Anda di halaman 1dari 2

ANALISIS KEAMANAN SISTEM OPERASI JARINGAN

DEBIAN

Kelompok 3 :
Alif Hasanuddin R (03)
Nina Setyowati (20)
Treisiana (27)
Uswatun Khasanah (28)

1. Analisis Keamanaan
Linux Debian sangat dikenal karena banyaknya pilihan paket yang beragam.
Seperti Rilis stabil yang saat ini memuat lebih dari 29000 paket perangkat
lunak(Software Aplikasi) untuk 9 arsitektur komputer. Debian merupakan sistem
operasi yang menggunakan kernel linux dan juga menggunakan 2 kernel FreeBSD
(kfreebsd-i386 and kfreebsd-amd64). Arsitektur komputer yang mendukung sistem
operasi Linux Debian ini mulai dari Intel/AMD 32-bit/X86-64bit yang umumnya
ditemukan pada komputer pribadi hingga arsitektur ARM yang umumnya ditemukan
di sistem embedded dan server mainframe IBM zSeries.
Fitur unggulan yang terdapat di Linux Debian yang lebih menonjol lagi adalah
APT sistem pengaturan paket, repositori dengan jumlah paket yang banyak, kebijakan
paket yang ketat, dan kualitas rilis yang terjaga. Praktik ini memungkinkan
pemutakhiran yang sederhana antar rilis, begitupun untuk penghapusan paket. Standar
instalasi Sistem Operasi Linux Debian menggunakan GNOME desktop environment.
Termasuk di dalamnya program OpenOffice.org, Iceweasel, Evolution, program
penulisan CD/DVD, player musik dan video, penyunting, PDF viewer. Selain itu juga
terdapat CD dengan program KDE, Xfce dan LXDE.

2. Algoritma yang digunakan


Menjalankan enkripsi dalam identitas user, integritas satu session dan melapisi data
dengan algoritma enkripsi seperti : DES, triple DES, Blowfish, IPSec, SHA, MD5,
IDEA, dsb.
DES (Data Encryption Standard) adalah algoritma cipher blok yang populer karena
dijadikan standard algoritma enkripsi kunci-simetri, meskipun saat ini standard
tersebut telah digantikan dengan algoritma yang baru, AES, karena DES sudah
dianggap tidak aman lagi. Sebenarnya DES adalah nama standard enkripsi simetri,
nama algoritma enkripsinya sendiri adalah DEA (Data Encryption Algorithm),
namun nama DES lebih populer daripada DEA. Algoritma DES dikembangkan di
IBM dibawah kepemimpinan W.L. Tuchman pada tahun 1972. Algoritma ini
didasarkan pada algoritma Lucifer yang dibuat oleh Horst Feistel.

3. Fitur-fitur yang mendukung untuk pemakaian linux sebagai server


Aplikasi untuk mempermudah administrasi server (PSA-Plesk Server
Administrator)
Menjalankan apache, proFTP, mySQL, IMP Webmail dan PHP
Mendukung banyak nama domain
Menyediakan interface manajemen DNS dengan dukungan template master zone
file
Pemasangan sertifikat SSL dan pembuatan CSR
Pengaturan atau pembatasan trafik dan ruang disk
Log yang komperhensif bagi pemilik domain
Mendukung bahasa pemrograman PHP 5, python, Ruby
Fitur Cron Jobs
MySQL database
lisensi Open Source
router featur
Proxy server
Bandwith manager/QOS
Multi WAN/ Load Balancer + fail over
DNS dan DHCP Server
Mendukung SSL (Secure Socket Layer) untuk komunikasi terenkripsi
Mendukung virtualhost
Pesan kesalahan multi bahasa dan bisa dimodifikasi

4. Kekurangan Debian Server


Versi software yang dipakai, biasanya versi yang dipakai debian lebih tua dari
yang sudah rilis saat itu
Sangat sulit memasukkan software versi terbaru kedalam distronya, sebelum
benar-benar teruji dari sisi kemanannya ataupun kestabilannya.
Sulit dikonfigurasi pada saat install pertama kali.
Perlu Repositori besar (40-60gb).
Periode rilis yang konservatif.