Anda di halaman 1dari 20

PRE PLANNING

PENYULUHAN DIABETES MELITUS PADA LANSIA


DI RW 02 KELURAHAN SUKOLILO BARU
KECAMATAN BULAK
SURABAYA

DISUSUN OLEH
GERBONG 3
NERS A8

PROGRAM STUDI PROFESI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2017/2018
KEPERAWATAN KOMUNITAS
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKES HANG TUAH
SURABAYA
2017

Pokok Bahasan : Penyalahgunaan NAPZA Pada Remaja


Sub Bahasan :
1. Definisi Diabetes Melitus
2. Tanda dan Gejala Diabetes Melitus
3. Faktor Risiko Diabetes Melitus
4. 3J (Jadwal, Jenis dan Jumlah Makanan)
5. Pencegahan Diabetes Melitus
6. Komplikasi Diabetes Melitus
7. Senam Kaki Diabetes Melitus
Sasaran : Lansia RW 02 Kelurahan Sukolilo Baru Surabaya
Metode : Ceramah, Diskusi dan Demonstrasi Senam Kaki
Media : Leaflet, Koran, Alat cek gula darah
Waktu : 2 Jam
Hari dan Tanggal : Sabtu, 20 September 2017
Tempat : Posyandu Qoriyah Thoyyibah Kelurahan Sukolilo
Baru Surabaya
Pukul : 09.00 12.00 WIB

1. Latar Belakang
Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun yang
lebih dikenal sebagai pembunuh manusia secara diam-diam atau the silent killer.
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya berpotensi diabetes, dan begitu
mengetahui semuanya sudah terlambat karena sudah komplikasi (Depkes RI,
2008:2). Salah satu jenis penyakit diabetes melitus yang paling banyak dialami
oleh penduduk di dunia adalah DM tipe 2 (85-95%), yaitu penyakit DM yang
disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin (Sicree et.al.,
2009:3).
Berdasarkan data dari World Health Organization tahun 2016 didapatkan
penderita Diabetes Melitus sebanyak 422.000.000 orang dewasa, dimana 90%-nya
adalah Diabetes Melitus tipe 2, sehingga Diabetes Melitus telah dikategorikan
sebagai penyakit global karena terjadi peningkatan empat kali lipat mulai tahun
1980 hingga tahun 2016 (WHO, 2016). Kejadian Diabetes Melitus menjadi salah
satu penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan presentase sebesar
6,7% setelah stroke (21,1%) dan penyakit jantung coroner (12,9%) (KemenKes
RI, 2016:1).
Hasil dari Diabetes Control and Complication Trial (DCCT) menunjukkan
bahwa pengendalian Diabetes Melitus yang baik dapat mengurangi komplikasi
kronik Diabetes Melitus antara 2030%. Bila diremehkan, komplikasi penyakit
Diabetes Melitus dapat menyerang seluruh anggota tubuh dan dapat menyebabkan
kerusakan gangguan fungsi, kegagalan berbagai organ, terutama mata, ginjal,
jantung, saraf dan pembuluh darah lainnya (Putri & Isfandiari, 2013:236). Maka
hal utama yang diperlukan adalah pengendalian Diabetes Melitus dengan
pedoman 4 pilar pengendalian Diabetes Melitus, yang terdiri dari edukasi,
pengaturan makan, olahraga, kepatuhan pengobatan (PERKENI, 2011:14).
Salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam penatalaksanaan
DM tipe 2 adalah edukasi. Edukasi kepada pasien DM tipe 2 penting dilakukan
sebagai langkah awal pengendalian DM tipe 2 (Wahid, 2016:3). Edukasi diberikan
kepada pasien DM tipe 2 dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan pasien sehingga pasien memiliki perilaku preventif dalam gaya
hidupnya untuk menghindari komplikasi DM tipe 2 jangka panjang (Smeltzer &
Bare, 2001 dalam Wahid 2016:3). Salah satu bentuk edukasi yang umum
digunakan dan terbukti efektif dalam memperbaiki hasil klinis dan kualitas hidup
pasien DM tipe 2 adalah DSME atau Diabetes Self Management Education
(McGowan, 2011:46). Diabetes harus diobati karena bisa menyebabkan berbagai
komplikasi yang memberatkan yang dapat berakibat fatal seperti penyakit jantung,
terganggunya fungsi ginjal, kebutaan, pembusukan kaki yang kadang memerlukan
amputasi, hingga impotensi (Mahendra et al, 2008 dalam Rahmawati, 2016:4).

2. Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Meningkatkan pemahaman tentang Diabetes Melitus pada lansia.

3. Tujuan Intruksional Khusus (TUK)


1. Menjelaskan pengertian Diabetes Mellitus
2. Menjelaskan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
3. Menjelaskan komplikasi Diabetes Mellitus
4. Menjelaskan factor risiko Diabtes Mellitus
5. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
6. Mengajarkan Senam Kaki Diabetes Mellitus

4. Sasaran
Lansia Posyandu Qoriyah Thoyyibah RW 02 Kelurahan Sukolilo Baru,
Kecamatn Bulak Surabaya.

5. Materi
Terlampir

6. Metode
Ceramah, diskusi dan demonstrasi senam kaki

7. Media
Leaflet, PPT dan video animasi

8. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
1) Lansia dapat hadir minimal 15 orang.
2) Kegiatan dilakukan di Posyandu Lansia Qoriyah Thoyyibah Surabaya
3) Pengorganisasian kegiatan dilakukan sebelum dan saat kegiatan
berlangsung.

b. Kriteria Proses
1) Lansia antusias terhadap materi yang diberikan
2) Lansia focus mendengarkan dan focus mendengarkan materi
3) Lansia mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah
disampaikan.
4) Lansia mendemonstrasikan senam kaki
c. Kriteria Hasil
1) Lansia menjelaskan tentang definisi Diabetes Melitus
2) Lansia menyebutkan Tanda Gejala Diabetes Melitus
3) Lansia menyebutkan Faktor Risiko Diabetes Melitus
4) Lansia menyebutkan Pencegahan Diabetes Melitus
5) Lansia menyebutkan Komplikasi Diabetes Melitus
6) Lansia mendemonstrasikan Senam Kaki Diabetes Melitus
9. Rencana Kegiatan
No. Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Audience
1. Pembukaan:
1. Mengucapkan salam. 1. Menjawab salam.
3 Menit 2. Memperkenalkan diri. 2. Memperhatikan.
3. Menjelaskan tujuan kegiatan. 3. Memperhatikan.
4. Menyebutkan materi yang akan disampaikan. 4. Memperhatikan.
2. Pelaksanaan:
1. Menjelaskan pengertian Diabetes Mellitus 1. Memperhatikan.
2. Menjelaskan tanda dan gejala Diabetes Mellitus 2. Memperhatikan.
20 Menit 3. Menjelaskan komplikasi Diabetes Mellitus 3. Memperhatikan.
4. Menjelaskan factor risiko Diabtes Mellitus 4. Memperhatikan.
5. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus 5. Memperhatikan.
6. Mengajarkan Senam Kaki Diabetes Mellitus 6. Memperhatikan.
3. Evaluasi: 1. Bertanya, berdiskusi dan
10 Menit 1. Memberikan kesempatan audience untuk bertanya. mendengarkan.
2. Mengajukan beberapa pertanyaan ke audience. 2. Menjawab.
4. Terminasi: 1. Tersenyum.
2 Menit 1. Mengucapkan terimakasih atas waktu yang telah diberikan. 2. Membalas salam.
2. Mengucapkan salam penutup.
5. Pemeriksaan Kadar Gula Darah 1. Antri dengan tertib
30 Menit
2. Antusias
10. Setting Tempat

Keterangan:
: Peserta : Observer
: Penyaji : Fasilitator
: Moderator : Dokumentator

11. Pengorganisasian
Moderator : Nungki Kusumastuti
Penyaji : Mufhida Paraningtyas
Fasilitator : Lucy Amelia
Observer 1 : Dwi Nika
Dokumentasi : Rurin Khoirun Nisaa

Surabaya, 20 September 2017


Mengetahui,
Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan
MATERI
DIABETES MELITUS

1. Pengertian

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik


dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin,
kerja insulin atau kedua-duanya (PERKENI, 2015:6). Handaya (2016:5) juga
mendefinisikan Diabetes Melitus sebagai penyakit kronis yang disebabkan oleh
tingginya kadar gula darah, yang disertai dengan adanya kelainan metabolik.
Normalnya, gula darah dikontrol oleh insulin, suatu hormon yang dihasilkan oleh
pankreas, yang memungkinkan sel untuk menyerap gula di dalam darah. Akan
tetapi, pada diabetes terjadi defisiensi insulin yang disebabkan oleh kurangnya
sekresi insulin dan hambatan kerja insulin pada reseptornya.
Pada Diabetes Melitus tipe II, pankreas masih dapat membuat insulin,
tetapi kualitas insulin yang dihasilkan buruk dan tidak dapat berfungsi dengan
baik sebagai kunci untuk memasukkan glukosa ke dalam sel yang dapat
menyebabkan glukosa dalam darah meningkat (Tandra, 2013:7). Jadi, dapat
disimpulkan bahwa Diabetes Melitus merupakan suatu keadaan yang ditandai
dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) dan disebabkan oleh
adanya resistensi insulin, gangguan sekresi insulin, atau kedua-duanya.
Gangren adalah proses atau keadaan yang ditandai dengan adanya
jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis
yang disebabkan oleh infeksi. (Askandar, 2001).
Gangren Kaki Diabetik adalah luka pada kaki yang merah kehitam-
hitaman dan berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah
sedang atau besar di tungkai. (Askandar, 2001).

2. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus

Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM


atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula
darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 -
180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung
gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala
dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita (PERKENI,
2015:11) :
a. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
b. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
c. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
d. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
e. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
f. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
g. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
h. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
i. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
j. Mudah terkena infeksi terutama pada kulit

Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan


seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala
kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam
hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita
penyakit diabetes mellitus tipe 1.

Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya


mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin
tidak mengetahui telah menderita kencing manis.

3. Yang Beresiko terhadap Diabetes Mellitus


a. Riwayat keluarga DM
b. Kegemukan
c. Kurang gerak (berolah raga)
d. Hipertensi

4. Kadar Gula Dalam Darah


Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL
{millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l
{milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.
Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan
dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan
mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai
normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang
mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.
Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah
puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2
jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan
pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu
diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan
200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.
Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli
dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ
Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa
Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.

Cara mengukur Gula Darah agar stabil :


a. Perencanaan makan yang baik (batasi gula, lemak, dan konsumsi sayur)
b. Latihan jasmani
c. Uji kadar gula darah secara berkala
d. Minum obat dengan teratur
e. Kontrol berat badan, tekanan darah & kadar kolesterol darah

5. Komplikasi
a. Luka yang sukar sembuh
b. Impotensi
c. Kebutaan
d. Penyakit Jantung
e. Gangguan pada pembuluh darah otak
f. Terganggunya fungsi ginjal

6. Diet DM
a) Penentuan Gizi Penderita dan Jumlah Kalori Perhari
BB
BBR % = x100
TB 100
BB = Berat Badan ( kg )
TB = Tinggi Badan ( cm )
BBR = Berat Badan Relatif

Kebutuhan kalori/hari untuk menuju berat badan normal :

1. Berat Badan Kurang (BBR<90 %) kebutuhan kalori sehari : 40 60


kalori / kg BB.
2. Berat Badan Normal (BBR 90100 %) kebutuhan kalori sehari : 30
kalori / kg BB.
3. Berat Badan Lebih (BBR > 110 %) kebutuhan kalori sehari : 20 kalori /
kg BB.
4. Gemuk = obesitas (BBR > 120 %) kebutuhan kalori sehari : 15 kalori /
kg BB.

b) Diet G ( Diet DM B 1 untuk DM dengan Gangren )


Karbohidrat : 60 %, protein : 20 %, Lemak : 20 %
Diet G mempunyai 6 sifat yaitu :

dengan kandungan :

1. Kolestrol kurang dari 300 mg/hari dan dilengkapi dengan,


2. Tinggi arginin
3. Tinggi serat ( 25 40 g/hari )
4. Folat
5. Vitamin B6
6. Vitamin B12

7. Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes


Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi
insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang
berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta
melakukan pengontrolan menu makanan (diet).Pada penderita diabetes
mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan
pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam
darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan
mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai
hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan.
Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak
mengatasi pengontrolan kadar gula darah.

8. Pencegahan

a. Makanan 4 sehat 5 sempurna


b. Rajin berolah raga
c. Kurangi stress
d. Tidak merokok
e. Cukup tidur
f. Tidak mengkonsumsi alcohol
g. Kurangi konsumsi gula

9. Senam Kaki

Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien
diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu
melancarkan peredaran darah bagian kaki. (S,Sumosardjuno,1986)
1. Duduk tegak senyaman mungkin dengan kaki menyentuh lantai

2. Angkat jari-jari kaki ke atas dan ke bawah 2x8

3. Angkat telapak kaki ke atas dan ke bawah 2x8

4. Angkat tumit ke atas dan ke bawah 2x8

5. Angkat telapak kaki dengan memutarnya ke kanan 360 sebanyak 8 kali

6. Sobek kertas yang telah disedikan menggunakan jari-jari kaki

Standart Prosedur Operasional


Pemeriksaan Kadar Gula Darah
Sumber : Ghofar, 2012:281
1. Pengertian
a. Glukosa darah sewaktu
Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu-waktu atau kapan saja tanpa
melakukan persiapan puasa.
b. Glukosa darah puasa dan 2 jam setelah makan
Pemeriksaan glukosa darah puasa adalah pemeriksaan glukosa yang
dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8-10 jam, sedangkan
pemeriksaan glukosa 2 jam setelah makan adalah pemeriksaan yang
dilakukan 2 jam dihitung setelah pasien menyelesaikan makan
2. Tujuan
a. Untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah
b. Acuan tidakan medis
c. Pengobatan yang tepat
d. Pemilihan diit yang tepat
e. Pencegahan resiko hiperglikemi
3. Alat dan bahan:
a. Mesin gluco test
b. Strip stick GDS

c. Jarum / lancet GDS

d. Alkohol swab

e. Perlak dan pengalas


f. Darah vena
4. Prosedure Tindakan Pemeriksaan GDS / GDP / GD 2 jam PP:
a. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bersih.
b. Lakukan kontrak / persetujuan dengan pasien.

c. Bawa alat ke dekat pasien.

d. Pasang sampiran atau jaga privasi pasien.

e. Letakkan perlak dan pengalas pada bawah jari yang akan ditusuk.

f. Nyalakan mesin Gluco Test dan pastikan sudah menyala dengan baik,
kemudian pasang strip stick GDS nya secara benar dan pastikan sudah
bergambar darah pada layar.
g. Lakukan pemilihan jari untuk pemeriksaan GDS yaitu: jari telunjuk,
jari tengah dan jari manis.

h. Berikan / oleskan swab alkohol pada jari yang akan ditusuk.

i. Tusuk ujung jari pasien secara hati-hati.

j. Tekan daerah sekitar tusukan dengan jari kita agar darah keluar,
pastikan darah keluar secukupnya.

k. Tempelkan ujung stick GDS pada mesin Gluco test ke darah pasien.

l. Setelah cukup tunggulah beberapa detik untuk melihat hasilnya pada


layar.

m. Setelah hasil keluar catatlah pada lembar cetatan perawat / petugas


laboratorium.
5. Tahap Terminasi:
a. Cuci tangan dengan prinsip bersih.
b. Berpamitan dengan pasien.

Dokumentasikan hasil pemeriksaan

DAFTAR PUSTAKA

Afiatin, Tina. (1998). Bagaimana Menghindarkan Diri Dari Penyalahgunaan


NAPZA. Buletin Psikologi : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Diakses pada
https://journal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/view/7396/5750 tanggal 13
September 2017 pukul 23.40 WIB
_________ (1993). Persepsi Pria dan Wanita Terhadap Kemandirian. Jurnal
Psikologi.
Hawari, D. (2006). Pengertian Rehabilitasi dan Proses Pemulihan, Bandung.
Kementrian Kesehatan RI. 2014. Pengguna Narkoba Dapat Dicegah dan Dapat
Direhabilitasi. Kementrian Kesehatan. Diakses pada
http://www.depkes.go.id/download.php?
file=download/pusdatin/buletin/buletin-napza.pdf tanggal 13 September 2017
pukul 23.15 WIB
Prisaria, Nusiriska. 2012. Hubungan Pengetahuan dan Lingkungan Sosial
Terhadap Tindakan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA pada Siswa SMA
Negeri 1 Jepara. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Diakses pada
http://eprints.undip.ac.id/37648/ tanggal 14 September 2017 pukul 01.05 WIB
Sitepu, Andre Pranatha. (2016). Badan Narkotika Nasional Dalam Upaya
Merehabilitasi Pecandu Narkotika (Studi Kasus BNN Provinsi Sumatra
Utara). Universitas Negeri Medan. Diakses pada digilib.unimed.ac.id tanggal
14 September 2017 pukul 02.00 WIB
Tjay & Kirana Rahardja. (2007). Obat-obat Penting : Khasiat, Penggunaan dan
Efek Sampingnya Edisi 6. Jakarta : Alex Media Kompetindo
Lampiran 1
LEMBAR EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN

EVALUASI
NO. ASPEK YANG DINILAI
PRE POST
- Lansia menjelaskan tentang definisi Diabetes Melitus
- Lansia menyebutkan Tanda Gejala Diabetes Melitus
- Lansia menyebutkan Faktor Risiko Diabetes Melitus
1.
- Lansia menyebutkan Pencegahan Diabetes Melitus
- Lansia menyebutkan Komplikasi Diabetes Melitus
- Lansia mendemonstrasikan Senam Kaki Diabetes Melitus
JUMLAH
Lampiran 2
KUESIONER

TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA DI WILAYAH RW. 02


KELURAHAN SUKOLILO BARU SURABAYA
TERHADAP DIABETES MELITUS

Nomor Responden :

1. Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik yang kebanyakan dari faktor


keturunan. Ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah dan kadar gula
dalam urine yang berlebihan, sebagai akibat dari kurangnya insulin efektif
dalam tubuh.
a. Benar
b. Salah
2. Tanda dan gejala diabetes melitus adalah jumlah urine yang dikeluarkan
banyak, sering atau cepat merasa haus/dahaga, lapar yang berlebihan atau
makan banyak, kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya,
kesemutan / mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki, cepat lelah
dan lemah setiap waktu, mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba,
apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya dan mudah terkena
infeksi terutama pada kulit.
a. Benar
b. Salah
3. Faktor Risiko terkena diabetes melitus adalah Riwayat Keluarga,
Kegemukan, Hipertensi, Kurang Olahraga.
a. Benar
b. Salah
4. Pencegahan Diabetes Melitus adalah mengkonsumsi makanan 4 sehat 5
sempurna, rajin berolah raga, kurangi stress, tidak merokok, cukup tidur,
tidak mengkonsumsi alkohol dan kurangi konsumsi gula
a. Benar
b. Salah
5. Komplikasi diabetes melitus adalah penyakit jantung kronik, stroke,
gangguan penglihatan, gagal ginjal dan ulkus kaki
a. Benar
b. Salah
6. Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes
melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan
peredaran darah bagian kaki.
a. Benar
b. Sala
DAFTAR HADIR KEGIATAN
PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELITUS
PADA LANSIA RW 02 KELURAHAN SUKOLILO BARU

Hari/Tanggal :
No Nama Tanda Tangan
1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
7. 7.
8. 8.
9. 9.
10. 10.
11. 11.
12. 12.
13. 13.
14. 14.
15. 15.
16. 16.
17. 17.
18. 18.
19. 19.
20. 20.
21. 21.
22. 22.
23. 23.
24. 24.
25. 25.
26. 26.
27. 27.
28. 28.
29. 29.
30. 30.
31. 31.
32. 32.
33. 33.
34. 34.
35. 35.
36. 36.
37. 37.
38. 38.
39. 39.
40. 40.
41. 41.
42. 42.
43. 43.
44. 44.
45. 45.
46. 46.
47. 47.
48. 48.
49. 49.
50. 50.