Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sebagai perawat profesional kita dituntut dengan segala kemampuan untuk dapat
merawat orang yang mempunyai masalah kesehatan, disini penulis lebih memfokuskan
pada perawatan pada pasien CHF (Congestif Heart Failure).
Mengenal masih kurangnya pengetahuan tentang penyakit CHF, penulis mencoba
menyusun sebuah Laporan yang diberisikan tentang asuhan keperawatan pada pasien
CHF kami berharap dengan tersusunnya Laporan ini dapat memberikan informasi yang
memadai dan dapat dijadikan pegangan sebagai contoh perawat profesional dalam
menghadapi berbagai masalah yang berhubungan dengan CHF.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalahnya adalah:

1. Apa yang dimaksud dengan CHF (Congerstif Heart Failure)?


2. Bagaimana Etiologinya?
3. Bagaimana Manifestasinya?
4. Apa saja kemungkinan data fokus hasil wawancaranya?
5. Apa saja kemungkinan data fokus hasil pengkajian fisiknya?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah:

1. Mampu memahami dan melaksanakan adsuhan keperawatan pada CHF


2. Mampu melaksanakan pengkajian pada klien CHF
3. Mampu menganalisa data/memprioritaskan masalah
4. Menambah pengetahuan dan wawasan.
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian

Congestif Heart Failure (CHF) adalah keadaan di mana jantung tidak mampu
lagi memompa darah sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Kegagalan jantung kongestif berarti juga terjadi hambatan sirkulasi akibat


kegagalan jantung dan mekanisme kompensasinya.

B. Etiologi
1. Kerusakan langsung pada jantung (kemampuan kontriksi), infark miokardia,
miokarditis, miokardia fibrosis.
2. Ventricular overload / terlalu banyak pengisian dari vertikel.
3. Volume overload (kebanyakan proload) roguntasi dari aorta.
4. Keterbatasan pengisian sistolik ventrikular, perikarditis, kontriktif atau kardiomiopati
atau arteri kecepatan yang tinggi sianosis.

C. Manifestasi klinis
Gagal jantung terbagi menjadi 3 yaitu
1. Gagal jantung kiri terjadi disponon, nocturnal, proksimal, bentuk pembesaran
jantung, irama derap, ventricular, hearning bunyi nafas derap 53 dan 54 pernafasan.
(strokes, ronchi, dan kongesti vena pulmonalis)
2. Gagal jantung kanan timbul patig, lever engorgamte, anoreksia, kembung.
3. Gagal jantung kongestive terjadi manifestasi. Gabungan gagal jantung kanan dan kiri.

D. Kemungkinan data fokus hasil wawancara


1. Kelelahan terus menerus sepanjang hari.
2. Insomnia.
3. Nyeri dada.
4. Dispnea pada istirahat.
5. Ansietas, takut, stres yang berhubungan dengan penyakit.
6. Diare / konstipasi, penurunan berkemih.
7. Berkemih malam hari.
8. Urine berwarna gelap.
9. Anoreksia, muntah, mual.
10. Kelelahan aktivitas perawatan diri.
11. Nyeri abdomen kanan atas.
12. Sakit pada otot.
13. Batuk dengan atau tanpa pembentukan sput

E. Kemungkinan data fokus hasil pengkajian fisik


1. Gelisah.
2. Pembesaran hepar.
3. Ansietas, mudah tersinggung.
4. Disritmia (irama jantung).
5. TTV berubah sesuai aktivitas.
6. Pernafasan dangkal.
7. Bunyi nafas Ronchi.
8. Nadi perifer berkurang.
9. Edema.
10. Bunyi nafas mungkin tidak terdengar.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.A

DENGAN CONGESTIF HEART FAILURE (CHF)

DI BP LANSIA PUSKESMAS DTP WANARAJA

A. Pengkajian
1. Biodata
a. Biodata klien
Nama : Tn.A
Umur : 52.tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Agama : Islam
Suku Bangsa : Sunda
Alamat : Cinunuk
Pekerjaan : Pengemudi
Pendidikan : SD
Status : Menikah
Tanggal Pengkajian : Januari 2014
No CM : 01329699
b. Biodata Penanggung Jawab
Nama : Ny.K
Umur : 38 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku Bangsa : Sunda
Alamat : Bandung
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SMU
Hubungan dengan klien : Anak

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama

Klien mengeluh nyeri pada bagian ulu hati,dan mersa mual disertai pusing,sesak, dan
mudah lelah

b. Riwayat Kesehatan Sekarang


Menurut penuturan klien, klien mengeluh sesak nafas di sertai batuk dan mual,
lalu oleh keluarganya diberikan obat warung, karena tak kunjung membaik, klien
dibawa ke puskesmas

c. Riwayat Kesehatan Dahulu


Menurut penuturan klien, 1 tahun terakhir ini klien sering mengalami batuk-batuk
dan sesak untuk bernafas, namun dapat di atasi dengan obat warung, klien
sebelumnya tidak mengetahui bahwa ia menderita penyakit Congestif Heart
Failure (CHF).

d. Riwayat Kesehatan Keluarga


Menurut Penuturan klien dan istrinya diantara keluarganya tidak ada yang
mempunyai penyakit seperti yang di alami klien.

3. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum
Kesadaran : Compos Mentis
Penampilan Umum : Beberapa bagian tubuh tampak oedema, klien nampak
lelah
Tanda-tanda Vital : T= 140/100 mmHg R= 35x/menit
P= 90 x/menit S= 36,8oC
BB : 77 kg

b. Integumen
1. Rambut dan kulit kepala
Warna : Hitam, putih sdh mulai banyak,
Tekstur : Halus
Penyebaran : Merata di seluruh permukaan kulit kepala, jarang
Kebersihan : Tidak tampak adanya kotoran
Kerontokan : Tidak tampak adanya kerontokan
Lesi : Tidak adanya lesi
Benjolan : Tidak adanya benjolan
2. Kulit
Warna : Sawo matang
Tekstur : Halus
Kelembaban : Lembab
Turgor kulit : kencang, ketika ditekan, trdapat pittng oedema di tungkai
Kebersihan : Tidak tampak adanya kotoran
3. Kuku
Warna dasar : Transparan
Tekstur : Halus
Keadekuatan : Setelah di tekan sirkulasi darah dapat kembali dalam
waktu 2-3 detik.
Kebersihan : Tidak tampak adanya kotoran
Bentuk sudut : 1600
c. Kepala
Bentuk : Bulat
Posisi : Simetris terhadap ke dua bahu
Keadaan : Tidak terdapat benjolan atau kelainan
Kebersihan : tidak tampak adanya kotoran
Kesimetrisan : Simetris atara bagian kepala kanan dan kiri
Keluhan : Klien mengeluh pusing
d. Mata
Kesimetrisan : Simetris atara mata kanan dan kiri
Konjunctiva : Merah muda
Sklera : Putih
Lapang pandang : Klien dapat melihat jari perawat yang digerakan ke
samping
Pergerakan bola mata : Ke dua bola mata dapat digerakan ke segala arah
Repleks pupil : Pupil mengecil bila ada rangsangan cahaya.
Fungsi penglihatan : Dapat membaca Koran dalam jarak 25 cm
e. Telinga
Kesimetrisan : Simetris antara telinga kiri dan kanan
Tekstur : Halus
Fungsi pendengaran : Klien dapat menjawab dengan benar pertanyaan perawat
Kebersihan : Tidak tampak adanya serumen
Warna : Sama dengan warna kulit sekitar
f. Hidung
Kesimetrisan : Simetris antara lubang kiri dan kanan
Tekstur : Halus
Warna : Sama dengan warna kulit sekitar
Kebersihan : Tidak terdapat kotoran
Fungsi penciuman : Klien dapat membedakan bau kayu putih dengan bau
minyak wangi
g. Mulut
1. Bibir
Warna : Bibir tampak kehitam-hitaman
Kelembaban : Lembab
Tekstur : Kasar
Kebersihan : Tidak tampak adanya kotoran
2. Gigi
Jumlah : 28 buah
Warna : Putih kekuning-kuningan
Carries : tampak adanya caries
Kebersihan : tampak adanya kotoran
3. Lidah
Warna : Merah muda keputihan
Pergerakan : Dapat digerakan ke segala arah
Fungsi pengecapan: Dapat membedakan manisnya gula dan pahitnya obat
Kebersihan : Tidak tampak adanya kotoran
h. Leher
Kesimetrisan : Simetris terhadap ke dua bahu
JVP : Terdapat peninggian yaitu 1 cm
Kelenjar tyroid : Tidak terdapat pembesaran
Pergerakan : Dapat digerakan kearah kiri,kanan,atas dan bawah
Kebersihan : Tidak terdapat kotoran
i. Torak dan bahu
Kesimetrisan : Simetris antara kiri dan kanan
Bunyi paru : Ronchi
Bunyi jantung : Irreguler
Kebersihan : Tidak terdapat kotoran
Keluhan : Sesak dan nyeri dengan skala 3 dari rentang 0-5
j. Abdomen
Permukaan : Datar
Tekstur : Halus
Nyeri tekan : Terdapat nyeri tekan pada ulu hati
Keadaan : Tidak tampak adanya lesi
Kebersihan : Tidak tampak adanya kotoran
k. Genetalia : Tidak terkaji
l. Ekstermitas
Atas : Kedua tangan dapat digerakan dg bebas

Bawah : Ke dua kaki dapat digerakan dg bebas.

4. Pola aktifitas sehari-hari

No Jenis Aktifitas Sebelum sakit Sesudah sakit


1. Pola Nutrisi
a. Makan
Jenis Nasi, lauk pauk, sayur Nasi, lauk sayur
Frekuensi 3x / hari 3x/hari
Porsi 2500 kal 2000 kal
Cara Mandiri mandiri
b. Minum
Jenis Air putih, teh, kopi Air putih
Volume 2000 cc 1000 cc
Cara Mandiri Mandiri
2. Pola eliminasi
a. BAB
Frekuensi 1x / hari 1x / hari
Warna Kuning kecoklatan kuning kecoklatan
Konsistensi Setengah padat setengah padat
Bau Khas feses khas feses
Cara Mandiri Mandiri
b. BAK
Frekuensi 2000 cc 1000 cc
Warna Kuning jernih Kuning gelap
Bau Khas urine Khas urine
Cara Mandiri Mandiri
3. Pola istirahat tidur
a. Tidur malam
Frekuensi 7-8 jam / hari 5-6 jam / hari
Kualitas Nyenyak Tidak nyenyak,
b. Tidur siang gelisah
Frekuensi 1-2 jam / hari 1-2 jam / hari
Kualitas Nyenyak Tidak nyenyak
4. Personal hygiene
Mandi 2x / hari 1x / hari
Gosok gigi 2x / hari 2x / hari
Ganti baju 2x / hari 1x / hari
Cara Mandiri Mandiri

5. Data Psikologis, Sosial dan Spiritual

a. Data psikologis

Klien tampak cemas dan lelah dg penyakitnya, klien terus menerus menanyakan
kemungkinan diagnosa penyakitnya, namun klien sekarang sedang merasa senang
karena anaknya yg tinggal diluar kota datang, dan membantu untuk memeriksakan
kesehatannya,

b. Data Sosial

Hubungan klien dengan tim kesehatan cukup kooperatif terhadap setiap tindakan
yang diberikan terbukti dengan klien dapat menerima kehadiran perawat saat
melakukan tindakan keperawatan dan dalam penyampaian informasi mengenai
keluhannya. Hubungan klien dengan keluarga juga baik, hal ini terbukti dengan
adanya anak yg dari luar kota untuk membantu pemeriksaan dirinya.

c. Data spiritual

klien beragama islam, meskipun sedang sakit klien selalu menjalankan shalat dan
selalu berdoa untuk kesembuhannya.

6. Data Penunjang

a. laboratorium
No Jenis pemeriksaan hasil Flag unit Normal
1 Cholesterol
2 Asa. Urat
3 Gula darah sewaktu 9/dl 12,0-16,0
4 EKG % 35-47
/mm3 3800-
/mm3 10.600
juta/mm3
3,5-5,5
u/L
u/L Sd31
mg/dL Sd31
mg/dL 15-50
0,5-0,9

b. Diagnosa Medis

Susp CHF + asma bronkial+hiperkolesterol

c. Therapy

Simvastatin 2x1 tablet

Digoksin 1x1 tablet

Salbutamol 2x1 tablet

Furosemid 1x1 tablet

7. Analisa Data

No Symptom Etiologi Problem


1. Ds: klien mengatakan Alergen masuk Gangguan
susah untuk bernafas, pemenuhan
Terjadi reaksi alergi kebutuhan
oksigen
Bronchospaasme sehubungan
Do:Klien tampak lemas dengan
Bunyi paru ronchi, Gangguan Pola nafas perubahan
wheezing, membrane
Pernafasan dangkal kapiler
30/menit dialveolus

2. Ds : klien mengeluh Kemampuan jantung memompa


nyeri dada darah ke seluruh tubuh berkurang
Do : bunyi jantung
irreguler Suplai O2 berkurang

Mempertahankan nafas dalam

Gangguan pemenuhan
kebutuhan O2

3 Ds : klien mengeluhkan kemampuan jantung memompa Gangguan


bbrp bagian tubuhnya darah ke seluruh tubuh berkurang perfusi jaringan
membengkak
Do : pitting oedema di penumpukan cairan ekstaselular
tungkai, dan oedema
periorbital Oedema

Gangguan perfusi jaringan


Intoleransi
4 Ds: Klien mengeluh Penurunan suplai O2 ke jaringan aktivitas
badan terasa lemah dan
cepat merasa lelah bila Menghambat metabolism
beraktivitas sehingga ATP menurun
Do : klien berjalan pelan,
8.
dibantu anaknya, sesekali Kelelahan dan penurunan kerja
Diagn
berhenti bicara untuk pernafasan
osa
menarik nafas
kepera
Aktivitas terbatas
watan

Intoleransi aktivitas a
.
Gangguan rasa Gangg
5 Ds: Klien sering bertanya Kurangnya pengetahuan tentang nyaman, cemas uan
kapan penyakitnya akan sakitnya pemen
sembuh. uhan
Do: wajah klien tampak Mekanisme coping tidak efektif kebutu
cemas han
Cemas oksige
Gangguan pola n
6 Ds:klien mengeluh tidak Gangguan pola tidur tidur sehub
nyenyak tidur akibat rasa ungan
nyeri. denga
Do:-tidur malam saat n pola
sakit 5x6jam/hari nafas
-tidur malam sebelum tidak
sakit 7x8jam/hari efektif
-saat sakit tak dapat yang
tidur siang di
tandai:

Ds:
Klien
menga
takan susah untuk bernafas.

Do: Klien tampak lemas

Bunyi paru ronchi.

Bunyi jantung irregular.

Pernafasan dangkal 30x/menit

b. Gangguan perfusi jaringan, ditandai dg adanya oedema periorbital dan pitting


oedema di tungkai

c. Intoleransi aktivitas sehari-hari sehubungan dengan penurunan suplai O2 ke


jaringan yang di tandai dengan:

Ds: klien mengeluh badan terasa lemas dan cepat lelah setelah beraktivitas.

Do: aktivitas sehari-hari di bantu

d. Gangguan rasa aman cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang


penyakitnya yang di tandai dengan:

Ds: Klien sering bertanya apakah penyakitnya akan sembuh

Do: Wajah klien tampak cemas.

e. Gangguan pola istirahat tidur sehubungan dengan adanya rasa sesak dan rasa
nyeri pada dada bagin kiri yang di tandai dengan:

Ds:Klien mengeluh tidak nyenyak tidur akibat rasa nyeri

Do:- Tidur malam saat sakit 5x6jam/hari

- Tidur malam sebelum sakit 7x8jam/hari


- Tidak dapat tidur siang semenjak sakit
INTERVENSI KEPERAWATAN

1. r pemenuhan kebutuhan oksigen bd pola nafas tidak adekuat akibat bronchospasme krn
proses alergi
Tujuan : Ketika kunjungan ulang kebutuhan oksigen terpenuhi
Kriteria hasil : - kebutuhan oksigen terpenuhi dlm 10 menit
- Bronchospasme hilang dalam waktu 2 jam
- Akral hangat
intervensi rasional
1. Ajarkan nafas dalam, 1. Dengan nafas dalam,
sampai rongga dada kemungkinan memberikan
mengembang sempurna, suplai oksigen sampai ke
darah besar
2. Ajarkan bernafas teratur 2. Nafas yg teratur memberikan
sampai bronchospasme kesempatan waktu untuk
teratasi pertukaran gas dalam alveoli

3. Kolaborasi pemberian 3. Bronchorelaksan memberikan


bronchorelaksan pengaruh relaksasi otot otot
bronchus, sehingga O2 dpt
masuk dg bebas, dan
kebutuhan oksigenasi
terpenuhi

2. Gangguan perfusi jaringan bd melemahnya fungsi pompa jantung, yang ditandai dengan
oedema periorbital dan pitting oedema tungkai
Tujuan : ketika kunjungan ulang 3 hari, ggn ferfusi jaringan terkontrol
Kriteria hasil : - oedema hilang atau berkurang
- Bunyi jantung terkontrol
- Nyeri dada berkurang

intervensi rasional
1. Kolaborasi pemberian furosemid, 1. Furosemid/diuresis dibutuhkan
diuresis untuk mengeluarkan cairan yg
tertimbun, shngg membantu kinerja
jantung
2. Berikan edukasi cara meminum 2. Pemberian informasi mengenai
obat, yaitu di pagi, karena jika waktu meminum obat dapat
diminum malam hari akan meminimalisir ggn akibat
mengganggu pola istirahat ketidaktahuan mengenai hal ini
3. Kolaborasi pemberia digitalis, 3. optimalDigitalis dibutuhkan untuk
untuk membantu meningkatkan meningkatkan performa pompa
performa pompa jantung jantung
4. Berikan edukasi waktu dan cara 4. Waktu yg teratur dalam meminum
meminum obat digitalis, yaitu obat sesuai dengan farmakokinetik
malam hari atau pagi hari, pada obat, akan memberikan efek kerja
jam yang sama obat yang optimal
5. Berikan informasi mengenai, cara 5. Pengetahuan mengenai cara kerja,
kerja obat, side efek dan reaksi side efek dan reaksi alergi, akan
alergi memberikan ketenangan pada
pasien, dan penanganan yg segera
jika terjadi reaksi alergi thd obat

3. Intoleransi aktivitas sehari-hari sehubungan dengan penurunan suplai O2 ke jaringan


Tujuan : klien dapat melakukan aktivitas yang produktif
Kriteria hasil : pada kunjungan berikutnya klien dapat menceritakan peningkatan
aktivitas yg dpt dilakukannya
intervensi Rasional
1. Ajarkan klien bernafas dalam, dan 1. Bernafas dalam dan teratur
teratur memberikan waktu untuk
pertukaran gas dalam alveolus
2. Buatkan list aktiitas yang dapat 2. List aktivitas membuat klien dapat
diakukan selama masa pengobatan tetap melakukan aktivitas optimal
sesuai kondisi
3. Ajarkan senam jantung sehat dg
3. Senam dg low impact
low impact
meningkatkan metabolisme sel

-
CATATAN PERKEMBANGAN
Nama : Tn.A
Umur : 52.tahun
Jenis kelamin : laki-laki
No Tanggal DP Catatan Perkembangan Pelaksana
1. 29/09/10 I S : Klien mengeluh sesak nafas Ns Intan
O : Klien tampak menarik nafas dalam Purnamasari
A : Gangguan pemenuhan kebutuhan O2
P : Menganjurkan klien u menarik nafas dalam,
kolaborasi pemberian bronchorelaksan
I : Mengobservasi TTV, Menganjurkan dan
mengajarkan cara bernafas dalam
E : Gangguan pemenuhan kebutuhan O2 teratasi
sebagian
R : Lanjutkan Intervensi

2. 29/09/10 II S : Klien sudah tidak mengeluh badannya tersa


lemas dan cepat lelah setelah beraktivitas
O : Aktivitas sehari-hari sudah tidak di bantu
A : Gangguan aktivitas sehari-hari
P : Berikan bantuan dalam aktivitas sehari-hari
Anjurkan klien agar selalu di dampingi
I : Mmberikan bantuan dalam aktivitas tertentu
Menganjurkan klien agar selalu di damping
E : KLien masih agak lemas, makan dan minum
sudah tidak di bantu.
R : Lanjutkan Inte
Toni Ahmad
3. 29/09/10 S : Klien tidak selalu bertanya tentang keadaannya Muttaqin
O : Klien tampak tenang, cemas sedikit berkurang
P : Jelaskan pada klien tentang keadaannya
Berikan motivasi pada klien
Anjurkan klien untuk selalu berdoa
I : Menjelaskan kepada klien tentang keadaan
penyakitnya
Memberikan motivasi kepada klien
Menganjurkan kepada klien untuk selalu berdoa
E : Gangguan rasa aman cemas terarah

Anda mungkin juga menyukai