Anda di halaman 1dari 5

Pelaksanaan peran sebagai Kepala Ruangan (sekaligus sebagai Supervisor), peran sebagai

Ketua Tim dan Perawat Pelaksana dilakukan secara bergantian setiap hari pada mahasiswa
Praktik Stase Manajemen Keperawatan (Kelompok I) di Ruang Alexandri.

Uraian Kegiata / Job Description :

A. Kepala Ruangan :
1. Perencanaan
a. Menunjuk ketua tim akan bertugas di ruangan masing- masing
b. Mengikuti serah terima pasien di shift sebelumnya
c. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien: gawat, transisi, persiapan pulang bersama
ketua tim
d. Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan kebutuhan klien
bersama ketua tim, mengatur penugasan/ penjadwalan
e. Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan
f. Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi, patofisiologi, tindakan medis yang
dilakukan, program pengobatan dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang
akan dilakukan terhadap pasien
g. Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan
h. Membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan
i. Membimbing penerapan proses keperawatan dan menilai askep
j. Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah
k. Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru masuk
l. Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri
m. Membantu membimbing terhadap peserta didik keperawatan
n. Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan dan rumah sakit

2. Pengorganisasian
a. Merumuskan metode penugasan yang digunakan
b. Merumuskan tujuan metode penugasan
c. Metode rincian tugas ketua tim dengan anggota tim secara jelas
d. Membuat rentang kendali kepala ruang membawahi 2 katim dan 2 katim membawahi 2- 3
perawat
e. Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan: membuat proses dinas, mengatur tenaga
yang ada setiap hari, dll
f. Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan
g. Mengatur dan mengendalikan situasi tempat praktik
h. Mendelegasikan tugas saat kepala ruang tidak berada di tempat, kepada ketua tim
i. Memberi wewenang kepada tata usaha untuk mengurus administrasi pasien
j. Mengatur penugasan jadwal pos dan pakarnya
k. Identiikasi masalah dan cara penanganan
3. Pengarahan
a. Memberi pengarahan tentang penugasan kepada ketua tim
b. Memberi pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugas dengan baik
c. Memberi motivasi dalam peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap
d. Menginformasikan hal- hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan askep pasien
e. Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan
f. Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya
g. Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain
4. Pengawasan
a. Melalui komunikasi: mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan katim maupun
pelaksana mengenai askep yang diberikan kepada pasien
b. Melalui supervise
Pengawasan langsung melalui inspeksi, mengamati sendiri atau melalui laporan langsung
secara lisan dan memperbaiki/ mengawasi kelemahan- kelemahan yang ada saat itu juga.
Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar hadir ketua tim. Membaca dan memeriksa
rencana keperawatan serta catatan yang dibuat selama dan sesudah proses keperawatan
dilaksanakan (didokumentasikan), mendengar laporan katim tentang pelaksanaan tugas.

B. Supervisi :
Tugas-tugas rutin yang harus dilakukan oleh supervisor setiap hari (Bittel,1987), sbb:
1. (15-30) sebelum pertukaran Shift
a. Mengecek kecukupan fasilitas/peralatan/sarana untuk hari itu.
b. Mengecek jadwal kerja
2. (15-30) pada waktu mulai Shift
a. Mengecek personil yang ada.
b. Menganalisa keseimbangan tenaga.
c. Mengatur pekerjaan.
d. Mengidentifikasikan kendala yang muncul.
e. Mencari alternatif penyelesaian masalah supaya dapat diselesaikan.
3. (6-7 jam ) sepanjang hari.
a. Mengecek pekerjaan setiap perawat, mengarahkan, mengintruksi, mengoreksi atau memberi
latihan sesuai kebutuhan
b. Mengecek kemajuan pekerjaan.
c. Mengecek pekerjaan rumah tangga.
d. Mengecek personil, kenyamanan kerja terutama personil baru.
e. Berjaga di tempat bila ada pertanyaan, permintaan bantuan lain-lain.
f. Mengatur jam istirahat perawat.
g. Mendeteksi dan mencatat problem yang muncul pada saat itu dan mencari cara
memecahkannya.
h. Mengecek kembali kecukupan alat/fasilitas/sarana sesuai kondisi operasional.
i. Mencatat fasilitas/sarana yang rusak kemudian melaporkannya.
j. Mengecek kecelakaan kerja.
k. Menyiapkan laporan mengenai pekerjaan secara rutin
4. (15-30) sekali dalam sehari
a. Mengobservasi satu personil atau aneka kerja secara kontinyu untuk 15
b. Melihat dengan seksama hal-hal yang mungkin terjadi, seperti keterlambatan pekerjaan,
lamanya mengambil barang, kesulitan pekerjaan, dll.
5. Sebelum pulang
a. Membuat daftar masalah yang belum terpecahkan dan berusaha untuk memecahkan keesokan
harinya.
b. Pikirkan pekerjaan yang telah dilakukan sepanjang hari dengan mengecek hasilnya,
kecukupan material dan peralatannya.
c. Melengkapi laporan harian.
d. Membuat daftar pekerjaan untuk keesokan harinya

C. Ketua Tim :
1. Perencanaan:
a. Mengikuti serah terima pasien dari shift sebelumnya bersama kepala ruangan.
b. Bersama kepala ruangan melakukan pembagian tugas untuk anggota tim/pelaksana.
c. Menyusun rencana asuhan keperawatan.
d. Menyiapkan keperluan untuk pelaksanaan asuhan keperawatan.
e. Memberi pertolongan segera pada pasien dengan masalah kedaruratan.
f. Melakukan ronde keperawatan bersama kepala ruangan.
g. Mengorientasikan pasien baru.
h. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian
2. Pengorganisasian dan ketenagaan:
a. Merumuskan tujuan dari metode penugasan keperawatan tim.
b. Bersama kepala ruangan membuat rincian tugas untuk anggota tim/pelaksana sesuai dengan
perencanaan terhadap pasien yang menjadi tanggung jawabnya dalam pemberian asuhan
keperawatan.
c. Melakukan pembagian kerja anggota tim/ pelaksana sesuai dengan tingkat ketergantungan
pasien.
d. Melakukan koordinasi pekerjaan dengan tim kesehatan lain.
e. Mengatur waktu istirahat untuk anggota tim/ pelaksana.
f. Mendelegasikan tugas pelaksanaan proses keperawatan kepada anggota tim/pelaksana.
g. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian.
3. Pengarahan:
a. Memberi pengarahan tentang tugas setiap anggota tim/ pelaksana.
b. Memberikan informasi kepada anggota tim/ pelaksana yang berhubungan dengan asuhan
keperawatan.
c. Melakukan bimbingan kepada anggota tim/ pelaksana yang berhubungan dengan asuhan
keperawatan.
d. Memberi pujian kepada anggota tim/ pelaksana yang melaksanakan tugasnya dengan baik,
tepat waktu, berdasarkan prinsip, rasional dan kebutuhan pasien.
e. Memberi teguran kepada anggota tim/pelaksana yang melalaikan tugas atau membuat
kesalahan.
f. Memberi motivasi kepada anggota tim/pelaksana.
g. Melibatkan anggota tim/ pelaksana dari awal sampai dengan akhir kegiatan.
h. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian.
4. Pengawasan:
a. Melalui komunikasi: mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan anggota tim/
pelaksana asuhan keperawatan kepada pasien.
b. Melalui supervisi: melihat/ mengawasi pelaksanaan asuhan keperawatan dan catatan
keperawatan yang dibuat oleh anggota tim/ pelaksana serta menerima/ mendengar laporan
secara lisan dari anggota tim/pelaksana tentang tugas yang dilakukan.
c. Memperbaiki, mengatasi kelemahan atau kendala yang terjadi pada saat itu juga.
d. Melalui evaluasi:
Mengevaluasi kinerja dan laporan anggota tim/ pelaksana dan membandingkan dengan peran
masing-masing serta dengan rencana keperawatan yang telah disusun.
e. Penampilan kerja anggota tim/ pelaksana dalam melaksanakan tugas.
f. Upaya peningkatan kemampuan, keterampilan dan sikap.
g. Memberi umpan balik kepada anggota tim/ pelaksana.
h. Mengatasi masalah dan menetapkan upaya tindak lanjut.
i. Memperhatikan aspek etik dan legal dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.
j. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian.

D. Perawat Pelaksana :
1. Melaksanakan serah terima setiap pergantian dinas yang mencakup pasien dan peralatan.
2. Melakukan asuhan keperawatan pasien, meliputi :
Mengkaji keadaan pasien
Membuat rencana keperawatan
Melakukan tindakan keperawatan
Melakukan evaluasi
Melakukan pencatatan / dokumentasi
3. Menyiapkan, memelihara, menyimpan alat agar siap pakai.
4. Merencanakan intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah dan membuat langkah/cara
pemecahan masalah.
5. Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai rencana.
6. Melakukan dinas rotasi sesuai jadwal yang telah dibuat oleh kepala ruangan.
7. Memelihara lingkungan untuk kelancaran pelayanan.
8. Melaksanakan program orientasi kepada pasien tentang instansi kesehatan dan
lingkungannya, peraturan dan tata tertib yang berlaku, serta fasilitas yang ada dan
penggunaannya.
9. Menciptakan hubungan kerjasama yang baik dengan pasien dan keluarganya maupun dengan
anggota tim kesehatan.
10. Membantu merujuk pasien kepada petugas kesehatan lain yang lebih mampu untuk
menyelesaikan masalah kesehatan yang dapat ditanggulangi.
11. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh dokter penanggung jawab / perawat kepala
ruangan.
12. Menyiapkan pasien yang akan keluar, meliputi :
Menyediakan formulir untuk penyelesaian administrasi, contoh : surat izin pulang, surat
keterangan sakit, petunjuk diit,resep obat jika perlu, surat rujukan/pemeriksaan ulang, dan
surat keterangan lunas membayar.
Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan pasien, misal mengenai diit, pentingnya pemeriksaan ulang di rumah sakit atau
instansi kesehatan lain.
13. Mentaati peraturan yang telah ditetapkan rumah sakit.