Anda di halaman 1dari 28

TUGAS

SITEM INFORMASI AKUNTANSI

TENTANG :

SISTEM BUKU BESAR DAN PELAPORAN

DOSEN : YUL EMRI YULIS,SE,M.,SI

KELOMPOK IX :

1. DELIN TRI RESTI


2. WELLY SASRA YULIANI
3. RINALDI ARYATAMA

PRODI AKUNTANSI

T.A 2016/2017

UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

( UNIKS )
SISTEM BUKU BESAR DAN PELAPORAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah memepelajari bab ini , anda mampu :

1. Menjelaskan operasi pemrosesan informasi yang diperlukan untuk memperbaharui


buku besar serta menghasilkan laporan bagi pengguna internal dan eksternal.
2. Mengidentifikasi ancaman utama dalam buku besar dan aktivitas pelaporan serta
mengevaluasi kecukupan berbagai prosedur pengendalian untuk menghadapinya. 3.
3. Memahami implikasi dari perkembangan TI yang baru, seperti XBRL, dan perusahaan
dalam ketentuan pelpaoran eksternal, seperti IFRS, bagi desain dan operasi atas
sistem buku besar dan pelaporan.
4. Membahas bagaimana alat-alat seperti akuntansi pertanggungjawaban, balanced
scorecard dan grafik yang dapat digunakan untuk menyediakan informasi yang
diperlukan leh para manajer guna mengawasi kinerja secara efektif.

OMEGA ELECTRONICS

Linda Spurgeon, Presiden dan CEO Alpha Omega Electronics (CEO), tidak puas dengan
kemampuan pelaporan dari sistem enterprise resource planning ( ERP ) baru milik AOE.
Meskipun proses penutupan bulanan sekarang hanya kurang dari dua hari, sistem tersebut
hanya menyediakan informasi yang tepat waktu mengenai kinerja keuangan perusahaan
bagi manjemen. Linda menginginkan sebuah laporan yang mengintegrasi informasi
keuangan dengan ukuran-ukuran operasional mengenai kondisi perusahaan. Ia juga
khawatir mengenai cara menyiapkan AOE yang beralih dari U.S. Generally Accepted
Accounting Principles ( GAAP ) ke international financial reporting standards ( IFRS ) dan
mengenai cara memenuhi ketentuan baru Securities and Exchange Commision ( SEC )
untuk mulai mengumpulkan informasi keuangan menggunakan XBRI.

Linda melakukan sebuah pertemuan dengan stephanie cromwell, chief financial officer
AOE, elizabeth venko, kontrolir AOE dan Ann Brandt wakil presiden sistem informasi AOE.

PENDAHULUAN

Bab ini membahas mengenai operasi pemrosesan informasi yang dilibatkan dalam
memperbaharui buku besar dan menyiapakan laporan yang merangkum hasil dari aktivitas
sebuah organisasi. Seperti yang ditunjukkan dalam Figur 16-1, sistem buku besar dan
pelaporan memainkan sebuah peran penting dalam sistem informasi akuntansi sebuah
perusahaan. Fungsi utamanya adalah untuk mengumpulkan dan mengatur data dari
sumber-sumber sabagai berikut :

Setiap subsistem siklus akuntansi yang dijelasan dalam Bab 12 sampai 15


menyediakan informasi mengenai transaksi reguler. ( Hanya arus data utama dari
setiap subsistem yang digambarkan, untuk menjaga agar figur menjadi rapi ).
Bendahara menyediakan informasi mengenai aktivitas pendanaan dan investasi,
seperti penerbitan atau penyelesaian intrumen utang dan ekuitas dan pembelian
serta penjualan sekuritas investasi.
Departemenbanggaran menyediakan nomor anggaran.
Kontrolir menyediakan jurnal penyesuaian.
Figur 16-2 menunjukkan aktivitas-aktivitas dasar yang dijalankan dalam sistem buku
besar dan pelaporan. Tiga aktivitas pertama menunjukkan langkah-langkah dasar dalam
siklus akuntansi, yang berpuncak pada aktivitas yang menghasilkan serangkaian laporan
keuangan tradisional. Aktivitas keempat mengidikasikan bahwa, sebagai tambahan dalam
laporan keuangan bagi para pengguna eksternal, sistem akuntansi suatu organisasi
menghasilkan berbagai laporan bagi manajemen internal.
Kita mulai dengan menguraikan desain khas buku besar dan pelaporan. Selain itu, kita
juga akan membahas mengenai pengendalian dasar yang diperlukan untuk memastikan
bahwa buku besar dan pelaporan tersebut menyajikan informasi yang andal bagi
manajemen dan berbagai pemegang kepentingan eksternal. Kita kemudian akan
membahas secara detail setiap aktivitas sistem buku besar dan pelaporan yang
digambarkan dalam figur 16-2.

Penjualan Harga Pokok Produksi


Siklus Siklus
pendapatan Penerimaan Kas produksi

Pembelian Sistem Buku Beban Gaji dan Upah


Siklus Siklus
pengeluaran Pengeluaran Kas Besar Dan Nomor Anggaran sumber
daya
Pelaporan
manusia

Anggaran
Direktur
anggaran
Jurnal penyesuaian

Entri jurnal aktivitas pendanaan

Bendahara manajer Pengguna kontrol


eksternal
Sistem
1.0
akuntansi memperbarui
buku besar

Bendahara
4.0
menghasilkan
lap.keuangan

Budget ang repots

Buku besar
Jurnal penutup

Neraca saldo

Jurnal penyesuaian Laporan keuangan

Sustem buku besar dan pelaporan


Figur 16-3 menunjukkan jenis model suatu sistem buku besar dan pelaporan online.

PROSES

Database terpusat harus diatur menggunakan cara yang memungkinkan tercapainya


berbagai kebutuhan informasi, baik pengguna internal maupun eksternal. Para manajer
membutuhkan informasi yang detail dan tepat waktu mengenai hasil operasi pada area
tanggung jawab tertentunya. Para investor dan kreditur mengharapkan laporan keuangan
periodik dan pembaruan tepat waktu untuk membantu mereka dalam menilai kinerja
organisasi. Berbagai badan pemerintah juga meminta persyaratan informasi yang spesifik.
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan ini, sistem buku besar dan pelaporan tidak hanya
menghasilkan laaporan periodik, tetapi juga mendukung pertanyaan secara online.

ANCAMAN DAN PENGENDALIAN

Figur 16-3 meunjukkan bahwa seluruh aktivitas siklus buku besar dan pelaporan
bergantung pada database terintegrasi. Oleh karena itu,ancaman umum pertama yang
terdapat pada tabel 16-3 adalah data buku besar yang tidak tepat atau tidak valid. Data
buku besar yang tidak akurat dapat menghasilkan laporan yang yang menyesatkan yang
menyebabkan para manajer membuat keputusan keliru. Sama halnya, kesalahan dalam
laporan keuangan yang disediakan.

Figur 16-3

Desain khas sistem buku


besar dan pelaporan online

Subsistem
lain
Jurnal
penyesuaian
Entri bendahara standar
jurnal Entri jurnal
Jurnal
penyesuaia
n
Program Program Laporan
memperbarui Buku penutupan kinerja
buku besar besar peiodik keuangan

Sistem
dukungan Berbagai
keputusan manajer
periodik
File
voucher
jurnal
Untuk para kreditur, investor dan badab pemerintah dapat menyebabkan para pemegang
kepentingan tersebut malakukan pengambilan keputusan yang salah. Lagi pula, kesalahan
dalam pernyataan dan laporan keuangan yang disediakan kepada pemegang kepentingan
eksternal juga dapat menimbulkan denda dan reaksi negatif dari pasar modal.

Satu cara untuk menanggulangi ancaman atas buku besar yang tidak tepat atau tidak valid
adalah menggunakan berbagai pengendalian integritas pemrosesan yang dibahas di bab 10
untuk meminimalkan risiko kesalahan input data ketika bendahara dan kontrolir membuat
entri jurnal langsung ( pengendalian 1.1 ). Penting pula untuk mempersempit akses terhadap
buku besar dan membuat konfigurasi sistem, sehingga hanya para pegawai yang
diotorisasikan saja yang dapat membuat perubahan terhadap data induk ( pengendalian 1.2
). Jadi, autentikasi multifaktur harus digunakan untuk mempersempit akses terhadap buku
besar. Lagi pula yang pengendalian otorisasi ( sebuah matriks pengendalian akses dan uji
kompatibilitas ) seharusnya juga digunakan untuk membatasi fungsi yang mungkin
dijalankan setiap pengguna sah. Sebagai contoh, sebagian besar manajer sebaiknya hanya
diberi akses read-only terhadap buku besar, seperti yang digambarkan pada figur 16-3. Jika
tidak, seorang manajer yang tidak bermoral dapat melakukan pencurian aset atau kinerja
buruk dengan mengubah informasi dalam buku besar. Meski demikian, seperti yang
dijelaskan dalam fokus 16-1, penting pula untuk membatasi dengan cermat akses istimewa
read-only pada bagian sistem tertentu. Lagi pula, matriks pengendalian akses harusnya juga
didesain untuk membatasi fungsi dapat dijalankan pada berbagai terminal. Jurnal
penyusaian, sebagai contoh, seharusnya hanya disediakan dari terminal dalam kantor
kontrolir. Meskipun demikian, karena pengendalian reventif tersebut tidak pernah bisa 100%
efektif, tabel 16-1 juga menunjukkan bahwa nilai penting dari sebuah pengawasan
pengendalian adalah untuk menghasilkan sebuah laporan mengenai seluruh perubahan
terhadap buku besar teratur dan meninjaunya untuk memverifikasi bahwa database masih
cukup akurat ( pengendalian 1.3 ).

Ancaman umum kedua dalam sistem buku nesar dan pelaporan adalah pengungkapan
informasi keuangan yang tidak diotoritas. Khususnya, perysahaan tidak perlu terburu-buru
menerbitkan laporan keuangan; penerbit laporan keuangan secara prematur cenderung
menimbulkan sanksi dari berbagai agensi terkait dan timbulnya tuntutan hukum dari
pemegang kepentingan. Prosedur pengendalian terbaik untuk mengurangi risiko
pengungkapan laporan keuangan yang tidak diotorisasi bisa dilakukan dengan menerapkan
autentikasi multifaktor dan pengendalian keamanan fisik guna mempersempit akses
terhadap buku besar ( pengendalian 21 ), memberikan hanya bagi pegawai yang
memerlukan akses tersebut untuk melakukan pekerjaannya. Dilakukan enkripsi database (
pengendalian 2.2 ) memberikan proteksi tambahan karena menyediakan informasi yang
tidak dapat dimengerti oleh mereka yang berhasil mendapatkan database yang tidak
diotorisasi. Enkripsi juga mencegah para pegawai TI, yang tidak memiliki akses terhadap
sistem ERP, menggunakan utilitas sistem pengoperasian untuk melihat informasi sensitif.
Lagi pula, data buku besar harus dienkripsi ketika ditransmisikan melalui internet ke kantor
perusahaan lain, analis, atau badan pemerintah.

Ancaman umum ketiga dalam siklus buku besar umum dan pelaporan berkaitan dengan
penghancuran data induk.
TABEL 16 ANCAMAN DAN PENGENDALIAN DALAM BUKU BESAR DAN PELAPORAN
ENTITAN ANCAMAN PENGENDALIAN (NOMOR
PERTAMA MENGACU PADA
ANCAMAN YANG SESUAI)
Masalah-masalah umum 1. Data buku besar yang tidak 1.1 Pengendalian integritas
seluruh siklus buku besar akurat atau tidak valid pengelolaan data
dan pelaporan 2. Pengungkapan laporan 1.2 Pembatasan akses ke buku
keuangan yang tidak besar
diotorisasi 1.3 Tinjauan terhadap seluruh
3. Hilangnya atau perusakan perubahan pada data buku
data besar
2.1 Pengendalian akses
2.2 Enkripsi
3.1 Backup dan prosedur
pemulihan bencana

Mempebaharui buku besar 4. Pembaruan yang tidak 4.1 Pengendalina integritas


akurat atas buku besar pemrosesan entri data
5. Entri jurnal yang tidak 4.2 Rekonsiliasi dan laporan
diotorisasi pengendalian
4.3 Pembuatan dan tinjauan
jejak audit
5.1 Pengendalian akses
5.2 Rekonsiliasi dan laporan
pengendalian
5.3 Tinjauan dan pembuatan
jejak audit

Memasukkan jurnal 6. Jurnal penyesuaian yang 6.1 Pengendalian integritas


penyesuain tidak akurat pemrosesan entri data
7. Jurnal penyesuaian yang 6.2 Pengendalian
tidak diotorisasi perlindungan kesalahan
spreadsheet
6.3 Jurnal penyesuaian
standar
6.4 Rekonsiliasi dan laporan
pengendalian
6.5 Tinjauan dan pembuatan
jejak audit
7.1 Pengendalian akses
7.2 Rekonsiliasi dan laporan
pengendalian
7.3 Tinjauan dan pembuatan
jejak audit

Menyiapkan laporan 8. Laporan keuangan yang 8.1 Pengendalian integritas


keuangan tidak tepat pemrosesan
9. Laporan keuangan yang 8.2 Penggunaan serangkaian
curang perangkat lunak
8.3 pelatihan dan pengalaman
dalam menerapkan IFRS
dan XBRL
8.4 Audit
9.1 Audit
Membuat laporan manajerial 10. Laporan dan grafik yang 10.1Akuntansi
didesain dengan buruk pertanggungjawaban
10.2 Balanced scorecard
10.3Pelatihan desain grafis
yang layak

FOKUS 16-1 Pentingnya Membatasi Akses Read-Only

Meskipun sebagian besar organisasi cermat membatasi kemampuan pegawainya dala


membuat, menghapus,memperbaharui atau memodifiasi data, perusahaan sering kali
kurang memberi perhatian dalam membatasi bagian sistem yang dapat dibaca oleh
pegawainya. Sebagai contoh, sebagian besar pegawai mungkin tidak memiliki akses
membaca bagian sistem yang berisi data sensitif. Seperti penggajian dan inisiatif strategis,
tetapi disisi lain mungkin mamiliki kemampuan tak terbatas sacara virtual. Seperti yang
dijelaskan sebelumnya dalam Bab 8, seseorang yang memiliki akses terhadap hash kata
sandi dapat menggunakan kamus yang dikumpilkan sebelumnya ( disebut rainbow tables )
untuk menemukan kata sandi plaintext terkait dengan sebuah hash. Sehingga, kegagalan
membatasi akses read-only terhadap file hash kata sandi menimbulkan kemungkinan bagi
seorang pegawai dengan niat tidak baik untuk memecahkan kata sandi pegawai lain.

PROSES

Aktivitas memperbaharui buku besar terdiri dari posting entri jurnal yang berasal dua berikut
ini :

Sistem akuntansi : setiap subsistem akuntansi yang dijelaskan pada Bab 12 sampai
15 membuat sebuah entri jurnal untuk memperbarui buku besar. Dalam teori, buku
besar dapat diperbarui ntuk setiap transaksi yang terjadi. Meski demikian, dalam
praktiknya, berbagai subsistem akuntansi biasanya memperbarui buku besar dengan
cara meringkas entri jurnal yang menunjukkan hasil dari seluruh transaksi yang
terjadi selama periode waktu tertentu ( hari, minggu, atau bulan ). Sebagi contoh,
subsistem siklus pendapatan akan menghasilkan sebuah ikhtisar entri jurnal yang
mendebit piutang dan kas serta mengkredit penjualan untuk seluruh penjualan yang
terjadi selama periode pembaruan. Tidak jauh berbeda,siklus pengeluaran akan
menimbulkan ikhtisar entri jurnal yang mencatat pembelian perlengkapan dan
persediaan serta mencatat pengeluaran kas sebagai pembayaran untuk pembelian
tersebut.
Bendahara : kantor bendahara menyediakan informasi bagi entri jurnal untuk
memprbarui buku besar terkait transaksi tidak rutin seperti penerbitan dan penarikan
utang, pembelian dan penjualan sekuritas investasi, atau akuiasi saham treasury.

Figur 16-3 menunjukkan bahwa entri jurnal per transaksi yang digunakan untuk
memperbarui buku besar disimpan dalam file voucher jurnal ( journal vocher file ).
File voucher jurnal tersebut berisi informasi yang akan ditemukan dalam jurnal umum
dalam sebuah akuntansi manual : tanggal entri jurnal, akun-akun yang didebit dan
dikredit dan jumlahnya. Namun demikian, yang perlu yang diperhatikan adalah file
voucher journal tersebut merupakan hasil tambahan dari proses posting, bukan input
ke proses posting. Seperti yang akan dijelaskan kemudian, file voucher jurnal
merupakan bagian penting dari jejak audit, yang memastikan bukti bahwa seluruh
transaksi yang diotorisasi telah dicatat dengan akurat dan lengkap.

ANCAMAN DAN PENGENDALIAN

TABEL 16-1 Menunjukkan bahwa dua ancaman terkait dalam tahap iniadalah entir jurnal
yang tidak akurat dan tidak diotorisasi untuk memperbarui buku besar. Kedua hal tersebut
dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang buruk berdasarkan informasi yang keliru
dalam laporan kinerja keuangan.

Seperti ditunjukkan dalam Figur 16-3, ada dua sumber entri jurnal untuk memperbarui buku
besar, yaitu ikhtisar entri jurnal dari siklus SIA lainnya dan entri langsung yang dibuat oleh
bendahara. Sumber pertama merupakan output dari serangkaian langkah pemrosesan, yang
masing-masing adalah inti dari berbagai prosedur pengendalian aplikasi yang didesain untuk
memastikan ketepatan dan kelengkapan, seperti yang dijelaskan dalam empat bab
sebelumnya. Akibatnya, pengendalian edit input utama untuk ikhtisar entri jurnal dari siklus-
siklus lainnya merupakan konfigurasi sistem tersebut untuk memverifikasi bahwa :

1. Pengecekan saldo nol untuk memverifikasi bahwa dalam sbuah entri jurnal,total
debit sama dengan total kredit.
2. Pengecekan kelengkapan untuk memastikan bahwa seluruh data yang terkait telah
dimasukkan,terutama sumber entri jurnal.
3. Verifikasi closed-loop untuk mencocokkan nomor akun dengan deskripsi akun,
unutuk memastikan bahwa akun buku besar yang benar dengan diakses.
4. Pengecekan tanda saldo akun buku besar untuk memverifikasikan bahwa saldo
berada pada sisi yang tepat ( debit atau kredit ) setelah pembaruan telah selesai
dilakukan.
5. Menghitung total yang terjadi untuk memverifikasi keakuratan pemrosesan sejumlah
voucher jurnal. ( komputer menghitung saldo baru dari akun buku besar,
berdasarkan saldo awalnya dal total debit serta kredit yang ditetapkan untuk akun
tersebut, kemudian membandingkannya denga saldo akun sesungguhnya dalam
entri jurnal yang diperbarui. Dideskripsi mengindikasikan sebuah kesalahan
pemrosesan yang harus diteliti.

Pengendalian akses yang kuat, meliputi autentikasi multifaktor dan pengujian kompatibilitas
berdasarkan matriks pengendalian akses, mengurangi risiko atas entri jurnal yang tidak
diotorisasi ( pengendalian 4.1 ). Selai untuk pengendalian preventif, tabel 16-1
mencantumkan dua jenis pengendalian efektif yang harus digunakan untuk mengidentifikasi
entri jurnal yang tidak akurat dan tidak diotorisasi : rekonsiliasi dan laporan pengendalian (
pengendalian 4.2 dan 5.2 ), dan pemeliharaan sebuah jejak auditnyang memadai (
pengendalian 4.3 dan 5.3 ).
REKONSILIASI DAN LAPORAN PENGENDALIAN

Rekonsiliasi dan laporan pengendalian dapat mendeteksi apakah suatu kesalahan dibuat
selama proses memperbarui buku besar. Salah satu bentuk rekonsiliasi adalah
mempersiapkan neraca saldo. Neraca saldo ( trial balance ) adalah sebuah laporan yang
mencantumkan saldo untuk seluruh akun buku besar. Namanya menunjukkan fakta bahwa
jika seluruh aktivitas telah dicata denga tepat, total dari seluruh saldo debit diberbagai akun
harus sama denga total dari seluruh saldo kredit; jika tidak, itu berarti telah terjadi suatu
kesalahan saat mem-posting.

Rekonsiliasi lain yang penting adalah membandingkan saldo akun pengendalian buku
besar terhadap total saldo dalam buku besar pembantu yang terkait. Sebagai contoh,
penjumlahan saldo dari akun setiap pelanggan harus sama denga saldo akun pengendalian
piutang dalam buku besar. Jika kedua total tersebut tidak cocok, selisihnya harus diteliti dan
dikoreksi. Pentig juga untuk memverifikasi bahwa transaksi tersebut dicatat dalam periode
waktu yang sesuai.

Pada akhir periode fiskal penting pula untuk memverifikasi bahwa akun suspense atau
akun kliring sementara memiliki saldo nol. Akun suspense dan kliring tersebut
memberikan sebuah saran untuk memastikan bahwa buku besar selalu seimbang. Untuk
mengilustrasikan penggunaan jenis-jenis akun khusus ini, asumsikan bahwa seorang
pegawai bertanggung jawab atas :

Pengiriman yang belum ditagih xxx

Penjualan yyy

Setelah kedua entri jurnal lengkap, akun kliring khusus, pengiriman yang belum ditahan
seharusnya memiliki saldo nol. Jika tidak, berarti terjadi suatu kesalahan dan harus diteliti
serta dikoreksi.

Mencantumkan voucher jurnal berdasarkan nomor akun umum agar mempermudah proses
identifikasi penyebab kesalahan yang mempengaruhi suatu akun buku besar tertentu.
Mencantumkan voucher jurnal berdasarkan urutan numerik,tanggal,dan nomor akun hanya
dapat menunjukkan posting entri jurnal yang tidak ada. Laporan-laporan tersebut juga sering
menyertakan jumlah total untuk menunjukkan apakah debit dan kredit total yang di-posting
ke buku besar jumlahnya sama.

JEJAK AUDIT

Jejak audit ( audit trail ) adalah jalur yang dapat ditelusuri yang menunjukkan arus sebuah
transaksi yang mengalir melalui sistem informasi untuk mempengaruhi saldo akun buku
besar. Ini adalah sebuah pengendalian detektif penting yang memberikan buku mengenai
penyebab perubahan dalam saldo akun buku besar.

Sebuah jejak audit yang didesain denga tepat menyediakan kemampuan untuk
menjalankan tugas-tugas berikut :
1. Melacak berbagai transaksi dari dokumen sumber aslinya ( kertas atau elektronik )
sampai entri jurnal yang diperbarui ke buku besar dan sampai pada berbagai laporan
atau dokumen lain yang menggunakan data tersebut. Hal tersebut menyediakan
sebuah sarana untuk memverifikasi bahwa seluruh transaksi yang diotorisasi telah
dicatat.
2. Menelusuri ke belakang berbagai hal yang muncul dalam sebuah laporan
menggunakan buku besar ke dokumen sumber aslinya ( kertas atau elektronik ). Hal ini
memberi sarana untuk memverifikasi bahwa seluruh transaksi yang dicatat diotorisasi
dan dicata deangan benar.

Dalam sistem akuntansi turun-temurun, file voucher jurnal adalah sebuah bagian penting
dari jejak audit, menyediakan informasi mengenai sumber seluruh entri yang dibuat untuk
memperbarui buku besar. Kemampuan yang sama disediakan oleh fitur aliran kinerja bisnis
dalam sistem ERP, yang mempermudah dalam menelusuri setiap langkah yang digunakan
dalam memproses sebuah transaksi. Kegunaan dari jejak audit bergantung pada
integritasnya. Oleh karena itu, penting untuk membuat backup dari seluruh komponen jejak
audit secara periodik dan mengendalikan akses terhadap backup tersebut guna memastikan
bahwa backup itu tidak dapat diubah. Akses terhadap jejak audit biasanya dibatasi untuk
para manajer. Selai itu, sistem ERP menyediakan alat-alat melekat untuk memastikan
integriras dari jejak audit. SAP, sebagai contoh, menciptakan catatan yang dinomori
sebelumnya ( disebut dokumen ) untuk setiap tindakan yang dikerjakan. Dokumen ini tidak
dapat dihapus;tetapi kemungkinan fitur-fitur melekat ini memastikan bahwa SAP
menciptakan dan memelihara sebuah jejak audit yang aman.

PROSES

Jurnal penyesuaian asli berasal dari kantor kontrolir, setelah neraca saldo awal disiapkan.
Jurnal penyesuain dibagi dalam lima kategori dasar sebagai berikut :

1. Akrual adalah entri yang dibuat pad akahir periode akuntansi yang menggambarkan
transaksi-transaksi yang telah terjadi, tetapi kasnya belum diterima atau dikeliarkan.
Contohnya: meliputi pencatatan pendapatan bunga yang masuk harus diterima dan
upah yang dibayar.
2. Penanggihan adalah entri yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang
menggambarkan penerimaan kas sebelum pekerjaan terkait transaksi dilaksanakan.
Contohnya: meliputi pengakuan pendapatan diterima di muka sebagai kewajiban dan
memcatat pembayaran tertentu ( misalnya , sewa, bunga dan asuransi ) sebagai aset
yang dibayar dimuka.
3. Estimasi adalah entri yang meninjukkan sebagian biaya yang diharapkan terjadi
selama sejumlah periode akuntansi. Contohnya: meliputi depresiasi dan beban utang
tak tertagih.
4. Revaluasi adalah entri yang dibuat untuk menggambarkan selisih antara nilai aktual
dan nilai tercatat dari suatu aset atau perubahan dalam prinsip akutansi. Contohnya:
meliputi perubahan dalam metode yang digunakan untuk menilai persediaan,
mengurangi nilai persediaan yang menggambarkan tingkat keusangan atau catatan
penyesuaian persediaan yang menunjukkan hasil tercatat pada saat dilakukan
perhitungan fisik persediaan.
5. Koreksi adalah entri yang dibuat untuk membalik pengaruh dari kesalahan yang
ditemukan dalam buku besar.

Seperti yang ditunjukkan dalam figur 16-3, informasi mengenai jurnal penyesuaian ini juga
disimpan dalam fiel voucher jurnal. Setelah seluruh jurnal penyesuaian di-posting, kemudian
dibuat neraca saldo penyesuaian. Neraca saldo penyesuaian digunakan sebagai input
terhadap langkah selanjjutnya dalam siklus buku besar dan pelaporan keuangan, persiapan
penyusunan laporan keuangan.

ANCAMAN DAN PENGENDALIAN

Seperti yang ditunjukkan tabel 16-1, entri jurnal penyesuaian yang tidak diotorisasi dan
tidak akurat adalah ancaman yang perlu diatasi karena dapat menghasilkan laporan
keuangan yang keliru dan mengarah pada keputusan yang buruk. Untuk mengurangi risiko
input yang keliru, jenis pengendalian integritas pemrosesan entri data yang sama yang
dibahas sebelumnya untuk mencegah ancaman entri jurnal yang keliru oleh bendahara juga
harus diterapkan terhadap entri jurnal penyesuaian yang dibuat oleh kontrolir ( pengendalian
6.1 ). Namun demikian, sering kali, entri jurnal penyesuaian dihitung dalam spreadsheet.
Oleh karena itu, penting pula untuk menggunakan berbagai pengendalian proteksi
kesalahan spreadsheet yang dibahas di Bab 10 untuk meminimalkan risiko kesalahan (
pengendalian 6.2 ). Pengendalian tambahan disediakan dengan membuat sebuanh file
jurnal prnyesuaian standar periodik ( pengendalian 6.4 dan 7.2 ) dan jejak audit (
pengendalian 6.5 dan 7.3 ) menyediakan sebuah sarana untuk mendeteksi jurnal
penyesuaian yang tidak diotorisasi atau tidak akurat.

MENYIAPKAN LAPORAN KEUANGAN

Aktivitas ketiga dalam sistem buku besar dan sistem pelaporan adalah menyiapkan laporan
(lingkaran 3.0 dalam figur 16-2 ).

PROSES

Sebagian besar perusahaan melakukan tutup buku untuk membuat laporan keuangan
baik secara bulanan maupun tahunan. Entri jurnal penutup membuat nol seluruh akun
pendapatan dan biaya dalam neraca saldo disesuaikan dan memindahkan pendapatan (atau
rugi) bersih pada laba ditahan. Laporan laba rugi merupakan ikhtisar kinerja perusahaan
untuk satu periode waktu tertentu ( biasanya dalam periode bulanan atau tahunan ). Laporan
perubahan posisi keuangan menyajikan informasi mengenai aset, kewajiban dan ekuitas
perusahaan pada satu waktu tertentu. Laporan arus kas menyediakan informasi mengenai
cara perusahaan dalam menjalankan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan sehingga
berpengaruh terhadap saldo kasnya. Kita sekarang akan membahas dua perkembangan
regulasi dan teknologi terbaru yang penting yang cenderung mempengaruhi proses
persiapan laporan keuangan secara signifikan: perubahan selanjutnya yang diajukan dari
U.S.GAAP ke IFRS dan diwajibkan untuk menggunakan XBRL ketika mengirimkan laporan
ke SEC.
TRANSISI DARI GAAP KE IFRS

Meskipun data yang efektif terus digalakkan, SEC mempertahankan bahwa ia


berkomitmen untuk mewajibkan perusahaan-perusahaan mereka beralih dari GAAP ke IFRS
sebagai dasar AS untuk menyiapkan laporan keuangan perusahaan dapat mulai
merencanakan transisi sekarang karena hal ini akan cenderung mensyaratkan perubahan
yang luas terhadap sistem buku besar dan pelaporannya.

IFRS berbeda dari GAAP dalam beberapa cara yang mempengaruhi desain sistem buku
besar dan pelaporan sebuah perusahaan. Satu perbedaan besar terkait akuntansi untuk
aktiva tetap. Dalam GAAP, sebagian besar aktiva tetap utama dicatat dan didepresiasikan
dalam basis gabungan. Sebagai contoh, keseluruhan biaya untuk bangunan kantor sebuah
perusahaan yang baru akan dicatat sebagai satu aktiva dan didepresiasikan selama masa
manfaat, untuk bangunan biasanya diestimasikan selama 40 tahun. Sebaliknya, IFRS
secara umum mewajibkan pengaturan dalam bentuk komponen aktiva tetap, untuk
mengetahui fakta bahwa (komponen) yang berbeda mungkin memiliki umur ekonomis yang
berbeda. Terkait pembangunan kantor perusahaan, Hal tersebut berarti bahwa biaya untuk
atap dan pemanas serta sistem pendingin ruangan akan dicatat secar terpisah dari
bangunan itu sendiri karena masa manfaat bagian-bagian tersebut cenderung tidak
mencapai 40 tahun. Pengaturan dalam bentukk omponen mengharuskan perusahaan
menggali database untuk mengidentifikasi dapat memutuskan biaya yang harus dibebankan
dan dan dapat dikapitalisasi dengan tepat. Minimalnya, proses ini akan memerlukan
pembuatan field tambaha dalam catatan data untuk mendapatkaninformasi mengenai
tahapan proses litbang ketika biaya terjadi. Dengan demikian, hal tersebut akan
mengharuskanmodifikasi dan pengujian cermat atas program yang ada untuk memastikan
bahwa perusahaan memproses catatan transaksi yang didesain ulang dengan benar.

Perbedaan ketiga adalah IFRS tidak mengizinkan penggunaan metode last-in first-out
(LIFO ) untuk perhitunga persediaan. Akibatnya, perusahaan yang menggunakan LIFO
harus memodifikasi sistem akuntansi biayanya dan perhitungan yang digunakan untuk
menilai perusahaan. Perubahan-perubahan tersebut akan perlu ditinjau dan diuji dengan
cermat untuk meminimalkan risiko kesalahan.

XBRL : MEREVOLUSI PROSES LAPORAN XBRL

XBRL adalah singkatan dari eXtensible Business Reporting Language; yaitu suatu bahasa
pemograman yang didesain secara khusus untuk memfasilitasi komunikasi informasi bisnis.
SEC mewajibkan perusahaan publik Amerika Serikat untuk menggunakan XBRL ketika
mengirimkan pengajuan mereka.

Untuk memahami sifat revolusioner XBRL, lihat figur 16-4. Bagian atas menunjukkan
bahwa sebelun XBRL, mereka yang menyiapkan harus membuat laporan secara manual
dalam berbagai format bagi berbagai jenis pengguna. Meskipun laporan tersebut kemudian
dikirim secara elektronik kepada para pengguna, mereka yang menerima harus
memasukkan ulang data tersebut kedalam sistem mereka sendiriuntuk memanipulasi.
Seluruh proses ini tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan.
Bagian bawah di figur 16-4 menunjukkan XBRL yang meningkatkan proses pelaporan.
Mereka yang menyiapkan membuat kode dan mengirimkannya secara elektronik dalam
berbagai format ke para pengguna, yang dapat secara langsung menganalisisnya. Jadi,
XBRL menghemat waktu dan mengurangi kesempatan bagu kesalahan entri data.

Tanpa XBRL, dokumen elektronik terlepas dari format ( teks, HTML, PDF, dsb ). Secara
esensial hanya versi digital dari laporan kertas. Manusia dapat membaca data tersebut,
tetapi komputer tidak dapat secara otomatis memprosesnya sampai penerima secar manual
memasukkannya kedalam format yang sesuai. XBRL mengubahnya dengan membuat sandi
informasi mengenai komponen data yang bermakna, sehingga program komputer lain dapat
memahami apa yang perlu dilakukan denga data tersebut. Sebagai gambaran, figur 16-5
menunjukkan XBRL yang dapat menerangkan sebuah angka dalam spreadsheet untuk
mengindikasikan bahwa ia menunjukkan penjualan bagi satu periode waktu tertentu,
berdasarkan U.S. GAAP dan dalam dolar Amerika Serikat. ( Bagian atas figur 16-5
menunjukkan spreadsheet yang dapat dilihat oleh sebagian besar pengguna; kode XBRL
dibagian bawah diharapkan menggunakan perangkat lunak, meskipun dapat ditayangkan
oleh pemrograman, auditor, atau siapa pun yang perlu atau ingin melihatnya.

PROSES XBRL DAN TERMINOLOGI

Figur 16-6 menyediakan sebuan tayangan tingkat tinggi

Tanpa Xbrl

Data Menyiapkan
akuntansi Membuuat
Laporan
Laporan

Laporan Spreads
File teks HTML
PDF heet

Berbagai Pengguna

Menyiapkan Dan Data


Memasukkan Data Menyimpan Data Akuntansi
Dari Laporan
Dengan Xbrl

Data Menandai Data


akuntansi Dalam XBRL Membuat
Laporan

Laporan
Bisnis
XBRL

Berbagai Pengguna

Laporan Perangkat
Bisnis Menganalisis
Lunak Analisis
XBRL Data

Elemen dan hubungan diantaranya. Satu bagian taksonomi disebut skema ( scheme ),
yang merupakan sebuah file yang berisi defenisi setiap elemen yang terdapat dalam sebuah
dokumen contoh. Berikut ini adalah beberapa atribut dasar yang digunakan untuk
menjelaskan setiap elemen.

Perangkat lunak menggunakan indentifikasi nama yang unik.


Sebuah deskripsi yang dapat digunakan untuk menginterpretasikan elemen dengan
benar
Panel A : bagian dari spreadsheet XBRL-Encoded

Alternatif laporan laba rugi (USD$) Berakhir dalam 12 bulan


(dalam jutaan,kecuali data per lembar saham)
31 des.2014 31 des.2013 31 des.2012
Penjualan (Q) 26.901 29.280 {28.950}
Harga pokok penjualan (eksklusif biaya 22.175 22.803 21.955
dibawah ini)
Biaya penjualan,administrasi umum,dan 1.167 1.444 1.372
biaya lain-lain
Biaya penelitian dan pengembangan 246 238 201
Provisi stas depresiasi,deplesi,dan amortisasi 1.234 1.244 1.252
Restrukturisasi dan beban lain-lain (D) 939 268 507
Biaya bunga (V) 407 401 384
Pendapatan bersih lainnya (O) -59 -1.920 -236
Total biaya dan beban 26.109 24.478 25.435
Pendapatan dari operasi berlanjut sebelum 792 4.802 3.515
pajak penghasilan
Provisi atas pajak penghasilan (T) 342 1.623 853
Pendapatan dari operasi berlanjut sebelum
450 3.179 2.662
saham kepentingan minoritas
Kepentingan minoritas
221 365 436
Pendapatan dari operasi berlanjut (laporan
229 2.814 2.226
[item garis])
Pendapatan (rugi) dari operasi yang
dihentikan (B) -303 -250 22
Pendapatan (rugi) bersih (laporan [item
garis]) -74 2.564 2.248
Pendapatan dari operasi berlanjut (dasar:)
Pendapatan (rugi) bersih (dasar:) 0,28 3,27 2,56
Pendapatan dari operasi berlanjut (dilusi:) -0,37 0,29 0,03
Pendapatan (rugi) dan operasi yang 0,09 298 2,59
dihentikan (dilusi:) 0,28 3,23 2,54
-0,37 -0,28 0,03

Pendapatan (rugi) bersih (dilusi:) -0,09 2,95 2,57

Panel B : bagian dari kode XBRL

<us-gaap:BiayaPenelitianDanPengembangan contextRef=eo1_0001193125-09-
029469_STD_p12m_20121231_0 decimals=-6unitRef=USD> 201000000</us-
gaap:BiayaPenelitianDanPengembangan>

<us-gaap:BebanRestrukturisasi contextRef=oe1_0001193125-09-029469_STD-
p12m_20121231_0decimals=-6unitRef=USD>507000000</us-
gaap:BebanRestrukturisasi>

<us-gaap:PendapatanPenjualanBarangBersih contextRef=eo1_0001193125-09-
029469_STD_p12m_20121231_0decimals=:-{16unitRef=USD>}28950000000</us-
gaap:PendapatanPenjualanBarangBersih>
Elemen ( unit moneter,teks,tanggal,dsb)
Normal elemen (debit atau kredit)
Elemen (Satu waktu tertentu,disebut instan,atau satu periode waktu tertentu
durasi)
Sebut disertakan dalam tanda .Dengan demikian untuk melanjutkan contoh yang
berisi suatu defenisi dari elemen penjualan bersih .
Reference mengidentifikasi keputasan otoritatif yang relevab(misalnya
U.S,GA,elemen itu)
Calculation dikhususkan untuk menjelaskan cara mengombinasikan elemen
tersebut,( misalnya bahwa aset lancer sama dengan jumlah kas, piutang usaha)
Definition menunjukkan hubungan hierarkis antar elemen.
Label mengaosasikan label-label yang termasuk kelompok human yang ditunjukkan
dalam fitur 16-6, informasi dalam sebuah taksonomi XBRI menandai data dan
membuat sebuah dokumen contoh taksonomi yang digunakan untuk membuat satu
set dokumen contoh ter[pisah satu untuk tiap tahun pelaporan. Meskipun demikian
,dokumen contoh hanya berisi nilai data tersebut.Dokumen lain ,disebut sebagai
style sheet, menyediakan interuksi mengenai cara menampilkan (memberikan )
konten secara sesuai dari sebuah dokumen contoh,baik dalam layar computer atau
dalam sebuah laporan tercetak.
Mamfaat dari XBRL tidak terbatas pada penggunaannya untuk peloporan
eksernal.Pelaporan internal juga akan digunakan karena data dapat diekspor dalam
system ERP dasar dalam sebuah format dengan para manajer yang dapat
mengimpor secara lansung kedalam berbagai aplikasi,menghemat waktu dan
mengurangi tingkat kesalahan yang timbul akibat harus memasukkan ulang data
secara manual.
PERAN AKUNTAN Para akuntan dapat dan harusnya peran besar dalam semua
tahap pembuatan laporan XBRL, dimulai dari pemilihan taksonomi yang sesuai.untuk
memastikan keterbandingan diporan XBRL yang dihasilkan oleh organisasi yang
berbeda.Para akuntan menggunakan pengetahuan mereka atas praktik bisnis
organisasi tersebut ditambah prinsip-prinsip akuntan umum untuk memilih taksonomi
standar yang paling menyesuaikan organisasi tersebut.
Para akuntan cenderung menggunakan perangkat linak untuk melakukan taksonomi
tersebut untuk menandai data organisasi mereka,membuat dokumen contoh,dan
kemuadian menvalidasi dokumen contoh tersebut sebelum dikirimkan para akuntan
juga akan berpatisipasinsecara khusus dalam pembuatan style sheet\ untuk
memastikan bahwa informasi tersebut ditampilkan dengan layak.
ANCAMAN DAN PENGENDALIAN
Tabel 16-1 menunjukan bahwa salah satu ancaman yang ada adalah pembuatan
laporan sesui kecuali orang yang melakukan pemetaan memiliki pengetahuan yang
mengenai praktik bisnis organisasi maupun taksonomi XBRL. Masalah potensi lain
hanya anggapan bahwa pembuatan perpanjangan taksonomi yang penting dan
menggunakan tanda standar.
Laporan keuangan yang curang adalah masalah potensi lainnya atas laporan
keuangan sering melibatkan entri jurnal oleh manajemen level menyebabkan laporan
keuangan organisasi tersebut menjadi lebih saji atau kurang kewajiban. Sulit untuk
mencegah entri jurnal tersebut karena manajemen level memiliki kemampuan untuk
mengesampingkan sebagian besar pengendalian .oleh karena itu,pengendalian
terbaik untuk menanggulangi terkait kecurangan laporan keuangan adalah dengan
review indevenden entri jurnal khusus yang digunakan untuk membuat buku besar
,meskipun statement of Auditig standars para auditor eksternal untuk menguji
kelayakan entri jurnal yang besar dan penyesuaian lainnya,para auditor internal juga
harus meninjau terhadap buku besar secara teratur. Meski demikian ,agar efektif,
pengujian memerlukan konfigurasi yang layak atas system akuntansi, sehinggan
setiap perubahan akun-akun buku besar diketahui dan dicatat sebagai bagian dari
jejak audit.
MENGHASILKAN LAPORAN MENAJERIAL
Aktifitas akhir dalam system buku besar dan pelaporan adalah menghasilkan
berbagai laporan manajerial,termasuk anggaran.
PROSES
Sisitem ERP,salah satunya seperti yang digambarkan pada figure 16-3, dapat
membuat sejumlah anggaran untuk membantu para manajer merencanakan dan
mengevaluasi kinerja.Sebuah anggaran aktivitas operasi menggambarkan pendapat
dan pengeluaran yang direncanakan oleh tiap-tiap unit organisasi. Sebeuah
anggaran pengeluaran modal menunjukkan arus masuk dan keluar yang
direncanakan untuk setiap proyek model.
Sebagai tambahan pada anggaran ,kemampuan pemrosesan pertanyaan system
ERP memungkinkan para manajer untuk membuat sejumlah laporan kinerja yang
hamper tak terbatas dengan mudah.Sebagai contoh,penjualan dapat dibedakan
berdasarkan produk, pramuniaga, dan pelanggan. Menampilkan data dalam grafik
dapat membantu para manajer mengidentifikasi trend dan hubungan pentinh dengan
cepat,begitu pula area yang memerlukan analisis lebih detail.
ANCAMAN DAN PENGENDALIAN
Laporan dan grafik yang didesain dengan buruk (ancaman 10 dalam table 16-1)
dapat menyebabkan manajemen membuata keputusan yang biasa atau
keliru.subbagian berikut membahas tiga pengendalian yang penting untuk
menanggulangi ancaman tersebut, yaitu penggunaan akuntansi pertanggung
jawaban dan anggaran fleksibel untuk mendesain laporan kinerja(pengendalian
10.1), balanced scorecard (pengendalian 10.2 ) ,dan memahami prinsip-prinsip
desain grafik yang layak (pengendalian 10.3).
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DAN PENGANGGARAN FLEKSIBEL
Untuk mengevaluasi kinerja dengan layak,laporan harus menekankan hasil yang
dapat dikendalikan secar5a lansung oleh orang atau unit yang dievaluasi.Akuntansi
pertanggungjawaban (responsibility accounting) melakukan ini dengan menghasilkan
serangkaian laporan terkorelasi yang membagi kinerja keseluruhan organisasi
berdasarkan subunit spesifik yang sebagian besar dapat mengendalikan aktivitas-
aktivitas tersebut secara lansung.
Tidak menjadi permasalahan basis mana yang digunakan untuk menyipkan laporan
anggaran sebuah unit, metode yang digunakan untuk menghitung standar anggaran
merupakan hal yang krusial.

Menyimpulkan penjelasan mengenai berbagai siklus dalam sebuah system yang terintegrasi.

Bab ini dan empat bab sebelumnya menjelaskan mengenai cara dalam akuntansi harusnya

didesain yaitu (1) memproses transaksi berdasarkan vitabilitas, (2) menjaga pengendalian

yang cukup untuk memastikan integriotasi dan pengamanan asetnya, da (3) menyediakan

informasi guna mendukung keputusan. Satu tema lain yang muncul dalam buku ini adalah

kebutuhan para bergerak melebihi peran tradisional penjaga skor dan secara aktif berusaha

menilaiorganisasi mereka. Para akuntan harus berpartisipasi dalam pengembalan mengenai

adopsi teknologi baru dan mengimplementasikan system informasi baru mereka telah

mendapatkan pelatihan untuk mengevaluasi biaya dan manfaat relative begitu pula risiko

ekonomis, yang mendasari investasi tersebut. Meski demikian, partisipasi dalam

pengambilan keputusan bidang teknologi secara efektif, para penjaga mengikuti informasi

mengenai penguasaan dalam TI. Oleh karena itu, sebagai akuntan, anda harus membuat

sebuah komitmen untuk melakukan pembelajaran. Kami berharap anda berusaha dengan

keras.

Dokumen contoh (instancedocument) neraca saldo (trial balance)

Pertanggung jawaban (Utility) elemet (element) skema (schema)

Style sheet File voucher jurnal (journal voucher file) taksonomi (taxonomy)

Fleksibel (flexible) jejak audit (audit trial) taksonomi perpanjangan (extension

taxonomy) recard linkbases XBRL

1. Dimana biasanya sumber jurnal penyesuaian?

Bendahara
Berbagai sub system siklus akuntansi, seperti entri pesanan penjualan

Manajer Unit

Menatapkan laporan kinerja yang hanya berisi data terkait pengendalian unit organisasi itu

adalah contoh dari hal manakah di antara pilihan di bawah ini ?

Item Anggaran fleksibel

4. Manakah dari hal berikut ini yang menunjukkan keterkaitan kausal yang tersirat dalam

bagian balanced scored ?

a. Keuangan Internal Inovasi dan pembelajaran Pelanggan

b. Inovasi dan pembelajaran Internal Pelanggan Keuangan

c. Pelanggan Keuangan Internal Inovasi dan Pembelajaran

d. Internal Pelanggan Inovasi dan pembelajaran Keuangan

5. Manakah dari dokumen XBRI berikut ini yang berisi nilai data actual bagi laba bersih

sebuah perusahaan untuk tahun tertentu ?

a. Style sheet

b. Skema

c. Linkbases

d. Dokumen contoh

6. Jumlah pesanan yang dikirimkan per pekerja gudang setiap hari adalah metrik yang

cenderung paling sering muncul dalam bagian balanced scorecard yang mana ?

a. Inovasi dan pembalajaran

b. Pelanggan

c. Operasi internal

d. Keuangan
7. Manakah yang merupakan bagian penting dari jejak audit ?

a. Voucher jurnal

b. Anggaran fleksibel

c. Neraca saldo

d. Gudang data

8. Sebuah entri jurnal penyesuaian mencatat pendapatan atas pekerjaan yang sudah

dilakukan, tetapi belum diterima merupakan contoh dari ?

a. Akrual

b. Penangguhan

c. Estimasi

d. Revalusi

9. Manakah dari hal berikut ini yang didesain khusus untuk meningkatkan efisinsi pelaporan

keuangan ?

a. XML

b. XBRL

c. IFRS

d. Balnced scored

10. Manakah dari prinsip desian grafik yang paling penting untuk memastikan bahwa data

keuangan diinterpretasikan secara akurat ?

a. Menyertakan judul dan ikhtisar poin-poin dari grafik

b. Melampirkan nilai data untuk elemen tertentu dalam grafik

Dimana akuntansi pertanggungjawaban dan anggaran fleksibel dapat meningkat

Berapa jejak audit adalah pengendalian yang penting?


Based scored mengukur kinerja keorganisian dalam empat dimensi. Apakah mungkin

ukuran-ukuran dimensi pelanggan, operasi internal, serta inovasi dan pembelajaran dapat

meningkat tanpa perubahan positif dalam dimensi keuangan begitu, apakah implikasi dari

pola tersebut ?

Sudah anda berpikir bahwa standar wajib harus dikembangkan bagi desain grafik keuangan

yang disertakan dalam laporan tahunan dan komunikasi periodek investor lainnya ?

Mengapa ya dan mengapa tidak ?

16.1. Sebutkan istilah di kolom sebelah kiri dengan ang sesuai di kolom sebelah kanan

a. File vocuher jurnal a. Komponen dalam masing-masing

laporan keuangan

b. Dokumen contoh b. Mengevaluasi kinerja berdasarkan biaya

yang dapat dikendalikan

c. Elemen XBRL c. Mengevaluasi kinerja dengan

menghitung standar dalam keterangan

tingkat aktivitas sesungguhnya

d. Balanced Scored d. Rangkaian entri jurnal yang

memperbarui buku besar

e. Taksonomi perpanjangan XBRL e. Satu rangkaian file yang menjelaskan

elemen-elemen XBRL dan

menspesifikasi hubungan diantaranya

f. Jejak audit f. Sebuah laporan kinerja multidimensi

g. Linkbased XBRL g. Sebuah file yang menjelaskan

hubungan atribut-atribut elemen XBRL

h. Skema XBRL h. Sebuah file yang menjelaskan atribut-

atribut elemen XBRL

i. Sebuah detctive control yang dapat


i. Style sheet XBRL digunakan untuk melacak perubahan

dalam saldo akun buku besar kembali

ke dokumen sumber

j. Sebuah file yang menjelaskan cara

16.2. Prosedur pengendalian mana yang paling efektif dalam mengatasi masalah-masalah

berikut ini ?

a. Ketika memasukkan entri jurnal untuk mencatat penerbitan utang baru, bendahara

tanpa sengaja membalik dua digit dalam saldo debit

b. Terdapat kesalahan rumus dalam speadsheet yang digunakan untuk menghitung

secara akrual. Oleh karena itu saldo jurnal penyesuaian kontrolir menjadi salah

c. Kontrolir lupa membuat jurnal penyesuaian untuk mencatat depresiasi

d. Seorang manajer penjualan memberitahu teman-temannya bahwa hasil keuangan

perusahaan, yang diterbitkan besok, tanpa diduga bagus

e. File induk buku besar disimpan dalam disk. Untuk beberapa alasan, disk tersebut

tidak lagi terbaca. Departemen akuntansi memerlukan waktu seminggu untuk

memasukkan ulang transaksi bulan lalu dari dokumen sumber guna membuat

sebuah file induk besar baru

f. Kontroler mengirimkan sebuah spreadsheet yang berisi draf awal laporan laba/rugi

ke CFO, melalui surel. Seorang investor menerima surel dan menggunakan informasi

tersebut untuk menjual sahamnya di perusahaan sebelum berita hasil yang

mengecewakan dipublikasikan

g. Terjadi kesalahan pada laporan bisnis XBRI sebuah perusahaan akibat kontrilir

memilih elemen taksonomi

h. Seorang pegawai memasukkan huruf o bukan angka 0 ketika mengetik nilai data

dalam sebuah komponen contoh XBRL


16.3. Jelaskan komponen-komponen dari sebuah jejak audit untuk memverifikasi perubahan

terhadap utang ! Jawaban anda harus menentukan bagaimana komponen-komponen

teserbut dapat digunakan untuk memverifikasi ketepana, kelengkapan dan validitas

seluruh pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, memo debit, dan

pengeluaran kas.

16.4. Sebagai manajer di sebuah kedia piza lokal. Anda ingin membangun balanced

secored, sehinggaa anda dapat mengawasi kinerja restoran dengan lebih efektif.

DIMINTA

a. Ajukan setidaknya dua tujuan untuk setiap ukuran, dan jelaskan mengapa tujuan

tesebut penting dalam seluruh keberhasilan kedai piza ini!Salah satu tujuan harus

berorientasi kinerja sepenuhnya, dan tujuan yang laibn harus terkait risiko

b. Usulkan ukuran-ukuran spesifik bagi masing-masing tujuan yang dibangun dibagian

c. Jelaskan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk masing-masing ukuran

yang dikembangkan b!

16.5. Gunakan tabel 16.1 untuk membuat cheklist kuesioner yang dapat digunakan untuk

mengevaluasi pengendalian dalam siklus buku besar dan pelaporan !

a. Untuk setiap masalah yang terkait dengan pengendalian, tuliskan sebuah pertanyaan

Ya/Tidak dengan jawaban Tidak mempresentasekan kelemahan dari pengendalian

! sebagai contoh, salah satu pertanyaan bisa jadi seperti berikut,

b. Pilih rangkaian baris yang ingin anda format kondisional dalam bentuk normal atau

diarsir secara bergantian

c. Klik pada menu format dan pilih conditional formatting

d. Klik tanda plus untuk menambah rumus baru

e. Ubah bidang style menjadi classic

f. Ubah bidang berikut menjadi use a formula


Pilih rangkaian baris yang ingin anda format kondisonal dalam bentuk normal atau diarsir

secara bergantian.

Klik pada menu format dan pilih conditional formating

Klik tanda plus untuk menambahkan rumus baru

Ubah bidang style manjadi classic

Ubah bidang berikut menjadi use a formula to determine which cells to format

Sisipkan formula ini = mod (row), 2)

Ubah bidang format with menjadi custom format

Pilih warna medium abu-abu untuk bagian isi

Klik OK untuk menutup jendela format cell yang anda gunakan dalam memilih isian abu-

abu

Klik OK untuk menutup jendela new formatting rule

Klik OK untuk menutup jendela manage ruler

Perbaiki tampilan tabel dengan menambahkan traffic light atau ikon lain dalam kolom B

(bersama dengan nomor) untuk menentukan status dalam hal red = pastikan itu

merupakan trend negatif, yellow = peringatan, dan green pasti merupakan and positif

untuk penjualan, retur penjualan dan harga pokok penjualan. (Figur ini menunjukkan seperti

apa solusi anda seharusnya)

Gunakan aturan sebagai berikut :

Untuk penjualan : Green bearti bahwa penjualan tahun ini lebih besar dari penjualan tahun

lalu : yellow berarti penjualan tahun ini setidaknya 98% dan jumlah tahun lalu : red adalah

kebalikannya
Untuk retur pernjualan : Green bearti kurang dari 3,5% penjualan, yellow bararti antara 3,5%

dan 4% reat berarti 4% atau lebih.

Untuk biaya operasi : Green berarti kurang dari tahun kemarin, berarti kurang dari 3%

peningkatan, red berarti lebih lebih dari 3% peningkatan dari tahun sebelumnya

2014 2013 2012 2011 2010


953.500 944.000 925.000 930.000 910.000
45.000 39.000 36.000 33.000 31.000
908.500 905.000 889.000 897.000 879.000
710.000 650.000 675.000 730.000 660.000
198.500 255.000 214.000 167.000 219.000
150.000 147.000 145.000 146.000 140.000
3.800 9.000 4.200 8.700 6.700
44.700 99.000 64.000 12.300 72.300

Scored yang merefleksikan visi, misi dan strategi perusahaan tersebut. Buat tujuan dan

ukuran yang berorientasi kinerja dan berbasis risiko untuk masing-masing bagian dalam

balanced scorecard!

16.8. Masalah Exel. Tujuan : Mekinerja dan berbasis risiko untuk masing-masing bagian

dalam balanced scorecard!

16.8. Masalah Exel. Tujuan : Mempraktekkan prinsip-prinsip desain grafik

DIMINTA

Gunakan data dalam Tabel 16.3 untuk membuat grafik-grafik berikut :

a. Penjualan

b. Penjualan dan Margin Kotor

c. Pendapatan Per Lembar Saham

Prinsip desain grafik manakah, jika ada yang harus anda implementasikan secara

manual untuk mendapatkan grafik dasar yang dibuat di Excel?


16.9. Masalah Excel

Tujuan : Membuat tabel povot untuk analisis bagaimana -jika

DIMINTA

Bacalah artikel Make Excel an Intans Know-It-ALL oleh Roberta Ann Jones edisi

Maret 2004 yang diterbitkan Journal of Accountancy (tersedia di www.aicpa.org).

a. Ikuti instruksi pada artikel tersebut untuk membuat spreadsheet dengan tabel pivot.

Tabel 16-3. data Untuk Masalah 16-8

2014 2013 2012 2011 2010


Penjualan 598.000 640.000 575.000 560.000 530.000
Nama Pokok Penjualan 350.000 400.000 375.000 330.000 300.000
Bagian Kotor 248.000 240.000 200.000 230.000 230.000
Pendapatan Per Saham 12.52 12.,10 11,95 11,66 10,50

b. Cetak sebuah laporan yang menunjukkan penujualan per bulan bagi tiap

pramuniaga

c. Asumsikan bahwa Brown dan David berada dalam kelompok penjualan 1 dan tiga

pramuniaga lainnya berada di kelompok penjualan 2. cetak sebuah laporan yang

menunjukkan penjualan bulanan bagi tiap kelompok

6.10. Masalah Excel

Tujuan : Cara melakukan analisis bagaimana jika menggunakan grafik

DIMINTA

a. Bacalah artikel Tweaking the Numbers oleh Theo Callahan edisi Juni 2001 yang

diterbitkan Journal of Accuntancy (tersedia di www.aicpa.rg). Ikuti instruksi dalam

artikel tersebut terkait cara membuat spreadsheet menggunakan grafik untuk

piutang dan utang. Maka anda akan membuta spreadsheet yang terlihat seperti

16.12.
Atur tiga tombol putar untuk mendapatkan nilai-nilai berikut :

Tombol Putar Tombol Putar Tombol Putar


Bagi Persediaan Bagi Piutang Bagi Utang
Tabel yang ditautkan C2 C3 C4
Maksimum 120 120 90
Minimum 0 30 20
Bar 30 60 20
Perubahan kecil 10 10 10

b. Artikel Analyzing Liquidity : Using the Cash Conversion Cyle oleh CS. Cagne.

Campel dan KT.