Anda di halaman 1dari 9

Perspektif Keuangan

Analisis rasio keuangan digunakan dalam menilai laporan keuangan perusahaan.


Penilaian kinerja pada perspektif keuangan ini diukur dengan data sekunder melalui
laporan tahunan perusahaan selama periode tiga tahun yaitu tahun 2014, 2015, 2016
menggunakan rasio keuangan sebagai berikut :
1. Return on Asset (ROA)
ROA merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen
dalam memperoleh laba secara keseluruhan. Rumus untuk mencari ROA adalah
sebagai berikut:
Laba Bersih Sebelum Pajak
= x 100%
Total Aktiva

Perhitungan rasio ROA berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel
1 sebagai berikut :
Tabel 1
Perkembangan Return on Asset PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014- 2016.
Laba Bersih Sebelum
Tahun Total Aktiva ROA
Pajak
2014 Rp. 624.620.000 Rp. 22.162.286.000 2,82%
2015 Rp. 1.108.146.000 Rp. 23.734.065.000 4,67%
2016 Rp. 1.839.065.000 Rp. 29.196.237.000 6,30%
Berdasarkan tabel 1 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Tahun 2014 ROA yang dicapai sebesar 3,64% ini berarti bahwa setiap Rp. 1
aktiva menghasilkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp. 0,0282. Tahun 2015
ROA yang dicapai sebesar 5,62% ini berarti bahwa setiap Rp. 1 aktiva
menghasilkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp. 0,0467. Tahun 2016 ROA
yang dicapai sebesar 7,02% ini berarti bahwa setiap Rp. 1 aktiva menghasilkan
laba bersih sebelum pajak sebesar Rp. 0,0630. Berdasarkan perhitungan diatas
dapat diketahui bahwa tahun ROA mengalami peningkatan dari tahun 2014-2016
yang menunjukkan semakin baik baik kinerja PT. BPR Pande Artha Dewata
dalam memanfaatkan aktiva.

2. Net Profit Margin (NPM)


Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih. Rumus untuk
NPM adalah sebagai berikut:
EAT
= x 100%
Pendapatan Operasional

Perhitungan rasio NPM berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel
2 sebagai berikut :
Tabel 2
Net Profit Margin PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014- 2016.
Pendapatan Net Profit
Tahun EAT
Operasional Margin
2014 Rp. 624.260.423 Rp. 3.619.209.112 17,25%
2015 Rp. 1.076.244.638 Rp. 4.319.923.856 24,91%
2016 Rp. 1.568.834.131 Rp. 5.684.982.703 27,60%

Berdasarkan tabel 2 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:


Dari tabel 2 tersebut di atas rata-rata untuk periode tahun 2014 sampai dengan
tahun 2016 menghasilkan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata sebesar
27,60%. Jadi PT. BPR Pande Artha Dewata telah mengalami pertumbuhan
pendapatan yang cukup baik, dimana setiap pendapatan akan memberi margin
sebesar Rp. 0,28. Prestasi pada tahun 2016 menunjukkan kenaikan pertumbuhan
pendapatan sebesar 27,60% dibanding tahun sebelumnya.

3. Rasio Operasi (RO)


Rumus untuk NPM adalah sebagai berikut:
Pendapatan Operasional
= x 100%
Aktiva Lancar
Perhitungan RO berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 3
sebagai berikut :
Tabel 3
Rasio Operasi PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014- 2016.
Pendapatan Rasio
Tahun Aktiva lancar
operasional Operasi
2014 Rp. 3.619.209.112 Rp.19.957.824.011 18,13%
2015 Rp. 4.319.923.856 Rp. 21.212.188.356 20,37%
2016 Rp. 5.684.982.703 Rp. 27.706.987.154 20,52%

Berdasarkan tabel 3 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:


PT. BPR Pande Artha Dewata menghasilkan pendapatan yang cukup baik,
dimana pada tahun 2014 setiap rupiah aktiva lancar menghasilkan pendapatan
operasional sebesar Rp. 0,1813. Pada tahun 2015 setiap rupiah aktiva lancar
menghasilkan pendapatan operasional sebesar Rp.0,2037. Pada tahun 2016
setiap rupiah aktiva lancar menghasilkan pendapatan operasional sebesar
Rp.0,2052. Berdasarkan perhitungan diatas dapat diketahui bahwa tahun RO
mengalami peningkatan dari tahun 2014-2016 yang menunjukkan semakin baik
baik kinerja PT. BPR Pande Artha Dewata dalam memanfaatkan aktiva lancar.
Kinerja dari perspektif keuangan menunjukkan kriteria baik, karena
kecenderungan adanya kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Perspektif Pelanggan
1. Customer Aquisation (CA)
Customer aquisation merupakan tolok ukur yang digunakan untuk mengetahui
seberapa besar PT. BPR Pande Artha Dewata mampu menarik nasabah baru
dalam suatu periode tertentu atau peluang bisnis baru.
Nasabah Baru
= x 100%
Nasabah Sekarang
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut:
Tabel 4
Customer Aquisation PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 - 2016
Tahun Nasabah Baru Nasabah Sekarang Rasio CA
2014 76 2.636 2,88 %
2015 113 2.749 4,11 %
2016 197 2.946 6,69 %
Berdasarkan tabel 4 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
PT. BPR Pande Artha Dewata telah mengalami pertumbuhan jumlah nasabah
yang cukup baik, dimana setiap tahunnya bertambah orang yang menjadi
nasabah di PT. BPR Pande Artha Dewata, sedangkan analisis untuk tahun 2016
menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,69% dibanding tahun sebelumnya.
Pertambahan nasabah penyimpan dikarenakan adanya kewajiban apabila
mendapat fasilitas kredit untuk menabung secara wajib.

2. Customer Retention (CR)


Customer retention (CR) merupakan tolok ukur yang digunakan untuk
menentukan seberapa besar PT. BPR Pande Artha Dewata dapat
mempertahankan nasabah dalam periode tertentu.
Nasabah Setia
= x 100%
Nasabah Tahun Sebelumnya
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut:
Tabel 5
Customer Retention PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 - 2016
Nasabah Tahun
Tahun Nasabah Setia Rasio CR
Sebelum
2014 2.535 2.560 99,02 %
2015 2.615 2.636 99,20 %
2016 2.734 2.749 99,45 %
Berdasarkan tabel 5 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Bahwa rata-rata PT. BPR Pande Artha Dewata mempertahankan nasabahnya
untuk periode tahun 2014 sampai tahun 2016 adalah sebesar 99,23%. Jadi PT.
BPR Pande Artha Dewata telah berhasil membina dan menyimpan dananya di
PT. BPR Pande Artha Dewata, dimana rata-rata setiap tahunnya nasabah yang
bertahan adalah sebesar 2.628 orang. Pada tahun 2016 naik 0,25% dibanding
tahun sebelumnya yang berarti PT. BPR Pande Artha Dewata mampu
meningkatkan kinerjanya dengan baik.

3. Customer Profitability (CP)


Customer profitability (CP) merupakan tolok ukur yang digunakan untuk
mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh PT. BPR Pande Artha
Dewata dari produk yang ditawarkan.
Pendapatan Kredit
= x 100%
Kredit yang Diberikan
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 6 sebagai berikut:
Tabel 6
Keuntungan pemberian Kredit PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 - 2016
Tahun Pendapatan Kredit Kredit Yang Diberikan Rasio CP
2014 Rp. 2.861.824.936 Rp. 11.361.461.326 25,19%
2015 Rp. 3.250.399.907 Rp. 12.965.484.870 25,07%
2016 Rp. 4.790.907.242 Rp. 18.670.667.585 25,66%
Berdasarkan tabel 6 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
bahwa rata-rata PT. BPR Pande Artha Dewata berhasil menghasilkan
pendapatan dari pemberian kredit untuk periode tahun 2014 sampai dengan
tahun 2016 adalah sebesar 25,31%. Jadi setiap Rp. 1,00 kredit yang diberikan
oleh PT. BPR Pande Artha Dewata telah menghasilkan pendapatan sebesar Rp.
0,25, sedangkan rata-rata pendapatan dari kredit setiap tahunnya adalah sebesar
3.643.377.361. Pada tahun 2016 terlihat kenaikan sebesar 0,59% dibanding
tahun sebelumnya.
Kinerja dari perspektif pelanggan menunjukkan kriteria baik, karena
kecenderungan adanya kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Perspektif Proses Bisnis Internal
1. Proses Inovasi
Karena PT. BPR Pande Artha Dewata tidak membuat produk baru, maka dalam
kaitan tersebut diukur dengan tingkat penjualan produk. Tolok ukur ini untuk
mengetahui bahwa inovasi yang dilakukan PT. BPR Pande Artha Dewata
memperoleh tanggapan dari nasabahnya.
Rata rata penjualan produk
= x 100%
Nasabah Baru per Tahun
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 7 sebagai berikut:
Tabel 7
Tingkat Penjualan Produk PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014- 2016
Rata-rata
Tingkat Respon
Tahun penjualan produk Nasabah baru
(per bulan)
(per bulan) per tahun
2014 10 76 13,16 %
2015 18 113 15,93 %
2016 28 197 14,21 %
Berdasarkan tabel 7 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Rata-rata tingkat penjuakan produk sebesar 13,25 persen dan pada tahun 2016
sebesar 14,21% mengalami penurunan sebesar 1,72% dibanding tahun
sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi produk PT. BPR Pande Artha
Dewata cukup diterima dengan baik oleh masyarakat, dengan demikian perlu
melakukan inovasi produk baru agar masyarakat tertarik untuk menyimpan atau
meminjam dana di PT. BPR Pande Artha Dewata.

2. Proses Operasi
Proses operasi ditunjukkan untuk mengetahui bahwa PT. BPR Pande Artha
Dewata memperoleh nilai, maka dalam pengukuran tingkat produksi pada bank
menggunakan tingkat efektifitas pelayanan (cycle effectiveness). Cycle
effectiveness merupakan tolok ukur yang digunakan PT. BPR Pande Artha
Dewata untuk menghitung proses pemrosesan kredit yang diberikan.
Rata rata Waktu Pemrosesan Kredit
= x 100%
Waktu Penyelesaian
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 8 sebagai berikut:
Tabel 8
Tingkat Efektifitas Pelayanan PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
Tahun Rata-rata waktu Waktu Efektifitas Pelayanan
pemrosesan kredit Penyelesaian
2014 0,50 Jam 480 Jam 0,104 %
2015 0,42 Jam 480 Jam 0,088 %
2016 0,33 Jam 480 Jam 0,069 %
Berdasarkan tabel 8 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Waktu penyelesaian adalah 20 hari kerja dikalikan 24 jam per hari. Tabel
tersebut di atas menunjukkan bahwa rata-rata cycle effectiveness terhadap
permohonan kredit pada PT. BPR Pande Artha Dewata setiap tahunnya untuk
periode 2014 sampai 2016 rata-rata sebesar 0,067%. Pada tahun 2016
menunjukkan penurunan cycle effectiveness sebesar 0,019% dibanding tahun
sebelumnya. Semakin rendah rasio ini menunjukkan bahwa proses pelayanan
dilakukan dengan cepat dan efektif. Bila jumlah nasabah yang pengajuan
kreditnya banyak, maka akan dilayani dengan cepat.

3. Proses Purna Jual


Dalam mengukur proses purna jual pada PT. BPR Pande Artha Dewata
digunakan perhitungan rasio piutang yang tidak dapat ditagih terhadap jumlah
kredit yang disalurkan.
Kredit Macet
= x 100%
Kredit yang Diberikan
Selanjutnya perhitungan tolok ukur kredit macet ini dapat dilihat pada tabel 9
berikut ini :
Tabel 9
Tingkat Kredit Macet PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
Tahun Kredit Macet Kredit Yang Rasio Kredit Macet
Diberikan
2014 Rp. 79.476.342,00 Rp. 11.361.461.326 0,70 %
2015 Rp. 77.612.000,00 Rp. 12.965.484.870 0,60 %
2016 Rp. 75.250.000,00 Rp. 18.670.667.585 0,40 %
Berdasarkan tabel 9 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Rata-rata kredit macet sebesar 0,57% dan pada tahun 2016 meningkat sebesar
0,40% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan perbaikan kinerja.
Kinerja dari perspektif bisnis internal menunjukkan kriteria cukup baik, karena
kecenderungan adanya perbaikan efisiensi dan kredit macet dibanding tahun
sebelumnya, kecuali inovasi produk mengalami penurunan.

Perspektif pertumbuhan/pembelajaran
1. Tingkat Perputaran Karyawan
Tingkat perputaran karyawan untuk mengukur seberapa kemampuan PT. BPR
Pande Artha Dewata mampu mempertahankan karyawannya.
Karyawan Keluar
= x 100%
Jumlah Karyawan
Selanjutnya dapat dilihat pada tabel 10 sebagai berikut :
Tabel 10
Tingkat perputaran karyawan PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
Tahun Karyawan Keluar Jumlah Karyawan Keluarnya Karyawan
2014 2 38 5,26%
2015 3 41 7,32%
2016 1 42 2,38%
Berdasarkan tabel 10 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Persentase keluarnya pekerja PT. BPR Pande Artha Dewata di tahun 2014
sebesar 5,26%, ditahun 2015 sebesar 7,32%, ditahun 2016 sebesar 2,38% yang
menunjukkan bahwa terjadi penurunan persentase keluarnya karyawan yang
cukup dratis ditahun 2016. Dengan menurunnya persentase keluarnya karyawan
menunjukkan semakin baik kinerja perusahaan, karena perusahaan mampu
mempertahankan karyawan yang dimilikinya.

2. Tingkat Produktivitas Karyawan


Tingkat produktivitas karyawan merupakan tolok ukur untuk mengukur seberapa
besar tingkat produktivitas karyawan.
Pendapatan
=
Jumlah Karyawan
Selanjutnya perhitungan tolok ukur produktivitas karyawan dapat dilihat pada
tabel 11 sebagai berikut :
Tabel 11
Tingkat Produktivitas Karyawan
PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
Tahun Jumlah Tingkat Produktivitas
Pendapatan
Karyawan Karyawan
2014 Rp. 3.619.209.112 38 Rp. 95.242.345
2015 Rp. 4.319.923.856 41 Rp. 105.363.996
2016 Rp. 5.684.982.703 42 Rp. 135.356.731
Berdasarkan tabel 11 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Produktivitas karyawan PT. BPR Pande Artha Dewata pada tahun 2014 sebesar
Rp.95.242.345 yang artinya bahwa setiap 1 orang pekerja menghasilkan
pendapatan sebesar Rp.95.242.345. Pada tahun 2015 sebesar Rp. 105.363.996
yang artinya bahwa setiap 1 orang pekerja menghasilkan pendapatan sebesar
Rp.105.363.996. Pada tahun 2016 sebesar Rp. 135.356.731 yang artinya bahwa
setiap 1 orang pekerja menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 135.356.731.
Diketahui bahwa dari tahun 2014-2016 produktivitas karyawan semakin
meningkat, yang menunjukkan semakin meningkatnya kinerja perusahaan.