Anda di halaman 1dari 4

METODE NRECA

Menurut Standar Perencanaan Irigasi KP-01 (1986), perhitungan ketersediaan air


dilakukan untuk mengetahui airyang tersedia dari sumber air utama irigasi, untuk
memenuhikebutuhan air irigasi yang direncanakan. Metode yang dapatdigunakan untuk
menghitung ketersediaan air diantaranyametode Mock dan NRECA.
Banyak model hidrologi untuk mensimulasikan hujan limpasan yang tujuannya
adalah untuk pengisian atau memperpanjang data debit antara lain model Tank, model Mock,
model SSARR dan model NRECA.
Dalam studi ini model hujan limpasan yang diapakai adalah model NRECA (USA)
yang dikembangkan oleh Crowfort, dimana dalam model ini telah banyak diterapkan oleh
Puslitbang Pengairan pada berbagai daerah pengaliran di Indonesia, selain parameter model
relatif sedikit dan mudah dalam pelaksanaannya serta memberkan hasil yang cukup handal.
Secara umum persamaan dasar dari model ini dirumuskan sebagai berikut :
Q=PE+S
Dimana :
Q = limpasan (mm)
P = hujan rata-rata DAS (mm)
E = Evapotranspirasi actual (mm)
S = perubahan kandungan (simpanan air dalam tanah) (mm)
Persamaan keseimbangan air diatas merupakan dasar dari model NRECA untuk suatu
daerah aliran sungai pada setiap langkah waktu, dimana hujan, actual evapotranspirasi dan
limpasan adalah volume yang masuk kedalam dan keluar pada suatu DAS untuk setiap
langkah waktu tertentu.
Model NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) diperkenalkan oleh
Norman H. Crawford pada tahun 1985. Model ini merupakan model konsepsi yang bersifat
deterministik. Disebut model konsepsi karena basisnya didasari oleh teori. Untuk
menginterpretasikan fenomena proses fisiknya digunakan persamaan dan rumus semi
empiris.
Persamaan keseimbangan air diatas merupakan dasar dari model NRECA untuk suatu
daerah aliran sungai pada setiap langkah waktu, dimana hujan, actual evapotranspirasi dan
limpasan adalah volume yang masuk kedalam dan keluar pada suatu DAS untuk setiap
langkah waktu tertentu.
Dalam model NRECA terdapat dua tampungan yaitu tampungan kelengasan (moisture
storage) dan tampungan air tanah (groundwater storage). Tampungan kelengasan ditentukan
oleh hujan dan actual evapotranspirasi. Tampungan air tanah ditentukan oleh kelebihan
kelengasan (Excess moisture).
Data masukan yang diperlukan dari model hujan-limpasan NRECA adalah sebagai berikut :
1. q Hujan rata-rata dari suatu DAS (P)
2. q Evapotranspirasi potensial dari DAS (PET)
Jika data yang ada adalah evapotranspirasi standar (Eto) maka
PET = Cf x Eto dimana Cf adalah factor tanaman.
3. q Kapasitas tampungan kelengasan (NOM)
Diperkirakan nilai NOM = 100 + 0,2 * hujan rata-rata tahunan (mm), dimana nilai C =
0,2 untuk DPS yang hujannya terjadi terus menerus sepanjang tahun, dan c < 0,2 untuk
DAS yang mempunyai tipe hujan musiman.
4. q Persentase limpasan yang keluar dari DAS di sub surface/infiltrasi (PSUB)
Nilai PSUB berkisar antara 0,1 0,5
5. q Persentase limpasan tampungan air tanah menuju ke sungai (GWF)
Nilai PSUB berkisar antar 0,5 0,9
6. q Nilai awal dari tampungan kelengasan tanah (SMSTOR)
7. q Nilai awal dari tampungan air tanah (GWSTOR)
Perhitungan limpasan model NRECA dibagi menjadi dua bagian yaitu perhitungan
limpasan langsung (direct runff) dan air tanah yang menuju ke sungai (Groudwater).

Urutan langkah perhitungan untuk limpasan bulanan adalah sebagai berikut :


a) Perhitungan hujan rata-rata dan evapotranspirasi potensial standar di daerah
pengaliran (P dan Eto)
b) Menentukan parameter model : NOM, PSUB, GWF dan nilai awal tampungan
kelengasan tanah (SMSTOR) dan tampungan air tanah (GWSTOR) yang akan
digunakan dalam proses kalibrasi atau penyelarasan.
c) Perhitungan Angka tampungan tiap bulan (storage ratio) : Sr = SMSTOR/NOM,
dimana untuk bulan ke 1 SMSTOR = angka awal tampungan dan untuk bulan
selanjutnya adalah SMSTOR (n) = SMSTOR (n-1) + S(n-1), S(n-1) adalah perubahan
tampungan pada bulan sebelumnya
d) Perhitungan angka perbandingan antara hujan dan evapotranspiasi potensial : R=
P/PET
e) Perhitungan evapotranspirasi actual (AET), dengan menggunakan persamaan sebagai
berikut ini : AET = k1 x PET
k1 adalah koefisien evapotranspirasi yang tergantung pada nilai R dan Sr, dengan
persamaan regresi sebagai berikut : k1 = P/PET ( 1 0,5 x Sr) + 0,5 x Sr, bila R < 1 dan
Sr < 2; k1 = 1 bila P/PET 1 atau Sr 2
f) Menghitung ratio kelebihan kelengasan (extrat) :
Untuk Sr 0, maka extrat = 0
Untuk Sr > 0 , maka extrat = 0,5 x ( 1 + Tanh (x))
x = (Sr 1)/0,52
tanh = {exp (x) exp(-x)}/ {exp (x) + exp (-x)}
g) Perhitungan kelebihan kelengasan (excm), perubahan tampungan (S) dan perkolasi
(rech) dengan rumus sebagai berikut :
Excm = exrat ( P AET)
S = P AET excm
rech = PSUB x excm
h) Perhitungan angka awal dan akhir tampungan air tanah (BSG dan ESG) :
Untuk bulan ke 1, BSG = GWSTOR
Untuk bulan berikutnya BSG(n) = ESG(n-1) GF(n-1)
ESG = rech + BSG
GF = limpasan air tanah
i) Perhitungan limpasan
Limpasan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu limpasan langsung (DRF) dan limpasan air
tanah (GF) ;
DRF = excm rech
GF = GWF x ESG
Total limpasan tiap bulan adalah sebagai berikut : Q = GF + DRF (mm).

Langkah-langkah perhitungan pendugaan debit dengan metode NRECA, secara


singkat dapat diselesaikan dengan persamaan-persamaan sebagai berikut :
Q = DF + GWF
DF = EM GWS
GWF = P2 x GWS
GWS = P1 x EM
S = WB EM
EM = EMR x WB
WB = Rb AET
AET = AET/PET x PET
Wi = Wo / N
N = 100 + 0.20 Ra

Dimana :
Q = Debit aliran rerata, m3/dt
DF = Aliran langsung (direct flow)
GWF = Aliran air tanah (ground water flow)
EM = Kelebihan kelengasan (excess moist)
GWS = Tampungan air tanah (ground water storage)
P1 = Parameter yang menggambarkan karakteristik tanah permukaan
P2 = Parameter yang menggambarkan karakteristik tanah bagian dalam
WB = Keseimbangan air (water balance)
EMR = Rasio kelebihan kelengasan (excess moist ratio)
Rb = Curah hujan bulanan, mm
AET = Evapotranspirasi aktual, mm
PET = Evapotranspirasi potensial, mm
Wi = Tampungan kelengasan tanah
Wo = Tampungan kelengasan awal
N = Nominal
Ra = Curah hujan tahunan, mm