Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL

PROGRAM KERJA PPK


RUMAH SAKIT St. CAROLUS BOROMEUS
TAHUN ANGGARAN 2017

oleh
POKJA PPK

RUMAH SAKIT St. CAROLUS BOROMEUS


Jl. HR. KOROH KM. 08, BELO KUPANG, NTT
PROGRAM KERJA
PROGRAM KERJA
POKJA PPK RUMAH SAKIT St. CAROLUS BOROMEUS
TAHUN ANGGARAN 2017

I. PENDAHULUAN
Pendidikan pasien dan keluarga membantu pasien berpartisipasi lebih baik dalam asuhan
yang diberikan dan mendapat informasi dalam pengambilan keputusan tentang asuhannya. Hal
ini tidak terkecuali terjadi di semua rumah yang ada di indonesia trmasuk di Nusa Tenggara
Timur. Berbagai staf yang berbeda dalam rumah sakit memberikan pendidikan kepada pasien
dan keluarganya. Pendidikan diberikan ketika pasien berinteraksi dengan dokter atau
perawatnya. Petugas kesehatanlainnyan juga memberikan pendidikan ketika memberikan
pelayanan yang spesifik, diantaranya terapi diet,rehabilitasi atau persiapan pemulangan pasien
dan asuhan pasien berkelnjutan. Mengingat banyaknya staf terlibat dalam pendidikan pasien
dan keluarganya, maka perlu diperhatikan agar staf yang terlibat dikoordinasikan kegiatannya
dan fokuspada kebutuhan pembelajaran pasien.

Pendidikan yang efektif diawali dengan asesmen kebutuhan pembelajaran pasien dan
keluarganya. Asesmen ini menentukan bukan hanya kebutuhan akan pembelajaran, tetapi juga
bagaimana pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. Pembelajaran paling efektif ketika
cocok dengan pilihan pembelajaran yang tepat sesuai dengan agama, nilai budaya, juga
kemampuan membaca serta bahasa yang ada di Nusa Tenggara Timur.

RS St. Carolus Borromeus memerlukan suatu program kerja pendidikan pasien dan
keluarga agar dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur
khususnya Kota Kupang dalam mencari layanan kesehatan bermutu sesuai dengan proses
asuhan.
II. LATAR BELAKANG
Langkah RS St. Carolus Borromeus yang telah menjalani akreditasi di tahun 2016
merupakan bukti nyata tekad RS St. Carolus Borromeus untuk terjun dalam pendidikan pasien
dan keluarga di Nusa Tenggara Timur, khususnya di kota kupang dengan tetap berpegang teguh
pada visi dan misi rumah sakit sebagai rumah sakit dengan misi dan visi sosial kemanusiaan.

Peningkatan pendidikan pasien dan keluaraga juga bertujuan memberikan pendidikan


ketika memberikan pelayanan yang spesifik, diantaranya terapi diet,rehabilitasi atau persiapan
pemulangan pasien dan asuhan pasien berkelnjutan untuk memperkenalkan pelayanan
berkualitas di RS St. Carolus Borromeus yang pada akhirnya bertujuan untuk mengarahkan
pilihan masyarakat untuk berobat di RS St. Carolus Borromeus.

Dalam rangka mempersiapkan diri dalam peningkatan pendidikan pasien dan keluarga,
maka Program Kerja PPK merasa perlu untuk meningkatkan pendidikan yang efektif diawali
dengan asesmen kebutuhan, pembelajaran pasien dan keluarganya guna mengiringi bahkan
mempersiapkan rumah sakit dalam menghadapi era persaingan ini di Kota Kupang dan
Provinsi NTT.

Program Kerja PPK RS St. Carolus Borromeus tahun anggaran 2017 ini merupakan
perencanaan langkah-langkah nyata dalam membentuk opini dan mengarahkan pilihan
masyarakat untuk memilih RS St. Carolus Borromeus sebagai tempat mencari layanan
kesehatan yang berjiwakan Kasih yang Menyembuhkan.

III. TUJUAN
A. Tujuan Umum:

Menyediakan pendidikan bagi pasien dan keluarga untuk berpartisipasi lebih baik
dalam asuhan yang diberikan dan mendapat informasi dalam pengambilan keputusan
tentang asuhannya. Sehingga memperkenalkan citra positif RS St. Carolus Borromeus
kepada masyarakat, serta membentuk opini positif kepada masyarakat dalam mengarahkan
pilihan untuk berobat di RS St. Carolus Borromeus
B. Tujuan khusus:
1. Menyediakan pendidikan untuk menunjang partisipasi pasien dan keluarga dalam
pengambilan keputusan dan proses pelayanan.
2. Melakukan asesmen kebutuhan pendidikan masing-masing pasien dan dicatat di
rekam medisnya.
3. Mendidik dan melatihan pasien dalam membantu pemenuhan kebutuhan kesehatan
berkelanjutan dari pasien
4. Mendidik pasien dan keluarga terkait penggunaan obat yang aman, penggunaan
peralatan medis yang aman, potensi interaksi obat dengan makanan, pedoman
nutrisi, manajemen nyeri dan tehnik rehabilitasi
5. Mempertimbangkan nilai-nilai dan pilihan pasien dan keluarga, dan
memperkenalkan interaksi yang memadaiantara pasien, keluarga dan staf agar
terjadi pembelajaran
6. Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan profesional dalam memberikan
pelayanan pendidikan kepada pasien.

IV. Kegiatan Pokok dan Rincian kegiatan


1. Menyediakan pendidikan untuk menunjang partisipasi pasien dan keluarga dalam
pengambilan keputusan dan proses pelayanan.
a. Penetapan unit kerja yang mengelola edukasi dan informasi / PKRS
b. Pedoman pengorganisasian dan pelayanan unit kerja PKRS.........(yg di
tanyakan saat wokshop: rumah sakit kita masih kecil sehingga pkrs dan humas
masi dlm 1 unit. Apakah rs kami harus dipisahkan atau disatukan...?
c. RKA rumah sakit
d. Program kerja unit kerja PKRS
2. Melakukan asesmen kebutuhan pendidikan masing-masing pasien dan dicatat di
rekam medis
a. Kebijakan / panduan /SPO panduan pemberian informasi dan edukasi yang
memuat:
Langkah awal asesmen pasien dan keluarga
Cara penyampaian informasi dan edukasi yang efektif
Cara verifikasi bahwa pasien dan keluarga menerima dan memahami
pendidikan yang diberikan.
b. Kebijakan/ panduan/ SPO persetujuan tindakan kedokteran ( informed
consent )

2.1 Melakukan asesmen kemampuan dan kemauan belajar pasien dan keluarga
a. Kebijakan/ pedoman/ SPO pelayanan rekam medis yang memuat pencatatan
sampai dengan dokumentasi
b. Kebijakan/ panduan/ SPO panduan pemberian informasi dan edukasi
3. Mendidik dan melatihan pasien dalam membantu pemenuhan kebutuhan kesehatan
berkelanjutan dari pasien
a. Kebijakan / panduan/ spo panduan pemberian informasi dan edukasi
4. Mendidik pasien dan keluarga terkait penggunaan obat yang aman, penggunaan
peralatan medis yang aman, potensi interaksi obat dengan makanan, pedoman
nutrisi, manajemen nyeri dan tehnik rehabilitasi.
Kebijakan/ panduan/ SPO panduan pemberian informasidan edukasi, diantaranya:
a. Pelaksanaan pemberian edukasi penggunaan obat-obatan secara efektif dan
aman, serta tentang potensi efek samping obat, pencegahan terhaadap potensi
interaksi obat dengan obat OTC ( obat yang dijual bebas) dan atau makanan.
b. Pelaksanaan pemberian edukasi tentang keamanan dan efektifitas penggunan
peralatan medis
c. Pelaksanaan pemberian edukasi tentang diet dan nutrisi yang benar.
d. Pelaksanaan pemberian edukasi tentang manajemen nyeri
e. Pelaksanaan pemberian edukasi tentang teknik rehabilitasi.
5. Mempertimbangkan nilai-nilai dan pilihan pasien dan keluarga, dan
memperkenalkan interaksi yang memadaiantara pasien, keluarga dan staf agar
terjadi pembelajaran.
Kebijakan/ panduan/ SPO panduan pemberian informasi dan edukasi,
a. Proses verifikasi bahwa pasien dan keluarga memahami materi edukasi yang
diberikan
b. Teknis untuk mendorong pasien dan keluarga untuk bertanya dan memberi
pendapat sebagai peserta aktif
c. Materi tertulis sebagai pelengkap edukasi dan informasi yang disampaikan.
6. Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan profesional dalam memberikan
pelayanan pendidikan kepada pasien.
a. Materi edukasi kolaboratif
b. Sertifikat kompetensi
c. Bukti pemberian edukasi

V. Cara Melaksanakan Kegiatan

VI. Sasaran
No. Poin Kerja Sasaran
1. Menyediakan pendidikan untuk menunjang 1. Pimpinan RS
partisipasi pasien dan keluarga dalam 2. Kepala/ ketua unit kerja yang
pengambilan keputusan dan proses pelayanan. mengelola edukasi kepada
pasien dan keluarganya/
PKRS
3. Pelaksana edukasi (tenaga
medis, keperawatan, farmasi,
gizi)
2. Melakukan asesmen kebutuhan pendidikan 1. Pimpinan RS
masing-masing pasien dan dicatat di rekam medis 2. Pimpinan keperawatan
3. Dokter penangung jawab
pasien
4. Dokter jaga
5. Pelaksana pelayanan
keperawatan, farmasi, gizi.
2.1 Melakukan asesmen kemampuan dan kemauan 1. Dokter penangung jawab
belajar pasien dan keluarga pasien
2. Dokter jaga
3. Pelaksana pelayanan
keperawatan, farmasi, gizi.
3. Mendidik dan melatihan pasien dalam membantu 1. Pimpinan RS
pemenuhan kebutuhan kesehatan berkelanjutan 2. Pimpinan keperawatan
dari pasien 3. Dokter penangung jawab
pasien
4. Dokter jaga
5. Pelaksana pelayanan
keperawatan, farmasi, gizi.
4. Mendidik pasien dan keluarga terkait penggunaan 1. Pimpinan RS
obat yang aman, penggunaan peralatan medis 2. Pimpinan keperawatan
yang aman, potensi interaksi obat dengan 3. Dokter penangung jawab
makanan, pedoman nutrisi, manajemen nyeri dan pasien
tehnik rehabilitasi. 4. Dokter jaga
5. Pelaksana pelayanan
keperawatan, farmasi, gizi.
5. Mempertimbangkan nilai-nilai dan pilihan pasien 1. Pimpinan RS
dan keluarga, dan memperkenalkan interaksi 2. Pimpinan keperawatan
yang memadaiantara pasien, keluarga dan staf 3. Dokter penangung jawab
agar terjadi pembelajaran. pasien
4. Dokter jaga
5. Pelaksana pelayanan
keperawatan, farmasi, gizi.

6. Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan 1. Pimpinan RS


profesional dalam memberikan pelayanan 2. Pimpinan keperawatan
pendidikan kepada pasien. 3. Dokter penangung jawab
pasien
4. Dokter jaga
5. Pelaksana pelayanan
keperawatan, farmasi, gizi.

VII. Rencana Anggaran


No . Nama Barang Harga
1. Laptop Rp. 4.000.000,00
2. Printer Rp. 2.000.000,00
3. BHP Rp. 4.000.000,00
Total Rp.10.000.000,00

VIII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

IX.