Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN

PENYIMPANAN B3

2017
PERSETUJUAN
PANDUAN PENYIMPANAN B3
RUMAH SAKIT WIDODO NGAWI

Penyiapan dokumen sebagai regulasi merupakan hal pokok di rumah sakit karena
merupakan acuan dalam pelaksanaan pelayanan di Rumah Sakit Widodo Ngawi. Dalam Panduan
yang telas disusun oleh Pokja MFK, dengan disertai penjelasan cara implementasinya.
Untuk dapat terjadinya keseragaman bentuk dan susunan panduan sesuai dengan pedoman
penyusunan dokumentasi akreditasi rumah sakit, maka perlunya untuk diperiksa dan disetujui
sebelum diimplementasikan.

TINDAKAN NAMA JABATAN TANDA TANGAN

Disiapkan Slamet Riyadi, ST Ketua Pokja MFK

Tgl. ..20..

Diperiksa dr. Harri Mustadi Ketua Akreditasi

Tgl. ..20..

Disetujui dr. Pudjo Sardjono, MSi Direktur

Tgl. ..20..

Panduan Penyimpanan B3 2017| 1


DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN
DAFTAR ISI
BAB I. DEFINISI -----------------------------------------------------------------------------------
BAB II. LATAR BELAKANG --------------------------------------------------------------------
BAB III. TATA LAKSANA ------------------------------------------------------------------------
BAB IV. DOKUMENTASI -------------------------------------------------------------------------

Panduan Penyimpanan B3 2017| 2


BAB I
DEFINISI

1. Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat dengan B3 adalah bahan
yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup,
dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup
manusia serta makhluk hidup lainnya;
2. Penyimpanan B3 adalah teknik kegiatan penempatan B3 untuk menjaga kualitas dan
kuantitas B3 dan atau mencegah dampak negatif B3 terhadap ingkungan hidup,
kesehatan manusia, dan makhluk hidup lainnya;

Panduan Penyimpanan B3 2017| 3


BAB II

LATAR BELAKANG

Tujuan pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai tujuan terapi yaitu pasien pulang
sembuh dan puas. Jenis pelayanan kepada pasien antara lain: tindakan preventif, promotif,
kuratif, dan rehabilitatif.

Dalam rangka memberikan pelayaan kesehatan kepada pasien tidak akan lepas dengan
penunjang medis, antara lain yaitu farmasi gizi, dan tehnik penunjang medis seperti perbekalan
medis, perbekalan farmasi, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3.

Resiko atau dampak dalam penggunaan material B3 di rumah sakit akan berakibat
menimbulkan kerugian baik material, peralatan, disfungsi alat dan pegawal jika proses
penanganannya tidak sesuai dengan ketentuan atau standard. Sehubungan dengan kepentingan
tujuan terapi dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja, maka dalam menggunakan
material B3 diperlukan Panduan Pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun (B3) dan Limbah B3
yang menjamin Keselamatan dan Keamanan pasien, keluarga pasien/pengunjung dan karyawan
selama berada di lingkungan rumah sakit.

Panduan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan limbah B3 ini disusun
dengan tujuan untuk memberikan petunjuk berupa peraturan-peraturan, dan petunjuk tehnis
dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, untuk terciptanya kondisi kerja dengan selamat, aman,
sehat dan tertib.

Panduan Penyimpanan B3 2017| 4


BAB III

TATA LAKSANA

1. Tata Laksana Penyimpanan dan Pengemasan B3


A. Tata LaksanaTempat Penyimpanan B3
Beberapa hal yang berkaitan dengan persyaratan lokasi atau tempat penyimpanan bahan
berbahaya dan beracun adalah sebagai berikut:
a. Lokasi tempat penyimpanan yang bebas banjir, tidak rawan bencana dan di luar
kawasan lindung serta sesuai dengan rencana tata ruang.
b. Jarak dengan fasilitas umum minimum 50 meter;
c. Syarat lokasi pengolahan di luar area penghasil harus:
1) Jarak dengan jalan utama/tol minimum 150 m atau 50 m untuk jalan lain nya;
2) Jarak dengan daerah beraktivitas penduduk dan aktivitas umum minimum 300 m;
3) Jarak dengan wilayah perairan dan sumur penduduk minimum 300 m; dan
4) Jarak dengan wilayah terlindungi (seperti : cagar alam,hutan lindung) minimum 300
m.
d. Rancangan bangunan disesuaikan dengan jumlah, karakteristik limbah B3 dan upaya
pengendalian pencemaran lingkungan.
e. Persyaratan Fasilitas Pengelolaan B3 menerapkan sistemhal-hal sebagai berikut:
1) Keamanan Fasilitas
2) Pencegahan Terhadap Kebakaran
3) Pencegahan tumpahan
4) Penanggulangan Keadaan Darurat
5) Pengujian peralatan; dan
6) Pelatihan karyawan.
B. Penyimpanan Umum B3
1) Gudang tempat penyimpanan B3 dibuat agar Aman danpengaruh alam & Iingkungan,
yaitu:
a) Memiliki sirkulasi udara dan ventilasi baik
b) Suhu ruangan terjaga konstan dan aman
c) Aman dari gangguan biologis (tikus, rayap dll)
2) Tata letak dan pengaturan penempatan B3 mempertimbangkan sebagai berikut:
a. Pemisahan dan pengelompokan untuk menghindari reaktivitas
b. Penyusunan tidak melebihi batas maksimum agar tidak roboh dan rapi
c. Dibuatkan lorong dan terjaga agar alat angkat dan angkut dapat lewat
d. Khusus bahan dalam wadah silinder / tabung gas bertekanan ditempatkan yang
aman, tidak lembab, danaman dan sumber panas (listrik, api terbuka dll)

Panduan Penyimpanan B3 2017| 5


3) Program House keeping secara periodik (Kebersihan,Kerapihan dan Keselamatan)
4) Sarana K3 disiapkan dan digunakan
5) Selain petugas gudang dilarang masuk, dan harusmenggunakan APD
6) Inpeksi secara periodik, pemeriksaan kondisi lingkungan,bahan, peralatan dan sistem,
segera lapor bila ada kondisiyang tidak aman kepada atasan.
7) Penyimpanan B3 dilengkapi dengan simbol dan /label B3 serta Material Safety Data
Sheet (MSDS)
C. Penyimpanan B3 Golongan Gas Medis
Memperhatikan hal-hal sebagal berikut:

1) Pewadahan dan penandaan


Mengikuti pola pewadahan dan penandaan yang berlaku dengan benar dan akurat sesuai
dengan jenis dan tingkat bahayanya

2) Kondisi ruangan
a. Bahan konstruksi tahan terhadap api, getaran, tersedia penangkal petir
b. Pengaturan suhu/panas/cahaya
Suhu sejuk dan kering
Hindari cahaya langsung matahari
Hindarkan instalasi listrik, sumber panas
Hindarkan kenaikan suhu
c. Pengaturan udara
ventilasi baik, sehingga udara tersalur dengan baik dan suhu ruangan tetap
optimal
3) Tata penyimpanan
a. Wadah disimpan pada posisi tegak
b. Jarak antara wadah dengan dinding dari tinggi wadah
c. Cukup jarak antara 1 material B3 dengan lainnya
d. Jumlah wadah dalam tiap ruangan dibatasi
e. Wadah kosong diberi tanda dan dipisahkan dari yang ada isinya
4) Kesiapan penanggulangan
a) DiIakukan oleh petugas yang ahli dalampenanggulangan bahaya gas medic di
rumah sakit
b) Tersedia alat pemadam kebakaran (APAR)
c) Tersedia P3K dan antidotumt
d) Tersedia alat komunikasi
5) Lokasi
a) Lebih kurang 3x radius yang dapat dijangkau gas tersebut tanpa tiupan angin kuat
b) Jauh dari pemukiman penduduk, jalan raya yang padat

Panduan Penyimpanan B3 2017| 6


6) Penanganan tehnis pada bongkar muat
Mengikuti pola penanganan tehnis B3 yang berlaku sesuai dengan jenis dari tingkat
bahaya
7) Penanggulangan kasus bahan berbahaya
Bila terjadi tumpah, bocor hingga mencemariIingkungan, maka harus mengikuti pola
penangananyang berlaku sesuai dengan jenis dan tingkatbahayanya.
D. Penyimpanan B3 Explosit
a. Pewadahan dan penandaan
Mengikuti Pola pewadaan dan penandaan B3 dengan benardan teliti sesuai dengan macam dan
tingkat bahayanya.

b. Kondisi ruangan
1) Bahan & kondisi bangunan memiliki kontruksi yang kuat, tahan ledakan, tahan api,
tahan gempa
2) Lantai tidak lembab, bersih, bebas karat, bebas debu
3) Kedap air
4) Pintu dan bahan yg baik dan kuat disertai kunci
5) Terhindar dan terlindung dari getaran, dilengkapi dengan penangkal petir
6) Ruangan diberi tanda peringatan untuk 63 golongan Eksplosif dan pemberitahuan
dilarang merokok
E. Penyimpanan B3 Gas Mampat
a. Pewadahan dan penandaan
Mengikuti pola pewadahan dan penandaan yang berlaku dengan benar & akurat sesuai dengan
jenis dari tingkat bahaya

b. Kondisi ruangan
1) Bahan kontruksi tahan terhadap api, getaran, tersedia penangkal petir
2) Pengaturan suhu / panas / cahaya
suhu sejuk dan kering
hindari cahaya langsung matahari
hindarkan instalasi listrik dan sumber panas
Hindarkan kenaikan suhu
3) Pengaturan udara
Ventilasi baik, sehingga udara tersalur dengan baik dan suhu ruangan tetap optimal

F. Penyimpanan B3 Cairan Mudah Menyala


1. Pewadahan dan penandaan
a. Wadah/pembukus/kemasan harus dapat melindungi isinya terhadap saluran dari
luar
b. Wadah/pembungkus/kemasan harus dapat bertahan terhadap daya kemas isinya

Panduan Penyimpanan B3 2017| 7


c. Wadah harus tertutup dengan kedap / disegel
2. Kondisi ruangan
a. Bahan & konstruksi bangunan:
1) Tahan terhadap B3 yang disimpan (tidak interaksi)
2) Mempunyai ventilasi secukupnya
3) Udaranya harus terisolir dari udara zat atau cairan mudah menyala
b. Beban dari sumber penyebab terjadinya bahaya
1) Wadah, tutup, kran, kemasan harus berfungsi baik
2) Mencegah terjadinya gangguan mekanik
3) Mencegah kotak langsung dengan B3
4) Mencegah kenaikan suhu dan cahaya yang berlebihan.
G. Penyimpanan B3 Beracun
a. Pewadahan dan penandaan
Menggunakan kemasan anti bocor / mengikuti pola pewadaan dan penandaan B3 yang berlaku
sesuai dengan jenis dari tingkat bahaya

b. Kondisi ruangan
Bahan dan konstruksi bangunan

1) Tahan terhadap B3 yang disimpan


2) Kedap air
3) Lantai cekung agar limbah tidak mengalir keluar
4) Tertutup rapat dan dapat dikunci

Panduan Penyimpanan B3 2017| 8


BAB IV

DOKUMENTASI

Panduan Penyimpanan B3 2017| 9