Anda di halaman 1dari 1

http://agungwaskitost.blogspot.co.id/2015/10/tnt-triitro-toluene.

html

TNT adalah senyawa yang sangat beracun (quite oxic).

TNT juga dapat diserap melalui kulit.

Menyebabkan iritasi dan noda kuning terang.

Orang yang terkena TNT selama periode tertentu cenderung mengalami anemia dan kelainan
fungsi hati.

Memberikan efek yang buruk pada darah dan hati, pembesaran limpa dan efek berbahaya
lainnya pada sistem imunitas juga ditemukan pada hewan yang tertelan atau terkontaminasi
Trinitrotoluena.

TNT juga diduga memiliki efek merugikan bagi fertilitas laki-laki dan juga bersifat karsinogen.

TNT yang mencemari lingkungan perairan biasa disebut red water", yang mungkin sulit dan
mahal untuk penanganannya.

Peledak militer dan industri karena mempunyai beberapa keuntungan antara lain titik leleh rendah,
dapat digunakan sebagai bahan peledak senyawa tunggal atau tidak membutuhkan bahan reduktor,
relatif stabil dan tidak sensitif terhadap benturan, gesekan, maupun suhu tinggi sehingga relatif
aman untuk digunakan sebagai bahan peledak . Namun demikian bahan peledak ini sangat peka
terhadap gelombang energi atau dengan kata lain apabila terhadap bahan peledak TNT dilewatkan
shock wave ( gelombang kejut) maka segera terjadi ledakan

TNT merupakan salah satu bahan peledak yang sangat umum digunakan oleh pasukan militer di
seluruh dunia. Dan saat ini TNT diproduksi secara luas , karena di setiap Negara memerlukan tnt
untuk kebutuhan bahan peledak di militer mereka masing masing. Dalam proses produksi nahan
bahan militer yang menggunakan bahan baku TNT, seperti halnya bom maka akan dihasilkan sampah
dan air limbah selama proses produksi, pembakaran dan peledakan, dan pembongkaran amunisi,
kontaminasi yang serius telah terjadi di banyak lokasi di seluruh dunia). Kontaminasi sering juga
terjadi pada pabrik di mana bahan peledak yang diproduksi dan ditangani sesuai dengan praktik yang
dianggap standar pada saat itu dan tidak diketahui tidak memadai (USAEC, 1999). TNT telah dikenal
memiliki sifat toksisitas yang tinggi terhadap makhluk hidup. Paparan TNT diketahui menyebabkan
ruam, hemmorages kulit, dan lendir dan kelainan darah (termasuk pansitopenia, gangguan jaringan
pembentuk darah) (Chaudhry, 1994 dan Kirk, 1993).

Seperti diketahui bahwa Efek toksik dari TNT dapat menyebabkan kerusakan hati (hepetitis beracun)
dan anemia seperti yang telah diketahui bagi oleh pekerja yang terlibat proses produksi TNT. Sebuah
studi yang dilakukan oleh A NATO CCMS (Committee on the Challenges to Modern Society) pada
tahun 1995 di temukan bahwa ada banyak negara di mana bahan peledak sisa, terutama TNT, dan
produk degradasi mereka masih ada di dalam tanah. Meskipun berita tentang kontaminasi oleh TNT
ini diketahui secara luas,tetaapi sangat sedikit informasi tentang daerah daerah yang terkontaminasi
oleh TNT dalam literature di tingkat internasional. Beberapa daerah yang terdokumentasi dengan
baik memang ada di Jerman, dan saat ini sedang diselidiki (NATO, 1995). Di Australia, organisasi
Australia Industri Pertahanan (ADI) telah diberi tugas menutup dan remediating mantan pabrik
amunisi di sepanjang pantai timur, dan telah identifing situs individu (McGee, 1995).