Anda di halaman 1dari 1

A.

Pendahuluan

Stroke adalah sindroma neurologis yang terjadi tiba-tiba karena cerebrovascular


disease (CVD). Cerebrovascular disease menunjukan kelainan otak yang dihasilkan dari
proses patologis yang terjadi pada pembuluh darah (Ropper & Brown, 2005). Stroke
merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus dan dapat
menyerang siapa saja dan kapan saja, tanpa memandang ras, jenis kelamin, atau usia.
Menurut WHO The Atlas of Heart Disease and Stroke 2004, 15 juta populasi penduduk
terserang stroke setiap tahunnya di seluruh dunia. Stroke jarang diderita pada usia kurang
dari 40 tahun. Dari 15 juta ini, 5 juta diantaranya meninggal dan 5 juta yang lain
mengalami kecacatan Jumlah penderita Stroke di Indonesia terbanyak dan menduduki
urutan pertama di Asia dan keempat di dunia, setelah India, Cina, dan Amerika.
Berdasarkan data terbaru dan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas 2013), stroke
merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Prevalensi stroke di Indonesia
berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 7,0 per mil dan yang berdasarkan
diagnosis tenaga kesehatan atau gejala sebesar 12,1 per mil. Jadi, sebanyak 57,9 persen
penyakit stroke telah terdiagnosis oleh nakes. Angka kejadian stroke juga mengalami
peningkatan dari 8,3 per 1000 penduduk pada tahun 2007 menjadi 12,1 per 1000
penduduk pada tahun 2013 di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas, didapatkan
prevalensi stroke tertinggi menurut kelompok umur terjadi pada rentang umur lebih dari
75 tahun, yaitu sebanyak 43,1 per 1000 penduduk pertahunnya. Sementara itu, prevalensi
stroke menurut kelompok jenis kelamin didapatkan terbanyak pada kelompok laki-laki,
yaitu 7,1 per 1000 penduduk dibandingkan perempuan, yaitu 6,8 per 1000 penduduk
(Riskesdas, 2013).

Referensi

Allan H. Ropper, Robert H.Brown. 2005. Pain and Other Disorders Of Somatic Sensation,
Headache, and Backache in: Adams and Victors Principles of Neurology, McGraw-Hill
Companies, Inc. 8: 109

Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta:


Balitbang Kemenkes RI