Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN

Uji Evaluasi Sifat Fisik Briket Arang Sabut Kelapa, Sekam Padi dan
Campuran, Rimba Bagaswara NIM. B31 12 0641, Tahun 2015, hlm, Teknologi
Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Ir. Anang Supriyadi Saleh, MT (Dosen
Pembimbing Utama), Ir. Siti Djamila, M.Si (Dosen Pembimbing Anggota) dan Ir,
Didiek Hermanuadi, MT (Dosen Penguji).

Kebutuhan akan energi di dunia semakin meningkat seiring dengan semakin


meningkatnya aktivitas manusia yang menggunakan bahan bakar terutama bahan
bakar minyak yang diperoleh dari fosil tumbuhan maupun hewan. Briket dapat
digunakan menjadi salah satu bahan bakar alternatif yang keberadaannya dapat
diperbarui.
Briket arang adalah salah satu bahan bakar alternatif yang dapat dibuat
dengan bahan dasar limbah pertanian. Penyebaran tanaman kelapa serta produksi
padi di Kabupaten Jember menyebabkan meningkatnya limbah dari kedua
komoditi tersebut. Penanganan limbah tersebut salah satunya ialah dengan
memanfaatkannya menjadi briket arang.
Briket arang di dunia memiliki beberapa standar sifat fisik yang harus
dipenuhi. Beberapa parameter sifat fisik tersebut antara lain ialah kadar air, kadar
zat menguap, kadar abu, kadar karbon terikat, kerapatan, keteguhan tekan dan
nilai kalor. Selain itu briket juga dapat diklasifikasikan berdasarkan nilai kalor
yang terkandung pada briket. Standar dan klasifikasi briket dapat dilihat pada
tabel standar sifat fisik briket arang dan tabel klasifikasi briket berdasarkan nilai
kalor.
Uji sifat fisik briket arang sabut kelapa, sekam padi dan campuran
menggunakan lima sample perlakuan. Perbedaan perlakuannya yaitu tiap sample
menggunakan perbandingan komposisi yang berbeda. Komposisi perbandingan
antara sabut kelapa dengan sekam padi dalam sample tersebut berturut-turut
adalah sebagai berikut ; 4:0 ; 3:1 ; 2:2 ; 1:3 dan 0:4.
Proses pembuatan briket arang sabut kelapa, sekam padi dan campuran
dilaksanakan di Laboratorium Logam dan Laboratorium Alat Mesin Pertanian
Politeknik Negeri Jember. Penelitian uji sifat fisik briket arang sabut kelapa,
sekam padi dan campuran dilaksanakan di Laboratorium Teknik Energi
Terbarukan Politeknik Negeri Jember dan Laboratorium Struktur Universitas
Jember. Proses pembuatan dan penelitian dilaksanakan selama bulan Agustus
sampai September 2015.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kalor briket arang sabut
kelapa (5.341 64,97 kal/gr) lebih besar daripada nilai kalor briket arang sekam
padi (3.491,33 754,51 kal/gr). Beberapa briket arang campuran tidak memenuhi
beberapa standar parameter uji. Briket arang sabut kelapa, sekam padi dan
campuran diklasifikasikan sebagai briket kelas B, C, dan D.