Anda di halaman 1dari 16

SUMBER DAYA ALAM

MAKALAH INI DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH


ILMU ALAMIAH DASAR

DI SUSUN OLEH :

Nama : 1. Alfiansyah Manan. S


2. Ardiansyah Pratama
3. Heru Setiawan
4. Damerullah Hsb
5. Agus Priadi

FAKULTAS TEKNIK
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI SINAR HUSNI

Tahun 2017
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini
dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akan
membahas tentang SUMBER DAYA ALAM.
Makalah ini telah dibuat dengan berbagai bantuan dari berbagai pihak untuk
membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini.
Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah
ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik
yang dapat membangun.Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Medan, April 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iii

ABSTARAK ................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ................................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah ........................................................................... 1

1.3. Tujuan Penulisan ............................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Sumber Daya Alam ....................................................... 2

2.2. Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) ................ 2

2.3. Cara mengelola Sumber Daya Alam ............................................... 5

2.4. Manfaat Sumber daya alam bagi kehidupan manusia ..................... 9

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan ...................................................................................... 11

3.2. Saran ................................................................................................ 11

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 12

ii
ABSTRAK

Sumber daya alam merupakan semua kekayaan baik berupa benda mati maupun benda
hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
manusia.
Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui
2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
Sumber daya alam yang akan habis terpakai karena tidak dapat dibuat baru secara cepat,
melainkan proses pembentukannya memerlukan waktu jutaan tahun untuk menjadi
sumber daya alam tersebut atau yang disebut dengan sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaharui. Sedangkan Sumber daya alam yang tidak akan habis bila terus-
menerus digunakan, karena masih bias diusahakan agar tetap ada dan selalu tersedia
adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui.
Lingkungan akan baik tergantung orang yang ada disekitarnya merawat dengan baik.
Baik buruknya suatu daerah adalah penduduk yang mendiami daerah tersebut.

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sumber daya alam adalah unsur lingkungan yang terdiri atas sumberdaya alam
hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya buatan, merupakan salah satu aset
yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sebagai modal
dasar pembangunan sumberdaya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi
dengan cara yang tidak merusak, bahkan sebaliknya, cara-cara yang dipergunakan harus
dipilih yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin
besar manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di masa mendatang.
Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip
ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam
memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada
terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia.
Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan, supaya dapat
mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah
kehidupan bisa terganggu.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud Sumber Daya Alam ?
2. Bagaiman Prinsif-Prinsif Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) ?
3. Bagaimana cara mengelola sumber daya alam ?
4. Apa manfaat sumber daya alam bagi kehidupan manusia ?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk memenuhi tugas Ilmu Alamiah Dasar
2. Untuk mengetahui apa itu Sumber Daya Alam
3. Untuk mengetahui Prinsif dari Pengelolaan Sumber Daya Alam ?
4. Untuk mengetahui cara mengelola sumber daya alam
5. Serta untuk mengetahui manfaat sumber daya alam bagi kehidupan manusia

BAB II

1
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah semua yang terdapat di alam (kekayaan alam) yang
dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya.
Sumber daya alam terbagi dua yaitu sumber daya alam hayati dan sumber daya alam
non hayati. Sumber daya alam hayati disebut juga sumber daya alam biotik yaitu semua
yang terdapat di alam (kekayaan alam) berupa makhluk hidup. Sedangkan sumber daya
alam non hayati atau sumber daya alam abiotik adalah semua kekayaan alam yang
dapat dimanfaatkan oleh manusia berupa benda mati.

2.2. Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA)

A. Prinsip Optimal Pengelolaan Sumber Daya Alam


UUD 1945 pasal 33 ayat 3, menyatakan bahwa: Bumi, air, dan kekayaan alam
yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-
besarnya kemakmuran rakyat. Berdasarkan ayat tersebut, optimalisasi dari pengelolaan
sumber daya alam mutlak harus dilakukan. Optimalisasi sumber daya alam dapat
berupa pemanfaatan sumber daya alam dengan cara mengambil kekayaan alam secara
menyeluruh dengan memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan resiko kerugian,
demi kepentingan negara dan rakyat, tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan sumber
daya alam tersebut dikemudian hari. Optimalisasi pengambilan sumber daya alam ini,
tidak serta merta mengizinkan untuk mengambil seluruh kekayaan alam tanpa batas dan
tanpa perencanaan yang matang, melainkan dilakukan secara arif dan bijaksana, dengan
menerapkan asas pembangunan berkelanjutan.
Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan masa kini, tentu saja tanpa mengorbankan hak pemenuhan
kebutuhan generasi masa mendatang. Artinya, dalam eksploitasi kekayaan alam yang
ada, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa sekarang, tetapi
dilakukan tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Dengan demikian, anak
cucu kita sebagai generasi yang akan datang juga dapat merasakan dan menikmati
kekayaan alam negara yang saat ini kita rasakan.
B. Prinsip Lestari Pengelolaan Sumber Daya Alam

2
Sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,
dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Lestari yang
dimaksud disini adalah upaya pengelolaan sumber daya alam beserta ekosistemnya
dengan tujuan mempertahankan sifat dan bentuknya. Jadi, prinsip lestari adalah segala
daya upaya yang dilakukan untuk menjaga sumber daya alam yang ada, tetap ada, baik
dilihat dari sifatnya maupun dari bentuknya. Dengan demikian, sumber daya alam
harus senantiasa dikelola secara seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan
nasional. Penerapan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan diseluruh sektor
dan wilayah, menjadi prasyarat utama untuk diinternalisasikan kedalam kebijakan dan
peraturan perundangan, terutama dalam mendorong investasi pembangunan jangka
menengah. Prinsip-prinsip tersebut, saling bersinergis dan melengkapi dengan
pengembangan tata pemerintahan yang baik berdasarkan pada asas partisipasi,
transparansi, dan akuntabilitas yang mendorong upaya perbaikan pengelolaan sumber
daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. Contoh konsep lestari dalam
pengelolaan SDA:
1) Menggunakan pupuk alami atau organik
Penggunaan pupuk alami atau pupuk organik dalam pertanian merupakan
pilihan yang sangat tepat, karena dapat menjaga kelestarian tanah. Kandungan
mineral serta zat-zat didalam pupuk organik, sangat cocok untuk menyuburkan
tanah, dan zat-zat tersebut tidak mengandung bahan kimiawi, sehingga sangat
ramah lingkungan. Oleh karenanya, kesuburan tanah yang dipupuk dengan
pupuk organik, tidak akan mudah hilang, karena selalu mengalami regenerasi
oleh jasad hidup yang terkandung didalam pupuk organik. Berbeda dengan
pupuk kimia, tidak semua dapat diuraikan oleh jasad renik didalam tanah,
sehingga dalam jangka waktu yang lama akan mengendap dan akan merusak
tanah.
2) Penggunaan pestisida sesuai kebutuhan
Dalam industri pertanian, penggunaan pestisida merupakan hal yang mutlak
dilakukan untuk mencegah serangan hama penyakit. Namun, untuk mendukung
kelestarian sumber daya alam, pestisida yang digunakan harus sesuai dengan
kebutuhan, agar residu yang dihasilkan tidak begitu banyak dan mengendap.
Sebab, jika residu yang mengendap sudah terlalu banyak pada tempat yang
sama, dapat mempengaruhi kesuburan tanah serta kualitas tanamannya sendiri,
karena terlalu banyak mengandung bahan kimia.
3) Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring / perbukitan)

3
Upaya pelestarian tanah dapat kita lakukan dengan menggalakkan kegiatan
menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi), terhadap tanah yang
semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang miring posisi
tanahnya, perlu dibangun terasering atau sengkedan untuk menghambat lajunya
aliran air hujan.
4) Pelestarian udara Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap
organisme bernapas memerlukan udara. Upaya yang dapat dilakukan untuk
menjaga udara, agar tetap bersih dan sehat, antara lain:
a. menggalakkan penanaman pohon ataupun tanaman hias di sekitar kita.
Tanaman dapat menyerap gas-gas yang berbahaya bagi manusia, dan
mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Disamping
itu, tumbuhan juga mengeluarkan uap air sehingga kelembaban udara
akan tetap terjaga,
b. mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa
pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin. Asap
yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor dan cerobong asap,
merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan
kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke
udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi
lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik,
c. mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat
merusak lapisan ozon di atsmosfer. Gas freon yang digunakan untuk
pendingin pada AC atau kulkas serta dipergunakan diberbagai produk
kosmetik, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon sehingga
mengakibatkan lapisan ozon meyusut.
5) Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini,
tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan
menjadi rusak. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan: reboisasi
atau penanaman kembali hutan yang gundul, melarang pembabatan hutan,
menerapkan sistem tebang-pilih dalam menebang pohon, menerapkan sistem
tebang-tanam dalam kegiatan penebangan hutan, dan menerapkan sanksi yang
berat, bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengolahan hutan.

6) Pelestarian flora dan fauna


Kehidupan di bumi, merupakan sistem ketergantungan antara: manusia, hewan,
tumbuhan, dan alam sekitar. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem

4
tersebut, akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan. Oleh sebab itu,
kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak harus diperhatikan demi
kelangsungan hidup manusia. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk
menjaga kelestarian flora dan fauna diantaranya adalah: mendirikan cagar alam
dan suaka margasatwa, serta melarang kegiatan perburuan liar.

7) Pelestarian laut dan pantai Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang
sangat luas dan banyak menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Kerusakan
biota laut dan pantai, lebih banyak disebabkan karena ulah manusia.
Pengambilan pasir pantai, pengrusakan hutan bakau, dan pengrusakan hutan
bakaukarang di laut merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang mengancam
kelestarian laut dan pantai. Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai,
dapat dilakukan dengan cara:
a. Melakukan reklamasi pantai dengan cara menanam kembali tanaman
bakau di areal sekitar pantai.
b. Melarang pengambilan batu karang yang berada disekitar pantai maupun
di dasar laut.
c. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya, dalam
mencari ikan.

2.3 Cara Mengelola Sumber Daya Alam

Sumber daya alam perlu dilestarikan supaya dapat mendukung kehidupan


makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah kehidupan bisa terganggu.
Dalam mengolah sumber daya alam harus berdasarkan prinsip-prinsip berwawasan
lingkungan dan berkelanjutan. Berwawasan lingkungan artinya mempertimbangkan
kelestarian dan jangan sampai menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan hidup.
Berkelanjutan, artinya pengolahan sumber daya alam jangan sampai punah, perlu
dipikirkan kelanjutannya.

Cara penggunaan sumber daya alam oleh manusia yang dapat dipertanggungjawabkan
dengan cara sebagai berikut :
1. Selektif, yaitu memilih, menggunakan, dan mengusahakan sumber daya alam
dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan kehidupan.
2. Menjaga kelestarian(Untuk menggali dan mengolah sumber daya alam perlu
menggunakan teknologi maju sehingga memungkinkan terpeliharanya
kelestarian).

5
3. Menghemat( Perlu dihindarkan pemborosan dalam mengolah sumber daya
alam).
4. Memperbarui ( Perlu adanya upaya untuk memperbarui sumber daya alam )
dengan cara :
a) Reboisasi dan penghijauan lahan yang gundul.
b) Mengembangbiakkan hewan dan tumbuhan secara modern melalui
tindakan pelestarian.
c) Penanaman ladang secara bergilir.
d) Pengolahan tanah pertanian dengan pancausaha pertanian
Cara Mengelolah Sumber Daya Alam yang dapat diperbarui
1. Pengelolaan dibidang pertanian
Mekanisme pertanian tanpa perhitungan yang tepat dapat menurunkan
kesuburan tanah. Hal ini dapat terjadi karena rusaknya lapisan bagian atas tanah yang
mengandung humus dan dapat menyebabkan terjadinya pengikisan tanah yang
disebabkan oleh air. Dengan demikian, perlu dijaga keseimbangan antara tuntutan untuk
memperoleh hasil yang berlimpah dengan efek samping yang merusakkan lingkungan.
Usaha untuk memperoleh hasil pertanian yang berlimpah ditempuh dengan
sebutan revolusi hijau. Langkah ini ditempuh dengan industrialisasi pertanian, yaitu
adanya perubahan dari petani kecil (dengan lahan sempit), menjadi petani industri
(dengan lahan luas). Aktivitas ini memberikan dampak sosial ekonomis kepada petani
kecil yang kehilangan tanah garapan dan pekerjaan.

2. Pengelolaan dibidang kehutanan


Hutan di Indonesia ada yang berperan sebagai hutan produksi, hutan rekreasi,
dan hutan lindung. Hutan tersebut berfungsi sebagai tempat hidup berbagai jenis hewan
dan berperan dalam menjaga iklim mikro di kawasan hutan. Di samping itu hutan
berperan untuk menyimpan air tanah agar tanah tetap mengandung air dan dapat
mencegah banjir serta erosi. Oleh sebab itu, dalam pengelolaan hutan perlu diperhatikan
keseimbangan antara penebangan pohon dan penanamannya kembali.

3. Pengelolaan dibidang perikanan


Pengelolaan perikanan ini ditempuh dengan jalan sebagai berikut.
(1) Perlindungan anak ikan, yaitu larangan penangkapan ikan yang belum dewasa
dengan menggunakan alat penangkapan yang ukuran jaringnya ditentukan.
(2) Sistem kuota, yaitu menentukan bagian perairan yang boleh diambil ikannya
pada musim tertentu. Penggunaan sistem ini harus disertai kontrol yang baik.

6
(3) Penutupan musim penangkapan dengan tujuan agar jumlah induk ikan tidak
berkurang, kemudian pada waktu pemijahan serta pembesaran anak ikan tidak
terganggu. Pada musim tersebut dilarang melakukan penangkapan ikan-ikan
tertentu.
(4) Penutupan daerah perikanan, yaitu larangan penangkapan ikan di daerah
pemijahan dan pembesaran ikan, terutama di daerah yang populasinya
menurun.
Cara Mengelolah Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbarui
1. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati
Sumber daya alam hayati merupakan sumber daya alam alami yang dapat
diperbarui, tetapi pelestariannya tergantung kepada manusia. Dalam memanfaatkan
sumber daya alam hayati terdapat dua pilihan, yaitu mengambil hasil dengan
memikirkan kelestariannya atau mengambil hasil sebanyak mungkin tanpa memikirkan
kelestariannya. Dalam pemanfaatannya manusia harus memperhatikan kelestarian
sumber daya alam hayati agar tetap terjaga keseimbangannya.

2. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nabati


Usaha meningkatkan produksi tanaman budi daya dapat dilakukan dengan
mengadakan pemulihan tanaman, perkawinan silang, dan mutasi buatan. Timbulnya
varietas baru yang lebih unggul dapat mendesak varietas yang kurang berproduksi
sehingga varietas ini tidak pernah dibudidayakan lagi.
Berbagai tanaman yang dimanfaatkan di Indonesia antara lain sebagai berikut.
(1) Jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat seperti padi,
jagung, ubi, dan ubi kayu, sedangkan tanaman yang dimanfaatkan sebagai
sumber lemak seperti kelapa, kelapa sawit, dan kacang tanah.
(2) Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber sandang, misalnya kapas,
serat sisal, dan serat haramay. Tanaman yang menghasilkan serat ini juga kita
manfaatkan untuk pembuatan karung goni dan bahan pembungkus lainnya.
(3) Jenis kayu yang dimanfaatkan sebagai sumber papan dan bahan bangunan antara
lain kayu jati, meranti, rasamala, rotan, dan bambu.
(4) Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber obat-obatan (lebih dikenal
dengan apotek hidup) seperti kumis kucing, jahe, kencur, kunyit, temulawak,
dan beberapa jenis tanaman lainnya yang digunakan untuk obat tradisional.
(5) Jenis tanaman untuk keperluan industri. Orang membudidayakan beberapa jenis
tanaman secara luas dalam bentuk perkebunan.
Contoh: teh, kopi, tebu, tembakau, lada, gambir, vanili, dan sebagainya.

7
(6) Jenis tanaman yang dimanfaatkan manusia sebagai sumber minyak atsiri, antara
lain cengkih, serai, tengkawang, kayu putih, dan kenanga.
(7) Berbagai jenis tanaman yang dimanfaatkan manusia sebagai tanaman hias dapat
menyemarakkan kehidupan manusia dan juga meningkatkan nilai budaya.
Contoh: anggrek, mawar, melati, dan lain-lain.
(8) Tanaman yang dimanfaatkan sebagai sumber protein adalah kedelai, kacang
hijau, serta jenis kacang-kacangan lainnya.

3. Cara Mengelolah Sumber Daya Alam Hewani


Di Indonesia pemanfaatan sumber daya alam hewani antara lain sebagai berikut.
(1) Sebagai sumber daya pangan dan sumber sandang Pakaian manusia dibuat atau
dihias dengan bulu atau kulit hewan. Misalnya bulu beruang kutub untuk mantel,
kulit sapi sebagai bahan membuat tas dan sepatu.
(2) Sebagai sarana untuk meningkatkan nilai kehidupan dan nilai budaya manusia.
Bentuk dan cara hidup hewan dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi untuk
menciptakan hasil karya manusia. Misalnya bentuk kapal selam menyerupai ikan
yang sedang menyelam, bentuk sayap dan cara burung terbang memberikan
inspirasi untuk pesawat udara, dan kicau burung untuk menciptakan lagu.
(3) Sebagai koleksi benda-benda hasil seni dan kerajinan tangan manusia. Misalnya
jenis-jenis kerang disusun dan dirangkai menjadi benda-benda perhiasan. Burung-
burung yang bulunya indah dapat diawetkan sebagai hiasan rumah.

Cara Mengelolah Sumber Daya Alam Tak Dapat Diperbarui


Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui terdapat dalam jumlah yang relatif tetap
sebab tidak ada penambahan atau pembentukannya sangat lambat dibanding dengan
umur manusia. Pembentukannya kembali memerlukan waktu ratusan bahkan jutaan
tahun. Akibatnya pemakaian yang terus-menerus akan menyebabkan sumber daya alam
ini dapat habis.
Contoh: minyak bumi, batu bara, dan mineral-mineral.
Berdasarkan daya pakai dan nilai konsumtif sumber daya alam ini dibedakan menjadi
dua golongan.
1) Sumber daya alam yang cepat habis, sebab nilai konsumtifnya tinggi dan
digunakan dalam jumlah yang banyak. Jenis sumber daya alam ini daur
ulangnya sukar dilakukan.
Contoh: minyak bumi, gas alam, dan batu bara.

8
2) Sumber daya alam yang tidak cepat habis, sebab nilai konsumtifnya kecil dan
manusia hanya memanfaatkan dalam jumlah sedikit. Sumber daya alam ini
dapat dipakai secara berulang-ulang sehingga tidak cepat habis.
Contoh: intan, batu permata, dan logam mulia (emas).

2.4 Manfaat Sumber Daya Alam Bagi Kehidupan Manusia


Dalam memanfaatkan sumber daya alam, harus berdasarkan pada prinsip
ekoefisienal, artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dan
memikirkan kelanjutan sumber daya alam tersebut untuk dipergunakan dimasa yang
akan datang.
Ada dua pendapat mengenai proses pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
a. Menurut para praktisi pembangunan
Pembangunan yang berkelanjutan pada system program, sarana dan prasarana,
sumber daya manusia dan dana untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pendapat ini
menekankan pada aspek segala sumber yang ada guna terlaksananya pelaksanaan dan
pembangunan.
b. Menurut para praktisi lingkungan
Pembangunan yang berkelanjutan harus memikirkan kelestarian sumber daya
alam untuk digunakan di masa yang akan datang, pendapat ini menekankan pada
pelestarian pada sumber daya alam.

Pemanfatan Sumber Daya Alam Nabati


1. Sebagian besar sumber daya pangan berasal dari tanaman budi daya. Tanaman yang
bermanfaat sebagai sumber karbohidrat ialah padi, jagung, ubi dan lainnya. Sebagai
sumber lemak ialah kelapa, kacang tanah, kelapa sawit, sedangkan sumber protein
adalah kedelai, kacang hijau, serta jenis kacang-kacangan yang lainya. Sebagai
sumber vitamin adalah sayur-saruran.
2. tumbuhan dimanfaatkan sumber sandang, misalnya kapas, serat sisal. Selain
sumber sandang, tanaman yang menghasilkan juga dimanfaatkan untuk pembuatan
karung goni.
3. Berbagai jenis kayu telah dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan mebel,
seperti kayu jati dan kayu-kayu yang lain yang telah dibudidayakan dari hutan,
seperti meranti, rasamala, rotan, dan bambu.
4. Tanamah ada juga yang digunakan sebagai bahan obat-obatan yang lebih dikenal
dengan apotek hidup, seperti kumis kucing, jahe, kencur, kunyit, temulawak.

9
Pemanfaatan Sumber Daya Hewani
1. Sumber daya alam hewani digunakan sebagan sumber pangan, dalah hal ini pangan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk makanan sehari hari,
misalnya ikan, hewan ternak dan lainya.
2. Dalam kaitannya dengan benda-benda budaya, hewan dimanfaatkan sebagai benda-
benda hasil seni krajinan tangan manusia. Misalnya hewan yang mempunyai bulu
yang indah diawetkan dan digunakan untuk hiasan rumah

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sumber Daya Alam adalah semua kekayaan alam baik berupa benda mati
maupun benda hidup yang berada di alam atau bumi yang dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya alam yang tidak akan habis bila terus-
menerus digunakan, karena masih bisa diusahakan agar tetap ada dan selalu tersedia
(Sumber daya alam yang dapat diperbaharui), sedangkan sumber daya alam yang akan
habis terpakai karena tidak dapat dibuat baru secara cepat, melainkan proses
pembentukannya memerlukan waktu jutaan tahun untuk menjadi sumber daya alam
tersebut. Sumber daya ala mini terdapat dalam jumlah yang relative statis, karena tidak
ada pembentukan dan pembaharuannya (sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui).

3.2 Saran

10
Ekologi Sumber Daya Alam sangatlah penting maka dari itu kita harus bisa
menjaga dan melestarikan semaksimal mungkin agar ekologi dan sumber daya alam
tetap terjaga. Kita sebagai penerus bangsa harus sadar akan ekologi sumber daya alam.
Oleh karena itu kita harus bisa memanfaatkan SDA dengan sebaik-baiknya sesuai
dengan kebutuhan, jangan terlalu berlebihan. Karena kelak anak cucu kita pasti
memerlukan SDA untuk kelangsungan hidupnya.

11
DAFTAR PUSAKA
See more at: http://gumiraputradesign.blogspot.com/2013/01/contoh-makalah-manfaat-
sumber-daya-alam.html#sthash.g9oWgMGn.dpuf.
http://bungsuku.blogspot.com/2011/07/v-behaviorurldefaultvml-o.html
Reso Sudarmo, Sudjiran. (1958). Ilmu Bumi Alam. Bandung
Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/12/prinsip-prinsip-pengelolaan-sumber-
daya.html

12