Anda di halaman 1dari 14

ACARA II

REGIONALISASI DAN TIPOLOGI WILAYAH

I. Tujuan

1. Memahami dasar-dasar regionalisasi

2. Memahami teknik-teknik dasar regionalisasi

3. Melakukan regionalisasi Indonesia berdasarkan kriteria yang dipilih

4. Memahami konsep tipologi wilayah dan penerapannya di indonesia

II. Alat dan Bahan

1. Alat tulis

2. Pensil warna

3. Kalkulator

4. Buku petunjuk praktikum

5. Data luas wilayah, jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan pertumbuhan penduduk di
Indonesia.

6. Peta Administrasi Indonesia

7. Dokumen tentang regionalisasi dan tipologi wilayah

III. Tinjauan Pustaka

Regionalisasi adalah usaha untuk membagi permukaan bumi atas bagian permukaan bumi
tersebut untuk tujuan tertentu. Permukaan bumi akan terbagi atas berbagai wilayah sesuai dengan
konsep wilayahnya. Perbedaan konsep wilayah yang diterapkan menghasilkan perbedaan unit-unit
atau batas-batas wilayah yang dihasilkan.

Wilayah Regionalisasi Pendekatan Geografi

Homogeneous Region Functional Regions

Planning Regions

Gambar 4.1 Regionalisasi sebagai dasar deliniasi ruang (Rijanta, 2005)


Setidaknya terdapat dua teknik sederhana yang bisa digunakan dalam menyususn regionalisasi, yaitu
regional generalization (penyamarataan wilayah) dan regional classification (pengklasifikasian
wilayah).

Teknik regionalisasi dengan regional generalization dilakukan dengan menggolongkan wilayah


kedalam beberapa bagian tertentu dengan cara menonjolkan karakter-karakter tertentu, sedangkan
regional classification dilakukan dengan menggolongkan wilayah secara sistematis kedalam bagian
tertentu dengan memperhatikan semua unsur. Secara umum regionalisasi bagian-bagian permukaan
bumi ini dapat dilakukan dengan menggunakan empat dasar, yaitu river basin, similarity,
functionality, dan adhoc. Sementara dalam ilmu wilayah dikenal beberapa paradigma wilayah yang
dapat digunakan untuk pewilayahan dapat dijadikan dasar bagi pengaturan dalam undang-undang
penataan ruang yaitu Wilayah Aliran Sungai, wilayah homogeny, wilayah nodal, wilayah
metropolitan, wilayah pengelolaan (Son Diamar dalam Yakub Rais, 2004). Tujuan utama regionalisasi
adalah untuk mempermudah melakukan analisa dan untuk menjawab persoalan-persoalan pada
kelompok-kelompok wilayah tersebut yang berkaitan dengan pembangunan, keserasian dan
koordinasi pembangunan, serta arah dan prioritas kegiatan pembangunan.

Pemahaman komperhensif terhadap wilayah juga harus diawali dengan pemahaman


batasan-batasan wilayah berdasarkan indikator tertentu, dalam hal ini dinamakan topologi. Oleh
karena itu, dalam memberikan batasan/tipologi suatu wilayah. (Bintaro, 1986) mengemukakan
beberapa pertimbangan/kriteria, yaitu pertimbangan berdasarkan tipe, berdasarkan
hierarki/jenjang, dan berdasarkan kategori jumlah kriteria. Wilayah yang berdasarkan tipe dapat
dibagi menjadi homogeneous/formal/uniform region yang didasarkan atas keseragaman unsur atau
kriteria dalam wilayah tersebut serta functional/organic/nodal region yang didasarkan pada pola
interaksi dan interdependensi antar subsistem dalam wilayah-wilayah tersebut. Demikian halnya
dengan pembagian wilayah yang didasari oleh hirarki dan kategori yang memilki faktor-faktor
penentu tertentu dalam mendefinisikan dan membuat tipologi wilayah.

Pewilayahan juga dipakai dalam kajian geografi dengan pendekatan topik. Josue de Castro
yang menulis The geography of Hunger menelaah secara panjang lebar persebaran kelaparan
penduduk dunia dalam berbagai kurun waktu beserta faktor-faktor penyebabnya yang ternyata
terkait dengan intervensi politik dan ekonomi dari bangsa atau penduduk dunia yang sudah lebih
maju (Suharyono, 2005). Meskipun persebaran kelaparan dalam arti yang luas terpusat terutama di
wilayah negara-negara berkembang bekas daerah jajahan, kelaparan juga pernah menimpa
penduduk eropa dalam kaitan praktek politik Nazi di Jerman dan komunisme di Rusia. Wilayah
Amerika dalam kekuasaan orang eropa atau orang amerika sendiri kelaparan juga dialami penduduk
oleh sebab intervensi perekonomian kapitalis yang menerapkan sistem perkebunan monokultur,
khusunya perkebunan tebu. Banyak uraian de Castro tentang kelaparan menyangkut wilayah
beriklim tropik dan berkembangnya sistem perkebunan yang memerlukan area lahan yang luas yang
mengurangi kesempatan penduduk untuk menghasilkan bahan makanan mereka.
IV. Langkah Kerja

Mempersiapkan lembar peta Indonesia dan dokumen


tentang regionalisasi dan tipologi wilayah.

Menulis pengertian Tabel


regionalisasi dan tipologi pengertian
wilayah regionalisasi dan
tipologi wilayah

Menulis tentang tipologi Tabel tipologi konsepsi


konsepsi. Wilayah wilayah menurut
menurut Bintaro, 1986 Bintaro, 1986

Membuat regionalisasi Tabel hasil perhitungan


klasifikasi penduduk klasifikasi penduduk
menggunakan dua selama dua periode
periode waktu waktu

Peta regionalisasi
penduduk Indonesia
selama dua periode waktu

Tabel hasil perhitungan


Membuat regionalisasi
klasifikasi laju
pertumbuhan penduduk
pertumbuhan penduduk
menggunakan dua periode
selama dua periode waktu
waktu

Keterangan: Input Proses Output Peta regionalisasi laju


pertumbuhan penduduk di
Indonesia selama dua
periode waktu
V. Hasil Praktikum

1. Table pengertian regionalisasi dan tipologi wilayah

No. Istilah Definisi


1 Regionalisasi 1. Menurut Bintaro 1986 regionalisasi
(perwilayahan) didalam geografi adalah suatu
upaya mengelompokan atau mengklasifikasi
unsur-unsur yang sama.
2. Menurut Johnston 1976 regionalisasi
menunjukkan proses deliniasi atau
pembatasan suatu wilayah.

2 Tipologi 1. Menurut Bintaro 1986 tipologi wilayah


adalah batasan-batasan suatu region
berdasarkan tipe, hirarki, dan kategori.
2. Menurut Suharyono 2005 tipologi wilayah
adalah batasan-batasan wilayah berdasarkan
indikator tertentu.

2. Table tipologi konsepsi wilayah menurut Bintaro (1986)

No. Tipologi Jenis Definisi Contoh

1 Berdasarkan 1. Homogenitas(homogeneous 1. Keseragaman 1. Identifikasi


tipe region/form region/unity properti batas terluar
region). (unsur/kriteria) yang mengenai core
2. Heterogenitas (functional ada dalam wilayah, region
region/organic region/nodal baik sendiri maupun (memiliki
region) gabungan. derajat
2. Pola Interaksi dan deferensiasi
interdependensi tinggi).
antara subsistem 2. Ide sentralitas
dengan tekanan dan functional
pada kegiatan (ada wilayah
manusia. inti)

2 Berdasarkan Klasifikasi wilayah Pertimbangan : size


hirarki/rangking berdasarkan urutan atau (ukuran), form
orde wilayah yang (bentuk), function
membentuk satu kesatuan (fungsi). Contoh : RT,
RW, desa, kecamatan,
kabupaten, provinsi.
3 Berdasarkan 1. Single topic region 1. Wilayah yang 1. Wilayah
kategori 2. Combined topic region eksistensinya geologi
3. Multiple topic region didasarkan pada wilayah curah
4. Total region suatu macam hujan.
5. Compage region topic/kriteria saja 2. Wilayah iklim
2. Wilayah yang (gabungan
eksistensinya dari curah
didasarkan pada hujan,
gabungan macam temperatur,
kriteria. dan tekanan
3. Wilayah yang udara)
eksistensinya 3. Wilayah
didasarkan pada pertanian
beberapa topik yang (gabungan
berbeda satu sama dari topik fisik
lain. : tanah,
4. Delimitasi wilayah hidrologi, dan
menggunakan tanaman),
semua unsur wilayah
wilayah. Bersifat tanaman.
klasik, kesatuan
politik yang
digunakan sebagai
dasar.
5. Tidak didasarkan
pada jumlah topik,
tetapi aktivitas
manusia yang
menonjol.

3. Perhitungan klasifikasi jumlah penduduk (2000 & 2010) > dikerjakan di kelas

4. Tabel hasil perhitungan klasifikasi jumlah penduduk (2000 & 2010)

2000 2010
No Provinsi
Jumlah Klasifikasi Jumlah Klasifikasi Generalisasi
Nangroe Aceh
1 3.930.905 Rendah 4.494.410 Rendah
Darussalam RR
2 Sumatera Utara 11.649.655 Rendah 12.982.204 Rendah RR
3 Sumatera Barat 4.248.931 Rendah 4.846.909 Rendah RR
4 Riau 4.957.627 Rendah 5.538.367 Rendah RR
5 Jambi 2.413.846 Rendah 3.092.265 Rendah RR
6 Sumatera Selatan 6.899.675 Rendah 7.450.394 Rendah RR
7 Bengkulu 1.567.432 Rendah 1.715.518 Rendah RR
8 Lampung 6.741.439 Rendah 7.608.405 Rendah RR
Kep. Bangka
9 900.197 Rendah 1.223.296 Rendah
Belitung RR
10 Kepulauan Riau - - 1.679.163 Rendah R
11 DKI Jakarta 8.389.443 Rendah 9.607.787 Rendah RR
12 Jawa Barat 35.729.537 Tinggi 43.053.732 Tinggi TT
13 Jawa Tengah 31.228.940 Tinggi 32.382.657 Tinggi TT
14 DI Yogyakarta 3.122.268 Rendah 3.457.491 Rendah RR
15 Jawa Timur 34.783.640 Tinggi 37.476.757 Tinggi TT
16 Banten 8.098.780 Rendah 10.632.166 Rendah RR
17 Bali 3.151.162 Rendah 3.890.757 Rendah RR
Nusa Tenggara
18 4.009.261 Rendah 4.500.212 Rendah
Barat RR
Nusa Tenggara
19 3.952.279 Rendah 4.683.827 Rendah
Timur RR
20 Kalimantan Barat 4.034.198 Rendah 4.395.983 Rendah RR
21 Kalimantan Tengah 1.857.000 Rendah 2.212.089 Rendah RR
22 Kalimantan Selatan 2.985.240 Rendah 3.626.616 Rendah RR
23 Kalimantan Timur 2.455.120 Rendah 3.553.143 Rendah RR
24 Sulawesi Utara 2.012.098 Rendah 2.270.596 Rendah RR
25 Sulawesi Tengah 2.218.435 Rendah 2.635.009 Rendah RR
26 Sulawesi Selatan 8.059.627 Rendah 8.034.776 Rendah RR
27 Sulawesi Tenggara 1.821.284 Rendah 2.232.586 Rendah RR
28 Gorontalo 835.044 Rendah 1.040.164 Rendah RR
29 Sulawesi Barat - - 1.158.651 Rendah R
30 Maluku 1.205.539 Rendah 1.533.506 Rendah RR
31 Maluku Utara 785.059 Rendah 1.038.087 Rendah RR
32 Papua Barat - - 760.422 Rendah R
33 Papua 2.220.934 Rendah 2.833.381 Rendah RR
INDONESIA 206.264.595 237.641.326
5. Peta regionalisasi jumlah penduduk (2000 & 2010)
6. Perhitungan klasifikasi laju pertumbuhan penduduk (2000-2010 & 2010-2015) ) > dikerjakan di
kelas

7. Tabel hasil perhitungan klasifikasi laju pertumbuhan penduduk (2000-2010 & 2010-2015)

2000-2010 2010-2015

Laju Laju
No Provinsi pertumbuhan pertumbuhan
Kelas Kelas
penduduk penduduk
per tahun per tahun
Generalisas
1 Aceh 2,36 Sedang 2,03 Sedang SS
2 Sumatera Utara 1,10 Rendah 1,36 Rendah RR
3 Sumatera Barat 1,34 Rendah 1,33 Rendah RR
4 Riau 3,58 Sedang 2,62 Tinggi ST
5 Jambi 2,56 Sedang 1,83 Sedang SS
6 Sumatera Selatan 1,85 Rendah 1,48 Rendah RR
7 Bengkulu 1,67 Rendah 1,71 Sedang RS
8 Lampung 1,24 Rendah 1,24 Rendah RR
9 Kep. Bangka Belitung 3,14 Sedang 2,22 Sedang SS
10 Kepulauan Riau 4,95 Tinggi 3,11 Tinggi TT
11 DKI Jakarta 1,41 Rendah 1,09 Rendah RR
12 Jawa Barat 1,90 Rendah 1,56 Sedang RS
13 Jawa Tengah 0,37 Rendah 0,81 Rendah RR
14 DI Yogyakarta 1,04 Rendah 1,19 Rendah RR
15 Jawa Timur 0,76 Rendah 0,67 Rendah RR
16 Banten 2,78 Sedang 2,27 Sedang SS
17 Bali 2,15 Sedang 1,23 Rendah SR
18 Nusa Tenggara Barat 1,17 Rendah 1,38 Rendah RR
19 Nusa Tenggara Timur 2,07 Sedang 1,70 Sedang SS
20 Kalimantan Barat 0,91 Rendah 1,66 Sedang RS
21 Kalimantan Tengah 1,79 Rendah 2,36 Sedang RS
22 Kalimantan Selatan 1,99 Rendah 1,84 Sedang RS
23 Kalimantan Timur 3,81 Tinggi 2,64 Tinggi TT
24 Sulawesi Utara 1,28 Rendah 1,15 Rendah RR
25 Sulawesi Tengah 1,95 Rendah 1,69 Sedang RS
26 Sulawesi Selatan 1,17 Rendah 1,12 Rendah RR
27 Sulawesi Tenggara 2,08 Sedang 2,18 Sedang SS
28 Gorontalo 2,26 Sedang 1,64 Sedang SS
29 Sulawesi Barat 2,68 Sedang 1,94 Sedang SS
30 Maluku 2,80 Sedang 1,81 Sedang SS
31 Maluku Utara 2,47 Sedang 2,18 Sedang SS
32 Papua Barat 3,71 Sedang 2,63 Tinggi ST
33 Papua 5,39 Tinggi 1,94 Sedang TS
INDONESIA 1,49 Rendah 1,38 Rendah RR
8. Peta regionalisasi laju pertumbuhan penduduk (2000-2010 & 2010-2015)
VIII. Daftar Pustaka

Bintaro, R., 1986. Urbanisasi dan Permasalahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Rijanta, R., dkk. 2005. Ilmu Wilayah (GPW 1102). Yogyakarta: Bahan kuliah Fakultas Geografi

Universitas Gadjah Mada.

Suharyono. 2005. Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional. Ypgyakarta: UPT UNNES Press.

Yakub, R., 2004. Menata Ruang Laut Terpadu. Jakarta: Pradnya Paramitha.