Anda di halaman 1dari 1

KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN

KEPEMIMPINAN

Menurut arti secara harfiah, pimpin berarti bimbing. Memimpin berarti membimbing atau menuntun. Pemimpin
merupakan orang yang memimpin ataupun seorang yang menggunakan wewenang serta mengarahkan
bawahannya guna mengerjakan pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi. Kepemimpinan
atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan
dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia

Secara sederhana, apabila berkumpul tiga orang atau lebih kemudian salah seorang di antara mereka mengajak
teman-temannya untuk melakukan sesuatu (Apakah: nonton film, bermain sepak bola, dan lain-lain). Pada
pengertian yang sederhana orang tersebut telah melakukan kegiatan memimpin, karena ada unsur mengajak
dan mengkoordinasi, ada teman dan ada kegiatan dan sasarannya.

kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan
mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang
yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Antara pemimpin dengan pimpinan dapat dibedakan yaitu pimpinan (kepala) cenderung lebih oktokratis,
sedangkan pemimpin (ketua) cenderung lebih demokratis. Setelah dilengkapi awalan ke menjadi
Kepemimpinan (dalam bahasa Inggris ledearship) berarti kemampuan dan kepribadian seseorang dalam
mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan pencapaian tujuan bersama, sehingga dengan
demikian yang bersangkutan menjadi awal struktur dan pusat proses kelompok.
Kepemimpinan sebagaimana yang dinyatakan oleh Clawson (1999;27), terdapat tiga aspek tentang defenisi
kepemimpinan yaitu:
a. kemampuan mempengaruhi orang lain
b. keinginan mempengaruhi orang lain
c. kemampuan mempengaruhi berdasarkan cara menanggapi yang disukai oleh orang lain.

KEPEMIMIPINAN PEMERINTAHAN
Kepemimpinan dalam pemerintahan merupakan kemampuan mempengaruhi orang orang dan mencapai hasil
melalui himbauan emosional bukan melalui pengunaan kekuasaan (GU.Cleton dan CW.Mason). Oleh karena itu
kepemimpinan pemerintahan juga disebut sebagai seni vocal, yaitu seni bagaimana kemampuan menggerakkan
orang-orang dalam kharismatik retorika, administrator dan kekuasaan kepemimpinan. Atau seni sastra, yaitu
bagaimana kemampuan menciptakan, mengkarsakan dan merasakan surat-surat keputusan yang berpengaruh.