Anda di halaman 1dari 7

EVALUASI KINERJA WATER INJECTION PADA

LAPANGAN X
CNOOC SES Ltd.
Ardian Husaini, A.Md
ardianreg@gmail.com

Abstrak
Water injection digunakan dalam secondary oil recovery untuk meningkatkan tekanan
reservoir agar kondisi reservoir dapat optimal untuk memproduksikan minyak. Tujuan
utamanya yaitu untuk memaksimalkan produksi minyak dengan produksi air yang minimal.
Secara dinamis aliran yang bercampur itu diatur tergantung komposisi batuan dan kondisi
reservoir, water injection biasanya dapat bekerja secara optimal di satu layer reservoir.
Lapangan X beroperasi sejak tahun 1997 dan hanya dapat mempertahankan produksi yang
ekonomis pada tahun 2000, maka di tahun 2000 dilakukan injeksi air dengan tujuan
meningkatkan jumlah produksi. Dari perhitungan efisiensi recovery factor menggunakan
metode Buckley Leverette sebesar 25,83% tetapi dalam kenyataannya hanya mendapatkan
sekitar 16,4 % dari hasil korelasi grafik dengan data lapangan yang ada.

Latar Belakang
Sejak 1995 hingga 2000, Lapangan 3. Breakthrough sampai after
X diproduksikan melalui 6 sumur produksi breaktrough.
dan daya dorong alamiahnya adalah
depletion gas sehingga menyebabkan Tahapan Kondisi Awal Hingga Fill-up
tekanan reservoir turun dengan drastis.
Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan 1. Menentukan jumlah injeksi air (iw)
studi kelayakan dalam meningkatkan dengan menggunakan persamaan pada
faktor perolehan hidrokarbon di lapangan pola, dalam penelitian ini menggunakan
X dengan injeksi air. pola direct line drive. Jika pola yang
Injeksi air di lapangan X dimulai dimodelkan terdiri dari lapisan - lapisan
tahun 2000 dengan laju injeksi 7903 maka, hitung permeabilitas rata-rata
bbl/day dengan 4 sumur injektor. Dalam untuk sistem tersebut.
memantau dan peningkatan efisiensi secara
iw= 0,001538 k kro h P
berkala.
a d
Dasar Teori o log 0,682 0,902
rw a

Prediksi Perilaku Waterflooding dengan Dimana :


Buckley Leverette P = Perbedaan tekanan antara tekanan
sumur injektor dan tekanan sumur
Tahapan mekanisme prediksi produksi (lebih besar dari tekanan
perilaku injeksi air dengan Buckley reservoir initial), psi
Leverette dapat dibagi tiga kelompok h = ketebalan,ft
perhitungan, ketiganya tersebut adalah : a = Jarak injector to injector, ft
d = Jarak injector to producer, ft
1. Dari awal sampai fill-up. rw = radius well, ft
2. Fill-up sampai breakthrough.
2. Menentukan volume pori dan jumlah Vfu = Vp (1-EAbt )(Sgi -Sgru )
minyak mula-mula di tempat (OOIP)
7. Menentukan waktu sampai fill-up.
Vp = 7758 (A)(h)() Wif
tf =
Vp x Soi iw
OOIP =
Bo
Tahapan Fill-up Hingga Breakthrough
3. Menentukan fraksi aliran dan plot kurva
fraksi aliran 1. Menentukan jumlah air injeksi hingga
breakthrough, yang mana dapat
1,127 x10 3. A.K o pc dihitung dengan menggunakan satu atau
fw = 1
Qt o L 0.433. sin dua persamaan, persamaan tersebut
w.ko adalah :
1
o.kw
Asumsi bahwa minyak yang
didesak mengisi volume gas pada
Menentukan saturasi di front, Swf bagian yang belum tersapu.
dengan mengambil kemiringan dari
saturasi mula-mula, Swi pada kurva Wibt = VpEAbt (SWbt - Swi )
fraksi aliran dan tentukan juga fraksi
aliran pada front, fwf dan saturasi rata- Asumsikan bahwa cairan injeksi yang
rata di belakang front pada saat mengisi volume gas yang belum
breakthrough. Persamaan di bawah ini tersapu.
dapat digunakan :
f wf 0,00 Wibt = VpEAbt (SWbt - Swi )+Vfu
fwbt =
S wf S wi
2. Menentukan jumlah air injeksi dari fill-
Swbt = 1 S wi

f wbt up hingga breakthrough.

4. Menentukan perkiraan efisiensi area Wibt = Wibt Wif


saat breakthrough
3. Menentukan pertambahan waktu dari
fill-up hingga breakthrough.
5. Menentukan banyaknya jumlah air yang
Wibt
diinjeksikan guna mengisi saturasi gas ttb
pada daerah penyapuan dan daerah iw
yang belum tersapu dengan air atau
minyak. Persamaan di bawah ini dapat 4. Menentukan produksi kumulatif
digunakan : minyak.
Asumsikan bahwa minyak yang belum

Wif = Vp EAbtSgi Sgrs 1 EAbt Sgi Sgru terdesak mengisi
daerah yang belum
volume gas pada
tersapu.
Dimana : Wibt , stb
EAbt = Daerah efisiensi penyapuan pada N pbt
Bo
saat breakthrough.
Sgrs = Saturasi gas tersisa pada daerah Asumsikan bahwa fluida air yang
penyapuan (Asumsi).
mengisi volume gas pada daerah yang
Sgru = Saturasi gas tersisa pada daerah belum tersapu.
yang belum tersapu (Asumsi).
Wibt Vfu
6. Menentukan volume daerah yang tidak Npbt , stb
tersapu saat fill-up. Bo
5. Menentukan perolehan minyak saat 3. Menentukan peningkatan jumlah
breakthrough. injeksi air setelah breakthrough
menggunakan persamaan :
Npbt
Recbt =
OOIP Qin Qin Qin 1

6. Model ini mengasumsikan aliran (Vp Qin )


tn
incomprecible karena laju injeksi iw
mempengaruhi laju produksi minyak.
Untuk menghitung laju alir minyak di 4. Menentukan saturasi air rata-rata
permukaan, ubah laju injeksi (RB/D) setelah breakthrough.
ke kondisi permukaan (STB/D) dan
dapat dihitung laju minyak di S wn Swn Qin 1 fwn
permukaan dari fill-up sampai
breakthrough. 5. Menentukan produksi kumulatif
minyak dengan menggunakan satu
iw atau dua persamaan, persamaannya
qo = iw adalah :
Bo
Asumsikan bahwa minyak yang
Tahapan Breakthrough Hingga After mengisi volume gas pada daerah yang
Breakthrough belum tersapu.
Npn
Vp.E S 1 S
Abt oi wn
Sgrs Vfu
1. Membagi range saturasi (dari saturasi Bo
front pada saat breakthrough sampai
100 % mengisi air ) menjadi Asumsikan bahwa cairan air mengisi
kenaikkan saturasi. Hal ini mewakili volume gas pada daerah yang belum
kenaikkan saturasi pada sumur tersapu.
produksi.
Sw
( Sw max Swf )
Npn =
Vp.E S 1 S
Abt oi wn Sgrs
N Bo

N adalah Jumlah kenaikan saturasi yang 6. Menghitung jumlah minyak yang


diinginkan dan N digunakan sebagai dapat diambil dengan persamaan :
indeks setiap langkah (step).
Npn
Sw1 = Swbt + Sw RECn =
SwN = SwN-1 + Sw OOIP

2. Menentukan harga kurva fraksi aliran 7. Menentukan laju produksi air,


(fwn), penurunan dari fraksi aliran produksi minyak dan WOR,
(fwn), dan volume pori dari cairan menggunakan persamaan :
yang diinjeksikan (Q in ), untuk ( Npn Npn1 )
qon = , bbl/D
perhitungan after breakthrough t n
menghasilkan nilai dari tiap saturasi iwBw qonBo
air. qwn = , bbl/D
Bw
1 q wn
Qin EAbt
f wn
WORsn =
q on
Studi Kasus Data-data sifat fisik reservoir fluids :
Bw = 1,02 RB/STB
Dalam penentuan efisiensi kinerja Bo = 1,09 RB/STB
dari lapangan X didapat data recovery Viskositas minyak = 4,2 cp
factor kurang lebih sebesar 16,4 % dan Viskositas air = 1,012 cp
untuk mengetahui kinerja water injection
suatu lapangan secara optimal dilakukan Data-data operasional :
evaluasi menggunakan metode Arps dan P = 1120 psi
Bukley leverette. EA = 6%

Data Perhitungan Menghitung Water Injection Rate


Data-data reservoir dan sifat fisik batuan dengan data yang tersedia
reservoir :
(A) = 1079 acre 0,001538 k krf h P
iw =
(h) = 14,59 ft a d
f log 0,682 0,902
() = 27,9 % rw a
(Sgi) = 10,2 %
(Swi) = 10,2 % Hasil Lapangan X = 6113,884 bwpd
(Kavg) = 3500 mD
Sor = 34 % Menggunakan perhitungan Buckley
Krw @ Sor = 0,286 Leverette yang ditunjukan sebelum
Sgru (asumsi) = 7% menghitung performance pada tiga
Sgrs (asumsi) = 0% tahapan pendesakan.
EA bt = 0,600 a. Tahapan 1 Dari awal sampai fill-up
pada gas bebas mula-mula
Data hubungan antara distribusi saturasi
air (Sw) terhadap permeabilitas minyak 1. Menghitung water injection rate
dan air ( K ro dan K rw ) pada Tabel 1.1 :
iw = 6113,884 bwpd
Tabel 1.1 Data Lapangan X Sw , Kro dan Krw
Sw Krw Kro 2. Menghitung volume pori dan
minyak di tempat (OIP / Vp)
0,102 0 1
0,218 0,052 0,490 Vp = 7758 (A)(h)( )
0,237 0,059 0,419 Vp = 7758 (1079)(14,59)(0,279)
0,268 0,069 0,344 = 34074595,98 STB
0,339 0,102 0,213
0,379 0,120 0,157 3. Menghitung jumlah minyak mula-
mula di tempat (OOIP)
0,447 0,158 0,086
4.
0,502 0,185 0,046 Vp x Soi
0,539 0,209 0,028 OOIP =
Bo
0,585 0,241 0,012 Hasil Lapangan X= 27,200,837 Bbl
0,600 0,249 0,008
0,635 0,271 0,002 5. Menentukan kurva fraksi aliran,
tabulasi dan plot
0,660 0,286 0
1
fw = w Kro
1+ o Krw
1 fwf = 0,665
fw = 1.012 0,490
1+ fwf 0,00
4.2 0,052 fWbt =
= 0,3057 Swf Swi
0,6650,00
=
0,3350,102
Tabel 1.2 Hasil perhitungan Fw untuk = 2,811158798
berbagai harga Sw
7. Menghitung Saturasi Water
Sw Krw Kro Fw Breakthrough (Swbt )
0,102 0 1 0 1
Swbt = S wi
0,218 0,052 0,490 0,3057
f wbt
0,237 0,059 0,419 0,3688 1
0,268 0,069 0,344 0,4542 = 2,811158798 + 0,102
0,339 0,102 0,213 0,6652
0,379 0,120 0,157 0,7603 Swbt = 1,355725191
0,447 0,158 0,086 0,8840 = 1,4
0,502 0,185 0,046 0,9434
Menghitung air injeksi hingga fill-
0,539 0,209 0,028 0,9687
up (Wif) dan volume fill-up (Vfu)
0,585 0,241 0,012 0,9881
0,600
0,635
0,249
0,271
0,008
0,002
0,9923
0,9982

Wif = Vp EAbtSgi Sgrs 1 EAbt Sgi Sgru
= 34074595,98 [ 0,600 (0,102 0,00) + (1-0,600) x (0,102-0,07)]
0,660 0,286 0 1
Wif = 2521520,103 B
Vfu = Vp (1-EAbt )(Sgi-Sgru)
1 = 34074595,98 (1-0,600) (0,102-0,07)
Vfu = 436154,8285 B
0.8
8. Mengitung waktu hingga fill up
fwf = 0,665
tf = Wif
0.6 iw
2521520,103
= 6113,884
fw

0.4 = 412,425 days

b. Tahapan 2 Dari fill-up hingga


0.2
breakthrough

0 Swf = 0,335 1. Menghitung air injeksi hingga


0 0.5 1 breakthrough dengan asumsi
Sw bahwa minyak yang didesak
mengisi volume gas pada bagian
Gambar 1.1 Hasil Plot antara Sw vs fw yang belum tersapu

6. Menentukan fwf secara grafis yang


ditunjukan sebelumnya Wibt = Vp x EAbt x (SWbt - Swi)
Swi = 0,102 = 34074595,98 0,600 (0,600 0,102)
Swf = 0,335 Wibt = 10181489,28 B
Kesimpulan
2. Menghitung air injeksi dari fill-up
hingga breakthrough 1. Hasil performance yang di dapat
menggunakan metode buckley
Wibt = Wibt Wif laverette yaitu waktu hingga
= 10181489,28 2521520,103 terjadinya fill up adalah 412,425 hari
Wibt = 7659969,176 B dengan water injection rate sebesar
6113,884 bwpd. Waktu dari fill up
3. Menghitung peningkatan waktu hingga breaktrough adalah 1249 hari
dari fill-up hingga breakthrough dengan kumulatif minyak yang
diproduksi sebesar 7027494,657 STB
Wibt dan recovery sebesar 25,83 % OOIP.
t tb Rate minyak yang diproduksi sama
iw
7659969,176 dengan jumlah air yang diinjeksikan
= yaitu sebesar 6113,884 bwpd
6133,884
= 1249 hari
= 3,4 Tahun 2. Dari perhitungan efisiensi recovery
factor mengunakan metode buckley
4. Menghitung kumulatif minyak leverette sebesar 25,83 % tetapi dalam
yang diproduksi saat kondisi kenyataannya hanya mendapatkan
permukaan yang mengasumsi tidak sekitar 16,4 % dari hasil korelasi
ada produksi air hingga grafik dengan data lapangan yang ada
breakthrough maka harus dilakukan studi lebih
lanjut untuk mengidentifikasi
masalah-masalah yang ada pada
Wibt
N pbt lapangan tersebut.
Bo
7659969,176
=
1 ,09
= 7027494,657 STB

Recovery saat breakthrough (REC bt )


RECbt = Npbt
OOIP
7027494,657
=
26931522,28
RECbt = 25,83 % OOIP

5. Menghitung rate minyak yang


diproduksi yang mengasumsikan
jumlah produksi minyak reservoir
adalah sama dengan jumlah air injeksi
saat kondisi reservoir.
qo = iw = 6133,884 bwpd
Daftar Pustaka

Ahmed, Tarek. 2000. Reservoir Engineering Handbook: Houston, Texas. Gulf Pubshing
Company.

Latil, M. 1980. Enhanced Oil Recovery. Paris, France

IATMI. 2015, Jurnal Teknologi Minyak dan Gas Bumi: ISSN 2088-7590, Vol 9, hal. 113-
156.

Prihantini, Agustina. 2013. Peranan Karakteristik Reservoir Batupasir Dalam Perencanaan


Injeksi Air Sebagai Pressure Maintenance dan Waterflooding Untuk Meningkatkan
Perolehan Minyak: Komprehensif UPN Veteran. Yogyakarta.

SPE 35205. 1996. Evaluation of Injection Well Perfomance Using Decline Types
Curves. Society of Petroleum Engineers, Inc.
SPE 50400. 1998. Improved Waterflooding Efficiency by Horizontal Wells.Society of
Petroleum Engineers,Inc.