Agak Kuat
Rating 3 : Kuat
Rating 4 : Sangat Kuat

Untuk rating faktor Weakness diberi kriteria :

Rating 1 : Sedikit Lemah


Rating 2 : Agak Lemah
Rating 3 : Lemah
Rating 4 : Sangat Lemah

Untuk rating faktor Threat diberi kriteria :

Rating 1 : Sedikit Mengancam


Rating 2 : Agak Mengancam
Rating 3 : Mengancam
Rating 4 : Sangat Mengancam

Untuk rating faktor Opportunity diberi kriteria :

Rating 1 : Sedikit Peluang


Rating 2 : Agak Peluang
Rating 3 : Peluang
Rating 4 : Sangat Peluang

F. Matriks SWOT Kearns

Eksternal
Internal OPPORTUNITY TREATHS

STRENGTH ComparativeAdvantage Mobilization

WEAKNESS Divestment/Investment Damage Control

Agar SAMSUNG dapat menganalisis situasi saat ini, maka digunakanlah analisis SWOT
dengan melakukan penilaian terhadap faktor internal dan eksternal menggunakan pendekatan
kuantitatif. Penilaian terhadap indikator digunakan nilai berskala empat, yaitu satu = di bawah
rata-rata; dua = rata-rata; tiga = di atas rata-rata; dan empat = sangat baik.

IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary)

Strength (Kekuatan) Nilai Bobot Rating Skor


Samsung memiliki brand image yang melekat di kalangan masayarakat 3 0.07 4 0.28
Samsung telah memprakarsai Era Digital 4 0.09 4 0.36
Teknologi yang diciptakan mengikuti perkembangan jaman 4 0.09 4 0.36
Samsung senantiasa melakukan inovasi-inovasi pada perkembangan
produknya 4 0.09 4 0.36

Samsung menawarkan produk-produk yang berkualitas 4 0.09 4 0.36


Desain produk-produk Samsung sangat baik dan di unggulkan 3 0.07 3 0.21
Adanya diversifikasi produk 3 0.07 3 0.21
Harga produk-produk Samsung bervariasi dan rata-rata terjangkau 4 0.09 3 0.27
Samsung merupakan supplier high end mobile headset 4 0.09 3 0.27
Samsung merupakan pemegang pangsa pasar global terbesar untuk tiga
belas item di antara produk Samsung, termasuk semikonduktor, TFT-LCD, 3 0.07 3 0.21
monitor dan ponsel CDMA
Samsung telah membuat kemajuan bersejarah di bidang R&D lini
semikonduktor, termasuk flash memori dan non memori, semikonduktor
pesanan, DRAM dan SRAM, dan juga memproduksi LCD yang terbaik di 3 0.07 2 0.14
kelasnya, telpon seluler, peralatan digital dll

Samsung mengadakan partnership dengan Amerika dan perusahaan


ternama 3 0.07 2 0.14

Total 45 0.96 3.17

Weakness (Kelemahan) Nilai Bobot Rating Skor

Samsung harus terus menerus memaintain semua biaya untuk


tetap sukses 3 0.12 -2 -0.24

Investasi tinggi pada aktivitas R&D (menginvestasikan paling sedikit


9% dari pendapatan penjualan pada aktivitas R&D) 3 0.12 -2 -0.24

Budaya korporasi yang tidak fleksibel 3 0.12 -1 -0.12


Pengalaman dalam mengelolah perusahaan global masih terbatas 3 0.12 -4 -0.48
Adanya tekanan yang ketat pada karyawan untuk mancapai sasaran 3 0.15 -2 -0.30
Samsung tidak memiliki strategi marketing, masalah penyebaran
produk akan meningkat 4 0.15 -4 -0.60

Samsung belum memiliki banyak pengalaman pada televisi


berteknologi tinggi pada segmen tsb 3 0.15 -3 -0.45

Samsung belum memiliki jaringan penjualan dan pelayanan yang


4 0.15 -4 -0.60
sebanding dengan pesaingnya

Total 26 1.08 -3.03

EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary)

Opportunity (Peluang) Nilai Bobot Rating Skor


Produk-produk yang ditawarkan Samsung merupakan produk keperluan
rumah tangga yang selalu dicari 4 0.17 4 0.68

Adanya peningkatan permintaan masyarakat akan barang-barang


elektronik yang sudah merupakan suatu kebutuhan 4 0.17 4 0.68
Tingkat gengsi pada masyarakat yang selalu ingin memiliki produk
elektronik terbaru dan tercanggih 3 0.13 3 0.39

Pengaruh globalisasi yang mendorong pemasaran barang elektronik yang


tiada batas 3 0.13 3 0.39

Era digital yang terus berkembang di jaman yang semakin modern 3 0.13 3 0.39
Permintaan masyarakat pada produk-produk yang gaya, best practice,
simple,dan respon yang cepat pada perubahan pasar 3 0.13 2 0.26

Samsung memiliki program yang memperkuat pikiran dan mendorong


kreativitas generasi muda 3 0.13 2 0.26

Total 23 3.05

Threat (Ancaman) Nilai Bobot Rating Skor


Adanya ketergantungan produk-produk lokal pada negara tertentu
sehingga pasar sulit ditembus 4 0.11 -3 -0.33

Kekuatan merk lain yg lebih dahulu menguasai pasar 4 0.11 -4 -0.44


Munculnya produk-produk baru dari perusahaan lain yang lebih inovatif 4 0.11 -4 -0.44
Adanya produk-produk dari perusahaan lain yang menawarkan harga
yang lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah bagus 3 0.09 -4 -0.36

Ketidakstabilan perekonomian tiap-tiap negara 3 0.09 -3 -0.27


Era globalisasi yang dapat mendorong perusahaan Eropa masuk dan
melakukan penetrasi pasar Asia 3 0.09 -3 -0.27

Konsumen memiliki banyak pilihan terhadap merk lain 3 0.09 -3 -0.27


Lingkungan bisnis yang sangat tidak pasti dan pasar yang semakin
kompetitif 3 0.09 -4 -0.36

Terjadinya krisis financial menyebabkan turunya daya beli masyarakat 3 0.09 -3 -0.27
Kompetisi intens pada produk televisi berwarna 3 0.09 -2 -0.18
Budaya Korea yang lebih menekankan hirerki yang dapat menghambat
ide-ide kreatif atau pendapat yang berbeda 3 0.09 -2 -0.18

Total 36 1.05 -3.37

G. ANALISIS MATRIKS SWOT


Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada table dituliskan
diatas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut :

Skor total Total Strength : 3.17

Skor Total Weakness : -3,03

Skor Total Opportunity : 3.05

Skor Total Threat : -3.37

Maka, penentuan SAMSUNG dapat digambarkan sebagai matrik SWOT, seperti :

Koordinat Analisis Internal:

Sumbu x = (Skor Kekuatan Skor Kelemahan)/2

(3,17 3,03) : 2 = 0,07

Koordinat Analisis Ekternal:

Sumbu y = (Skor Peluang Skor Ancaman)/2

(3,05 3,37) : 2 = -0,16

Jadi, titik koordinatnya terletak pada (0,07 ; -0,16 )

Diagram SWOT

Kesimpulan

Berdasarkan nilai bobot dan rating setiap unsur matrik di atas, maka diketahui bahwa
posisi perusaaahn saat ini berada pada kuadran IV, yaitu kuadran combination yang terletak
pada titi koordinat (0.07,-0.16).

Kuadaran Posisi titik Luas Matriks Ranking Prioritas Strategi


I (3.34; 3.05) 10.19 3 Rentrechment
II (3.03; 3.05) 9.24 4 Stability
III (3.03; 3.37) 10.21 2 Growth
IV (3.34; 3.37) 11.26 1 Combination

Setelah diketahui titik koordinat tersebut maka posisi unit perusahaan di ketahui pada kuadran
IV sehingga mempunyai strategi yang lebih baik dan penyempurnaan analisis dengan
menghitung luasan wilayah pada tiap kuadran.

1. Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah
menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan

a. Memperkenalkan merek untuk pertumbuhan usaha dan perluasan pasar

b. Selalu melakukan inovasi pada produk produknya

c. Investasi pada R&D dan terus mengadakan partnership dengan perusahaan-


perusahaan ternama untuk

menghadapi pemasaran tiada batas

d. Memanfaatkan produksi massal, sehingga biaya dapat ditekan dan dapat


menawarkan harga yang murah

2. Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada


kesempatan sebagi acuan untuk

memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.

a. Pangsa pasar baru untuk meningkatkan profitabilitas

b . Memenuhi kebutuhan konsumen dan menjual produk berkualitas dunia

c. Menaikkan margin inovasi produk untuk mengendalikan keuntungan

d. Membeli/bekerja sama dengan perusahaan lain untuk memperoleh teknologi lanjut untuk
lebih mempercepat

kemajuan teknologi, namun sebelumnya harus mempelajari teknik-teknik merger dan akuisisi
di luar

negeri/Akuisi teknologi baru untuk inovasi

3. Pada kuadran III ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap
ancaman dengan

menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang

a. Membuat brand-image Samsung lebih mendunia, sehingga konsumen lebih tertarik pada
samsung
b. Terus menerus melakukan inovasi produk agar tidak kalah dengan kompetitor lainnya

c. Perhatian lebih pada teknologi, kualitas, deferensiasi produk, dan kepeminpinan harga
dengan tetap

mengedepankan kualitas.

d. Secara aktif berinvestasi pada pemasaran dan distribusi dan memperluas pasar dengan
memanfaatkan

kekuatan- kekuatan yang dimilikinya

4. Pada kuadran IV ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi


setiap ancaman.

a. Diferensiasi untuk menghindari komoditas pasar yang serupa

b. Diversifikasi ke pangsa pasar baru

c. Investasi pada merek dan program loyalitas kepada pelanggan

d. Selalu berinovasi dan tetap mengupayakan desain-desain yang menarik

Berdasarkan diagram bobot dan rating pada setiap unsur matrik SWOT sebagaiman di
jabarkan diatas, bahwa posisi perusahaan saat ini berada pada kuadran II yaitu kuadran
kombinasi dimana strategi umum yang dapat dilakuakan perusahaan adalah membuat
keunggulan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.

H. STRATEGI BISNIS UNIT

Prioritas I

Menciptakan produk baru untuk pelanggan yang sama dimana produk baru ditujukan untuk
segmen kalangan menengah

Faktor penentu keberhasilan :


Inovasi teknologi, produk yang berkualitas dan harga yang terjangkau
Aktivitas yang dilakukan :
Meningkatkan teknologi OS , Pengadaan SDM yang berkompeten di bidangnya dan
Penggunaan dana sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan
1. Output : Samsung Android seri Galaxy S4
2. Outcome : Meningkatkan volume penjualan pada market share
3. Impact : Citra perusahaan meningkat dan Sebagai pelopor digital pertama di dunia
industri teknologi

Prioritas II
Meningkatkan pangsa pasar yang ada untuk produk tertentu melalui usaha pemasaran secara
besar-besaran

Faktor penentu keberhasilan :


SDM yang berkompeten di bidang pemasaran, memiliki strategi pemasaran dan tersedianya
anggaran biaya
Aktivitas yang dilakukan :
Merekrut SDM yang ahli di bidang pemasaran baik ekternal maupun internal minimal
sarjana, Melakukan promosi/mengefektifkan iklan dan mengalokasikan dana sesuai
kebutuhan
1. Output : Pangsa pasar pesaing menurun, menguasai pangsa pasar
2. Outcome : Total penjualan industri dan profit perusahaan meningkat
3. Impact : Semakin meluasnya pangsa pasar

Prioritas III

Menambah produk produk baru yang saling berhubungan untuk pangsa pasar yang sama

Faktor penentu keberhasilan :


Inovasi teknologi, pengadaan SDM yang ahli dan harga yang kompetitif
Aktivitas yang dilakukan :
Meningkatkan teknologi OS, merekrut 10 orang yang berkompeten di bidangnya minimal
sarjana dan harga menyesuaikan kebutuhan masyarakat Asia
1. Output : tablet
2. Outcome : Meningkatkan penjualan produk dan profit perusahaan
3. Impact : Citra perusahaan meningkat

Prioritas IV

Menambah produk produk baru yang saling tidak berhubungan untuk pangsa pasar yang
berbeda

Faktor penentu keberhasilan :


Inovasi produk, harga yang terjangaku dan kapasitas produk yang besar
Aktivitas yang dilakukan :
Menggembangkan ide-ide baru, pemberian discount dan menambah kapasitas yang lebih
besar dari produk yang sudah ada.
1. Output : Kulkas, Televisi, Ac
2. Outcome : Meningkatkan penjualan produk dan profit perusahaan
3. Impact : Citra perusahaan meningkat

Porters Five Forces


Ancaman pendatang baru

Modal dan asset yang besar dibutuhkan jika ingin masuk ke industri mobile. Sulit untuk
memulai di sebuah industri dimana telah ada perusahaan yang beroperasi dengan berbagai
strategi biaya. Tetapi jika bisa menemukan alternative produk dan berinovasi mungkin saja
bisa masuk dan bertahan di industri tersebut. Pendatang baru akan di hadapkan pada isu
permanent di industri ini yakni berinvestasi pada R&D yang bisa menciptakan produk inovatif
dan unik. Selain itu pendatang baru juga harus dengan cepat memperkuat brand name ketika
mencapai economic of scale perusahaannya melalui proses supply chain , serta pengembangan
jalur dan infrastruktur distribusi. Dari hal yang diuraikan di atas dapat dilihat bahwa
kesempatan pendatang baru untuk masuk menjadi rendah.

Ancaman dari produk pengganti

Bagi Samsung, hampir semua handphone yang memiliki fungsi dan performansi hampir sama
dengan Samsung dapat diperhitungkan sebagai produk substitutes dilihat dari OS yang
digunakan. Ini termasuk device yang dijalankan oleh Android Operating system (OS) dan yang
bukan di buat oleh Samsung (MotorolaDroid) ataupun perangkat lain dengan OS yang berbeda
seperti iPhone atau Blackberry. Ancaman produk pengganti di dalam industri sendiri apabila
di lihat dari perangkatnya tidaklah tinggi, walaupun banyak tablet yang beredar untuk
menggantikan posisi smartphone tetapi keberadaan ponsel belum bergeser fungsi.

Daya Tawar dari supplier

Jika meninjau perusahaan Samsung ini, daya tawar supplier nya rendah karena Samsung adalah
penghasil sebagian besar komponen / piranti untuk produk yang di jualnya. ()

Kekuatan Pembeli

Pembeli memiliki kekuatan yang besar untuk beralih ke satu produk karena mudahnya akses
informasi pada era sekarang mengenai spesifikasi lengkap produk, tekhnologi serta harga yang
sangat bersaing untuk barang elektronik.

Rival yang kompetitif

Banyak sekali pesaing yang bergelut di industri yang sama dengan perusahaan Samsung.
Dengan kemajuan tekhnologi yang pesat akan menjadi susah bagi Samsung untuk meraup
untung besar jika tidak selalu melakukan inovasi dan membuat gebrakan baru seperti apa yang
telah mereka lakukan sebelumnya.

ANALISA PERSAINGAN SAMSUNG

Komentar :

Komentar :

Dalam menyusun strategi disusun berdasarkan kondisi yang ada di dalam perusahaan tersebut.
Dimana perusahaan tersebut dalam situasi perubahan dan perkembangan yang sangat cepat
dan pesat, seperti saat ini sehingga mustahil dilakukan estimasi yang tepat dan akurat.
Resikonya agar strategi ini tetap relevan dengan perkembangan yang ada maka harus dilakukan
evaluasi dan penyesuaian setiap perkembangan teknologi. Rencana strategis inilah yang akan
menentukan apakah apa yang dicita-citakan SAMSUNG benar-benar terwujud sesuai dengan
visi dan misi perusahaan tersebut. Oleh karena itu, SAMSUNG harus mampu bersaing dan
mengerahkan semua potensi yang dimiliki perusahaan ini untuk menjalankan rencana strategi
ini.

Analisis Strategi

Berdasarkan data dari hasil analisis SWOT maka penentuan kebijakan strategi SAMSUNG
sesuai dengan kondisi yang ada di perusahaan tersebut, baik kondisi internal maupun kondisi
eksternal. Hasil dari Key Performance Indicator juga menunjukkan bahwa pencapaian masing-
masing strategi u nit bisa menunjukkan hasil yang sangat baik. Beriku ini analisa analisa dari
masing-masin g strategi unit tersebut :

Untuk menciptakan produk baru untuk pelanggan yang sama dimana produk baru ditujukan
untuk segmen kalangan menengah , SAMSUNG melakukan inovasi teknologi guna
mempercepat segala akses internet yang dibutuhkan pelanggan serta kualitas dari produk itu
sendiri tetap unggul sehingga pelangga meningkat khususnya Asia

Dalam usaha meningkatkan pangsa pasar, SAMSUNG berambisi untuk menguasai pasar
ponsel dunia. Berbagai macam bentuk strategi pemasaran pun dilakukan guna menarik
konsumen. Dimana saat ini semakain gencar-gencarnya peminat android dengan OS yang
semakin hari semakin canggih. Ini yang membuat SAMSUNG unggul sampai saat ini khususnya
di pasar Asia

Selain produk yang sudah ada dan beredar di pasar ponsel, SAMSUNG tetap menambah
produk-produk baru yang sejenis hanya melakukan inovasi produk dan teknologi OS yang
digunakan. Sehingga tercipta produk berseri dengan harga yang kompetitif. Dimana setiap
tahun permintaan akan kebutuhan gadget terus meningkat.

Agar SAMSUNG mampu bersaing dengan produk yang lain, SAMSUNG terus menggali ide-ide
baru dengan menambah produk-produk baru yang tidak saling berhubungan dengan pangsa
pasar yang berbeda, seperti alat-alat rumah tangga. Selain ponsel SAMSUNG juga
memproduksi kulkas, kipas angin, TV,AC dll. Dengan demikian SAMSUNG terus melakukan
inovasi produk dan meningkatkan citra perusahaan.

http://indah-widjaya.mhs.narotama.ac.id/2013/04/22/tugas-manajemen-strategi-2/

Anda mungkin juga menyukai