Anda di halaman 1dari 12

AKU MAMPU DI DEWASA

PENCAPAIAN USIA DEWASA AWAL

2017
AWAL

kesuksesan adalah saat


seseorang meraasa bahagia dan
berguna dalam kehidupannya,
PROGRAM
bukan atas penilaian orang lain
STUDI ILMU
dalam hidupnya. Cintai apa yang
KEPERAWATAN
kamu miliki, dan terimalah apa
yang akan kamu miliki ke
UNIVERSITAS
depannya. Jadilah dirimu yang
JEMBER
bermakna, mau untuk berusaha,
bukan pada hasil melainkan
2017
proses
Masa dewasa awal adalah masa dimana seseorang
memasuki usia 18 40 tahun. Berdasarkan teori
perkembangan Erikson tugas perkembangan pada
masa ini adalah krisis intimacy vs isolation.
Intimasi dalam masa usia dewasa awal ini akan
berwujud komitmen terhadap suatu hubungan
dengan orang lain, yang umumnya tertuang dalam
hubungan pacaran atau pernikahan. Sedangkan
seseorang yang tidak mampu melakukan komitmen
pada rentang usia ini maka orang ini akan
termasuk dalam isolation dan self-aborsed
(Agusdwitanti, Tambunan, & Retnaningsih, 2015).
Intimasi merupakan kedekatan yang hangat
dan komunikasi yang baik. Seseorang akan
lebih intim ketika diantaranya terdapat
keterbukaan, responsif, dan sensitif
terhadap kebutuhan pasangannya. Intimasi
dalam sebuah hubungan dapat menjadi dasar
terbentuknya hubungan yang membahagiakan,
dan membantu penyesuaian kehidupan mereka
yang telah bersama, terutama penyesuaian
terhadapa perubahan-perubahan penting yang
mulaiterjadi.

INTIMASI ADALAH KEDEKATAN,


KEAKRABAN, PENERIMAAN, DAN
PENGERTIAN YANG BISA MENCIPTAKAN
KEINDAHAN DALAM SUATU HUBUNGAN
ISOLASI (orang yang tidak bisa
menjalin suatu intimasi)

Kenapa
bisa
terjadi
isolasi???

FAKTOR FAKTOR YANG DAPAT MENJADI PENYEBAB:

1. Pengalaman masa lalu (kualitas kelekatan).


2. Kecemasan akan identitas diri.
3. Ketakutan akan terungkapnya kelemahan.
4. Membawa kekesalan atau dendam masa lalu ke masa kini.
5. Konflik masa kecil yang tidak terselesaikan.
6. Ketakutan akan mengungkapkan perasaan yang tidak
nyaman bagi dirinya.
Tugas perkembangan yang sebaiknya dimiliki
dewasa awal:
1. Menerima keadaan diri, menghargai diri sendiri
2. Mengerti arah dan tujuan hidup yang diinginkan
3. Mampu mengembangkan minat dan hobi
4. Mampu menikmati hidup
5. Memiliki profesi pekerjaan
6. Merasa mampu untuk mandiri, bertanggung
jawab secara ekonomi dan sosial
7. Membentuk keluarga baru, dan berinteraksi
baik dengan pasangan hidup, berbagi aktivitas
dan tanggung jawab rumah tangga
8. Mampu menyesuaikan diri dengan lansia dan
orang tua
9. Memiliki koping stres yang konstruktif
10. Bukan pelaku kriminal atau terlibat dalam
masalah narkoba
LALU BAGAIMANA
KELUARGA BERPERAN DALAM
PENCAPAIAN TERSEBUT???

KELUARGA HARUS MAMPU UNTUK:

1. Membantu individu dalam menghadapi


perubahan peran
2. Membantu individu mencapai tujuan
hidupnya
3. Mendukung individu dalam mengambil
keputusan
4. Menjadi teman diskusi bagi individu
5. Mampu menghubungi pusat layanan
kesehatan bila menjumpai masalah
dengan kesehatannya.
2. Menerima keadaan diri, menghargai diri sendiri.

Setiap orang terlahir dan tmbuh dengan kesempurnaan


tersendiri dari Tuhan,maka setiap-setiap yang ada dalam
diri kita adalah suatu hal yang memang kita butuhkan baik
iu kelebihan maupun kekurangan.

Menghargai diri sendiri akan memberikan kesan kepada


orang lain untuk juga menghargai diri sendiri. Ketika diri
sendiri saja tidak mampu menghargai ddiri sendiri lalu
bagaimana orang lain mampu menghargai diri kita..

Sebaiknya seseorang mampu untuk mengenali dirinya dan


menyadari apa keunikan yang ada dalam dirinya agar mampu
untuk menghargai diri sendiri.

1. Mengerti arah dan tujuan hidup yang diinginkan

Seseorang yang hidup di dunia ini harus memilki tujuan


hidup, tujuan hidup itu tidak hanya berbatas pada
kemampuan financial saja, melainkan bagaimana tujuan
kehidupan sosial masyarakat juga harus dipikirkan.
Seseorang yang hidup tanpa tujuan adalah seseorang yang
seolah berjalan namun tidak mengerti dimana tujuan pasti
perjalananya..

Dari adanya tujuan itu maka seseorang akan dapat


menemukan cara untuk mencapainya yang disebut dengan
aarah hidup.
3. Mampu mengembangkan minat dan hobi

Mengenali hobi dan minat adalah langkah awal


mendapatkan karir dengan tepat. hobi
meenggambarkan bakat dan minat seseorang,
jadi coba tanyakan pada diri sendiri apa saja
hal yang membuat bosan dan apa saja hal yang
memang menyenangkan.

Seseorang akan dapat mengembangkan


bakatnya ketika seseorang itu mampu untuk
menghargai nilai-nilai yang ada dalam dirinya.
Cari dan temukan nilai lebih yang memang
passti dimiliki seperti keluarga, kesetiaan, dan
kemampuan bekerja. Pada intinya seseorang
harus mampu secara jujur menilai kelebihan
dan kekurangan diri sendiri, kemudian mampu
menemukan bakat-bakat yang mungkin belum
disadari, sehingga dapat diketahui bahwa
seseorang tidak hanya berfokus pada satu
kelebihan saja. Langkah selanjutnya adalah
menyelaraskan minat dan bakat yang memang
dimiliki
4. Mampu menikmati hidup

Seseorang harus mampu merasakan bersyukur


atas apa yang ia miliki saat ini.

5. Memiliki profesi pekerjaan

Pekerjaan adalah hal yang penting untuk dimilki demi


menghidupi diri sendiri maupun orang-orang terdekat
yang memang dirasa menjadi tanggung jawab untuk
dihidupi.

Jenis pekerjaan bukanlah hal yang penting dalam


hidup, apapun pekerjaan yang telah dimilki maka
andda adalah orang yang memang mampu dan pantas
dikatakan sebagai orang yang produktif.
6. Merasa mampu untuk mandiri, bertanggung
jawab secara ekonomi dan sosial

7. Membentuk keluarga baru

Intimasi dalam sebuah hubungan dapat menjadi dasar


terbentuknya hubungan yang membahagiakan, dan mambantu
penyesuaian kehidupan mereka yang telah bersama, terutama
penyesuaian terhadapa perubahan-perubahan krisis yang muali
terjadi. Penyesuaian sepanjang kehidupan pernikahan akan lebih
mudah didapatkan ketika seseorang atau pasangan mengawali
hubungan dengan intimasi, karena intimasi akan menjadi dasar
utama dalam menjalani kehidupan. Tantangan atau masalah pada
fase tengah hingga akhir dalam pernikahan akan terselesaikan
dengan mudah apabila pasangan mampu menyelesaikannya
tantangan di fase awal dengan baik.
8. Mampu menyesuaikan diri dengan lansia dan orang
tua.
Hubungan interpersonal jangka panjang akan dipengaruhi oleh bagaiamana
kelekatan individu di masa kecil. Individu berpotensi mampu membentuk
hubungan yang baik dengan seseorang apabila ia memiliki khubungan atau
kelekatan yang baik dengan pengasuhnya.

9. Memiliki koping stres yang konstruktif

Perasaan terisolasi dapat muncul ketika seseorang merasa


kesepian karena tidak ada seorangpun yang mampu mengerti
dirinya. Perasaan tidak puas dan tidak dimiliki dalam suatu
hubungan disebut dengan kesepian, kesepian ini dapat pula timbul
karena ketidaksesuaian antara harapan dengan realita. Seseorang
dengan kesepian akan sulit untuk bisa memulai suatu keintiman,
hal ini dikarenakan seseorang yang mengalami kesepian cenderung
memiliki gaya interaksi sosial yang tidak baik, sehingga akan
mengalami kesulitan ketika akan memilih pasangan untuk
hubungan yang dekat.

Sehingga sangat penting bagi seseorang untuk mengembangkan


koping stress dengan berani mengungkapkan atau berserita
kepada seseorang yang memang dianggap dekat dan mampu
bersama menyelesaikan masalah
DAFTAR PUSTAKA
Agusdwitanti, H., Tambunan, S. M., & Retnaningsih. (2015).
KELEKATAN DAN INTIMASI PADA DEWASA AWAL. Jurna
Psikologi, 8(1), 1824. Retrieved from
http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/psiko/article/view/1
286/1146

Arumdina, A. F. (2013). Pengaruh Kesepian Terhadap Pemilihan


Pasangan Hidup Pada Dewasa Awal Yang Masih Lajang. Jurnal
Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, 2(03), 160169.
Retrieved from
http://journal.unair.ac.id/filerPDF/jpppa5294a54c1full.pdf