Anda di halaman 1dari 9

PRE PLANNING MUSYAWARAH WARGA III DI RW.

VI KELURAHAN
PUDAK PAYUNG KECAMATAN BANYUMANIK, SEMARANG

Disusun untuk Memenuhi Tugas Laporan Praktik Keperawatan Komunitas


Dosen Pembimbing : Ns. Artika Nurrahima, S.Kep., M.Kep

Disusun oleh:
Kelompok V

Faisal Fachrur Arifin 22020116220108


Lisa Windhiarti 22020116220117
Nur Lela Fitriani 22020116220109
Luh Juita Amare Putri 22020116220116
Candra Dewi Ratnasari 22020116220111
Dewa Ayu Anggi G 22020116220113
Sarah Aritonang 22020116220110
Santi Widianingrum 22020116220115
Linda Riana Putri 22020116220114
Atika Rasa Fauzia 22020116220112

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXIX


DEPARTEMEN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
PRE PLANNING MUSYAWARAH WARGA III DI RW. VI KELURAHAN
PUDAK PAYUNG KECAMATAN BANYUMANIK, SEMARANG

A. LATAR BELAKANG
Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan
profesional dan bagian integral dari layanan kesehatan meliputi bio,
psiko, sosial dan spiritual yang komprehensif yang ditujukan bagi
individu, keluarga dan masyarakat baik dalam keadaan sehat ataupun
sakit serta mencakup seluruh proses kehidupan (Asmadi, 2008).
Proses keperawatan akan berkembang secara terus menerus sesuai
dengan perubahan gaya hidup masyarakat itu sendiri. Proses
keperawatan akan berjalan maksimal dengan adanya dukungan aktif
dari masyarakat dan tim kesehatan lainnya yang mengutamakan
pelayanan kesehatan promotif dan preventif secara
berkesinambungan yang ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah
kesehatan yang mereka hadapi (Nasrul, 1998; Iqbal, 2006).
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi dimana
terjadi peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran
dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau
tenang (Kemenkes, 2014). Hipertensi merupakan silent killer karena
gejala masing-masing individu bervariasi dan hampir sama dengan
penyakit lainnya seperti sakit kepala, rasa berat di tengkuk, vertigo,
jantung berdebar-debar, penglihatan kabur, telinga berdenging, dan
mimisan (Pusat Data Informasi Kemenkes RI). Terdapat beberapa
cara untuk mengatasi hipertensi salah satunya yaitu dengan
modifikasi gaya hidup yaitu meliputi penurunan berat badan;
pembatasan alkohol, natrium, tembakau; olahraga; teknik-teknik
mengurangi stress dan relaksasi (Muttaqin, 2009).
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya (Putri, 2017). Hipertensi
dan DM merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan
komplikasi berbahaya yang bahkan bisa berakibat pada kematian
bila tidak mendapat penanganan yang tepat dan efektif (Rosyada
dan Trihandini, 2013). Banyak cara yang dilakukan dalam
mencegah dan memperbaiki kelangsungan hidup lansia yang
menderita hipertensi dan DM yang mencakup 5 pilar yaitu diit/ pola
makan, aktivitas fisik/ olahraga, minum obat, pemeriksaan rutin,
dan manajemen stress. Tujuan penatalaksanaannya meliputi tujuan
jangka pendek dan tujuan jangka panjang, tujuan jangka pendek
yaitu hilangnya keluhan dan tanda yang muncul akibat hipertensi
dan DM, serta mempertahankan rasa nyaman dan tercapainya
target pengendalian glukosa darah.
Berdasarkan hasil pengkajian di RW. VI Kelurahan Pudak
Payung, didapatkan 64 orang menderita hipertensi dan 25 orang
menderita diabetes melitus. Telah dilakukan beberapa
implementasi untuk mengatasi masalah bagi penderita hipertensi
meliputi pendidikan kesehatan mengenai hipertensi, senam anti
stroke, relaksasi otot progresif, pemeriksaan tekanan darah, terapi
SEFT (Spiritual Emotional Feedom Tehnique), dan massage
kepala. Sedangkan untuk DM telah dilakukan pendidikan
kesehatan mengenai penyakit DM, pendidikan kesehatan tentang
perawatan kaki, dan demonstrasi senam kaki.
Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan prioritas masalah
yaitu hipertensi selanjutnya diabetes melitus. Untuk menangani
kedua masalah tersebut telah dilakukan beberapa implementasi
kepada individu, kader kesehatan, maupun komunitas. Diharapkan
kegiatan yang telah berlangsung dapat dilanjutkan oleh warga di
RW. VI dengan mandiri.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan musyawarah warga selama 30 menit, warga
RW VI, kader kesehatan, pihak Puskesmas, pihak Kelurahan, dan
stake holder di RW VI mengetahui hasil evaluasi dari intervensi
yang telah dilakukan oleh mahasiswa profesi XXIX Universitas
Diponegoro di RW VI Kelurahan Pudak Payung pada penderita
hipertensi dan diabebetes melitus selama kurang lebih 2 minggu
dari tanggal 9 Juli 2017 16 Juli 2017.
2. Tujuan khusus
Tujuan dilakukan musyawarah warga ke III adalah :
a. Memaparkan intervensi yang telah dilakukan pada penderita
hipertensi dan DM di RW. VI Kelurahan Pudak Payung dari
tanggal 9 Juli 2017 16 Juli 2017.
b. Memaparkan hasil evaluasi dari intervensi yang telah
dilakukan pada penderita hipertensi dan DM di RW. VI
Kelurahan Pudak Payung dari tanggal 9 Juli 2017 16 Juli
2017.
c. Memaparkan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan dalam
mengatasi masalah hipertensi dan DM di RW. VI Kelurahan
Pudak Payung.

C. METODE PELAKSANAAN
Ceramah, diskusi, dan tanya jawab.

D. MEDIA DAN ALAT YANG DIGUNAKAN


1. Alat
- LCD
- Laptop
- Rol Kabel
- Speaker
- Microphone
2. Media
Media presentasi yang digunakan adalah powerpoint tentang MW
III yang sudah disiapkan satu hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

E. PERENCANAAN
1. Target audiens
Target audiens pada musyawarah warga III adalah perwakilan dari
pihak kelurahan, ketua RW, ketua RT, kader kesehatan,
perwakilan Puskesmas, dan lansia di RW. VI Kelurahan Pudak
Payung Kecamatan Banyumanik, Semarang.
2. Tempat, tanggal, jam
Musyawarah warga III akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 19 Juli 2017
Tempat : Balai RW. VI Kelurahan Pudak Payung
Waktu : Pukul 16.00 WIB Selesai

3. Setting Tempat

LCD A1 A2 A2

E E E A4 Keterangan :
A. Mahasiswa
E E A5 A1 : Moderator
E
A2 : Penyaji
A3 : Fasilitator
E E E A4 : Notulen
A3 A5 : Operator
E E E A6 : Dokumentasi
B. Tokoh Masyarakat
C. Kader Puskesmas
A3 A3 A6 D. Kader Kesehatan
E. Warga RW 7
4. Rencana pelaksanaan
Waktu Acara Materi PJ
Pengukuran Atikah Rasa
15.45 16.00 -
tekanan darah Nurlela Fitriani
16.00 16.15 Pembukaan Pembukaan acara Moderator :
oleh MC Linda Riana Putri
16.15-16.25 Sambutan Ketua Kelompok Faisal Fachrur
Ketua RW
Pihak Puskesmas
Kader
16.25 16.40 Pemaparan PPT intervensi, Presentator :
materi evaluasi, dan rencana Candra Dewi
tindak lanut Lisa Windhiarti
16.40 16. 45 Musyawarah Diskusi dan sesi tanya Moderator :
jawab Linda Riana Putri
Fasilitator
16.45 16.50 Pembacaan Intervensi, rencana Notulen:
hasil diskusi tindak lanjut, dan Luh Juita Amare
jadwal kegiatan.
16.50 17.00 Penutup - Moderator :
Linda Riana Putri

5. Pembagian Tugas
a. Moderator : Linda Riana Putri
b. Presentator : Candra Dewi
Lisa Windhiarti
c. Pemimpin Diskusi : Faisal Fachrur
d. Fasilitator : Atikah Rasa
Nur Lela F
Santi Widianingrum
e. Observer/ Notulen : Luh Juita Amare
f. Operator : Dewa Ayu Anggi
g. Dokumentasi : Faisal Fachrur
Sarah Aritonang
6. Uraian tugas
a. Moderator
- Memandu jalannya tahapan acara
- Memimpin jalannya diskusi dan curah pendapat
- Mengarahkan tujuan diskusi
- Mengatur pelaksanaan diskusi
b. Penyaji
- Memaparkan kegiatan yang akan dilaksanakan selama
mahasiswa praktik
- Mengidentifikasi respon audiens terhadap pengungkapan
masalah
- Melakukan evaluasi kemampuan audiens dalam
menerima penjelasan
c. Observer
- Mengamati jalannya kegiatan
d. Notulen
- Mencatat hasil diskusi dan membuat kesimpulan
e. Fasilitator
- Memfasilitasi audiens dalam mengungkapkan pendapat
dan hal-hal yang kurang dimengerti

7. Indikator hasil
Indikator hasil dari musyawarah warga III antara lain:
a. Memaparkan hasil intervensi yang telah dilakukan
b. Memaparkan hasil evaluasi dari intervensi yang telah
dilakukan
c. Memaparkan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan pada
penderita hipertensi dan diabetes mellitus di RW. VI
Keluarahan Pudak Payung Kecamatan Banyumanik,
Semarang
d. Masyarakat ikut aktif berdiskusi saat musyawarah
F. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Menyiapkan pre planning sebelum pelaksanaan musyawarah
b. Izin pelaksanaan kegiatan dengan stake holder setempat
c. Melakukan kontrak waktu dengan menyebarkan undangan
pada warga dan pihak-pihak yang terkait
d. Melakukan kontrak waktu dengan dosen pembimbing
2. Evaluasi proses
a. Warga dan mahasiswa datang sesuai dengan kontrak yang
disepakati.
b. Pemaparan materi yang dilaksanakan sesuai waktu dan
tempat yang telah ditetapkan.
c. Warga memperhatikan materi yang disampaikan oleh penyaji/
presentator
d. Mahasiswa bertugas sesuai perannya dan materi dapat
tersampaikan dengan baik
e. Warga aktif bertanya terhadap hal-hal yang belum diketahui.
f. Ceramah dan tanya jawab berjalan dengan lancar.
g. Media dan alat bantu dapat digunakan dengan efektif
3. Evaluasi hasil (terlampir)
a. Kognitif
Warga mampu menyebutkan dan menyumbangkan ide untuk
rencana tindak lanut untuk mengatasi hipertensi dan diabetes
mellitus di RW. VI Kelurahan Pudak Payung Kecamatan
Banyumanik, Semarang.
b. Afektif
Warga tampak antusias saat penyampaian materi maupun
saat diskusi
c. Psikomotor
Warga dan kader mengatakan mampu untuk melaksanakan
rencana tindak lanjut yang harus dilakukan untuk meneruskan
intervensi yang dilakukan pada penderita hipertensi dan
diabetes mellitus di RW. VI Kelurahan Pudak Payung
Kecamatan Banyumanik, Semarang.

DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. 2008. Konsep dasar keperawatan. Jakarta:EGC

Kompas. Februari 2016. Hipertensi, Pembunuh dalam Diam. Diakses di


http://health.kompas.com/read/2016/02/13/100000323/Hipertensi.Pe
mbunuh.dalam.Diam pada 18 Juni 2017 Pukul 10.30

Muttaqin, Arif. 2009. Pengantar Asuhan Keperawatan Klien dengan


Gangguan Sistem Kardiovaskular. Jakarta: Salemba Medika.

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. www.depkes.go.id


diakses pada 14 Maret 2016 Pukul 20.56

Putri, Linda Riana. 2017. Gambaran Self Care Pada Penderita Diabetes
Melitus (DM) di Wilayah Kerja Puskesmas Srondol Semarang.
Semarang: Universitas Diponegoro

Rosyada, Amrina & Trihandini. 2013. Determinan Komplikasi Kronik


Diabetes Mellitus pada Lanjut Usia. Jurnal kesehatan Masyarakat
Nasional 7:9