Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan
alat yang tersedia semaksimum mungkin. Manajemen merupakan kegiatan pokok yang
dilakukan seorang pimpinan karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input
menjadi output melalui proses manajemen. Kegiatan peranan yang harus dilakukan seorang
manajer akan selalu dan harus ada disetiap jenjang manajemen dalam struktur organisasi baik
di posisi manajer puncak, madya, dan lini. Perbedaan nya hanyalah terletak pada wewenang
dalam mengambil keputusan di mana semakin ke atas seseorang dalam kedudukan nya pada
posisi organisasi maka semakin besar kewenangannya dalam mengambil keputusan.
Organisasi adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat luas, sebab hampir di
setiap lapisan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan yang ingin
dicapai. Setiap orang memiliki dasar untuk memimpin yang juga merupakan bagian dari
organisasi.
.Dewasa ini juga organisasi semakin berkembang, karena organisasi sangat di perlukan
dalam pembagian tugas baik secara individual ,maupun sosial (bersama-sama). Maka dari itu
penting bagi kita, mempunyai pengetahuan tentang manajemen dan organisasi agar dapat
mengembangkan potensi diri sebaik mungkin, terutama dalam keorganisasian. Berdirinya
suatu organisasi pastilah mempunyai tujuan, pengembangan organisasi merupakan sarana
untuk mencapai tujuan organisasi. Suatu organisasi juga senantiasa dapat menyesuaikan diri
dengan perkembangan zaman. Penjelasan oleh Wendell French, seorang penulis buku
Pengembangan Organisasi dalam Sigit, 2003:39, bahwa pengembangan organisasi
merupakan suatu usaha jangka panjang, bukan usaha jangka pendek, dalam arti
pengembangan organisasi adalah suatu usaha terus-menerus atau berkelanjutan dan suatu
kesediaan untuk melakukan perubahan secara berkelanjutan.
Berdasarkan penjelasan diatas, hal yang melatarbelakangi penulisan makalah ini adalah
untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan manajemen serta hubungannya dengan
organisasi dan pengembangan organisasi, memahami teknik pengembangan organisasi,
mengetahui model pengembangan organisasi, serta agen pengubah dalam pengembangan
organisasi.

1
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu :
1. Apakah definisi dari manajemen serta hubungannya dengan organisasi?
2. Apakah definisi dari pengembangan organisasi?
3. Apa saja sasaran, unsur dan ciri dari pada pengembangan organisasi itu?
4. Apa saja agen pengubah dalam pengembangan organisasi?
5. Bagaimana pengembangan organisasi dalam PT Pos Indonesia dan JNE?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut :
1. Memahami makna manajemen serta hubungannya dengan organisasi
2. Memahami makna pengembangan organisasi
3. Memahami sasaran, unsur dan ciri dari pada pengembangan organisasi
4. Memahami agen pengubah dalam pengembangan organisasi
5. Mengetahui pengembangan organisasi dalam PT Pos Indonesia dan JNE

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Manajemen
2.1.1 Pengertian Manajemen
Menurut Stephen P.Robin (2007:8), manajemen adalah proses pengoordinasian
kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efisien dan
efektif dengan dan melalui orang lain Efisiensi adalah memperoleh output terbesar dengan
input yang terkecil, digambarkan sebagai melakukan segala sesuatu secara benar. Sedangkan
efektivitas adalah menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat
tercapai, digambarkan sebagai melakukan segala sesuatu yang benar.
Efisiensi (sarana) Keefektivan (hasil akhir)
Penggunaan Penerapan sasaran
sumber daya
Kemubaziran rendah Pencapaian tinggi

Upaya keras manajemen:


Kemubaziran sumber daya yang rendah (efisiensi tinggi)
Pencapaian sasaran yang tinggi (efektivitas tinggi)

2.1.2 Hubungan Manajemen dan Organisasi


Manajemen dan organisasi sangat berhubungan erat, manajemen merupakan atau
berarti sebagai kepemimpinan, sedangkan dalam organisasi juga terdapat kepemimpinan.
Dengan demikian untuk menyusun organisasi yang baik dan dapat mencapai tujuan di
perlukan manajemen yang baik juga.
2.2 Pengertian Pengembangan Organisasi
Pengembangan Organisasi (PO) merupakan cara pendekatan terhadap perubahan yang
berjangka panjang dan lebih luas ruang lingkupnya dengan tujuan untuk menggerakkan
seluruh organisasi ke arah tingkat fungsional yang lebih tinggi. (Indrawijaya, 1989:203)
2.3 Sasaran, Unsur dan Ciri dari Pada Pengembangan Organisasi
a. Proses pengembangan organisasi diterapkan dengan sasaran :
1. Peningkatan efektivitas organisasi sebagai suatu sisten yang terbuka.
2.Mengembangkan potensi yang mungkin masih terpendam dalam diri para
anggotaorganisasi menjadi kemampuan operasional yang nyata.

3
3. Intervensi keprilakuan dilaksanakan melalui kerjasama antara manajemen dengan
para anggota organisasi untuk menemukan cara-cara yang lebih baik demi
tercapainya tujuan (individu/organisasi)
b. Unsur-unsur Pengembangan Organisasi
1.Terencana
2.Mencakup seluruh organisasi
3.Berdampak jangka panjang
4.Melibatkan manajemen puncak
5.Menggunakan berbagai bentuk intervensi berdasarkan pendekatan keprilakuan.
c. Ciri-ciri Pengembangan Organisasi Efektif
1. Pengembangan Organisasi merupakan suatu strategi terencana dalam mewujudkan
perubahan organisasional. Perubahan dimaksud harus mempunyai sasaran yang jelas
dan didasarkan pada suatu diagnosis yang tepat tentang wilayah permasalahan yang
dihadapi oleh organisasi.
2. Pengembangan Organisasi berupa kolaborasi antara berbagai pihak yang akan
terkena damapak perubahan yang akan terjadi. Artinya, keterlibatan dan partisipasi
para anggota organisasi merupakan suatu keharusan mutlak.
3. Program Pengembangan Organisasi menekankan cara-cara baru yang diperlukan
guna meningkatkan kinerja seluruh anggota organisasi dan semua satuan kerja dalam
organisasi terlepas dari tipe dan struktur organisasi yang diberlakukan dan
digunakan.
4. Pengembangan Organisasi mengandung nilai-nilai humanistik dalam arti bahwa
dalam meningkatkan efektivitas organisasi, pengembangan potensi manusia harus
menjadi bagian yang penting.
5. Pengembangan Organisasi menggunakan pendekatan kesisteman yang berarti selalu
memperhitungkan pentingnya interelasi, interaksi dan interdependensi antara
berbagai satuan kerja sebagai bagian integral dari suatu sistem yang utuh.
6. Pengembangan Organisasi menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya
meningkatkan efektivitas organisasi.
2.4 Agen Pengubah dalam Pengembangan Organisasi
Usaha perubahan suatu organisasi selalu ditandai oleh adanya orang-orang yang
mempelapori, menggerakkan dan menyebarluaskan proses perubahan tersebut. Mereka
adalah orang-orang yang disebut sebagai agen perubahan. Dalam rumusan Havelock (1973)
agen perubahan adalah orang yang membantu terlaksananya perubahan atau suatu inovasi

4
berencana. Inovasi sendiri adalah pengenalan dan penerapan hal-hal, gagasan, ide-ide baru.
Agen pengubah (change agents) dapat berasal dari :
a. Agen Perubahan Eksternal : adalah individu dari luar organisasi yang diminta atau
ditugasi untuk memberikan usulan tentang perubahan.
b. Agen Perubahan Internal : adalah staf ahli dalam organisasi yang secara khusus dilatih
untuk melakukan pengembangan organisasi
c. Agen Perubahan eksternal-internal : adalah usaha memadukan orang-orang dari dalam
dan luar organisasi dengan mengambil menfaat atau kelebihan dan mengurangi
kelemahan dari agen perubahan internal dan eksternal.
Agen-agen Perubahan dapat berupa :
Manajer
Karyawan
Konsultan luar

5
BAB III
PEMBAHASAN DAN HASIL

A. PT. POS INDONESIA


1.Sejarah Singkat
Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama
didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada
tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat
penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi
mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir
mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik. Setelah Kantorpos Batavia didirikan,
maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan
pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute
perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan
kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan
insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang
menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen
kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia.
Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos
Indonesia sudah memiliki 3.700 Kantorpos online, serta dilengkapi elektronic mobile pos di
beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid
& terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos
dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.
2. Visi, Misi, dan Motto
Visi
Menjadi Perusahaan pos terpercaya
Misi
a) Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang selalu tepat waktu
dan nilai terbaik
b) Berkomitmen kepada karyawan untuk memberikan iklim kerja yang aman, nyaman dan
menghargai kontribusi

6
c) Berkomitmen kepada pemegang saham untuk memberikan hasil usaha yang
menguntungkan dan terus bertumbuh
d) Berkomitmen untuk berkontribusi positif kepada masyarakat
e) Berkomitmen untuk berperilaku transparan dan terpercaya kepada seluruh pemangku
kepentingan
Motto
Terus Bergerak Maju (Move On)
Move On dijabarkan dalam :
1. Vision : to be a trusted postal services company
2. Action : Operational effectiveness, cost efficiency, overwhelming challenge,& increase
revenue
3. Passion : Champion Postal Company in the Region
4. Collaboration : Merger & acquisition
3.Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang akan dikomunikasikan
1)Sistem Electronic Business PT Pos Indonesia (Persero)
E-Business merupakan salah satu bisnis dengan prospek besar dan Postelah memiliki
kompetensi di bidang ini, antara lain:
a). Aplikasi Enterprise Resource Planning(ERP)
PT. Pos Indonesia (Persero) memanfaatkan sistem ERP ini pada operasi,jasa dan
distribusi, dengan mempertimbangkan pengoprasian perusahaan pada proses internal melalui
manajemen sumber daya manusia perusahaan, akuntansi, keuangan, logistik dan distribusi
secara tepat waktu.ERP dibutuhkan perusahaan untuk bisa mendapatkan efisiensi, kecepatan,
dan responsivitas yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di lingkungan bisnis yang
dinamis saat ini.Sistem informasi ERP(Entreprise Resource Planning) merupakan suatu
sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan
mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek
operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.Beberapa contoh aplikasi
ERP pada PT. Pos Indonesia adalah untuk mendukung:
IT (Information Technology)
Business Process/ Proses Bisnis
Perfomance Standard/ Standar Kinerja
Targeting

7
b). Aplikasi Customer Relationship Management (CRM)
PT. Pos Indonesia (Persero) memanfaatkan sistem CRM secara cukup intensif, Antara
lain pemanfaatannya adalah untuk mengelola program-program dibawah ini:
Program e-fila.com. Khususnya dalam forum filateli. Selainmenguntungkan
pelanggan, program ini juga menguntungkan PT. Pos Indonesia (Persero), karena
dengan demikian dapat mengetahui perilaku pelanggan, melakukan perbaikan
berdasarkan masukan dari pelanggan, merespon permintaan atau keluhan pelanggan
dengan cepat dan terarah.
Program Kontak Kami, yakni bagi pelanggan yang inginmenyampaikan komentar,
kritik, saran, pertanyaan atau pengaduan kiriman, kepada pihak perusahaan.
Program Jejak Pendapat sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan PT. Pos
Indonesia tentang kiriman maupun informasi Jasa pos Indonesia,yakni melaluiEmail,
Facebook dan Twitter, yang dapat diakses secara langsung dari website PT Pos
Indonesia.
c). Aplikasi Supply Chain Management(SCM)
PT. Pos saat ini memiliki outlet belanja produkproduk lengkap khas Indonesia secara
online yang bernama Plaza Pos yang dapat diakses melalui alamat website
www.plazapos.com. Serta memiliki program e-fila.com yang menjual produk perangko
Indonesia.
PT. Pos Indonesia memanfaatkan sistem SCM untuk mengelola akun-akun
pemasoknya. Pemasok-pemasok utama yang telah disyaratkan mempunyai pengetahuan
memadai mengenai sitem informasi dan internetworking, serta mempunyai akses jaringan
yang baik, dapat memantau datadan kegiatan pasokan mereka secaraonlinedanrealtime.
Sedangkan pemasok konvensional yang masih menggunakan telepon ataucash and
carrydikelola datanya oleh karyawan mitra utama, dimana transaksi dilakukan.
PT. Pos Indonesia melakukan sosialisasimengenai program SCM inikepada para
pemasok, dan menjelaskan berbagai nilai tambah (added value) antara lain membantu para
pemasok mengatur transaksi, adanya prediksi kebutuhan PT. Pos Indonesia yang lebih akurat,
dan diperluasnya jaringan kerja dari para pemasok.
d).Aplikasi Integrasi Perusahaan/ Enterprise Application Integration(EAI)
Aplikasi EAI pada PT. Pos Indonesia salah satunya adalah pada layananPlaza Pos yakni
pelanggan diminta untuk mengisi Member Area, lalu melakukan submit. Dengan demikian,
perusahaan mengetahui informasi pelanggan yang mengunjungi Plaza Pos.Contoh lain adalah

8
dalam sistem pembelian pelanggan pada program PlazaPos, yang akan membuat
permintaanelektronik, setelah permintaan tersebut disetujui secara online oleh pelanggan,
pesanan pembelian yang dibuat oleh komputer akan melintas di internet kembali ke
perusahaan PT Pos Indonesia.
e).Aplikasi Sistem Pemrosesan Transaksi/Transaction ProcessingSystems(TPS)
Sistem Pemrosesan Transaksi di PT. Pos Indonesia mendukung program Plaza Pos,
contohnya dalam akses pembayaran secara online, yakni aktivitas pemrosesan transaksi
dibutuhkan untuk menangkap dan memproses data pelanggan, hingga transaksi pembayaran
belanjanya melalui jaringan internet.
f). Aplikasi Sistem kerjasama Perusahaan/Enterprise CollaborationSystem(ECS)
Sistem kerjasama perusahaan pada PT. Pos Indonesia contohnya dalam hubungan
Kemitraan. Kemitraan merupakan kebutuhan yang mendasar dalam aktivitas Probis E-
Business, karenahampir tidak mungkin aktivitas bisnis dapat dijalankan tanpa kemitraan.
Sebagai contoh dalam aktivitasLimitedCommunication Technology Services (eCom)dimana
dalam pelaksanaan diperlukan adanya beberapa kerjasama terhadap perusahaan yang
menggunakan jaringan PTSN, CDMA, GSMmaka mutlak diperlukan kemitraan dengan pihak
perusahaan itu.
4.Pelayanan PT Pos Indonesia
1.Jasa Surat Dan Paket
A. Pos Express Jenis layanan Pos Express :
a. Sameday Service, Kiriman hari ini, tiba di tempat tujuan di hari yang sama.
b. Nextday Service, Kiriman hari ini, tiba di tempat tujuan keesokan harinya.
B. Surat Pos Biasa (Standar)Karakteristik
a.Dimensi Berat
b.Dimensi Ukuran
c.Jaringan : lokal, regional dan nasional terbatas
d.Cara pelunasan : Dengan menggunakan Prangko sesuai dengan tarif yang berlaku
untuk wilayah tertentu.
C.Paket Pos
Jenis layanan Paket Pos :
Paket pos Standar Dalam Negeri, Layanan hemat untuk pengiriman barang dalam
negeri
Paket pos Standar Luar Negeri, Layananhemat untuk pengiriman barang luar negeri.

9
Paket pos Kilat Khusus, Layanan prioritas pengiriman barang untuk kota tujuan
tertentu di Indonesia. Garansi waktu tempuh kiriman dan ganti rugi jika terjadi
keterlambatan.
Paket pos Perlakuan Khusus, Layanan pengiriman barang dengan perlakuan khusus
tersebut, dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan seperti permintaan : Berita
Terima, Reporting, Track and Trace, Pick Up Service, Inserting dan Pra Posting.
D. Pos Kilat Khusus
E.Express Mail Service (EMS)
2. Jasa Keuangan
A.Pos Pay
B. Wesel Pos
C. GiroPos
D. Fund Distribution
E. Bank Chanelling
3. Jasa Logistik
A. Logistik-Customized, Layanan pengiriman barang dengan spesifikasi dan harga sesuai
dengan permintaan/kesepakatan.
B. Layanan Logistik Lainnya
5.Kelebihan PT. Pos Indonesia
1. Tarif yang diberikan oleh Pos Indonesia lebih terjangkau atau bisa dikatakan lebih
murah dari jasa pengiriman lainnya
2. Pos Indonesia sudah dapat diakses online sejak tahun 2010
3. Pos Indonesia dapat mengirimkan jasanya hingga ke pelosok-pelosok desa
4. Untuk jalur Internasional Pos Indonesia yang paling mumpuni, mereka
adacooperationdengan EMS, cepat dan termurah
5. Pos Indonesia memberikan timbangan yang real tidak dikurang-kurangkan
ataudilebihkan
6. Paket kecil lebih murah, Pos Indonesia menghitung tarif kiriman berdasarkan satuan
per gram, bukan perkilogram. Sehingga jika paket yang kita kirim beratnya hanya 100
gr maka tarifnya seberat itu, tidak dibulatkan menjadi 1 kg.
7. Kantor pos ada di setiap kecamatan
8. Tarif kiriman domestik update dan seragam
9. Kantor pos pusat buka lebih lama
10. Kiriman jumbo ada tarif khusus

10
11. Pelayanan prima
12. Pos Indonesia karena Pos Indonesia selalu menginginkan kepuasan yang
dapatditerima oleh konsumennya yaitu agar masyarakat dapat puas menggunakan
produknya
6.Kekurangan PT. Pos Indonesia
1. Masih kurang dikenal oleh masyarakat luas, karena masih banyak masayarakat hanya
mengetahui kalau Pos Indonesia hanya melayani pengiriman jasa surat saja
2. Masih kurang kepercayaan dari masyarakat masalah ketepatan waktu penyampaian
kiriman kepada si penerima, masyarakat masih banyak berpendapat bahwa
pengiriman melalui Pos akan memakan waktu yang lama.
3. Pos Kilat khusus sering kali membatalkan tujuan alamat alamat yang sedang kososng
atau ditinggal pergi, padahal seharusnya mereka bisa menghubingi si penerima bila
hal itu terjadi
4. Kurangnya iklan, masih banyak masyarakat indonesia belum paham dengan cara kerja
atau mekanisme dari produk-produk yang ada dalam PT. Pos Indonesia sehingga
konsumen enggan dalan menggunakan produk yang telah ada
5. Masyarakat indonesia masih belum percaya keamann informasi di Indonesia karena
banyaknya problem dan tragedi yang terjadi belakanagna ini dalam negeri
6. Kebanyakan produk-produk inovasi baru PT. Pos Indonesia masih digunakan oleh
masyarakat menengah atas contohnya mail online, terbatsnya jaringan online
dimasyarakat itulah yang jadi hambatan karena tidak semua orang memiliki jaringan
internet yang mudah di daerahnya.
B. PT. TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR (JNE)
1.Sejarah Singkat
PT Tiki Jalur Nugraha Eka kurir didirikan pada tanggal 26 November 1990 oleh H.
Soeprapto Suparno. Perusahaan ini dirintis sebagai sebuah divisi dari PT Citra van Titipan
Kilat (TiKi) untuk mengurusi jaringan kurir internasional.Bermula dengan delapan orang dan
kapital 100 jutarupiah, JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan
kegiatankepabeanan,imporkiriman barang, dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke
Indonesia.
Pada tahun1991, JNE memperluas jaringan internasional dengan bergabung sebagai
anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa negaraAsia(ACCA) yang bermakas
diHong Kongyang kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan
wilayah antaran sampai ke seluruh dunia.Karena persaingannya di pasar domestik, JNE juga

11
memusatkan memperluas jaringan domestik. Dengan jaringan domestiknya TiKi dan
namanya, JNE mendapat keuntungan persaingan dalam pasar domestik. JNE juga
memperluas pelayanannya dengan logistik dan distribusi.
Selama bertahun-tahun TiKi dan JNE berkembang dan menjadi dua perusahaan yang
punya arah masing-masing. Karena ini kedua perusahaan tersebut menjadi saingan. Akhirnya
JNE menjadi perusahaan diri sendiri dengan manajemen sendiri. JNE membuat logo sendiri
yang membedakannya dari TiKi.JNE membeli gedung pada tahun2002danmendirikan JNE
Operations Sorting Center. Kemudian pada tahun2004JNE membeli gedung untuk dijadikan
Kantor Pusat. Dua-duanya berada di Jakarta.
2. Visi, Misi, Nilai Dasar dan Target
JNE merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik yang
bermarkas di Jakarta, Indonesia. Nama resminya adalah Tiki Jalur Nugraha Ekakurir dan
menjadi salahsatu perusahaan kurir terbesar di Indonesia.
Visi
Menjadi Perusahaan Rantai Pasok Global Terdepan di Dunia
Misi
Memberi Pengalaman terbaik kepada Pelanggan secara Konsisten
Nilai-nilai Dasar
-Jujur
-Disiplin
-Tanggung Jawab
-Visioner
Target
Target Pencapaian JNE hingga 2050
-2015-tuan rumah perusahaan jasa ekpress di indonesia
-2025-perusaahaan logistik indonesia
-2030-perusahaan logistik kelas dunia
-2040-perusahaansupply chainindonesia
-2050-perusahaansupply chainkelas dunia
3.Strategi Pemasaran Pesona JNE
PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) yang bergerak di jasa pengiriman barang
mengenalkan layanan baru, yaitu Pesona (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara) untuk
meningkatkan lalu lintas pengiriman barang. Berikut membahas mengenai strategi pemasaran
yang diambil JNE dengan dikeluarkannya Pesona.

12
1.Competition Strategy
Dengan asumsi JNE adalah market leader di Indonesia maka dengan diluncurkannya
layanan pesona, maka JNE dalam menghadapi kompetisi menggunakan strategi agresif yaitu
meningkatkan pasar (Expanding Total Market), dimana JNE memperluas target customer
yang dapat dilayani dan menambah layanan dengan diperkenalkannya layanan Pesona.
Dengan produk PESONA ini JNE menarik konsumen yang baru (new customer)
sekaligus juga meningkatkan pemakaian (more usage).
New Consumer PESONA membidik pasar konsumen. Layanan ini membuat konsumen
personal yang sebelumnya jarang menggunakan jasa JNE dan belum pernah atau sebelumnya
tidak menggunakan jasa menggunakan jasa JNE dapat tertarik menggunakan jasa JNE
dengan adanya layanan pengiriman makanan khas daerah ini.
More Usage Dengan PESONA, JNE juga melakukan cross selling, menawarkan
layanan ini pada para pelanggan JNE yang ada, sehingga mereka meningkatkan penggunaan
jasa JNE otomatis meningkatkan pembelian. Selain itu, JNE juga melakukan starategi
pertahanan berupa Preemptive Defense dimana JNE mengeluarkan variasi layanan baru
sebelum pesaingnya mengeluarkan jenis layanan baru atau dengan kata lain JNE menyerang
pesaing sebelum pesaing menyerang. Hal ini dicapai oleh JNE dengan mengidentifikasikan
cara yang baru dan berbeda untuk menggunakan merk-nya.
2.Product Strategy
JNE mengembangkan produknya di tingkatan tambahan (augmented product) dalam
strategi pemasarannya. Adapun penjelasan mengenai tingkatan dari layanan JNE sebagai
berikut:
a)Product Level:
-Core benefit: jasa pengiriman.
-Basic Product: jasa pengiriman barang dengan berat di atas 500 gram
-Expected Product: diterimanya barang di tujuan
-Augmented product: melayani pesanan dan pengiriman makanan khas daerah ke tujuan
-Potential: jasa pengambilan barang dari asal dan mengirimkan barang tanpa ada batasan
berat dan jenis makanan sampai ke tujuan.
3.Strategi Diferensiasi
Meskipun JNE adalah perusahaan jasa, namun jika dilihat dari product differentiation,
JNE menggunakan product differentiation berikut: 1) Form 2) Customization 3) Performance
quality

13
Selain dilihat dari Product Differentiation, JNE juga menggunakan Service
Differentiation, dimana JNE memberikan value added service dengan mengeluarkan JNE.
Value added artinya nilai tambah, karena differensiasi ini merupakan tambahan dari layanan
yang telah ada, tidak menggantikan.
4.Product Systems And Mixed
Jika dilihat dari sistem dan variasi produk, JNE melakukan pendalaman jenis produk
dengan memperkenalkan Pesona. Pendalaman disini menunjukkan pengembangan JNE yang
masih di area jasa pengiriman barang hanya barang yang dikirim dibelikan juga oleh JNE.
5.Segmentasi, Targeting, Dan Positioning (STP)
Apabila dikaitkan dengan product life-cycle maka PESONA dari JNE adalah sebuah
produk yang berada pada Introduction stage (perkenalan), oleh karena itu perlu melakukan
segmentasi, targeting, dan positioning pasar sehingga dapat memberikan layanan terbaik
dengan hasil yang sesuai dengan tujuan, walaupun semua jenis segment dapat menjadi
pengguna layanan Pesona JNE.
Analisis STP-nya adalah sebagai berikut:
a.Segmenting
Sebagai produk yang ada pada introduction stage, fokus utama PESONA haruslah pada
para pembeli dengan kesiapan membeli yang tinggi, oleh karenaitu, segmenting dari
PESONA dapat menggunakanBehavioral Segmentationdan lebih berfokus kepada
segmentasiuser status, usage rate, buyer-readiness stage, danloyalty status.
b.Targeting
Produk yang ada padaIntroduction stageakan melakukan targeting pada segmen yang
cukup luas, PESONA dalam hal ini merupakan pioneer dalam jasa pengiriman oleh-oleh,
oleh karena itu PESONA dapat melakukanproduct specialization, yaitu melayani beberapa
segmen hanya dengan menggunakan 1 produk pesona dengan cara melakukan diferensiasi
pada biaya pengiriman.
c.Positioning
Karena PESONA merupakanpioneerpada jasa pengiriman oleh-oleh, maka positioning
yang diberikan harus sangat menonjolkan sisiPoint-of-differenceyang dimiliki PESONA,
yaitu sebagai layanan pengiriman oleh-oleh pertama yang mudah, menjangkau seluruh
nusantara, dan tanpa biaya tambahan.
6.Market Segment
Dari segi segmentasi pasar, kita dapat melakukan analisa dari berbagai sudut pandang yaitu
dari JNE atau dari Pesona itu sendiri.Pesona:Pesonamemilih target pasar Product

14
Specialization dimana layanan pengiriman barang untuk semua tingkatan pasar dengan
jenis pesanan berupa makanan daerah. Bahkan Pesona menerima pesanan di luar katalog
termasuk semua jenis kuliner di pelosok desa.JNE:Dilihat dari sudut pandang PT. Tiki JNE
maka market segment yang digunakan adalah Full Market Coverege. Karena JNE selain
menyediakan jasa pengiriman barang di atas 500 gram, saatini juga mengeluarkan layanan
baru yaitu Pesona. Dimana Pesona ini menyediakan jasa pembelian dan pengiriman makanan
khas (oleh-oleh) daerah di Indonesia. Semua layanan yang disediakan JNE tidak
dikelompokkan untuk jenis pasar tertentu, dimana masyarakat dari level ekonomi bawah
sampai dengan atas dapatmenggunakan jasa ini dan menjadi targetpasar JNE.
4.Pelayanan (Service) JNE
a.Jasa Kurir Dalam Pergi
b.Diplomat
c.Layanan Super
d.Yakin Esok Sampai.
e.Layanan Regular
f.Ongkos Kirim Ekonomis
5.Kelebihan JNE
1. Customer JNE sangat responsif
2. Menjanjikan garansi uang kembali jika barang tidak diterima dalam waktu 1x24 jam
untuk service kilat
3. Mudah mencari cabang-cabang JNE diseluruh daerah
4. JNE merupakan perusahaan 100% asli indonesia
5. Tersedianya berbagai service yang sesuai dengan kebutuhan dan budgetkonsumen dan
Terdapat beragam produk
6. Dapat melacak informasi status kiriman, keamanan kiriman, keakuratan kiriman, dan
kecepatan informasi dan komunikasi
7. Kemudahan akses dalam pelacakan pengiriman oleh customer yang bisa diakses via
web
8. Dapat mengirim dokumen, paket/barang apa saja
9. Tersedia fsilitas customer credit/coorporate dengan fasilitas pickupdan kredit atas
perjanjian tertentu
10. Picktelepon/email) dan schedule (terjadwal) dengan ketentuan dan perjanjiantertentu
11. Kecepatan, ketepatan waktu dan jaminan keamanan.

15
6.Kekurangan JNE
1. AWB number kadang tidak bisa dilacak
2. Lama pengiriman tak sesuai dengan yang terteradiresi pengiriman
3. Tidak ada daftar lengkap alamat dan nomor telepon agen JNE diseluruh Nusantara
4. JNE hanya menjangkau area-area besar dan pada umumnya untuk area pedalaman
tidak akan pernah bisa dikirim
5. Tarifnya sedikit agak mahal dibandingkan dengan pos indonesia
C.HASIL ANALISA PENGEMBANGAN ORGANISASI PADA PT POS INDONESIA
DAN PT JNE
1.PT POS INDONESIA
Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan
kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan
infrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang
menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen
kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan
perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki
3700 kantor pos online, serta dilengkapi elektronik mobile pos di beberapa kota besar.
Dengan perkiraan jumlah karyawan 26 ribu orang.
Program dalam rangka pengelolaan perubahan dan pengembangan organisasi yang
dilakukan PT Pos membuahkan hasil yang baik, dimana telah berhasil membangun rasa
percaya diri para pemimpin Pos, rasa bangga seluruh karyawan sehingga lebih bergairah, juga
membalikkan perusahaan dari rugi menjadi laba. Perusahaan juga mampu memberikan
tunjangan kinerja triwulan, kenaikan tunjangan konjungtur serta jasa produksi akhir tahun.
Sistem Electronic Business yang dirancang PT. Pos Indonesia (Persero) mampu
meningkatkan praktek bisnis jasa dan pemasarannya secara global. Perangkat Electronic
Business mendukungpola interaksi perusahaan PT.Pos (Persero) dengan pelanggan, pemasok,
dan karyawannya. Sistem Electronic Business yang dirancang PT. Pos Indonesia (Persero)
mampu menunjang perkembangan industri jasa pengiriman dan belanja secara online produk
kerajinan khas Indonesia di berbagai daerah Indonesia bahkan ke mancanegara.
PT. Pos Indonesia menghadirkan layanan e-commerce-nya sendiri yang diberi nama
PlazaPos. PlazaPos bekerjasama dengan Connecting Life Singapura untuk menghadirkan
barang-barang mewah impor, gadget, dan berbagai produk lokal.

16
2.PT TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR (JNE)
JNE didirkan pada tangga 26 November 1990, dengan modal 100 juta rupiah dan 8
pegawai. Dalam waktu kurun satu tahun keuntungan dari perusahaan ini mencapai lebih dari
100%. Dan pada tahun 1996 JNE mulai membuka cabang dibeberapa kota besar di Indonesia.
Dan sampai tahun 2015 ini JNE memiliki 5000 jaringan dari pelosok negeri ini.
JNE ini memiliki sebuah target akan perusahaannya, target itu dicanangkan sampai
tahun 2050. Dimana pada tahun 2015 JNE ingin menjadi tuan rumah perusahaan jasa ekpress
di Indonesia. Dan pada tahun 2025 JNE menjadi perusaahaan logistik indonesia selanjutnya
pada tahun 2030-perusahaan logistik kelas dunia dan 2040 menjadi perusahaan supply chain
Indonesia. Sampai pada tahun 2050 JNE menjadi perusahaan supply chain kelas dunia.
Dari Proses pengembangan Keagenan, JNE memiliki banyak konter-konter di beberapa
wilayah indonesia, darimulai kota besar sampai kabupaten/kecamatan. Banyak jenis
pelayanan yang di berikan oleh JNE dan masing-masing memiliki keunggulannya, seperti
OKE, YES, REGULER, SS, dan DIPLOMAT. dalam pengembangan teknologi yang semakin
modern JNE akan memperluas jenis pelayanannya seperti PESONA yang menyediakan jasa
pembelian dan pengiriman makanan khas (oleh-oleh) daerah di Indonesia. Semua layanan
yang disediakan JNE tidak dikelompokkan untuk jenis pasar tertentu,dimana masyarakat dari
level ekonomi bawah sampai dengan atas dapat menggunakan jasa ini dan menjadi target
pasar JNE.

17
BAB IV
PENUTUP
41. Kesimpulan
Pengertian pokok pengembangan organisasi adalah perubahan yang terencana (planned
change). Perubahan , dalam bentuk pembaruan organisasi dan pengembangan
organisasiernisasi, terus menerus terjadi dan mempunyai pengaruhyang sangat dominan
dalam masyarakat kini. Untuk dapat bertahan , organisasi harus mampu mengarahkan
warganya agar dapat beradaptasi dengan baik dan bahkan agar mampu memanfaatkan
dampak positif dari berbagai pembaruan tersebut dengan pengembangan diri dan
pengembangan organisasi.Proses mengarahkan warga organisasi dalam mengembangkan diri
menghadapi perubahan inilah yang dikenal luas sebagai proses organization development.
Kedua perusahaan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi
sekarang ini masyarakat lebih mempercayakan pengiriman barang pada perusahaan JNE
dibandingkan lewat kantor Pos, karena banyaknya opini masyarakat mengenai JNE yang
dalam memberikan pelayanan dalam pengiriman barang yang lebih cepat sampai ketimbang
lewat kantor pos . Tetapi dapat dilihat juga dari segi kelebihannya kantorpos yang dapat
mengirimkan barang sampai keseluruh daerah sampai daerah plosok, dan JNE hanya dapat
membatasi daerah pengirim hanya dalam lingkup kota saja. Mengenai biaya pengiriman JNE
lebih mahal daripada pos, tetapi masyarakaat yang berpikir dengan tidak apa biaya mahal asal
pengiriman barang cepat sampai. Tetapi tidak sedikit pula masyarakat yang menggunakan
jasa pengiriman lewat kantor pos.
4.2 Saran
1. 1.Berusaha mencapai yang terbaik Dengan keyakinan, kerja keras, disiplin yang tinggi
yang dapat memberikan pelayanan terbaik adalah pelayanan yangcepat, akurat, cermat
serta memuaskan pemakai jasa sesuai dengan peraturan yang berlaku seperti tidak
pernah menunda pekerjaan, berusaha mancari jalan keluar bagi setiap permasalahan
yang dihadapi,memanfaatkan waktu yang tersedia secara efisien untuk menyeleseikan
permasalahan dan menetapkan produktivitas yang tinggi, mampu mengatur tugas atau
pekerjaan secara professional memiliki komitmen dalam melaksanakan tugas.
2. 2.Senantiasa melihat kedepan dan belajar dari pengalaman Senantiasa menyambut dan
berupaya menemukan gagasan serta teknologi baru yang mampu meningkatkan
kemampuan untuk memberikan pelayanan yang bermutu meningkatkan efisiensi.

18
3. Bertanggung jawab kepada pihak-pihak yang berkepentingan Senantiasa melakukan
pemakai jasa sebagai mitra usaha jangka panjang dalam hubungan kerja yang saling
menguntungkan.
4. Menjunjung tinggi semangat kerja sama dalam kelompok Menanamkan dan
meningkatkan rasa satu kesatuanyangtelah ditetapkan hanya akan berhasil dicapai bila
semua unit organisasi saling bekerja sama dan saling membantu satu dengan yang
lainnya.
5. Menghargai kreatifitas pribadi Memberikan kesempatan kepada karyawan yang mampu
atau ahli didalam bidang tertentu untuk memperdalam bidang tersebut, memberikan
kesempatanpada setiap pegawai untuk ikut serta dalam program pendidikan dalam
rangka meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam bekerja.

19
DAFTAR PUSTAKA

Amirullah, dkk. 2003. Perilaku Organisasi. Malang : Bayumedia.

Indrawijaya, Adam. 1989. Perubahan dan Pengembangan Organisasi. Bandung : Sinar Baru

Moekijat. 2005. Pengembangan Organisasi. Bandung : Mandar Maju.

Sigit, Soehardi. 2003. Perilaku Organisasional. Yogyakarta : BPFE UST.

20