Anda di halaman 1dari 17

SOAL DAN JAWABAN BAB 19

Kelompok 1

Widatul Khusniah 145020300111005

Mita Kumalasari 145020300111009

Hayatun Nufus 145020300111016

Kurnia Yuliastry Rahayu 145020301111064

1. Sebutkan perkiraan apa saja yang termasuk dalam perkiraan laba rugi?

Jawab :

a. Perkiraan pendapatan operasi


b. Perkiraan HPP
c. Perkiraan beban operasi
d. Perkiraan pendapatan
e. Perkiraan beban di luar operasi dan pos luar biasa

2. Sebutkan (minimal 2) kondisi yang mengharuskan entitas mengakui pendapatan


dari suatu barang?
Jawab :
a. Entitas telah megalihkan resiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan
barang dan pembeli
b. Entitas tidak mempertahankan atau meneruskan baik keterlibatan manajerial
sampai kepada tingkat biasanya
c. Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal
d. Ada kemungkinan besar manfaat ekonomi mengalir masuk ke dalam entitas
e. Biaya yang telah/ akan terjadi dapat diukur secara andal

3. Sebutkan (minimal 2) kondisi suatu hasil kontak kontruksi bisa diestimasi


secara andal?
Jawab :
a. Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal
b. Ada kemungkinan besar manfaat ekonomi mengalir masuk ke dalam entitas
c. Tingkat penyelesaian transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur
secara andal
d. Biaya yang terjadi pada transaksi dan biaya penyelesaian transaksi dapat
diukur secara andal

4. Sebutkan metode dalam pengukuran tingkat penyelesaian dari suatu transaksi


atau kontrak konstruksi?
Jawab :
a. Proporsi biaya yang terjadi dari pekerjaan yang telah diselesaikan dampai
sekarang dibanding dengan total estimasi biaya
b. Survey atas pekerjaan yang telah diselesaikan
c. Penyelesaian proporsi fisik dari transaksi jasa atau kontrak kerja

5. Jelaskan pengakuan mengenai bunga, royalti, dan dividen dalam PSAK 23?
Jawab :
Bunga diakui menggunakan suku bunga efektif, royalti diakui dengan dasar akrual
sesuai dengan subsatnsi perjanjian yang relevan, dan deviden diakui jika hak
pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan.

6. Jelaskan beserta contoh transaksi apa saja yang masuk kedalam pos luaer
biasa?
Jawab :
Transaksi-transaksi yang menyebabkan kerugian yang timbul dari kejadian atau
transaksi yang bersifat tidak normal dan tidak sering terjadi. Contoh : kerugian akibat
bencana alam, kerugian tersebut dilaporkan setelah dikuringi dengan klaim asuransi
dalam laporan laba rugi.

7. Sebutkan hal-hal yang haruus diperhatikan dalam pemeriksaan atas perkiraan


laba rugi (meliputi prinsip, konspe, dan waktu)?
Jawab :
a. Prinsip konservatisme dalam pengakuan pendapatan dan beban
b. Konsep matching cost against revenue
c. Waktu yang digunakan untuk memeriksa perkiraan pendapatan dan beban
tidak sebanyak waktu yang digunakan untuk memeriksa pos-pos laporan
posisi keuangan

8. Sebutkan audit prosedur atas perkiraan laba rugi yang biasa dijalankan?
Jawab :
a. Analitical review procedures
b. Menganalisis perkiraan laba rugi yang penting atau yang ada kaitannya dengan
perhitungan pajak (koreksi fiskal)
c. Melakukan pemeriksaan atas subsequent payment dan subsequent collection

9. Sebutkan (minimal 2) tujuan pemeriksaan perkiraan laba rugi?


Jawab :
a. Untuk mengetahui apakah terdapat internal control yang baik atas pendapatan
dan beban
b. Untuk memeriksa apakah semua pendapatan yang menjadi hak perusahaan
telah dicatat di buku perusahaan
c. Untuk memeriksa apakah semua biaya yang menjadi beban perusahaan telah
dicatat di buku perusahaan
d. Untuk memeriksa apakah terdapat fluktuasi yang besar dalam perkiraan
pendapatan dan beban jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya
e. Untuk memeriksa apakah pendapatan dan beban telah dilaporkan sesuai
dengan standar laporan akuntansi keuangan

10. Sebutkan 3 instrumen yang bisa digunakan oleh auditor untuk mengevaluasi
internal control atas pendapatan dan biaya?
Jawab :
a. Internal control questionaires
b. Flow chart
c. Narative memo
BAB 20

Betari Citra 145020300111043


Firdi Firnanda 145020307111005
Anindya Astika 145020300111057
Raden Achmad 145020301111016

1. Apa yang dimaksud dengan subsequent event?


Jawaban: subsequent event adalah peristiwa atau transaksi yang telah terjadi setelah
tanggal laporan posisi keuangan (neraca) tetapi sebelum diterbitkannya laporan audit,
yang mempunyain akibat material terhadap laporan keuangan, sehingga memerlukan
penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan tersebut.

2. Ada berapa jenis subsequent events? Sebutkan!


Jawaban: terdapat 2 (dua) jenis subsequent events, yaitu
a) Peristiwa yang memberikan tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi
yang ada pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dan berdampak terhadap
taksiran yang melekat dalam penyusunan laporan keuangan.
b) Peristiwa-peristiwa yang menyediakan bukti yang berhubungan dengan kondisi
yang tidak ada pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca), namun kondisi
tersebut ada sesudah tanggal laporan posisi keuangan (neraca)

3. Apa tujuan subsequent event?


Jawaban::
a) Menentukan keberadaan kejadian penting sesudah tanggal neraca yang
membutuhkan penyesuaian terhadap laporan keuangan atau memerlukan
pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan agar tidak menyesatkan
pengguna laporan keuangan
b) Menentukan kemungkinan tertagihnya piutang
c) Memastikan bahwa barang dalam perjalanan yang tercantum di neraca per
tanggal neraca, masih di perjalanan
d) Untuk memastikan kewajiban dan beban yang masih harus dibayar yang
tercantum di neraca per tanggal neraca, merupakan kewajiban perusahaan
yang akan dilunasi pada saat jatuh temponya (sesudah tanggal neraca)
e) Memastikan bahwa tidak ada kewajiban perusahaan yang belum dicatat per
tanggal neraca

4. Apa saja subsequent event yang harus diaudit?


a) Subsequent Collection
Penagihan sesudah tanggal neraca, sampai mendekati selesainya pekerjaan
lapangan/audit field work, dan dilaksanakan dalam pemeriksaan piutang, dan
barang dalam perjalanan
b) Subsequent Payment
Pembayaran sesudah tanggal neraca sampai mendekati selesainya audit field
work, dan dilaksanakan pada saat pemeriksaan hutang dan biaya yang masih harus
dibayar

5. Apa yang dimaksud dengan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit?
Jawaban :
Tanggal yang lebih awal antara tanggal manajemen telah memberikan asersi bahwa
laporan keuangan telah diselesaikan dan tanggal manajemen menyatakan bertanggung
jawab atas laporan keuangan tersebut.

6. Sebutkan 5 prosedur awal pemeriksaan subsequent event!


Jawaban:
a. Periksa pengeluaran kas sesudah tanggal laporan posisi keuangan sampai
mendekati selesainya audit field work
b. Periksa penerimaan kas sesudah tanggal laporan posisi keuangan sampai
mendekati tanggal selesainya audit field work
c. Periksa bukti penerimaan barang sesudah tanggal laporan posisi keuangan sampai
mendekati tanggal selesainya audit field work
d. Periksa bukti pengeluaran barang sesudah tanggal laporan posisi keuangan sampai
mendekati tanggal selesainya audit field work
e. Periksa cut-off pembelian dan cut-off penjualan
7. Apa tujuan dari bagian prosedur pemeriksaan subsequent events pada bagian Periksa
bukti pengeluaran barang sesudah tanggal laporan posisi keuangan sampai mendekati
tanggal selesainya audit field work
Jawaban :
Untuk mengetahui apakah barang yang dikirim setelah tanggal laporan posisi
keuangan sudah dicatat sebagai penjualan di tahun yang di periksa.

8. Apa tujuan dari analisis perkiraan professional fees pada prosedur pemeriksaan
subsequent event?
Jawaban:
Untuk mengetahui apakah ada pembebanan fee dari penasihat hokum perusahaan,
yang menyangkut perkara di pengadilan.

9. Bagaimana cara memeriksa cut-off pembelian dan cut-off penjualan? Serta apa
tujuannya?
Jawaban:
Caranya dengan memeriksa dokumen-dokumen pembelian dan penjualan lebih
kurang satu atau dua minggu sebelum dan sesudah tanggal laporan posisi keuangan.
Tujuannya untuk mengetahui apakah ada pergeseran waktu pencatatan pembelian dan
penjualan.

10. Apa tujuan dari membaca laporan keuangan interim untuk periode sesudah tanggal
laporan posisi keuangan?
Jawaban:
Tujuannya adalah mengetahui apakah di periode sesudah tanggal laporan posisi
keuangan terdapat hal-hal yang unusual dalam jumlah yang besar sehingga dapat
memengaruhi kewajaran laporan laba rugi atau memerlukan penjelasan dalam catatan
laporan keuangan
BAB 21

MOCH AKBAR PRASETYO 135020307111045


AGENG FAMAS ARDHANA 135020307111032
IVAN PRADIPTA 135020307111042
HARDIKA MAS HIMAWAN 135020307111043
GILANG SOFYAN PURNOMMO 145020307111012

1. Sebutkan apa yang digunakan akuntan publik untuk mempelajari dan


mengevaluasi pengendalian internal!
Internal control questionnaires
Flow chart (bagan arus dokumen) yang menggambarkan arus dokumen dalam
memproses suatu transaksi, dari awal sampai akhir dengan menggunakan simbol-
simbol tertentu
Menggunakan narative memo (penjelasan tertulis dari sistem dan prosedur
akuntansi)

2. Sebutkan tugas dan tanggung jawab dari audit partner!


Menelaah dan mengedit konsep management letter yang diterima dari audit
manager dan mendiskusikannya dengan audit manager dan jika perlu dengan audit
senior
Mengembalikan konsep tersebut berikut saran-saran perbaikan jika ada kepada
audit manager
Menelaah kembali konsep yang sudah diperbaiki, kemudian meminta audit
manager untuk mendiskusikannya dengan manajemen perusahaan
Membahas dengan audit manager, hasil diskusi konsep management letter yang
telah dilakukan oleh audit manager dengan manajemen perusahaan
Menandatangani management letter yang final untuk dikirimkan
3. Apa yang dimaksud dengan management letter?
Management letter merupakan suatu surat yang dibuat oleh Kantor Akuntan Publik,
ditujukan kepada manajemen perusahaan yang diperiksa laporan keuangannya
(diaudit), yang isinya memberitahukan kelemahan dari pengendalian intern perusahaan
yang ditemukan selama pelaksanaan pemeriksaan, disertai dengan saran-saran
perbaikan dari KAP

4. Sebutkan apa saja yang perlu diperiksa dalam melakukan compliance test!
Transaksi pengeluaran kas
Transaksi penerimaan kas
Transaksi penjualan
Transaksi pembelian
Transaksi pembayaran gaji
Transaksi koreksi/penyesuaian

5. Sebutkan minimal 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan management


letter yang baik dan efektif!
Management letter harus tepat waktu
Management letter harus berisi saran-saran yang bermanfaat dan bisa diterapkan
Komentar dan saran-saran dalam management letter tidak boleh merupakan sesuatu
yang surprise (mengejutkan)
Management letter harus ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik, halus, dan
tidak menyinggung perasaan orang lain
Pada bagian akhir management letter jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih
kepada manajemen dan seluruh staf perusahaan, atas segala bantuan dan kerja sama
yang diberikan selama akuntan publik melaksanakan pemeriksaannya
6. Jelaskan perbedaan Managemen Latter dengan Client Representation Letter
Managemen Latter merupakan suatu surat yang dibuat oleh Kantor Akuntan
Publik, ditujukan kepada manajemen perusahaan yang diperiksa laporan
keuangannya (diaudit), yang isinya memberitahukan kelemahan dari
pengendalian intern perusahaan yang ditemukan selama pelaksanaan
pemeriksaan, disertai dengan saran-saran perbaikan dari KAP
Client Representation Letter surat yang di buat oleh perusahaan di tujukan
kepada kantor akuntan publik yang berisi beberapa pernyataan tentang hal yang
perlu di sampaikan kepada kantor akuntan publik

7. Untuk mempelajari dan mengevaluasi pengendalian intern, akuntan public bisa


menggunakan?
a. Internal Control Questionnaires
b. Flow Chart, menggambarkan arus dokumen dalam memproses suatu transaksi, dari
awal sampai akhir dengan menggunakan symbol-simbol tertentu.
c. Menggunakan Narrative Memo (penjelasan tertulis dari system dan prosedur
akuntansi)

Dari ketiga cara tersebut, akuntan publik akan mendapatkan suatu gambaran
mengenai pengendalian intern mengenai pengendalian intern yang ada di
perusahaan secara teoritis. Hal tersebut masih harus dibuktikan lebih lanjut dengan
menggunakan Complience test (test ketaatan).

8. Apa yang dilakukan akuntan public setelah melakukan compliance test?


akuntan public harus menarik kesimpulan mengenai kebaikan-kebaikan dan
kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam pengendalian intern perusahaan. Kemudian
hasil temuan tersebut harus diberitahukan kepada manajemen perusahaan, beserta
saran-saran perbaikannya dalam sebuah surat yang disebut Manajemen Letter.

9. Sebutkan manfaat managemen letter dan siapa saja yang menerima manfaat
tersebut
Untuk klien:
a) dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam pengendalian
intern perusahaannya.
b) mengambil tindakan-tindakan perbaikan untuk mengatasi kelemahan-
kelemahan tersebut, berdasarkan saran-saran yang diberikan dalam managemen
letter, sehingga bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dan
kecurangan di dalam perusahaan.
Untuk KAP :
a) menjadikan nama kantor akuntan public menjadi bertambah baik, karena
disamping laporan pemeriksaan akuntan, juga memberikan management letter
yang sangat bermanfaat bagi perusahaan.
b) jika manajemen perusahaan puas, tentunya akan menyarankan kepada teman-
teman bisnisnya untuk memakai jasa kantor akuntan public tersebut.
c) jika teman-teman bisnis tersebut tertarik, tentunya akan menambah jumlah klien
kantor akuntan public.
Untuk staf kantor akuntan public (anggota tim pemeriksan):
a) jika klien kantor akuntan public bertambah, tentunya kesejahteraan pegawai
dapat lebih ditingkatkan.
b) mendapat banyak kesempatan untuk mempelajari pengendalian intern
diberbagai macam/jenis perusahaan.
c) mendapat kesempatan untuk mempelajari bagaimana membuat management
letter yang baik.

10. apa sajakah tugas dan tanggung jawab dari audit partner dalam membuat
management latter
a) menelaah dan mengedit konsep management letter yang diterima dari audit
manager dan mendiskusikannya dengan audit manager dan jika perlu dengan
audit senior.
b) mengembalikan konsep tersebut berikut saran-saran perbaikan jika ada kepada
audit manager
c) menelaah kembali konsep yang sudah diperbaiki, kemudian meminta audit
manager untuk mendiskusikannya dengan manajemen perusahaan.
d) membahas dengan audit manager, hasil diskusi konsep management letter yang
telah dilakukan oleh audit manager dengan manajemen perusahaan.
e) menandatangani management letter yang final untuk dikirimkan kepada manajemen
perusahaan.
KELOMPOK 4
Gede Krisnawan 145020300111006
Renaldi Iskandar Saputra 145020300111007
Devi Subhadra Subiakta 145020300111010
Panggih Tirto Aji 145020300111014

BAB 22: SURAT PERNYATAAN LANGGANAN (CLIENT REPRESENTATION


LETTER)

1. Apakah yang dimaksud dengan Client Representation Letter?


Jawaban: Client Representation Letter yaitu surat untuk mengingatkan manajemen
akan tanggung jawabnya mengenai asersi dalam laporan keuangan dan
mendokumentasikan tanggapan manajemen atas pernyataan mengenai berbagai aspek
audit.

2. Siapakah yang menandatangani dan yang menyiapkan surat pernyataan


langganan?
Jawaban: Ditandatangani oleh Direktur Keuangan dan Akuntansi atau Direktur
Utama. Yang menyiapkan kantor akuntan publik.

3. Apa saja yang akuntan publik laporkan kepada klien pada akhir pemeriksaan?
Jawaban: Pendapat auditor (auditor opinion's) mengenai kewajaran laporan keuangan
klien dan laporan keuangan yang telah diaudit.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan contingent liability?


Jawaban: Contingent liability adalah liabilitas perusahaan pada pihak ketiga yang
mungkin terjadi, mungkin juga tidak terjadi, tergantung pada kejadian di periode yang
akan datang.

5. Apakah Client Representation Letter sama dengan Management Letter?


Jawaban: berbeda karena, Client Representation Letter yaitu surat untuk
mengingatkan manajemen akan tanggung jawabnya mengenai asersi dalam laporan
keuangan dan mendokumentasikan tanggapan manajemen atas pernyataan mengenai
berbagai aspek audit. Sedangkan Management Letter merupakan sebuah surat yang
diuat oleh Kantor Akuntan Publik yang ditujukan kepada client (perusahaan yag
diaudit) yang berisikan kelemahan-kelemahan sistem pengendalian internal beserta
saran-saran perbaikan terhadap SPI client.

6. Apakah manfaat Client Representation Letter bagi Kantor Akuntan Publik?


Jawaban: Manfaat client representation letter bagi kantor akuntan public sangat besar
sekali. Misalnya jika ternyata klien tidak mencatat transaksi perusahaan secara
keseluruhan atau ada bukti-bukti yang disembunyikan/tidak diperlihatkan kepada
kantor akuntan, sehingga ada pihak-pihak yang menggunakan laporan keuangan klien
dan merasa dirugikan lalu mengajukan tuntutan kepada akuntan public di pengadilan.
Dalam hal ini akuntan public dapat menunjukkan surat pernyataan langganan tersebut
sebagai bukti di pengadilan, sehingga tidak bisa disalahkan. Jika akuntan public tidak
memiliki surat pernyataan langganan, maka ia bisa disalahkaan di pengadilan dan harus
membayar ganti rugi atau dicabut izin prakteknya oleh Menteri Keuangan jika terbukti
lalai dalam melakukan pemeriksaannya sehingga merugikan pihak lain.

7. Client Representation Letter berisi pernyataan penting, sebutkan minimal 3


pernyataan penting yang dimaksud!
1) Bahwa manajemen menyadari merekalah yang bertanggungjawab terhadap
kewajaran penyajian laporan keuangan perusahaan sesuai prinsip akuntansi
yang berlaku di Indonesia.
2) Bahwa semua data, catatan, notulen rapat direksi, dan pemegang saham serta
informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan audit, seluruhnya sudah
diperhatikan kepada akuntan publik dan tidak ada yang disembunyikan.
3) Penjelasan mengenai pos-pos laporan keuangan, misalnya :
Piutang yang disajikan di neraca semuanya bisa tertagih atau sudah
dibuatkan penyisihan yang cukup untuk piutang yang diragukan bisa
tertagih.
Aktiva tetap yang tercantum di neraca semuanya merupakan milik
perusahaan dan dicatat berdasarkan harga perolehannya.
Hutang yang tercantum di neraca betul-betul merupakan kewajiban
perusahaan dan tidak ada hutang atau kewajiban kepada pihak ketiga
yang belum dicantumkan di neraca.
4) Menyatakan ada atau tidaknya aktiva perusahaan yang dijadikan jaminan
atas kredit yang diperoleh dari bank. Jika ada aktiva yang dijadikan jaminan,
harus dijelaskan aktiva apa saja yang dijaminkan dan dijaminkan kepada
siapa.
5) Menyatakan ada atau tidaknya kewajiban bersyarat (contingent liability) per
tanggal neraca. Kalau ada harus dijelaskan dalam bentuk apa.

8. Dalam standar profesional akuntan publik (PSA) nomor berpakah tentang Client
Representation Letter (surat pernyataan langganan) diatur?
- PSA No. 17

9. Tanggal yang tertera di client representation letter harus sama dengan tanggal
apa?
Jawab. Tanggal CRL harus sama dengan tanggal selesainya pemeriksaan lapangan dan
tanggal laporan akuntan publik. Tenggal tersebut menunjukkan sampai batas mana
auditor harus menjelaskan hal-hal atau kejadia penting sesudah tanggal laporan posisi
keuangan

10. Jika akuntan publik tidak memiliki CRL, apa konsekuensinya?


Jawab. Konsekuensinya Akuntan Publik tersebut bisa disalahkan di pengadilan dan
harus membayar ganti rugi atau dicabut izin praktiknya oleh menteri keuangan jika
terbukti lalai dalam melakukan pemeriksaan sehingga merugikan pihak lain
BAB 27

JASA-JASA SELAIN AUDIT YANG BISA DIBERIKAN KANTOR


AKUNTAN PUBLIK

Nama Anggota Kelompok:


1. Indhira Ayustina P. 145020307111016
2. Sella Antika P. 145020307111031
3. Nensi Audika B. 145020307111037
4. Widya Junianti 145020307111046

1. Apa perbedaan antara laporan keuangan intern dengan laporan keuangan interim?
Jawab:
Laporan keuangan intern menyediakan informasi yang lebih tepat waktu, tetapi kurang
lengkap yang digunakan untuk pihak intern, sedangkan laporan keuangan interim
merupakan seperangkat laporan keuangan berisi pernyataan lengkap atau ringkas untuk satu
periode tahunan.

2. Apa tujuan dari review informasi keuangan interim?


Jawab:
Untuk memberikan dasar bagi akuntan publik dalam melaporkan apakah perlu dilakukan
modifikasi material atas informasi agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
di Indonesia.

3. Apa yang dimaksud dengan asersi berdasarkan laporan keuangan historis?


Jawab:
Asersi adalah pernyataan dalam laporan keuangan oleh manajemen sesuai dengan SAK di
Indonesia.

4. Apa itu pengertian kompilasi laporan keuangan menurut PSAR No 01?


Jawab:
Kompilasi Laporan Keuangan adalah penyajian dalam bentuk laporan keuangan, informasi
merupakan pernyataan manajemen (pemilik) tanpa usaha untuk memberikan pernyataan
suatu keyakinan apapun terhadap laporan tersebut.
5. Apa itu yang dimaksut dengan Review atas Laporan Keuangan menurut PSAR No
01?
Jawab:
Review Atas Laporan Keuangan adalah pelaksanaan prosedur permintaan keterangan dan
analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan kenyakinan
terbatas, bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan
keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan standar akuntansi keuangan di indonesia, atau
sesuai dengan basis akuntansi komperhensif yang lain.

6. Laporan Keuangan yang dikompilasi tanpa audit atau review oleh akuntan harus
disertai dengan suatu laporan yang menyatakan hal hal seperti apa?
Jawab:
a. Kompilasi telah dilakukan sesuai dengan standar jasa akuntansi dan review;
b. Kompilasi terbatas pada penyajian informasi dalam bentuk laporan keungan yang
merupakan representasi manajemen atau pemiliki;
c. Laporan keuangan tidak diaudit atau di-review dan dengan demikian akuntan tidak
menyatakan pendapatan atau bentuk keyakinan lain apapun.

7. Sebutkan standar pelaporan dalam standar atestasi!


Jawab:
1. Laporan harus menyebutkan asersi yang dilaporkan dan menyatakan sifat penugasan
perikatan atestasi yang bersangkutan
2. Laporan harus menyatakan simpulan praktisi mengenai apakah asersi disajikan sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan/ kriteria yang dinyatakan diakai sebagai alat
pengukur
3. Laporan harus menyatakan semua kebutuhan praktisi yang signifikan tentang perikatan
dan penyajian asersi
4. Laporan suatu perikatan untuk mengevaluasi suatu asersi yang disusun berdasarkan
kriteria yang disepakati harus berisi pernyataan tentang keterbatasan pemakaian
laporan hanya oleh pihak-pihak yang menyepakati kriteria atau prosedur tersebut.

8. Sebutkan hal-hal yang harus ada ketika Laporan Akuntan yang melampiri keuangan
interim telah di-review!
Jawab:
a. Suatu judul yang frasa laporan keuangan independen
b. Indentifikasi informasi keuangan interim yang di-review
c. Suatu pernyataan bahwa informasi keuangan adalah tanggung jawab manajemen
perusahaan
d. Pernyataan bahwa review atas informasi keuangan interim dilakukan berdasarkan
standar yang ditetapkan IAPI
e. Uraian mengenai prosedur review atas informasi keuangan interim yang dilakukan
f. Suatu pertanyaan bahwa review atas informasi keuangan interim dilakukan dengan luas
yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan audit berdasarkan standar auditing yang
bertujuan untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Oleh
karena itu, dalam review terhaap informasi keuangan interim, akuntan tidak
memberikan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan.
g. Suatu pertanyaan apakah akuntan menemukan indikasi perlunya modofikasi material
yang harus dilakukan agar informasi keuangan interim seseuai dnegn standar akuntansi
keuangan di Indonesia.
h. Tanda tangan akuntan, nama dan nomor register negara akuntan.
i. Tanggal laporan review, berdasarkan tanggal selesainya review.

9. Apa tujuan dari pernyataan standar bagi penugasan atestasi yang diterbitkan oleh
AICPA?
Jawab:
Tujuan AICPA menerbitkan pernyataan standar bagi penugasan atestasi adalah untuk
pengendalian mutu kualitas terdiri dari metode-metode yang digunakan untuk memastikan
bahwa KAP telah memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien atau pihak
tertentu.
10. Dalam nelaksanakan tugas atestasi seorang akuntan publik harus melakukan 3 hal.
Sebutkan!
Jawab:
a. Mengumpulkan bukti yang mendukung asersi
b. Menilai secara objectif pengukuran yang membuat asersi
c. Melaporkan temuan-temuannya