Anda di halaman 1dari 12

Model Relasional 28

outubeBAB 3
MODEL RELASIONAL

Sampai saat ini, model relasional merupakan model data utama yang
digunakan untuk aplikasi pemrograman data komersial. Hal ini disebabkan
karena kesederhanaan pada struktur data logikanya dibandingkan model
jaringan dan model hirarkis, sehingga memudahkan pekerjaan seorang
programmer.
Pada bab ini, akan dijabarkan konsep dasar dari model relasional,
kemudian bahasa queri formal yang digunakan untuk menspesifikasikan
permintaan informasi dari pemakai; yakni aljabar relasional sebagai bentuk dasar
dari bahasa queri Structured Query Language (SQL), kalkulus relasional tupel
dan kalkulus relasional domain. Bahasa queri komersial, yakni SQL akan
dijelaskan dalam bab berikutnya.

3.1. Sejarah Singkat Model Relasional

Model relasional pertama kali diperkenalkan oleh E.F. Codd pada tahun
1970. Objektifitas dari model relasional ini adalah konsep kemandirian data,
relasi yang normal tanpa adanya kelompok pengulangan serta perluasan dari
bahasa manipulasi data yang berorientasi pada himpunan data.
Prototype sistem manajemen basis data relasional, dengan nama
System R, dibuat oleh IBMs San Jose Research Laboratory di California pada
tahun 1970-an. Kemudian mulai dikembangkan bahasa queri terstruktur yang
diberi nama Structured Query Language (SQL) dan dinyatakan sebagai standar
bahasa relasional. Selama tahun 1980-an bermunculan produk-produk sistem
manajemen basis data relasional yang komersial; contohnya DB2 dan SQL/DS
dari IBM serta ORACLE dari ORACLE Corporation.
Pada waktu bersamaan, dikembangkan prototype INGRES (Interactive
Graphics Retrieval System) dimana fokusnya hampir sama dengan System R di
California University, Berkeley. Produk komersial dari INGRES dikeluarkan oleh
Relational Technology Inc. serta Intelligence Database Machine dari Britton Lee
Inc.
Sekarang telah terdapat bermacam-macam produk komersial dari model
relasional untuk mikrokomputer maupun mainframe. Seperti misalnya, Paradox
dan dBase IV dari Borland, Access dari Microsoft, FoxPro dan R:Base dari
Microrim.
Model Relasional 29

3.2. Konsep Dasar

Model relasional merupakan model yang merepresentasikan data dalam


basis data sebagai kumpulan tabel-tabel dimana setiap tabel dinyatakan dengan
nama yang unik. Setiap baris pada tabel merepresentasikan keterhubungan
diantara sekumpulan nilai-nilai. Itu berarti sebuah tabel merupakan kumpulan
dari keterhubungan-keterhubungan ini. Hal ini menunjukkan hubungan yang
dekat antara konsep tabel dan konsep relasi pada matematika. Untuk itulah
model relasional menggunakan istilah relasi. Pada kenyataannya, sistem
manajemen basis data relasional menyimpan relasi-relasinya secara fisik pada
sebuah file. Keterkaitan antara ketiga istilah ini ditunjukkan pada tabel 3.1.

Tabel 3.1. Terminologi istilah model relasional

Formal Istilah Alternatif 1 Istilah alternatif 2


Relasi Tabel File
Tupel Baris Record
Atribut Kolom Field

Pada gambar 3.1 diilustrasikan contoh mengenai relasi divisi dan relasi pegawai
yang terdapat pada database relasional mengenai suatu perusahaan X.

3.2.1. Terminologi

Pada bagian ini akan dijelaskan terminologi dari model relasional


menggunakan prinsip-prinsip teori himpunan dan logika predikat, antara lain :

1. Relation (Relasi) merupakan sebuah tabel dengan kolom-kolom dan baris-


baris. Pada model relasional, relasi digunakan untuk menyimpan
informasi mengenai objek-objek yang direpresentasikan dalam sebuah
basis data. Relasi ini digambarkan dalam bentuk tabel dua dimensi.
Contohnya mengenai informasi pegawai-pegawai yang bekerja di
perusahaan X direpresentasikan pada relasi PEGAWAI yang
mengandung informasi nomor induk pegawai, nama, alamat, gaji dan
kode divisi tempat pegawai bekerja.

2. Relation schema (Skema relasi) adalah nama relasi yang diikuti dengan
kumpulan atribut-atributnya. Misalkan skema relasi R dinyatakan sebagai
R(A1, A2, ..., An), dimana R = relasi dan Ai = atribut ke i. Contoh :
PEGAWAI (NIP#, Nama, Alamat, Gaji, KodeDiv).
Model Relasional 30

Atribut

KODEDIV# NAMADIV LOKASI


Div01 Produksi Bogor
Div02 Pemasaran Jakarta Timur
Div03 Keuangan Jakarta Barat
Div04 Administrasi Jakarta Barat

Kunci utama tupel

kunci asing
Relasi PEGAWAI

NIP# NAMA ALAMAT GAJI KODEDIV#


80100 Muhammad Ali Jl. Depok 1 No.2 1.000.000 Div02
80123 Sasanti Jl. Akses No.4 1.500.000 Div04
80140 Budiman Jl. Kenanga No.10 2.000.000 Div01
80150 Jaharudin Jl. Gambir No.34 2.000.000 Div02
81000 Nurhayati Jl. Margonda No.12 1.750.000 Div03
81210 Amir Rusli Jl. Teratai No.3 1.500.000 Div03

Kardinalitas relasi
derajat relasi

Gambar 3.1. Relasi PEGAWAI dan DIVISI

3. Attribute (Atribut) merupakan kolom dari suatu relasi yang mempunyai


nama. Atribut-atribut pada suatu relasi tidak harus tersusun secara
khusus. Contohnya, pada relasi PEGAWAI mempunyai lima kolom untuk
atribut-atribut NIP#, Nama, Alamat, Gaji dan KodeDiv.

4. Tuple (Tupel) merupakan suatu baris dari suatu relasi. Pada relasi
PEGAWAI, setiap tupel mempunyai 5 nilai, masing-masing untuk setiap
atribut NIP#, Nama, Alamat, Gaji dan KodeDiv.

5. Domain (Domain) merupakan kumpulan nilai-nilai data yang mungkin


untuk suatu atribut dan bersifat atomik. Contoh : domain dari atribut
KodeDiv adalah {Div01, Div02, Div03, Div04}

6. Degree of relation (Derajat dari suatu relasi) adalah banyaknya atribut


pada suatu relasi. Relasi PEGAWAI yang mempunyai 5 atribut berarti
mempunyai derajat lima, dimana setiap tupelnya mempunyai 5 nilai.
Model Relasional 31

Relasi dengan satu atribut disebut derajat unary, dua atribut disebut
binary, tiga atribut disebut ternary, selanjutnya disebut n-ary.

7. Cardinality of relation (Kardinalitas dari suatu relasi) adalah banyaknya


tuple pada suatu relasi. Kardinalitas dari relasi ini dapat berubah-ubah
sesuai dengan perubahan yang terjadi pada relasi.

8. Relational database (Database relasional) merupakan sekumpulan relasi


yang sudah dalam bentuk normal.

3.2.2. Karakteristik Relasi

Suatu relasi mempunyai karakteristik-karakteristik sebagai berikut:


1. Setiap relasi mempunyai nama yang harus berbeda dengan relasi lainnya.
2. Setiap sel dari relasi mempunyai hanya satu nilai atau atomik.
3. Setiap atribut mempunyai nama yang berbeda.
4. Nilai atribut bersifat atomik dan berasal dari domain yang sama.
5. Atribut-atribut tidak harus tersusun secara khusus.
6. Setiap tupel berbeda dan tidak ada tupel yang rangkap.
7. Tupel tidak harus tersusun secara khusus. (secara teroritis)

3.2.3. Kunci Relasi

Setiap tupel pada suatu relasi harus dapat diidentifikasi secara unik
dengan menggunakan nilai-nilai dari atribut-atribut relasi tersebut. Berikut ini
akan dijelaskan terminologi yang digunakan pada kunci relasi :

1. Super key (Kunci super)


Kunci super merupakan suatu atribut atau sekumpulan atribut yang
secara unik dapat mengidentifikasikan suatu tupel pada suatu relasi.
Contoh : {NIP}, {NIP, Nama}.

2. Candidate key (Kunci kandidat)


Kunci kandidat merupakan suatu kunci super yang mempunyai sifat
- unik, dapat mengidentifikasikan secara unik suatu tupel pada suatu
relasi
- tidak terdapat subset nilai (jika gabungan) yang merupakan suatu
kunci super.
Contoh : NIP, Nama

3. Primary key (Kunci utama)


Kunci utama merupakan sebuah kunci kandidat yang dipilih sebagai
atribut yang paling utama yang dapat mengidentifikasikan suatu
tupel pada suatu relasi. Contoh : NIP.
Model Relasional 32

4. Alternate key (Kunci alternatif)


Kunci alternatif merupakan kunci kandidat yang tidak terpilih sebagai
kunci utama. Contoh : Nama.

5. Composite key (Kunci komposit)


Kunci komposit merupakan kunci yang terdiri atas lebih dari satu atribut.
Contoh : NIP+Nama

6. Foreign key (Kunci asing)


Kunci asing merupakan atribut pada suatu relasi yang merupakan kunci
utama pada relasi yang lain. Contoh : KodeDiv pada relasi
PEGAWAI yang merupakan kunci utama pada relasi DIVISI.

3.3. Aturan Keintegritasan

Untuk menjamin keakuratan data, ditetapkan beberapa aturan


keintegritasan data, yakni :

1. Entity integrity
Kunci utama tidak boleh bernilai null. Null artinya kosong, tidak ada nilai
atau nilai tidak sesuai dengan domain atributnya. Contohnya, atribut
NIP# sebagai kunci utama pada relasi tidak boleh kosong, karena akan
menyebabkan masalah keintegritasan data.
2. Referential integrity
Kunci asing harus mempunyai nilai data yang sesuai atau cocok dengan
nilai pada referensinya. Contohnya, nilai atribut KodeDiv sebagai kunci
asing pada relasi PEGAWAI harus mempunyai nilai dan tidak boleh null
sesuai dengan referansinya yakni atribut KodeDiv pada relasi DIVISI.

3.4. Bahasa Queri

Bahasa queri merupakan bahasa yang digunakan user untuk


mengekspresikan permintaan data pada basis data. Bahasa queri ini dapat
dibedakan atas :

1. Bahasa queri formal


Bahasa queri formal merupakan dasar bahasa relasional dengan
menggunakan simbol-simbol matematika. Bahasa queri formal ini dapat
dibedakan atas dua jenis, yakni :
a. terprosedur,
Bahasa queri formal yang terprosedur artinya pemakai
menjabarkan bagaimana caranya untuk memanipulasi data.
Model Relasional 33

Contoh : Aljabar relasional


b. tanpa prosedur
Bahasa queri formal yang tanpa prosedur artinya pemakai
hanya menentukan data apa yang dibutuhkan tanpa perlu
menjabarkan bagaimana memperoleh data tersebut
Contoh : Kalkulus relasional tuple dan domain

2. Bahasa queri komersial


Bahasa queri yang dirancang menjadi program aplikasi agar pemakai
mudah menggunakannya.

Contoh :
a. Structures Query Language (SQL)
Kombinasi aljabar dan kalkulus relasional
Contoh :
Select * from PEGAWAI where KodeDiv=Div02;

b. Query Language (QUEL)


Berdasarkan pada kalkulus relasional tupel
Contoh :
Retrieve (PEGAWAI.*)
Where PEGAWAI.KodeDiv=Div02;

c. Query By Example (QBE)


Berdasarkan pada kalkulus relasional domain.

Contoh :

PEGAWAI NIP NAMA ALAMAT GAJI KODEDIV

P. Div02

3.4.1. Aljabar Relasional

Aljabar relasional merupakan bahasa teoritis yang operasi-operasinya


bekerja pada satu atau lebih dari satu relasi untuk mendefinisikan relasi-relasi
lain tanpa mengubah relasi original. Hasil dari operasi aljabar relasional berupa
relasi juga yang dapat digunakan untuk operasi lain. Operasi-operasi dasar yang
terdapat aljabar relasional antara lain: SELECT, PROJECTION, CARTESIAN
PRODUCT, UNION dan SET DIFFERENCE. Selain ini ada pula operasi
tambahan JOIN, INTERSECTION dan DIVISION.
Model Relasional 34

3.4.1.1. SELECT

Operasi SELECT ditujukan untuk memperoleh tupel-tupel dari suatu relasi


yang memenuhi predikat tertentu. Simbol yang digunakan : (sigma).
Bentuk :

predikat (R)

Keterangan :
R = relasi
Predikat pada operasi SELECT melibatkan :
operand : konstanta/bilangan
operator aritmatika : , , , , ,
operator logika : (and), (or), (not)

Contoh queri : dicari informasi mengenai pegawai yang bekerja di divisi Div02.
(Berdasarkan relasi pegawai pada divisi.)

KodeDiv=Div02 (PEGAWAI)

Hasil :

80100 Muhammad Ali Jl. Depok 1 No.2 1.000.000 Div02


80150 Jaharudin Jl. Gambir No.34 2.000.000 Div02

3.4.1.2. PROJECT

Operasi PROJECT ditujukan untuk memperoleh atribut-atribut atau kolom-


kolom tertentu dari suatu relasi serta membuang nilai yang sama. Simbol yang
digunakan : (pi).

Bentuk :

kolom1, kolom2, ..., kolomn (R)

Contoh queri : tampilkan nama dan alamat pegawai

Nama,Alamat (PEGAWAI)

Hasil :
Model Relasional 35

Muhammad Ali Jl. Depok 1 No.2


Sasanti Jl. Akses No.4
Budiman Jl. Kenanga No.10
Jaharudin Jl. Gambir No.34
Nurhayati Jl. Margonda No.12
Amir Rusli Jl. Teratai No.3

3.4.1.3. CARTESIAN PRODUCT

Membentuk suatu relasi dari dua relasi, misalkan R dan S, yang terdiri
dari kombinasi untuk setiap tupel pada R dengan semua tupel pada S. Simbol
operasi adalah : (cros)

Bentuk :

RxS

Contoh queri : tampilkan kombinasi pegawai dan divisi tempat pegawai bekerja.

PEGAWAI DIVISI

3.4.1.4. UNION

Membentuk suatu relasi yang terdiri dari tupel-tupel yang berada pada
salah satu relasi atau pada kedua relasi, dengan syarat :
- misalkan ada relasi R dan S, maka jumlah atribut relasi R dan S harus
sama
- domain dari atribut ke i dari R harus sama dengan domain dari atribut ke i
pada S.

Simbol : (union)

Contoh queri : misalkan terdapat dua relasi pegawai di cabang A yakni


PEGAWAI-A dan di cabang B yakni PEGAWAI-B, apabila ingin diketahui
gabungannya, maka

PEGAWAI-A PEGAWAI-B

3.4.1.5. SET DIFFERENCE

Operasi ini untuk membentuk suatu relasi yang terdiri dari tupel-tupel yang
berada pada relasi pertama dan tidak berada pada relasi kedua atau kedua-
duanya.
Simbol : - (minus)
Model Relasional 36

Contoh :

PEGAWAI-A PEGAWAI-B

3.4.1.6. NATURAL JOIN

Membentuk suatu relasi dari dua relasi yang terdiri dari kombinasi yang
mungkin dari relasi-relasi tersebut. Simbol : X

Ilustrasi :

R S R X S

a 1 1 x a 1 x

b 2 1 y a 1 y

3 z

Contoh queri : dicari nama divisi dimana pegawai dengan NIP 80100 bekerja.

NamaDiv ( NIP=80100 (PEGAWAI X DIVISI))

Hasil :

Pemasaran

3.4.1.7. INTERSECTION

Operasi ini ditujukan untuk memperoleh tupel-tupel yang berada pada


kedua relasi R dan S. Simbol = .

Contoh :
R S

3.4.2. Kalkulus Relasional


Pada kalkulus relasional tidak terdapat pendeskripsian pemrosesan suatu
queri seperti halnya pada aljabar relasional, akan tetapi cukup dengan
mendefinisikan apa yang diinginkan. Ada dua bentuk kalkulus relasional yakni
kalkulus relasional tupel yang pertama kalinya diusulkan oleh E.F. Codd,
Model Relasional 37

sedangkan yang kedua adalah kalkulus relasional domain yang diusulkan


Lacroix dan Pirotte.

3.4.2.1. Kalkulus Relasional Tupel

Kalkulus relasional tupel lebih berorientasi pada tupel dimana operasi ini
ditujukan untuk memperoleh tupel-tupel yang predikatnya benar.
Ekspresi : { t P(t) }
t : tupel, P : predikat terhadap t

Bentuk-bentuk dari predikat :


1. S R ; dimana S : variabel, R : relasi
2. S[x] U[y] ; dimana S dan U : variabel tupel , x dan y : atribut-atribut
: operator aritmatika
3. S[x] C ; C : konstanta
Operator tambahan : operator penghubung yakni (and), (or)

Contoh queri : diketahui skema relasi DOSEN (Nip, Nama, Alamat, Kota, Jkel).
Dicari informasi mengenai dosen yang berada di kota Bogor.

{ t DOSEN t[Kota] = Bogor }

3.4.2.2. Kalkulus Relasional Domain

Berbeda dengan kalkulus relasional tupel, kalkulus relasional domain


berorientasi pada domain dengan menggunakan variabel-variabel domain.
Ekspresi : { <x1, x2, xn> P <x1, x2, xn> }
Dimana xi : variabel domain, sedangkan
P : predikat terhadap x.

Bentuk-bentuk dari predikat:


1. <x1, x2, xn> R ; R : relasi
2. x y
3. x C

Contoh queri : diketahui skema relasi DOSEN (Nip, Nama, Alamat, Kota, Jkel).
Dicari informasi mengenai dosen yang mempunyai NIP 87000650.

{ <n,a,l,k,j> P <n,a,l,k,j> } DOSEN n=87000650 }


Model Relasional 38

3.4.3. Query By Example(QBE)

QBE Pertama kali dikembangkan oleh Zloof pada tahun 1975. Untuk
mengekspresikan permintaan dari pemakai dilakukan dengan memasukkan nilai
contoh ke dalam template queri yang menyerupai sebuah tabel. Operator
perintah antara lain : P. (Print), D. (Delete), I. (Insert), U. (Update). Operator
aritmatika : , , , , ,

Contoh : diketahui skema relasi PEGAWAI (NIP,Nama,Alamat,Gaji,Kddiv)

a. Ingin ditampilkan informasi pegawai dengan Nip 102871.

PEGAWAI NIP NAMA ALAMAT GAJI KODEDIV

P. 102871

b. Ingin ditampilkan nama dan alamat pegawai yang mempunyai gaji lebih
besar dari 500.000,-

PEGAWAI NIP NAMA ALAMAT GAJI KODEDIV

P. P. >500000

3.4.4. Query Language (QUEL)

QUEL merupakan bahasa pendefinisian dan manipulasi data untuk


INGRES (Ineractive Graphics and Retrieval System), dikembangkan sejak tahun
1970-an.
Perintah-perintah pada Quel :
1. Pendefinisian data antara lain :
CREATE, INDEX, MODIFY, DESTROY
2. Manipulasi data antara lain :
RETRIEVE, APPEND, DELETE, REPLACE
Model Relasional 39

Sintaks RETRIEVE :
- RETRIEVE [ UNIQUE] tabel.kolom
WHERE [fungsi/ANY] kondisi
SORT BY kolom;
- RANGE OF inisial/huruf IS (nama tabel);

Contoh queri :
1. Ingin dibuat inisial dari tabel PEGAWAI dan DIVISI

RANGE OF P IS PEGAWAI, D IS DIVISI;

2. Ingin ditampilkan nama dan alamat pegawai yang gajinya lebih besar dari
500.000,-

RETRIEVE (P.Nama, P.Alamat)


WHERE P.Gaji > 500000;