Anda di halaman 1dari 9

KISI-KISI SPM ( Ada yang belum lengkap, Kalo ada yang bisa lengkapi tolong dishare lagi Thanks)

BAB 4
1 KASUS LINCOLN COMPANY

- Sistem pengendalian nya seperti apa ?

How To Answer :

Jenis Pengendalian Pengendalian saat ini Cara Memperketat Pengendalian


1. Pengendalian Hasil
* Dimensi
* Tolak Ukur
* Target
* Imbalan/Hukuman
2. Pengendalian Tindakan
* Pembatasan Perilaku
* Penilaian Pratindakan
*Akuntabilitas Tindakan
* Redundansi
3. Pengendalian Personal
* Seleksi dan Penempatan
* Pelatihan
* Job Design
4. Pengendalian Budaya
* Kode Etik
* Imbalan Kelompok
* Transfer Antar
Perusahaan
* Pengaturan Fisik & Sosial
* Tone at The Top

Dipelajarin Kasus nya di buku BAB 4 HAL 177 (GUA GA ADA BUKU)
2 TABEL 4.1 Ringkasan dari karakteristik yang membuat pengendalian Ketat (BAB 4 HAL 146)

Tabel 4.1
Tipe Pengendalian Hal yang membuat "Ketat" nya pengendalian
1. Akuntanbilitas Tindakan Definisi dari Hasil / Tindakan yang di inginkan :
* Sesuai dengan keterampilan Organisasi yang sebenarnya
*Spesifik

* Dikomunikasikan dan di internalisasikan secara Efektif


* Lengkap
Pengukuran Hasil tindakan :
* Selaras
* Tepat
* Objektif
* Tepat Waktu
* Dapat Dipahami
Imbalan dan Hukuman :
* Signifikan untuk orang orang yang terlibat
* Hubungan langsung dan pasti terhadap hasil/tindakan
2. Pembatasan Perilaku *Reliabel
*Restriktif
3. Kajian Pratindakan *Sering
*Detail
*Dilakukan oleh orang yang berpengetahuan luas
4. Pengendalian Personel *Kepastian dan stabilitas pengetahuan yang menghubungkan
karakteristik personel/ kultural dengan tindakan yang
diinginkan
BAB 5
Biaya Langsung Dan Tidak Langsung

Biaya Langsung : Biaya materil yang dapat diukur dengan uang, mencakup seluruh biaya out of
pocket, biaya moneter yang dibutuhkan untuk mendesign dan mengimplementasi kan SPM, contoh :
biaya pembayaran bonus tunai, biaya pemeliharaan Staff audit internal.

Biaya Tidak Langsung : Biaya tidak langsung dapat dikurangin oleh biaya langsung pengendalian
yang disebabkan oleh sejumlah efek samping yang merugikan, termasuk perubahan perilaku,
gamesmanship, penundaan pekerjaan, dan perilaku negatif.

A. Perubahan perilaku
Adalah efek samping yang berhubungan dengan SPM yang umumnya muncul dan dapat
menyebabkan biaya tidak langsung yang signifikan pada suatu organisasi.
**** Perubahan Perilaku dan Pengendalian Hasil :
Perubahan Perilaku terjadi ketika organisasi menetapkan perangkat pengukuran hasil yang
tidak sesuai dengan tujuan organisasi yang sesungguhnya.
Contohnya:
1. Ketika Perusahaan memberikan Kuota penjualan bulanan kepada tenaga penjual
mereka, tenaga penjual akan cenderung lebih mudah dalam penjualan, yaitu bukan
penjualan yang paling menguntungkan atau penjualan dengan prioritas tertinggi.
2. Ketika Perusahaan pialang memberikan imbalan pada pialang mereka dengan komisi
perdagangan klien, beberapa pialang merespons dengan memutar rekening, melakukan
lebih banyak transaksi daripada bunga konsumen, dan hal ini akan berisiko pada
ketidakpuasan dan pergi nya klien.

**** Perubahan Perilaku dan Pengendalian Tindakan :

Satu bentuk perubahan yang berhubungan dengan pengendalian tindakan terkadang


merujuk sebagai means-ends-inversion yang berarti bahwa karyawan memerhatikan apa
yang mereka lakukan tetapi mengabaikan apa yang akan mereka capai.

Contohnya :

1. Manajer yang belanja modalnya terbatas diketahui berinvestasi pada sejumlah proyek
kecil, masing2 dalam batasan kekuasaan mereka.
2. Perusahaan mobil AS memfokuskan pada keputusan tindakan yang terinci pada pekerja
bagian perakitan untuk berusaha mengoptimalkan pengerjaan perakitan. Sebaliknya,
pada perakitan di Jepang sistem pengendalian yang digunakan untuk pekerja perakitan
lebih fleksibel.

B. Gamesmanship
Adalah Tindakan yang dilakukan karyawan untuk meningkatkan indikator kerja mereka
tanpa menghasilkan pengaruh ekonomis yang positif terhadap perusahaan.
Bentuk perilaku Gamesmanship :
1. Menciptakan sumberdaya Slack
Slack mencakup konsumsi suber daya perusahaan oleh pekerja yang melebihi apa yang
dibutuhkan yaitu konsumsi sumber daya oleh karyawan yang tidak dapat dibenarkan begitu
saja dalam hal kontribusinya terhadap tujuan perusahaan.
2. Manipulasi Data
Melibatkan pemalsuan indikator pengendalian. Manipulasi data terdiri atas 2 bentuk
dasar yaitu pemalsuan dan manajemen data. Pemalsuan melibatkan pelaporan data
yang sala, dalam artian bahwa data diubah.

C. Penundaan Pekerjaan
Penundaan sering kali merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari jenis kajian
pratindakan pengendalian tindakan dan beberapa bentuk ketidakleluasaan perilaku.
Penundaan sering disebabkan karena : 1. Pembatasan Akses menuju gudang atau oleh
perlu nya mengetik kata kunci sebelum menggunakan sistem komputer. 2. Persetujuan
yang membutuhkan beberapa tandatangan manajer dari berbagai tingkatan.
D. Perilaku Negatif
Meski pengendalian yang digunakan didesign dengan baik, pengendalian tersebut kadang
menyebab kan efek negatif terhadap perilaku, termasuk ketegangan pekerjaan, konflik,
frustasi, dan perlawanan.

|TABEL 5.1| Tipe Kontrol dan kemungkinan Efek Samping yang berbahaya

TABEL 5.1
Perubahan Penundaan Perilaku
Tipe Pengendalian Perilaku Gamesmanship Pekerjaan Negatif
1. Pengendalian Hasil
* Akuntabilitas Hasil x x x
2. Pengendalian Tindakan
* Pembatasan Perilaku x x
* Penilaian Pratindakan x x
*Akuntabilitas Tindakan x x x
* Redundansi x
3. Pengendalian Personal
* Seleksi dan Penempatan x
* Pelatihan x
*Ketersediaan SumberDaya
* Budaya Perus yang kuat x
* Imbalan Berbasis Kelompok x
BAB 6
1 Pengendalian Personel dan budaya mengapa menjadi hal yang difokuskan (Dijadikan
pertimbangan Utama) dan cara untuk merancang pengendalian personel dan budaya ?

Jawab : Karena secara relatif pengendalian tersebut memperkecil akibat kerugian dan secara relatif
memiliki biaya out of pocket yang rendah dalam beberapa kasus, perusahaan kecil menetapkan
sendiri pengendalian manajemen yang efektif.

Contoh kasus : Perusahaan periklanan yang awalnya hanya mendengarkan nasihat manajernya saja
tanpa mempedulikan karyawan (aspirasi)

2 Cara merancang pengendalian personel dan budaya ?

Masalah Pengendalian
Jenis Pengendalian Kurang Masalah Keterbatasan
Arahaan Motivasi Personal
1. Seleksi dan Penempatan x x x
2. Training x x
3. Ketersediaan sumber daya x
4. Penciptaan Kultur yang
kuat x x
5. Imbalan Basis Kelompok x x
BAB 8
1 Masalah apa yang mungkin muncul dalam penetapan target kinerja keuangan?

Jawab :

Target Kinerja keuangan harus memiliki seberapa tingkatan menantang?

- 50 % Target Anggaran Kinerja yang diharapkan


- Motivasi/Kinerja

Masalah :

1. Jumlah yang sesuai dengan tantangan pada target


2. Jumlah pengaruh yang sesuai untuk memperbolehkan bawahan dalam menentukan target.
BAB 14
1. Bagaimana Auditor dan Controller dapat sinergis meningkatkan kualitas pengendalian
perusahaan?

Kontroller memiliki Fungsi pelayanan, perencanaan, pelaporan, dan akuntansi yang dapat
membantu manager dalam mengambil keputusan dan menjalankan fungsi pengendalian.

Auditor memiliki fungsi pengawasan dimana auditor mengawasi segala tindakan


management dan memperkecil kemungkinan perbuatan yang merugikan entitas yang sesuai
dengan ketentuan hukum, etika, dan kepentingan stakeholders.

2. Jenis-Jenis Audit ?
Jawab :
Audit Kepatuhan, Audit Kinerja,Audit Laporan Keuangan, Audit Operasional, Audit
Pemeriksaan Internal, Audit Komputer dan Sistem Informasi, Audit Pemeriksaan Khusus.

Audit Keuangan : Memberikan pendapat mengenai laporan keuangan yang dibuat


manajemen telah disajikan secara wajar sesuai standart akuntansi yang berlaku umum. EX :
IFRS, GAAP, Metode Penilaian Persediaan Lifo tidak diperkenankan lagi.

Audit Kepatuhan : Memberikan Opini mengenai kegiatan perusahaan apakah sudah sesuai
dengan standart dan peraturan yang telah ditetapkan. EX : ISO 14000 dimana harus selalu
diperbaharui standartnya. Apakah standart tersebut melanggar AMDAL/ Tidak.

Audit Kinerja : Tercakup Audit Operasional, Management, dan strategis melihat keseluruhan
aktivitas operasional perusahaan, apakah telah sesuai dengan SOP.

Nilai audit: Wajar tanpa pengecualian, tidak memberikan opini, wajar dengan pengecualian,
wajar dengan kalimat penjelas.

3. Kasus Don Russel Experiences of a Controller / CFO


Masalah & Solusi :
1. Perubahan yang Don lakukan adalah dengan memanipulasi dana cadangan tiap divisi.
Mengurangi staf akuntansi hingga 50%, upaya agar menghemat biaya $4juta per tahun
merupakan tindakan yang salah. Don harusnya menghasilkan produk baru dan tidak hanya
bertahan di produk-produk lama yang menguntungkan. Manipulasi anggaran yang telah ia
lakukan, anggaran yang dilaporkan tidak sama dengan data nyata Queen. Sehingga Don
berencana untuk menguras cadangan anggaran yang telah ia buat. Kebijakan yang telah Don
buat kemudian dia hapuskan sendiri Perusahaan mampu bertahan 33tahun dengan sistem
kuno seharusnya Don mempelajari dulu sebelum melakukan perubahan dengan skala besar
yang tetap berimbas tidak baik. Ketika perubahan yang terjadi hanya sedikit dan membuat
Don monoton. Disinilah Don seharusnya semangat lagi dalam mengendalikan perusahaan,
karena di fase-fase terpuruk perusahaan harus bisa bangkit lagi. Dan berkembang lebih
pesat dengan produk baru. Namun yang dilakukan Don yaitu meninggalkan perusahaan,
yang merupakan tindakan sangat salah menurut saya.

2. Don berencana untuk mengubah fokus keuangan ETI dari laba per lembar saham ke arus
kas. Apa yang dilakukan salah, karena dia tidak melihat proses keuangan yang ada
diperusahaan. Padahal perusahaan ETI menggunakan dana pinjaman untuk melakukan
aktifitas di perusahaan. Don pun ingin mengurangi pinjaman karena dia anggap terlalu
berlebihan utang, dan tidak ada pemeliharaan peralatan elektronik. Yang terjadi adalah
anggaran yang Don lakukan ditolak oleh Joe, yang haruskan dilakukan Don adlah
meningkatkan keuntungan dan sedikit demi sedikit menutupi pinjaman tersebut. Pasalnya
tiap tahun pasti akan membutuhkan dana yang semakin besar.

BAB 15
Masalah Etika perusahaan terkait kelonggaran anggaran dan manajemen Laba?

Jawab :

1. Etika Anggaran
Melanggar etika profesi karena karyawan tidak dapat mengungkapkan secara penuh semua
informasi dan wawasan yang mereka miliki kepada atasan mereka dan menyajikan
gambaran yang menyimpang dari badan usaha mereka
*** Analisis dari ajaran Utilitarianisme
Kelonggaran melindungi karyawan terhadapa kejadian yang tidak menguntungkan
** Ukuran etis
a. Janji Kaku dari manajer untuk corporate
b. Menciptakan kelonggaran untuk keperluan pribadi
c. Adakah standart kode etik ?
2. Etika Manajemen Laba
Dianggap tidak etis karena melanggar :
a. Keuntungan pribadi (melalui penipuan)
b. Kode Etik profesional
c. Penghargaan yang tidak wajar

** Ukuran Etis

a. Arah manipulasi
b. Ukuran Efek (Materialitas)
c. Waktu
d. Metode yang dipakai
e. Maksud manajer mengenai informasi angka
f. Kejelasan aturan melarang tindakan
g. Tingkat Pengulangan

BAB 16
Bagaimana Budaya Nasional dan Institusi Lokal bisa menjadi masalah / Menghambat
perusahaan Multinasional dan cara mengatasi nya ?

Jawab :

1. Regulasi Pemerintah
Masalah : Di Indonesia Karyawan tidak menutup kemungkinan mengadakan demonstransi
karena menuntut kenaikan UMP karena sering kali karyawan merasa tidak cukup gaji nya.

Solusi nya : UMP Setiap tahun dinaikkan , Diberi jaminan BPJS dengan Iuran yang dibayarkan
oleh pihak perusahaan.

2. Inflasi

Masalah : Pendapatan perusahaan meningkat belum tentu gaji karyawan menjadi naik. Dan
bahan harga pokok / Daya beli semakin menurun.

Solusi : Perusahaan harus mengambil kebijakan seiring kenaikan income perusahaan,


perusahaan memberikan kenaikkan gaji kepada karyawan yang berkontribusi.

3. Budaya
Dari segi budaya di indonesia contoh dari restoran Fast Food KFC.
Di Indonesia Makan siang dengan Ayam harus menggunakan Nasi.
Jika di USA, Ayam goreng merupakan type makanan jenis Snack.
4. Institusi Lokal
Contoh : BlueBird Taxi.
Didaerah Seperti kota kota besar, Taxi Bluebird mendapatkan izin operasi, namun
dibeberapa daerah tertentu Bluebird tidak diperizinkan masuk, contoh seperti Jogjakarta,
Bluebird dilarang beroperasi didaerah tersebut karena pemerintahan setempat takut
perusahaan bisnis transportasi lokal akan mati karena kalah saing.