POTRET BISNIS RITEL DI INDONESIA: PASAR MODERN

Oleh : Marina L. Pandin 1

Gambaran Umum Bisnis Ritel di Indonesia Bisnis ritel adalah penjualan barang secara eceran pada berbagai tipe gerai seperti kios, pasar, department store, butik dan lain-lain (termasuk juga penjualan dengan sistem delivery service), yang umumnya untuk dipergunakan langsung oleh pembeli yang bersangkutan. 2 Bisnis ritel di Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar, yakni Ritel Tradisional dan Ritel Modern. 3 Ritel modern pada dasarnya merupakan pengembangan dari ritel tradisional. Format ritel ini muncul dan berkembang seiring perkembangan perekonomian, teknologi, dan gaya hidup masyarakat yang membuat masyarakat menuntut kenyamanan yang lebih dalam berbelanja. Ritel modern pertama kali hadir di Indonesia saat Toserba Sarinah didirikan pada 1962. Pada era 1970 s/d 1980-an, format bisnis ini terus berkembang. Awal dekade 1990-an merupakan tonggak sejarah masuknya ritel asing di Indonesia. Ini ditandai dengan beroperasinya ritel terbesar Jepang ‘Sogo’ di Indonesia. Ritel modern kemudian berkembang begitu pesat saat pemerintah, berdasarkan Kepres no. 99 th 1998, mengeluarkan bisnis ritel dari negative list bagi Penanaman Modal Asing. Sebelum Kepres 99 th 1998 diterbitkan, jumlah peritel asing di Indonesia sangat dibatasi. 4 Saat ini, jenis-jenis ritel modern di Indonesia sangat banyak meliputi Pasar Modern, Pasar Swalayan, Department Store, Boutique, Factory Outlet, Specialty Store, Trade Centre, dan Mall / Supermall / Plaza. Format-format ritel modern ini akan terus berkembang sesuai perkembangan perekonomian, teknologi, dan gaya hidup masyarakat. 5

1 2

Pengamat Perbankan dan Ekonomi Foreign Agricultural Services, USDA, http://www.fas.usda.gov/info/factsheets/China/distribution.html 3 Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, www.aprindo.org 4 Media Data, Peta Persaingan Bisnis Ritel di Indonesia, pg. 63, 2009 5 Ibid, pg. 90 - 95
Economic Review ● No. 215 ● Maret 2009

1

dimana penjualan dilakukan secara eceran dan dengan cara swalayan (konsumen mengambil sendiri barang dari rak dagangan dan membayar ke kasir). 8. Tidak dapat dilakukan tawar-menawar harga barang. akhir. salah satu jenis pasar ritel yang diperkenalkan pada era 1970-an. 215 ● Maret 2009 2 . Sumber: Peraturan Presiden no. Tulisan ini juga akan membahas tantangantantangan apa saja yang dihadapi oleh Pasar Modern kedepannya. Metode Penjualan • Dilakukan secara • Dilakukan secara • Dilakukan secara • eceran. Specialty Store dan format ritel modern lainnya masing-masing meningkat hanya 5. Trend saat ini adalah produk elektronik dan bahan bangunan dalam skala yang cukup besar. dan sebagainya. disebutsebut sebagai format ritel yang mengalami perkembangan yang sangat baik dalam 5 tahun terakhir. restoran. Dalam 5 tahun terakhir. swalayan. 91-92. Media Data Pasar Modern. menerapkan baik metode • Dapat dilakukan tawarswalayan maupun dibantu menawar harga barang. Bagaimanakah sebenarnya geliat Pasar Modern dalam kurun waktu tersebut? Siapa sajakah pemain-pemain utamanya. Pasar Modern merupakan penggerak utama perkembangan ritel moden di Indonesia. kebutuhan sehari-hari. • Dilakukan secara langsung pada konsumen eceran dan grosir. yang disusun dalam bagian yang terpisahpisah dalam bentuk counter. 2009 Economic Review ● No. oleh pramuniaga.8%. 112 th 2007. Peta Persaingan Bisnis Ritel di Indonesia. DEPARTMENT STORE Sarana penjualan berbagai macam kebutuhan sandang dan bukan kebutuhan sembilan bahan pokok. papan. barang dari rak-rak • Tidak dapat dilakukan • Tidak dapat dagangan dan membayar tawar-menawar harga dilakukan tawardikasir). tawar-menawar harga barang. yang terdiri dari banyak outlet yang terletak dalam bangunan / ruang yang menyatu.0% per tahun (Grafik 1). dimana outletumumnya dibantu oleh outlet didalamnya pramuniaga. SPECIALTY STORE Sarana penjualan yang hanya memperdagangkan satu kelompok produk saja. menawar harga • • Tidak dapat dilakukan barang.1%. MALL/ SUPERMALL / PLAZA Sarana untuk melakukan perdagangan.2%. Pada 2004 – 2008. 6 Media Data. pasar dengan format seperti ini disebut juga Pasar Swalayan. dan 10. dll secara grosiran dan eceran yang didukung oleh sarana yang lengkap seperti restoran / food court. TRADE CENTRE Pusat jual beli barang sandang.Tabel 1: Karakteristik Beberapa Jenis Ritel Modern URAIAN Definisi PASAR MODERN (PASAR SWALAYAN) Sarana penjualan barangbarang kebutuhan rumah tangga termasuk kebutuhan sembilan bahan pokok. dan apa sajakah tantangan-tantangan yang dihadapi Pasar Modern dimasa mendatang? Tulisan ini akan membahas perkembangan Pasar Modern dan siapa saja pemain-pemain utama bisnis ini. rekreasi. omset Pasar Modern bertumbuh 19. tertinggi dibanding format ritel modern yang lain. barang. Omset Department Store. pg. langsung konsumen akhir dengan pelayanan umumnya pada konsumen akhir cara swalayan (pembeli dibantu oleh dengan cara mengambil sendiri pramuniaga. 6 Itulah sebabnya. langsung pada eceran dan cara eceran. Dilakukan secara eceran. Perkembangan Pasar Modern Pasar Modern adalah tempat penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga (termasuk kebutuhan sehari-hari).

2004-2008 Deskripsi Omset Pasar Modern (Rp T) Total Omset Bisnis Ritel Modern (Rp T) % Omset Pasar Modern terhadap Ritel Modern Total Omset Ritel Nasional % Omset Pasar Modern terhadap Total Bisnis Ritel 2004 27.5% 146. menjadi 24. market share omset Pasar Modern adalah 70.5% dari total omset Ritel Modern di Indonesia.45 4.3% 2005 31.4% pada 2008 (Tabel 2).2 70.8 59.Specialty Store (stand alone maupun yang berlokasi di trade center atau di mall) . dll baik yang stand alone maupun yang berlokasi di trade centre atau mall-mall – tetapi bukan yang berlokasi di Department Store) Peningkatan omset yang cukup tinggi tersebut membuat Pasar Modern semakin menguasai pangsa omset Ritel Modern. Tabel 2: Perkembangan Market Share Ritel Modern.4 19.52 1.4 24.4 21.7%.87 44. counter merk-merk tertentu seperti Guess.0 38.86 38.99 5.2% 2007 44.68 6.76 1.18 2004 1. 2004-2008 (Rp Triliun) Pasar Modern Department Store Specialty Store Lainnya 26.5% 198.55 6.83 6. Media Data Ket: .62 5. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Economic Review ● No.26 6. Selain itu. Pada tahun 2008 telah meningkat menjadi 78.45 5.85 55. jika dibandingkan terhadap total omset industri ritel di Indonesia (ritel modern dan ritel tradisional).Grafik 1: Perkembangan Omset Ritel Modern.4% Sumber: AC Nielsen.95 31.4 75.4 70. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia. butik.5% 161.2 73.9 45.61 2005 2006 2007 2008 Sumber: AC Nielsen.Department Store (stand alone maupun yang berlokasi di trade center atau di mall) .57 1.51 6.43 6.3% pada 2004.7% 227. pangsa omset Pasar Modern juga mengalami peningkatan dari 18.Lainnya (factory outlet.56 1.5 78.9 53. Esprit.9 18.6% 2008 55.Pasar Modern (stand alone maupun yang berokasi di trade center atau di mall) .0 22.7% 2006 38. 215 ● Maret 2009 3 . Pada 2004.2 70.1% 183.

Namun bisnis ini memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.Alat Olahraga Model Penjualan Dilakukan secara eceran. langsung pada konsumen akhir dengan cara swalayan Dilakukan secara eceran. 7 Seperti ritel modern lainnya. 112 th 2007) Luas Lahan Parkir Modal (dliuar tanah dan bangunan) Minim s/d Rp200 juta 4000 . Daniel Suryadarma et all (Dampak Supermarket terhadap Pasar & Pedagang Ritel Tradisional di Daerah Perkotaan di Indonesia) Pasar Modern sebenarnya adalah usaha dengan tingkat keuntungan yang tidak terlalu tinggi. sementara pembayaran ke pemasok umumnya dapat dilakukan secara bertahap. umumnya adalah perusahaan dengan skala yang cukup besar dan saluran distribusi yang luas. langsung pada konsumen akhir dengan cara swalayan (pembeli mengambil sendiri barang dari rak-rak dagangan dan membayar dikasir) Dilakukan secara eceran.Busana / Pakaian . Berikut karakteristik dari ke-3 jenis Pasar Modern tersebut: Tabel 3: Karakteristik Pasar-Pasar Modern di Indonesia Uraian Barang yang diperdagangkan Minimarket Supemarket Hypermarket Berbagai macam kebutuhan rumah tangga termasuk kebutuhan sehari-hari > 25000 item . Posisi tawar yang kuat memberi banyak keuntungan bagi peritel modern. Pasar Modern umumnya memiliki posisi tawar yang relatif kuat terhadap pemasok-pemasoknya. pg.Elektronik . diskon harga juga akan semakin mudah diperoleh dengan posisi tawar yang kuat tersebut. Ini karena peritel modern.Setelah diperkenalkan pertama kali di Indonesia pada era 1970-an. Supermarket dan Hypermarket. 215 ● Maret 2009 4 . karena penjualan ke konsumen dilakukan secara tunai.Barang-barang rumah tangga .Barang-barang hygienis pokok 5000 – 25000 item . 276. yakni no. langsung pada konsumen akhir dengan cara swalayan Berbagai macam kebutuhan rumah Berbagai macam kebutuhan tangga termasuk kebutuhan sehari. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.Rp10 Milyar Sangat luas Rp 10 Milyar keatas Sumber: Peraturan Presiden no. 2009 Economic Review ● No.Makanan Kemasan . Perbedaan utama dari ketiganya terletak pada luas lahan usaha dan range jenis barang yang diperdagangkan.Barang-barang rumah tangga Jumlah item Jenis Produk Luas Lantai Usaha (Berdasarkan Maksimal 400 m2 Perpres terbaru. 7 Media Data.rumah tangga termasuk hari kebutuhan sehari-hari < 5000 item .Makanan . berkisar 7-15% dari omset. 112 th 2007. Selain bisa mendapatkan kemudahan dalam hal jangka waktu pelunasan barang.Makanan . saat ini terdapat 3 jenis Pasar Modern yaitu Minimarket.5000 m2 > 5000 m2 Standard Rp200 juta . sehingga pembelian barang ke pemasok dapat dilakukan dalam jumlah yang besar. Peta Persaingan Bisnis Ritel di Indonesia.

80 16. yakni 21.10 40 19. Perkembangan Pasar Modern Berdasarkan Jenisnya Berdasarkan jenisnya. 215 ● Maret 2009 5 . Kemampuan Hypermarket menjadi Pasar Modern dengan pengumpulan omset terbesar karena Hypermarket menawarkan pilihan barang yang lebih banyak dibanding Supermarket dan Mini market.30 30 12.55 Supermarket Hypermarket 11. performance yang sangat baik terlihat dari kemampuannya menjadi Pasar Modern dengan pangsa omset terbesar.85 17.60 11. sementara Minimarket 32. namun tetap mampu mempertahankan kenyamanan gerai-gerainya. Economic Review ● No. Sementara pada periode 2004 – 2008 tersebut.70 2007 2008 Sumber: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.7% dari total omset seluruh Pasar Modern di Indonesia. Media Data (diolah) Untuk Hypermarket.2% (Grafik 2 & Grafik 3).70 2006 13.2% per tahun (Grafik 2).90 2004 11. Pada 2004 – 2008 omset Minimarket meningkat sangat tinggi.45 4. sementara harga yang ditawarkan Hypermarket relatif sama – bahkan pada beberapa barang bisa lebih murah daripada Supermarket dan Minimarket.1 triliun atau 41. Omset Hypermarket juga meningkat cukup tinggi. Pada 2008.00 2005 12.1% dan Supermarket 26.96 7. Grafik 2: Perkembangan Omset Pasar Modern Berdasarkan Jenisnya. omset Supermarket meningkat hanya 6. omset Hypermarket adalah Rp23.67 9.90 20 10 0 10.1% per tahun. Performance Minimarket yang sangat baik terlihat dari laju pertumbuhan omsetnya..5% per tahun. Minimarket dan Hypermarket adalah Pasar Modern dengan performance yang sangat signifikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini.50 14.Keuntungan-keuntungan dari posisi tawar inilah yang membuat pasar modern mampu menerapkan harga murah dan bersaing dengan pasar tradisional. 2004-2008 (Rp Triliun) Minimarket 60 50 23. rata-rata 38.

Sebelumnya. Penurunan pangsa omset Supermarket yang terjadi terus menerus – bahkan pada tahun 2008. market share omset terbesar dipegang oleh Supermarket.Grafik 3: Perkembangan Pangsa Omset Pasar Modern Berdasarkan Jenisnya.9% per tahun (Grafik 4).465 7. Sebab. Grafik 4: Perkembangan Jumlah Gerai Pasar Modern Berdasarkan Jenisnya.0% 41. Pada 2004-2008 pertumbuhan gerai Hypermarket sangat tinggi.6% 30.8% per tahun.7% 42. Supermarket tersaingi oleh Hypermarket (yang menawarkan pilihan barang yang jauh lebih banyak).0% 26. Media Data (diolah) Economic Review ● No.289 956 1.604 6. Supermarket kalah bersaing dengan Minimarket (yang umumnya berlokasi di perumahan penduduk). Media Data (diolah) Penguasaan pangsa omset oleh Hypermarket telah terjadi sejak tahun 2005. 2004-2008 (Rp Triliun) Minimarket Supermarket Hypermarket 39.379 1. Gerai Minimarket juga meningkat cukup tinggi . Kinerja cemerlang Hypermarket juga ditunjukkan melalui pertumbuhan jumlah gerai. yakni 16.889 10. yakni 39.1% 32. 215 ● Maret 2009 6 .141 1. sementara untuk range pilihan barang.2% 2004 22.1% 2006 2007 2008 Sumber: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.5% 37.3% 40.5% 42. dalam hal kedekatan lokasi dengan konsumen.5% 32.9% 26.0% 2005 25.356 8. menjadi yang yang terkecil – menunjukkan bahwa format Supermarket tidak terlalu favourable lagi. sementara gerai Supermarket meningkat 10.4% 43.2% 18. 2004-2008 (Rp Triliun) Minimarket Supermarket Hypermarket 5.4% per tahun.311 1. yakni pada 2004.447 83 50 34 99 130 2004 2005 2006 2007 2008 Sumber: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.

Terkonsentrasinya gerai-gerai Pasar Modern di Pulau Jawa tidak lepas dari kondisi dimana konsentrasi penduduk dan pusat perekonomian Indonesia memang berada di pulau ini.2% dari total omset Minimarket di Indonesia.866 Sumber: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.160 492 160 228 236 44 254 159 99 60 171 60 67 44 38 262 11.118 954 412 96 205 206 35 200 104 56 48 112 40 43 29 28 116 10. 215 ● Maret 2009 7 . Media Data (diolah) Pemain.866 gerai Pasar Modern.968 1. dari sekitar 11. Sementara Alfamart membuntuti dengan pengumpulan Economic Review ● No.523 1.318 1. hanya terdapat 2 pemain besar yaitu Indomaret dan Alfamart.289 Supermarket 940 317 194 28 45 172 184 195 74 62 23 27 9 52 48 37 11 56 19 23 14 10 146 1.447 Hypermarket 107 40 29 14 4 4 16 11 6 2 3 2 7 6 1 3 1 1 1 130 Total 9.Pemain Utama Pasar Modern Pada kelompok Minimarket. Propinsi DKI Jakarta. Tabel 4: Sebaran Gerai-Gerai Pasar Modern.300 1. Berdasarkan sebaran geografisnya.775 3.Jumlah gerai Hypermarket yang bertumbuh sangat tinggi tersebut menunjukkan bahwa format Hypermarket yang baru diperkenalkan ke masyarakat di Indonesia pada awal tahun 2000-an disambut baik oleh konsumen di tanah air. Jawa Barat dan Jawa Timur senantiasa menjadi daerah dengan jumlah gerai Pasar Modern terbanyak.325 1. sekitar 83% diantaranya berlokasi di Pulau Jawa (Tabel 4).155 1. 2008 (Unit) Propinsi Pulau Jawa DKI Jakarta Jawa Barat Banten Jogjakarta Jawa Tengah Jawa Timur Pulau Sumatera Sumatera Utara Riau & Batam Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bali Pulau Sulawesi Sulawesi Selatan Sulawesi Utara Pulau Kalimantan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Barat Papua Lain-lain Total Minimarket 8.822 4. Indomaret merupakan pemain terbesar dengan pangsa omset sekitar 43. Pada 2008.046 455 1. gerai-gerai Pasar Modern tersebut terkonsentrasi di Pulau Jawa.004 406 979 1.

8% dari total omset Minimarket di Indonesia (Tabel 5). Superindo. 2008 (Rp Triliun) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Gerai Indomaret Alfamart OMI Ceriamart Circle K Yomart Starmart AM/PM Markaz Lainnya Total Omset (Rp Milyar) 7.omset sebesar Rp7.800 Market Share 43. yang pada akhirnya memperkuat posisi tawar ke pemasok. Ke-6 jaringan ritel ini menguasai 76% pangsa omset Supermarket di Indonesia (Tabel 6). dibuntuti Alfamart.8% dari total jumlah gerai Minimarket di Indonesia.116 unit atau 30.60% 1.57% 3. sementara jumlah gerai jaringan Alfamart mencapai 2. terdapat 6 pemain utama yakni Hero. Foodmart.Februari 2009.755 unit atau 26.00% Sumber: Media Data . diolah Indomaret juga mempunyai jaringan Minimarket dengan jumlah gerai terbanyak.32% 100. Pada 2008.25% 0. dan Yogya + Griya Supermarket. Tabel 5: Omset Peritel Minimarket. peritel selaku pemberi waralaba bisa meningkatkan volume pembelian barang sebab pasokan barang ke gerai-gerai franchise tetap dilakukan oleh peritel pemberi waralaba.75% 4. 215 ● Maret 2009 8 .16% 40. jumlah gerai jaringan Indomaret mencapai 3. Dua jaringan terbesar Minimarket yakni Indomaret dan Alfamart juga menerapkan sistem ini.39% 2. Economic Review ● No.69% 0.682 7.3% dari total jumlah gerai Minimarket yang ada di Indonesia. Carrefour. Ramayana. Minimarket merupakan jenis pasar modern yang agresif memperbanyak jumlah gerai dan menerapkan sistem franchise dalam memperbanyak jumlah gerai. Sistem franchise merupakan metode dianggap lebih mudah dan murah karena tanpa mengeluarkan biaya investasi.17% 1.253 731 426 386 284 223 122 102 591 17. Tujuan peritel minimarket dalam memperbanyak jumlah gerai adalah untuk memperbesar skala usaha (sehingga bersaing dengan skala usaha Supermarket dan Hypermarket).3 triliun atau sekitar 40. Pada kelompok Supermarket.11% 2.

60% 100.95% 13. Namun pada 2008.690 1. telah mampu memberi kontribusi pendapatan sebesar 40% pada 2005 bagi grupnya dan pada 2008. diolah Hypermarket kini menjadi primadona bagi peritel pasar modern.09% 0.08% 17.Tabel 6: Omset Peritel Supermarket.52% 1.61% 13.42% 1. mengungguli kontribusi pendapatan Supermarket yang telah lebih dulu exist.1%. Pada 2003.125 2. pendapatan Pasar Modern grup ini disumbang 100% oleh format supermarketnya.77% 0. diolah Pada kelompok Hypermarket hanya terdapat 5 peritel dan 3 diantaranya menguasai 88.5% (Tabel 7). kontribusi pendapatan telah menjadi 78.942 1. Hypermart (Matahari Putra Prima) dengan pangsa 22.100 Market Share (%) 48.5% pangsa omset Hypermarket di Indonesia.70% 22.100 4.57% 1.55% 13.30% 1.61% 2.35% 12. sementara 80% pendapatan Pasar Modern grup ini disumbang oleh Hypermart.00% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Sumber: Media Data .978 14. Tabel 7: Omset Peritel Hypermarket. kontribusi supermarket merosot menjadi hanya 20%. Demikian pula halnya dengan Hypermart milik Matahari Putra Prima (MPP).544 335 229 217 207 159 128 112 80 1.19% 11.250 5. jaringan hypermarket milik Hero yang baru beroperasi pada 2002. Tiga pemain utama tersebut adalah adalah Carrefour yang menguasai hampir 50% pangsa omset hypermarket di Indonesia.00% 1 2 3 4 5 Sumber: Media Data .773 1.88% 0. Giant.3%.030 1.549 Market Share (%) 14.Februari 2009. dan Giant (Hero Grup) dengan 18.75% 9.Februari 2009.62% 10. 2008 (Rp Triliun) No Supermarket Hero + Compact Giant Carrefour Super Indo Foodmart Yogya + Griya Ramayana Gelael Naga Hari-hari Jayasera Tip Top Metro D'Best Jamesons Lainnya Total Omset (Rp Milyar) 2.200 450 23.95% 100. Ini karena hypermarket dengan cepat mampu memberi kontribusi terbesar bagi pendapatan peritel Pasar Modern.100 2. 2008 (Rp Triliun) No Hypermarket Carrefour Hypermart Giant Makro Indogosir Total Omset (Rp Milyar) 11.49% 1. 215 ● Maret 2009 9 . Economic Review ● No.

www. menghadapi beberapa tantangan. 9 Tabel 8: Tingkat Pemanfaatan Beberapa Pasar Tradisional di Jabodetabek Nama Pasar 90% Kios Tutup: Pasar Sinar Pasar Kramat Jaya Pasar Cilincing Pasar Muncang Pasar Plumpang Tengah Pasar Blora Pasar Cipinang besar Pasar Kelapa Gading Pasar Sawah Besar Pasar Karet Pedurenan Pasar Cidodol 57% Kios Tutup: Pasar Ciputat Pasar Jumat Pasar Kreo Pasar Cisalak Pasar Rawa Kalong Tangerang Tangerang Tangerang Depok Bekasi Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Barat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Wilayah Sumber: Daniel Suryadarma et all. Namun sebagai bisnis yang memperdagangkan kebutuhan pokok masyarakat. seiring membaiknya perekonomian global. Tetapi. saat dampak negatif krisis ke sektor riil mencapai puncaknya. Kedepannya.Tantangan-Tantangan Pasar Modern Kedepan. Dampak Supermarket terhadap Pasar & Pedagang Ritel Tradisional di Daerah Perkotaan di Indonesia Economic Review ● No. Pasar Modern diperkirakan masih dapat bertumbuh. Daniel Suryadarma et all. Salah satu tantangan terbesar adalah potensi perlambatan laju pertumbuhan omset sebagai dampak dari perlambatan perekonomian yang diakibatkan oleh krisis global. Jika pada 2004 . Fakta bahwa Pasar Tradisional semakin terhimpit – terlihat dari semakin tergerusnya pangsa omset Ritel Tradisional dan semakin sepinya pasar-pasar tradisional (Tabel 8). daya beli masyarakat sudah mulai terganggu akibat terjadinya perlambatan perekonomian. 8 Tantangan lainnya datang dari sisi regulasi. Media Data 8 9 Asosiasi Pengusaha RItel Indonesia.2008 omset Pasar Modern bertumbuh rata-rata 20% per tahun. Saat ini.aprindo. 2009. walaupun tidak sepesat tahun-tahun sebelumnya. Peta Persaingan Bisnis Ritel di Indonesia. membuat pemerintah mengeluarkan beberapa ketetapan yang mengatur harmonisasi antara Pasar Modern dengan Ritel Tradisional. daya beli masyarakat diperkirakan akan terus menurun. maka pada 2011 pertumbuhan omset diperkirakan akan kembali mendekati laju pertumbuhan sebelum krisis global terjadi. omset Pasar Modern diperkirakan bertumbuh hanya pada kisaran 5-10%. 215 ● Maret 2009 10 . maka pada 2009 hingga 2010. Pasar Modern yang selama ini menunjukkan kinerja yang sangat baik.org Media Data.

hanya dapat diberikan secara periodik 3 bulan. 215 ● Maret 2009 11 . • Trading Term yang diterapkan oleh Ritel Modern kepada Pemasok harus mengikuti syarat: – Peritel modern tidak bisa meminta Regular Discount jika pemasok memberlakukan harga netto yang dipublikasikan ke semua toko modern. Sumber: Warta Ekonomi. maka kelebihannya mendapat discount maks 5% • Jika penjualan > 115% target.115%. Media Data Selain itu. KETETAPAN YANG DIPANDANG MENGHAMBAT ALASAN Instruksi Gubernur no 115 / 2006 Draft Regulasi Penundaan perizinan pendirian minimarket di wilayah DKI Jakarta. maksimum 1%.Namun oleh peritel Pasar Modern. • Terhitung sejak tahun 2009. INDEF (Dampak Ekonomi Keberadaan Hypermarket Terhadap Pasar Tradisional). 53 th 2008 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional.5 km – Jarak antara km Peritel Modern seluas 100-200m2 dengan Pasar Tradisional minimal 0. kebijakan tersebut dirasa menghambat perkembangan Pasar Modern. REGULASI TINGKAT DAERAH (KHUSUS DKI JAKARTA) Perda DKI Jakarta no.5 Peritel Modern seluas 200-1000m2 dengan Pasar Tradisional minimal 1 Peritel Modern seluas 1000-2000m2 dengan Pasar Tradisional minimal Peritel Modern seluas 2000-4000m2 dengan Pasar Tradisional minimal 2 Peraturanperaturan dan draft regulasi ini dipandang sangat membatasi ruang gerak peritel Pasar Modern. Dipandang menghambat karena: – Membatasi lokasi pendirian peritel modern – Membuat hubungan bisnis antara peritel modern dengan pemasoknya tidal fleksibel karena menetapkan secara spesifik trading term. – Fixed Rebate (potongan harga dari Pemasok ke Toko Modern tanpa dikaitkan dengan target penjualan). – Conditional Rebate (potongan harga yang diberikan oleh pemasok terkait target penjualan) dengan ketentuan: • Jika penjualan mencapai 100% dari target. • Pendirian Ritel Modern wajib memperhatikan jarak dengan Pasar Tradisioanl yang telah ada. maka kelebihannya mendapat discount maks 10%. Beberapa kebijakan yang oleh peritel Pasar Modern dirasakan menghambat adalah: Tabel 9: Beberapa Regulasi Pemerintah Yang Dipandang Menghambat Oleh Peritel Pasar Modern REGULASI REGULASI TINGKAT NASIONAL Peraturan Presiden no 112 th 2007 dan Peraturan Menteri Perdagangan no. izin usaha ritel modern seluas > 5000m2 diberikan hanya jika berada di gedung pusat perbelanjaan/mall • Ijin usaha ritel modern yang berlokasi di gedung tersendiri (stand alone) tidak akan diperpanjang. mendapat potongan harga maksimal 1% • Jika penjualan mencapai 101% . 2 th 2002 mengenai Jarak antara Pasar Modern dengan Pasar Tradisional yang telah ada sebelumnya – Jarak antara km – Jarak antara km – Jarak antara 1. Pusat Perbelanjaan & Toko Modern • Lokasi Ritel Modern selain Minimarket harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kota/Kabupaten (RTRWK) DAN Kota / Kabupaten yang belum memiliki RTRWK dilarang memberikan izin pembangunan ritel modern. Pasar Modern juga menghadapi tantangan berupa dugaan pelanggaranpelanggaran yang diantaranya terangkum pada Tabel berikut: Economic Review ● No.

Saat ini telah berlanjut ke wilayah hukum.Tabel 10: Isu Pelanggaran yang Diduga Dilakukan Peritel Pasar Modern HAL Dugaan pelanggaran aturan zonasi (dhi. dan juga regulasi yang oleh peritel Pasar Modern. Dugaan melanggar aturan penyediaan ruang bagi UKM dan Pedagang Kaki Lima Isu menekan pemasok kecil & menengah Tidak disangkal. Pasar Modern hendaknya mampu menepis isu-isu tersebut dengan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan. Izin usaha 5 peritel Pasar Modern terancam dicabut karena melanggar Peraturan Presiden no. Selain itu. Economic Review ● No. Pasar Modern memang merupakan salah satu format ritel yang mengalami pertumbuhan yang sangat baik dalam 5 tahun terakhir ini. Perda DKI no. industri ini menghadapi tantangan yang cukup besar seperti potensi penurunan laju pertumbuhan akibat krisis global. serta beberapa isu-isu lainnya. Namun kedepannya. 215 ● Maret 2009 12 . Pasar Modern juga menghadapi isu-isu sosial seperti dugaan pelanggaran terhadap aturan zonasi. Telah berlanjut ke wilayah hukum. Telah berlanjut ke wilayah hukum. Beberapa peritel raksasa di-isu-kan telah menggunakan posisi tawarnya yang kuat untuk menekan para pemasok kecil & menengah dalam hal pemberian discount (Investor Daily 15 April 2009). melakukan praktek monopoli pasar. dapat terealisasi. dipandang kurang bersahabat bagi mereka. 112 th 2007 akibat tidak menyediakan ruang bagi UKM dan Pedagang Kaki Lima. Karena itu. 2 th 2002) Dugaan melakukan praktek monopoli pasar PENJELASAN Beberapa peritel Pasar Modern seperti yang berlokasi di DKI Jakarta dianggap melanggar peraturan mengenai jarak minimum antara Pasar Modern dengan Pasar Tradisional. Peraturan yang telah dibuat untuk mengatur harmonisasi antara peritel Pasar Modern dan Ritel Tradisional hendaknya ditanggapi bijak oleh segenap pihak terkait agar tujuan pemerintah mewujudkan harmonisasi antara segenap pihak yang terkait dalam industri ritel di Indonesia. Beberapa pemain besar ritel modern telah dilaporkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena dianggap telah melakukan praktek monopoli pasar (Koran Tempo 29 April 2009). Isu-isu pelanggaran tersebut tentu berdampak buruk bagi Pasar Modern.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful