Anda di halaman 1dari 3

Tugas EIO Study Case 2

Kasus:
Ada seorang pasien , seorang pria Asia berusia 78 y.o, dirawat di rumah sakit karena
retensi urin akut dan gagal jantung kongestif. Kateter Foley dimasukkan untuk mengurangi
retensi urin, dan pasien diletakkan di tempat istirahat. Kemudian saat putaran staf, perawat
sangat terkejut dan tertekan untuk menemukan pasien di kamarnya berjongkok di toilet
yang berusaha menggerakkan perutnya. Perawat itu memarahi pasien tersebut karena
bangun dari tempat tidur tanpa bantuan dan berjongkok di kursi toilet alih-alih duduk.
Pasien tinggal di rumah sakit semalam dan pulang ke rumah sekitar jam 5:00 malam.
Keesokan harinya dengan kateter Foley-nya masih berdiam diri. Dia dikirim pulang dengan
resep baru untuk furosemid dua kali sehari, digoksin sekali sehari, dan kalium sekali sehari.

Assesment:
1. Menilai apakah pasien mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, yang bisa saja
mengganggu faktor psikologis pasien, dan penjagaan kerahasian pasien.
2. Mencari kendala pasien seperti, menggunakan kateter, dimana kateter bukanlah barang
yang umum sehingga tidak semua orang memahami cara penggunaan serta cara
merawatnya, merupakan pasien dengan lanjut usia yang perlu diawasi dan didampingi
karena kecepatan dan ketepatan pemahaman seseorang pada usia lanjut mulai menurun.
3. Mencari tahu sejauh mana eduakasi yang didapat tentang maksud, tujuan, cara dan kapan
mengonsumsinya serta efek sampingnya dari pengobatannya yang diberikan.
4. Menilai dalam segi kultur Bahasa pasien, karna dari segi Bahasa dapat menghalagi
informasi tersampaikan.
5. Mengenal isu budaya dalam menyampaikan informasi dan edukasi pada keluarga pasien.

Planning:
Setting Goals :
1. Pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai, baik dari pihak medis maupun
anggota keluarga
2. Pasien dan keluarga memahami penggunaan dan perawatan kateter dan area genital
3. Pasien dan keluarga memahami penggunaan obat yang diresepkan agar penggunaan obat
tidak memperparah kondisi dan membantu proses diagnosa
4. Pasin dan keluarga memahami bagaimana dan kapan harus menghubungi bantuan medis
jika terjadi efek samping.
Building Bridges:
1. Diberikan edukasi yang lengkap, jelas, dan mudah dimengerti agar tidak ada kesalahan
informasi.
2. Edukasi diberikan kepada anggota keluarga terutama pada istrinya (karna mencegah
terjadinya isu budaya) dan pasien melakukan konseling dengan bahasa yang dapat
dimengerti pasien dan keluarga pasien.
Pasien dan anggota keluarga diedukasi masalah penggunaan kateter, cara mengganti
apabila kantong sudah penuh, cara menjaga sterilisasi kateter (utamanya yang dekat jalan
masuk ke dalam tubuh), dan larangan apa saja saat seorang pasien menggunakan kateter
serta , diberi edukasi bahwa saat pasien ingin buang
air kecil dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Sehingga tidak perlu ke kamar kecil
untuk buang air kecil, dan diatas tempat tidur pun bisa.
3. Penjelasan mengenai penggunaan furosemide dan digoxin, karena pasien telah lanjut usia
maka diberikan waktu pasti penggunaan agar pasien lebih mudah memahami waktu
minum obat dan tidak mudah lupa, namun sebelumnya diberitahukan baik kepada pasien
dan anggota keluarga bahwa waktu ini bukanlah suatu ketetapan. Penggunaan furosemid
dan digoxin minimal berjarak 1 jam, serta adanya efek samping furosemide yang
merupakan diuretik kuat yang menyebabkan seseorang berkeinginan untuk membuang
kelebihan cairan tubuhnya. (penggunaan furosemide dan digoxin hendaknya dilakukan
pengaturan dosis dan tes keamanan terlebih dahulu)
4. Diberikan penjelasan tentang kedisiplinan agar pasien patuh, serta diberikan penjelasan
agar pasien nyaman dengan penggunaan kateter dan pasien tidak mudah merasa bosan
dengan terapi kesehatan serta meningkatkan harapan sembuh pasien, dan penjelasan dan
edukasi yang diberikan hendaknya sabar dan pelan-pelan tapi jelas.
5. Hendaknya pasien dan keluarga diberikan penjelasan tentang pengontrolan agar pasien
dan keluarga mampu melakukan kontrol secara berkala, serta tahu kapan atau bagaimana
melaporkannya apabila ada keanehan fisik/gejala yang tidak berkurang.

Implementing:
Melaksankan apa yang telah direncanakan:

1. Pengambilan resep dilayani jika pasien menebus resep membawa atau diambilkan oleh
anggota keluarga yang lain dan diberikan edukasi yang lengkap, jelas, dan mudah
dimengerti agar tidak ada kesalahan informasi.
2. Saat pengambilan obat, anggota keluarga terutama pada istrinya (karna mencegah
terjadinya isu budaya) dan pasien melakukan konseling dengan bahasa yang dapat
dimengerti pasien dan keluarga pasien. Pasien dan anggota keluarga diedukasi masalah
penggunaan kateter, cara mengganti apabila kantong sudah penuh, cara menjaga
sterilisasi kateter (utamanya yang dekat jalan masuk ke dalam tubuh), dan larangan
apa saja saat seorang pasien menggunakan kateter serta , diberi edukasi bahwa saat
pasien ingin buang air kecil dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Sehingga tidak
perlu ke kamar kecil untuk buang air kecil, dan diatas tempat tidur pun bisa.
3. Pasien dan anggota keluarga dijelaskan mengenai penggunaan furosemide dan
digoxin, karena pasien telah lanjut usia maka diberikan waktu pasti penggunaan agar
pasien lebih mudah memahami waktu minum obat dan tidak mudah lupa,
namun sebelumnya diberitahukan baik kepada pasien dan anggota keluarga bahwa
waktu ini bukanlah suatu ketetapan. Penggunaan furosemid dan digoxin minimal
berjarak 1 jam, serta adanya efek samping furosemide yang merupakan diuretik kuat
yang menyebabkan seseorang berkeinginan untuk membuang kelebihan cairan
tubuhnya. (penggunaan furosemide dan digoxin hendaknya dilakukan pengaturan
dosis dan tes keamanan terlebih dahulu)
4. Anggota keluarga diminta untuk selalu mengawasi dan menjaga pasien.
5. Diberikan penjelasan tentang kedisiplinan agar pasien patuh, serta diberikan
penjelasan agar pasien nyaman dengan penggunaan kateter dan pasien tidak mudah
merasa bosan dengan terapi kesehatan serta meningkatkan harapan sembuh pasien, dan
penjelasan dan edukasi yang diberikan hendaknya sabar dan pelan-pelan tapi jelas.
6. Menggunakan media dalam memberikan informasi kepada pasien dan keluarga,
seperti catatan khusus pada bungkus obat atau catatan khusus yang perlu diperhatikan,
alat peraga, dan diberikan garis besarnya.
7. Pasien dan keluarga diberikan penjelasan tentang pengontrolan agar pasien dan
keluarga mampu melakukan kontrol secara berkala, serta tahu kapan atau bagaimana
melaporkannya apabila ada keanehan fisik/gejala yang tidak berkurang.

Documenting:
Mencatat dan melengkapi rekam medis selama edukasi, memastikan kepada pasien apakah
sudah paham dengan edukasi yang diberikan, membantu pasien dalam membuat jadwal
dan aturan selama pengobatan yang nantinya akan dilaporkan setiap berkunjung kembali
sehingga tahu progress pasien, dengan begitu dokumentasi pasien yang dimiliki lengkap
sehingga dapat digunakan untuk pengobatan selanjutnya

Pratiwi Saputri 15/379368/FA/10457


Addina Millati A 15/380105/FA/10466
Prida asmarani 15/380108/FA/10469
Rizqi dinni fauzia 15/380985/FA/10478