Anda di halaman 1dari 2

NAMA : RISKAWATI

KELAS : III D

NIM : 1671041019

Tugas : apa parbedaan antara bakat, intelegensi dan minat

1. Bakat
Bakat (aptitude) adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang
untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang (Muhibbin
Syah, Psikologi belajarI, h.135). Menurut Crow dan Crow (1989) bakat dapat
dianggap sebagai kualitas yang dipunyai oleh semua orang dalam tingkat
yang beragam.

Woodworth dan Marquis (dalam Suryabrata, 1995) mengkategorikan bakat


menjadi tiga hal:

a. Kemampuan aktual
b. Kemampuan potensial
c. Kualitas pada kemampuan tertentu
2. Intelegensi
Terman: intelegensi merupakan kemampuan untuk berpikir secara
abstrak.
Thorndike: intelegensi adalah kemampuan individu untuk memberikan
respon yang tepat (baik) terhadap stimulasi yang telah diterimanya,
contohnya orang mengatakan meja, bila melihat sebuah benda
berkaki empat dan mempunyai permukaan datar. Maka makin banyak
hubungan (koneksi) semacam itu yang dimiliki seseorang, kian
intelegenlah orang itu.
Wechlsler: intelegensi yakni kemampuan untuk bertindak dengan
mencapai suatu tujuan, untuk berpikir secara rasional dan untuk
berhubungan dengan lingkungan secara efektif
Breckenridge dan Vincent berpendapat bahwa intelegensi adalah
kemampuan seseorang untuk belajar, menyesuaikan diri dan
memecahkan masalah baru.
pada intinya intelegensi merupakan kemampuan individu dalam belajar
dalam menyelesaikan suatu masalah. Suatu masalah tersebut bisa berupa hal
abstrak, bangun ruang, bahasa, gerak tubuh, dan selainnya. Sementara bakat
bersinggungan dengan kemampuan yang telah teraktuskan. Contohnya,
seseorang yang mempunyai kecerdasan linguistic, ketika belajar mengenai
bahasa, ia akan mudah atau cepat belajar. Semakin lama dilatih ia akan
memiliki kemampuan dalam hal bahasa. Kemampuan yang telah dilatih itulah
yang disebut bakat.

3. Minat
Minat merupakan kecenderungan atau arah keinginan terhadap
sesuatu untuk memenuhi dorongan hati, minat merupakan dorongan dari
dalam diri yang mempengaruhi gerak dan kehendak terhadap sesuatu,
yang merupakan dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala
sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi
tujuannya.