Anda di halaman 1dari 5

REMEDIAL OSCE GASTRO-HEPATOLOGI

Ni Putu Andina Kluniari

HIPERTENSI PORTA

Hipertensi portal didefinisikan sebagai sekumpulan gejala yang terjadi karena peningkatan
tekanan vena portal yang kronis yang merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas
pada anak dengan penyakit hati. Pada hipertensi portal terjadi peningkatan tekanan aliran darah
portal diatas 10-12 mmHg yang menetap, dimana tekanan dalam keadaan normal berkisar 4-8
mmHg.

PATOGENESIS

Hipertensi portal diklasifikasikan menurut tempat utama terjadinya resistensi aliran darah portal
yaitu ekstrahepatik dan intrahepatik. Hipertensi portal tergantung pada dua komponen dasar,
yaitu aliran darah porta dan tahanan vaskuler. Peningkatan tahanan vaskuler adalah faktor yang
paling sering sebagai penyebab hipertensi portal. Tahanan terhadap aliran darah porta
dipengaruhi oleh vaskuler intrahepatik, pembuluh darah porta dan porto-kolateral. Selain
dipengaruhi oleh faktor mekanik, aliran porta juga dipengaruhi oleh beberapa mediator vasoaktif,
diantaranya nitrogen oksida, noredrenalin, angiotensin II serta endotelin. Obstruksi vena porta
ekstra hepatik merupakan penyebab terpenting hipertensi portal pada anak-anak. Akibat
hipertensi portal terjadi penurunan aliran darah ke vena porta, sehingga mendorong terbentuknya
kolateral (portosystemic collateral) baik superfisial maupun profundus. Komplikasi hipertensi
portal terjadi jika tekanan portal mencapai 12 mmHg atau lebih. Komplikasi terbesar adalah
perdarahan gastrointestinal sebesar 80% dari kasus, dan 5% menyebabkan kematian.

GEJALA KLINIS

Munculnya hipertensi portal tidak selalu disertai gejala, gejala klinis biasanya muncul akibat
komplikasi yaitu :
Hematemesis
Melena

Ensefalopati akibat fungsi hati yang buruk

Asites

Hepatomegali

Splenomegali

Pelebaran vena dinding perut dan caput medusa

Ikterus

DIAGNOSIS

Anamnesis dan pemeriksaan fisik pada penderita hipertensi portal ditujukan untuk menentukan
kemungkinan penyebab hipertensi portal dan komplikasi yang terjadi, misalnya :

Riwayat kuning
Riwayat transfusi (penularan hepatitis B dan C)

Riwayat penyakit hati dalam keluarga (hemochromatosis, Wilson disease)

Beberapa pemeriksaan penunjang juga membantu menegakkan diagnosis :

Laboratorium : darah lengkap, tes fungsi hati, faal hemostasis, albumin, serologi
hepatitis, defisiensi alfa-1 antitripsin
Radiologi : foto polos abdomen, USG Doppler, CT scan, MRI, CT-angiografi

Endoskopi

Biopsi hati

DIAGNOSIS BANDING PENYEBAB

Ekstrahepatik :
- Obstruksi vena porta: trombosis vena porta

- Peningkatan aliran porta: arteriovenous fistula

Intrahepatik :

- Penyakit hepatoseluler : hepatitis virus (akuit/kronis), sirosis, fibrosis hepar


kongenital, penyakit Wilson, defisiensi 1- antitripsin, penyakit glycogen storage tipe
IV, hepatotoksisitas (methotrexate, nutrisi parenteral)

- Penyakit traktus bilier: atresia bilier ekstrahepatik, cystic fibrosis, kista duktus
koledokus, kolangitis sklerosis, gangguan saluran empedu intrahepatik

- Hipertensi portal idiopatik :

Obstruksi postsinusoidal : sindrom Budd-Chiari, penyakit veno-occlusive (trombosis


dan malformasi kongenital segmen toraks vena cava inferior, perikarditis konstriktif,
gangguan katup trikuspid, miokardiopati kongestif berat)

TERAPI

Perdarahan gastrointestinal akibat pecahnya varises esofagus merupakan komplikasi tersering


dan kegawat-daruratan pada penderita hipertensi portal, sehingga terapi hipertensi portal dapat
dibagi menjadi terapi kegawat-daruratan dan profilaksis terhadap perdarahan atau perdarahan
berulang.

Terapi perdarahan varises esofagus :

Resusitasi cairan (cairan kristaloid maupun darah)


Koreksi koagulopati : vitamin K, transfusi trombosit dan Fresh Frozen Plasma

Pasang sonde lambung : monitor perdarahan

Reseptor H2 bloker (ranitidin)

Medikamentosa :
- Octreotide/Somatostatin : 1 mcg/Kg BB/jam sampai 12 jam setelah perdarahan
berhenti

- Vasopressin : 0,33 U/Kg BB selama 20 menit dan dilanjutkan dengan dosis yang
sama tiap jam

Skleroterapi endoskopik

Terapi preventif perdarahan varises esofagus :

B-blocker: propanolol 0,5 mg/Kg BB/12 jam


Skleroterapi preventif

Ligasi Varises endoskopik (jarang)

Transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS)

Splenektomi

Devaskularisasi

Transplantasi hati

PROGNOSIS

Hipertensi portal akibat kelainan intrahepatik mempunyai prognosis yang buruk. Hipertensi
portal umumnya bersifat progresif sejalan dengan memburuknya fungsi hati. Usaha yang
dilakukan ditujukan pada penanganan perdarahan akut dan pencegahan perdarahan berulang.
Sedangkan pada penderita dengan sumbatan vena porta (ekstrahepatal), episode perdarahan
jarang dan lebih ringan. Sebagian besar penderita dapat diterapi secara konservatif.

DAFTAR PUSTAKA

1. Bosch J, Carlos J. Pathophysiology of portal hypertension and its complications. Dalam :


Bircher J, Benhamou JP, McIntyre, Rizzetto M, Rodes J, eds. Oxford textbook of Clinical
Hepatology. Edisi ke-2. New York: 1999; 1 : 653-9.
2. Boyer TD, Henderson JM. Portal Hypertension and Bleeding Esophageal Varises. Dalam :
Zakim D, Boyer TD, penyunting. Hepatology a Textbook of Liver Disease. Edisi ke-3.
Philadelphia : WB Saunders Co ,1996; 720-63.

3. Sage PB, Le Bail B, Balabaud C. Liver and biliary tract histology. Dalam : Bircher J,
Benhamou JP, McIntyre, Rizzetto M, Rodes J, eds. Oxford textbook of Clinical Hepatology.
Edisi ke-2. New York : Oxford University Press 1999; 1 : 13-20.

4. Sherlock S, Dooley J. The portal venous system and portal hypertension. Dalam : Sherlock
S, Dooley J. penyunting. Disease of the liver and biliary system. Edisi ke-10. USA :
Blackwell Science Inc. 1997; 135.

5. Sucky FJ. Portal Hypertension and Varises. Dalam : Behrman RE, Kliegman RM, Jenson
HB, eds. Nelson textbook of Pediatrics. Edisi ke-17. Philadelphia : WB Saunders Co, 2001;
1346-49.