Anda di halaman 1dari 32

Cara Membuat Critical Book Report

Hallo Blogger , ini Entri Pertama saya .


oke langsung saja ya kita masuk ke topik pembahasan yaitu "Cara Membuat Critical Book Report"
Mahasiswa sekarang sudah memakai kurikulum baru yaitu KKNI ( Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia) ya
tapi ga tau deh apa semua universitas memakai kurikulum yang sama. Nah dikurikulum baru ini mereka dapat 6
tugas wajib yang harus diselesaikan , diantaranya adalah Critical Book Report (CBR). Biar teman-teman ga
kebingungan atau kesusahan dalam membuat tugas critical book reportnya ,saya akan memberi tahukan cara nya .
okayyy langsung saja . . . . .

Cari Buku Utama dan Buku pembanding nya, dengan materi yang sama misalnya bukunya
Perkembangan Peserta Didik yang ditulis Kemali Syarif . didalam buku tersebut membahasa
materi tentang perkembangan intelektual . terus cari deh buku pembanding nya , misalnya buku
Psikologi Perkembangan yang ditulis Siti ahayu Haditono , didalam bukunya membahas tentang
perkembangan kognitif . nah intelek dan kognitif artinya sama .

setelah mendapatkan buku utama dan pembandingnya kemudian ikuti langkah berikut ini :

1.Buat KATA PENGANTAR


2.Buat DAFTAR ISI tapi sesuaikan dengan isi makalah .

3.Buat BAB I yaitu PENDAHULUAN, didalam bab 1 ada beberapa hal yang harus dibahas
seperti, Latar belakang, Tujuan, dan Rumusan masalah. tapi ingat ketiganya harus sesuai dengan
apa yang ada di dalam buku.

4.Masuk ke BAB II yaitu PEMBAHASAN. disini kita membahas isi tentang buku atau materi
yang akan kita bahas, tapi sebelum itu kita harus membuat informasi tentang buku panduan yang
kita jadikan sebagai buku utama contoh :

1. Informasi buku utama


Buku utama yang dipakai sebagai bahan Critical Book Report :
Judul : Perkembangan Peserta Didik
Penulis : Kemali Syarif
Tahun pembuatan : Juli 2013
Penerbit : UNIMED PRESS
Tebal buku : 191 halaman
Lalu setelah kita selesai kita akan membuat pengantar , atau menjelaskan isi buku secara singkat.
seperti berapa materi yang ada didalam buku utama, materi keberapa yang akan kita bahas dalam
critical book report. contoh :

1.1. Pengantar
Buku Perkembangan Peserta Didik yang ditulis oleh Kemali Syarif terdiri dari 9 bab pokok
pembahasan. Dari 9 pokok pembahasan tersebut saya akan membahas bab ke 3 tentang
Perkembangan Remaja. Di dalam bab 3 memiliki 5 materi, yaitu Perkembangan fisik,
Perkembangan intelektual, Perkembangan emosi, Perkembangan bahasa, Perkembangan bakat
khusus. Saya peneliti berkesempatan untuk melakukan penelitian materi tentang Perkembangan
intelektual.
Setelah itu baru masuk kedalam pembahasan isi buku. contoh

1.2 Isi Buku Perkembangan Peserta Didik Kemali Syarif


A. Perkembangan Intelektual
Menurut dalam buku A comprehensive Dictionary of Psychoanalitical Terms istilah intelect
berarti (1) kekuatan mental dimana manusia dapat berpikir, (2) suatu rumpun nama untuk proses
kognitif , terutama untuk aktifitas yang berkenaan dengan berpikir, misalanya untuk
menghubungkan, menimbang dan memahami, dan (3) kecakapan, terutama kecakapan yang
tinggi untuk berpikir.
setelah selesai membahas buku utama ,kita masuk kepada buku pembanding. dibagian buku pembanding juga
tidak ada bedanya dengan proses buku utama. contoh :
2. Informasi buku pembanding
Buku pembanding yang dipakai sebagai bahan Critical Book Report :
Judul : Psikologi Perkembangan
Penulis : Siti Rahayu Haditono
Tahun pembuatan : 1982
Penerbit : GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS
Tebal buku : 425 halaman
2.1. Pengantar
Buku Psikologi Perkembangan yang ditulis oleh Siti Rahayu Haditono terdiri dari 8 bab
pokok pembahasan. Dari 8 pokok pembahasan tersebut saya akan membahas bab ke 4 tentang
Perkembangan Kognitif. Di dalam bab 4 memiliki 7 materi, Saya peneliti berkesempatan
untuk melakukan penelitian materi tentang PerkembanganKognitif.

2.2 Isi Buku Perkembangan Peserta Didik Siti Rahayu Haditono


A. Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan peserta didik yang berkaitan
dengan pengetahuan, yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu
mempelajari dan memikirkan lingkungannya.

Setelah selesai membahas buku utama dan pembanding kita masuk kepada tahap kelima yaitu
:
5. Buat BAB III yaitu PENUTUP . didalam BAB III ada kesimpulan dan saran . kesimpulan
diambil dari rangkuman bahan yang kita kritik dan saran kita buat untuk yang membaca kritikan
kita. contoh :

A. KESIMPULAN
Buku yang ditulis Kemali Syarif dan Siti Rahayu Haditono memiliki persamaan didalam
penjelasan materi perkembangan intelektual atau kognitif. Hanya saja dalam penulisan buku
Siti Rahayu Haditono memiliki kosakata yang sulit dimengerti pembaca. Didalam bukunya
banyak menggunakan kata-kata jaman dahulu dan ilmiah, sehingga sulit untuk dimengerti oleh
pembaca.

B. SARAN
Dalam makalah ini penulis memiliki harapan agar pembaca memberikan kritik dan saran yang
membangun. Karena penulis sadar dalam penulisan makalah ini terdapat begitu banyak
kekurangan.

yang terakhir jangan lupa buat daftar pustaka, contoh :

DAFTAR PUSTAKA

Syarif, Kemali(2013). Perkembangan Peserta Didik. Medan: UNIMED PRESS


Haditono, Rahayu, Siti(1982). Psikologi Perkembangan. Medan: GADJAH MADA
UNIVERSITY PRESS
Critical Book Report Himpunan dan Logika

CRITICAL BOOK REPORT

MATA KULIAH HIMPUNAN DAN LOGIKA

Fungsi Pernyataan yang Mengandung lebih dari Satu Variabel


dan Negasi Suatu Pernyataan yang Mengandung Kuantor

Oleh :

Nama : Yolanda Pandiangan (4163230045)

Jurusan : Matematika Nondik B 2016

Dosen Pengampu :

Zulfahmi Indra, S.Si., M.Cs.

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TA. 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Critical
Book Report yang berjudul Fungsi Pernyataan yang Mengandung lebih dari Satu Variabel dan Negasi
Suatu Pernyataan yang Mengandung Kuantor untuk memenuhi tugas Himpunan dan Logika.

Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Zulfahmi Indra, S.Si., M.Cs selaku dosen Himpunan dan Logika di Universitas Negeri Medan
atas bimbingan dan segala kesempatan yang telah diberikan kepada penulis dalam penulisan Critical
Book Report ini.

2. Semua sahabat dan teristimewa kepada orangtua yang telah memberikan dorongan dan doa kepada
penulis dan juga memberikan bantuan kepada penulis sehingga Critical Book Report ini dapat
terselesaikan.

Tak lepas dari kekurangan, penulis sadar bahwa Critical Book Report ini masih jauh dari kata sempurna.
Saran dan kritik yang membangun diharapkan demi karya yang lebih baik dimasa mendatang.
Semoga Critical Book Report ini membawa manfaat bagi pembaca dan bagi penulis sendiri khususnya.

Medan, September 2016

Penulis
i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . i

DAFTAR ISI . ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang . 1

1.2 Rumusan Masalah . 1

1.3 Tujuan Penelitian . 1

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Informasi Bibliografi .. 2 2.2


Pengantar ........... 2

2.3 Isi Buku ... 3

2.4 Perbedaan dan Persamaan Kedua Buku.............. 5

2.5 Kekurangan dan Kelebihan Kedua Buku 5

BAB 3 PENUTUP

3.1 Simpulan .. 7

3.2 Saran ... 7

LAMPIRAN
ii

BAB I

PENDAHULAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya semua buku yang telah ditulis oleh para penulis memiliki keunikan masing-masing,
namun ada juga diantara mereka yang masih memiliki kekurangan, hingga buku tersebut belum begitu
sempurna untuk dipelajari, sehingga dibutuhkan buku lain untuk melengkapi kekurangan buku yang satu
tadi. Tapi seharusnya, kita harus sangat berterimakasih kepada para penulis buku, karena mereka telah
memberikan ilmu mereka untuk kita sehingga kita dapat belajar dari buku-buku mereka.

Oleh karena itu, saya membuat Critical Book ini, untuk melihat perbedaan dan persamaan dari kedua
buku yang berbeda penulisnya tentang suatu materi pembelajaran dan juga untuk memenuhi salah satu
tugas Matematika Umum I.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah isi buku pertama sama dengan isi buku kedua ?

2. Apa kekurangan dan kelebihan dari kedua buku tersebut ?

1.3 Tujuan Critical Book Report

1. Mencari dan mengetahui informasi mengenai topik yang terkadung dalam kedua buku.

2. Mencari tahu kesamaan dan perbedaan isi topik dari kedua buku tersebut.

3. Mencari tahu kekurangan dan kelebihan dari kedua buku.


1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Informasi Bibliografi

2.1.1 Buku Utama (Buku Pertama)

Judul Buku : Set Theory and Logic

Penulis : Robert R. Stoll

Tahun Terbit : 1979

Penerbit : Dover

Kota terbit : New York

2.1.2 Buku Pembanding (Buku Kedua)

Judul Buku : Pengantar Dasar Matematika Logika dan Teori Himpunan

Penulis : Dra. Thersia M.H. Tirta Seputro M.Pd

Tahun Terbit : 1992

Penerbit : Erlangga

Kota Terbit : Jakarta

2.2 Pengantar

Keterangan Buku I Buku II


Pengantar Dasar Matematika Logika
Judul buku Set Theory and Logic
dan Teori Himpunan

- Fungsi pernyataan yang


mengandung lebih dari satu
- Fungsi pernyataan yang
variabel
Materi yang mengandung lebih dari satu variabel
dibahas - Negasi suatu pernyataan yang
- Negasi suatu pernyataan yang
mengandung kuantor
mengandung kuantor

2.3 Isi Buku

2.3.1 Perbandingan Isi Kedua Buku

2.3.1.1 Fungsi Pernyataan yang Mengandung Lebih dari Satu Variabel

a. Menurut Robert

Dalam tata bahasa predikat adalah kata atau kata-kata dalam kalimat yang mengungkapkan apa
yang dikatakan subjek, misalnya "adalah bilangan real," "hitam," "iri". Dalam logika, kata "predikat"
memiliki peran yang lebih luas daripada dalam tata bahasa. Itulah dasar pengamatan bahwa jika
predikat tersebut dilengkapi denganvariabel sebagai tempat untuk subjek yang dituju (misalnya,
"X adalah bilangan real"), hasilnya berperilaku sebagai "fungsi pernyataan"
dalam arti bahwa untuk setiap nilai x (dari domain yang sesuai)
hasil pernyataan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari contoh tadi menjelaskan ekstensi untuk fungsi pernyataan lebih
dari satu variabel.

Contohnya adalah

x kurang dari y,

x membagi y,

z adalah jumlah x dan y.


Hasilnya adalah gagasan dari sebuah n-tempat predikat P (x ,, x2,, sebagai
ekspresi memiliki kualitas yang pada penugasan nilai ke variable x1,x2,.,xn dari domain sebuah
pernyataan yang tepat. Supaya lebih jelas, kita memasukkan 0 sebagai nilai n, dimana 0 sebagai tempat
predikat pernyataan.

b. Menurut Theresia

Didefenisikan himpunan A1,A2,.,An. Suatu fungsi pernyataan yang mengandung variabel pada
himpunan A1 x A2 x A3 x ,,,,,,, x An merupakan kalimat terbuka p(x1,x2,x3,.,xn) yang mempunyai sifat
p(a1,a2,a3,.,an) bernilai

benar atau salah (tidak keduanya) untuk (a1,a2,a3,.,an) anggota semesta

benar atau salah (tidak keduanya) untuk (a1,a2,a3,.,an) anggota semesta pembicaraan A1 x A2 x A3 x ,,,,,,,
x An.

Suatu fungsi pernyataan yang yang bagian depannya dibubuhi dengan kuantor umum setiap variabel
merupakan suatu pernyataan dan mempunyai nilai kebenaran.

x y p(x,y) atau x y z p(x,y,z)

Negasi dari pernyataan yan mengandung kuantor dapat ditentukan sebagai berikut:

~ [x {y p(x,y)}] x ~ [y p(x,y)] x y ~ p(x,y)

2.3.1.2 Negasi suatu pernyataan yang mengandung kuantor

a. Menurut Robert

Jika simbol untuk negasi dan quantifier memodifikasi formula, perintah dimana mereka muncul
relevan.

Misalnya, terjemahan (X) (x adalah fana) adalah "Tidak semua orang fana" atau "Seseorang adalah
abadi," sedangkan terjemahan dari (-X) ((x adalah fana)) adalah "Setiap orang adalah abadi."

b. Menurut Theresia
Negasi dari Semua manusia tidak kekal adalah Tidak benar bahwa semua mausia tidak kekal atau
Beberapa manusia tidak kekal. Jika p(x) adalah manusia tida kekal atau x tidak kekal, maka Semua
manusia adalah tidak kekal atau x p(x) bernilai benar, dan beberapa manusia tidak kekal atau x
(px) bernilai salah. Pernyataan diatas dapat ditulis dengan symbol :

~ [x p(x)] x ~p(x)

Jadi negasi suatu pernyataan yang mengandung kuantor universal adalah ekivalen dengan pernyataan
yang mengandung kuantifikasi eksistensial (fungsi pernyataan yang dinegasikan) dan sebaliknya :

~ [x p(x)] x ~ p(x)

2.4 Perbedaan dan Kesamaan Kedua Buku

Setelah saya mengamati dan membaca kedua buku tersebut, kedua buku memiliki penyampaian
penjelasan materi yang berbeda, pada buku pertama, penulis memaparkan materi dengan singkat dan
disertai dengan contoh dan latihan soal untuk lebih memahami materi tersebut, sedangkan buku kedua
memaparkan materi dengan sangat rinci, dan didukung pula dengan contoh soal dan latihan soal.
Namun walau demikian,penyampaian maknanya tetap sama.

Dan variasi soal yang terdapat pada buku pertama lebih bervariasi dan memiliki tingkat kesulitan yang
berbeda sedangkan buku kedua memiliki latihan soal yang masih sedikit sehingga para pembaca kurang
tertantang untuk menjawabnya.

2.5 Kekurangan dan Kelebihan Buku

2.5.1 Kekurangan Buku

2.5.1.1 Buku Pertama

a. Penjelasan yang diberikan kurang lengkap

b. Tak disertai dengan simbol agar lebih memahami simbol yang digunakan dalam materi itu.

2.5.1.2 Buku Kedua

Variasi soal yang dimiliki masih sedikit, sehingga kurang menantang para pembacanya.

2.5.2 Kelebihan Buku

2.5.2.1 Buku Pertama

Variasi soal yang dimiliki lebih bervariasi dan lebih menantang para pembaca.
6

2.5.2.2 Buku Kedua

a. Materi dipaparkan dengan jelas

b. Dilengkapi dengan simbol


BAB III

Kesimpulan

3.2 Simpulan

Kedua buku menjelaskan materi dengan penjelasan yang berbeda-beda, buku pertama dijelaskan dengan singkat dan
langsung dimasukkan ke dalam bentuk soal agar pembaca lebih gampang memahami, sedangkan buku kedua menjelaskan materi
secara rinci, dan disertai dengan simbol, barulah dimasukkan masalahnya.

3.3 Saran

Meurut saya, dalam mempelajari materi tentang fungsi pernyataan yang mengandung lebih dari satu variabel
dan negasi suatu pernyataan yang mengandung kuantor, lebih baik kita membaca buku yan kedua yaitu
buku dari Ibu Dra. Theresia, sebab disana penjelasannya lebih rinci dibandingkan dengan buku pertama,
sehingga bagi para pembaca yang ingin mempelajari lebih dalam tentang materi ini, lebih baik kita
membaca buku kedua.

LAMPIRAN
Diposting oleh Yolanda Pandiangan di 05.08

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar
Beranda

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Yolanda Pandiangan

Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

2016 (1)

November (1)

Critical Book Report Himpunan dan Logika

Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.


CRITICAL BOOK REPORT
CRITICAL BOOK REPORT
PENGELOLAHAN PENGAJARAN

Dibuat Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perencanaan Sistem PAI

Dosen Pengampu: Drs. Ahmad Rohani HM., M.Pd

Di Susun Oleh :

Nur Rohmah (3150140214)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

JURUSAN TARBIYAH

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

2016

A. Identitas Buku
Judul : Pengelolaan Pengajaran

Sebuah Pengantar Menuju Guru Profesional

Tahun : 2010

Penulis : Drs. Ahmad Rohani HM., M.Pd

Penerbit : Rineka Cipta


Cetakan : Pertama

Tebal Buku : 280 Lembar

Buku pengelolaan pengajaran sebuah pengantar menuju guru professionalini, merupakan


buku hasil reviu dan revisi dari buku Pengelolaan Pengajaran terdahulu, disusun untuk membantu para
peminat pendidikan, teoritisi, dan praktisi di bidang pengajaran baik bagi para mahasiswa (calon guru)
dari tarbiyah maupun FKIP, bagi guru untuk meningkatkan kelenturan dalam mengelola pembelajaran,
serta para volunter(relawan)

yang menghendaki untuk mengabdi dalam dunia kependidikan dan kepengajaran supaya lebih
professional.

B. Ringkasan buku

Pengelolaan Pengajaran, Sebuah Pengantar Menuju Guru Profesional, terdiri dari 9 (sembilan)
bab yang meliputi:

Bab 1 menjelaskan mengenai pengertian pengajaran. menurut penulis yaitu bapak Drs. Ahmad
Rohani HM., M.Pd, pengajaran adalah proses yang sistematis dan sistemik yang terdiri dari banyak
komponen yang bersifat saling melengkapi. Dalam pembelajaran terdiri dari 2(dua) subyek yang terdiri
dari guru dan murid. Untuk mewujudkan suasana pengajaran yang kondusif dibutuhkan pengelolaan
pengajaran yang baik. Pengelolaan pengajaran mengacu pada sebuah usaha untuk megatur aktivitas
pengajaran berdasarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip pengajaran untuk menyukseskan tujuan
pengajaran agar tercapai secara efektif, efisien, dan produktif yang diawali dengan penentuan strategi
dan perencanaan dan diakhiri dengan penilaian.
Pengelolaan pengajaran sendiri memiliki arti upaya untuk mengatur aktivitas pengajaran
berdasarkan konsep dan prinsip yang lebih efektif, efisien dan produktif dengan diawali penentuan
strategi dan perencanaan yang merujuk pada pemberian penilaian.

Bab 2 menjelaskan mengenai 13 prinsip pengajaran, meliputi prinsip aktivitas, motivasi,


individualitas, lingkungan, konsentrasi, kebebanan, peragaan, kerjasama dan persaingan, apersepsi,
korelasi, efisiensi dan efektivitas, globalitas, serta permainan dan hiburan.

Bab 3, menjelaskan mengenai pengertian strategi pengajaran, pengelomppokkan serta


membandingkan strategi serta model pengajaran menurut para ahli, serta pemaparan mengenai CBSA
sebagai sebuah strategi pengajaran. Kegiatan pengajaran dalam konteks strategi CBSA itu tentu selalu
melibatkan peserta didik secra aktif untuk mengembangkan kemampuan penalarannya seperti dalam
memahami, merancang penelitian, melaksanakan penelitian, mengonsumsikan hasil dengan prosedur
dan langkah-langkah yang urut dan teratur.

Drs. Ahmad Rohani HM., M.Pd, memaparkan bab 4 mengenai desain pengajaran. Dimulai
dengan penjelasan mengenai pengertian desain pengajaran, serta beberapa pola pengajaran menurut
para ahli, yang kemudian diakhiri dengan komponen-komponen pengajaran yang dijadikan sebagai
penunjang proses keberhasilan pembelajaran di kelas.

Bab 5 menjelaskan mengenai bentuk interaksi pengjaran yang edukatif. menurut Drs. Ahmad
Rohani HM., M.Pd, sebuah interaksi dikatakan memiliki sifat edukatif bukan semata ditentukan oleh
bentuk melainkan tujuan interaksi sendiri, penyediaan bahan atau materi ajar, peran peserta didik, guru,
metode yang digunakan serta situasi pembelajaran yang mendukung.

Pengelolaan kelas yang efektif disajikan penulis dalam bab 6. Seorang guru yang baik akan
memerhatikan segala bentuk masalah yang ditimbulkan dalam situasi belajar, untuk itu seorang guru
harus peka dan melakukan pendegaham dalam mengatur pengelolaan kelas, meliputi aspek kondisi dan
situasi belajar mengajar, disiplin dan tata tertib, administrasi yang didukung oleh beberapa pendekatan
pengelolaan kelas menurut pendapat ahli.

Bab 7 memaparkan mengenai suumber belajar, klasifikasi serta penggunaan sumber belajar
secara efektif dan efisien.

Bab 8 menjelaskan mengenai seluk beluk penilaian yang disajikan secara terperinci dan jelas.
Bab 9 atau yang terakhir penulis menjelaskan pengajaran mikro, komponen dan langkah-
langkah. Pengajaran mikro ini merupakan materi tambahan sebagai bentuk pengajaran yang disajikan
sebagai pendukung penjelasan bab-bab sebelumnya.

Penyajian materi Pengelolaan Pengajaran, Sebuah Pengantar Menuju Guru Profesional, dirasa
cukup baik dan berkaitan dengan tema dan judul buku. Drs. Ahmad Rohani HM., M.Pd, menggunakan
bahasa formal dengan pemilihan ukuran huruf, margin sesuai dengan jenjang usia dan sasaran pembaca
yaitu calon guru serta guru sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi buku, sebuah masalah
dikupas dengan baik oleh penulis.

Buku ini memaparkan mengenai seluk beluk pengelolaan pengajaran dengan baik. Sehingga
cocok untuk dijadikan sumber informasi bagi calon guru maupun guru dalam upaya menuju guru
professional sebagaimana judul buku ini. Namun disayangkan, kurang lengkapnya pemaparan mengenai
model pengajaran serta penjelasan mengenai pengajaran mikro.
C. Kekurangan dan Kelebihan

Setelah dirangkumkan isi buku pengelolaan pengajaran seperti diatas, bukan berarti sudah
sempurna dalam penyajian buku ini, ada beberapa kekurangan dan kelebihan dari buku ini, diantara
kekurangannya adalah:

1. Bahasanya terlalu kaku sehingga sulit untuk dipahami, ada beberapa kata yang dalam penyusunannya
kurang enak dibaca sehingga menjadikan pembaca harus mengulang kembali membaca untuk bisa
memahaminya.

2. Ada 2 (kata) yang gandeng, padahal seharusnya dipisah. (hal.31) saya menyadari bahwa hal itu mungkin
kekhilafan penulis dan editor, namun alangkah lebih baiknya jika disempurnakan.

3. Ada beberapa kalimat yang masih membutuhkan penjelasan namun tidak dijelaskan. Misalnya ketika
ada pendapat dari orang luar Indonesia yang disitu menggunakan bahasa inggris tentu dibutuhkan
penjelasan mengingat para pengkonsumsi buku ini mayoritas adalah orang Indonesia. (hal. 25-26)

4. Dibutuhkan catatan kaki dalam buku ini, karena banyak istilah-istilah yang masih asing dan masih butuh
penjelasan.

5. Dalam buku ini terdapat banyak sekali teori-teori pengelolaan pengajaran, namun contoh konkrit belum
saya temukan. Padahal untuk mengetahui dan bisa memahami secara mendalam pembaca tentu akan
dimudahkan ketika mereka dibawa kepersoalan yang nyata dan sudah ada contohnya. Sistematika
penyusunannya (langkah-langkah) sudah ada, namun langkah-langkah saja belum cukup tanpa disodori
contoh konkrit.

6. Cover buku kurang menarik, terlalu kalem sehingga kurang bisa menstimulus para pemilik buku untuk
membacanya. Alangkah lebih baiknya jika cover dibuat menarik sehingga menjadikan para pemilik
bahkan orang yang baru melihatnya tertarik untuk membaca.
7. Dalam menjelaskan skema pola pengajaran tidak begitu mendetail, sehingga menjadikan kebingungan
bagi pembaca.

Dengan beberapa kekurangan diatas bukan berarti buku ini tidak layak untuk dikonsumsi,
buku ini sangat bagus dipelajari bagi para pendidik dan calon peserta didik.

Beberapa kelebihan dari buku ini adalah:

1. Penulis dalam menyajikan buku ini selalu disertai dengan sumber, jadi setiap teori ataupun pendapat
selalu disertai dengan sumber. Hal ini tentu menjadi nilai plus bagi buku ini, penyertaan sumber bisa
menjadikan para pembaca yakin bahwa buku ini sangat terpercaya dan layak untuk dikonsumsi berbagai
kalangan.

2. Buku ini memaparkan mengenai seluk beluk pengelolaan pengajaran dengan baik. Sehingga cocok untuk
dijadikan sumber informasi bagi calon guru maupun guru dalam upaya menuju guru professional
sebagaimana judul buku ini.

3. Dalam penyajian, penulis menggunakan bahasa formal dengan pemilihan ukuran huruf, margin sesuai
dengan jenjang usia dan sasaran pembaca yaitu calon guru serta guru sehingga memudahkan pembaca
dalam memahami isi buku. Dalam buku ini, sebuah masalah dikupas dengan baik oleh penulis.

4. Penulis menggunakan istilah peserta didik, karena istilah tersebut mengandung arti lebih luas dan lebih
sopan dibanding menggunakan istilah anak didik atau objek didik.
CONTOH CBR
KEPEMIMPINAN UNIMED
Posted on October 8, 2016 by zulfran1007

EXECUTIVE CHARISMA
(D.A BENTON/2003)

NAMA MAHASISWA :ZULFRAN SILABAN


NIM :5163122013
DOSEN PENGAMPU :Dr.Darwin,ST.,M.pd
MATA KULIAH :KEPEMIMPINAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FT


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
September 2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena penulis masih dapat
membuat tugas Critical Book Report (CBR) ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas
tentang kepemimpinan.
Adapun tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas CBR mata kuliah kepemimpinan. Penulis
berharap makalah ini menjadi salah satu referensi bagi pembaca bila mana hendak
membandingkan isi dua buku tentang materi kepemimpinan.
Kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan supaya makalah ini
menjadi lebih baik. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada pembaca atas
perhatiannya.
Medan , September 2016

DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
.i
DAFTAR
ISI.
..ii
BAB 1 PENDAHULUAN
......1
1.1 Rasionalisasi pentingnya CBR
....1
1.2 Tujuan penulisan CBR
.....1
1.3 Manfaat CBR
......1
1.4 Identitas buku yang dilaporkan .....1
BAB II RINGKASAN ISI BUKU
..2
2.1BAB 1
....
2
2.2 BAB 2
..
4
2.3 BAB 3
.
.6
2.4 BAB 4
..
..7
2.5 BAB 5
..
..8
2.6 BAB 6
..
10
2.7 BAB 7
..
..12

BAB III PEMBAHASAN/ANALISIS


.14
3.1 Pembahasan isi buku
.....14
3.2 Kelebihan dan kekurangan isi buku ...15
BAB IV
PENUTUP.
16
4.1
Kesimpulan..
16
4.2
Rekomendasi.
.16
DAFTAR
PUSTAKA.
17
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Rasionalisasi pentingnya CBR
Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan pahami.Terkadang kita
memilih satu buku,namun kurang memuaskan hati kita.Misalnya dari segi analisis bahasa ,
pembahasan tentang kepemimpinan .
Oleh karena itu, penulis membuat Critical Book Report ini untuk mempermudah pembaca dalam
memilih buku referensi,terkhusus pada pokok bahasa tentang kepemimpinan.

1.2 Tujuan penulisan CBR


Mengkritisi/membandingkan satu topik materi kuliah kepemimpinan dalam dua buku yang
berbeda.

1.3 Manfaat CBR


untuk menambah wawasan tentang kepemimpinan.
Untuk mengetahui metode dan sifat-sifat seorang pemimpin.
Untuk mengetahui prinsip apa yang ditanam dalam pemimpin.

1.4 Identitas buku


Judul :Executive Charisma
Edisi :pertama 2003
Pengarang / :D.A. Belton
Penerbit :McGraw-Hill
Kota terbit :New York Chicago San Francisco Lisbon london
Tahun terbit :2003
ISBN :0-07-141190-9

BAB II RINGKASAN ISI BUKU

BAB 1 : JADILAH YANG PERTAMA UNTUK MEMULAI


Hidup kita dalah milik kita ketika kita memulai. Dan hidup kita milik orang lain ketika kita tidak
memulai.
Langkah pertama dalam EXECUTIVE CHARISMA berbicara tentang memulai dalam membuat
gerakan pertama. Jika kita menunggu sampai orang lainmelakukannya, kita mungkin akan
menunggu selamanya. Ada banyak kesempatan kesempatan dalam hidup kita yang terampas jika
hanya menunggu.
Kita tidak dapat membiarkanya tampa mencoba. Kita aharus mengambil kesempatan sebelum
kita siap, sebelum kita diundang, sebelum kita merasa nyaman dan sebelum es meleleh.
Kita tidak harus memulai bisnis sendiri hari ini, tetapi kita harus membuat beberapa tindakan
diluar jona kenyamana kita kita dapat menjadi prokmamtis, fokus, mengurangi resiko, tetapi kita
juga harus berani membuat tindakan.
Kita harus pergi keluar dari level nyaman kita untuk memulai. Jika kita menunggu sampai
bertindak itu akan menyakitkan, kita akan menunggu selamanya.disamping itu, cobalah hal
bbaru yang mengerikan pada awalnya. Semakin baik persaingan yang akan kita nikmati dengan
kemuliaan.
Ketika kita memulai,kita melakukan sesuatu untuk diri kita yang tidak ada satupun yang dapat
mengambilnya dari kita.
Bagaimana untuk memulai?
1. Sisihkan rasa takut atau setidaknya jauhkan
2. Ambillah kesempatan;ambil beberapa pada setiap tindakan.
3. Tetaplah konsisten

1. Sisihkan rasa takut atau paling tidak jauhkan


Jangan biarkan rasa takut membawamu kembali kemasa lalu,ada banyak hal besar dan
kesempaan yang baik hilang ketika kita membiarkan orang lain lain atau situasi menakuti kita.
Ada 2 tipe manusia didunia yaitu mereka yang bersedia untuk mengambil resiko dan orang lain.
Menikmati resiko kadang-kadang karena jika tidak pernah melakukan nya kita tidak akan tahu
apa yang dapat kita lakukan. Ambillah resiko yang besar juga karena hal-hal kecil itu tidaklah
berarti apa-apa.
2. Ambillah kesempatan ambil beberapa pada setiap tindakan
Satu, dua atau sepulah menit itu membawa kita untuk melakukan apa yang ditakutkan yang
paling menentukan sisa hidup ini. Kesuksesan kita,kebahagiaan, masa depan dan keberuntungan
tergantung pada keinginan kita untuk memulai.
Malcom Forbes menuliskan:kamu dapat bergerak dengan kakimu sendiri, kamu dapat
menggunakan tangan kamu sendiri, kamu harus berdiri diatas kakimu sendiri, secara fisik dan
mental, Kamu harus ambil langkahmu sendiri,kamu harus memerintahkan lidah kamu sendiri,
kamu harus menggali tugumu di lubangmu. Yang mana yang sedang kamu lakukan?
Hal-hal yang dapat membawamu keluar dari kotak adalah
1. Latihlah kemampuanmu untuk memulai sehingga itu menjadi kebiasaanmu.
2. Belajarlah hal hal baru.
3. Keluarlah dari kebiasaan, patahkan kebiasaan lama, dan cobalah hal-hal yang berbeda.
3.Tetaplah konsisten
Kita tahu bahwa kita butuh keinginan untuk mencapai hal baru, tetapi apa yang sebenarnya
membuat perbedaan adalah disiplin untuk mencoba.
Ketika kita mencoba jangan kecewa dengan reaksi yang lain. Bahkan ketika kita melakukan
segala yang benar, ada beberapa orang yang tidak merespon apa yang kita inginkan atau
harapkan. Jangan frustasi atau jangan putus asa, tentukan langkah kita ,mulailah dan coba lagi.
Seperti pelatih NFL Mike Ditha katakankamu tidak akan pernah kalah sampai kamu berhenti
mencoba.
orang-orang yang sukses punya sifat yang proaktifkata Gayle Crowlell Partner
BAB 2: BERHARAP DAN MENERIMA UNRUK MEMPERTAHANKAN ORANG LAIN
Berharap dan menerima untuk mempertahankan harga diri harus menjadi mental kita unutk
membangun EXECUTIVE CHARISMA(KARISMA EKSEKUTIF), tampa komponen ini setiap
gerakan kita control efeknya pada orang lain,dapat berakhir,memanipulasi, licik, dan permainan
itu bukanlah yang ingin disampaikan buku ini.
Jika kita tidak berharap menerima,kita tidak akan mendapatkan apapun. Jika kita
berharap,mungkin saja. Lupakan malu,berkeringat,gemetar yang seperti anda harapkan. Abaikan
jantung yang berdebar, yang mengintimidasi orang-orang, malu berbicara dengan orang
asing,takut otoritas, atau kemungkinan orang lain mengkritik kita.
Jisa kita memberikan penerimaan kepada orang lain, mereka hanya bisa hidup sampai disitu. Jika
kita tidak memberikan, merelka akan menunjukkan pada kita, kita tidak dapat memilih siapa saja
yang memberi anda penerimaan kamu harus menerima orang lain apa adanya tidak seperti yang
anda inginkan.
Latihlah aturan yang baik berilah orang yang kamu piker kamu tidak akan melihatnya lagi dan
perakukan yang sama, yang kamu berikan ini yang kamu inginkan.
Belajarlah menerima
Belajar menerima akan membuat diri kita sendiri setara dengan orang lain. Tidak ada seseorang
pun di atas kita atau dibawah kita. Kita semua dilevel yang sama
Bagaiman untuk belajar menerima?
Katakana lah pada diri anda saya memadai
Berperilakulah seolh-olah kamu belajar menerima
Teruslah melakukannya bahkan ketika anda tidak mendapatkannya
Ketika kita dihadapkan dengan sebuah ujian.
Tetaplah menerima dengan keadaan apapun.
Tidak mempedulikan pendapat dari yang lain selama kita benar.
Jangan mengambil sikap bertahan.
Mintalah dikritik.
Perhatikanlah motivasi oang lain.
Ingat, hal itu lebih pad orang lain dari pada diri kita.
Jangan menyamaratakan.
Temukanlah humor didalamnya.
Berubahlah kejalan yang lebih baik.

Memberikan penerimaan

Bagaimana untuk memberikan penerimaan:


Pikirkanlah bahwa orang lain juga sanggup.
Ciptakanlah bahaw orang lain seolah-olah mereka sanggup.
Tetap menerima bahkan ketika orang lain tampaknya tidak menerimanya.
Mempertahan kan harga diri
Bagaimana untuk mempertahankan harga diri anda dan orang lain
Tetap konsisten mengikuti aturan golden(terbaik)
Pilih dan control perspektif anda.
Tetap optimis,arahkan dirimu orang lain dan hidupmu.
BAB 3 :BERTANYA DAN MEMINTA BANTUAN

Bertanya dan mentransfer energy positif dari kita kepada orang lain mempertahankan harga diri
orang lain pada saat yang sama menyelesaikan tujuan untuk kita.
Bertanya
Ketika kita bertanya kita juga belajar. Pertanyaan membantu kita memkonfirmasi atau
memverifikasi apa yang kita tahu atau yang kita pikir kita tahu.
Bagaimana cara bertanya?
Pilihlah kata-kata dan nada dengan hati-hati
Perhatikanlah susunan pertanyaannya.
Samaikan informasi tampa bertanya lebih dahulu.
Meminta bantuan
Seperti halnya kita butuh bertanya, kita mungkin membuat kesalahan yang kita pikir bahwa jika
kitamelakukannyauntuk orang lain akan memghargai dan menilai kita.
Bagaimana cara meminta bantuan?
Tanyalah :maukah anda membantu saya?
Buatlah sederhana lebih spesifik.
Berterimakasihlah
BAB 4 : BERDIRI TEGAK, LURUS DAN TERSENYUM

BERDIRI TEGAK DAN LURUS


Orang-orang mungikin mengukur kemampuan kita sesuai dengan apa yang mereka lihat dari
pada apa yang kita katakana dan lakukan
Kita harus memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan adah pesan yang ingin kamu
inginkan.
Bagaiman berdiri tegak danm lurus
Lakukan dengan apa yang kamu punya.
Tarik nafas dan bernafas.
Putuskanlah untik hidup selama sisa hidupmu dengan sehat,postur yang baik.
Tersenyum
Wajah kita menyampaikan banyak hal dari sebahagian tubuh kita
Apa yang anda bahu, rambut atau kaki kita sampaikan?
Bagian tubuh lain yang juga informatif adalah tangan kita. Ekspresi wajah kita untuk naik atau
tidak. Hal itu adalah tempat pertama yang orang orang, mereka hendak menyukai, mempercayai
atau mengingat kita
Suatu eksptesi wajah professional membuat kita terlihat seperti kita dalah seseorang pemikir
membantu kita untuk tehubung lebih cepat memberikan kredibilitas pada koneksi kita,dan
stabilitasi masa depan yang akan datang.
Bagaimana cara tersenyum?
Refleksikan rahang,biarkan bibirmu merapat dan naikkan sudut mulut kita.
Biarkan ekspresi ini untuk waktu yang lama.

BAB 5 : JADILAH MANUSIAWI, HARMONIS DAN TANGAN RINGAN.

Anda berurusan dengan orang-orang dengan cara kepribadian, mereka akan lebih ve untuk apa
yang kita coba capai. Sebuah cara kepribadian berkaitan dengan dan berkomunikasi dengan
orang-orang sebagai sesama manusia. Menggunakan humor dan bahkan secara fisik menyentuh
mereka dengan hormat menerima.
Jika Anda mencoba aspek lain dari Executive Charisma tanpa ini kita akan gagal. Jika Anda
hanya melakukan ini tanpa orang lain,kita akan melakukan hal baik. Tapi Anda andi ingin
menyelesaikan Charisma Executive, jadi kami melakukan itu semua.
Judul Anda memberikan Anda satu hal. Tanggung jawab untuk mengurus orang-orang yang
melaporkan kepada Anda, kata Mark Gunn, wakil presiden orang-Mac Digital. Jadilah adil,
benar, dan adil untuk semua orang. Itu yang mereka ingin.
Kombinasi dari manusia, humoris, dan sensitif
nasip didirikan dengan judul, posisi, atau peran.
Kebutuhan ada interpretasi, tidak memiliki logat asing yang sulit.
Menyediakan komunikasi instan.
Situasi dasar untuk kepercayaan dalam hubungan.
Menghubungkan dengan orang-orang dan meningkatkan ikatan.
Meningkatkan disukai.
Menghemat waktu dalam mengembangkan afinitas
Membantu Anda bergaul dengan jangkauan yang lebih luas dari orang cepat
Memungkinkan Anda untuk mendekat sesering yang Anda inginkan
Mendapat Anda melalui situasi sulit
Untuk tidak menjadi manusia adalah untuk menciptakan hambatan, mempersulit komunikasi ,
tidak disukai, membuang waktu, membatasi ruang lingkup Anda terpengaruh dan bahkan
mungkin menyebabkan kita untuk terlihat palsu, korupsi, dan mengasingkan
Negara Ritz-Carlton pelatihan layanan pelanggan, Elegance w keluar kehangatan adalah
kesombongan. Orang-orang tidak dapat tertipu. Mereka dengan cepat memberitahu kutu buku
dan turds sebagai salah satu perusahaan musik CEO itu. Orang-orang melihat masa lalu
peringkat-masa lalu.

Anda tidak bisa menjadi seperti orang di restoran Denver yang terdengar mengatakan, Apakah
orang-orang Anda memanggil orang-orang saya. Jika Anda memiliki orang, memanggil orang-
orang saya dan kami akan mendapatkan beberapa orang, kami akan melakukan makan siang.
Bagaimana menjadi lebih manusiawi.
Berhenti berputar putar dan terlihat menarik.
Berbuatlah seolah olah tertarik ketika orang lain tidak.
Jangan terlalu berlebihan.

Bagaimana menjadi harmonis?


Cobalah harmonis.
Latilah selalu humor kamu lakukan itu sebelum mereka melakukan dan ketika orang lain tidak
melakukan
Jangan terlalu berlebihan.

Bagaimana cara membuat orang lain tersentuh


Milikilah karakter yang benar, menggunakan teknik yang bagus
Tetaplah konsisten
Jangan terlalu berlebihan.

BAB 6 :PELAN-PELAN DIAM DAN DENGARKAN.

Banyak dalam buku ini telah melakukannya: Anda mengambil inisiatif mengajukan pertanyaan,
meminta bantuan, menggunakan humor, sentuhan, dan senyum. Bagian dari melambat, menutup,
dan mendengarkan.Ingat, Executive Charisma tidak sebanyak tentang Anda sebagai tentang efek
Anda pada orang lain dan yang datang bukan hanya dari apa yang Anda katakan dan lakukan tapi
dari diri Anda tidak mengatakan dan tidak melakukan.
Segala sesuatu yang Anda bisa lakukan dan katakan tidak penting untuk dilakukan dan
mengatakannya setiap hari. Meninggalkan beberapa hal tak terkatakan sehingga orang
mendengar apa yang anda katakan.
Pelan pelan
Pelan pelan berarti tetap diatas kesadaran bertingkah laku dalam setiap gerak gerik,aksi,reaksi
berjalan dan berbicara.
Pelan-pelan tidak berarti menyeret hal-hal, yang membosankan; laggardly, bergerak dengan
kecepatan siput, atau menjadi lamban, tua, dan d-Iooking. Juga tidak berarti menjadi keras
kepala, menyeret kaki Anda seorang anak yang disengaja, bertindak takut, atau mengikuti di
belakang. Memperlambat ms menjadi tujuan dan bertindak dengan kesadaran.
Ambil waktu untuk lebih dahulu memikirkan efek yang kita inginkan. Ambil waktu untuk
memilih kata kata dan tindakan yang mendukung efeknya.
Untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan adalah untuk membantu orang mendapatkan apa
yang mereka inginkan. Dengan Anda, berurusan sebagai salah satu orang ke orang lain,
mengalami perilaku, jiwa manusia, kesalahan manusia, pengorbanan manusia, h manusia.
kelemahan manusia, dan emosi manusia hidup.
Perilaku ingar-bingar, penilaian cepat, bicara cepat, cepat berjalan,cepat makan, dan cepat
kembali dapat menyebabkan Anda
Datang di sebagai saraf, tersebar, dendeng, putus asa, bergegas, sesak napas, takut, takut,
khawatir (menyebabkan stres dan mulas)
Muncul kewalahan dari hal-hal dan lingkungan
Lihatlah organisasi memadai
Kurangnya dalam berpikir
Tidak jujur
Bagaimana untuk pelan-pelan dalam bertindak.
Memikirkan,memproiaskan dan memilih.
Menjalankan.
Memiliki sebuah perangkat untuk tetap dijalur kita.
Diam dan mendengarkan
Bertanggung jawab penuh untuk segala yang keluar dari mulut kita. Jika tidak tahu persis apa
yang dikatakan, jangan katakan jangan menambahkan polusi ribut yang terjadi didunia ini.
Membatasi bicara bukan berarti konstribusi kita. Katakana apa yang dibutuhkan, buakn yang
tidak dibutuhkan. Sesuatu hal yang bagus adalah yang tidak ada satu pun yang tidak
menimbulkan masalah.
Diam danm mendengarkan tidak berate menjadi membosankan, malu, keras kepala dan
berkonstribusi maupun menyerah, cemberut , dan bumkam. Hal itu karena memilih
mendengarkan dann berpikir lebih dahulu dibandingkan berbicara dan bertindak.

BAB 7 : MELENGKAPI TEKA-TEKI

Sekarang kamu tau keenam rahasia ini. Semua yang ke enam ini harus dilakukan oleh Anda
sepanjang waktu bagi Anda untuk mencapai tujuan Executive Charisma: untuk mendapatkan
tanggapan yang efektif dari orang lain dengan menggunakan tindakan sadar dan menggunakan
kesopanan perhatian untuk mendapatkan hal-hal yang berguna dilakukan. Membuat yang
keenam ratus ini bagian dari Anda akan menyelesaikan teka-teki bagi kesuksesan pribadi dan
profesional Anda. Sekarang terserah Anda untuk melakukannya.
Melakukan yang sebaliknya
Anda sudah pasti melihat pola dari semua keenam ini: Untuk melakukannya dengan baik, Anda
melakukan kebalikan dari apa yang biasanya kebanyakan orang lakukan. Ada yang sederhana,
aturan utama yang bekerja untuk segalanya, hampir sepanjang waktu. Aturannya adalah: Dalam
situasi apa pun Anda berada, cerdas mengamati apa yang kebanyakan orang lakukan (dan apa
yang Anda biasanya akan melakukan).
Melakukan yang sebaliknya atau setidaknya suatu jenis dari kebalikan:
Memulai ketika orang lain tidak akan melakukan nya.
Belajr menerima bukan merasa terlayani dan tidak sama dengan orang lain.
Memberi penerimaan bukannya menghakimi.
Bertanya bahkan jika kita sudah mengetahui jawabannya.
Meminta bantuan bukannya melakukan,melakukan dan melakukan.
Tetaplah berdiri tegak bahkan ketika kita begitu lelah.
Tersenyum ketika kita tidak merasa seperti itu.
Menunjukkan kemanusiaan atau kembali Kediri kita.
Menggunakan humor ketika sesuatu hal itu terlalu serius.
Tersentuh ketika lelah
Pelan-pelan ketika kita melakukan banyak hal yang ingin disampaikan.
Mendengarkan ketika kita tidak melakukannya.
Anda selalu mendengar nasihat ini, Anda harus melakukan satu hal dengan sangat baik dalam
hidup untuk sukses. Satu hal yang harus Anda memilih untuk melakukannya dengan baik
adalah dengan melakukan kebalikan dari apa yang kebanyakan orang lakukan.
Untuk Executive Charisma, melakukan yang sebaliknya. Melawan norma sosial tanpa aneh atau
bodoh. Tidak mungkin untuk melakukan sesuatu yang spektakuler kecuali Anda melakukan
kebalikan dari mayoritas.
Saya selalu duduk tepat di sebelah orang yang Saya mengalami masalah terbesar.
Melakukan sebaliknya tidak keras kepala, atau keras kepala. Ini menjadi
Fleksibel, mudah beradaptasi, berpikiran terbuka .
Senang mengganggu
Terbuka untuk penemuan di wilayah baru
Bersedia untuk menghindari jelas dan melakukan hal yang tak terduga
Curiga dan segan untuk pergi bersama dengan apa pun yang menjadi popular
Berani dalam melakukan sesuatu yang berbeda dari cara Anda melakukannya sebelum
Ini bukan berarti bahwa Anda atau orang lain yang salah dan sebaliknya adalah benar. Hanya
saja pendekatan yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda. Kadang-kadang lebih
penting apa yang tidak boleh dilakukan daripada apa yang harus dilakukan. Dan apa yang tidak
harus dilakukan adalah apa yang orang lain lakukan atau apa yang telah Anda lakukan.
Setidaknya, melakukan sebaliknya memberikan kebebasan yang luar biasa dan pilihan yang tidak
terbatas. Sebagai salah satu CEO mengatakan, Setelah Anda mendapatkan reputasi untuk
menjadi sedikit berbeda dan langsung, itu menakjubkan apa yang dapat Anda pergi dengan.
Ketika saya menulis aturan ini, saya juga mengatakan melakukan kebalikan dari apa yang akan
Anda biasanya lakukan. Ini bukan untuk mengatakan Anda salah sekarang. Tetapi jika apa pun
yang sedang Anda lakukan tidak bekerja, maka mungkin Anda salah. Apapun, jangan terus
melakukannya.

BAB III PEMBAHASAN/ANALISIS

3.1 Pembahasan isi buku


Buku D.A Benton(Executive charisma)
Terkadang ada kata-kata yang menggunakan istilah yang sulit untuk dipahami. Pengulangan
informasi sering kali terjadi pada bab-bab berikutnya.
Isi buku memiliki banyak pengertian dari para-para pendapat.
Penulis seakan-akan mengajak pembaca untuk ikut dalam keadaan yang sebenarnya.
Setiap bab penulis membuat satu kesimpulannya yang dapat dimengerti.

Buku Kasminto, Ak., M.B.A. dan Drs. Sjamsuddin(kepemimpinan)


Pengertian dari setiap kata banyak yang dibuat berulang-ulang, dan
pengertiannya itu banyak menggunakan kata-kata pemborosan.
Menggunakan kata-kata yang sederhana untuk dimengerti di kalangan pelajar maupun
dikalangan mahasiswa.
Di setiap akhir sub-bagian penulis selalu membuat latihan-latihan untuk dipraktikan dalam
kehidupan untuk menjadi pemimpin.
Banyaknya kata-kata motivasi yang dibuat oleh penulis.
Disetiap bagian penulis membuat inti sari dari tulisan tersebut.
Buku Ner LeElef(LEADERSHIP & MANAGEMENT)
Buku ini membahas lebih mendalam tentang kepemimpinan.
Buku ini sangat sulit saya bahas karena ada bahasa yang saya tidak tau.
Buku ini menggunakan kata kata yang sulit juga dimengerti karena ada kata-kata yang tidak
bisa saya cari dikamus bahasa inggris.
Disetiap baba da rumusan masalah dan saya dapat cepat mengerti krena pembahasan yang saya
sangat mudah mengerti
Buku ini membahas kepemimpinan dari akar-akar kepemimpinan sampai ujung.

3.2 Kelebihan dan kekurangan isi buku

3.2.1 Kelemahan
Terkadang ada kata-kata yang menggunakan istilah yang sulit untuk dipahami. Pengulangan
informasi sering kali terjadi pada bab-bab berikutnya.
Terkadang ada kata kata yang tidak bisa saya translate karena tidak ada dikamus bahasa inggris
atau npun digeogle translate.
Terkadang ada kata-kata yang tidak berhubungan dengan kalimat yang ada dibuku tersebut.

3.2.2 Kelebihan
Penulis seakan-akan mengajak pembaca untuk ikut dalam keadaan yang sebenarnya.
Setiap bab penulis membuat satu kesimpulannya yang dapat dimengerti.
Disetiap bab ada kata motivasi yang diciptakan oleh para ahli. Dan kita termotivasi jika
membacanya.
Rumusan masalah dijelaskan dengan bagus,walaupun banyak kata yang susah mengerti.,
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kepemimpinan merupakan aktivitas untuk mempengaruhi orang lain agar mau diarahkan untuk
memcapai suatu tujuan. Dimana cara seorang pemimpin itu juga merupakan hal yang perlu untuk
mempengaruhi orang lain. Untuk menjadi seorang pemimpin itu dia harus bisa memimpin dari
lingkungan yang kecil yaitu dirinya sendiri, keluarga, perusahaan hingga di linkungan yang besar
yaitu Negara. Dengan kritikal buku ini kita lebih dapat membandingkan antara dua buku tentang
kepemimpinan dengan penulis yang berbeda guna untuk menambah wawasan serta pengalaman
dalam sikap berkepemimpinan.

4.2 Rekomendasi
Mungkin akan jauh lebih baik apabila mengunakan kata-kata yang sederhana mungkin guna
mencapai pemahaman yang lebih.

DAFTAR PUSTAKA
Benton.A.D.2003.Executive Charisma. New York:McGraw-Hill.
A.B.M,.Ak, Kasminto, Sjamsuddin.Drs.Kepemimpinan.Jakarta: Pusdiklatwas BPKP 2007.
LeElef Ner. LEADERSHIP & MANAGEMENT.New York: BOOK OF QUOTATIONS-2004.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai