Anda di halaman 1dari 64

BUKU PEDOMAN

ORGANISASI GIZI
TAHUN 2015

RSUD. CIKALONG WETAN


DINAS KESEHATAN
PEMERINTAHAN KABUPATEN BANDUNG BARAT
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT MITRA KASIH
Nomor : /DIR-RSMK/SK/ /2015

TENTANG
BUKU PEDOMAN ORGANISASI GIZI
RUMAH SAKIT MITRA KASIH
TAHUN 2015

DIREKTUR RUMAH SAKIT MITRA KASIH,

MENIMBANG :

1. Bahwa dalam rangka pelaksanaan akreditasi program khusus Rumah Sakit Mitra
Kasih periode tahun 2015 maka perlu dibuat Kebijakan Buku Pedoman Organisasi
Gizi RS. Mitra Kasih Tahun 2015.
2. Bahwa sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu ditetapkan dengan Keputusan
Direktur Rumah Sakit Mitra Kasih.

MENGINGAT :

1. Undang-Undang RI No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran

2. Undang undang Republik Indonesia Nomor : 44 tahun 2009, tentang Rumah


Sakit
3. PERMENKES RI Nomor 012 TAHUN 2012, tentang akreditasi

4. Kemenkes RI Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit

5. Keputusan KARS Nomor : 1666 / KARS/X/2014, tanggal 1 Oktober 2014, tentang


penetapan status akreditasi rumah sakit dimana terdapat program khusus dengan
sertifikat kelulusan perdana.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
Pertama : Menetapkan Kebijakan Buku Pedoman Organisasi Gizi RS. Mitra Kasih Tahun
2015.

Kedua : Semua karyawan Instalasi Gizi RS. Mitra Kasih bekerja sesuai dengan Kebijakan
Buku Pedoman Organisasi Gizi RS. Mitra Kasih tahun 2015.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan dan
perubahan seperlunya.

Ditetapkan di : Cimahi
Pada tanggal : ...................

Rumah Sakit Mitra Kasih


dr. Antonius Haryanto, Sp.PD
Direktur
PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI GIZI

BAB I
PENDAHULUAN

Pelayanan Gizi merupakan bagian intergral dari pelayanan kesehatan yang


ada di RSUD. Cikalong Wetan yang saling menunjang dan tidak dapat dipisahkan
dengan pelayanan kesehatan lainnya.
Kecenderungan peningkatan kasus penyakit yang terkait dengan masalah
gizi memerlukan penatalaksanaan gizi secara khusus. Instralasi Gizi merupakan
wadah yang mengelola pelayanan gizi Rumah Sakit pada pelaksanaannya
memerlukan sumber daya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana yang
memadai, serta pedoman pengorganisasian yang sesuai dengan standar yang
berlaku.
Pelayanan Gizi merupakan salah satu fasilitas pelayanan yang ada di
RSUD. Cikalong Wetan. Pelayanan Gizi di Rumah Sakit adalah pelayanan yang
diberikan dan sesuaikan dengan kondisi pasien berdasarkan keadaan klinis, status
gizi dan status metabolisme tubuh.
Masalah Gizi di Rumah Sakit dinilai sesuai dengan kondisi perorangan
yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi proses penyembuhan
penyakit. Ruang lingkup pelayanan Gizi di Rumah Sakit meliputi :
1. Pelayanan Gizi Rawat Jalan
2. Pelayanan Gizi Rawat Inap
3. Penyelenggaraan Makanan
4. Penelitian dan Pengembangan Gizi
Instalasi Gizi merupakan wadah yang mengelola pelayanan gizi Rumah
Sakit. Dalam kegiatannya diatur dengan mempertimbangkan kebutuhan klinis,
pasien/ klien, kebersihan, keamanan, keselamatan dan terintegrasi dengan
pelayanan kesehatan yang lainnya.

1
BAB II
GAMBARAN UMUM

Rumah Sakit Asadyra diresmikan pemakaiannya pada tanggal 8 Agustus


1988 oleh Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI Dr. Broto Wasisto,
MPH dan Gubernur Jawa Barat yang diwakil oleh Wakil Gubernur Bidang Kesra
Suryana Subrata. Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI No :
860b/MENKES/SK/XII/1987 Rumah Sakit Asadyra ditetapkan sebagai Rumah
Sakit Umum Swasta.
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan No : 01/YYS/RSA/XII/1991
tanggal 26 Desember 1991 tentang pokok-pokok organisasi dan prosedur Rumah
Sakit dijelaskan bahwa kedudukkan Rumah Sakit adalah Rumah Sakit milik
Yayasan dimana pelaksanaan teknik pelayanan medik bertanggunag jawab kepada
Departemen Kesehatan RI cq Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Sedangkan untuk
pelaksanaan Administrasi dan keuangan bertanggung jawab kepada Yayasan, akan
tetapi berdasarkan Akta Notaris Ny.Fani Andayani,SH Nomor 11 tanggal 12 Juni
2002 tentang risalah rapat pembubaran Yayasan Asadyra.
Rumah Sakit Asadyra berganti nama menjadi Rumah Sakit Mitra Kasih
dan Yayasan Asadyra berubah menjadi Perkumpulan Mitra Kasih. Untuk semua
aset Yayasan Asadyra berubah menjadi aset Perkumpulan Mitra Kasih sesuai akta
notaris Ny.Fani Andayani,SH Nomor 22/L/2002 tanggal 12 Juni 2002.
Selama periode 2010 - 2014 Rumah Sakit Mitra Kasih mempunyai
berbagai macam permasalahan, antara lain :
Terjadi penurunan kinerja karyawan, baik medis, paramedis dan lain-
lainnya diikuti dengan keluar masuk karyawan. Penurunan produktivitas, juga
diikuti penurunan pelayanan penunjang. Ditengah persaingan bisnis rumah
sakit yang semakin ketat, hal tersebut merupakan masalah penting yang harus
segera diatasi.
Dalam persaingan bisnis rumah sakit, salah satu andalan utama adalah
fasilitas dan peralatan kedokteran. Namun peralatan kedokteran demikian cepat
berkembang, sehingga dalam kurun waktu 2-3 tahun peralatan kedokteran yang
semula dianggap canggih akan cepat dianggap ketinggalan jaman. Bila rumah

2
sakit akan terus mengikuti perkembangan teknologi kedokteran yang demikian
pesat, pasti akan berdampak pada anggaran investasi yang pada akhirnya akan
berpengaruh pada kinerja keuangan rumah sakit.
Dengan telah diberlakukannya Undang undang Nomor 29 Tahun 2004
Tentang Praktik Kedokteran, berlaku ketentuan pembatasan tempat praktek
Dokter sebanyak 3 tempat. Hal ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan
Dokter Spesialis di rumah sakit. Pada keadaan tersebut, posisi tawar rumah sakit
menjadi agak sulit karena bila Dokter Spesialis merasa tidak diperhatikan
kepentingannya dan meninggalkan rumah sakit, keadaan tersebut malah dapat
berakibat menyulitkan rumah sakit. Di sisi lain, ditengah persaingan bisnis rumah
sakit yang semakin ketat, sangat dibutuhkan adanya komitmen yang tinggi dari
para Dokter Spesialis, terutama dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan
rumah sakit.
Bertumbuhnya rumah sakit baru dapat merupakan masalah, karena selain
merupakan pesaing, rumah sakit baru berpotensi menarik sumber daya manusia
yang telah terlatih sehingga berdampak pada pelaksanaan pelayanan.
RS Mitra Kasih merupakan rumah sakit umum dengan kapasitas 127
tempat tidur, mempunyai fungsi memberikan pelayanan kesehatan dengan motto
pelayanan berkualitas, terjangkau, dapat dipercaya.

3
BAB III
VISI, MISI, TUJUAN, FALSAFAH DAN MOTTO RS. MITRA KASIH

1. Visi
Memberikan pelayanan gizi yang bermutu dan berkualitas

2. Misi
Menyelenggarakan pelayanan gizi yang berorientasi pada kebutuhan dan
kepuasan pasien dalam aspek promotif , preventif , kuratif dan rehabilitatif
untuk meningkatkan kualitas hidup

3. Tujuan
Terciptanya rasa aman dan nyaman bagi pasien serta penyembuhan yang
optimal
Tersedianya sarana, prasarana yang bersih dan memadai serta peralatan
medis yang disesuaikan dengan ilmu kedokteran yang mutakhir
Terwujudnya sistem pengelolaan administrasi yang cepat, tepat, dan
akurat
Tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpengetahuan,
terampil serta mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi.
Adanya peningkatan kesejahteraan bagi karyawan

4. Falsafah
Hommy and Friendly Hospital

5. Motto
Kepuasan Anda adalah Kebanggan Kami.

4
5
BAB V
VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI, TUJUAN
INSTALASI GIZI

A. Visi
Memberikan pelayanan gizi yang bermutu dan berkualitas

B. Misi
Menyelenggarakan pelayanan gizi yang berorientasi pada kebutuhan dan
kepuasan pasien dalam aspek promotif , preventif , kuratif dan rehabilitatif
untuk meningkatkan kualitas hidup

C. Falsafah
Hommy and Friendly Hospital

D. NILAI
Memberikan Pelayanan Gizi dengan penuh rasa tanggung jawab, jujur,
ramah, selalu meningkatkan profesionalisme dan menjungjung tinggi Etika
Profesi Gizi yang berorientasi pada kepuasan pasien melalui kerjasama team.

E. TUJUAN
Tujuan umum :
Terciptanya sistem pelayanan gizi yang bermutu sebagai bagian dari
pelayanan kesehatan di RSUD. Cikalong Wetan.

Tujuan khusus :
1. Menyelenggarakan Asuhan Gizi terstandar pada pelayanan gizi
2. Menyelenggarakan Makanan sesuai standar kebutuhan gizi
3. Menyelenggarakan penyuluhan dan konseling gizi. pada pasien dan

6
keluarganya
4. Menyelenggarakan penelitian aplikasi di bidang gizi dan dietetik
sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

7
BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI GZI

Instalasi Gizi RSUD. Cikalong Wetan dipimpin oleh Kepala Instalasi Gizi yang
membawahi, Sebagai berikut :

KEPALA BIDANG
PELAYANAN DAN PENUNANG
MEDIK

KEPALA
INSTALASI GIZI

PJ. ADMINISTRASI PJ. ASUHAN GIZI STAF GUDANG / STAF PRODUKSI / STAF PELAYANAN STAF PEKARYA
PENGADAAN MAKANAN PENGOLAHAN MAKANAN GIZI

8
BAB VII
URAIAN JABATAN

1. Kepala Instalasi Gizi


Nama Jabatan : Kepala Instalasi Gizi
Unit Kerja : Instalasi Gizi

Ikhtisar Jabatan :
Membuat dan mengevaluasi sistem, Pedoman, SPO, program, Juknis,
kegiatan pelayanan gizi.
Membagi tugas, memberikan petunjuk serta menyelia pelaksanaan tugas
bawahan, mengatur shift dinas, jadwal cuti, libur, membuat permintaan
kebutuhan sumber daya, ATK, ART, kebutuhan lain untuk pelaksanaan
kegiatan Instalasi Gizi.
Merencanakan sumber daya untuk pelaksanaan kegiatan, mengevaluasi
kebutuhan sumber daya yang dipergunakan.
Membuat laporan kinerja pelayanan rumah sakit, sebagai dasar
perencanaan, mengolah data menjadi informasi sebagai penunjang
pengambilan keputusan manajemen.

Uraian Tugas :
1. Menyusun program kerja
2. Menyusun SPO
3. Menyusun juknis
4. Menyusun juklak
5. Menyusun kebutuhan instalasi Gizi
6. Mengatur pelaksanaan pengadaan bahan makanan
7. Mengatur pelaksanaan produksi makanan
8. Mengatur pelaksanaan pelayanan gizi

9
9. Mengatur pelaksanaan penelitian dan pengembangan gizi.
10. Mengatur pengadministrasian, pencatatan dan pelaporan Instalasi Gizi
11. Mengatur pemakaian dan pemeliharaan Instalasi Gizi
12. Mengatur pemakaian dan pemeliharaan peralatan dan inventaris instalasi
gizi
13. Mengatur jadwal dinas, cuti, lembur pegawai Instalasi Gizi.
14. Melaksanakan pengelolaan sumber daya dalam penyelenggaraan
makanan
15. Melaksanakan pembinaan pegawai Instalasi Gizi
16. Melaksanakan konseling dan penyuluhan gizi
17. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian mutu pelayanan gizi.
18. Melaksanakan evaluasi pelayanan gizi
19. Melaksanakan koordinasi dengan pimpinan dan unit kerja yang lain yang
terkait dengan pelaksanaan tugas operasional pelayanan gizi
20. Melaksanakan tugas lain sesuai pengarahan pimpinan / atasan

Hasil Kerja :
Pedoman, SPO, program, Juknis, kegiatan pelayanan Gizi
Jadwal dinas shift, daftar cuti, libur.
Supervisi pelaksanaan tugas bawahan.
Laporan intern dan ekstern yang sudah tercetak.
evaluasi kegiatan penyelenggaraan makanan
Laporan dan informasi kinerja Instalasi Gizi.

10
Tanggung jawab :
1. Ketepatan dan kesesuaian rencana dan tata kerja di Instalasi Gizi.
2. Ketepatan dan kebenaran pelaksanaan kegiatan:
Administrasi Gizi
Pelayanan Asuhan Gizi.
Pengadaan Bahan Makanan.
Penyimpanan dan pendistribusian bahan makanan.
Produksi dan pengolahan bahan makanan
Pelayanan Gizi
3. Ketepatan dan kesesuaian rencana kebutuhan sumber daya dengan
realisasi.
4. Kebenaran dan ketepatan laporan kepada managemen.

Wewenang :
1. Menilai, menegur dan memotivasi bawahan di Instalasi Gizi.
2. Mengatur rencana kegiatan penyelenggaraan Instalasi Gizi.
3. Meminta arahan dari atasan.
4. Meminta masukan dari bawahan dan unit kerja lain yang terkait.
5. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

Bahan Kerja :
1. Kebijakan, pedoman, Program, Juknis Depkes RI.
2. Kebijakan pengelolaan SDM RS. Mitra Kasih.
3. Informasi langsung tak langsung tentang kegiatan bawahan.
4. Rekapitulasi seluruh kegiatan rawat jalan dan rawat inap.
5. Surat tugas dari Direktur.
6. Informasi pengajuan usulan, jadwal dinas dan cuti di Instalasi Gizi.

11
7. Laporan kasus yang menyangkut pelayanan gizi terhadap pasien dari
bawahan.

Perangkat Kerja :
1. Komputer
2. printer
3. ATK.
4. Telepon.

Sifat Jabatan :
Jabatan struktural yang dikerjakan pada jam kerja rumah sakit, yaitu :
Senin Jumat : jam 08.00 - 16.00
Sabtu : jam 08.00 14.00.

Nama Bawahan Langsung :


1. Penanggung jawab Admistrasi
2. Penanggung jawab Asuhan Gizi
3. Staf Gudang / Pengadaan Bahan Makanan
4. Staf Produksi / Pengolahan makanan
5. Staf Pelayanan Gizi
6. Staf Pekarya

12
Korelasi Jabatan :
UNIT
NO. JABATAN DALAM HAL
ORGANISASI
1. Ka. Instalasi gizi Penunjang Medis Pelaporan Pengarahan
Penanggung jawab Instalasi Rekam
2. Pengkoordinasian data pasien
Administrasi Medis
Koordinasi tentang
Penanggung jawab Asuhan Karu. Rawat Inap &
3. Permintaan Makanan Pasien
Gizi Rawat jalan
dan konsultasi Gizi
Staf Gudang/Pengadaan Koordinasi tentang anggaran
4. Keuangan
Bahan Makanan Belanja
Koordinasi tentang
5. Staf pengolahan/ produksi Rumah Tangga
penggunaan gas dan air
Koordinasi tentang
6. Staf pelayanan gizi Karu. Ruangan
permintaan makan pasien

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO. ASPEK FAKTOR
1. Tempat kerja : Ruang Instalasi Gizi Diruang tertutup / tidak ber AC
2. Tempat kerja : Administrasi Diruang tertutup/ tidak ber AC
3. Tempat kerja : Produksi / Pengolahan Diruang tertutup, panas
4. Tempat kerja : Ruang Distribusi Diruang Tertutup, panas/ tidak ber AC

Resiko Bahaya :
NO. ASPEK FAKTOR
1. Stress manajerial Tanggung jawab dan beban pelaksanaan tugas

13
Syarat Jabatan :
JENIS
NO. PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1. Minimal SI Gizi 1. Pelatihan Manajemen Pengalaman di Instalasi
. Sumber Daya Manusia Gizi min 5 tahun.
2. Pelatihan Manajemen Sistem
Penyelenggaraan Makanan
Institusi (MSPMI)
3. Pelatihan manajerial rumah
sakit
4. Pelatihan Food Service\
Pelatihan NCP (Nutritional
Care Process.
5. Pelatihan penatalaksanaan
pelayanan gizi

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin: laki-laki/wanita
2. Berbadan: sehat jasmani dan rohani
3. Umur minimal : 27 tahun

14
2. Penanggung jawab Administrasi
Nama Jabatan : Penanggung jawab Administrasi.
Unit Kerja : Instalasi Gizi

Ikhtisar Jabatan :
Merencanakan, mengatur, mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan
administrasi Instalasi Gizi.
Membuat laporan kegiatan Administrasi operasional pelayanan gizi.

Uraian Tugas :
1. Membuat rencana kegiatan pengadministrasian Instalasi Gizi
2. Membuat rekapitulasi jumlah permintaan makan pasien rawat inap
3. Membuat rekapitulasi kebutuhan harian bahan makanan sesuai dengan daftar
menu.
4. Membuat rekapitulasi kebutuhan bahan makanan untuk satu siklus (10 hari),
(1 bulan), (1 tahun)
5. Mengoreksi anggaran belanja sesuai dengan daftar pesanan dan mengajukan
kebagian keuangan.
6. Membuat daftar inventarisasi peralatan makan pasien, masak dll.
7. Menghitung kebutuhan ATK, formulir formulir, dan kebutuhan
administrasi lainnya
8. Membuat pencatatan dan pelaporan tentang jumlah dan jenis bahan
makanan, stock bahan makanan, jumlah dan jenis diet pasien, jumlah dan
kelas perawatan pasien rawat inap, pasien konsultasi gizi, anggaran yang
digunakan (harian, bulanan, tahunan) Melaksanakan tugas yang lain yang
diberikan oleh pimpinan / atasan yang terkait dengan tugas administrasi

15
Hasil Kerja :
1. Petugas Administrasi bekerja sesuai dengan Pedoman,Juknis, Juklak dan
SPO.
2. Pasien terdaftar di masing-masing unit pelayanan gizi sesuai ruangan
perawatan pasien.
3. Pasien terdaftar diruangan rawat inap sesuai dengan kelas perawatan,
bentuk makanan, jenis diet dan kasus penyakitnya.
4. Data base pasien pada sistem komputerisasi.
5. Daftar Permintaan makanan pasien tersedia pada setiap unit pelayanan
gizi sesuai ruang perawatan pasien.
6. Rekapitulasi Makan pasein dan diet pasein.
7. Rekapitulasi Penerimaan. Pemakaian dan stock bahan makanan
8. Rekapitulasi penerimaan, pemakaian dan stock peralatan invertaris
9. Laporan bulanan dan tahuanan operasional pelayanan gizi.

Tanggung Jawab :
1. Tersediannya data / informasi / laporan operasional pelayanan gizi
2. Ketepatan dan kebenaran permintaan makan pasien.
3. Kelancaran administrasi operasional pelayanan gizi
4. Ketepatan dan kesesuaian pasien rawat inap dengan bentuk makanan,
jenis diet, kelas perawatan.
5. Kebenaran laporan kegiatan Administrasi gizi.

Wewenang :
1. Memotivasi petugas pelayanan gizi untuk mencatat seluruh data pasien
makan.
2. Mengatur rencana kegiatan administrasi.
3. Meminta arahan dari atasan.
4. Meminta masukan dari petugas unit kerja yang terkait.

16
5. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

Bahan Kerja :
1. Formulir formulir.

Perangkat Kerja :
1. Komputer
2. Printer
3. ATK.
4. Telepon.

Sifat Jabatan :
Jabatan fungsional yang dikerjakan pada jam kerja rumah sakit, yaitu :
Senin Jumat : jam 08.00 - 16.00
Sabtu : jam 08.00 14.00.

Syarat Jabatan :
JENIS
NO. PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
DIII Gizi 1. Pelatihan Manajemen 1. Pengalaman di Administrasi
Sistem Penyelenggaraan min 2 tahun.
Makanan Institusi (MSPMI)
2. Pelatihan komputer dan
adminstrasi
3. Pelatihan penatalaksanaan
pelayanan gizi

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

17
Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : laki-laki/wanita
2. Berbadan : sehat jasmani dan rohani
3. Umur minimal: 22 tahun

18
3. Penanggung jawab Asuhan Gizi
Nama Jabatan : Penanggung jawab Asuhan gizi
Unit Kerja : Instalasi Gizi

Ikhtisar Jabatan :
Menyusun langkah kegiatan Asuhan gizi
Membuat laporan kegiatan Asuhan gizi

Uraian Tugas :
1. Membuat rencana kegiatan asuhan gizi
2. Membuat rekapitulasi permintaan makan pasien rawat inap
3. Membuat rekapitulasi permintaan konsultasi gizi
4. Menghitung kebutuhan zat gizi pasien sesuai diet
5. Melaksanakan edukasi gizi
6. Membuat rancangan makanan pasien sesuai diet
7. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap diet pasien
8. Membuat pencatatan dan pelaporan tentang jumlah dan jenis diet pasien
9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan / atasan yang terkait
dengan tugas asuhan gizi.

Hasil Kerja :
1. Petugas asuhan gizi bekerja sesuai dengan pedoman, Juknis, Juklak dan
SPO.
2. Penyiapan formulir yang berkaitan dengan asuhan gizi.
3. Sistem pelaporan untuk laporan intern maupun extern sudah terprogram.

19
Bahan Kerja :
1. Susunan langkah kegiatan penyelenggaraan asuhan gizi.
2. Buku pedoman pelayanan gizi rumah sakit.
3. Buku penuntun diet.

Perangkat Kerja :
1. Komputer
2. Printer
3. ATK
4. Telepon.

Sifat Jabatan :
Jabatan fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :
1. Dinas Pagi : jam 06.00 14.00
2. Dinas Sore : jam 14.00 20.00

Syarat Jabatan :
NO. JENIS PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1. DIII Gizi 1. Pelatihan NCP (Nutritional -Pengalaman di Instalasi
Care Process) gizi min 2 tahun.
2. Pelatihan Food Service.
3. Pelatihan penatalaksanaan
pelayanan gizi

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

20
Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : laki-laki/wanita
2. Berbadan : sehat jasmani dan rohani
3. Umur minimal : 22 tahun

21
4. Staf Gudang / Pengadaan Bahan makanan
Nama Jabatan : Staf Gudang / pengadaan bahan makanan
Unit Kerja : Instalasi Gizi.

Ikhtisar Jabatan :
Merencanakan, mengatur mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan
pembelian/pemesanan bahan makanan, penerimaan, penyimpanan dan
distribusi bahan makannan.

Uraian Tugas :
1. Membuat rencana kegiatan pengadaan bahan makanan dan
penatalaksanaan gudang.
2. Mengambil daftar pesanan bahan makanan dari penanggung jawab
administrasi Intalasi gizi
3. Melaksananakan pembelian / pengadaan / Menyerahkan daftar pesanan
bahan makanan kepada supplier.
4. Menerima dan mengecek bahan makanan yang dikirim oleh suplier sesuai
pesanan.
5. Melaksananakan penyimpanan bahan makanan sesuai dengan jenis dan
sifat bahan makanan
6. Melaksanakan penyaluran / pendistribusian bahan makanan sesuai daftar
permintaan bahan makanan dari bagian produksi / pengolahan
7. Mencatat stok bahan makanan jenis, jumlah dan kualitannya
8. Melaksanakan pemeliharaan gudang
9. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan mengenai jumlah dan jenis
bahan makanan yang diterima dan dikeluarkan secara periodik
10. Melaksananakan tugas lain yang diberikan pimpinan atasan yang
berkaitan dengan gudang / pengadaan bahan makanan

22
Hasil Kerja :
1. Tersedia bahan makanan sesuai dengan pesanan
2. Penatalaksanaan gudang bahan makanan sesuai aturan..
3. Pasien mendapatkan layanan makan.

Tanggung jawab :
1. Bertanggung jawab atas ketersediaan bahan makanan
2. Bertanggung jawab atas kualitas bahan makanan sesuai dengan standar
yang ditetapkan
3. Bertanggung jawab atas kebersihan dan tata laksana gudang.

Wewenang :
1. Menghubungi supplier
2. Memberikan masukan kepada atasan langsung
3. Melaksanakan operasional gudang sesuai dengan ketentuan.

Bahan Kerja :
1. Formulir formulir
2. Buku catatan penerimaan , pemakaian dan stock bahan makanan
3. Daftar Pesanan bahan makanan
4. Ketentuan yang berkaitan untuk penerimaan, pemakaian dan penyimpanan
bahan makanan.

Perangkat Kerja :
1. ATK
2. Komputer
3. Printer

23
Sifat Jabatan :
Fungsional yang dikerjakan pada jam kerja nonshift rumah sakit, yaitu :
Senin Jumat : jam 08.00 - 16.00
Sabtu : jam 08.00 14.00.

Syarat Jabatan :
JENIS
NO. PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 SMU / SLTA 1. Manajemen logistik / gudang. Pengalaman min
2. Pengetahuan bahan makanan. 2 tahun
3. Pelatihan penatalaksanaan
pelayanan gizi

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : laki-laki/wanita
2. Berbadan : sehat jasmani dan rohani
3. Umur minimal : 19 tahun

24
5. Staf Produksi / Pengolahan
Nama Jabatan : Staf produksi / pengolahan
Unit Kerja : Instalasi Gizi

Ikhtisar Jabatan :
Merencanakan, mengatur, mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan
pengolahan makanan

Uraian Tugas :
1. Membuat rencana kegiatan pengolahan bahan makanan
2. Membuat rancangan kebutuhan bahan makanan sesuai daftar menu dan
macam pasien yang dilayani
3. Melaksanakan persiapan bahan makanan yang meliputi membersihkan,
memotong , mencuci, dan meracik bahan makanan sesuai dengan standar
yang berlaku.
4. Melaksanakan pengolahan bahan makan sesuai dengan standar yang
berlaku
5. Melaksanakan penyimpanan makanan sesuai dengan standar yang berlaku
6. Menjaga kebersihan , ketertiban dan keamanan dapur
7. Melaksanakan penyaluran makanan ke unit pelayanan gizi
8. Menjaga keutuhan peralatan inventarisasi dapur
9. Membuat pencatatan dan pelaporan tentang jumlah bahan makanan yang
digunakan dn kesesuaian hasil pengolahan
10. Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan / atasan yang terkait
dengan tugas pengolah

Hasil Kerja :
1. Makanan sesuai dengan silkus menu yang berlaku

25
2. Pasien mendapatkan layanan makanan.

Tanggung jawab :
1. Bertanggung jawab atas jumlah dan kualitas bahan makanan yang
digunakan
2. Bertanggung jawab atas hasil olahan makanan sesuai dengan daftar menu.
3. Bertanggung jawab atas jumlah dan kualitas hasil makanan yang
diproduksi.
4. Bertanggung jawab atas kelancaran dan terpenuhi kebutuhan makan
pasien secara cepat, tepat dan aman

Wewenang :
1. Menghubungi staff gudang untuk kebutuhan bahan makanan
2. Menghubungi staff pelayanan gizi untuk kebutuhan jumlah dan jenis
makan pasien.
3. Menghubungi bagian teknisi untuk kebutuhan pemakaian gas
4. Memberi tugas dan arahan kepada staff pekarya
5. Melaksanakan operasional dapur sesuai dengan ketentuan.

Bahan Kerja :
1. Daftar menu
2. jumlah pesanan/ permintaan makanan
3. Ketentuan yang berkaitan untuk produksi / pengolahan

Perangkat Kerja :
1. kompor
2. peralatan masak
3. tempat penyimpanan makanan
4. meja persiapan

26
5. air
6. tempat / bak cuci
7. tempat sampah
8. Bahan makanan

Sifat Jabatan :
Fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :
Dinas Subuh : jam 05.00 13.00
Dinas Pagi : jam 06.00 14.00
Dinas Sore : jam 14.00 20.00

Syarat Jabatan :
NO. JENIS PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 SMK Jasa Boga 1. Pelatihan Kuliner / Kursus masak Pengalaman min 2
2. Pelatihan pengetahuan bahan tahun
makanan
3. Pelatihan penatalaksanaan
pelayanan gizi

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : laki-laki/wanita
2. Berbadan : sehat jasmani dan rohani
3. Umur minimal : 19 tahun

27
6. Staf Pelayanan Gizi
Nama Jabatan : Staf Pelayanan Gizi
Unit Kerja : Instalasi Gizi

Ikhtisar Jabatan :
Merencanakan, mengatur, mengkoordinasikan dan melaksanakan tugas/
kegiatan pelayanan gizi pasien rawat inap

Uraian Tugas :
1. Membuat rencana kegiatan penatalaksanaan pelayanan gizi pasien rawat
inap
2. Mengambil / meminta daftar permintaan makan pasien kepada perawat
ruangan
3. Mengecek daftar nama pasien, jenis makanan , jenis diet.
4. Membuat rekapitulasi permintaan makan pasien
5. Menyiapakan etiket makan ( nama pasien , umur , kamar , kelas
perawatan , jenis diet dan diagnosa penyakit.
6. Menyiapkan peralatan makan pasien sesuai kelas perawatan yang
dilengkapi dengan etiket
7. Membantu petugas pengolahan / juru masak untuk persiapan bahan
makanan
8. Menyiapkan makanan pasien sesuai dengan jumlah dan jenis diet
9. Menakar / memorsi makanan
10. Mendribusikan dan menyajikan makanan kepada pasien
11. Mengambil peralatan makan pasien dari ruang perawatan
12. Membersihkan , menghitung dan menata kembali peralatan makan pasien
13. Melaksanakan pemeliharaan ruangan distribusi makan pasien

28
14. Melaksananakan koordinasi dengan perawat ruangan mengenai pasien
baru, pasien pulang dan perubahan diet pasien
15. Membuat laporan pelayanan makan pasien
16. Melaksanakan tugas / kegiatan lain yang diberikan oleh pimpinan / atasan
yang berkaitan dengan tugas pelayanan gizi pasien.

Hasil Kerja :
1. Rekapitulasi daftar permintaan makan pasein
2. Pasein mendapatkan makanan sesuai kebutuhan

Tanggung jawab :
1. Bertanggung jawab atas kalancaran dan keamanan makan pasein.
2. Bertanggung jawab atas keutuhan peralatan makan pasien.

Wewenang :
1. Koordinasi dengan perawat ruangan.
2. Koordinasi dengan penanggung jawab Administrasi Instalasi Gizi
3. Koordinasi dengan Penanggung Jawab Asuhan Gizi.
4. Koordinasi dengan Penanggung Jawab Gudang Instalasi Gizi
5. Koordinasi dengan Penaggung Jawab Produksi / Pengolahan.
6. Meminta arahan dari atasan.
7. Meminta masukan dari unit kerja lain yang terkait.
8. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

Bahan Kerja :
1. Formulir permintaan makanan.
2. Buku catatan permintaan makanan
3. ATK
4. Peralatan makan pasien sesuai kelas perawatan

29
5. Sarana dan fasilitas lain untuk menunjang distribusi makan pasien seperti
meja distribusi

Perangkat Kerja :
1. Telepon.
2. Trolley.

Sifat Jabatan :
Fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :
Dinas Subuh : jam 05.00 13.00
Dinas Pagi : jam 06.00 14.00
Dinas Sore : jam 14.00 20.00

Syarat Jabatan :
NO. JENIS PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
SMK Jasa Boga 1. Pelatihan Kuliner / Kursus masak Pengalaman min 2
2. Pelatihan pengetahuan bahan tahun
makanan
3. Pelatihan penatalaksanaan
pelayanan gizi
4. Pelatihan Food and Baverage
5. Pelatihan Pengetahuan gizi dan diet
6. Pelatihan Komunikasi , etika dan
kepribadian

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

Kondisi Fisik :

30
1 Jenis Kelamin : laki-laki/wanita
2 Berbadan : sehat jasmani dan rohani
3 Umur minimal: 20 tahun

7. Staf Pekarya

31
Nama Jabatan : Staf Pekarya
Unit Kerja : Instalasi Gizi

Ikhtisar Jabatan :
Membantu penatalaksanaan tugas operasional produksi dan distribusi
makanan

Uraian Tugas :
1. Membantu juru masak melaksanakan kegiatan persiapan bahan maknan
meliputi membersihkan, memotong, mencuci, sesuai instruksi juru masak.
2. Membantu juru masak melaksanakan kegiatan pengolahan makanan.
3. Membantu petugas pelayanan gizi dalam pendistribusian makanan
4. Membantu petugas gudang dalam membersihkan bahan makanan.
5. Membersihkan, mencuci dan menyimpan peralatan masak
6. Membersihkan dan mencuci peralatan makan pasien.
7. Membersihkan ruangan dapur / tempat pengolahan
8. Membersihkan meja racik, meja kompor dan meja distribusi
9. Melaksanakan tugas lain dari pimpinan / atasan yang terakit dengan tugas
pekarya
10. Memberi masukan dan saran pada pimpinan / atasan.

Hasil Kerja :
Makanan sesuai dengan siklus menu yang berlaku
Pasien mendapatkan layanan makanan.
Peralatan masak dan peralatan makan pasien dalam kondisi siap pakai.

Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab atas kebersihan dan keindahan dapur

32
2. Bertanggung jawab atas terpenuhinya kebutuhan peralatan masak,
peralatan makan dan peralatan lainnya yang siap pakai, cepat, tepat dan
aman.

Wewenang :
1. Mengatur rencana kegiatan kebersihan dan keindahan dapur
2. Meminta arahan dari atasan.
3. Melaksanakan operasional dapur sesuai dengan ketentuan
4. Menghubungi staff gudang untuk kebutuhan bahan makanan
5. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

Bahan Kerja :
1. Daftar menu
2. jumlah pesanan/ permintaan makanan
3. Ketentuan yang berkaitan untuk produksi / pengolahan

Perangkat Kerja :
1. kompor
2. peralatan masak
3. tempat penyimpanan makanan
4. meja persiapan
5. air
6. tempat / bak cuci
7. tempat sampah

Sifat Jabatan :
Fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :

33
Dinas Subuh : jam 05.00 13.00
Dinas Pagi : jam 06.00 14.00
Dinas Sore : jam 14.00 20.00

Syarat Jabatan :
JENIS
NO. PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
SMU / SMK 1. Pelatihan Tatalasana kebersihan / Pengalaman min 1
keindahan / kerapihan tahun
2. Pelatihan pengetahuan bahan
makanan
3. Pelatihan penatalaksanaan
pelayanan gizi

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : laki-laki/wanita
2. Berbadan : sehat jasmani dan rohani
3. Umur minimal : 19 tahun

BAB VIII
TATA HUBUNGAN KERJA

34
Tata hubungan kerja Instalasi Gizi Rumah Sakit Mitra Kasih merupakan
aktifitas hubungan komunikasi, koordinasi dan penyampaian informasi yang
dilakukan melalui rapat (Pertemuan), surat dinas (Internal memo) dan telepon.
Tujuan tata hubungan kerja Instalasi Gizi adalah untuk meningkatkan kerja
sama sehingga bisa mempermudah dan mempercepat pelaksanaan kegiatan
operasional di Instalasi Gizi. Tata hubungan kerja Instalasi Gizi dibagi menjadi 2
(dua), yaitu :
1. Tata hubungan kerja ke dalam (INTERN)
Tata hubungan kerja ke dalam (INTERN) merupakan aktifitas hubungan
berkomunikasi, koordinasi dan kerja sama yang dilakukan dengan unit kerja
terkait yang ada di Rumah Sakit Mitra Kasih.
Unit kerja terkait adalah :
1. Pelayanan Medis (Dokter)
2. Keperawatan
3. Ruangan keperawatan yaitu Lt. II INTERNE(Perempuan), Lt.II INTERNE
(Laki-laki), Lt. III (Ruang Anak, VIP, kelas I ), Lt. IV (Kebidanan, Peri,
Bedah, ICU)
4. Pendaftaran
5. Poliklinik
6. IGD
7. Rekam Medik
8. Administrasi Rawat Inap
9. Keuangan
10. Rumah Tangga
11. IPSRS
12. Humas/Marketing
13. Personalia

2. Tata hubungan kerja ke luar (EKSTERN)

35
Tata hubungan kerja ke luar (Ekstern) merupakan aktifitas hubungan
komunikasi, koordinasi dan kerja sama yang dilakukan dengan perusahaan/
Institusi lain yang berada diluar Rumah Sakit Mitra Kasih. Perusahaan/ Institusi
lain yang terkait adalah:
1. Rekanan / Suplier
2. Dinas Kesehatan
3. Organisasi Profesional (PERSAGI/ASDI)

BAGAN
TATA HUBUNGAN KERJA INSTALASI GIZI
RUMAH SAKIT MITRA KASIH

36
KE DALAM KE LUAR
(INTERN) INSTALASI (INTERN)
GIZI
PELAYANAN MEDIS (DOKTER)
REKANAN / SUPLIER

KEPERAWATAN

DINAS KESEHATAN
RUANGAN PERAWATAN
Lt. II INTERNE(Perempuan),
Lt.II INTERNE (Laki-laki), Lt. ORGANISASI PROFESI
III (Ruang Anak, VIP, kelas I ), ( PERSAGI / ASDI )
Lt. IV (Kebidanan, Peri, Bedah,
ICU)
PENDAFTARAN

POLIKLINIK

IGD

REKAM MEDIK

ADMINISTRASI RAWAT INAP

KEUANGAN

RUMAH TANGGA

IPSRS

PERSONALIA

HUMAS / MARKETING

BAB IX
POLA KETENAGAAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

37
Dalam upaya mempersiapkan tenaga gizi yang handal, perlu kiranya
melakukan kegiatan menyediakan, mempertahankan sumber daya manusia yang tepat
bagi organisasi. Atas dasar tersebut perlu adanya perencanaan SDM, yaitu proses
mengantisipasi dan menyiapkan karyawan. Tujuannya adalah mendayagunakan
sumber-sumber tersebut seefektif mungkin sehingga pada waktu yang tepat dapat
disediakan sejumlah orang yang sesuai dengan persyaratan jabatan.
Perencanaan bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan
kemampuan oganisasi dalam mencapai sasarannya melalui strategi pengembangan
kontribusi. Adapun pola ketenagaan dan kualifikasi sumber daya manusia di Instalasi
Gizi di Rumah Sakit Mitra Kasih adalah sebagai berikut :
POLA KETENAGAAN
INSTALASI GIZI RS. MITRA KASIH
KUALIFIKASI FORMAL JUMLAH
NO. NAMA JABATAN
DAN NON FORMAL KEBUTUHAN
S1 Gizi / D3 Gizi
1. Kepala Instalasi Gizi Berpengalaman minimal 3 1
tahun
Penanggung jawab Asuhan D3 Gizi
2. 2
Gizi Pengalaman minimal 3 tahun
Penanggungjawab D3 Gizi
3. 1
Administrasi Pengalaman minimal 3 tahun
Gudang / Pengadaan Bahan SMU /SMK
4. 1
Makanan Pengalaman min 2 tahun
SMK / Jasa Boga
5. Produksi / Pengolahan 5
Pengalaman min 2 tahun
SMK / Jasa Boga
6. Pelayanan Gizi 14
Pengalaman min 2 tahun
SMU / SMK
7. Pekarya 2
Pengalaman min 1 tahun
JUMLAH 26

Kualifikasi Penarikan Calon dan Seleksi Karyawan


1. Penarikan Calon Karyawan

38
Penarikan calon adalah aktivitas atau usaha yang dilakukan untuk
mengundang para pelamar sebanyak mungkin sehingga Instalasi Gizi memiliki
kesempatan yang luas untuk menemukan calon yang paling sesuai dengan
tuntutan jabatan yang diinginkan.
Penarikan calon dilakukan karena berdasarkan analisa kebutuhan tenaga,
ditemukan jumlah pasien dan kegiatan tidak seimbang dengan jumlah tenaga
yang ada. Dilihat dari sumbernya penarikan calon dapat dibagi dua yaitu:
a. Dari dalam
RSUD.
Cikalong
Wetan
sendiri
(internal
resources)
Menarik calon dari dalam RSUD. CIkalong Wetan sendiri
(Internal resources) memiliki keuntungan lebih yaitu calon sudah
dikenal dan proses dapat dilakukan dengan lebih cepat dibanding
menarik calon dari luar RSUD. Cikalong Wetan Calon nantinya
masuk ke Instalasi Gizi akibat mutasi atau promosi. Untuk
mendapatkan calon pelamar dapat melalui :
Informasi dari mulut ke mulut
Berkas-berkas pelamar yang datang sendiri.
Pengiriman surat pemberitahuan ke seluruh unit kerja akan adanya
kebutuhan tenaga di Instalasi Gizi.

b. Dari luar
RSUD.
Cikalong

39
Wetan
(external
resources)
Proses penarikan calon dari luar RS. Mitra Kasih ini dapat
dilakukan dengan cara :
Dari mulut ke mulut.
Iklan media cetak.
Lembaga-lembaga pendidikan

2. Penyaringan / Seleksi Calon (selection) Karyawan


Seleksi adalah proses menyeleksi pelamar, sehingga Instalasi Gizi
dapat memperoleh karyawan yang paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang
diinginkan. Tahapan seleksi terdiri dari :
a. Umum.
Para pelamar harus melalui proses seleksi umum yang diselenggarakan
oleh pihak rumah sakit.

b. Khusus
Setelah para pelamar lulus proses seleksi secara umum maka para
pelamar diseleksi secara khusus oleh Instalasi Gizi. Proses seleksi yang
dilakukan oleh Instalasi Gizi ini menyangkut pengetahuan dan
kemampuan dalam menjalankan operasional pelayanan gizi. Kompetensi
yang harus dimiliki petugas instalasi gizi adalah :
1. Pengetahuan Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi
(MSPMI)
2. Pengetahuan komputer dan adminstrasi
3. Pengetahuan penatalaksanaan pelayanan gizi
4. Pengetahuan NCP ( Nutritional Care Process)

40
5. Pengetahuan Food Service.
6. Pengetahuan Kuliner / Kursus masak
7. Pengetahuan pengetahuan bahan makanan
8. Pengetahuan Food and Baverage
9. Pengetahuan Pengetahuan gizi dan diet
10. Pengetahuan Komunikasi, etika dan kepribadian

Bentuk tes yang dilakukan terdiri atas :


1. Tes Tertulis
Tes tertulis diberikan dalam bentuk esay terdiri dari 10 soal, dengan
materi soal sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki instalasi gizi
seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Batas kelulusan adalah 70%
benar.

2. Tes Keterampilan
Tes keterampilan yang diujikan sesuai kompetensi yang diperlukan
contoh:
- Operasional komputer
- Teknik Memasak

3. Tes Kesehatan
Standar yang harus dimiliki oleh Instalsi Gizi :
- Sehat, tidak buta warna.
- Berpenampilan rapi dan menarik (khususnya untuk pelayanan gizi).

4. Tes Wawancara

41
Tes ini dilakukan untuk mengetahui peminatan terhadap penyelenggaraan
instalasi gizi, pandangan terhadap penyelenggaraan instalasi gizi yang
berorientasi terhadap kepuasan klien/pasien.

BAB X
PENILAIAN KINERJA SDM

1. Penilaian Kinerja SDM


Untuk menilai kinerja karyawan dibutuhkan instrumen penilaian
kinerja, yang selanjutnya disebut Pedoman Penilaian Prestasi Kerja Karyawan
yang terdapat standart prestasi kerja yang harus dicapai oleh setiap karyawan.
Penilai membuat penilaian atas dasar skala dengan peringkat baik sekali
angka 5 (lima) sampai dengan Buruk angka 1 (satu). Aspek yang dinilai
terdiri dari tiga bagian bersifat fundamental, yaitu hasil kerja, kerja sama dan
kepribadian.
Penilaian prestasi kerja ini merupakan instrumen manajemen yang
penting untuk menilai karyawan sebagai dasar untuk melakukan promosi,
mutasi, pelatihan dan pendidikan yang dibutuhkan, kompensasi, pengakuan
dan penghargaan bagi karyawan.

2. Tujuan dan Sasaran


A. Tujuan ( > 1 tahun )

42
Tujuan pedoman penilaian prestasi kerja karyawan adalah :
Agar setiap karyawan mengerti standar prestasi kerja yang harus
dicapai dan bagaimana mencapainya, yang keseluruhannya mengacu
pada pelayanan dengan penuh cinta kasih, sehingga dapat memuaskan
konsumen dan selanjutnya dapat mengatasi persaingan pasar, serta
menghasilkan laba perusahaan yang dapat membuat manajemen
mampu untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mewujudkan
misi bersama serta berkelanjutan.
Agar setiap karyawan termotivasi untuk meningkatkan
kemampuan, usaha dan sikap mental positifnya, sehingga dapat
memperoleh keberhasilan dalam karyanya.
Agar tercipta persatuan dan persatuan keluarga besar Grup
Progress dengan dilandasai hubungan yang harmonis antara atasan dan
bawahan, antar rekan kerja dan antar bagian untuk melayani dengan
penuh cinta kasih.

B. Sasaran ( < 1 tahun )


Meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja karyawan serta
efisiensi perusahaan.

3. Prosedur dan Kebijakan Penilaian Prestasi Kerja


Pada dasarnya penilaian prestasi kerja untuk seluruh karyawan dibagi atas :
1. Penilaian Staf Pelaksana
2. Penilaian Karyawan dengan Jabatan penanggung jawab.

Kriteria Penilaian Prestasi Kerja


A. Hasil Kerja
1. Kecepatan
Kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan dibandingkan dengan waktu yang telah ditentukan.

43
Penilaian Cepat Nilai
Sangat Baik Jauh lebih cepat 5
Baik Lebih cepat 4
Cukup Susuai 3
Kurang Lebih lama 2
Buruk Jauh lebih lama 1
Catatan :
- Waktu untuk menyelesaikan pekerjaan diukur dengan time motion
study atau rencana kerja operasional bila tidak dapat diukur dengan
time motion study.
- Time motion study dibuatnya sesaui dengan jenis pekerjaannya,
serta harus terlebih dahulu mendapat persetujuan direktur.

2. Ketepatan
Mengerjakan pekerjaan sesuai dengan peraturan perusahaan (Standar
Prosedur Operasional)
Penilaian Cepat Nilai
Sangat Baik 99 % 5
Baik 96 % - 98 % 4
Cukup 95 % 3
Kurang 93 % - 94 % 2
Buruk 92 % 1

3. Banyaknya pekerjaan yang dikerjakan


Mengerjakan jumlah pekerjaan jauh lebih banyak dari volume
pekerjaan yang diharapkan.
Penilaian Cepat Nilai
Sangat Baik Jauh lebih banyak 5
Baik Lebih banyak 4
Cukup Susuai 3
Kurang Lebih sedikit 2
Buruk Jauh lebih sedikit 1
Catatan :

44
Standar jumlah pekerjaan dibuat dan dipertanggungjawabkan oleh
masing-masing pananggung jawab / staff sesuai dengan jenis
pekerjaannya dan harus terlebih dahulu mendapat persetujuan kepala
bidang pelayanan medik dan penunjang medik.

4. Kepuasan pemakai hasil kerja


Kualitas hasil kerja diukur berdasarkan survey dari kepuasan pemakai
hasil kerja.
Penilaian Cepat Nilai
Sangat Baik Jauh lebih banyak 5
Baik Lebih banyak 4
Cukup Susuai 3
Kurang Lebih sedikit 2
Buruk Jauh lebih sedikit 1

Catatan :
Atasan langsung bertanggung jawab untuk membuat survey kepuasan
dari para pemakai hasil kerja yang dalam hal ini diwakili oleh minimal
penangung jawab dari masing-masing bagian.

B. Kerja sama
1. Komunikasi
Menjadi pendengar yang baik, dapat menyampaikan buah pikirannya
(setelah mempertimbangkan pemikiran orang lain) dengan jelas, lugas
dan tepat waktu.
Pendengar Tepat
Penilaian Jelas Lugas Nilai
Yang baik Waktu

45
Sangat Baik Selalu Selalu Selalu Selalu 5
Selalu Selalu Selalu Kadang-kadang 4
Baik
Selalu Selalu Kadang-kadang Selalu 4
Cukup Selalu Selalu Kadang-kadang Kadang-kadang 3
Kadang-kadang Selalu Kadang-kadang Kadang-kadang 2
Kurang
Selalu Kadang-kadang Kadang-kadang Kadang-kadang 2
Buruk Kadang-kadang Kadang-kadang Kadang-kadang Kadang-kadang 1

2. Keterbukaan.
Tulus dalam menerima kritik & saran dan memberikan pemikirannya
konstruktif yang berpengaruh pada kepentingan rumah sakit.
Menerima
Menerima Memberi pemikiran
Penilaian kritik Nilai
saran konstruktif
Sangat baik Selalu Selalu Selalu 5
Baik Hampir Selalu Selalu Hampir Selalu 4
Cukup Kadang-kadang Selalu Kadang-kadang 3
Kurang Sesekali Hampir Selalu Sesekali 2
Buruk Sesekali Kadang-kadang Sesekali 1

3. Kebanggaan
Bangga bekerja diperusahaan, dalam setiap pemikiran
& tindakan menjaga citra/nama baik perusahaan dan
membela kepentingan perusahaan secara konstruktif.
Bangga Jaga citra Membela
Penilaian Nilai
perusahaan perusahaan
Sangat baik Selalu Selalu Selalu 5
Baik Selalu Hampir Selalu Hampir Selalu 4
Cukup Selalu Kadang-kadang Kadang-kadang 3
Kurang Kadang-kadang Kadang-kadang Kadang-kadang 2
Buruk Kadang-kadang Sesekali Sesekali 1

4. Kepercayaan

46
Yakin atas kemampuan dan kejujuran yang bersangkutan pada
perusahaan.
Penilaian Yakin Nilai
Sangat Baik Selalu 5
Baik Hampir selalu 4
Cukup Kadang-kadang 3
Kurang Sesekali 2
Buruk Tidak pernah 1

5. Keadilan
Bertindak adil dalam pekerjaannya berdasarkan peraturan dan urutan
kepentingan perusahaan.
Penilaian Bertindak Adil Nilai
Sangat Baik Selalu 5
Baik Hampir selalu 4
Cukup Kadang-kadang 3
Kurang Sesekali 2
Buruk Tidak pernah 1

C. Kepribadian
1. Keramahan
Dalam segala situasi selalu ramah murah senyum dan manis budi
bahasanya.
Penilaian Murah Senyum Nilai
Sangat Baik Selalu 5
Baik Hampir selalu 4
Cukup Kadang-kadang 3
Kurang Sesekali 2
Buruk Tidak pernah 1

2. Kerapihan

47
Selalu rapih (baik, teratur, bersih) dalam penampilan, cara dan hasil
kerjanya.
Penilaian Rapi Nilai
Sangat Baik Selalu 5
Baik Hampir selalu 4
Cukup Kadang-kadang 3
Kurang Sesekali 2
Buruk Tidak pernah 1

3. Disiplin
Patuh pada peraturan & tata tertib perusahaan dalam melaksanakan
pekerjaannya.
Penilaian Pelanggaran & Tata Nilai
tertib
Sangat Baik Ox 5
Baik 3x 4
Cukup 5x 3
Kurang 7x 2
Buruk >7x 1

4. Sikap mental positif


Dalam segala situasi, berpikir dan berperilaku positif pada saat
melaksanakan pekerjaannya.
Penilaian Berpikir dan berperilakuNilai
Sangat Baik Selalu 5
Baik Hampir selalu 4
Cukup Kadang-kadang 3
Kurang Sesekali 2
Buruk Tidak pernah 1

5. Inisiatif

48
Memberikan gagasan yang dapat direalisasikan atau melakukan
tindakan yang diperlukan & bermanfaat bagi perusahaan tanpa
menunggu perintah atasan atau dari manapun juga.
Penilaian Memberikan Gagasan Nilai
Sangat Baik >3x 5
Baik 3x 4
Cukup 2x 3
Kurang 1x 2
Buruk Tidak pernah 1

4. Peningkatan Kompetensi SDM


Pembinaan/pengembangan kompetensi instalasi gizi dilakukan melalui
pendidikan dan pelatihan. Tujuan pendidikan dan pelatihan adalah untuk
meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pelaksanaan tugas sehingga dapat
meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
Pendidikan
- Jenjang pendidikan secara formal untuk petugas di Instalasi Gizi adalah
sebagai berikut :
S1 Gizi
S1 Kesehatan Masyarakat
S1 Jasa Boga
S2 Manajemen Rumah Sakit

Pelatihan
Pelatihan untuk peningkatan kompetensi pelayanan gizi dilaksanakan
melalui:
- Inhouse training, yaitu program pelatihan yang
diselenggarakan oleh Rumah Sakit Mitra Kasih meliputi:

49
Pelatihan Manajemen Umum
Pelatihan Sistem Dokumentasi
Pelatihan Manajemen Mutu
Pelatihan Penyusunan Indikator Kinerja.
Pelatihan Penyusunan dan Evaluasi Anggaran
Pelatihan Evaluasi Kinerja

- Eksternal course, yaitu program pelatihan diluar rumah sakit yang


diikuti sesuai dengan kebutuhan dalam upaya meningkatkan mutu
pelayanan rumah sakit khususnya di pelayanan gizi.

50
BAB XI
KEGIATAN ORIENTASI

Kegiatan orientasi pegawai baru Instalasi Gizi adalah proses kegiatan dalam
upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman bekerja bagi
pegawai baru di Instalasi Gizi.
Tujuan Kegiatan orientasi pegawai baru Instalasi Gizi adalah mempersiapkan
pegawai baru tersebut dalam, mengenal lingkingan termpatnya bekerja, sistem dan
prosedur dalam yang ada serta tugas yang akan dikerjakannya. Dengan demikan
pegawai baru tersebut bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri sehingga bisa
melaksanakan tugas dan pekerjaannya dengan benar.

Tabel Orientasi Umum SDM di Instalasi Gizi


Hari ke MATERI PENGARAH
SEMUA SDM INSTALASI GIZI Kepala Instalasi
Gizi
Pengenalan personil SDM Instalasi Gizi
Sosialisasi Misi, Visi dan struktur organisasi
Instalasi Gizi
Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan Instalasi Gizi
2 Sosialisasi uraian jabatan dan tata hubungan kerja
Sosialisasi pedoman kerja
Sosialisasi keselamatan kerja
Sosialisasi indikator kinerja
Sosialisasi perencanaan dan evaluasi kerja
Sosialisasi teknis kegiatan instalasi gizi sesuai
dengan nama dan jabatan

51
Tabel Orientasi Khusus SDM Administrasi di Instalasi Gizi

HARI
MATERI PENGARAH
KE
ADMINISTRASI Kepala Instalasi Gizi
3 Sosialisasi dasar-dasar berkomunikasi
Pencatatan data pasien pasien rawat jalan
4
( konseling gizi)
5 Pencatatan data makan pasien rawat inap
Membuat rencana kegiatan pengadministrasian
6
Instalasi Gizi
Membuat rekapitulasi jumlah permintaan
7
makan pasien rawat inap
Membuat rekapitulasi kebutuhan harian bahan
8
makanan sesuai dengan daftr menu.
Membuat rekapitulasi kebutuhan bahan
9 makanan untuk satu siklus ( 10 hari ), (1
bulan), ( 1 tahun )
Mengoreksi anggaran belanja sesuai dengan
daftar pesanan dan mengajukan kebagian
keuangan.
Membuat daftar inventarisasi peralatan makan
pasien, masak dll.
Menghitung kebutuhan ATK, formulir
formulir, dan kebutuhan administrasi lainnya
Membuat pencatatan dan pelaporan tentang
jumlah dan jenis bahan makanan, stock bahan
makanan, jumlah dan jenis diet pasien, jumlah
10 kan kelas perawatan pasien rawat inap, pasien
konsultasi gizi, anggaran yang digunakan
( harian, bulanan, tahunan)
Melaksanakan tugas yang lain yang diberikan
oleh pimpinan / atasan yang terkait dengan
tugas administrasi
Membuat rencana kegiatan pengadministrasian
Instalasi Gizi
Membuat rekapitulasi jumlah permintaan
makan pasien rawat inap

52
Tabel Orientasi Khusus SDM Asuhan Gizi
Di Instalasi Gizi
HARI KE MATERI PENGARAH
Asuhan Gizi Kepala Instalasi Gizi
3 Membuat rencana kegiatan asuhan gizi
Membuat rekapitulasi permintaan makan
4
pasien rawat inap
Membuat rekapitulasi permintaan konsultasi
5
gizi
Menghitung kebutuhan zat gizi pasien sesuai
6
diet
7 Melaksanakan edukasi gizi
Membuat rancangan makanan pasien sesuai
8
diet
Melakukan pemantauan dan evaluasi
9
terhadap diet pasien
Membuat pencatatan dan pelaporan tentang
jumlah dan jenis diet pasien
Melaksanakan tugas lain yang diberikan
pimpinan / atasan yang terkait dengan tugas
asuhan gizi.
10 Membuat rencana kegiatan asuhan gizi
Membuat rekapitulasi permintaan makan
pasien rawat inap
Membuat rekapitulasi permintaan konsultasi
gizi
Menghitung kebutuhan zat gizi pasien sesuai
diet

53
Tabel Orientasi Khusus SDM Gudang / Pengadaan Bahan Makanan
Di Instalasi Gizi
HARI MATERI PENGARAH
KE
Kepala
GUDANG / PENGADAAN BAHAN MAKANAN
Instalasi Gizi
Membuat rencana kegiatan pengadaan bahan makanan
3
dan penatalaksanaan gudang.
Mengambil daftar pesanan bahan makanan dari
4
penanggung jawab administrasi Intalasi gizi
Melaksananakan pembelian/pengadaan/ Menyerahkan
5
daftar pesanan bahan makanan kepada supplier.
Menerima dan mengecek bahan makanan yang dikirim
6
oleh suplier sesuai pesanan.
Melaksananakan penyimpanan bahan makanan sesuai
7
dengan jenis dan sifat bahan makanan
Melaksanakan penyaliran/pendistribusian bahan
8 makanan sesuai daftar permintaan bahan makanan dari
bagian produksi / pengolahan
Mencatat stok bahan makanan jenis, jumlah dan
9- 10
kualitannya

54
Tabel Orientasi Khusus SDM Produksi / Pengolahan Makanan
Di Instalasi Gizi
HARI
MATERI PENGARAH
KE
PRODUKSI / PENGOLAHAN
Kepala Instalasi Gizi
MAKANAN
Membuat rencana kegiatan pengolahan bahan
3
makanan
Membuat rancangan kebutuhan bahan
4 makanan sesuai daftar menu dan macam
pasien yang dilayani
Melaksanakan persiapan bahan makanan yang
meliputi membersihkan, memotong , mencuci,
5
dan meracik bahan makanan sesuai dengan
standar yang berlaku.
Melaksanakan pengolahan bahan makan
6
sesuai dengan standar yang berlaku
Melaksanakan penyimpanan makanan sesuai
7
dengan standar yang berlaku
Melaksanakan penyaluran makanan ke unit
8
pelayanan gizi
Menjaga kebersihan , ketertiban dan
9
keamanan dapur
Menjaga keutuhan peralatan inventarisasi
daput
Membuat pencatatan dan pelaporan tentang
jumlah bahan makanan yang digunakan dn
10
kesesuaian hasil pengolahan
Melaksanakan tugas lain yang diberikan
pimpinan / atasan yang terkait dengan tugas
pengolah

55
Tabel Orientasi Khusus SDM Pelayanan Gizi
Di Instalasi Gizi
HARI KE MATERI PENGARAH
Kepala Instalasi
Pelayanan Gizi
Gizi
Membuat rencana kegiatan penatalaksanaan
3
pelayanan gizi pasien rawat inap
Mengambil / meminta daftar permintaan makan
4
pasien kepada perawat ruangan
Mengecek daftar nama pasien, jenis makanan , jenis
5
diet.
6 Membuat rekapitulasi permintaan makan pasien
Menyiapkan etiket makan ( nama pasien , umur ,
7 kamar , kelas perwatan , jenis diet dan diagnosa
penyakit.
Menyiapkan peralatan makan pasien sesuai kelas
8
perawatan yang dilengkapi dengan etiket
9 persiapan bahan makanan
Menyiapkan makanan pasien sesuai dengan jumlah
dan jenis diet
Menakar / memorsi makanan
Mendistribusikan dan menyajikan makanan kepada
pasien
Mengambil peralatan makan pasien dari ruang
perawatan
Membersihkan , menghitung dan menata kembali
10 peralatan makan pasien
Melaksanakan pemeliharaan ruangan distribusi
makan pasien
Melaksananakan koordinasi dengan perawat
ruangan mengenai pasien baru, pasien pulang dan
perubahan diet pasien
Membuat laporan pelayanan makan pasien
Melaksanakan tugas / kegiatan lain yang diberikan
oleh pimpinan / atasan yang berkaitan dengan
tugas pelayanan gizi pasien

56
Tabel Orientasi Khusus SDM Pekarya di Instalasi Gizi
HARI KE MATERI PENGARAH
Kepala Instalasi
Pekarya
Gizi
Melaksanakan kegiatan persiapan bahan makanan
3 meliputi membersihkan, memotong, mencuci,
sesuai instruksi juru masak.
4 Melaksanakan kegiatan pengolahan makanan.
5 Pemorsian dan pendistribusian makanan
Membersihkan, mencuci dan menyimpan peralatan
6
masak
Membersihkan dan mencuci peralatan makan
7
pasien.
8 Membersihkan ruangan dapur / tempat pengolatan
Membersihkan meja racik, meja kompor dan meja
9
distribusi
Melaksanakan tugas lain dari pimpinan / atasan
10
yang terakit dengan tugas pekarya

57
BAB XII
PERTEMUAN / RAPAT

1. Rapat Rutin
Rapat Rutin diselenggarakan pada :
Waktu : Setiap Rabu ke tiga setiap bulan
Jam : 12.00 s.d selesai
Tempat : Ruang Instalasi Gizi
Peserta : seluruh pegawai Instalasi Gizi.
Materi :
1. Evaluasi kinerja Instalasi Gizi.
2. Evaluasi SDM Instalasi Gizi
3. Evaluasi terhadap materi dan pelaksanaan pelayanan gizi
4. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM di Instalasi Gizi
5. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja pelayanan
Instalasi Gizi.
Kelengkapan Rapat : Undangan, daftar hadir, notulen rapat,
laporan/rekomendasi/usulan kepada
pimpinan

2 Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan pada :
Waktu : Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang
perlu dibahas dan diselesaikan segera.
Jam : Sesuai undangan
Tempat : Sesuai undangan
Peserta : Seluruh pegawai Instalasi Gizi.
Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas.

58
Kelengkapan rapat : Undangan, daftar hadir, notulen rapat,
laporan/rekomendasi /usulan kepada pimpinan

59
BAB XIII
PELAPORAN

1 Laporan Harian
Laporan harian instalasi gizi meliputi :
1. Laporan jumlah permintaan makan pasien rawat inap
2. Laporan jumlah kunjungan pasien rawat jalan/ konseling gizi
3. Laporan jumlah dan jenis penerimaan bahan makanan
4. Laporan jumlah dan jenis pemakaian bahan makanan

2. Laporan Bulanan
Laporan bulanan terdiri dari laporan intern.
Laporan intern meliputi :
1. Laporan kinerja mutu pelayanan gizi
2. Laporan produktifitas kerja instalasi gizi

3. Laporan Tahunan
Instalasi Gizi membuat laporan tahunan terdiri dari :
1. Laporan kinerja mutu pelayanan gizi
2. Laporan produktifitas kerja instalasi gizi

Laporan Instalasi Gizi hanya berupa laporan Intern, dapat bersifat vertikal dan
horisontal.
1. Laporan yang bersifat Vertikal
Laporan yang bersifat Vertikal adalah laporan yang ditujukan kepada
atasan langsung dengan tembusan unit terkait, antara lain:
a. Laporan kunjungan pasien rawat jalan/ konseling gizi.
b. Laporan jumlah dan jenis pasien ( kelas perawatan pasien)
c. Laporan jumlah dan jenis diet pasien

60
d. Laporan jumlah penerimaan , pemakaian dan stock bahan makanan
e. Laporan harga bahan makanan
f. Laporan keuangan / anggaran belanja makan pasien

2. Laporan yang bersifat Horisontal


Laporan yang bersifat Horisontal adalah laporan ditujukan kepada unit-
unit lain yang berkaitan di RSUD. Cikalong Wetan antara lain:
- Laporan jumlah dan jenis pasien (kelas perawatan pasien)

Laporan Intern dapat berupa laporan rutin dan laporan insidentil.


a. Laporan Rutin meliputi
Laporan harian instalasi gizi meliputi :
1. Laporan jumlah permintaan makan pasien rawat inap
2. Laporan jumlah kunjungan pasien rawat jalan/ konseling gizi
3. Laporan jumlah dan jenis penerimaan bahan makanan
4. Laporan jumlah dan jenis pemakaian bahan makanan

b. Laporan Insidentil
Adalah laporan mengenai Instalasi Gizi yang harus segera dilaporkan
karena berkaitan dengan kinerja pelayanan gizi.

61

Anda mungkin juga menyukai