Anda di halaman 1dari 12

Standar Kompetensi :

2. Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme

Kompetensi Dasar :
2.1 Mendeskripsikan fungsi enzim dalam proses metabolisme
2.2 Mendeskripsikan proses katabolisme dan anabolisme karbohidrat

Indikator
Mendefinisikan pengertian metabolisme
Mendeskripsikan struktur enzim
Menguji kerja enzim dengan enzim
Menyimpulkan prinsip kerja enzim
Menguji reaksi respirasi dengan eksperimen
Mendeskripsikan tahap-tahap reaksi respirasi
Membandingkan respirasi aerob dan anerob berdasarkan ATP yang dihasilkan
Menguji proses fotosintesis dengan eksperimen Mendeskripsikan tahap-tahap reaksi
fotosintesis

PENGERTIAN METABOLISME

Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup, mulai
makhluk hidup bersel satu hingga yang memiliki susunan tubuh kompleks seperti manusia.
Dalam hal ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya
untuk mempertahankan hidupnya.

Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) senyawa atau
komponen dalam sel hidup. Semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim.

Proses metabolisme yang terjadi didalam sel merupakan aktivitas yang sangat terkoordinasi,
melibatkan kerjasama berbagai system enzim yang mengkatalis reaksi-reaksi secara bertahap dan
memerlukan pengaturan metabolic untuk mengendalikan mekanisme reaksinya.

ENZIM

Menurut Kuhne (1878), enzim berasal dari kata in + zyme yang berarti sesuatu dalam ragi.
Menurut Mayrback (1952), enzim adalah senyawa protein yang dapat mengatalisi reaksi-reaksi
kimia dalam sel da jaringan mahluk hidup. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa
ENZIM adalah biokatalisator, yang artinya senyawa organik berupa protein bermolekul besar
yang dapat mempercepat jalannya reaksi-reaksi metabolisme tanpa mengalami perubahan
struktur kimia.
Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup,
tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi.

Secara internasional enzim dikelompokkan menjadi 6 kelas yaitu :

1. Oksidoreduktase : enzim yang berperan dalam pemindahan electron (redoks).


2. Transterase : enzim yang berperan dalam pemindahan gugus fungsionil.
3. Hidrolase : enzim yang membantu dalam proses hidrolisis (pemindahan gugus fungsional
ke air).
4. Liase : enzim yang berperan dalam penambahan gugus pada ikatan ganda atau
sebaliknya.
5. Isomerase : enzim yang berperan dalam reaksi pemindahan dalam molekul menghasilkan
bentuk isomer.
6. Ligase : emzim yang membantu dalam reaksi pembentukan ikatan C-C, C-S, C-O, dan
C-Noleh reaksi kondensasi yang berkaitan dengan Penguraian ATP. (Thenawijaya: 1988)

1. Komponen Enzim

Enzim merupakan senyawa organik berupa protein yang berfungsi sebagai katalis dalam
metabolisme tubuh, sehingga disebut juga biokatalisator.

Komponen penyusun enzim terdiri dari :

1. Apoenzim, yaitu bagian enzim aktif yang tersusun atas protein yang bersifat labil (mudah
berubah) terhadap faktor lingkungan, dan
2. Kofaktor,yaitu komponen non protein yang berupa :
a. Ion-ion anorganik (aktivator)
Berupa logam yang berikatan lemah dengan enzim, Fe, Ca, Mn, Zn, K, Co. Ion
klorida, ion kalsium merupakan contoh ion anorganik yang membantu enzim
amilase mencerna karbohidrat (amilum)
b. Gugus prostetik
Berupa senyawa organik yang berikatan kuat dengan enzim, FAD (Flavin Adenin
Dinucleotide), biotin, dan heme merupakan gugus prostetik yang mengandung zat
besi berperan memberi kekuatan ekstra pada enzim terutama katalase, peroksidae,
sitokrom oksidase.

Koenzim Berupa molekul organik non protein kompleks, seperti NAD


(Nicotineamide Adenine Dinucleotide), koenzim-A, ATP, dan vitamin yang
berperan dalam memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dari satu enzim
ke enzim lain.
Holoenzim.Enzim yang terikat dengan kofaktor disebut
2. Sifat Enzim

Enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut:

1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.


2. Thermolabil; mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60 C, karenaenzim tersusun dari
protein yang mempunyai sifat thermolabil.
3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinyasangat cepat dan dapat
digunakan berulang-ulang.
5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim), contoh
ektoenzim: amilase,maltase.
6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang
mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, mengkatalisis pembentukan dan
penguraian lemak.
lipase
Lemak + H2O <==============> Asam lemak + Gliserol

7. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif (permukaan
tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu.
8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang
disebut kofaktor.

3. Cara Kerja Enzim

Salah satu ciri khas enzim yaitu bekerja secara spesifik. Artinya, enzim hanya dapat bekerja pada
substrat tertentu. Bagaimana cara kerja enzim? Beberapa teori berikut menjelaskan tentang cara
kerja enzim.

a. Lock and Key Theory (Teori Gembok dan Kunci)

Teori ini dikemukakan oleh Fischer (1898). Enzim di-umpamakan sebagai gembok yang
mempunyai bagian kecil dan dapat mengikat substrat. Bagian enzim yang dapat berikatan
dengan substrat disebut sisi aktif. Substrat diumpamakan kunci yang dapat berikatan dengan sisi
aktif enzim. Perhatikan animasi berikut.

b. Induced Fit Theory (Teori Ketepatan Induksi)

Sisi aktif enzim bersifat fleksibel sehingga dapat berubah bentuk menyesuaikan bentuk substrat.
Perhatikan animasi berikut :

4. Faktor faktor yang mempengaruhi kerja

Aktivitas enzim ternyata dipengaruhi banyak faktor. Faktor-faktor tersebut menentukan afektivitas kerja
suatu enzim. Apabila factor tersebut berada dalam kondisi yang optimum, maka kerja enzim juga akan
maksimal.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim :

1. Suhu (temperature)
Oleh karena reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh suhu, maka reaksi yang menggunakan
katalis enzim dapat dipengaruhi oleh suhu. Pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung
lambat, sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat.
Disamping itu, karena enzim itu adalah suatu protein, maka kenaikan suhu dapat
menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi proses denaturasi, maka
bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif enzim
menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan menurun. Kenaikan suhu sebelum
terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan kecepatan reaksi.

2. Derajat keasaman (pH)


Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim,
sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. Setiap enzim dapat
bekerja baik pada pH optimum, masing-masing enzim memiliki pH optimum yang
berbeda. Sebagai contoh : enzim amilase bekerja baik pada pH 7,5 (agak basa),
sedangkan pepsin bekerja baik pada pH 2 (asam kuat/sangat asam)

3. Konsentrasi enzim
Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi enzim, makin besar konsentrasi enzim
makin tinggi pula kecepatan reaksi, dengan kata lain konsentrasi enzim berbanding lurus
dengan kecepatan reaksi.

4. Konsentrasi substrat
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka
pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi.
Peningkatan konsentransi substrat dapat meningkatkan kecepatan reaksi bila jumlah
enzim tetap. Namun pada saat sisi aktif semua enzim berikatan dengan substrat,
penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim selanjutnya
5. Aktifator dan inhibitor

Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya,
misalnya ion klorida yang bekerja pada enzim amilase. Inhibitor merupakan suatu molekul yang
menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor akan berikatan dengan enzim
membentuk kompleks enzim-inhibitor.
Ada 2 jenis inhibitor, yaitu :
- Inhibitor kompetitif
Molekul penghambat yang strukturnya mirip substrat, sehingga molekul tersebut berkompetisi
dengan substrat untuk bergabung pada sisi aktif enzim. Contoh : sianida bersaing dengan oksigen
untuk mendapatkan Hemoglobin pada rantai akhir respirasi. Inhibitor kompetititf dapat diatasi
dengan penambahan konsentrasi substrat.
- Inhibitor nonkompetitif
Molekul penghambat yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada bagian bukan sisi aktif
enzim. Inhibitor ini menyebabkan sisi aktif berubah sehingga tidak dapat berikatan dengan
substrat. Inhibitor nonkompetitif tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat.
6. Waktu
Waktu kontak/reaksi antar enzim dan substrat menentukan efektivitas kerja enzim. Semakin lama
waktu reaksi maka kerja enzim juga akan semakin optimum.(Pradhana.2008)
7. Konsentrasi ion Hidrogen
Kecepatan dari hampir semua reaksi enzim yang terkatalisis menunjukkan ketergantungan yang
signifikan dari konsentrasi ion hydrogen. Kebanyakan enzim intraseluler menunjukkan aktivitas
optimal pada nilai pH 5 dan 9. Hubungan dari aktivitas konsentrasi ion H menunjukkan
keseimbangan antara denaturasi enzim pada pH yang tinggi dan rendah serta efek pada enzim,
substrat, atau keduanya.(aurel.2010)
8. Ion logam
Ion-ion logam, yang menjalankan peranan katalitik dan structural pada lebih seperempat dari
semua enzim yang dikenal dapat pula mengisi peranan pengatur, khususnya bagi reaksi dimana
ATP merupakan substrat. Kalau kompleks ATP ion logam tersebut merupakan substrat, aktifitas
maksimal secara khas akan terlihat pada rasio molar ATP terhadap logam di sekitar satu.
Kelebihan logam atau kelebihan ATP merupakan hambatan karena senyawa-senyawa nukleosida
di dan trifosfat membentuk kompleks yang stabil dengan kation-kation dwi-valensi, konsentrasi
intraseluler nukleotida dapat mempengaruhi konsentrasi intraseluler ion-ion logam bebas dan
dengan demikian mempengaruhi pula aktivitas enzim-enzim tertentu.(aurel.2010)

KATABOLISME
Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang
mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih
rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang
terkandung di dalam senyawa sumber. Energi yang lepas tersebut digunakan untuk
membentuk adenosin trifosfat (ATP), yang merupakan sumber energi untuk seluruh
aktivitas kehidupan. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen
(aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob)
disebut fermentasi.

Contoh katabolisme :

a. Respirasi aerob (respirasi dengan menggunakan O2)

Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:

C6H1206 + 6 02 > 6 H2O + 6 CO2 + Energi


(glukosa)

Ada empat langkah dalam proses respirasi

1. Glikolisis : Proses pengubahan atom C6 menjadi C3


2. Dekarboksilasi Oksidatif (reaksi antara) : Proses pengubahan atom C3 menjadi C2
3. Siklus Krebs : Proses pengubahan atom C2 menjadi C1
4. Transfer Elektron : Proses pengepakan energi.

1. Glikolisis

Berlangsung di sitoplasma,
Dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob,
Terdapat kegiatan enzimatis dan ATP (Adenosin Trifosfat) serta ADP
(Adenosin Difosfat)
ADP dan ATP berperan dalam pemindahan fosfat dari molekul satu ke molekul
lain

Perhatikan skema proses glikolisis di bawah ini :


Ada empat langkah dalam proses respirasi

dari skema diatas dapat dilihat, hasil akhir dari Glikolisis adalah (1 molekul glukosa)
:

2 molekul Asam Piruvat


2 molekul NADH
2 molekul ATP

2. Dekarboksilasi Oksidatif (siklus antara)


yaitu pengubahan Asam Piruvat (3antom C) menjadi Asetil Ko.A (2 atom C)
Perhatikan skema proses di bawah ini :

Hasil Dekarboksilasi Oksidatif adalah (2 molekul Asam Piruvat)

2 molekul Asetil Ko.a


2 molekul NADH
2 molekul CO2
3. Siklus Kreb

terjadi pengubahan Asetil KoA ( 2 atom C) menjadi CO2 (1 atom C)


berlangsung dalam matriks mitokondria
terjadi secara aerob

Perhatikan Sekma Siklus Kreb dibawah ini :

Hasil akhir siklus kreb

6 molekul NADH
2 molekul FADH
2 molekul ATP
4 molekul CO2

4. Tranfer Elektron

Terjadi pada membran dalam mitokondria


Hidrogen (dari proses sebelumnya) yang tergabung dalam NADH dan FADH2
akan diubah menjadi elektron dan proton serta mengjasilkan ATP, dimana :
1 molekul NADH akan diubah menjadi 3 ATP
1 molekul FADH2 akan diubah menjadi 2 ATP
Oksigen adalah akseptor elektrok yang terakhir. Setelah menerima elektron, O2
akan berikatan dengan H+ membentuk H2O

Hasil total yang di hasilkan pada proses respirasi aerob adalah

b. Respirasi an aerob
Pada kebanyakan tumbuhan den hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi
aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat pada sesuatu hal,
maka hewan dan tumbuhan tersebut melangsungkan proses fermentasi yaitu proses
pembebasan energi tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah respirasi anaerob.
Dari hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat/asam susu dan
fermentasi alkohol.

1. Fermentasi Asam Laktat


Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat.
Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam kondisi anaerob.

Prosesnya :
Glukosa asam piruvat (proses Glikolisis).

C6H12O6 ------------------------> 2 C2H3OCOOH + Energi


Dehidrogenasi asam piruvat akan terbentuk asam laktat.
2 C2H3OCOOH + 2 NADH2 2 C2H5OCOOH + 2 NAD
piruvat dehidrogenasa

Energi yang terbentuk dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat :


8 ATP 2 NADH2 = 8 - 2(3 ATP) = 2 ATP.

Reaksinya sering ditulis : C6H12O6 > 2 C2H5OCOOH + Energi


2. Fermentasi Alkohol
Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat
diubah menjadi asam asetat + CO2 selanjutnya asam asetat diabah menjadi alcohol
Reaksinya :
Gula (C6H12O6) > asam piruvat (glikolisis)
Dekarboksilasi asam piruvat.
Asam piruvat -----------------------> asetaldehid + CO2.
piruvat dekarboksilase (CH3CHO)
3.Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol (etanol).
2 CH3CHO + 2 NADH -------------------> 2 C2HsOH + 2 NAD.
alkohol dehidrogenase

Ringkasan reaksi :
C6H12O6 > 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + Energi
Perbedaan fermentasi asam laktat dan fermentasi alkohol
No Ditinjau dari Fermentasi asam laktat Fermentasi alkohol
1 Pelaku Mikroorganisme anaerobic Mikroorganisme
dari kelompok bakteri anaerobic dari
asam laktat, sel-sel golongan khamir /
tertentu pada organisme yeast
2 Proses yang terjadi piruvat direduksi langsung piruvat diubah
oleh NADH untuk menjadi etanol dalam
membentuk laktat sebagai dua langkah.
produk limbahnya, tanpa Langkah pertama
melepaskan CO2. Pada sel menghidrolisis
otot manusia, fermentasi piruvat dengan
asam laktat dilakukan molekul air sehingga
apabila suplay oksigen melepaskan
tubuh kurang. karbondioksida dari
piruvat dan
mengubahnya
menjadi asetaldehida
berkarbon dua.
Dalam langkah
kedua, asetaldehida
direduksi oleh
NADH menjadi
etanol sehingga
meregenerasi
pasokan NAD+ yang
dibutuhkan untuk
glikolisis.
3 Hasil Asam laktat Etanol / alkohol
4 Pemanfaatan oleh membuat keju dan yogurt pembuatan bir dan
manusia anggur

ANABOLISME
Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa
kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan.
Anabolisme memerlukan energi.
Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa
kompleks, nama lain dari anabolime adalah sintesis atau penyusunan.

FOTOSINTESIS

Salah satu peristiwa anabolisme adalah fotosintesis. Fotosintesis yang biasa kita kenal
hanyalah sebatas proses: 6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2

Komponen-komponen penting Fotosintesis :

Komponen yang mutlak diperlukan dalam proses fotosintesis adalah bahan baku (CO2
dan H2O), energi berupa cahaya, pigmen, molekul carrier enzim dan suhu yang tepat.
Jika salah satu dari komponen tersebut tidak ada, fotosintesis tidak dapat berlangsung,
sehingga komponen tersebut disebut komponen esensial.

a). Bahan Baku


CO2 dari udara masuk melalui stomata ke dalam jaringan spons daun dan segera
dipergunakan untuk proses fotosintesis. Air (H2O) merupakan bahan baku lain yang
diperoleh dari lingkungan. Pada tumbuhan tinggi, H2O diabsorbsi oleh akar dan
diangkut ke daun melalui berbagai sel dan jaringan.

b). Cahaya
Energi yang dipergunakan dalam fotosintesis adalah energi cahaya. Dari berbagai
penelitian diketahui bahwa energi dari cahaya matahari yang dipergunakan untuk
fotosintesis hanya 2% saja. Selebihnya dipantulkan, ditransmisikan atau diabsorbsi
senagai panas.
Panjang gelombang dari berbagai spektrum sinar matahari tidak sama. Makin
besar panjang gelombang, makin kecil energi yang dikandungnya. Gelombang cahaya
dari yang terpanjang hingga terpendek adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila
dan ungu. Dalam berbagai percobaan yang menggunakan obyek Chlorella, ternyata
spektrum cahaya yang palig banyak diserap klorofil untuk proses fotosintesis adalah
spektrum merah dan biru ungu (nila).

c). Pigmen
Dengan adanya sistem pigmen, tumbuhan hijau dapat mengabsorbsi energi cahaya
dan menggunakan cahaya ini untuk menghasilkan gula. Klorofil merupakan pigmen
terpenting dari tumbuhan yang melakukan fotosintesis
Ada bermacam-macam klorofil, yaitu klorofil a, b, c dan e. Klorofil a dan b
terdapat pada kloroplas tumbuhan tinggi, sedangkan klorofil yang lain terdapat pada
jenis alga tertentu.

d). Suhu
Aktivitas fotosintesis dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Fotosintesis umumnya
berlangsung pada suhu antara 5 40o C. Kecepatan fotosintesis bertambah sampai
maksimal pada suhu 35o C dan setelah itu kecepatannya turun tajam. Penurunan ini
dimungkinkan karena enzim menjadi kurang aktif.

e). Molekul Carrier dan Enzim


Pada kloroplas, selain dari pigmen terdapat pula berbagai molekul carrier yang
berfungsi dalam transfer atom hidrogen, elektron dan transfer energi. Selain itu, pada
kloroplas pun terdapat bermacam-macam enzim untuk reaksi kimia fotosintesis.

TAHAP FOTOSINTESIS
Ada dua tahap pada fotosintesis, yaitu

Reaksi terang adalah reaksi yang terjadi pada bagian grana (kumpulan tilakoid)
tumbuhan dan sering disebut juga sebagai reaksi Hill.
Reaksi gelap adalah reaksi yang terjadi pada bagian stroma tumbuhan dan seing
disebut juga sebagai reaksi Calvin-benson.

1. Reaksi Terang
Proses dari reaksi terang adalah pusat fotosintesis. Pusat reaksi tersusun atas molekul
klorofil yang dikelilingi oleh molekul lain yang mampu menerima elektron. Pusat
reaksi terang disebut fotosistem yang terdiri atas kompleks protein, klorofil, dan
pigmen lain yang menyerap cahaya. Fotosistem ini terdapat di membran tilakoid. Pada
tumbuhan dan alga terdapat dua pusat reaksi yang bekerja secara teratur. Pusat reaksi
ini ditemukan karena memiliki penyerapan panjang gelombang cahaya yang berbeda.
Fotosistem I memiliki penyerapan cahaya maksimum 700 nm, karena pada fotosistem
I terdapat pigmen yang dapat menyerap panjang gelombang maksimum 700 nm
(p700). Fotosistem II memiliki penyerapan cahaya maksimum 680 nm dengan pigmen
yang dapat menyerap panjang gelombang maksimum 680 nm (p680). Meskipun
fotosistem I ditemukan lebih dahulu, reaksi transfer elektron berawal dari fotosistem
II. Elektron bergerak dari fotosistem II ke fotosistem I. Ketika cahaya matahari (foton)
mengenai fososistem II, akan menyebabkan elektronnya tereksitasi (keluar). Elektron
ini akan digantikan oleh elektron hasil hidrolisis dari molekul air. Peristiwa
pemecahan molekul air pada fotosintesis ini disebut fotolisis.

H2O 2H+ + O2 + 2e-

2H2O 4H+ + O2 + 4e-

Dapat Anda lihat bahwa fotolisis menyediakan elektron (e). Selain itu juga, proses
ini menghasilkan oksigen (O2) dan pasangan proton bebas (H+) di dalam tilakoid.
Pada reaksi inilah sumber oksigen di bumi dihasilkan. Reaksi terang dibagi menjadi 2
tahapan yaitu:
a. Fotofosforilasi siklik
Berlangsung di fotosistem I, di fotosistem I terdapat klorofil a yang peka terhadap
panjang gelombang 700 nm sehingga disebut p700. Cahaya yang mengenai klorofil
akan menyebabkan klorofil teraktifasi sehingga melepaskan elektronnya. Elektron
yang dilepaskan oleh klorofil ini akan ditransfer dari satu enzim ke enzim yang lain,
dan sebagian dari energinya akan diserap oleh ADP untuk mengikat phospat sehingga
terbentuk ATP.
b. Fotofosforilasi nonsiklik
Fotosistem I yang terkena cahaya matahari akan melepaskan elektronnya yang
kemudian elektron ini akan segera mengikuti rantai transfer elektron. Sebagian energi
yang ada pada reaksi transfer elektron ini digunakan untuk membentuk ATP dari
ADP. Bersamaan dengan peristiwa ini terjadi penguraian molekul air menjadi O2, ion
hidrogen dan elektron, NADP akan mengambil elektron yang berasal dari fotosistem I
untuk mengikat ion hidrogen sehingga terbentuk NADPH. Fotosistem I yang telah
kehilangan elektronnya akan segera menyedot elektron dari fotosistem II (p680) yang
terkena cahaya. Fotosistem II yang kekurangan elektron akan segera mengambil
elektron yang dihasilkan oleh penguraian air. ATP dan NADPH yang dihasilkan pada
reaksi terang ini akan dimanfaatkan untuk membentuk glukosa pada reaksi gelap,
sedangkan O2 yang dihasilkan akan segera dikeluarkan sebagai hasil samping
fotosintesis.

Penelitian tentang Fotosintesis


Beberapa percobaan yang dilakukan untuk mengetahui hasil-hasil yang diperoleh dari
fotosintesis, antara lain

a). Percobaan Ingenhousz


Obyek yang digunakan adalah tumbuhan Hydrilla verticillata. Hasil dari
percobaannya disimpulkan bahwa fotosintesis menghasilkan gas, yang ternyata adalah
oksigen.

b). Percobaan Engelmann


Obyek yang digunakan adalah ganggang Spirogyra dan bakteri thermo. Di bawah
mikroskop terlihat bakteri thermo berkumpul pada bagian kloroplas yang terkena
cahaya matahari (B) akibat banyaknya oksigen di daerah ini. Kesimpulan yang dapat
ditarik oleh Engelmann, yaitu bahwa fotosintesis membebaskan gas oksigen dan
kloroplast yang bertanggung jawab terhadap produksi oksigentersebut.
c). Percobaan Sacchs
Dalam percobaan ini, Sacchs membuktikan bahwa fotosintesis memerlukan cahaya,
berlangsung pada bagian yang berklorofil, sedang hasil akhir dari fotosintesis adalah
zat tepung (amylum). Percobaan ini didasari atas pengertian bahwa amylum, jika
bereaksi dengan iodium akan berwarna biru. Pada bagian daun yang ditutup dengan
kertas timah (tidak kena cahaya) tidak berwarna biru, berarti di daerah tersebut tidak
berlangsug fotosintesis.