Anda di halaman 1dari 5

Oleum Rosae (FI III hal 459, Martindale hal 682)

Pemerian : Tidak berwarna atau kuning, bau menyerupai bunga mawar,

rasa khas, pada suhu 250C kental

Kelarutan : Larut dalam 1 bagian kloroform P, Larutan jernih.

Khasiat : Pengharum/pewangi

Konsentrasi : 0,01%-0,05%.

Stabilitas : Memadat pada suhu180C -220C menjadi massa kristal.

Penyimpanan : Wadah tertutup rapat

Oleum Ricini/Minyak Jarak (FI IV, Hal : 631)


Pemerian : Cairan kental, transparan kuning pucat atau hampir tidak berwarna, bau
lemah, bebas dari bau asing dan tengik; rasa khas.
Kelarutan : Larut dalam etanol; dapat bercampur dengan etanol mutlak, dengan asam
asetat glasial, dengan kloroform dan dengan eter.
RM/BM : C57O9H110/939,50
Khasiat : Laksativum, iritasi kulit.

Nama resmi : Cetyl Alkohol ( exsipient 6 2009 156

Nama lain : Alkohol cetylicus. Ethal, ethol

RM/BM : C16H34O / 242,44

Pemerian : Serpihan putih atau granul seperti lilin, berminyak memiliki bau

dan rasa yang khas

Kelarutan : Mudah larut dalam etanol (95%) dan eter, kelarutannya

meningkat dengan penigkatan temperature, serta tidak larut

dalam air

Stabilitas : Setil alkohol stabil dengan adanya asam, alkali, cahaya, dan

udara sehingga tidak menjadi tengik


Inkompatibilitas : Agen pengoksidasi kuat
Kegunaan : Sebagai emolien dan pengemulsi

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, itempat yang sejuk dan kering

Anhydrous XVI; Adeps Lanolin (Wool Fat USP Lanae)

terhadap zat aktif dan mempertahankan keseragaman konsistensi salep. Namun, Lanolin
anhidrat juga dapat mempengaruhi stabilitas zat aktif karena mengandung pro-oksidan.
Pemerian : Lanolin anhidrat berwarna kuning pucat, lengket, berupa bahan seperti lemak,
dengan bau yang khas dan mencair pada suhu 38-44 oC. Lanolin anhidrat
cair berwarna jernih atau hampir jernih berupa cairan berwarna kuning.
Anhydrous lanolin atau lanolin anhidrat merupakan lanolin yang
mengandung air tidak lebih dari 0.25%.
Kelarutan : Lanolin anhidrat tidak larut dalam air tapi dapat larut dalam air dengan
jumlah dua kali berat lanolin, sedikit larut dalam etanol (95%) dingin, lebih
larut dalam etanol (95%) panas dan sangat larut dalam eter, benzene, dan
kloroform.
Kestabilan dan Syarat Penyimpanan: Lanolin dapat mengalami autooksidasi selama dalam
penyimpanan.
Aplikasi dalam Formulasi dan Teknologi Farmasi: Lanolin anhidrat selain digunakan dalam
formulasi topikal dan kosmetik, dapat sebagai basis salep, juga sebagai emulsifying agent.
Lanolin anhidrat digunakan sebagai basis salep terutama jika ingin dilakukan pencampuran
larutan yang berair. Lanolin anhidrat ini dapat meningkatkan absorpsi

Carnauba wax

Pemerian : berwarna coklat muda sampai kuning pucat, dan berbentuk bubuk, berupa
serpihan atau tidak teratur, memiliki bau yang khas ringan, hampir hambar
dan tak berasa, carnauba wax tidak mudah berubah menjadi tengik.

Kelarutan : Hampir tidak larut dalam air, sedikit larut dalam etanol mendidih 95% serta
dapat dilarutkan dalam klorofom hangat dan toluena, titik lebur 80-88oc

Fungsi : untuk membuat sediaan lebih mengkilap dan memiliki sifat pengemulsi
yang baik banyak digunakan dalam lilin, lipstik bedak dan pensil alis
Propilenglikol
Pemerian : Propilenglikol merupakan cairan kental, jernih, tidak berwarna,
memiliki rasa khas, praktis tidak berbau, dan dapat menyerap air pada
udara lembab. Umumnya digunakan dengan konsentrasi 15%.

Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, dengan aseton, dan dengan kloroform,
larut dalam eter, dan dalam beberapa minyak esensial; tetapi tidak dapat
bercampur dengan minyak lemak.

Fungsi : sebagai pelembab, dan dapat membantu melarutkan ekstrak agar dapat
bercampur dengan basis lainnya

Vaselin putih/album (FI IV,822)


Vaselin putih merupakan campuran yang dimurnikan dari hidrokarbon setengah
padat yang diperoleh dari minyak bumi dan keseluruhan/hampir keseluruhan dihilangkan
warnanya. Dapat mengandung zat penstabil yang sesuai.
Pemerian : Massa lunak, lengket, bening, putih, sifat ini tetap setelah zat dileburkan dan
dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk.
Kelarutan : tidak larut dalam air, mudah larut dalam benzena, dalam karbon disulfide,
dalam kloroform, larut dalam heksana, dan dalam sebagian besar minyak lemak dan
minyak atsiri, sukar larut dalam etanol dingin dan etanol panas dan dalam etanol mutlak
dingin.
Bobot jenis : antara 0,815 dan 0,880
Jarak lebur : antara 38o dan 60o C
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Khasiat : Zat tambahan

BHT (Butyl Hidroksi Toluen)


Sinonim : Agidol,BHT,2,6-bis(1,1-dimethylethyl)-4-methylphenol,
butylhydroxytoluene, Dalpac, hydroxytoluene dibutylated, 2,6-di-tert-butyl-p-cresol.
Bobot Molekular : 220,35
Rumus empiris : C15H24O
Struktur molekul :

Kegunaan : hydroxytoluene Butylated digunakan sebagai antioksida di dalam


kosmetika, makanan, dan obat-obat dalam farmasi. Yang sebagian besar digunakan untuk
penundaan atau mencegah ketengikan oksidatif lemak-lemak dan minyak dan untuk
mencegah hilangnya aktivitas vitamin pada minyak yang terlarut

Pemerian : hydroxytoluene Butylated merupakan serbuk atau zat padat


kristalin kuning pucat atau putih dengan bau karakteristik.
Kelarutan : pada kenyataannya tidak dapat larut di dalam air, gliserin, propilen
glikol, larutan alkali hidroksi, dan cairan asam mineral encer. Sangat mudah dapat larut di
dalam aseton, benzen, etanol (95%), eter, metanol, toluena-toluena, minyak lemak, dan
obat cuci perut. Lebih dapat larut dibanding hidroksianisola berbutil di dalam makanan
meminyaki dan lemak-lemak.
penyimpanan dan stabilitas : Pengunjukan untuk ringan, embun, dan panas menyebabkan
pelunturan dan hilangnya aktivitas. hydroxytoluene Butylated harus disimpan dengan baik
tertutup kontainer, trlindung dari cahaya, dalam suatu tempat kering, dan dingin.
Incompatible : hydroxytoluene Butylated adalah phenolic dan mengalami
karakteristik reaksi-reaksi dari zat asam karbol. Itu adalah yang tidak cocok/bertentangan
dengan bahan pengoksid kuat seperti permanganat-permanganat dan peroksida-peroksida.
Menghubungi dengan bahan pengoksid boleh menyebabkan pembakaran sertamerta. Besi/
setrika menggarami pelunturan penyebab dengan hilangnya aktivitas. Memanaskan dengan
sejumlah katalitis dari penyebab-penyebab asam pembusukan cepat dengan
pelepasan(release gas mudah terbakar isobutene

. Nipagin
Sinonim : Methylparaben; methylis parahydroxybenzoas;
Penggunaan : Antimicrobial preservative (oral solutions 0.0150.2 %)
Deskripsi : merupakan kristal tdak berwarna atau serbuk kristal berwarna putih; tidak
berbau atau hamper tidak berbau dan sedikit mempunyai rasa panas.
Kelarutan : larut dalam 5 bagian propilenglikol; 3 bagian etanol 95%; 60 bagian
gliserin; dan 400 bagian air.
Stabilitas : larutan metilparaben pada pH 3-6 dapat disterilkan dengan autoklaf pada
suhu 120 C selama 20 menit, tanpa penguraian. Larutan ini stabil selama
kurang lebih 4 tahun dalam suhu kamar, sedangkan pada pH 8 atau lebih
dapat meningkatkan laju hidrolisis.
Inkompatibilitas : aktivitas antimikroba dari metilparaben atau golongan paraben yang lain
sangat dapat mengurangi efektivitas dari surfaktan nonionik, seperti
polysorbate 80. Tetapi adanya propilenglikol (10%) menunjukkan
peningkatan potensi aktivitas antibakteri dari paraben, sehingga dapat
mencegah interaksi antara metilparaben dan polysorbate. Inkompatibel
dengan beberapa senyawa, seperti bentonit, magnesium trisilicate, talc,
tragacanth, sodium alginate, essential oils, sorbitol dan atropine.
Alasan : Sebagai pengawet agar sediaan dapat disimpan dalam waktu tertentu.
Jika penggunaan tidak bersaam nipasol karena nipasol sangat sukar larut
dalam air dan biasanya digunakan untuk emulsi atau jika lotio sudah
mengandung alkohol, tidak perlu penambahan nipasol. Jika menggunakan
sirup simpleks meskipun di dalam nya sudah ada nipagin tapi kadarnya
hanya 0,2%, sehingga masih perlu penambahan nipagin. Mudah larut
dalam alkohol, efektif pada beberapa range pH dan mempunyai aktifitas
antimikroba yang luas.