Anda di halaman 1dari 24

David Romulo Naibaho

5123121005
Pasal 1

TUHAN YANG MAHA ESA DAN KETUHANAN

Ada banyak teori tentang Allah, yaitu:


Deism yaitu paham yang mengatakan bhwa dunia ini adalah mekanisme yang dapat mengatur dirinya
sendiri.
Atheism, yaitu peham yang mengingkari adanya Allah.
Skeptis, yaitu orang orang yang ragu akan adanya Allah.
Agnotisme, yaitu paham yang mengatakan Allah itu tidak bias dikenl atau dimengerti.
Pantheisme, yaitu paham yang mengajarkan bahwa alam semesta yang sifatnya berubah ubah.
Polyteisme, yaitu kepercayaan yang menyakini dan mengakui Allah itu lebih dari satu.
Theisme, yaitu paham yang merupakan suatu kepercayaan kepada Allah pencipta.
Monotheisme, yaitu paham yang percaya kepada hanya satu Allah saja seperti agama Islam, Kristen
dan Yudaisme

Keberadan Allah

a. Allah adalah Roh


Dalam Yohanes 4:24 dikatakan bahwa Allah itu adalah Roh. Dari pernyataan Yesus ini dapat
dikatahan bahwa sifat dasar Allah adalah sebagai yang rohani. Oleh sebab itu Allah merupakan suatu
zat rohani bukan zat bendawi.
b. Allah adalah Esa
Allah adalah Esa adalah Allah tidak lebih dari satu (monotheisme). Dengan keesaan Allah maka Esa
juga lah jalan untuk datang kepadaNya, yaitu melalui diriNya sendiri yaitu di dalam Yesus Kristus
(yohanes 14:6)
c. Allah adalah Kekal
Sifat kekekalan Allah berarti bahwa Allah pun selalu ada dan tidak ada akhirnya. Oleh karena itu
keberadan Allah tidak berujung dan tidak berpangkal baik kemasa lalu maupun kemasa yang akan
datang.
d. Allah adalah Pribadi
e. Allah tidak terbatas
Ketidak terbatasan Allah tentu tidak terhingga and akal manusia yang terbatas tidak akan dapat
memahami yag tidak terbatas. Jika dikatakan tidak terbatas tentulah Dia tidak dapat diukur dan tidak
dapat dibatasi oleh apapun.
f. Allah Mahakuasa
Jika dikatakan Allah itu mahakuasa itu berarti bahwa Allah adalah Allah yang kuat dalam
segalagalanya. Dia sanggup melakukan apa saja. Allah menyatakan diriNya mahakuasa kepada
Abraham (kejadian 17:1).
g. Allah Mahahadir
Mahahadir sebenarnya bahwa Allah ada dimana mana dalam waktu bersamaan. Allah hardir dalam
bentuk tindakanNya atas segala alam semesta ciptaanNya.
h. Allah Maha Tahu
Allah tidak pernah diajar karena Dia tahu akan segala sesuatu. Dia tidak pernah dinasehati dan tidak
memiliki penasehat karena Allah memiliki hikmat yang luar biasa. Dan Dia adalah sangat sempurna.
i. Allah Tidak Berubah
Hakekat, Sifat sifat, kesadaran dan kehendak Allah tidak akan pernah berubah, karena semua
perubahan merupakan kepada keadaan yang lebih baik atau buruk . Allah pun tidak mungkin
demikian karena semuanya telah sempurna. Allah tidak berubah untuk menjadi lebih baik.

Sifat Sifat Allah

a. Allah MAha Kudus


Allah maha kudus sebenarnya menunjukan kepada kesempurnaan Allah. Dia tidak pernah berbuat
dosa bahkan kapasitas dosa tidak pernah ditemukan dalam diriNya.
b. Allah Maha Benar
Berbicara tentang kebenaran Allah maka perlu diketahui adalah bahwa Allah itu jujur dan setia.
Dalam Alkitab dijelaskan bahwa Allah satu satunya Allah yang benar( Yohanes 17:3)
c. Allah Maha Hadir
Dari begitu banyak sifat Allah, salah satu sifat yang paling menarik adalah keadilan Allah. Keadian
Allah sangat berhubungan dengan kesucian Allah. Keadalian Allah berhubungan dengan hukum,
moralitas dan peradilan.
d. Allah Maha Kasih
Apabila ada seseorang yang masuk kedalam kerajaan sorga sebenarnya hanya dikarenakan kasih
Allah. Anugrah Allah dalam Yesus Kristus telah membuat orang berdosa menikmati berkat berkat
surgawi. Keselamatan manusia semata mata karena kasih Allah saja. Sedikitpun tidak andil manusia
didalamnya.
e. Allah Mahasetia
Allah maha setia artinya dimana Allah setia terhadap janjiNya, kasihNya, dan segala rencanaNya. Ia
juga setia dalam menyelamatkan manusia melalui Tuhan Yesus dan Ia menghukum orang yang
menolak Tuhan Yesus.
f. Allah Baik
Kebaikan Allah mendorong Dia untuk berlaku baik hati, ramah tamah, murah hati dan beritikad baik
terhadap sesame manusia.

Kristus dan Keselamatan

a. Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjadi manusia (Filipi 2:5 11)
b. Yesus Kristus adalah jalan keselamatan
c. Yesus menjadi manusia adalah berita sukacita (injil) (1 Kor 15 :3 4)
Pasal 2

Manusia
1. Menurut Pandanagan Luar Alkitab
Menurut islam manusia sebagai mahluk Allah. Manusia sebagai hamba Allah didunia, hubungan
manusia dengan Allah bagaikan rakyat dengan raja.
Menurut Hiindu manusia batiniah dan lahiriah mengalir dari siwa yang identik dengan Brahman.
Menurut Budha manusia terdiri dari nama rupa yakni unsur rohani dan jasmani
Menurut batiniah manusia terdiri dari tiga unsur yaitu badan kasar, badan halus, dan jiwa
Menurut Komunisme memandang manusia hanya sebagai mahluk hewani dan mahluk ekonomis.
Manusia menurut evolusi bahwa manusia dianggap sebagai binatang menyusui cerdas yang
pertumbuhannya berlangsung menurut proses evolusi.
Manusia menurut Cynical Passimistsi yaitu yang paling dibutuhkan manusia bukanlah
pemkirannya melainkan kebodohannya.
2. Menuru Pandangan Alkitab
a. Mandataris Allah

Manusia memilik tanggung jawab yang ada pada kejadian 1:28, dari tanggung jawab itulah yang
membedakan manusia dari segala ciptaannya yang ada. Tugas ni sendiri harus dianggap sebagai tugas
yang suci karena itu demi kepentingan manusia dan perintah Allah.

b. Manusia terbatas

Allah membentuk manusia dari debu dan tanah, dari nats ini menunjukan bahwa manusia sangatlah
terbatas karena dari debu dan tanah.

c. Hidup karena Anugerah Allah

Allah menghembuskan nafas (roh) kepada manusia. Inilah yang disebut sebagai nafas kehidupan.
Dari situlah dapat disebut bahwa hidup manusia bergantung pada kasih kasih karunia Allah.

d. Memiliki Hati Nurani

Manusia sebagai ciptaan Allah memiliki hati nurani ataupun kesadaran etis. Hati nurani memiliki
makna untuk membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.
e. Imago Dei

Imago Dei berarti sesuatu yang dicipta Tuhan seperti Tuhan sendiri.

f. Penciptaan Manusia

Manusia diciptakan menurut gambar Allah. Segambar menunjukan adanya persamaan Roh. Jadi
manusia diberikan kehormatan yang tinggi.

g. Struktur Manusia
Teori Dikotomi
Teori ini memandang manusia terdiri dari dua bagian yaitu tubuh dan roh. Roh dan jiwa adalah
sama.
Teori Trikotomi
Teori ini memandang manusia terdiri dari tiga bagian: tubuh,jiwa dan roh. Tubuh adalah bagian
materi, jiwa adalah dasar kehidupan binatang, dan roh adalah dasar kehidupan rasional.
h. Segi segi manusia
o Roh (ruakh)
Roh atau ruakh sama dengan spirit. Arti dasarnya adalah udara yang bergerak. Jadi ruakh
mempunyai beberapa arti yaitu angin ( Kel 10:19). Dengan demikian dapat disimpulkan bahw
ruakh mempunyai pengertian : angin, nafas, semangat, roh dan diri.
o Jiwa
o Hati
o Roh (teologi Paulus)
o Jiwa (teologi Paulus)
o Hati Nurani
o Pikiran
i. Manusia Batiniah
a. Tubuh
Tubuh itu bukan sesuatu yang kurang baik, tetapi tubuh harus dipergunakan demi kepentingan roh.
Tubuh dimaksudkan sebagai alat pelayanankita, oleh sebab itu tubuh ahrus dipelihara sesuai dengan
keperluannya.
b. Daging
j. Kejatuhan Manusia dan Akibatnya
Manusia pertama sebenarnya sudah sadar bahwa mereka sudah melakukan kejahatan (berdosa).
Keberdosaa manusia ada pada ketidaktaatan manusia pada Allah. Kesadaran telah berdosa yang
membuat mereka bersembunyi dari Allah.
k. Dosa Warisan
Yang dimaksud dengan dosa warisan adalah keadaan berdosa dari setiap manusia yang dilahirkan.
Allah dan Manusia
Manusia Jatuh kedalam Dosa
Manusia Sadar hwa Mereka Berdosa
Dosa itu menular
Allah menghukum dosa
Allah mengasihi manusia
l. Manusia Dalam Master Plan Allah
m. Peninjauan Keselamatan
1. Allah Mengasihi Manusia
2. Dosa Memishkan manusia dengan Allah
3. Usaha Manusia Sia sia
4. Allah menyediakan jembatan keselamatan satu satunya

Pasal 3

Hukum
Negara kita adalah Negara hukum, bukan Negara Agama atau Negara Sekuler. Hukumlah yang
mengatur segala segi kehidupan manusia, hubungan antar manusia terhadap sesamanya, dengan alam dan
juga dengan Tuhan.

Pengrtian dan Makna Hukum secara umum.

Hukum mempunyai cirri ciri yang bersifat khusus yaitu:

a. Hukum Adalah Aturan Perbuatan perbuatan Manusia


Tautan hukum adalah hukum yang positif yang ditetapkan oleh pemerintah. Pemerintah adalah
sumber hukum. System hukum itu tidak diberikan kepada kita melainkan diserahkan untuk
dikerjakan kepada kita.
b. Hukum Itu Bukan Hanya Dalam Keputusan, Melainkan Juga dalam Realisasinya.
c. Hukum Itu Mewajibkan
Taat hukum adalah merupakan bagian dari adanya kesadaran terhadap realitas kehidupan, karena
hukum bertujuan untuk:
Melindungi seluruh manusia dari segala macam kepentingan yang telah dirumuskan dalam
bentuk kaidah dan norma yang berlaku.
Memajukan kesejahteraan umum
Mencerdaskan kehidupan bangsa
Menertibkan kehidupan
d. Hukum dalam Pandangan Kristen
Dalam PL kata hukum adalah merupakan terjemahan dari kata tora yang dikenal
dengan taurat yang diterjemahkan dalam kitab Mazmur terjemahan baru dengan kata undang
undang)
Dalam arti harafia, hukum memilikiarti yang sama dengan Wahyu yang disampaikan
Allah kepada bangsa Israel untuk mengatur tingkah lakunya. Oleh sebab itu hukum tidak bias
dipisahkan dengan kehendak Allah karena hanya Tuhan Allahlah yang member nilai yang penuh
melalui firmanNya yang ajaib.
1. Sikap Yesus terhadap Hukum

Yesus menolak untuktunduk kepada segala macam peraturan kecuali hal itu telah sesuai dengan
firman itu sendiri. Tuhan Yesus mengajak kita untuk dapat memahami hukum hukum itu, yakni
apa sebenarnya kehendak Allah bagi umatNya. Bagi kasih adalah menjadi pedoman untuk
berbuat terutama dalam hal pelaksanaan hukum.

2. Tugas dan Peranan Kristen Terhadap Hukum


Ajaran Kristen mengajarkan setiap orang untuk:
Menjadi teladan dalam mematuhiHukum
Menjauhi perbuatan perbuatan yang melanggar hukum
Menjauhkan perilaku yang melecehkan aparat hukum
Mampu member suara Nabiah.
Pasal 4

Moral
A. Pengertian Moral

Moral adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu
kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

B. Pengertian Etika

Arti kata etika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan
susunan atau urutannya lebih baik dibalik, karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti
kata ke-1. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut :

1. Nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok
dalam mengatur tingkah lakunya.
Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etika Protestan
dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan
etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan
maupun pada taraf sosial.
2. Kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud di sini adalah kode etik.
Contoh : Kode Etik Jurnalistik
3. Ilmu tentang yang baik atau buruk.

C. Moral dari Non Alkitab


a) Moral dalam Adatistiadat

Dalam adatistiadat, sering kita jumpai keberadaan moral. Manusia akan dituntut moralnya
dan dinilai moralnya oleh manusia lain dengan adatistiadat atau kebiasan yang sudah ditanamkan
dalam kehidupan bersosial. Banyak contoh yang sering dijumpai bahwa dalam hari lepas hari
dan dalam lingkungannya, manusia sering menggunakan moral dalam mejalankan
adatistiadatnya. Manusia akan akan dituntut jika memasuki sebuah lingkungan atau tempat
dengan adat istiadatnya.
b) Agama agama Suku
Bagi masyarakat Suku-Kuno adalah pengertian bahwa alam semesta ini diatur oleh : Tata
Tertib Kosmis (yakni Hukum hokum Kosmis). Sebutan untuk tatatertib kosmis bagi masing
masing suku berbeda satu dengan lainnya:
(1) Pada dasarnya india kuno, tata tertib kosmis ini disebut : Rta
(2) Pada masyarakat pengikut Konfusionisme (tionghoa), tat tertib kosmis ini disebut dengan
Tao
(3) Pada masyarakat suku batak Budha disebut daninta
(4) Di Mesir Kuno disebut dengan maat
(5) Di Jawa kuno, perbuatan baik ditenukan oleh; perbuatan hormat, yakni hormat kepada
Raja, Nenek Moyang, Guru, Orangtua dan lain lain
(6) Bagi masyarakat suku Batak disebut dengan adat
(7) Nias: Hada Gayo (alas): Odit

c) Dalam Dunia Filsafat


(a) Sokrates (470 399)

Menurut Sokrates, etika atau moral adalah bertitik tolak dari kebaikan . Kebaikan adalah
pengetahuan dan pengenalan akan kebaikan. Orang yang baik adalah orang yang mengetahui
kebaikan serta mau menyelaraskan hidupnya dengan pengetahauan kebaikan itu. Metode yang
digunakan adalah Tanya Jawab

(b) Plato (427 347 BC)

Plato juga mengajarkan bahwa didalam diri setiap manusia selalu ada tiga unsur yang
sangat penting, yakni:

1. Ratio: inilah unsur yang selalu diutamakan dan menjadi kunci pemahaman
tentang kebaikan menurut plato
2. Emosi Tinggi : Keberanian yang tinggi
3. Emosi Rendah : ketakutan, rasa malu, hawa nafsu

(c) Aristoteles (384 323 BC)

Dalam etika Aristoteles diuraikan teori tentang hal hal yang bernilai. Bagi Aristoteles
segala sesuatu mempunyai nilai. Yang dimaksudkan dengan sebutan segala sesuatu disini
adalah semuanya, baik yang baik ataupun yang jelek, yang buruk, keuntungan, kerugian,
kehidupan atau kematian dan lain lain. Dalam pemikiran aristoteles terdapat pendirian yang
bersifat nisbih , relatif dan tidak ada kepastian terhadap ukuran ukuran kebaikan.

D. Moral dari Alkitab


(A) Etika

a. Etika Dalam Perjanjian Lama


Etika dan moral Abraham dapat terlihat ketika ia dipanggil Allah dalam usianya yang ke
75.Pada saat itu, ia bersama dengan istrinya Sarai beserta keponakannya Lot menuju Kanaan
melalui Sikhem dan Betel sekitar tahun 2091 SM (Kej 12:1-5). Abraham yang pada waktu itu
bernama Abram pergi hanya dengan berbekal iman kepada Tuhan dan ia sendiri tidak
mengetahui bagaimana sebetulnya daerah Kanaan tersebut. Ketika ia sampai di Kanaan, ternyata
negri itu sedang mengalami bencana kelaparan, oleh karena itu ia bersama dengan keluarganya
pergi ke Mesir melalui Negep. Peristiwa Abraham yang menuruti perintah Allah memperlihatkan
beberapa sikap iman dan moralnya, antara lain:

1. Berani melangkah mentaati perintah Tuhan untuk menuju ke negeri yang belum diketahui
keadaannya.
2. Bersedia meninggalkan rumahnya dan pergi mengembara yang penuh suka duka serta
ancaman bahaya.
3. Ketika Abraham mencapai tempat yang ia tuju, ada bencana kelaparan disana, namun
Abraham tidak meninggalkan tempat itu melainkan tetap percaya dan setia pada Tuhan.
4. Percaya bahwa Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik dan hal itu terjadi hingga
Abraham menjadi Bapa orang beriman bagi segala bangsa.

Selain dari sikap iman dan moral yang ditunjukkan Abraham, ada juga moral buruk yang
ia tunjukkan ketika menghadapi permasalahan hidupnya, yaitu:

1. Ketika ia berada di Mesir dimana ia kuatir dirinya akan dibunuh supaya orang bisa
mengambil istrinya.
2. Abraham berbohong demi menyelamatkan dirinya dengan mengakui istrinya sebagai
adik.
3. Sikap egois dan tidak mengasihi istri dimana Abraham tidak melindungi istrinya dan
membiarkan istrinya rela diambil orang.
4. Abraham tidak menyerahkan perlindungannya pada Allah tetapi ia tenggelam pada
perasaan takutnya yang bisa mengancam nyawanya.

b. Etika Dalam Perjanjian Baru


Ajaran etik Yesus Kristus di antaranya terdapat dalam Injil-injil sinoptis (Matius,
Markus, Lukas), salah satu ajaran tersebut adalah khotbah di bukit (Mat 5-7; Luk 6:20-49).
Dalam khotbah di bukit, Yesus mempermasalahkan etik orang farisi yang sangat berpegang
teguh pada pelaksanaan hukum taurat tetapi tidak mengarah kepada kegenapan hukum taurat
dan kitab para nabi. Dalam hal ini Yesus mengatakan bahwa "jika hidup keagamaanmu
tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga" (Mat 5:20) karena Kerajaan
Allah sudah dekat kepadamu (Luk 10:9).

Selain itu, ajaran etik Yesus juga meminta kepada manusia untuk menjadi seorang
manusia yang bersifat ilahi. Kata ilahi ini memiliki arti menjadi seseorang yang lebih baik dari
yang lain. Sebagai contoh, Yesus mengajarkan "Janganlah kamu melawan orang yang berbuat
jahat kepadamu, melainkan siapapun menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi
kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu,
serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa yang menyuruh engkau berjalan berjalan sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Matius 5;39-41).

c. Hubungan Iman dan Moral (Etika) Kristen

Kata iman dalam bahasa Ibrani disebut emunah. Kata ini hanya terdapat dalam kitab
Habakuk yang diterjemahkan dengan kata percaya (band. Hab. 2:4), dan dalam kitab Ulangan
diterjemahkan dengan kata kesetiaan (band. Ul. 32:20). Padanan kata emunash dalam perjanjian
baru dalam bahasa Yunani adalah kata pistis dan diterjemahkan dengan kata iman (band.
Rm:1:17; Gal. 3:11; Ibr. 10:38 dsb). Dalam Injil Yohanes kata iman lebih banyak memuat kata
kerja pisteuo daripada kata benda, yang menekankan arti aktif daripada statis. Bagaimana
manusia dapat hidup dengan benar sangar tergantung pada norma/kaidah hukum yang
mengaturnya.

Semangat reformasi bangsa Indonesia telah melahirkan kesadaran baru bahwa pendidikan
secara umum dan pendidikan agama khususnya kurang berhasil. Salah satu indikatornya, ialah
moralitas peserta didik dan atau mahasiswa tidak menunjukan terjadinya perubahan yang
signifikan antara pengetahuan yang tinggi, tingkat kedewasaan menurut usianya dan khususnya
pengaruh pada kualitas moralnya. Kenyataannya ada banyak mahasiswa yang terlibat dalam
masalah moral contohnya menjadi model dalam foto dan video porno yang beredar di internet,
aksi tawuran, perkelahian, tindak kriminalitas yang tinggi, pengedar dan pengguna obat
terlarang, bahkan ada juga yang membunuh pacarnya karena hamil di luar nikah.

E. Berbagai Issu Moralitas Sosial yang Relevan Dengan Masyarakat Indonesia


Bangsa Indonesia, yang saat ini tengah menghadapi krisis multidimensional di bidang :
ekonomi, politik, keamanan, budaya, agama, lingkungan hidup, dan lain sebagainya, sedang
diperhadapkan dengan krisis etika dan moralitas bangsa.

1. Penyalah-gunaan Narkoba Dan Obat-obat Terlarang (Naza)


NARKOBA, kini menjadi penyakit masyarakat yang paling serius jaman modern.
Sasaran dan yang menjadi korban narkoba pada umumnya adalah anak-anak, siswa sekolah,
remaja, dan pemuda serta mahasiswa.

2. Free Sex (sex bebas)

Pola hidup seperti ini melanda banyak manusia didunia ini. Faktor yang mendorong
orang menempuh kehidupan seperti ini sebagai berikut :

a. Menghidari tanggung jawab


b. Dorongan hawa nafsu
c. Ketidak Harmonisan kehidupan keluarga
d. Sifat kepribadian yang jelek
e. Petualang Cinta atau Avonturi Sex

3. Hidup Porno

4. Tauran dan Tindak kekerasan

Kita sering dikejutkan adanya perang antara siswa/Mahasiswa satu perguruan dengan
perguruan lain, OKP dengan OKP lain. Tidak rahasia lagi apabila kita berjalan di sentral-sentral
perhentian bus pasar sambu dari tempat keramaian,disana bergentayangan para pencopet dan
perampok .

5. KKN Suap Sisip Sogok


KKN adalah singkatan dari kolusi, korupsi dan nepotisme. Ketiga-tiga hal ini merupakan
penyakit social yang banyak melanda masyarakat dunia, terutama di negar-negara yang baru
berkembang seperti Indonesia.

6. konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar kelompok)

Kita di indonesia sudah demikian diciptakan oleh Tuhan, terduru dari ragam agama,
suku, ras, dan golongan. Sehingga sekecil apapun persoalan mudah menyulut konflik dan
pertikaian. Sejarah sudah mencatat bahwa Republik Indonesia ini dibangun para pendahulu kita
dari ragam latar belakang agama, ras, sosial,budaya, tingkat pendidikan, dll. Sejak awal, mereka
sudah menyadari bahwa perbedaan yang signifikan ini akan mudah menyulut perrtentangan dan
perkelahian serta konflik ditengah tengah masyarakat.

7. Kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi

Pasal 5

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni


Seorang intelektual Kristen dan llmuan Kristen harus memiliki sifat dan karakteristi sebagai
berikut:
1. Takut akan Tuhan
2. Taat
3. Setia
4. Disiplin
5. Jujur
6. Rendah Hati
7. Lemah Lembut
8. Pekerja Keras
9. Mampu bekerjasama
10. Hidup untuk memuliakan Tuhan

(a) Etika Kristen dan Ilmu Pengetahuan


Hubungan Iman dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Sebagai hubungan yang mendasar, iman bukan hasil ilmu pengetahuan, tetapi iman
yang sungguh sungguh akan memberikan ilmu penggetahuan dan pengertian.
Perbedaan Alkitab dengan ilmu pengetahuan yang modern
Alkitab berbeda dengan ilmu pengetahuan karena Alkitab bukanlah hasil ilmu
pengetahuan tapi pernyataan Allah kepada setiap para penulis Alkitab tanpa mengabaikan
kondisi penulis.
(b) Etika dan Teknologi
a. Pengertian Teknik dan Teknologi
Teknik adalah kerja, teknik adalah kebudayaan, teknik adalah keterampilan.
b. Untuk Apa Teknik
Teknik diperlukan untuk menjawab dan mengatasi masalah, hambatan bagi kebutuahan
manusia ataupun untuk menggenapi apa yang menjadi perintah Tuhan.
(c) Krisis Nilai Pada Penggunaan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni
a. Krisis nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan
Iman Kristen tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Justru Iman Kristen member
arahan atau tuntunan sehingga Ilmu penegtahuan dapat berguna bagi manusia.
b. Krisis Nilai dalam Pengertian Teknologi
Bahaya bahaya yang ditimbulkan oleh pengguna teknologi adalah:
Penggunaan bahan medis
Penggunaan bahan radioaktif
Bahan bakar gas
Penebangan hutan secara besar besaran
Penangkapan ikan dilaut dengan peralatan modern
Penggundulan gunung gunung
c. Krisis Nilai dalam Pengembangan Kesenian
Seni drama
Ketika dipakai untuk kegiatan terselubung yang merusak moral
Seni Musik
Dapat membangkitkan kebringasan dn kemarahan(music rock)
Seni Rupa
Orang bias jatuh kedalam pendewaan hasil seni rupa atau memakai hasil seni rupa
untuk pemujaan terhadap berhala.

Pasal 6

Kerukunan Antar Umat Beragama


Bentuk bentuk Hubungan Antara Umat Beragama

1. Sikap Eksklusivisme
Adalah sikap yang hanya mengakui agamanya sebagai agama paling benar dan baik. Ini adalah
sikap fanatisme yang akan melahirkan berbagai akibat buruk antar lain timbulnya perpecahan,
perseteruan antar umat beragama dan berbagai konflik lainnya.
2. Sikap Inklusivisme
Adalah sikap yang dapat memahami dan menghargai agama agama lain dengan segala
eksistensinya. Tetapi orang yang inklusivisme ini memandang agama sendirilah sebaga satu satunya
jalan menuju keselamatan
3. Pluralisme
Adalah sikap yang menerima, menghargai, dan memandang agama lain sebagaimana yang baik
dan benar serta memiliki jalan keselamatan. Dalam pendangan seperti ini maka tiap umat beragama
terpanggil untuk menerima hubungan solidaritas, dialog dan kerjasama dalam rangka mewujudkan
kehidupan yang lebih baik dan berpengharapan.

Kerukunan Hidup Beragama

Untuk menciptakan kerukunan hidup beragama, maka pemerintah mencanangkan Trilogi


Kerukunan hidup beragama yaitu:

1. Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama


Sebagai umat beragama yang baik, kita wajib mengetahui, memahami, dan mau menghargai
perbedaan antara kita denganumat beragama yang lain. Salah satu cara memelihara kerukunan
antara umat Bergama adalah menghindarkan perilaku dan tindakan yang menyinggung dan
menyakiti perasaan uman beragama yang lain
2. Kerukunan Hidup Intern Umat Beragama yang Sama
3. Kerukunan Umat Beragama dengan Pemerintah
Menurut pandangan Kristen bahwa pemerintah adalah wakil Allah di dunia.Hidup rukun dengan
pemerintah nampak dalam sikap yang wajar dan positif. Umat Kristen wajib mentaati dan
melaksanakan semua aturan dan program yang sudah ditetapkan pemerintah , tetapi umat Kristen
juga wajib memberikan sumbangan pemikiran yang positif terhadap kebijaksanaan pemerintah.
4. Toleransi Umat Beragama

Faktor Yang Mengganggu Kerukunan Hidup Beragama

1. Sikap Mental Negatif


2. FAktor SARA
3. Faktor Perbedaan Tingkat Kebudayaan
4. Faktor Mayoritas dan Minoritas Golongan Beragama
Pasal 7

Masyarakat
Masyarakat adalah kesatuan orng orang yang terbentuk atas unsur unsur kesamaan. Kesamaan
yang dimaksud adalah beragam dan bervariasi karena terdiri dari latar belakang yang berbeda beda.

Hak Azasi Manusia adalah hak hidup manusia yang paling mendasar, hak yangpaling pokok, hak
yang paling universal.

Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat.

Masyarakat Beradap dan Sejahtera

Setiap orang memerluakan hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan orang lain, dan
kehidupan itu adalah kehidupan yang berada dalam kedamaian, berdamai dengan Allah, berdamai dengan
sesame manusia dan berdamai dengan alam sekitarnya. Dengan perdamaian tersebut maka aarah dan
tujuan hidup akan menjadi jelas dan bermakna.

Terciptanya keseimbangan di tengah tengah masyarakat adalah merupakan syarat mutlak untuk
menciptakan kehidupan dan beradab dan sejahtera. Keyakinan (iman) yang kita peroleh melalui ajaran
agama adalah mendorong manusia dan masyarakat untuk berbuat baik dan benar. Kebaikan dan
kebenaran adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan manusia.

1. Bentuk kehidupan yang beradab dan sejahtera

Tuhan Allah memanggil umatNya untuk menyatakan dan mempraktekkan kasih dalam kehidupannya.
Kepedulian terhadap kehidupan orang lain dengan member perhatian untuk mau berkorban dan
pengorbanan itu didasari oleh kasih adalah wujud nyata sebagai pengikut Kristus.

2. Peran umat beragama dalam mewujudkan masyarakat beradab dan sejahtera

Setiap umat beragama harus berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Partisipasi
tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

a. Mendoakan Bangsa, Masyarakat dan Pemerintah


Mendoakan orang lain tanpa melihat latar belakang suku, ras, agama orang lain adalah salah satu
bentuk mangasihi dan memperdulikan orang lain. Dengan mendoakan secara tulus dan iklas menjadi
pertanda bahwa kita telah berpartisipasi dalam segala pergumulan bangsa dan Negara

b. Takut akan hukum dan peraturan yang berlaku

Ketaatan kepada hukum yang berlaku dimasyarakat tidak boleh bertentangan dengan ketaatan kita
terhadap Tuhan Allah. Tuhan Allahlah yang menjadi patokan terhadap segala macam peraturan yang ada
pada masyarakat. Hukum dan peraturan yang benar adalah hukum dan peraturan yang tidak menyimpang
dari rencana kehendak Allah.

c. Menyatakan yang sebenarnya

Kebenaran adalah firman Allah. Dalam menyatakan yang sebenarnya orang Kristen harus berpedoman
pada apa yang telah dinyatakan Yesus di dalam Matius 5:37. Segala bentuk pelayanan, persekutuan, dan
kesaksian harus selalu berdasarkan kepada kebenaran yaitu Tuhan Allah.

d. Menjauhkan sikap mental negatif

Sikap mental negatif ini nampak dalam kesombongan religius, dan lebih khususs disebut dengan
sombong rohani. Sikap tersebut muncul adalah sebagai akibat dari timbulnya prasangka bahwa hanya
ajaran agamanya saja yang benar sedangkan yang lain dianggap salah.

e. Menjauhkan sikap yang menonjolkan kelompok mayoritas dan minoritas

Didalam kehidupan umat beragama, sering timbul sikap merasa lebih berkuasa karena penganut agama
itu lebih besar (mayoritas),sehingga mereka merasa lebih layak mendapatkan hak istimewa atau lebih.

Hak Azasi Manusia (HAM) dan Demokrasi

a. Timbulnya Deklarasi HAM

Sejarah lahirnya HAM adalah:

Pertama: timbulnya gejala gejala bahwa kehadiran agama ditengah kehidupan manusia mulai berkurang

Kedua: Kemajuan IPTEK

Ketiga: Semakin merajalelanya watak egoism

b. Hak Azasi Manusia Menurut Aklitab


Deklarasi Tuhan Yesus adalah deklarasi kasih yang merupakan dasar bagi semua dekarasi yang
dirumuskan oleh Para pejuang HAM. Deklarasi yang sudah dan yang aka nada, semuanya merupakan
penjabaran dari deklarasi kasih-Nya.

c. Arti dan Makna HAM

HAM adalah sebuah spectrum kemanusiaanyang luas dan dalam. HAM bersifat universal dan melekat
pada manusia sejak dilahirkan. Oleh karena itu tidak ada yang berhak mencabut HAM itu selain Allah itu
sendiri. Oleh karena itu HAM pada dasarnya bersifat positif oleh karena itu harus dihargai dan diterapkan
dalam kehidupan.

d. Demokrasi

Dasar demokrasi secara prinsipil adalahkehendak bersama rakyat atau kehandak umum. Ada bebrapa
hal yang harus dicermati sebagai bagian yang merusak demokrasi yaitu:

1. Demokrasi menjadi perhiasan atau kedok semata


2. Demokrasi yang brsifat diktator mayoritas
3. Kemerosotan hubungan yang dipilih dan yang memilih
Pasal 8

Budaya
1. Kebudayaan dipandang dari sudut Alkitab
a. Mandat Budaya

Mandat budaya bertujuan agar manusia itu mengembangkan segala kemungkinan atau potensi yang
dimilikinya untuk kepentingan manusia dan lingkungannya seperti yang tertulis dalam nats Kejadian 1;28
dan 2:25.

b. Mengatur Kelahiran

Dalam nats ini disebut beranakcuculah dan bertambah banyak Tuhan mengaruniakan potensi unntuk
menggandakan kehidupan. Disana tidak ada ketentuan jumlah anak cucu yang harus dilahirkan manusia.
Disinilah terletah mandate berbudaya itu, yakni budaya yang mengatur kelahiran dan kelangsungan
kehidupan manusia diatas bumi ini.

c. Memenuhi Bumi
d. Menaklukan Bumi
e. Berkuasa atas burung burung di udara dan ikan ikan di laut dan binatang yang merayap di bumi
f. Mengusahai.
2. Dosa dan Pemberontakan Kebudayaan terhadap Kuasa Allah
Contoh: Dalam cerita Kain dan Habel (Kejadian 4) dan pada pembuatan menara Babel (Kejadian 11)
3. Sikap Kristen Terhadap Kebudayaan
Menurut Niebuhr ada lima sikap umat Kristen terhadap kebudayaan antara lain:
1. Sikap Antagonistic (sikap Menentang atau Menolak)
Sikap Kristen yang antagonistic adalah sikap yang melihat pertentangan yang tak terdamaikan
antara kebuadayaan dengan agama.
2. Sikap Akomodasi dan Kapitulasi
Sikap Kristen yang akomodasi dan kapitulasi yaitu sikap yang menyesuaikan diri dengan
kebudayaan yang ada, denga demikian maka pada hakekatnya agama Kristen sering dikorbankan
untuk kepentingan budaya.
3. Sikap Dominasi
Dalam perjalanan sejarah kehidupan Kristen ditemukan adanya sikap dominasi (penguasaan)
gereja terhadap kebudayaan ini.
4. Sikap dualistic
Yakni sikap orang Kristen yang serba dua terhadap kebudayaan. Sikap dualistis ini sering kita
jumpai dalam kenyataan hidup, juga dalam kehidupan bermayarakat Kristen di Indonesia
terutama dalam kalangan masyarakat yang berkecimpung di dalam pekerjaan yang ada
hubungannya dengan kebudayaan.
5. Pengudusan
4. Budaya yang harus dikembangkan dijaman modern ini
1. Buadaya berfikir dan bertindak kritis
2. Budaya kerja keras
Manusia bekerja dengan menggunaan semua sumberdaya dan kemampuannya untuk
kesejahteraannya dan sesamanya.
1. Kerja sebagai hakekat manusia
2. Kerja sebagai berkat
3. Menigkatkan budaya kerja keras

3. Budaya Bijaksana

1. Ber-Hikmat Berarti Ber-Tuhan


2. Sumber Hikmat Kebijaksanaan
3. Mengembangkan budaya kebijaksanaan.
Pasal 9

Politik
Politik dalam konteks sebagai praktek dan sebagai kesenian memunculkan berbagai pendefenisian
tentang politik itu sendri yang didalamnya terdapat berbagai unsure yang terdapat dalam kehidupan
masyarakat yaitu:

1. Unsur kepentingan
2. Unsure ilmu dan pengetahuan
3. Unsur kecakapan untuk memperoleh dan memakai kekuasaan yang ada

Kontribusi Agama dalam Kehidupan Politik

Politik adalah realitas hidup. Tuhan Yesus lahir dan berkarya dalam realitas politik dan Dia juga
mengaharkan untuk terlibat dalam politik tersebut. Keterlibatan Yesus dalam hal politik yang sekaligus
menjadi acuan dalam Iman Kristen untuk terlbat dalam hal yang bersifat politik adalah:

a. Dialog, Yesus dengan Kalangan Farisi dan Herodian


b. Missi Tuhan Yesus

Lukas 4:16-19 menjelaskan pada kita bahwa missi Tuhan Yesus dinyatakan untuk menyampaikan
kabar baik (evanggelium). Dan yang tercakup dalam evanggelium tersebut adalah keperdulian
terhadap orang miskin, pembebasan orang tawanan, penglihatan terhadap orang buta, pertolongan
terhadap orang yang tertindas yang dimana itu adalah juga masalah politik.

c. Tugas Kristen terhapa dunia politik


1. Menggarami dan menerangi dunia
2. Taat terhadap pemerintah

Peran Agama mewujudkan Persatuan/ kesatuan Bangsa

1. Menciptakan keadaan hidup social politik yang baik


2. Menanamkan rasa persaudaraan antar sesame
3. Tidak mempolitisasi agama
4. Tidak eksklusif melainkan Inklusif (YOh 3:16)