Anda di halaman 1dari 5

LO 3

Teknik/ prosedur relining sampai dapat di insersikan kembali

Pada proses relining menurut Kema, D (1969) dalam melakukan


relining dapat menggunakan alat dan bahan sebagai berikut :

A. Alatalat:
reline jig
Spatula

Bowl

Articulator

handpiece Scaper/bur

Kuas
pressure contain
B. Bahanbahan:
jelly petroleum, zinc oxide eugenol pasta, cold curing acrylic, heat curing
acrylic, tissue conditioning, hydocal, pumice.
Relining dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu direct dan indirect
relining. Direct relining merupakan relining yang dilakukan secara langsung di
dalam mulut pasien. Sedangkan indirect relining merupakan relining yang
dilakukan secara tidak langsung atau diluar mulut pasien. Berikut adalah
prosedur relining direct dan indirect secara lebih jelas.

Indirect Relining
1) Persiapan Pasien
Persiapan pasien pada indirect relining sama dengan pada direct relining
yaitu pasien harus melepas gigi tiruan selama 1 2 hari agar jaringan dalam
keadaan sehat. Misalnya jika ada jaringan hyperplastic yang besar bisa dilakukan
pembedahan, sedangkan jika kecil cukup diberi tissue conditioning. Jika ada
jaringan yang teriritasi, maka harus disembuhkan dahulu.
2) Persiapan Gigi Tiruan
Sebelum melakukan tahapan relining hendaknya gigi tiruan di cuci
terlebih dahulu menggunakan ultrasonic cleaner atau pumice karena meskipun
gigi tiruan tampak bersih ketika basah, terkadang tampak adanya kalkulus
setelah kering (Gambar. 1). Sebelum dilakukan pencetakan rahang, sebaiknya
basis gigi tiruan yang menghadap jaringan mukosa dikerok terlebih dahulu
dengan kedalaman sekitar 1mm. Pengerokan dilakukan agar saat pencetakan
bahan cetak dapat mengalir dengan bebas sehingga diperoleh hasil cetakan yang
baik. Hal tersebut dilakukan jika terdapat perubahan dimensi vertikal pasien. Jika
tidak ada perubahan dimensi vertikal, hanya perubahan retensi dan stabilitas gigi
tiruan maka tidak perlu dilakukan pengerokan.

Gambar 1. Gigi tiruan dalam keadaan basah tidak tampak kalkulus


(kiri). Dan setelah mengering tampak adanya kalkulus (kanan.)
3) Prosedur Relining
Pelaksanaan relining dimulai dengan melakukan pencetakan. Secara
umum terdapat dua teknik indirect relining, yaitu functional impression dan
static impression.
Functional Impression
Pada teknik ini, gigi tiruan yang telah siap (telah direlief dan diborder
moulding) diberi tissue conditioner sebagai bahan impresi. Gigi tiruan kemudian
dimasukkan kedalam mulut pasien dan pasien diperintahkan untuk melakukan
oklusi sentris. Gigi tiruan yang masih mengandung tissue conditioner ini tetap
diinsersikan pada pasien selama 24 jam untuk mendapatkan cetakan
fungsional.
Static Impression
Berbeda dari functional impression, pada static impression gigi tiruan
yang sudah siap kemudian diberi pasta ZOE sebagai bahan impresi dan
kemudian dicetakkan pada mulut pasien. Segera setelah didapatkan model
negatif, maka gigi tiruan langsung dicor dan diproses secara laboratoris untuk
pemberian liner yang baru.
Pada tahap pencetakan dengan dua teknik diatas, sebaiknya dalam
pemilihan bahan cetak diusahakan menggunakan bahan cetak yang memiliki
viskositas rendah seperti elastomer atau tissue conditioning. Penggunaan bahan
cetak dengan lapisan yang tipis akan mengurangi reflek gagging. Selanjutnya
sendok cetak yang berasal dari gigi tiruan yang telah diberi bahan cetak tersebut
dimasukkan kedalam mulut pasien, agar mendapat kontur jaringan rongga
mulut, maka dilakukan gerakan fisiologis (muscle trimming) pada mukosa pipi
untuk mendapat bentukan vestibulum.

4) Prosedur laboratoris
Cetakan negatif rahang pasien yang telah diperoleh kemudian dirapikan
jika terdapat bagian-bagian yang memiliki ketebalan berbeda dengan tidak
mengurangi ukuran atau batas tepi cetakan. Kemudian membuat cetakan
positif/model kerja menggunakan dental stone yang yang telah dimanipulasi
(Gambar 2)
Gambar 2

Setelah setting dan mengeras kemudian dengan menggunakan dental


plaster yang telah dimanpulasi letakan model kerja pada reline jig (Gambar 3)

Gambar 3

Setelah dental plaster setting, reline jig dibuka kemudian bahan cetakan
dipisahkan dari basis gigi tiruan, basis gigi tiruan di dirapikan menggunakan
pumice untuk menciptakan adhesi yang bagus antara basis akrilik lama dan baru.
Cuci dan bersihkan gigi tiruan dan tuangkan resin akrilik yang telah dimanipulasi
pada daerah anatomis basis gigi tiruan, kemudian letakan pada model kerja, dan
pasang pada reline jig. Lalu reline jig diletakan pada pressure container dan
diberi tekanan kurang lebih 25 psi selama sepuluh menit. Kamudian gigi tiruan
di lepas dari model kerja, dilakukan pemolesan dan siap di insersi ke dalam
rongga mulut pasien.